BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
6. Keterbatasan Penelitian
Penelitian pengembangan produk berupa LKPD berbasis pemecahan masalah yang dikembangkan memiliki keterbatasan yaitu sebagai berikut:
a. LKPD berbasis pemecahan masalah masih terbatas pada sub topik teori asam basa dan larutan indikator asam basa.
b. LKPD berbasis pemecahan masalah belum disebarkan secara luas karena penelitian hanya terbatas pada satu sekolah saja.
81 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1. Produk berupa LKPD berbasis pemecahan masalah pada topik larutan asam basa yang dikembangkan telah sesuai dengan model 4-D yang dimodifikasi menjadi 3-D (Define, Design, Development) karena pengembangannya dijelaskan secara sistematis dan cocok digunakan dalam pengembangan LKPD.
2. Produk berupa LKPD berbasis pemecahan masalah telah memenuhi kriteria valid berdasarkan hasil validasi dari validator dengan perolehan rata- rata persentase sebesar 98,3%, nilai ini termasuk dalam kategori valid. Produk berupa LKPD berbasis pemecahan masalah telah memenuhi kriteria efektivitas yang dibuktikan dengan perolehan rata- rata persentase hasil observasi yang menunjukkan kemampuan inferensi peserta didik sebesar presentase sebesar 66% yang termasuk ke dalam kategori efektif. Produk berupa LKPD berbasis pemecahan masalah telah memenuhi kriteria praktis yang diperoleh dari respon peserta didik dengan perolehan rata- rata persentase sebesar 86%, nilai ini termasuk ke dalam kategori sangat praktis.
3. Kemampuan inferensi peserta didik tergolong dalam kategori bagus dengan nilai person realibility sebesar 0,81 yang diperoleh melalui Rasch. Selain itu, kemampuan inferensi peserta didik dapat digolongkan menjadi tiga kategori yaitu kategori baik sebanyak 20 orang, cukup sebanyak 9 orang dan kurang sebanyak 4 orang.
B. Saran
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, terdapat beberapa saran untuk untuk perbaikan penelitian pengembangan pada tahap lebih lanjut antara lain:
1. Peneliti berikutnya dapat mengembangkan LKPD berbasis pemecahan yang dikemas lebih baik lagi pada topik kimia yang lain dengan menggunakan variabel terikat yang lain.
2. Guru dapat mengembangkan LKPD berbasis pemecahan masalah pada topik kimia yang lain.
3. Peserta didik hendaknya terus berlatih untuk meningkatkan kemampuan inferensinya dari sumber belajar yang lain.
4. Pihak sekolah hendaknya terus meningkatkan pembelajaran kimia SMA dengan mendukung guru mengembangkan bahan ajar seperti LKPD berbasis pemecahan yang dapat meningkatkan kemampuan inferensi peserta didik.
DAFTAR PUSTAKA
Achmadi. (2019). pH Meter. diunggah dari https://www.pengelasan.net/ph-meter/, diakses Kamis, 3 November 2020, pukul 21.20 WIB
Andi. (2011). Panduan Kreatif Bahan Ajar Inovatif dalam Menciptakan Metode Pembelajaran yang Menarik dan Menyenangkan. Yogyakarta: Diva Press.
Astuti, S., Danial, M. (2018). Pengembangan LKPD Berbasis Problem Solving untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Materi Kesetimbangan Kimia. 1(2), 90-114.
Atkins, P & Jones, L. (2010). Chemical Principles: The Quest for Insight (5th edition). New York: W.H. Freeman & Company
Bond, T.G., & Fox, C. (2015). Applying the Rasch Model.
Fundamental measurement in the Human Sciences. 3rd edition. New York: Routledge
Boone, W. J., Staver, J.R. and Yale, M.S. (2014). Rasch Analysis in the Human Sciences. Dordrecth: Springer.
Brady, J. (2010) Kimia Universitas Asas & Struktur. Jakarta: Binarupa Aksara Buchori, M. L., Suryadharma, I. B., dan Fajaroh, F. (2012).Identifikasi Tingkat,
Jenis, dan Faktor- Faktor Penyebab Kesulitan Siswa SMA Negeri Wilingi dalam Memahami Materi Indikator dan Ph Larutan Asam Basa. Jurnal Ilmiah, 3(1), 1-11
BNSP. (2013). Kegiatan Penilaian Buku Teks Pelajaran Pendidikan Dasar dan Menengah.Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Berly, D.; Sanjaya, A.; Rachman I. (2016). Pen gembangan LKPD Berbasis Saintifik. Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia. 3 (1), 28-34.
