BAB V KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN
C. Keterbatasan Penelitian
1. Peneliti tidak mampu mengendalikan variabel pengganggu seperti kepribadian, budaya, spiritual, dan ekonomi responden sehingga dapat mempengaruhi hasil dan pembahasan penelitian.
2. Penggunaan kuesioner yang diadopsi dari kuesioner terstandar yang dikembangkan di Negara maju sehingga tidak sesuai dengan kondisi sosial budaya lanjut usia di Indonesia.
No. 2. Hal. 99-110.
Agrina., Rini, S.S., Hairitama, R. (2011). Kepatuhan Lansia Penderita Hipertensi dalam Pemenuhan Diet Hipertensi. Jurnal Sorot, Vol 6, No. 1.
Agung, I. (2006). Uji Keandalan dan Kesahihan Indeks Activity Of Daily Living Barthel untuk Mengukur Status Fungsional Dasar pada Usia Lanjut di RSCM. Tesis. Depok: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Alfyanita, A., Martini, R.D., Kadri, H. Hubungan Tingkat Kemandirian dalam Melakukan Aktivitas Kehidupan Sehari-Hari dan Status Gizi pada Usia Lanjut di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin. Jurnal Kesehatan Andalas, Vol. 5, No. 1.
Anggraini, D., Zulpahiyana, Mulyanti. (2015). Faktor Dominan Lansia Aktif Mengikuti Kegiatan Posyandu di Dusun Ngentak. Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia, Vol. 3, No. 3.
Annisa. (2013). Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan pada Klien Dengan Ibu Hamil Pekerja di Rsupn Cipto Mangunkusumo Jakarta. Skripsi. Depok: Universitas Indonesia.
Aprilianita, N. (2013). Hubungan Dukungan Sosial dengan Tingkat Depresi pada Lansia di Hunian Tetap (Huntap) Dusun Petung, Cangkringan Yogyakrta. Skripsi (Tidak Diterbitkan). Yogyakarta: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Aspriani, Santi. (2013). Hubungan Antara Pemenuhunan Kebutuhan Spiritual dengan Tingkat Kecemasan pada Lansia yang Tidak Memiliki Pasangan Hidup di Desa Tlingsing Cawas Klaten. Skripsi. Surakarta: Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Aspuah, S. (2013). Kumpulan Kuesioner dan Instrumen Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.
Lansia di Posyandu Sejahtera Gbi Setia Bakti Kediri. Jurnal STIKES RS. Baptis Kediri, Vol. 3, No. 2.
Ayuni, N.H. (2014). Perbedaan Kejadian Depresi pada Lansia Mandiri dan Ketergantungan dalam Activity Of Daily Living (ADL) Di PSTW Yogyakarta Unit Abiyoso Pakem Sleman. Skripsi (Diterbitkan). Yogyakarta: Sekolah
Tinggi ILmu Kesehatan ‘Aisyiyah Yogyakarta.
Bhayu, A., Ratep, N., Westa, W. (2015). Gambaran Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Depresi pada Lanjut Usia di Wilayah Kerja Puskesmas Kubu II. e-journal Medika Udayana, Vol. 4, No. 1.
Dahlan, M.S. (2013). Statistik untuk Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika.
Departemen Agama Republik Indonesia. (2007). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Sygma.
Deputi Bidang Evaluasi Kinerja Pembangunan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional: BAPPENAS. (2015). Laporan Nasional: Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah di 33 Provinsi Tahun 2014. Jakarta: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.
Dewi, S.R. (2014). Buku Ajar Keperawatan Gerontik. Yogyakarta: Deepublish. Ediawati, E. (2012). Gambaran Tingkat Kemandirian dalam Activity Of Daily Living
(ADL) dan Resiko Jatuh pada Lansia di Panti Sosial Tresna Wredha Budi Mulia 01 dan 03 Jakarta Timur. Skripsi (Diterbitkan). Depok: Universitas Indonesia.
Firdawati, F., Riyadi, S. (2014). Hubungan Terapi Musik Keroncong dengan Tingkat Depresi pada Lansia di Panti Wredha Budhi Dharma Yogyakarta. Jurnal Kesehatan, Vol. 5, No. 2.
