• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hari II 08.00 – 10.00 Sesi III: Jadilah Proaktif

A. Keterbatasan Penelitian

Hasil penelitian di atas juga memiliki keterbatasan, yaitu: 1. desain one-group pretest-posttest

Desain penelitian ini tidak memakai kelompok kontrol yang mengakibatkan tidak adanya pembanding yang digunakan sehingga validitasnya masih lemah karena bisa saja ada sumber-sumber invaliditas lain yang mempengaruhi perubahan pada subjek. Oleh karena itu, perubahan yang dicapai peserta PPKM dalam penelitian ini bisa saja disebabkan oleh hal-hal lain selain karena pemberian PPKM tahap I tahun 2008.

2. adanya outlier

Data yang tidak berdistribusi secara normal dari hasil penelitian ini juga memunculkan subjek yang memiliki / mendapat nilai ekstrim dari kelompok (outlier) (Howell, 1982; Santoso, 2007, September 16). Peneliti tidak menghapuskan outlier yang ada karena sudah dipastikan tidak ada kesalahan dalam pemasukan data. Selain itu, jumlah subjek yang cukup besar mengakibatkan peneliti tidak mengetahui secara pasti penyebab adanya outlier tersebut dan perlu kajian yang lebih mendalam.

3. alat ukur

Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini, terutama skala perilaku Kebiasaan 1, 2, dan 3, yang menggunakan self-report berpotensi untuk menimbulkan penilaian yang berlebihan terhadap diri subjek. Selain itu, adanya identitas NIM dan jurusan kuliah yang diminta dalam pengisian data juga berpotensi untuk memunculkan respon yang tidak murni dari subjek. Subjek diminta untuk menuliskan NIM dan jurusan kuliahnya agar lebih mudah dalam memasangkan data pre-test dan data post-test seperti yang disyaratkan oleh teknik paired sample t-test.

4. metode pengambilan data

Tenggang waktu / jeda pengambilan data antara pre-test dan post-test

yang hanya berjarak 2 minggu diperkirakan belum menggambarkan keadaan subjek sebenarnya, serta juga ada potensi faktor proses pengingatan kembali dalam pengisian data (carry-over effect).

Selain itu, Kristanto (2004), Liberman (2006), dan Tjia (2006) mengungkapkan bahwa untuk mendapatkan data mengenai perilaku peserta pelatihan bisa dengan cara pengamatan / observasi, penilaian diri dari peserta (self-analyze), maupun penilaian dari rekan / lingkungan. Sedangkan dalam penelitian ini hanya menggunakan penilaian diri dari peserta. Hal ini mengakibatkan penggambaran perilaku subjek belum menyeluruh. Pengambilan data post-test yang hanya sekali, terutama untuk pengukuran perilaku, juga membuat penggambaran perilaku subjek yang didapat belum menyeluruh. Peneliti hanya melakukan pengukuran

penilaian diri peserta dengan alasan keterbatasan sumber daya dan waktu yang dimiliki peneliti serta banyaknya subjek yang terlibat dalam penelitian ini membutuhkan koordinasi yang kompleks dan menyeluruh untuk bisa menghasilkan temuan yang lebih menyeluruh.

B. Kesimpulan

Hal yang dapat disimpulkan dari hasil penelitian ini adalah:

1. PPKM tahap I tahun 2008 dapat meningkatkan tingkat peserta terhadap materi PPKM dan mengindikasikan tercapainya efektivitas program PPKM tahap I tahun 2008,

2. PPKM tahap I tahun 2008 dapat mengubah perilaku peserta untuk lebih mendekati perilaku Kebiasaan 1, 2, dan 3.

C. Saran

Berdasarkan hasil pembahasan dan pertimbangan keterbatasan penelitian ini, saran-saran yang bisa diberikan adalah:

1. Bagi peneliti selanjutnya

Peneliti selanjutnya dapat merevisi atau menyempurnakan metode / alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini sehingga menghasilkan pengkajian yang lebih akurat. Secara khusus, untuk alat ukur tes pengetahuan materi PPKM bisa menambahkan jumlah aitem yang ada atau mengubah bentuk tes, misalnya menjadi tipe esai. Sedangkan untuk pengukuran perilaku, peneliti selanjutnya dapat menggunakan alat ukur

lain, seperti penilaian dari pihak luar sehingga dapat meminimalisir penilaian yang berlebihan dari subjek / peserta pelatihan.

