• Tidak ada hasil yang ditemukan

Langkah 4 Mengelompokkan ide-ide sekunder di sekeliling ide utama yang secara visual menunjukkan hubungan ide-ide tersebut dengan

D. Keterbatasan Penelitian

Penelitian yang telah dilakukan selama kurang lebih satu bulan ini memiliki beberapa kendala dan keterbatasan, di antaranya:

1. Jumlah siswa yang terlalu banyak dalam satu kelas (n = 40) mengakibatkan pembelajaran menjadi kurang efektif sehingga pengawasan guru saat proses pembelajaran di kelas harus lebih intensif.

2. Waktu yang tersedia untuk melaksanakan pembelajaran sangat terbatas sehingga dirasa kurang untuk mengembangkan pemahaman siswa terhadap konsep protista yang dianggap masih sulit dipahami.

19Rofiqoh Hasan Harahap dan Mara Bangun Harahap, “Efek Model Pembelajaran Advance Organizer Berbasis Peta Konsep dan Aktivitas terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa”, Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran Fisika, Vol. 4, No. 2, 2012, h. 37.

20 Sri Rahayu, Antonius Tri Widodo, Supartono, “Pengembangan Model Pembelajaran

Advance Organizer untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa”, Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, Vol. 4, No.1, 2010, h. 505.

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dan pembahasan yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pada penerapan model pembelajaran advance organizer terhadap hasil belajar biologi siswa pada konsep protista. Hal tersebut ditunjukkan pada hasil perhitungan uji-t yang diperoleh, yaitu thitung > ttabel (3,087 > 1,67) pada taraf signifikansi 5%.

Hasil belajar biologi siswa pada konsep protista yang diperoleh setelah pembelajaran dengan model advance organizer terbukti lebih tinggi dibanding dengan hasil belajar biologi siswa tanpa menggunakan model advance organizer. Pembelajaran biologi melalui model advance organizer juga memberikan dampak positif terhadap siswa terutama pada aspek relevansi antara materi protista dengan kehidupan sehari-hari.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang diperoleh, maka terdapat beberapa saran yang diajukan peneliti untuk perbaikan di masa mendatang. Saran-saran tersebut di antaranya adalah guru diharapkan memiliki pengetahuan dan kemampuan yang cukup dalam memilih metode ataupun teknik pembelajaran agar sesuai dengan materi yang akan diajarkan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Selain itu, guru dapat menggunakan model pembelajaran advance organizer sebagai alternatif model pembelajaran khususnya untuk meningkatkan hasil belajar biologi siswa.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui apakah pembelajaran advance organizer dapat memberikan hasil belajar yang lebih baik lagi khususnya untuk mata pelajaran biologi. Peneliti juga berharap agar pembelajaran advance organizer selanjutnya dapat diterapkan untuk mengetahui pengaruhnya pada variabel-variabel lain selain hasil belajar siswa.

Arikunto, Suharsimi. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara, 1999.

---. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta, PT Rineka Cipta, 2010.

Ath-Thabari, Abu Ja’far Muhammad bin Jarir. Tafsir Ath-Thabari. Jakarta: Pustaka Azzam, 2009.

Basleman, Anisah & Mappa, Syamsu. Teori Belajar Orang Dewasa. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2011.

Budiartawan, I Kadek. “Pengaruh Model Pembelajaran Advance Organizer

terhadap Pemahaman Konsep dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA pada Materi Hukum Ohm dan Hukum Kirchhoff”. http://kim.ung.ac.id/ index.php/KIMFMIPA/article/download/3412/3388, 2013.

Budiningsih, C. Asri. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta, 2005. Cutrer, William B. et. al. Use of An Expert Concept Map as An Advance

Organizer to Improve Understanding of Respiratory Failure. Medical Teacher. 33 (12), 2011.

Dahar, Ratna Wilis. Teori-Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Erlangga, 2011.

Djamarah, Syaiful Bahri. Psikologi Belajar. Jakarta: PT Rineka Cipta, 2011. Efendi, Nur. Pendekatan Pengajaran Reciprocal Teaching Berpotensi

Meningkatkan Ketuntasan Hasil Belajar Biologi Siswa SMA. Pedagogia, 2 (1), 2013.

Fathurrohman, Pupuh & Sutikno, M. Sobry. Strategi Belajar Mengajar melalui Penanaman Konsep Umum dan Konsep Islami. Bandung: PT Refika Aditama, 2007.

Gredler, Margaret E. Learning and Instruction: Teori dan Aplikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011.

Hake, Richard R. “Analyzing Change/Gain Scores”. http://www.physics.indiana. edu/~sdi/AnalyzingChange-Gain.pdf, 2014.

Hakiim, Lukmanul. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: CV Wacana Prima, 2009.

