BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN
B. Keterbatasan Penelitian
1. Instrumen penelitian kurang mengungkap tentang pendekatan
saintifik (pada sub-sub KBM).
2. Peneliti tidak mampu mengungkap apakah responden dalam menjawab atau mengisi kuesioner sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya.
3. Metode kuesioner yang berjumlah 34 item butir pernyataan dan dimungkinkan uraian jawaban tidak dapat dijelaskan secara rinci menyebabkan hasil penelitian tidak mencerminkan keadaan yang sesungguhnya.
4. Waktu yang sangat padat dimiliki oleh sekolah menyebabkan terhambatnya pengumpulan kuesioner penelitian.
5. Hasil penelitian ini belum sempurna karena keterbatasan dalam hal biaya, waktu, tenaga, pengetahuan, dan kemampuan peneliti.
C. SARAN
Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan hipotesis yang telah diajukan, oleh karena itu peneliti merasa perlu menyarankan kepada pihak-pihak yang tertarik untuk menguji hasil penelitian ini dengan melakukan penelitian replikasi dengan mengusahakan sampel guru yang lebih repersentatif.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. (2002). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Edisi Revisi VI. Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi. (2002). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.
jakarta: rineka cipta.
Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Edisi Revisi VI. Jakarta: Rineka Cipta.
Davidoff , L. (1981). Psikologi Suatu Pengantar. Jakarta: Erlangga.
Depdiknas. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Dimyati, M. dan Mudjiono. (1999). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka
Cipta.
Fadlillah, M. (2013). Implementasi Kurikulum 2013 dalam Pembelajaran SD/MI, SMP/MTs, & SMA/MA/M. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Ghassani, A. (2014). Tujuan dan Karakteristik Kurikulum 2013 Terlengkap.
[Online]. Tersedia:
[12 Febuari 2015]
Hasan, iqbal. (2004). Analisis Data Penelitaian dengan Statistik. Jakarta: Bumi Aksara.
Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 1999. [Online]. Tersedia: [11 Febuari 2015]
Lesmana. (2014). Kurikulum dan landasan pengembangan kurikulum. [Online].
Tersedia:
[27 febuari 2015]
Muslich, Masnur. (2007). KTSP : Dasar Pemahaman dan
Pengembangan. Jakarta: Bumi Aksara.
Muslich, Masnur. (2007). KTSP : Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual. Jakarta: Bumi Aksara.
Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 81A tahun 2013 tentang implemenyasi Kurikulum. [Online]. Tersedia:
[18 febuari 2015]
Poerwadarminta, WJS. (1982). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta : PN Balai Pustaka.
Singarimbun, M dan Effendi. (1981). Metode Penelitian Survei. Jakarta : LP3ES.
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Bisnis. Bandung : Alfabeta.
Sugiyono. 2011. Metodelogi Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung : Alfabeta.
Susilo, Joko. (2006). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan : Manajemen Pelaksanaan dan Kesiapan Sekolah Menyongsongnya. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Thoha, Miftah. (2004). Perilaku Organisasi: Konsep Dasar dan Aplikasinya.
Yogyakarta : Fisipol UGM.
Undang-Undang Republik Indonesia No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 14
Walgito, Bimo.(1994). Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi
Wiryokusumo, I. dan Usman, M. (1989). Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum. Jakarta: PT. Bina Aksara
LAMPIRAN 1
KUESIONER PENELITIAN
PERSEPSI GURU TERHADAP KURIKULUM 2013 DITINJAU DARI
LAMA MENGAJAR, PANGKAT/GOLONGAN, DAN JENJANG
SEKOLAH TEMPAT GURU MENGAJAR
Sebuah Survai terhadap Guru-guru SD, SMP, dan SMA Negeri Terakrditasi A di Kecamatan Ngaglik
Oleh peneliti: Lukas Willi Dwi K
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI
BIDANG KEAHLIAN KHUSUS AKUNTANSI
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DARMA
YOGYAKARTA
Kepada Yth. Bapak/Ibu Guru di SD/SMP/SMA Negeri
Terakreditasi A Kecamatan Ngaglik
Dengan hormat,
Saya adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi, BKK Akuntansi, USD Yogyakarta. Saya akan mengadakan kegiatan penelitian dalam rangka penyusunan skripsi dengan judul “Persepsi Guru Terhadap Kurikulum 2013 Ditinjau Dari Lama Mengajar, Pangkat/Golongan, Dan Jenjang Sekolah Tempat Guru Mengajar”.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, saya mohon kesediaan Bapak/Ibu untuk menjadi responden dalam penelitian ini. Sejalan dengan etika penelitian saya menjamin kerahasiaan jawaban yang Bapak/Ibu berikan dan bahwa jawaban yang diberikan hanyalah semata-mata untuk mencapai tujuan penelitian ini. Harapan saya semoga Bapak/Ibu berkenan memberikan tanggapan atas seluruh pernyataan yang ada sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya.
Saya menyadari bahwa pengisian kuisioner ini sedikit banyak mengganggu aktifitas Bapak/Ibu. Oleh karena itu, saya mohon maaf sebelumnya.
Demikian permohonan saya. Atas perhatian dan waktu yang diberikan untuk pengisisan kuesioner ini saya ucapkan terima kasih.
Yogyakarta, 17 Maret Hormat Saya,.
Peneliti
PETUNJUK PENGISIAN KUISIONER
1. Kuisioner ini terdiri dari 2 bagian, Bagian A: Identitas Responden Bagian B : Kuesioner
2. Pengisian untuk bagian A :
Berilah tanda silang (X) pada alternatif jawaban yang sesuai dengan keadaan Bpk/Ibu, serta isilah pada bagian yang di titik-titik.