Bagi peneliti selanjutnya dapat mempertimbangkan penggunaan kelompok kontrol dalam penelitian selanjutnya, tentunya dengan pertimbangan kesetaraan kelompok yang dijadikan subjek. Selain itu, jeda / tenggang waktu pengambilan data pre-test dan post-test bisa lebih diperpanjang, atau bisa dengan pengambilan post-test berulang, misal 2 minggu, 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan setelah PPKM, atau jika memungkinkan dalam waktu 1 tahun setelah PPKM. Perlu dipertimbangkan juga untuk menggunakan keseluruhan 4 model evaluasi pelatihan menurut Kirkpatrick dimana untuk evaluasi hasil bisa menggunakan indikator IP semester atau IPK.

Koordinasi yang lebih menyeluruh mutlak diperlukan, terutama pada saat pengambilan data post-test agar jumlah data yang rusak bisa diminimalisir atau bisa menjangkau jumlah sampel yang lebih banyak sehingga bisa menghasilkan hasil analisa yang lebih akurat.

2. Bagi pihak Universitas Sanata Dharma

Pelaksanaan PPKM dapat dilanjutkan dengan metode pembelajaran yang sama karena mampu memfasilitasi peserta untuk menambah pengetahuan dan sebagai referensi dalam perubahan perilaku.

Personnel Psychology, Vol. 50, 341-358. Diakses 31 Oktober 2007 dari http://proquest.umi.com/pqdweb?sid=2&RQT=511&TS=1193803388&clientId =78722&firstIndex=40.

Alvarez, K., Salas,., & Garofano, C. M. (2004). An Integrated Model Of Training Evaluation And Effectiveness. Human Resource Development Review, 3(4),

385-416. Diakses 25 September 2007 dari http://proquest.umi.com/pqdweb?sid=4&firstIndex=0&RQT=511&TS=119070

6419&clientId=78722.

American Psychological Association (APA). (2001). Publication Manual of the American Psychological Association (5th ed). Washington DC: Author.

Ananta, Ernest Wasis Gris. 2005. Pelatihan Kepemimpinan Asta Brata Pada Mahasiswa Etnis Jawa. Skripsi (tidak diterbitkan). Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

As’ad, Moh. (2004). Seri Ilmu Sumber Daya Manusia: Psikologi Industri (edisi keempat). Yogyakarta: Liberty.

Azwar, Saifuddin. (2007a). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

_______________. (2007b). Reliabilitas Dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. _______________. (2007c). Sikap Manusia: Teori Dan Pengukurannya (edisi ke-2).

Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

_______________. (2007d). Tes Prestasi: Fungsi Dan Pengembangan Pengukuran Prestasi Belajar (edisi II). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Bedingham, Keith. (1997). Proving The Effectiveness Of Training. Industrial and Commercial Training, 29(3), 88-92. Diakses 25 September 2007 dari http://proquest.umi.com/pqdweb?sid=4&firstIndex=0&RQT=511&TS=119070 6933&clientId=78722.

Bernardin, John & Russell, Joyce E. A.. (1993). Human Resource Management (An Experiential Approach). New York: McGraw-Hill.

Bismoko, J., & Supratiknya, A. (2004). Pedoman Penulisan Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Blumenfeld, Warren S., & Holland, Max G. (1971). A Model For Empirical Evaluation Of Training Effectiveness. Personnel Journal (pre-1986), 50(000008). 637-640. Diakses 27 September 2007 dari http://proquest.umi.com/pqdweb?sid=2&firstIndex=20&RQT=511&TS=11909 77798&clientId=78722.

Bramley, Peter. (1991). Evaluating Training Process: Translating Theory Into Practice. London: McGraw-Hill.

Cascio, W. F. (1998). Managing Human Resources (5th ed). Denver: McGraw-Hill. Covey, Sean. (2001). The 7 Habits Of Highly Effective Teens (Arvin Saputra,

Penerjemah) (Lyndon Saputra, editor). Jakarta: Binarupa Aksara (Buku asli diterbitkan 2001).

Covey, Stephen R. (1995). The 7 Habits Of Highly Effective People (video materi). (diproduksi oleh Covey Leadership Center 3507 North University Avenue, Suite 100, Provo, Utah, Amerika Serikat).

________________. (1997). The 7 Habits Of Highly Effective People (Budijanto, Penerjemah). Jakarta: Binarupa Aksara (Buku asli diterbitkan 1993).

