BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.3 Keterbatasan Penelitian
Penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu tidak menelaah lebih lanjut penggunaan dopaminergik (levodopa) dosis harian yang dikonsumsi
oleh pasien PP pada sebagian besar subjek penelitian. Penggunaan levodopa yang tidak adekuat pada pasien penelitian ini kemungkinan menyebabkan depresi pada pasien PP.
Pasien dengan PP lanjut akan memberikan gejala klinis seperti hilangnya respon terhadap dopamine, fluktuasi motorik, diskinesia akibat obat, kelainan psikiatri karena obat, freezing, gangguan tidur, depresi, gangguan kognitif, patologi akan mengenai bagian luar ganglia basalis (Syamsuddin, 2015).
62 5.1. Kesimpulan
Berdasarkan analisa data yang diperoleh pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa:
1. Terdapat hubungan yang signifikan antara ansietas dengan tremor pada pasien PP dengan (p< 0,001) dengan r (korelasi) 0,816.
2. Terdapat hubungan yang signifikan antara depresi dengan tremor pada pasien PP dengan (p< 0,001) dengan r (korelasi) 0,767.
3. Tingkat ansietas terbanyak adalah tidak memiliki gejala ansietas dan ansietas berat dengan masing- masing berjumlah 8 orang (28,6%).
Untuk derajat depresi yang terbanyak adalah tidak memliki gejala depresi dengan jumah 13 orang (46,4%).
4. Dari 28 pasien PP yang berobat ke RSUP Haji Adam malik Medan, RS USU dan RS Kesdam Bukit Barisan Medan yang diikutsertakan dalam penelitian ini terdiri dari 17 orang (60,7%) laki-laki dan 11 orang (39,3%) perempuan, dengan usia tertua adalah 81 tahun dan termuda 53 tahun, rerata usia 64,96±7,73 tahun. Keseluruhan pasien dengan pendidikan terbanyak adalah perguruan tinggi, pekerjaan adalah pensiunan dan suku batak. Untuk derajat keparahan berdasarkan stadium Hoehn dan Yahr terbanyak adalah stadium 1, rerata mengkonsumsi L-Dopa adalah 4,84 ( SD 3,43) tahun.
5.2. SARAN
Penelitian selanjutnya dapat menganalisis lebih lanjut mengenai penggunaan dosis obat dopaminergik (levodopa) dan obat PP lainnya , menganalisis hubungan tingkat ansietas dan depresi dengan stadium penyakit ( H&Y) serta kualitas hidup pasien PP.
DAFTAR PUSTAKA
Adinda, F., Anwar, Y., dan Hutagalung, S.H. 2020. Hubungan Disfungsi Otonom dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Penyakit Parkinson.
[Tesis]. Sumatera Utara: Fakultas Kedokteran Sumatera Utara, Program Pendidikan Dokter Spesialis.
Ahmad, B. 2015. Gejala Non Motorik Penyakit Parkinson. Dalam:
Syamsudin, T., Subagya, Akbar, M. (Ed). Buku Panduan Tatalaksana Penyakit Parkinson dan Gangguan Gerak Lainnya Cetakan 2 hal 33-36. Kelompok Studi Movement Disorders.
Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia.
Akaka, J., Bernstein, C.A., Crowley, B., Everett, A.S., Geller, J., Graff, M.D. et al. 2013. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders Fifth Edition. American Psychiatric Publishing.
Washington, DC.
Arasen, M., Dewati, E., Sitorus, F. dan Herqutanto. 2013. Gambaran Gangguan Otonom pada Pasien Parkinson di RSUPN Cipto Mangunkusumo dan RSUP Fatmawati. Neurona. 30(4):1-14.
Aygun, D., Akpinar, C.K., Yon, S. and Onar, M.K. 2017. Effect of Clinical Autonomic Dysfunction on Cognitive Functions in Parkinson’s Disease. Dicle Medical Journal. 44(3): 225-231.
Balestrino, R. and Schapira, A.H.V. 2020. Parkinson Disease. European Journal of Neurology. 27(2019): 27-42.
Bellou, V., Belbaris, L., Tzoulaki, I., Evangelou, E. and Loannidis, J.P.A.
2016. Environmental Risk Factors and Parkinson’s Disease: An Umbrella Review of Meta-analyses. Parkinsonism and Related Disorders. 23 (2015): 1-9.