Harahap, Rofiqoh Hasan & Harahap, Mara Bangun. Efek Model Pembelajaran

Advance Organizer Berbasis Peta Konsep dan Aktivitas terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa. Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran Fisika. 4 (2), 2012.

Hasbullah. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2008.

Imawati, Dwi. “Implementasi Model Pembelajaran Advance Organizers melalui Strategi Elaborasi”, Skripsi pada UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta: 2011. tidak dipublikasikan.

Joyce, Bruce et. al.Models of Teaching. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011. Makmun, Abin Syamsuddin. Psikologi Kependidikan. Bandung: PT Remaja

Rosdakarya, 2004.

Maidiyah, Erni & Fonda, Cut Zulisna. Penerapan Model Pembelajaran ARCS pada Materi Statistika di Kelas XI SMA Negeri 2 RSBI Banda Aceh.

Jurnal Peluang. 1 (2), 2013.

Margono, S. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Meltzer, David E. “The Relationship between Mathematics Preparation and Conceptual Learning Gains in Physics: A Possible Hidden Variable in Diagnostic Pretest Scores”. http://physicseducation.net/docs/Addendum_on _normalized_gain.pdf, 2014.

Nasution, Nirmala Sari. “Pengaruh Pemberian Advance Organizer dan Kemampuan Mengingat terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa SMP Negeri 1 Labuan Deli”, Skripsi pada Universitas Negeri Medan: 2008. tidak dipublikasikan.

Nurochim. Perencanaan Pembelajaran Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2013.

Panggabean, Deo Demonta & Suyanti, Retno Dwi. Analisis Pemahaman Awal dan Kemampuan Berpikir Kritis Bidang Studi Fisika Menggunakan Model Pembelajaran Advance Organizer dan Model Pembelajaran Direct Instruction. Jurnal Online Pendidikan Fisika. 1 (2), 2012.

Pitriyani dkk. Meningkatkan Hasil Belajar dan Proses Pembelajaran Siswa Kelas VIII.2 SMPN 10 Banjarmasin pada Konsep Sistem Peredaran Darah melalui Strategi Peta Konsep Tahun Ajaran 2008/2009. Jurnal Wahana-Bio. 3, 2010.

Pranata, Calisa Ari. “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams-Games-Tournament (TGT) untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar

IPA di SMPN 1 Ngaglik Sleman”, Skripsi pada UNY, Yogyakarta: 2012. tidak dipublikasikan.

Priatna, Bambang Avip. “Uji Coba Instrumen Penelitian dengan Menggunakan

Ms. Excel dan SPSS”. http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND. _MATEMATIKA/196412051990031-BAMBANG_AVIP_ PRIATNA_M/ Makalah_November_2008.pdf, 2015.

Purwanto, M. Ngalim. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: Remadja Karya CV, 1986.

---. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010.

Rahayu, Sri dkk. Pengembangan Model Pembelajaran Advance Organizer untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa”, Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia. 4 (1), 2010.

Rusman. Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2011.

Salmiah, Neneng. “Pengaruh Belajar Bermakna melalui Model Pembelajaran Pengaturan Awal (Advance Organizer) terhadap Penguasaan Konsep Siswa Kelas XI pada Materi Sistem Ekskresi”, Skripsi pada UPI Bandung: 2013. tidak dipublikasikan.

Santrock, John W. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2008.

Sari, Liza Yulia. “Analisis Proses Pembelajaran Biologi pada Materi Protista di Kelas X SMA Negeri 1 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman”, Semirata 2013 FMIPA Unila, 2013.

Shihusa, Hudson & Keraro, Fred N. Using Advance Organizers to Enhance Students’ Motivation in Learning Biology. Eurasia Journal of Mathematics, Science & Technology Education. 5 (4), 2009.

Sinulingga, Karya & Munte, Denny. Pengaruh Model Pembelajaran Advance Organizer Berbasis Mind Map terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa pada Materi Pokok Besaran Satuan di Kelas X SMA. Jurnal Pendidikan Fisika. 1 (2), 2012.

Slameto. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta, 2010.

Slavin, Robert E. Psikologi Pendidikan: Teori dan Praktik. Jakarta: PT Indeks, 2008.

Sofyan, Ahmad dkk. Evaluasi Pembelajaran IPA Berbasis Kompetensi. Jakarta: UIN Jakarta Press, 2006.

Sudijono, Anas. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2006.

Sudjana. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito, 2005.

Sudjana, Nana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010.

Sudjarwo & Basrowi. Manajemen Penelitian Sosial. Bandung: CV Mandar Maju, 2009.

Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif , Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2013.

Sukmadinata, Nana Syaodih. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012.

Syah, Muhibbin. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010.

Thonthowi, Ahmad. Psikologi Pendidikan. Bandung: Angkasa, 1993.

Trianto. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011.

---. Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara, 2012.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. http://www.dikti.go.id/files/atur/UU20_2003 Sisdiknas.pdf, 2013.

Winkel, W.S. Psikologi Pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi, 2004. Wuryani, Sri Esti. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT Grasindo, 2009.

Yamin, Martinis. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Jakarta: Gaung Persada Press, 2009.

Zuriah, Nurul. Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan: Teori-Aplikasi.

Jakarta: PT Bumi Aksara, 2007.

Zurinal & Sayuti, Wahdi. Ilmu Pendidikan: Pengantar dan Dasar-Dasar Pelaksanaan Pendidikan. Jakarta: UIN Jakarta Press, 2006.

1 36 68 32 0.50 sedang 2 16 76 60 0.71 tinggi 3 52 76 24 0.50 sedang 4 24 92 68 0.89 tinggi 5 52 72 20 0.42 sedang 6 40 68 28 0.47 sedang 7 56 84 28 0.64 sedang 8 56 64 8 0.18 rendah 9 60 88 28 0.70 sedang 10 40 56 16 0.27 rendah 11 20 64 44 0.55 sedang 12 32 80 48 0.71 tinggi 13 28 64 36 0.50 sedang 14 44 56 12 0.21 rendah 15 36 68 32 0.50 sedang 16 20 60 40 0.50 sedang 17 36 76 40 0.63 sedang 18 24 48 24 0.32 sedang 19 32 72 40 0.59 sedang 20 40 52 12 0.20 rendah 21 28 72 44 0.61 sedang 22 48 76 28 0.54 sedang 23 48 68 20 0.38 sedang 24 32 72 40 0.59 sedang 25 32 60 28 0.41 sedang 26 20 76 56 0.70 sedang 27 36 76 40 0.63 sedang 28 48 80 32 0.62 sedang 29 36 88 52 0.81 tinggi 30 28 76 48 0.67 sedang 31 44 72 28 0.50 sedang 32 40 68 28 0.47 sedang 33 32 72 40 0.59 sedang 34 40 72 32 0.53 sedang 35 32 44 12 0.18 rendah 36 24 44 20 0.26 rendah 37 52 68 16 0.33 sedang 38 16 56 40 0.48 sedang 39 40 68 28 0.47 sedang 40 44 72 28 0.50 sedang Total 1464 2764 1300 20.23 Rata-Rata 36.6 69.1 32.5 0.51

1 44 80 36 0.64 sedang 2 28 52 24 0.33 sedang 3 36 52 16 0.25 rendah 4 48 72 24 0.46 sedang 5 44 84 40 0.71 tinggi 6 32 72 40 0.59 sedang 7 40 44 4 0.07 rendah 8 32 52 20 0.29 rendah 9 12 68 56 0.64 sedang 10 24 52 28 0.37 sedang 11 28 60 32 0.44 sedang 12 48 64 16 0.31 sedang 13 40 56 16 0.27 rendah 14 24 60 36 0.47 sedang 15 28 44 16 0.22 rendah 16 32 48 16 0.24 rendah 17 20 64 44 0.55 sedang 18 68 76 8 0.25 rendah 19 28 56 28 0.39 sedang 20 16 52 36 0.43 sedang 21 48 72 24 0.46 sedang 22 36 56 20 0.31 sedang 23 16 44 28 0.33 sedang 24 60 64 4 0.10 rendah 25 48 76 28 0.54 sedang 26 28 60 32 0.44 sedang 27 40 68 28 0.47 sedang 28 52 68 16 0.33 sedang 29 44 80 36 0.64 sedang 30 28 48 20 0.28 rendah 31 28 44 16 0.22 rendah 32 32 56 24 0.35 sedang 33 44 76 32 0.57 sedang 34 32 80 48 0.71 tinggi 35 12 24 12 0.14 rendah 36 36 52 16 0.25 rendah 37 32 76 44 0.65 rendah 38 48 76 28 0.54 sedang 39 28 44 16 0.22 rendah 40 48 76 28 0.54 sedang Total 1412 2448 1036 16.02 Rata-Rata 35.3 61.2 25.9 0.40

Uji normal gain dilakukan untuk memperkuat hasil kesimpulan dan untuk mengukur signifikansi peningkatan hasil belajar siswa setelah pembelajaran. Rumus untuk mencari

normal gain adalah sebagai berikut:

N-Gain = skor posttest– skor pretest

skor ideal – skor pretest

Dengan kategorisasi sebagai berikut: g-tinggi : nilai (g) > 0,70

g-sedang : nilai 0,30 < (g) < 0,70 g-rendah : nilai (g) < 0,30

Rekapitulasi Normal Gain

Normal Gain Kelas Eksperimen Kelas Kontrol

Terendah 0,18 0,07

Tertinggi 0,89 0,71

Rata-Rata 0,51 0,40