________________. (2002). Living The 7 Habits: Menerapkan 7 Kebiasaan Dalam Kehidupan Sehari-Hari, Kisah-Kisah Tentang Keberanian dan Inspirasi (Arvin Saputra, Penerjemah) (Lyndon Saputra, Editor). Jakarta: Binarupa Aksara (Buku asli diterbitkan 2001).

________________. (2003). The 7 Habits Of Highly Effective People Personal Workbook. New York: Simon & Schuster, Inc.

Deauna, Melecio C. (1996). Elementary Statistics For Basic Education. Quezon City: Phoenix Publishing House Inc.

Dessler, Gary. (1997). Human Resource Management (7th ed.). London: Prentice-Hall International.

Echols, John M., & Shadily, Hasan. (1990). Kamus Inggris – Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia.

Frayne, C. A. & Geringer, J. M. (2000). Self-Management Training for Improving Job Performance: A Field Experiment Involving Salespeople. Journal of Applied Psychology, 85, 361-372.

Gloria People Development Center. (2007, Juni-September). Program Pribadi Efektif. Materi disampaikan pada Lokakarya Pribadi Efektif Karyawan Armada Finance di Salatiga, Jawa Tengah.

Golnaz, Sadri, & Snyder, Peggy J. (1995). Methodological Issues In Assessing Training Effectiveness. Journal Of Managerial Psychology, 10(4). 30-32.

Diakses 25 September 2007 dari http://proquest.umi.com/pqdweb?sid=4&firstIndex=0&RQT=511&TS=119070

6933&clientId=78722.

Green, Samuel B. & Salkind, Neil J. (2003). Using SPSS For Windows And Macintosh: Analyzing And Understanding Data (3rd edition). New Jersey: Prentice Hall.

Hadi, Sutrisno. (2001). Statistik: Jilid 1. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Hardjana, Agus M. (2001). Training SDM Yang Efektif. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Howell, David C. (1982). Statistical Methods For Psychology. Boston: Duxbury Press.

Inisiasi Sanata Dharma 2002. (2002). Tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Irma, Dewi. (2007). Lulusan PT Butuh "Soft Skill". Diakses 13 September 2007 dari http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/062007/07/kampus/utama01.htm. Ismanto, Djodi. (2007, 6 Februari). The 7 Habits Of Effective People. Pesan

disampaikan ke milis trainersclub, di http://groups.yahoo.com/group/trainersclub.

Kartono, St. (2007, Desember). Di Tengah “Bandung Lautan Asmara” Ada Kedisiplinan Dan Kemandirian. Kasadhar: Media Komunikasi Sanata Dharma, No. 6 Th. VI. 31 – 33.

Kerlinger, Fred N. (2002). Asas-Asas Penelitian Behavioral. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Kirkpatrick, Donald L. (1998). Evaluating Training Programs: The Four Levels (Second Edition). San Francisco: Berret-Koehler Publishers, Inc.

Kirkpatrick, Jim. (2007). The Hiddern Power Of Kirkpatrick Four Levels. T + D, 61(8). 34-37. Diakses 25 September 2007 dari http://proquest.umi.com/pqdweb?index=1&did=1327907221&SrchMode=1&si d=1&Fmt=6&VInst=PROD&VType=PQD&RQT=309&VName=PQD&TS=1 190704277&clientId=78722.

Kristanto, Endro. (2004). Evaluasi Efektivitas Pelatihan. Jurnal Psiko Wacana, III(1), 63-77.

Kristiani, Tyas. (2006). Efektivitas Pelatihan Public Speaking Terhadap Peningkatan Harga Diri Peserta Pelatihan Public Speaking Angkatan Ke-24 Di Abhiseka Training Center Yogyakarta. Skripsi (tidak diterbitkan). Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Latipun. (2006). Psikologi Eksperimen (edisi ke-2). Malang: UMM Press.

Liberman, Kerry. (2006). Evaluate Training. Credit Union Management, 29(10), 42.

Diakses 27 September 2007 dari http://proquest.umi.com/pqdweb?index=21&did=1146737011&SrchMode=1&

sid=2&Fmt=3&VInst=PROD&VType=PQD&RQT=309&VName=PQD&TS= 1190976811&clientId=78722.