Benton, J.L., Wengel, S.P. and Burke, W.J. 2013. Depression in Parkinson’s Disease: An Update. In: Pfeiffer, R.F and Wollner, B.
(Eds). Parkinson’s Disease and Nonmotor Dysfunction Second Edition Page 3-12. Humana Press. Boston. USA.
Collier, T.J., Kanaan, N.M., and Kordower, J.H. 2011. Ageing as a Primary Risk Factor for Parkinson’s Disease : Evidence from Studies of Non Human Primates. Nature Reviews. 12(6): 359-366.
Cui, S.S., Du, J.J., Fu, R., Lin, Q. Y., Huang, P., He, Y.C., et al. 2017.
Prevalence and Risk Factors for depression and anxiety in Chinese patients with Parkinson disease. BMG Geriatrics. 17(2017): 1-10.
Dahlan, M.S. 2016. Besar sampel dalam penelitian kedokteran dan kesehatan seri 2 edisi 4. Epidemiologi Indonesia. Jakarta.
Dewati, E., Dyah, T. dan Ariarini, N.N.R. 2017. Penyakit Parkinson. Dalam : Anindhita, T. dan Winnugroho, W. (Ed). Buku Ajar Neurologi Edisi 1 hal 105-135. Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta.
Duefies, M.S., Sevilla, S., and Lastra, P., 2015. Concurrent Validity of the Hamilton Depression Rating Scale and the Beck Depression Inventory versus the ICD10 Diagnostic Criteria among Patients with Parkinson’s Disease. Revista Ecuatoriana de Neurologia.
16(3):174-180.
Ekawati, F.I. 2009. Hubungan Antara Keadaan Depresi Dengan Status Gizi Pada Pengguna Opiat di Pusat Rehabilitasi Narkoba. Program Studi Ilmu Gizi. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.
Semarang.
Elise, G. V., Andel, R., Sieurin,J., Feldman, L.A., Jerri, D.E., Langstrom, N. et al. 2014. Occupational Complexity and Risk of Parkinson’s Disease. Plos One. 9(9) : 1-5.
Fahn,S., Jankovic, J., and Hallett, M. 2011. Parkinsonism. Principles and Practice of Movement Disorders 2nd Edition page 66–92. Elsevier.
New York.
Friedman, J. 2020. Anxiety in Parkinson’s Disease. Available from https://www.parkinson.org/UnderstandingParkinsons/Symptoms.
[email protected]. 20 Agustus 2020. (23:15).
Frigerio,R., Elbaz, A., Sanft, K.R., Peterson, B.J., Bower, J.H., Ahlskog, J.E. et al. 2005. Education and occupations preceding Parkinson disease. NEUROLOGY. 65(2005): 1575–1583.
Gancher, S. T. 2008. Depression. In: Factor, S.A. and William, J.W. (Eds) Parkinson’s Disease Diagnosis and Clinical Management 2nd ed Page 135- 146. Demos Medical Publishing. New York.
GÖkÇal, E., GÜr, V.E., Selvİtop ,R., Yildiz ,G.B. and Asil, T. 2017. Motor and Non-Motor Symptoms in Parkinson’s Disease: Effects on Quality of Life. Arch Neuropsychiatry. 54(1): 143-48.
Gorelick, P.B., Testai, D.D. and Wardlae, J.M. 2014. Hankey’s Clinical Neurology. CRC Press. Florida.
Haaxma, C. A., Bloem, B.R., Borm, G.F., Oyen, W.J.G., Leenders, K.L., Eshuis, S., et al. 2007. Gender Differences in Parkinson’s Disease.
J Neurol Neurosurg Psychiatry. 78(8): 819-824.
Hanriko, R. dan Anzani, B.P. 2018. Penyakit Parkinson: Ancaman Kesehatan bagi Komunitas Pertanian. J Agromedicine. 5(2): 508-512.
Heusinkveld, L.E., Hacker, M.L., Turchan, M., Davis, T.L. and Charles, D.
2018. Impact of Tremor on Patients With Early Stage Parkinson's Disease. Frontiers in Neurology. 9 (1): 1-5.
Hortes, M., Chagas, N., Helena, T. G., Oliveira, F., Linares, M.P., Balarini, F.B. et al. 2017. Can anxiety increase tremors in patients with Parkinson’s disease? An experimental model. Arch Clin Psychiatry .44(4): 85-88.