Chang, R. (2012). General Chemistry. New York: McGraw-Hill.
Cholid N. (2011). Metode Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.
Clark, J. dan Deswarte, F. (2019). Introduction to Chemical .United Kingdom:
John Wiley and Sons.
Darmawan. (2010). Penggunaan Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Pembelajaran IPS di MI Darrusaadah Pandeglang. Jurnal Penelitian Pendidikan. 11(2), 14-20.
Daryanto. (2012). Konsep Pembelajaran Kreatif. Yogyakarta: Gava Media
Depdikbud. (2014). Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional.
D. Khun. (2010). What is Scientific Thinking and How Does it Develop? (Second Edition), Columbia: Blackwell Publishing, 2010
Depdiknas. (2008). Panduan Pengembangan Bahan Ajar SMA/MA. Jakarta:
Depdiknas.
Edi, R. (2014). Statistika Penelitian(Analisis Manual dan IBM SPSS).
Yogyakarta: ANDI.
Ennis, R. H. (2011). The Nature of Critical Thinking : An Outline of Critical Thinking Dispositions. Univ. Illinois
Facione. (2013). Critical Thinking : What It Is and Why It Counts. California:
California Academic Press.
Fajrin, S. dkk (2020). Identifikasi Kesulitan Belajar Kimia Siswa Pada Materi Pokok Larutan Asam Dan Basa Di Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Wolowa Kabupaten Buton. Jurnal Pendidikan Kimia FKIP UHO. 5(1), 27-34.
Fatmawati, A. (2016). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Konsep Pencemaran Lingkungan Menggunakan Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah Untuk SMA Kelas X. Jurnal Edusains. 4 (2), 2338-4387
Fitriani, M. dan Hasan. (2016). Pengembangan LKPD Berbasis Pemecahan Masalah untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Aktivitas Belajar Peserta Didik pada Materi Larutan Penyangga. Jurnal Pendidikan Kimia Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, 4 (2), 24-35.
Guntara, dkk. (2014). Pengaruh Pembelajaran Problem Solving terhadap Hasil Belajar Matemaitka di SD Negeri Kalibukbuk. Jurnal Nasional, 2(1) 15-21
Hamruni. (2012). Strategi Pembelajaran. Yogyakarta: Insan Madani Hardjono, S. (2010). Kimia Dasar. Yogyakarta: Gajah Mada University
Herawati. (2010). Pengaruh Pembelajaran Problem Solving terhadap Kemampuan Pemahaman Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 6 Palembang. .Jurnal Nasional. 4 (3), 12-19.
Heri, R. (2016). Analisis Kuantitatif. Instrumen Penelitian (Panduan Peneliti, Mahasiswa, dan Psikometrian. Yogyakarta: Parama Publishing.
Hiagarajan, S., Semmel, D. S & Semmel, M. I. 1974. Instructional Development for Training Teachers of Expectional Children. Minneapolis, Minnesota:
Leadership Training Institute/Special Education, University of Minnesota.
Ibeng, P. (2020). Pengertian Indikator Asam Basa, Jenis dan Contohnya diambil dari https://pendidikan.co.id/indikator-asam-basa/, diakses Kamis, 3 November 2020, pukul 21.08 WIB
Indarwati, D. (2014). Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Melalui Penerapan Problem Based Learning Untuk Siswa Kelas V SD.
Jurnal Penelitian Pengembangan Kependidikan. 30 (1), 17-27.
Istiqomah.,Kadaritna, N. Efkar, T. (2017). Efektivitas LKS Berbasis Problem Solving dalam Meningkatkan Keterampilan Memprediksi dan Inferensi.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia. 6 (2), 387-399.
Istyadji, A. d. (2018 ). Implementasi Problem Based Berbantuan Diskusi Daring Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Dan Hasil Belajar Kimia Pada Materi Larutan Penyangga . Journal of Chemistry and Education, 237-244.