Halgin, R.P., Whitbourne, S.K. (2011). Psikologi Abnormal Perspektif Klinis pada Gangguan Psikologis (6 th ed.). Bandung: Salemba Humanika.
Havisa, R. (2014). Hubungan Kualitas Tidur dengan Tekanan Darah pada Usia Lanjut di Posyandu Lansia Dusun Jelapan Sindumartani Ngemplak Sleman Yogyakarta. Skripsi (Diterbitkan). Yogyakarta: Stikes ‘Aisyiyah Yogyakarta.
Herawati, I. (2009). Hubungan Kemandirian Aktivitas Dasar Sehari-Hari Terhadap Konsep Diri Lanjut Usia di Desa Bangunjiwo Kasihan Bantul Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Hidayat, A.A.A. (2008). Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah. Jakarta: Salemba Medika.
Hutomo, A.K. (2015). Hubungan Penataan Lingkungan Rumah terhadap Risiko Jatuh Pada Lansia di Desa Karangwuni Wates Kulon Progo. Skripsi
(Diterbitkan). Yogyakarta: Stikes ‘Aisyiyah Yogyakarta.
Inta Mahfiroh, I., Ligita, T., Parjo. (2013). Hubungan Pola Aktivitas Pemenuhan Kebutuhan Dasar dengan Tingkat Stres Lanjut Usia di Panti Sosial Tresna Werdha Mulia Dharma Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Untan,Vol.1, No. 1.
Ismail, S.O., Kasim, V.N., Ilham,R. (2015). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemandirian Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Provinsi Gorontalo. Vol. 3. No. 3.
Jumita, R., Azrimaidaliza., Machmud, R. (2012). Kemandirian Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Lampasi Kota Payakumbuh. Jurnal Kesehatan Masyarakat,
Vol. 6, No. 2.
Kaplan, H.I., Sadock, B.J., Grebb, J.A. (2010). Sinopsis Psikiatri: Ilmu Pengetahuan Perilaku Psikiatri Klinis. Tanggerang: Binarupa Aksara.
Kementerian Kesehatan RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar: RISKESDAS. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Koampa, M.M., Bidjuni, H.,Onibala, F. (2015). Hubungan antara Tingkat Stres
dengan Kemandirian pada Orang Tua Lanjut Usia di Desatombasian Atas Kecamatan Kawangkoan Barat. ejournal Keperawatan (e-Kp), Vol. 3, No. 2. Kristyaningsih, D. (2011). Hubungan antara Dukungan Keluarga dengan Tingkat
Kesehatan Politeknik Kesehatan Majapahit, Vol. 2, No. 1.
Lalitya, K. (2012). Perbedaan Tingkat Depresi pada Lansia yang Tinggal di Rumah dengan yang Tinggal di Panti Sosial. Skripsi (Tidak Diterbitkan). Yogyakarta: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Lestari, R., Wihastuti, T.A., Rahayu, B. F. (2013). Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Tingkat Kemandirian Activities Of Daily Living (ADL) pada Lanjut Usia di Panti Werdha. Jurnal Ilmu Keperawatan, Vol. 1, No. 2.
Ma’ rifatul, L., Novianto, S. (2015). Hubungan Fungsi Kognitif dengan Tingkat Kemandirian Activity Daily Living (Adl) Lanjut Usia di Panti Werdha. Jurnal Keperawatan Bina Sehat, Vol. 12, No. 2.
Maramis, W.F. (2009). Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. Surabaya: Airlangga University Press.
Marchira, R., Wirasto, R.T., Sumarni. (2007). Pengaruh Faktor-faktor Psikososial dan Insomnia terhadap Depresi pada Lansia di Kota Yogyakarta. Jurnal Berita Kedokteran Masyarakat,Vol. 23, No. 1.
Maryam, R.S., Ekasari, M.F., Rosidawati., Jubaedi, A., Batubara, I. (2008). Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya. Jakarta: Salemba Medika.
Moniung, I.F., Dundu, A.E., Munayang, H. (2015). Hubungan Lama Tinggal dengan Tingkat Depresi pada Lanjut Usia di Panti Sosial Tresna Werdha ‘Agape’
Tondano. Jurnal e-Clinic (eCl), Vol. 3, No1.