Istarini, A., Syafrita, Y. dan Susanti, R. 2020. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Subtipe Gejala Motorik Penyakit Parkinson. Jurnal Human Care. 5(1): 343-347.
Józef, O.A., Andrzej, M., Elżbieta, M. and Teresa, S. 2017. Motor assessment in Parkinson`s disease. Annals of Agricultural and Environmental Medicine. 24(3): 411–415.
Kano, O., Ken, I., Cridebring, D., Takazawa, T., Yasuhiro, Y. and Yasuo, I.
2011. Neurobiology of Depression and Anxiety in Parkinson’s Disease. Parkinson’s Disease. 2011: 1-5.
Kautsar, F., Gustopo, D. dan Achmadi, F. 2015. Uji Validitas dan Reliabilitas Hamilton Anxiety Rating Scale Terhadap Kecemasan dan Produktivitas Pekerja Visual Inspection PT. Widatra Bhakti.
Institut Teknologi Nasional Malang. SENATEK. Hal: 588–592.
Keus, S., Munneke, M., Graziano, M., Paltamaa, J., Pelosin, E., Domingos, J., et al. 2014. European Physiotherapy Guideline for Parkinson’s Disease. KNGF/Parkinson Net. Netherlands.
Kim, R., Kim, H.J., Kim, A. Kim, Y., Kim, A., Shin, C.W. et al. 2017.
Depression may negatively affect the change in freezing of gait following subthalamic nucleus stimulation in Parkinson's disease.
Parkinsonism and Related Disorders. 44(1): 133-136
Kurnianto, A. dan Pramukarso, D.T. 2020. Lebih tahu tentang parkinson.
https://www.rskariadi.co.id/news/222/LebihTahuTentangparkinson/
Artikel. [email protected]. 18 Agustus 2020 (12:17).
Kusuma, S.N. dan Dalhar, M. 2017. Penyakit Parkinson. Dalam:
Rianawati, S.B .dan Munir, B. (Ed). Buku Ajar Neurologi.
Laboratorium Neurologi hal 155-63. Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Sagung Seto. Malang.
Leentjens, A.F.G, Dujardin, K. and Marsh, L. 2011. Symptomatology and markers of anxiety disorders in Parkinson’s disease: a cross-sectional study. Movement Disorders. 26(3): 484-92.
Lehosit, J.B. and Cloud, L.J. 2015. Early Parkinsonism: Distingushing Idiopathic Parkinson’s Disease from Other Syndromes.
Jcomjournal. 22(6): 257-265.
Lewis, S.J.G. and Barker, R.A. 2008. A pathophysiological model of freezing of gait in Parkinson’s disease. Parkinsonism and Related Disorders. 15( 2009): 333-334.
Lewis, S.J.G. and Naismith, S.L. 2010. DASH to the infoline: Promoting a Healthy Brain and Mind in Parkinson’s Disease. In: Brain and Mind Research Institute page 5-11. Parkinson’s Australia NSW and the Commonwealth Government of Australia. Australia.
Liu, W.M., Lin, R.J., Yu, R.L., Tai, C.H., Lin, C.H. and Wu, R.M. 2015. The Impact of Nonmotor Symptoms on Quality of Life in Patients With Parkinson's Disease in Taiwan. Neuropsychiatric Disease and Treatment. 11(2015): 2865-2873.
Maslim, R. 2013. Diagnosis Gangguan Jiwa. Rujukan Ringkas PPDGJ-III dan DSM-V. Cetakan 2- Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya. Jakarta .
Marras, C., Beck, J. C., Bower, J. H., Roberts, E., Ritz, B., Ross, G. W. et al. 2018. Prevalence of Parkinson’s disease across North America.
Npj Parkinson's Disease. 4(3): 1–7
Marsh, L. 2013. Depression and Parkinson’s Disease: Current Knowledge.
Current Neurology and Neuroscience Reports. Curr Neurol Neurosci Rep. 13(12): 408-416.
Meara, J. and Hobson, P. 2018. Epidemiology of Parkinson’s Disease. In:
Palyfer, J. and Hindle, J. (Eds). Parkinson’s Disease in the Older Patient 2nd Edition Page 30-38. Taylor and Francis Group. New York.