Juliansyah, N. (2011). Metodologi Penelitian: Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah. Jakarta: Kencana
Juwani. (2013). Belajar Pemecahan Masalah.. Jakarta: Gramedia Pustaka . Kadir. (2012). Dasar- Dasar Pendidikan. Jakarta: Kencana.
Karsli, F & Sahin, C. (2019). Developing Worksheet Based on Science Process Skills: Factors Affecting Solubility. Asia-Pacific Forum on Science Learning and Teaching.10 (15), 70-76
Karunia, I. (2014). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Pengajaran Langsung Untuk Mengajarkan Materi Kesetimbangan Benda Tegar.
Jurnal Sains, 1-11.
Kemendikbud. (2013). Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum. Indonesia: Kemendikbud.
Lavokos, Tsiplakides. (2011). Critical and Creative Thinking in the English Language Classrom, International . Journal of Humanities and Social Science. 1(8), 82-86.
Lathifa, dkk. (2015). Identifikasi Kesalahan Konsep Larutan Asam-Basa dengan Menggunakan Teknik Certainty Of Response Index (CRI) Termodifikasi.
Jurnal Pendidikan Kimia.2 (1), 1-9.
Lestari, dkk. (2018). Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Pendekatan Problem Solving Untuk Meningktakan Berpikir Kritis Siswa Pada Materi Alat Optik. Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Semarang.
Listowati. (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Pustaka Setia.
Majid. (2013). Strategi Pembelajaran. In S. Pembelajaran, Strategi Pembelajaran (p. 15). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mawadah. (2015). Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa pada Pembelajaran Matematika dengan Menggunakan Model Pembelajaran Generatif (Generative Learning) di SMP.Jurnal Pendidikan. 3(2),166-175.
Mahmud, R. Nur.; Janah,N. Inventarisasi Tanaman Berpotensi sebagai Indikator Asam-Basa Alami di Kota Kupang. Jurnal Bionature. 19 (1), 1-6
Marwati, S. (2010). Aplikasi Beberapa Ekstrak Bunga Berwarna Sebagai Indikator Alami pada Titrasi Asam Basa. Jurusan Pendidikan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Yogyakarta.
Medium.2016. Indikator Asam Basa. diambil dari
https://pendidikan.co.id/indikator-asam -basa/,diakses Rabu, 2 Desember 2020.
Mustami, M. K., & Suryadin. (2015). Evaluasi Pelaksanaan Standar Penilaian Guru IPA Biologi pada Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Model Makassar. Jurnal Sainsmat. 4(2), 159-174.
Nahkleh, M., B. (1992). Why some student don’t learn chemistry. Journal of Chemical Education, 69 (3), 191-195
Noor, R. 2014. Penyusunan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Biologi SMA melalui Inventarisasi Tumbuhan yang Berpotensi atau Sebagai Pewarna Alami di Kota Metro. Jurnal Pendidikan Sains, 5(2), 94-96.
Paidi. (2010). Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar
Petrucci, Ralph H. et al. (2017). General Chemistry: Principles and Modern Applications (11th edition). Toronto: Pearson Canada Inc.
Prastowo. (2011). Dasar Dasar Perkembangan Lembaran Peserta Didik . Bandung :Bumi Aksara.
Prastowo. (2014). Pengembangan Bahan Ajar. In P. B. Ajar, Pengembangan Bahan Ajar (p. 204). Jakarta: Kencana.
Puspitaningtyas, Z. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Pustaka Setia.
Rahma, A.N. (2012). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Inkuiri Berpendekatan SETS Materi Kelarutan Dan Hasil Kali Kelarutan Untuk Menumbuhkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Empati Siswa Terhadap Lingkungan..Journal of Educational Research and Evaluation. 2(2).31-39 Rahmadhani. (2014). Pengembangan Multimedia Pembelajaran untuk Anak
Tunagrahita Ringan dalam Bidang Berhitung. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Rian, N. (2017). Penerapan Model Pembelajaran problem BasedLearning untuk meningkatkan hasil belajar pada subtema kebersamaan dalam keberagaman. Skripsi Pada Jurusan PGSD FKIP Unpas Bandung:
Tidak Diterbitkan
Riduwan. (2011). Skala Pengukuran Variabel-variabel Penelitian.. Bandung : Alfabeta
Riduwan. (2012). Metode & Teknik Menyusun Proposal Penelitian. Bandung:
Alfabeta
Retno Dwi Suyanti. (2010). Strategi Pembelajaran Kimia. Graha Ilmu.
