HASIL PENELITIAN
2. Pengaruh pembinaan terhadap sikap
5.3. Keterbatasan Penelitian
Rancangan penelitian yang digunakan pada data adalah rancangan potong lintang (cross sectional) yaitu penelitian non eksperimental yang mengukur eksposure
dan outcome pada saat bersamaan atau dalam periode yang singkat. Dalam penelitian ini data yang dianalisis hanya terbatas pada variable perilaku sementara yang menyebabkan keacunan pestisida dapat disebabkan oleh variabel lain seperti baygon atau zat kimia lain
6.1. Kesimpulan
6.1.1.Karakteristik responden berdasarkan pendidikan mayoritas berpendidikan SD (42%), berjenis kelamin laki-laki (54%), dan berumur 44 tahun keatas (58%). 6.1.2. Pembinaan LSM tentang pestisida berpengaruh signifikan terhadap
pengetahuan petani mengenai pestisida di Kecamatan Kabanjahe tahun 2010 dengan p =0,004 yang berarti dengan adanya pembinaan tentang pestisida oleh LSM maka pengetahuan petani tentang pestisida juga semakin baik . 6.1.3. Pembinaan LSM tentang pestisida berpengaruh secara signifikan terhadap
sikap petani dalam hal pemakaian pestisida di Kecamatan Kabanjahe tahun 2010 dengan p = 0.009 yang berarti dengan adanya pembinaan oleh LSM maka sikap petani tentang pemakaian pestisida juga semakin baik.
6.1.4. Pembinaan LSM berpengaruh secara signifikan terhadap tindakan petani dalam pemakaian pestisida di Kecamatan Kabanjahe tahun 2010 dengan p = 0,000 yang berarti dengan adanya pembinaan oleh LSM maka tindakan petani memakaian pestisida juga semakin benar atau baik.
6.1.5. Pengetahuan petani tentang pestisida berpengaruh secara signifikan terhadap kadar cholinesterase pada petani di Kecamatan Kabanjahe tahun 2010 dengan p= 0,025 yang berarti semakin baik pengetahuan petani tentang pestisida maka semakin baik juga kadar cholinesterase dalam darah petani.
6.1.6. Sikap petani tentang pestisida berpengaruh secara signifikan terhadap kadar
cholinesterase pada petani di Kecamatan Kabanjahe tahun 2010 dengan p = 0,034 yang berarti semakin baik sikap petani tentang pemakaian pestisida maka semakin baik juga kadar cholinesterase dalam darah petani.
6.1.7. Tindakan petani tentang pemakaian pestisida berpengaruh secara signifikan terhadap kadar cholinesterase pada petani di Kecamatan Kabanjahe tahun 2010 dengan p =0,015 yang berarti semakin baik tindakan petani dalam pemakaian pestisida maka semakin baik juga kadar cholinesterase dalam darah petani.
6.1.8. Faktor yang paling dominan mempengaruhi kadar cholinesterase petani adalah tindakan petani dalam pemakaian pestisida.
6.2. Saran
6.2.1. Disarankan kepada pihak LSM memberikan penyuluhan/ceramah dengan menggunakan berbagai alat seperti LCD, CD, Leaflet dan menjalin hubungan kerja sama dengan pihak penjual pestisida karena pihak penjual pestisida lebih dekat dengan petani serta meningkatkan evaluasi terhadap materi yang disampaikan kepada petani khususnya pada saat penyemprotan berlangsung.
6.2.2. Disarankan kepada petani supaya melaksanakan aturan yang dianjurkan oleh pihak LSM dan menjalankan sesuai panduan dalam kotak pestisida supaya terhindar dari keracunan pestisida.
Jakarta
Achmadi. U.F.,1983, Efek Pencemaran Pestisida Rumah Tangga pada Penurunan Kadar Cholinesterase, Perubahan Sel Saluran Nafas dan Sel Otak Kelinci Percobaan, Laporan Penelitian FKM-UI, Jakarta
____________.,1985, Intersectoral collaboration for minimizing behavioural exposure to pesticide: Rationale from the grass root study in the central javanese agriculture. Disertasi, Australian Env. Studies. Griffit Univ.:
Dep.Kes RI,1992, Pemeriksaan Cholinesterase Darah dengan Tintometer Kit, Jakarta
Depkes RI, 1994, Persyaratan Teknis Pengamanan Pengelolaan Pestisida, Direktgoral Jenderal PPM dan PLP, Jakarta
_________________________,2003. Buku Pedoman Pengamanan Penggunaan Pestisida Khusus Untuk Petani dan Operator Pestisida, Jakarta, Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan R.I. Jakarta
Dep.Kes RI, 2004, KEPMENKES RI NO 1350/MENKES/SK/XII/2001 Tentang Pestisida
_________________________,2004. Peraturan Perundang-undangan yang berkaitan dengan Pestisida, Jakarta, Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan R.I. Jakarta _________________________, 2007. Laporan Hasil Kajian Faktor Risiko
Lingkungan dan Dampaknya Terhadap Kesehatan di Pertanian Kabupaten Karo Propinsi Sumatera Utara tahun 2006, Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan R.I, Jakarta
Dinas Kesehatan Brebes,2001. Uji Darah (Cholinesterase) pada Petani . Bekerja sama dengan Asosiasi Perlindungan tanaman di Indonesia (AIPTI)
Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, 2008. Laporan Tahunan Subdin P2P & PL Tahun 2007 Subdin P2P & PL Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, Kabanjahe Djojosumarto Panut, 2008,Pestisida dan Aplikasinya,PT Agromedia Pustaka, Jakarta
Ekti,.2007. Bahan Kimia Beracun http//www:pemudaadvent.org/Fhome. aspx?t= 6056, diakses tanggal 19 April 2010.