Mella, Y dan Narulita, S. 2019. Perbedaan tingkat depresi pada wanita post partum menggunakan instrument EPSD dan BDI. Available at [email protected].
Miller, K.M., Okun, M.S., Fernandez, F.H., Jacobson, C.E., Rodriguez, R.L. and Bowers, D. 2007. Depression Symptoms in Movement Disorders: Comparing Parkinson’s Disease, Dystonia, and Essential Tremor. Movement Disorders. 22(5): 666 – 672.
Okun, M.S. and Watts. R.L. 2002. Depression associated with Parkinson’s Disease: Clinical Features and Treatment. Neurology. 58: 63-70.
Paramitha, P., Fithrie, A., dan Hutagalung, S.H. 2020. Hubungan Antara Tingkat Keparahan dengan Tingkat Depresi Pada Pasien Penyakit Parkinson. [Tesis]. Sumatera Utara: Fakultas Kedokteran Sumatera Utara, Program Pendidikan Magister Kedokteran Klinik.
Parkinson’s Australia. 2020. Parkinson’s disease, anxiety and depression.
Availabe from https://www.beyondblue.org.au/.
Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia. 2008. Modul Gangguan Gerak Penyakit Parkinson. PERDOSSI. Jakarta.
Perlmutter, J.S. 2009. Assessment of Parkinson Disease Manifestations.
Curr Protoc Neurosci. 49: 10.1.1-10.1.14
Pimenta, M., Moreira, D., Nogueira, T., Silva, C., Pinto, E.B., Valenca, G.T. et al. 2019. Anxiety Independently Contributes to Severity of Freezing of Gait in People With Parkinson’s Disease. J Neuropsychiatry Clin Neurosci. 31(1): 80–85.
Pontone, G.M., Bakker, C.C., Chen, S., Mari, Z., Marsh, L., Peter, R. et al.
2015. The Longitudal impact of depression on disability in Parkinson disease. International Journal of Geriatric Psychiatry.
3(1): 458-465.
Quickfall, J., Trew, M. and Suchowersky, O . 2013. Anxiety and Parkinson Disease. In: Pfeiffer, R.F., Wszolek, Z.K. and Ebadi, M. (Eds).
Parkinson’s Disease 2nd edition page 395-412. CRC Press. Boca Raton. USA.
Ray, S. and Agarwal, P. 2019. Depression and Anxiety in Parkinson Disease. Clin Geriatr Med. 36(1): 93–104.
Remy, P., Doder, M., Lees, A., Turjanski, N., and Brooks, D. 2005.
Depression in Parkinson’s disease: loss of dopamine and noradrenaline innervation in the limbic system. Brain. 128(1): 1314–
1322
Ring, H.A. and Mestres, J.S. 2002. Neuropsychiatry of the basal ganglia. J Neurol Neurosurge Psychiatry. 72(1): 12-21.
Salazar, R.D., Le, A.M., Neargarder, S. and Golomb, A.C. 2017. The impact of motor symptoms on self-reported anxiety in Parkinson's disease. Parkinsonism and Related Disorders. 2017: 1-22.
Samatra, P.D. 2015. Parkinson Sekunder. Dalam: Syamsudin, T., Subagya., dan Akbar, M. (Ed). Buku Panduan Tatalaksana Penyakit Parkinson dan Gangguan Gerak Lainnya hal 49-53.
Kelompok Studi Movement Disorder. Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia.
Setyono, J., Noviani, E. dan Gunarto U. 2010. Hubungan antara merokok dengan penyakit parkinson di RSUD Prof DR. Margono Soekarjo Purwokerto. Mandala health. 4(2): 81-86.
Simpson, H. 2015. Tremor Management for Parkinson’s Disease and Essential Tremor. https://movementdisorders.ufhealth.org/
/2015/02/12/tremor-management-for-parkinsons-disease-and-essential-tremors/ .15 September 2020.
Simuni, T. and Fernandez, H.H. 2013. Anxiety in Parkinson’s Disease. In:
.Pfeiffer, R.F. and Wollner, B. (Eds). Parkinson’s Disease and Nonmotor Dysfunction 2nd ed page 7-12. Humana Press. Boston.
USA.
Sorayah. 2014. Uji Validitas Konstruk Beck Depression Inventory II.
www.journal.uinjkt.ac.id/index.php/jp3i/article/view/9259.