Yogyakarta
Risyati, dkk. (2012). Pengembangan LKPD Berbasis Pemecahan Masalah pada Topik Koloid. Jurnal Pendidikan Kimia. 4(2), 24-32.
Ruqo’iye. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Bumi Aksara
Sari, E. (2016). Pengembangan LKPD Berbasis Karakter pada Mata Pelajaran Kimia SMA. Journal Edu Sains, 5 (2), 23-30.
Sadhu, S. 2017. Mengungkap Konsep Alternatif Peserta Didik pada Teori Asam-Basa Menggunakan Certainty Response Index Termodifikasi. Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA. 9 (1), 11-22.
Sastrohamidjojo, H. 2010. Kimia Dasar, Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Silberg & Amateis. (2012). Chemistry: The Molecular of Nature of Manner and Change. New York: Mcgraw-Hill Education
Sinambela, N.J.M.P. (2006). Keefektifan Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah(Problem-BasedInstruction) Dalam Pembelajaran Matematika untuk Pokok Bahasan Sistem Linear dan Kuadrat di Kelas X SMA Negeri 2 Rantau Selatan Sumatera Utara. Tesis. Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Surabaya
Slameto. (2010). Belajar Dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Rinaka Cipta. Jakarta.
Slamet Suyanto, Paidi & Insih Wilujeng. (2011). Lembar Kerja Siswa.
Makalah disajikan dalam acara Pembekalan guru daerah terluar, terluar, dan tertinggal di Akademi Angkatan Udara Yogyakarta tanggal 26 Nopember-6 Desember 2011.Yogyakarta: UNY.
Sudijono, A. (2011). Evaluasi Pedidikan. Jakarta; Raja Grafindo Persada.
Sudjana, N. (2009). Metode Penelitian. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif.Bandung: Alfabeta.
Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian Suatu pendekatan Praktek . Jakarta:
Rineka Cipta.
Sumintono, B., & Widhiarso, W. (2015). Aplikasi Pemodelan Rasch pada Assessment Pendidikan. Cimahi: Trim Komunikata.
Sunarman, A. (2018). Kertas Lakmus, Cara Simpel untuk Mengetahui Derajat
Keasaman Suatu Sampel, diambil dari
https://www.kimiapost.net/2018/02/kertas-lakmus-cara-simpel.html, diakses Kamis, 3 November 2020, pukul 21.00 WIB
Synder, C.R., &Sigmon, S. (2008). Hope theory: Rainbows in the mind.
Psychological Inquiry 13(4): 249-275
Syah, M. (2010). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung:PT Remaja Rosdakarya.
Thiagarajan,S.,Semmel, D.S.,& Semmel, M.I. (1974). Instructional development for training teacher of exceptional children. Bloomington Indiana: Indiana University.
Trianto. (2014). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif dan Kontekstual. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.
Utami, dkk. (2010). Kimia Dasar Universitas. Jakarta : Erlangga Wena. (2012). Strategi Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Widoyoko, E.P. (2013). Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Yogyakarta :Pustaka Belajar.
Widyantini, T. (2013). Penyusunan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Sebagai Bahan Ajar. Yogyakarta: PPPPTK Matematika.
Widrianto, (2017). Pengembangan LKPD Berbasis Berpikir Kritis Materi Kelarutan Dan Hasil Kali Kelarutan Pada Mata Pelajaran Kimia Di SMA.
Jurnal Alkimia. 1(1), 178-190.
Yuliandriat, dkk (2019). Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Problem Solving pada Materi Ikatan Kimia Kelas X. Jurnal Tadris Kimiya. 4(1), 105-120.
Zainal, Arifin. (2011) Evaluasi Pembelajaran: Prinsip, Teknik, Prosedur.
Bandung: Remaja Rosdakarya.
Zidny. (2013). Analisis Pemahaman Konsep Siswa SMA Kelas X pada Materi Persamaan Kimia dan Stoikiometri Melalui Penggunaan Diagram Submikroskopik serta Hubungannya dengan Kemampuan Pemecahan Masalah. Jurnal Riset dan Praktik Pendidikan Kimia. 1(1) 27-36.