Mubarak, W.I., Chayatin, N., Santoso, B.A. (2009). Ilmu Keperawatan Komunitas Konsep dan Aplikasi. Jakarta: Salemba Medika.
Mufatikah, L. (2014). Studi Komparasi Tingkat Depresi pada Lansia yang Melakukan dan Tidak Melakukan Sanam Lansia di Pstw Yogyakarta Unit Budi Luhur dan Posyandu Lansia Bougenvile Sumbermulyo Bantul. Skripsi
(Diterbitkan). Yogyakarta: Sekolah Tinggi ILmu Kesehatan ‘Aisyiyah
Yogyakarta.
Muhith, A. (2010). Kemampuan Fungsional Lansia di UPT Panti Werdha Majapahit Mojokerto. Jurnal Ilmiah Kesehatan Politeknik Kesehatan Majapahit, Vol. 2, No. 2.
Usia di Unit Rehabilitasi Sosial Wening Wardoyo Ungaran Kab. Semarang. Skripsi. Semarang: Program Studi Keperawatan STIKES Ngudi Waluyo Ungaran.
Nauli, F.A., Yuliatri, E., Savita, R. (2014). Hubungan Tingkat Depresi dengan Tingkat Kemandirian dalam Aktifitas Sehari-hari pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Tembilahan Hulu. Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing), Vol. 9, No. 2.
Nursalam. (2013). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan (3ʳd
ed.). Jakarta: Salemba Medika.
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. (2015). Laporan Kinerja Pemerintah Kabupaten Bantul Tahun 2014. Yogyakarta: Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Prasetya, A.S., Hamid, A.Y.S., Susanti, H. (2010). Penurunan Tingkat Depresi Klien Lansia dengan Terapi Kognitif dan Senam Latih Otak di Panti Werdha. Jurnal Keperawatan Indonesia, Vol. 13, No. 1. Hal. 42-48.
Pratikto, N.M. (2014). Jurnal Tugas Akhir Optimisme pada Lansia Ditinjau Dari Status Pekerjaan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya., Vol. 3, No. 2.
Prihatini, L.D. (2007). Analisis Hubungan Beban Kerja Dengan Stress Kerja Perawat di Tiap Ruang Rawat Inap RSUD Sidikalang. Tesis. Medan: Universitas Sumatera Utara.
Prihatnanto, F. (2013). Hubungan antara Tingkat Depresi dengan Kualitas Hidup Lanjut Usia di Desa Gedongan, Kabupaten Sukoharjo. Skripsi (Diterbitkan). Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Purwantini, L. (2014). Kebermaknaan Hidup Lansia di Panti Wreda Bekasi. Jurnal Soul., Vol. 7, No. 2.
Puspitaningsih, D.H., Prasetyo, D.A. (2014). Adaptasi Diri pada Lansia di Panti Werdha Mojopahit Mojokerto. Jurnal Ilmiah Kesehatan Politeknik Kesehatan Majapahit, Vol. 6, No. 2.
Keluarga dan Kemandirian Lansia dengan Konsep Diri Lansia di Kelurahan Bambankerep Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang. Jurnal Keperawatan Komunitas, Vol. 1, No. 1. Hal. 18-23.
Sari, I.M. (2009). Hubungan antara Karakteristik Personal dengan Kemandirian dalam Activity Of Daily Living (ADL) Pada Lansia di Panti Wredha Darma Bhakti Pajang Surakarta. Skripsi (Tidak Diterbitkan). Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Sari, Y.P. (2015). Hubungan Tingkat Kemandirian Aktivitas Sehari-Hari Dengan Risiko Jatuh Pada Lansia di Pstw Unit Budhi Luhur Kasongan Bantul Yogyakarta. Skripsi (Diterbitkan). Yogyakarta: Stikes ‘Aisyiyah Yogyakarta.
Setiahardja, A.S. (2005). Penilaian Keseimbangan dengan Aktivitas Kehidupan Sehari-hari pada Lansia di Panti Werdha Pelkris Elim Semarang Semarang dengan Menggunakan Berg Balance dan Indeks Barthel. Karya Tulis Spesialis I. Semarang: Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.