[email protected]. 21 Agustus 2020.
Spears, C. 2020. Non-Movement Symptom. Retrieved from
https://www.parkinson.org/Understanding-Parkinsons/Non-Movement-Symptoms. [email protected]. 20 Agustus 2020 (18:25).
Stuart, G.W. 2012. Principles and Practice of Psychiatric Nursing 10th Edition. St.Louis. Mosby.
Stuart, G. W. and Sundeen, S. J. 2005. Buku Saku Keperawatan Jiwa Parkinson dan Gangguan Gerak Lainnya hal 9-31. Kelompok Studi Movement Disorder. Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia.
Tan, L.C.S. 2013. Epidemiology of Parkinson’s Disease. Neurology Asia.
18(3): 231-238.
Tuchin, V.V. 2010. Handbook of Photonics for Biomedical Science 1st ed.
CRC Press. Boca Raton. Florida.
Tumewah, R. 2015. Tremor dan Sindroma Tremor. Dalam: Syamsudin, T., Subagya, Akbar, M. (Ed). Buku Panduan Tatalaksana Penyakit Parkinson dan Gangguan Gerak Lainnya edisi 2 hal 33-36.
Kelompok Studi Movement Disorders. Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia.
Novitasari, T. 2013. Keefektifan Konseling Kelompok Pra-Persalinan untuk Mengurangi Tingkat Cecemasan Primigravida Menghadapi Persalinan.
[Skripsi]. Jawa Tengah: Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Semarang.
Weinstein, J.J., Chohan, M.O., Slifstein, M., Kegeles, L.S., Moore, H. and Abi-Dargham, A. 2016. Pathway Specific Dopamine Abnormalities in Schizoprenia Dopamine Topography in Schizophenia. Biological Psychiatry. 81 (1) : 31-42.
Wengel, S.P., McNeilly, D.P. and Burke, W.J. 2013. Depression in Parkinson’s Disease. In: Pfeiffer, R.F., Wszolek, Z.K. and Ebadi, M.
(Eds). Parkinson’s Disease Second Edition page 385-92. CRC Press. Boca Raton. USA.
Witt, V. Ganjavi, H. and MacDonald, P. 2019. Relationship between Freezing of Gait and Anxiety in Parkinson’s Disease Patients: A Systemic Literature Review. Parkinson’s Disease. 2019: 1-24.
World Health Organization. 2020. Depression. Available at https://www.who.int/health-topics/depression. 13 September 2020.
Xu, D., Han, S., Wang, J. and Feng, J. 2019. Relationship Between Lower Urinary Tract Dysfunction and Clinical Features in Chinese Parkinson’s Disease Patients. 2019: 1-7.
Yamanishi, T., Tachibana, H., Oguru, M., Matsui, K., Toda, K., Okuda, B.
et al. 2013. Anxiety and Depression in Patients with Parkinson’s Disease. Internal Medicine. 52(5): 539-545.
Yue, X., Li, H., Yan, H., Zhang, P., Chang, L. and Li, T. 2016. Risk of Parkinson Disease in Diabetes Mellitus: An Updated Meta-Analysis of Population- Based Cohort Studies. Medicine. 95 (18): 1-8.
Zach, H., Dirkxa, M., Bloema, B.R and Helmicha, R.C. 2015. The Clinical Evaluation of Parkinson’s Tremor. Journal of Parkinson’s Disease.
5(3): 471–74.
Selamat pagi Bapak / Ibu Yth,
Saya dr. Fitri Eka Susanti, saat ini menjalani pendidikan spesialis saraf di FK USU dan sedang melakukan penelitian yang berjudul:
“HUBUNGAN ANSIETAS DAN DEPRESI DENGAN TREMOR PADA PASIEN PARKINSON”
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hubungan antara ansietas (kecemasan) dan depresi dengan tremor pada pasien parkinson. Adapun manfaatnya bagi Bapak / Ibu dengan mengetahui hubungan ansietas dan depresi dengan tremor pada pasien Parkinson dapat dijadikan acuan untuk penanganan penderita Parkinson sehingga diharapkan akan mengurangi tingkat stress, kecemasan dan depresi bukan hanya bagi penderita namun pada keluarga yang merawatnya sehingga diharapkan akan meningkatkan kualitas hidup pasien Parkinson.