LAMPIRAN
87
SILABUS
Lampiran
Mata Pelajaran : Kimia
Satuan Pendidikan : SMA Negeri 7 Yogyakarta Kelas : XI
Tahun Ajaran : 2020/2021
Kompetensi Inti
Sikap Spiritual (KI 1) : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
Sikap Sosial (KI 2)
: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif, Dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasional.
Pengetahuan (KI 3) : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuanfaktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
Keterampilan (KI 4)
: Mengolah, menalar, menyaji, dan menciptadalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, danmampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
88
89 percobaan tetang sifat asam basa larutan garam
4 jp
90
91
92 KOMPETENSI
DASAR
IPK MATERI POKOK KEGIATAN
PEMBELAJARAN
PENILAIAN ALOKASI WAKTU
SUMBER BELAJAR percobaan titrasi
asam basa
melakukan dan menyimpulkan percobaan titrasi asam basa
93 Lampiran 2. Kisi- kisi Lembar Wawancara
Aspek Pertanyaan Nomor Butir
Hasil nilai ulangan harian pada KD topik asam basa
Berapa nilai rata- rata UH pada K.D untuk materi Asam- Basa
1
Penggunaan LKPD Apakah Ibu pernah merancangng LKPD ketika mengajar materi Asam- Basa?
2
Apakah alasan Ibu membuat LKPD ketika mengajar Asam- Basa ?
3 Bagaimana bentuk LKPD materi
Asam- Basa yang digunakan selama ini?
4
Apakah Ibu pernah membuat dan menggunakan LKPD Asam-berbasis pemecahan masalah
5
Kemampuan inferensi Apakah Ibu pernah mengidentifikasi kemampuan inferensi peserta didik dari LKPD?
6
bagaimana cara Ibu mengidentifikasi inferensi dengan menggunakan LKPD yang digunakan?
7
Bagaimana kemampuan inferensi peserta didik kelas XI ?
8
Lampiran 3. Lembar Wawancara dengan Guru SMA Kimia Kelas XI SMA
Responden : Ibu Ratnasari Kurniawati Praptomoputri, S.Si Jabatan : Guru Kimia SMA 7
Hari, Tanggal : Jumat, 23 Oktober 2020 Tempat : SMA Negeri 7 Yogyakarta
No Pertanyaan Jawaban
1 Apa kesulitan belajar Asam- Basa dan penyebabnya?
2 Berapa nilai rata- rata UH pada K.D untuk materi Asam- Basa
3 Apakah Ibu pernah merancangng LKPD ketika mengajar materi Asam- Basa?
4 Apakah alasan Ibu membuat LKPD ketika mengajar Asam- Basa
5 Bagaimana bentuk LKPD materi Asam- Basa yang digunakan selama ini?
6 Apakah Ibu pernah membuat dan menggunakan LKPD Asam-berbasis pemecahan masalah?
7 Apakah Ibu pernah mengidentifikasi kemampuan inferensi peserta didik dari LKPD?
8 Jika Ya, bagaimana cara Ibu mengidentifikasi inferensi dengan menggunakan LKPD yang digunakan?
Bagaimana kemampuan inferensi peserta didik kelas XI ?
10
Apakah Ibu bersedia jika LKPD materi asam- basa dikembangkan berbasis pemecahan masalah ?
11
Menurut Ibu, apa saja kelengkapan yang diperhatikan ketika menyusun LKPD berbasis pemecahan masalah untuk materi asam-basa?
12
Apakah ada saran dari Ibu yang harus diperhatikan dalam membuat LKPD berbasis pemecahan masalah untuk materi asam-basa?
13 Apakah diizinkan uji coba LKPD berbasis pemecahan masalah untuk satu
No Pertanyaan Jawaban kelas hanya dengan IPK yang sesuai
dengan LKPD yang saya rancang?
14
Apakah saya dapat melakukan pengambilan data penelitian bulan Januari sesuai dengan jadwal mengajar materi asam basa ?
Lampiran 4. Transkrip Wawancara dengan Guru Kimia Kelas XI SMA
Berapa nilai rata- rata UH pada K.D untuk materi
kemampuan kognitif peserta didik kelas XI SMA N 7?
Kemampuan kognitif peserta didik bersifat variatif, ada yang memiliki kemampuan tingkat tinggi, sedang dan rendah. Hal ini terbukti dengan nilai ulangan harian dari tahun lalu, ada yang mendapatkan nilai baik dan ada yang tidak.