Eko Budiarto,2004, Metodologi Penelitian Kedokteran,EGC, Jakarta
Erniwati, 2007. Faktor-faktor yang berhubungan dengan Tingkat Pencemaran Pestisida di Kecamatan Merek Tahun 2007,Skripsi ,STIKes-MI Medan Gallo M.A., Lawryk N.J., 1991, Organic Phosphorus Pesticides dalam Handbook of
Pesticide Toxicology, vol. II, 921-951
Green L.W, and Kreuter, M.W., 2005. Health Program Planning, An Educational and Ecological Approach, Fourth Edition, Rollins School of Public Health of Emory University, New York : Published by McGraw-Hill, a bussines unit of The McGraw-Hill Companies, Inc
Irna S, 2005. Strategi Pencegahan Keracunan Pestisida Berdasarkan Perilaku Petani di Kabupaten Karo tahun 2005.Tesis,FKM USU Medan
Juli Sumirat,2003, Toksikologi Lingkungan, Gajah mada University, Yokjakarta Linda K Bangun, 2009, Pengaruh faktor Resiko Intrinsik dan Ekstrinsik
terhadap Keracunan Pestisida pada Petani Wanita Usia Subur di Kecamatan Payung Kabupaten Karo tahun 2009, Tesis, Program Pasca Sarjana , Medan
M. Sopiyudin Dahlan, 2006. Besar Sampel dalam Penelitian Kedokteran dan Kesehatan, Arkans, Jakarta
Munaf, Sjamsiur, 1997. Keracunan Akut Pestisida, Teknik Diagnosis Pertolongan Pertama Pengobatan dan Pencegahannya. Widya Medika, Cetakan pertama, Jakarta
Novizan, 2002. Membuat dan Memanfaatkan Pestisida Ramah Lingkungan. Agro Media pustaka, Jakarta
Oka Idaman, 1995,Pengendalian Hama Terpadu dan Implementasinya di Indonesia, Gajah Mada Universitas Presss, Jokjakarta
Praptini, Titiek, Sulistiyani,Suharto.2002. Faktor-faktor yang Berkaitan dengan Kejadian Keracunan Pestisida pada Tenaga Kerja Teknis Pestisida Perusahaan Pemberantasan Hama di Kota Semarang Tahun 2002, Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Volume 2 N0 .1.
Putra Manuaba, I.B, 2007, Cemaran Pestisida Klor-Organik pada Air Danau Buyan Buleleng Bali, Jurnal Kimia
Rini Wudianto, 2007, Petunjuk Penggunaan Pestisida,Penebar Swadaya, Jakarta
Soekidjo Notoadmojo, 2003, Pendidikan dan Perilaku Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta
Soekidjo Notoadmojo, 2005, Pendidikan dan Perilaku Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta
Sastroutomo,S.S,1992. Pestisida Dasar-Dasar dan Dampak Penggunaannya.PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta,p 185
Short K, 1994. Racun Cepat, Racun Lamat (terjemahan), PAN Indonesia, Jakarta Soetikno S, Dasar-Dasar dan Dampak Penggunaan Pestisida, PT Gramedia
pustaka Utama, Jakarta
Sulani .F., 1999, Pengaruh Penggunaan Pestisida Terhadap Penurunan Aktivitas
Cholinestrase Darah Pada Petani Perempuan Penyemprot Jeruk di
Kecamatan Barus Jahe Kabupaten Karo. Tesis Program Pasca Sarjana USU
Sulistiyono, 2002. Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Petani Bawang Merah dalam Penggunaan Pestisida (kasus di Kabupaten Nganjuk Propinsi Jawa Timur), Thesis Program Pascasarjana,IPB
Subyiakto Sudarmo, 1990.Pestisida , Kanisius, Yokyakarta
Usaha B, Program Radio Masyarakat Holtikultura Karo Menjangkau Masyarakat Luas,http//www.usaid.com.program Indonesia .Tanah Karo.Kabanjahe, diakses tgl 15 Pebruari 2010
Weisenburger,DD, 1990.Enviromental Epidemiology of non Hodgkins lymphoma in eastern Nebraska; Am J Ind Med
Formulir Pengumpulan Data
PENGARUH BINAAN LSM TERHADAP PERILAKU