Setiawan, D.I., Bidjuni, H., Karundeng, M. (2014). Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Kejadian Demensia pada Lansia di Balai Penyantunan Lanjut Usia Senja Cerah Paniki Kecamatan Mapanget Manado. Jurnal Keperawatan, Vol. 2, No. 2.
Stanley, M., Beare, P.G., (2007). Buku Ajar Keperawatan Gerontik (2nd ed.). Jakarta: ECG.
Suardana, I.W. (2011). Hubungan Faktor Sosiodemografi, Dukungan Sosial dan Status Kesehatan dengan Tingkat Depresi pada Agregat Lanjut Usia di Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem Bali. Program Magister. Depok: Universitas Indonesia.
Suprajitno. (2004). Asuhan Keperawatan Keluarga. Jakarta: EGC.
Sutikno, E. (2011). Hubungan antara Fungsi Keluarga dan Kualitas Hidup Lansia.
Jurnal Kedokteran Indonesia., Vol. 2, No. 1.
Tamher, S., Noorkasiani. (2009). Kesehatan Usia Lanjut dengan Pendekatan Asuhan Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Kesejahteraan dan Kenyamanan Lanjut Usia di Panti Werdha Mojopahit Mojokerto. Jurnal Paradigma, Vol. 3, No. 2.
Titus, I., Rachman, W.A., Rahman, A. (2012). Gambaran Perilaku Lansia Terhadap Kecemasan di Panti Sosial Tresna Werdha Theodora Makassar. Artikel Jurnal. Universitas Hasanuddin.
Wahyuni, T. (2015). Hubungan Antara Asupan Triptofan dan Selenium dengan Status Depresi pada Pasien Cedera Tulang Belakang di Rso. Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta. Skripsi. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Wulandari, A.F.S., Rahayu, R.A. (2011). Kejadian dan Tingkat Depresi pada Lanjut Usia: Studi Perbandingan di Panti Wreda dan Komunitas. Skripsi (Tidak Diterbitkan). Semarang: Universitas Diponegoro.
Yosep, H.I., Sutini, T. (2014). Buku Ajar Keperawatan Jiwa. Bandung: Refika Aditama.
Yuliati, A., Baroya, N., Ririanty, M. (2014). Perbedaan Kualitas Hidup Lansia yang Tinggal di Komunitas dengan di Pelayanan Sosial Lanjut Usia. e-Jurnal Pustaka Kesehatan, Vol. 2, No. 1.
Zulfitri, R. (2011). Konsep Diri dan Gaya Hidup Lansia yang Mengalami Penyakit Kronis di Panti Sosial Tresna Werdha (Pstw) Khusnul Khotimah Pekanbaru.
Ibu/Bapak Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini adalah mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Nama : Baiq Laeli Fitriana NIM : 20120320045
Akan mengadakan penelitian tentang “HUBUNGAN TINGKAT
KETERGANTUNGAN DENGAN TINGKAT DEPRESI LANJUT USIA DI
DUSUN NGRAME TAMANTIRTO, KASIHAN, BANTUL”. Untuk itu saya
mohon kesediaan Ibu/Bapak untuk menjadi responden dalam penelitian ini. Segala hal yang bersifat rahasia akan saya rahasiakan dan saya gunakan hanya untuk penelitian ini.
Demikian surat permohonan ini saya sampaikan, atas kesediaan Ibu/Bapak sebagai responden saya ucapkan terima kasih.
Yogyakarta, Februari 2016 Penulis
Nama responden :
Usia :
Dengan ini menyatakan bahwa saya telah mendapatkan penjelasan mengenai maksud dari pengumpulan data untuk penelitian tentang
“HUBUNGAN TINGKAT KETERGANTUNGAN DENGAN TINGKAT
DEPRESI LANJUT USIA DI DUSUN NGRAME TAMANTIRTO,
KASIHAN, BANTUL”. Untuk itu secara sukarela saya menyatakan bersedia
menjadi responden penelitian tersebut. Adapun bentuk kesediaan saya adalah bersedia mengisi kuesioner.
Demeikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan dengan penuh kesadaran tanpa paksaan.