Penggunaan LKPD
Apakah Ibu pernah
merancangng LKPD ketika mengajar materi Asam- Basa?
Pernah merancang LKPD khusus untuk percobaan asam basa.
Apakah alasan Ibu membuat LKPD ketika mengajar Asam- Basa ?
Meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi yang dipelajari Bagaimana bentuk LKPD
materi Asam- Basa yang digunakan selama ini?
LKPD yang digunakan
Indikator Pertanyaan Jawaban hanya mengamati dalam proses
pembelajaran, apakah anaknya aktif atau tidak.
Bagaimana cara Ibu mengidentifikasi inferensi dengan menggunakan LKPD yang digunakan?
Saya belum pernah mengidentifikasi kemampuan tersebut melalui LKPD.
Bagaimana kemampuan inferensi peserta didik kelas XI ?
Dilihat dari proses pembelajaran dan hasil ulangan, kemampuan peserta didik tergolong cukup baik.
Lampiran 5. Kisi - kisi Lembar Validasi Produk Berupa LKPD Berbasis
Kesesuaian materi dengan indikator dan tujuan pembelajaran
2 1
Kebenaran materi yang disajikan dalam produk LKPD
3 1
Penyampaian materi yang runtut
4 1
Kelengkapan Materi 5 1
Kesesuaian gambar untuk memperjelas materi
Soal-soal yang tersedia mengintegrasikan pemecahan
Soal-soal yang disajikan dapat
mengukur kemampuan
inferensi peserta didik
11 1
5. Bahasa
Bahasa yang digunakan mudah dipahami
Lampiran 6. Lembar Validasi Produk berupa LKPD Berbasis Pemecahan Masalah
Yth. Ibu Risnita Vicky Listyarini,M.Sc.
Validator Produk Berupa LKPD Berbasis Pemecahan Masalah
Saya memohon kesediaan Ibu untuk mengisi lembar validasi produk LKPD berbasis pemecahan masalah. Lembar ini ditujukan untuk mengetahui pendapat Ibu mengenai LKPD berbasis pemecahan masalah yang dikembangkan untuk mengidentifikasi kemampuan inferensi peserta didik sesuai dengan indikatornya.
Penilaian, saran, dan koreksi dari Ibu akan sangat bermanfaat untuk memperbaiki dan meningkatkan produk yang dikembangkan. Atas perhatian dan kesediaannya, saya mengucapkan terima kasih.
Petunjuk Pengisian
1. Berilah tanda () pada kolom penilaian yang telah disediakan!
2. Kriteria penilaian butir soal adalah sebagai berikut:
(4) : Sangat baik (3) : Baik
(2) : Kurang baik (1) : Tidak baik
3. Berikan komentar pada lembar yang disediakan!
4. Berikan kesimpulan dengan memberikan tanda () pada kolom pernyataan yang telah disediakan!
Lembar Validasi Produk berupa LKPD Berbasis Pemecahan Masalah
untuk menulis maupun menggambarkan
hal-hal yang ingin disampaikan
Karakteristik Pemecahan Masalah dan Kemampuan Inferensi 9. Soal-soal yang tersedia
mengintegrasikan pemecahan masalah
10. Soal-soal yang disajikan dapat mengukur kemampuan inferensi peserta didik dengan tingkat kemampuan peserta didik
Komentar
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
Kesimpulan
Berdasarkan penilaian yang telah dilakukan, produk berupa LKPD berbasis pemecahan masalah dinyatakan :
Yogyakarta, . . . Februari 2021 Validator,
Risnita Vicky Listyarini,M.Sc.
Layak diujicobakan tanpa revisi Layak diujicobakan dengan revisi
Lampiran 7. Kisi- kisi Lembar Validasi Butir Soal Uji Coba dalam LKPD
dikembangkan sesuai dengan KD dan IPK yang dicapai
1 1
Butir soal yang
dikembangkan sesuai dengan indikator kemampuan
Butir soal dirumuskan dengan jelas
4 1
Butir soal dilengkapi dengan petenjuk pengerjaan soal yang jelas
5 1
Butir soal tidak memberikan petunjuk kunci jawaban
6 1
Lampiran 8. Lembar Validasi Butir Soal Uji Coba dalam LKPD Berbasis Pemecahan Masalah
Yth. Ibu Risnita Vicky Listyarini,M.Sc.