Bapak/ Ibu ataupun keluarga akan diikutkan dalam penelitian ini yang dilakukan oleh saya sendiri. Untuk lebih jelasnya, prosedur penelitian yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :
Semua pasien yang sudah didiagnosis menderita Parkinson yang memenuhi kriteria inklusi akan dilakukan pemeriksaan tremor dengan kuisioner Unified Penyakit Parkinson Rating Scale (UPDRS III) item 20 dan 21. Kemudian pemeriksaan tingkat kecemasan menggunakan kuisioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan pemeriksaan tingkat depresi dengan kuisioner Beck Depression Inventory II (BDI II). Seluruh biaya dalam penelitian ini akan ditanggung oleh peneliti sendiri. Penelitian ini tidak akan menimbulkan hal-hal yang berbahaya bagi bapak/ibu sekalian. Namun, bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama
Terima kasih saya ucapkan kepada Bapak/Ibu yang telah ikut berpartisipasi dalam penelitian ini, diharapkan bapak/ibu bersedia mengisi lembar persetujuan turut serta dalam penelitian.
Medan, ... 2020 Peneliti,
(dr. Fitri Eka Susanti)
Saya yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama :
Jenis Kelamin :
Umur :
Pekerjaan :
Alamat :
Setelah mendapat keterangan secara terperinci dan jelas mengenai penelitian yang berjudul ” HUBUNGAN ANSIETAS DAN DEPRESI DENGAN TREMOR PADA PASIEN PARKINSON” dan setelah mendapat kesempatan mengajukan pertanyaan mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan penelitian tersebut, maka dengan ini saya secara sukarela dan tanpa paksaan menyatakan saya ikut dalam penelitian tersebut.
Medan,………..2020
Yang memberikan penjelasan Yang membuat pernyataan
persetujuan,
dr. Fitri Eka Susanti ...
LAMPIRAN 3
LEMBAR PENGUMPULAN DATA
I. DATA PRIBADI PENDERITA
Nama : ...
Umur : ...
Kelamin : Lk / Pr
Agama : ...
Pendidikan : ...
Pekerjaan : ...
Suku : ...
Alamat : ...
Status Perkawinan : Kawin / Tidak kawin
Nomor MR : ...
Tanggal MRS : ...
Tanggal Pemeriksaan : ...
Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) Total Skor:
1. kurang dari 14 = tidak ada kecemasan 2. 14 – 20 = kecemasan ringan
3. 21 – 27 = kecemasan sedang 4. 28 – 41 = kecemasan berat 5. 42 – 56 = kecemasan berat sekali
Skor Beck Depression Inventory (BDI)
Total Skor:
1. Skor 0-9 tidak ada gejala depresi
2. Skor 10-15 menunjukkan adanya depresi ringan 3. Skor 16-23 menunjukkan adanya depresi sedang 4. Skor 24-63 menunjukkan adanya depresi berat
Skor MDS- UPDRS III Item tremor 20 dan 21 Total:
Stadium Penyakit Parkinson Berdasarkan Hahn & Yahn
Skor UPDRS III:
Riwayat gangguan gait
Kadar Cholesterol:
Movement Disorder Society – sponsored revision of the Unified Penyakit Parkinson Rating Scale (MDS-UPDRS)
I. PEMIKIRAN, PERILAKU, DAN MOOD 1. Penurunan Intelektual
0 = Tidak ada
1 = Lupa ringan, tidak ingat sebagian kejadian masa lalu; tidak ada kesulitan lainnya.
2 = Lupa derajat sedang disertai gangguan orientasi dan agak kesulitan menangani masalah yang rumit. Ringan tetapi terdapat gangguan fungsi di rumah sehingga sekali-sekali perlu bantuan dari orang lain.
3 = Lupa yang parah, dengan disorientasi waktu dan tempat. Tidak mampu mengatasi masalah.
4 = Lupa yang parah dengan hanya orientasi orang saja yang tidak terganggu. Tidak mampu menilai atau mengatasi masalah. Sangat memerlukan bantuan untuk mengurus diri sendiri dan tidak boleh ditinggal sendiri sepenuhnya.