Yogyakarta, Februari 2016 Responden
Usia : Jenis kelamin : Pendidikan terakhir :
Pekerjaan :
Petunjuk Pengisian
Bacalah pertanyaan di bawah ini dengan teliti kemudian beri tanda (X) pada salah satu jawaban yang paling tepat menurut pendapat Anda.
Pertanyaan Tentang Aktivitas Sehari-hari
No. Aktivitas Skor
1 Makan:
a. Perlu bantuan (5) b.Mandiri (10)
2 Berpindah dari kursi ke tempat tidur dan atau sebaliknya: a. Sangat perlu bantuan (5)
b.Perlu bantuan (10) c. Mandiri (15)
3 Kebersihan diri (cuci muka, menyisir, gosok gigi, bercukur jenggot):
a. Perlu bantuan (0) b.Mandiri (5)
4 Aktivitas di toilet/wc (melepas atau memakai pakaian, menyiram wc): a. Perlu bantuan (5) b.Mandiri (10) 5 Mandi: a. Perlu bantuan (10) b.Mandiri (15)
6 Berjalan di jalan yang datar (jika tidak mampu berjalan maka menggunakan kursi roda):
a. Perlu bantuan (0) b.Mandiri (5) 7 Naik turun tangga:
a. Perlu bantuan (5) b.Mandiri (10)
10 Buang air kecil (BAK) atau berkemih: a. Perlu bantuan (5)
b.Mandiri (10)
Jumlah
GERIATRIC DEPRESSION SCALE (GDS)
No. Pertanyaan Ya Tidak
1 Secara umum, apakah Anda merasa puas dengan hidup Anda ?
2 Apakah Anda telah meninggalkan banyak kegiatan atau hobi Anda?
3 Apakah Anda merasa hidup Anda kosong atau merasa kesepian?
4 Apakah Anda merasa sering bosan? 5 Apakah Anda hampir selalu bersemangat?
6 Apakah Anda merasa khawatir sesuatu yang buruk akan terjadi pada Anda?
7 Apakah Anda merasa bahagia dengan sebagian besar kehidupan Anda?
8 Apakah Anda sering merasa tidak berdaya?
9 Apakah Anda lebih sering berdiam diri dirumah daripada keluar untuk mengerjakan sesuatu yang baru?
10 Apakah Anda merasa sering lupa pada sesuatu hal? 11 Apakah Anda berpikir bahwa hidup Anda sekarang
menyenangkan?
12 Apakah saat ini Anda merasa tidak berharga? 13 Apakah Anda merasa energik/kekuatan?
14 Apakah Anda merasa bahwa kehidupan Anda tidak ada harapan?
15 Apakah Anda berpikir bahwa keadaan orang lain lebih baik dari pada keadaan Anda saat ini?
NASKAH PUBLIKASI
Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh
Derajat Sarjana Keperawatan pada Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Disusun oleh:
BAIQ LAELI FITRIANA
20120320045
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
Baiq Laeli Fitriana, Puji Sutarjo
Fakultas Kedokteran Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta e-mail : [email protected]
INTISARI
Latar Belakang: Pada tahun 2012 Indonesia merupakan negara ketiga di Asia yang
memiliki jumlah lanjut usia di atas 60 tahun terbesar setelah Cina dan India. Daerah di Indonesia yang memiliki lanjut usia tertinggi pada tahun 2012 adalah Daerah Istimewa Yogyakarta. Lanjut usia yang jumlahnya terus meningkat berdampak pada timbulnya masalah meningkatnya rasio ketergantungan. Kemunduran pada lanjut usia akan berdampak pada kondisi fisik dan mental yang menurun, seperti kerusakan kognitif atau depresi.
Tujuan Penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat ketergantungan dengan tingkat depresi pada lanjut usia di Dusun Ngrame Tamantirto, Kasihan, Bantul.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan pengambilan data menggunakan kuesioner. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner GDS) dan Indeks Barthel. Teknik pengambilan sampel menggunakan
Purposive Sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2016. Uji statistik penelitian ini menggunakan uji corelation spearman. Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 35 lanjut usia dengan ketergantungan.
Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa dari 35 lanjut
usia yang menjadi responden, 31 (88.55%) orang mengalami ketergantungan sedang dan 29 orang (82.9%) mengalami depresi sedang. Dari hasil analisis diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,254 > ρ (0,05). Wawancara yang dilakukan peneliti pada responden yang memiliki tingkat ketergantungan berat namun mengalami depresi sedang hal itu terjadi kerena adanya dukungan keluarga, sedangkan pada responden yang memiliki ketergantungan sedang namun mengalami depresi berat karena mengalami masalah kesulitan ekonomi yang meningkatkan beban yang mereka rasakan.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat
ketergantungan dengan tingkat depresi pada lanjut usia di Dusun Ngrame Tamantirto, Kasihan, Bantul.
Saran: Peneliti selanjutnya diharapkan melakukan penelitian tentang dukungan
keluarga dan faktor ekonomi dengan tingkat depresi lanjut usia. Kata Kunci :ketergantungan, depresi, lanjut usia.
2
THE RELATION BETWEEN THE LEVEL OF DEPENDENCY WITH LEVEL OF
DEPRESSION IN THE ELDERLY PEOPLE IN NGRAME
TAMANTIRTO, KASIHAN, BANTUL
Baiq Laeli Fitriana, Puji SutarjoFakultas Kedokteran Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta e-mail : [email protected]
ABSTRACT
Background: In 2012, Indonesia is the third country in Asia which has a number of elderly people over 60 years the largest after China and India. Regions in Indonesia which has the highest elderly in 2012 is Yogyakarta. Elderly, which have increased impact on the emergence of the problem of rising dependency ratios. A decline in the elderly will have an impact on physical and mental decline, such as cognitive impairment or depression.
Objective: The objective of this study was to determine the relationship between the degree of dependence with the level of depression in the elderly in the village Ngrame, Tamantirto, Kasihan, Bantul.
Methods: This study used cross sectional data collection using the questionnaire. The questionnaire used is a GDS and Barthel index. The sampling technique used purposive sampling. This research was conducted in February 2016. The research statistical test using Spearman Correlation test. The number of respondents in this study were 35 elderly with dependence.
Results: Based on the results of the study showed that of the 35 elderly respondents, 31 (88.55%) of people experiencing moderate dependence and 29 (82.9%) had moderate depression. From the analysis results obtained significance value of 0.254> ρ (0.05). Interviews conducted by researchers at the respondents who have
high levels of heavy dependence depressed but were it to happen because they support their families, while the respondents who have a dependency was however severely depressed because of problems of economic difficulties that increase the burden they feel.
Conclusion: There is no significant relationship between the level of dependence of the rate of depression in the elderly in the village Ngrame Tamantirto, Kasihan, Bantul.
Suggestion: Researchers further expected to conduct research on family support and economic factors to the level of depression elderly.
3
I. PENDAHULUAN
Penuaan merupakan tahap akhir siklus kehidupan dari perkembangan normal yang akan dialami individu dan tidak dapat dihindari. Seseorang mulai memasuki tahap lanjut usia dimulai saat memasuki usia 60 tahun yang dan memiliki resiko rentan terhadap berbagai masalah kesehatan10. Data Badan Pusat Statistik Republik Indonesia pada tahun 2012 menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara ketiga di Asia yang memiliki jumlah lanjut usia di atas 60 tahun terbesar setelah Cina dan India. Tahun 2050 Indonesia diperkirakan akan memiliki lanjut usia berjumlah 100 juta jiwa.
Lanjut usia yang jumlahnya terus meningkat berdampak pada timbulnya masalah yaitu meningkatnya rasio ketergantungan
lanjut usia4. Rasio ketergantungan lanjut usia pada tahun 2012 adalah sebesar 11,90%4.
Kemunduran pada lanjut usia akan berdampak pada kondisi fisik dan mental yang menurun dan dapat dipersulit oleh adanya kemiskinan, penolakan oleh teman dan keluarga, kemunduran juga berdampak pada psikologis lanjut usia seperti kerusakan kognitif atau depresi9. Depresi merupakan masalah kesehatan mental yang paling sering ditemui pada lanjut usia13. Lanjut usia lebih sering mengalami depresi walaupun jarang dikenali jika dibandingkan dengan populasi umum5.