Validator Instrumen Penelitian berupa Butir Soal Uji Coba dalam LKPD
Saya memohon kesediaan Ibu untuk mengisi lembar validasi butir soal uji yang terdapat dalam LKPD. Lembar ini ditujukan untuk mengetahui pendapat Ibu mengenai butir soal yang dikembangkan untuk mengukur kemampuan inferensi peserta didik sesuai dengan indikatornya. Penilaian, saran, dan koreksi dari Ibu akan sangat bermanfaat untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas butir soal yang dikembangkan. Atas perhatian dan kesediaannya, saya mengucapkan terima kasih.
Petunjuk Pengisian
1. Berilah tanda () pada kolom penilaian yang telah disediakan!
2. Kriteria penilaian butir soal adalah sebagai berikut:
(4) : Sangat baik (3) : Baik
(2) : Kurang baik (1) : Tidak baik
3. Berikan komentar pada lembar yang disediakan!
4. Berikan kesimpulan dengan memberikan tanda () pada kolom pernyataan yang telah disediakan!
Lembar Validasi Butir Soal Uji dalam LKPD Butir Soal Nomor 1
No Aspek yang Dinilai Skor
4 3 2 1
Materi
1 Butir soal yang dikembangkan sesuai dengan KD dan IPK yang dicapai
2 Butir soal yang dikembangkan sesuai dengan indikator kemampuan inferensi
3 Butir soal yang dikembangkan mampu mengukur kemampuan inferensi
Konstruksi
4 Butir soal dirumuskan dengan jelas
5 Butir soal dilengkapi dengan petunjuk pengerjaan soal yang jelas
6 Butir soal tidak memberikan petunjuk kunci jawaban Bahasa
7 Bahasa dalam butir soal telah sesuai dengan PUEBI 8 Bahasa dalam butir soal mudah dipahami
Komentar
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
Kesimpulan
Berdasarkan penilaian yang telah dilakukan, soal uji coba nomor 1 dalam LKPD berbasis pemecahan masalah dinyatakan:
Yogyakarta, . . .Februari 2021 Validator,
Risnita Vicky Listyarini,M.Sc.
Layak diujicobakan tanpa revisi Layak diujicobakan dengan revisi
Lembar Validasi Butir Soal Uji dalam LKPD Butir Soal Nomor 2
No Aspek yang Dinilai Skor
4 3 2 1
Materi
1 Butir soal yang dikembangkan sesuai dengan KD dan IPK yang dicapai
2 Butir soal yang dikembangkan sesuai dengan indikator kemampuan inferensi
3 Butir soal yang dikembangkan mampu mengukur kemampuan inferensi
Konstruksi
4 Butir soal dirumuskan dengan jelas
5 Butir soal dilengkapi dengan petunjuk pengerjaan soal yang jelas
6 Butir soal tidak memberikan petunjuk kunci jawaban Bahasa
7 Bahasa dalam butir soal telah sesuai dengan PUEBI 8 Bahasa dalam butir soal mudah dipahami
Komentar
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
Kesimpulan
Berdasarkan penilaian yang telah dilakukan, soal uji coba nomor 2 dalam LKPD berbasis pemecahan masalah dinyatakan:
Yogyakarta, . . . . Februari 2021 Validator,
Risnita Vicky Listyarini,M.Sc.
Layak diujicobakan tanpa revisi Layak diujicobakan dengan revisi
Lembar Validasi Butir Soal Pretest dan Posttest Butir Soal Nomor 3
No Aspek yang Dinilai Skor
4 3 2 1
Materi
1 Butir soal yang dikembangkan sesuai dengan KD dan IPK yang dicapai
2 Butir soal yang dikembangkan sesuai dengan indikator kemampuan inferensi
3 Butir soal yang dikembangkan mampu mengukur kemampuan inferensi
Konstruksi
4 Butir soal dirumuskan dengan jelas
5 Butir soal dilengkapi dengan petunjuk pengerjaan soal yang jelas
6 Butir soal tidak memberikan petunjuk kunci jawaban Bahasa
7 Bahasa dalam butir soal telah sesuai dengan PUEBI
7 Bahasa dalam butir soal telah sesuai dengan PUEBI