Marpaung, Maretta Br. (2007). Efektivitas Pelatihan Motivasi “Spirit of The Winner” Terhadap Peningkatan Motivasi Kerja Pada Karyawan. Skripsi (tidak diterbitkan). Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Modul Pelatihan Pengembangan Kepribadian Mahasiswa 2006-2007. (2007). Tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Modul Pelatihan Pengembangan Kepribadian Mahasiswa. (2008). Tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Muchinsky, Paul M. (2003). Psychology Applied To Work: An Introduction To Industrial And Organizational Psychology. Melbourne: Thomson Learning Inc. Noe, Raymond A. 2002. Employee Training & Development. New York:

Ostroff, Cheri. (1991). Training Effectiveness Measures And Scoring Schemes: A Comparison. Personnel Psychology, 44(2). 353-374. Diakses 25 September

2007 dari http://proquest.umi.com/pqdweb?sid=4&firstIndex=0&RQT=511&TS=119070

6419&clientId=78722

Penyelenggaraan PMME 1997 (Laporan Kegiatan). (1998). Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Pfeiffer, Wiiliam J., & Ballew, Arlette C. (1988). Training Technologies In Human Resource Development. San Diego: University Associates, Inc.

Phillips, Jack J., & Stone, Ron D. (2002). How To Measure Training Results: A Practical Guide To Tracking The Six Key Indicators. New York: McGraw-Hill.

Proposal Pelatihan Pengembangan Kepribadian Mahasiswa 2006/2007. (2006). Tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Santoso, Agung. (2007, September 14). Uji Asumsi 1 : Uji Normalitas. Diakses 28 Maret 2008 dari www.psikologistatistik.blogspot.com.

_____________. (2007, September 15). Uji Asumsi 1 Revised : Isu Seputar Uji Normalitas. Diakses 28 Maret 2008 dari www.psikologistatistik.blogspot.com. _____________. (2007, September 16). Uji Asumsi 1 : Uji Normalitas dalam SPSS.

Diakses 28 Maret 2008 dari www.psikologistatistik.blogspot.com.

_____________. (2007, December 22). T-Test : The Beginning. Diakses 28 Maret 2008 dari www.psikologistatistik.blogspot.com.

_____________. (2007, December 29). T-Test Revolution: Paired-Sample T-Test. Diakses 28 Maret 2008 dari www.psikologistatistik.blogspot.com.

_____________. (2007, December 31). T-Test (Almost) Final Encounter : Asumsi-Asumsi T-Test. Diakses 28 Maret 2008 dari www.psikologistatistik.blogspot.com.

_____________. (2008, Januari 9). Tiga Pertanyaan Mengenai Asumsi Normalitas. Diakses 28 Maret 2008 dari www.psikologistatistik.blogspot.com.

_____________. (2008, Januari 18). Pertanyaan Keempat Seputar Uji Asumsi. Diakses 28 Maret 2008 dari www.psikologistatistik.blogspot.com.

Steiner, Dirk D., Dobbins, Gregory H., & Trahan, Wanda A. (1991). The Trainer-Trainee Interaction: An Attributional Model Of Training. Journal Of Organizational Behavior, 12(4). 271-286. Diakses 31 Oktober 2007 dari http://proquest.umi.com/pqdweb?sid=2&RQT=511&TS=1193803388&clientId =78722&firstIndex=40.

Sumaryana, Asep. (2007). IPK vs Soft Skill. Diakses 13 September 2007 dari http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/072007/18/0901.htm.

Supratiknya, A. (1999). Konstruksi Tes: Reader. Tidak Diterbitkan, Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.000. Susana, Tjipto. (2007, 10 September). Sejarah PPKM. Pesan disampaikan ke milis

Psikologi USD, di http://groups.yahoo.com/group/psikofamily usd_group. Tjia, Eko Cahyono. (2006). The Experimental Study On Training Effectiveness Of

Personal Effectiveness Program: A Pre-Post Evaluation Of The Training Result With Myer Briggs Type Indicators Personality Profile As A Moderator. Tesis (tidak diterbitkan). Yogyakarta: Pascasarjana Universitas Gadjah Mada. Wei, Tao Tai. (2006). Effects Of Training Framing, General Self-Efficacy And

Training Motivation On Trainees’ Training Effectiveness. Personnel Review, 35(1). 51-65. Diakses 25 September 2007 dari http://proquest.umi.com/pqdweb?sid=4&firstIndex=0&RQT=511&TS=119070 6933&clientId=78722.

Wijaya, Meliana Adiningsih. (2007). Efektivitas Permainan Pura-Pura Dalam Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Pada Anak Pra Sekolah. Skripsi (tidak diterbitkan). Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

LAMPIRAN 1

Dokumen terkait