II. TINJAUAN PUSTAKA 1. Lanjut Usia
Lanjut usia adalah seseorang yang memasuki usia
6 60 tahun yang memiliki berbagai masalah yang berkaitan dengan proses menua10. Proses menua adalah proses menghilangnya secara perlahan kemampuan jaringan tubuh untuk memperbaiki diri atau mengganti diri, dan mempertahankan struktur dan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap berbagai macam penyakit dan memperbaiki kerusakan yang terjadi15.
Salah satu tanda penurunan fungsi tubuh adalah proses beradaptasi dengan stres lingkungan dan tahap akhir dari siklus kehidupan sering ditandai dengan kondisi kehidupan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini merupakan beban berat bagi
lanjut usia yang dapat menimbulkan depresi 8.
2. Ketergantungan
Ketergantungan adalah keadaan seseorang yang tidak bisa memikul tanggung jawabnya sendiri untuk memenuhi kebetuhan hidupnya sehingga memerlukan bantuan orang lain atau masyarakat9.
Kemunduran kesehatan mental dan kesehatan fisik yang menyebabkan aktivitas fisik menjadi terbatas akan berdampak pada penurun peran sosial yang dimiliki oleh lanjut usia sehingga lanjut usia tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup merupakan faktor yang berpengaruh terhadap meningkatkan ketergantungan yang dialami lanjut usia11.
7 3. Depresi
Depresi adalah suatu respon maladaptif terhadap kehilangan berupa kematian pasangan dan orang yang berarti dalam hidupnya, perubahan status pekerjaan dan prestasi, dan menurunnya kemampuan fisik dan kesehatan yang dirasakan oleh lanjut usia5.
Lanjut usia yang mengalami depresi disamarkan oleh gangguan fisik lainnya, isolasi sosial, penyangkalan, dan pengabaian terhadap proses penuaan normal yang
menyebabkan tidak
terdeteksinya dan tidak tertangani gangguan depresi yang dialami oleh lanjut usia16.
III. METODE
Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan rancangan
deskriptif corelation, yaitu suatu rancangan penelitian yang dilakukan menekankan pada waktu pengukuran data variabel bebas dengan variabel terikat dalam satu waktu, dengan tujuan untuk melihat apakah ada hubungan antara tingkat ketergantungan dengan tingkat depresi pada lanjut usia di Dusun Ngrame, Tamantirto, Kasihan, Bantul. Populasi penelitian ini adalah seluruh lanjut usia yang berada di Dusun Ngrame yang berjumlah 110 lanjut usia. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu peneliti menentukan sampel sesuai dengan tujuan penelitian12 dan diperoleh sampel sebanyak 35 lanjut usia sesuai kriteria inklusi. Untuk mengetahui
8 tingkat ketergantungan dan tingkat depresi peneliti menggunakan instrument berupa kuesioner Indeks Barthel dengan jumlah pertanyaan sebanyak 10 dan Geriatric Depression Scale dengan jumlah pertanyaan sebanyak 15. Analisis data yang digunakan adalah
Spearman.
IV. HASIL PENELITIAN
1. Karakteristik responden penelitian
Karakteristik responden berdasarkan usia terbanyak pada rentang usia antara 60-74 sebanyak 21 orang (60%) dan rentang usia 75-90 tahun sebanyak 14 orang (40%). Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan sebanyak 25 orang (71.4), sedangkan laki-laki sebanyak
10 orang (28.6%).
Karakteristik responden berdasarkan pendidikan paling banyak adalah tidak sekolah sebanyak 17 orang (48.6%) dan yang paling sedikit yaitu tingkat pendidikan perguruan tinggi sebanyak 1 orang
(2.9%). Responden
berdasarkan pekerjaannnya paling banyak ditemukan bekerja sebagai ibu rumah tangga sebanyak 16 orang (45.7%).
2. Analisa Univariat
Tabel 1 Tingkat ketergantungan lanjut usia di Dusun Ngrame, Tamantirto, Kasihan, Bantul (2016) (n=35).
Dari tabel 1 tingkat