2. Gangguan Pikiran (Disebabkan demensia atau intoksikasi obat) 0 = Tidak ada
1 = Suka melamun
2 = Halusinasi “tidak berbahaya” dengan insight terbatas
3 = Halusinasi atau delusi mulai dari sekali-sekali sampai sering, insight terganggu; dapat mengganggu aktifitas sehari-hari.
4 = Halusinasi persisten, delusi sampai psikosis.Tidak mampu mengurus diri sendiri.
3. Depresi
1 = Periode sedih atau rasa bersalah yang berlarut-larut, tidak hilang beberapa hari atau minggu. 2 = Depresi yang terus menerus (seminggu atau lebih).
3 = Depresi yang terus menerus dengan gejala-gejala vegetatif (tidak bisa tidur, anoreksia , penurunan berat badan, tidak berminat terhadap apapun).
4 = Depresi yang terus menerus dengan gejala-gejala vegetatif dan terdapat keinginan / pikiran bunuh diri.
4. Motivasi/Inisiatif 0 = Normal
1 = kurang tegas dari biasanya, lebih banyak bersifat pasif.
2 = Kehilangan inisiatif atau tidak berminat melakukan aktifitas yang tidak biasa/ rutin dilakukan. 3 = Kehilangan inisiatif atau tidak bergairah melakukan aktifitas yag biasa dilakukan (rutin).
4 = Sama sekali tidak ada keinginan melakukan sesuatu.
II. AKTIFITAS SEHARI-HARI (baik yang ‘sedang berlangsung’ maupun ‘tidak’) 5. Berbicara
0 = Normal
1 = Sedikit tidak jelas, tetapi tidak sulit dipahami.
2 = Agak tidak jelas. Kadang-kadang kita minta untuk diulangi. 3 = Sangat tidak jelas. Sering sekali kita minta untuk diulangi. 4 = Tidak dimengerti sama sekali.
6. Salivasi/ ngences 0 = Normal
1 = Sedikit tetapi tetap ada air liur di mulut, dapat ngences di malam hari. 2 = Agak banyak air liur, dapat dijumpai ngences yang minimal.
3 = Terlihat banyak air liur, disertai ngences.
4 = Ngences terus menerus sehingga harus dilap setiap saat.
7. Menelan 0 = normal
1 = Jarang sekali tersedak.
2 = Sekali-sekali tersedak.
3 = Harus makan makanan yang lembut-lembut.
4 = Harus dibantu dengan NGT / selang makan atau gastrostomy.
kata – kata bisa terbaca.
4 = Hampir semua kata-katanya tidak bisa dibaca.
9. Menyiapkan makanan dan menggunakan peralatan makan 0 = Normal
1 = Agak lamban dan kaku tetapi tidak memerlukan bantuan.
2 = Bisa memotong makanan sendiri meskipun agak lamban dan kaku; sebagian perlu juga dibantu. 3 = Makanan harus disiapkan orang lain meskipun masih bisa dikerjakan sendiri pelan-pean.
4 = Harus dibantu seluruhnya.
10. Berpakaian 0 = Normal
1 = Agak lamban tetapi tidak menerlukan bantuan.
2 = Sekali-sekali dibantu terutama memasang kancing dan memakaikan baju yang berlengan panjang. 3 = Sangat membutuhkan bantuan meskipun masih bisa melakukan sesuatu sendiri.
4 = Tidak bisa sama sekali.
11. Kebersihan diri 0 = Normal
1 = Agak lambat tetapi tidak memerlukan bantuan.
2 = Mandi harus dibantu, atau sulit membersihkan badan, atau sangat lambat untuk membersihkan badan. 3 = Harus dibantu untuk mencuci, menggosok gigi, menyisir rambut, pergi ke kamar mandi.
4 = Membutuhkan kateter atau alat-alat bantu lainnya.
12. Merapikan tempat tidur 0 = Normal
1 = Agak lamban dan kaku meskipun tidak memerlukan bantuan. 2 = Bisa merapikan sendiri meskipun sangat sulit dilakukan.
3 = Meskipun mampu, tidak bisa melakukannya sendiri. 4 = Tidak mampu sama sekali.
13. Jatuh (tidak berkaitan dengan Freezing) 0 = Tidak pernah jatuh 1 = Sangat jarang jatuh.
2 = Sekali-sekali terjatuh, kurang dari sekali dalam sehari. 3 = Rata-rata sekali dalam sehari jatuh.