3. Pengisian untuk bagian B :
Berilah tanda centang (√) untuk jawaban yang Bpk/Ibu anggap sesuai
dengan keadaan pada kotak yang disediakan di sebelah kanan dari setiap pernyataan. Pilihlah,
SS jika Bpk/Ibu sangat setuju dengan pernyataan
S jika Bpk/Ibu setuju dengan pernyataan
TS jika Bpk/Ibu tidak setuju dengan pernyataan
STS jika Bpk/Ibu sangat tidak setuju dengan pernyataan
4. Setelah Bpk/Ibu mengerjakan telitilah kembali dan pastikan bahwa semua pernyataan telah dijawab.
BAGIAN A Identitas Responden
1. Nama : ... 2. NIP/NIK : ...
3. Jenis Kelamin : Laki-laki/ Perempuan (coret salah satu)
4. Masa kerja guru : ... tahun…….bulan 5. Pangkatan/golongan : ...
6. Pendidikan terakhir :
a. D2 c. D4 e. S2
b. D3 d. S1
7. Jenjang pendidikan (tempat Bpk/Ibu berkarya):
BAGIAN B Kuesioner
No Pernyataan Alternatif jawaban
SS S TS STS
1. Kurikulum 2013 membantu siswa
mengembangkan kompetensi dan potensi diri. 2. Kurikulum 2013 memberikan kesempatan siswa
mengungkapkan pengalaman nyata
3. Dengan Kurikulum 2013 siswa dapat berpikir kritis dan berefleksi.
4. Dengan Kurikulum 2013 guru memiliki pedoman dalam menyusun dan mengorganisir pengalaman belajar bagi siswa.
5. Dengan Kurikulum 2013 guru memiliki pedoman dalam mengatur kegiatan pendidikan dan pengajaran.
6. Pada Kurikulum 2013 guru diberikan penilaian dan evaluasi dalam menerapkan kurikulum 2013.
7. Kepala sekolah dapat mengembangkan Kurikulum 2013 lebih lanjut sesuai kebutuhan sekolah.
8. Pada Kurikulum 2013 saya mendapat keleluasaan memilih bahan ajar sesuai kebutuhan peserta didik.
9. Kurikulum 2013 memberi kesempatan kepada saya untuk melakukan variasi kegiatan belajar mengajar sesuai kondisi anak dan lingkungan sekolah.
10. Pada Kurikulum 2013 guru mengevaluasi perkembangan belajar siswa berdasarkan penilaian kelas
11. Pada Kurikulum 2013, guru kelas atau kelompok guru mata pelajaran menyusun dan mengembangkan program sekolah dengan mempertimbangkan potensi sekolah dan kemampuan peserta didik.
12. Kurikulum 2013 membantu siswa dalam mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai potensi, bakat, minat dan karakteristik siswa.
13. Pengembangan Kurikulum 2013 meliputi pengembangan ketrampilan pribadi, ketrampilan sosial dan ketrampilan akademik siswa.
14. Pengembangan Kurikulum 2013 hanya mempertimbangkan kepentingan daerah. 15. Pengembangan Kurikulum 2013 diarahkan
pada proses pengembangan keterampilan sosial
16. Kurikulum 2013 diarahkan kepada proses
pengembangan, pembudayaan dan
pemberdayaan pesertadidik yang berlangsung sepanjang hayat.
17. Dalam pelaksanaan pengembangan Kurikulum 2013, sekolah melakukan analisis potensi dan kekuatan/kelemahan sekolah.
18. Pelaksanaan Kurikulum 2013 pada dasarnya memberikan kebebasan sekolah untuk
menentukan matapelajaran beserta alokasi waktunya dengan tetap berpedoman pada Standar Isi.
19. Pemberlakuan Kurikulum 2013 langsung ditetapkan oleh Kepala Sekolah.
21. Kegiatan belajar mengajar dengan Kurikulum 2013, menjadikan siswa berpartisipasi aktif. 22. Pada kurikulum 2013, siswa sudah diberi
kesempatan mengkomunikasikan atau mengekspresikan gagasannya dengan disertai alasan yang logis dan refleksi
23. Dengan Kurikulum 2013 siswa diberi kesempatan untuk aktif bertanya.
24. Dengan Kurikulum 2013, bahan dan materi pelajaran disesuaikan dengan karakteristik siswa. 25. Dalam Kurikulum 2013, siswa terlibat secara
penuh sesuai jenis dan tujuan kegiatan pembelajaran.
26. Pada Kurikulum 2013, sumber belajar tersedia dan mendukung pencapaian kompetensi
27. Pada Kurikulum 2013 guru diberi kesempatan mengajak siswa melakukan pengamatan atau kunjungan untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung.
28. Dalam Kurikulum 2013 setiap awal kegiatan, saya memberi penjelasan kepada siswa tentang materi dan keuntungan yang mereka peroleh setelah mengikuti pembelajaran.
29. Dengan Kurikulum 2013, Fasilitas sumber belajar dan lingkungan sekolah sudah
mendukung pelaksanaan pembelajaran. 30. Pada Kurikulum 2013 penguatan tidak
diperlukan dalam proses pembelajaran.
31. Dalam Kurikulum 2013, saya harus dapat merancang kegiatan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa.
33. Dalam Kurikulum 2013, saya tidak perlu menggunakan acuan kriteria dalam menilai hasil belajar siswa.
34. Pada kurikulum 2013 penilaian dilakukan dengan ulangan dan tugas-tugas.
35. Penilaian kelas dalam Kurikulum2013 hanya memperhatikan aspek kognitif.
36. Pada Kurikulum 2013 Saya sering memberikan penugasan kepada siswa berupa tes, hasil karya, portofolio dan laporan kegiatan untuk mengetahui hasil belajar siswa.