4 = Lebih dari sekali dalam sehari jatuh.
14. Freezing ketika berjalan 0 = Tidak pernah
1 = Jarang sekali freezing ketika berjalan meskipun agak ragu untuk bergerak. 2 = Sekali-sekali freezing ketika berjalan.
3 = Sering freezing; sekali-sekali terjatuh karena freezing. 4 = Sering terjatuh karena freezing.
15. Berjalan 0 = Normal
1 = Sedikit sulit, tangan tidak mengayun atau kaki diseret. 2 = Agak sulit sehingga memerlukan sedikit bantuan.
3 = Sulit sekali berjalan sehingga memerlukan bantuan. 4 = Tidak bisa berjalan sama sekali meskipun dibantu.
2 = Sedang; agak menyusahkan bagi pasien. 3 = Parah sehingga mengganggu aktifitas.
4 = Sangat parah sehingga mengganggu hampir semua aktifitas.
17. Keluhan sensorik yang berkaitan dengan parkinsonism 0 = Tidak ada sama sekali
1 = Sekali-sekali merasa mati rasa, seperti tersengat, atau sedikit rasa sakit.
2 = Sering merasa mati rasa, tersengat, atau rasa sakit, namun tidak menyusahkan. 3 = Sering merasakan sensasi nyeri.
4 = Merasa sangat sakit
III. PEMERIKSAAN MOTORIK 18. Berbicara
0 = Normal
1 = Agak sulit menyampaikan sesuatu, sulit mencari kata yang tepat dan/atau volume suara. 2 = Monoton, payah mengeluarkan kata-kata tetapi masih bisa dimengerti; agak terganggu. 3 = Sulit mengungkapkan sesuatu dan sulit dipahami.
4 = Tidak bisa dimengerti sama sekali.
19. Ekspresi Wajah 0 = Normal
1= Sedikit hipomimia (wajah tanpa ekspresi/kosong melompong), bisa dianggap sebagai „Poker Face‟ (wajah kosong melompong).
2 = Wajah yang agak kurang ekspresi dan tidak normal.
3 = Hipomimia derajat sedang; mulut sekali-sekali terbuka .
4 = Wajah yang sama sekali tidak memiliki ekspresi; mulut melongo/terbuka lebih dari 1/4inci.
20. Tremor saat istirahat (kepala, ekstremitas atas dan bawah) 0 = Tidak ada
1 = Ada sedikit dan jarang-jarang
2 = Terjadi ringan atau sedang amplitudonya namun berselang (sebentar-sebentar) terjadinya. 3 = Terjadi sedang amplitudonya dan berlangsung hampir setiap waktu.
4 = Terjadi dengan ampitudo besar dan terjadi terus menerus.
21. Tremor action atau postural pada tangan 0 = Tidak ada
1 = Sedikit; terjadi ketika digerakkan.
2 = Terjadi dengan amplitudo sedang, muncul jika digerakan.
3 = Terjadi dengan amplitudo sedang, muncul baik saat sedang memegang sesuatu atau digerakkan. 4 = Sering terjadi dan kesulitan menyuap makanan.
22. Rigiditas (dinilai saat gerakan pasif sendi dimana pasien dalam posisi duduk secararileks.Tidak termasuk cogwheel karena Parkinson)
0 = Tidak ada
1 = Sedikit atau bisa dilihat hanya ketika digerakkan di depan cermin atau gerakan lainnya. 2 = Mulai dari ringan sampai sedang.
3 = Parah tetapi masih bisa digerak-gerakkan.
4 = Parah sehingga sulit sekali digerak-gerakkan.
23. Ketukan jari (Pasien mengetuk-ngetukkan jari telunjuk dengan cepat) 0 = Normal
1 = Sedikit melambat dan/atau pengurangan jarak ketukan.
2 = Agak payah. Lekas merasa letih. Mungkin sekali-sekali gerakan terhenti.
3 = Sangat payah. Sering ragu-ragu memulai gerakan atau berhenti saat gerakan berlangsung. 4 = Tidak mampu melakukannya.
3 = Sangat payah. Sering merasa ragu untuk mulai pergerakan atau berhenti saat gerakan berlangsung. 4 =
3 = Sangat payah. Sering merasa ragu untuk mulai pergerakan atau berhenti saat gerakan berlangsung. 4 =