METODE PENELITIAN
SIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN PENELITIAN
C. Keterbatasan Penelitian
Adapun keterbatasan dalam penelitian ini yaitu:
1. Penelitian ini hanya menggunakan 7 variabel independen yaitu likuiditas, leverage, profitabilitas, kepemilikan saham publik, ukuran perusahaan, umur perusahaan dan status perusahaan sebesar 34,7%, kemungkinan bahwa masih terdapat variabel lain yang mempengaruhi kelengkapan pengungkapan laporan keuangan secara lebih besar yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
2. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini hanya terfokus pada industri manufaktur yang terdaftar di BEI, sehingga kesimpulan yang dihasilkan dari penelitian ini tidak dapat digeneralisasi untuk jenis perusahaan lain.
3. Penelitian ini menggunakan sampel yang relatif kecil, dikarenakan periode penelitian hanya 4 tahun yaitu 2012 – 2015, sehingga sangat besar kemungkinan sampel tidak mampu merepresentasikan populasi dengan baik.
4. Penelitian ini menggunakan indeks pengungkapan oleh karena itu keterbatasan utama penelitian ini adalah unsur subyektifitas dalam mengukur luas pengungkapan laporan keuangan perusahaan.
5. Penelitian ini hanya menggunakan butir pengungkapan wajib BAPEPAM hanya pada bentuk dan isi laporan sebanyak 69 butir sehingga tidak secara keseluruhan dan spesifik pada luas kelengkapan yang terdapat pada peraturan
Almilia, Luciana. Spica., dan Ikka Retrinasari., “Analisis Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Kelengkapan Pengungkapan dalam Laporan Tahunan Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEJ.” Proceeding Seminar Nasional Inovasi dalam Menghadapi Perubahan Lingkungan Bisnis. Universitas Trisakti.
Azaria, Amanda., dan Achyani Fatchan., 2015, “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Keluasan Pengungkapan Informasi Dalam Laporan Tahunan.” Syariah Paper Accounting, Universitas Muhammadiyah Surakarta, h. 93-102
BAPEPAM, SK nomor KEP-431/BL/2012 tentang Penyampaian Laporan
Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik, http://www.ojk.go.id/ Diakses tanggal 18 Juni 2016 pk 14.00 WIB.
Benardi, Meliana, Sutrisno., dan Prihat Asih., 2009, “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Luas Pengungkapan dan Implikasinya terhadap Asimetri Informasi.” Makalah Simposium Nasional Akuntansi 12.
Chariri, Anis., dan Imam Ghozali, 2003, Teori Akuntansi, Edisi Revisi, Universitas Diponegoro, Semarang.
Devi, Ida. Ayu., dan Suardana, K. A., 2014, Pengaruh Ukuran Perusahaan, Likuiditas, Leverage, dan Status Perusahaan pada Kelengkapan Pengungkapan Laporan Keuangan, Jurnal Akuntansi, Universitas Udayana, ISSN: 2302-8556, h. 478-499
Dirbiyantoro, 2001, Pengaruh Struktur Modal dan Profitabilitas Perusahaan terhadap Mandatory Disclosure Financial Statement Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI. Jurnal Ekonomi dan Informasi Akuntansi, Vol.1, No - 2, h. 174-199
Ginting, Adhika Nirmalasari., 2012, “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pengungkapan Sukarela dalam Laporan Tahunan Perusahaan Manufaktur di Indonesia”. Depok, Universitas Indonesia.
Halim, Moh., dan Vicky Sampurno., 2015, Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kelengkapan Laporan Keuangan (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di BEI), Jurnal Manajemen Dan Bisnis Indonesia, Vol.1, No. 2, Universitas Muhammadiyah Jember, h. 273-274
Hardiningsih, Pancawati., 2008, “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Voluntary Disclosure Laporan Tahunan Perusahaan.” Jurnal Bisnis dan Ekonomi, Vol.15, No. 1, h. 72-77.
Harianto, Farid., dan Siswanto Sudomo., 2001, Perangkat dan Teknis Analisis Investasi di Pasar Modal Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
Hassan, M.K., 2013, Corporate Governance Characteristics and Voluntary Disclosure: The Case of UAE Listed Corporations, Proceeding International Conference on Business, Economics, and Accounting, Bangkok, March 20-23.
Hendriksen, D, Eldon., and Micahel F, Van Bred., 2002, Teori Akuntansi, Edisi V, Buku 2, Interaksara, Batam.
Ikatan Akuntansi Indonesia, 2009, Standar Akuntansi Keuangan, Salemba Empat, Jakarta.
Jensen, Michael., dan Meckling, William, 1976, “The Agency Theory of The Firm: Managerial Behavior, Agency Cost, and Ownership Structure”, Journal of Financial Economics, Vol.3, No. 4, h. 305-360.
Maharani, L.G Putri., Dan I.G.A.N Budiasih., 2016, Pengaruh Ukuran, Umur Perusahaan, Struktur Kepemilikan, dan Profitabilitas Pada Pengungkapan Wajib Laporan Tahunan, E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, Vol. 14.1, h. 37-48.
Mahmud, Mulyani., 2012, Faktor-Faktor Fundamental yang Mempengaruhi Kelengkapan Pengungkapan Laporan Keuangan, Jurnal Ekonomi, Universitas Brawijaya.
Mamduh, M.Hanafi., dan Abdul Halim, 2007, Makalah Analisis Laporan Keuangan, Edisi Revisi, AMP YKPN, Yogyakarta.
Mardiyah, Aida Ainul., 2002, Pengaruh Informasi Asimetri dan Disclosure terhadap Cost of Capital, Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, Vol. 5, No. 2, Hal. 229-256.
Marwata., 2001, Hubungan Antara Karakteristik Perusahaan dan Kualitas Ungkapan Sukarela dalam Laporan Tahunan Perusahaan Publik di Indonesia. Makalah Simposium Nasional Akuntansi IV.
Na’im, Ainun., dan Fuad, Rachman., 2000, Analisis Hubungan Antara Kelengkapan Pengungkapan Laporan Keuangan dengan Struktur Modal dan Tipe Kepemilikan Perusahaan. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, Vol. 15. No. 1 PP, h.70-82.
Nazaruddin, Ietje., dan Basuki, A.T., 2016, Analisis Statistik dengan SPSS, Edisi Pertama, Danisa Media, Yogyakarta.
Nugroho, A. S., 2011, Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Tingkat Keluasan Pengungkapan Laporan Keuangan pada Sektor Industri Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Media Mahardhika, Vol. 9. No. 3, h. 2-21.
Purwandari, A., dan Purwanto, A., 2012, “Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Struktur Kepemilikan Dan Status Perusahaan Terhadap Pengungkapan Laporan Keuangan Pada Perusahaan Manufaktur Di Indonesia.”
Doctoral Dissertation, Universitas Diponegoro.
Santoso, Singgih., 2012, Analisis SPSS pada Statistik Parametrik, PT Elex Media Komputindo, Jakarta.
Sofiana, N., 2010, “Analisis Pengaruh Karakteristik Perusahaan terhadap Kelengkapan Pengungkapan dalam Laporan Tahunan Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI.” Doctoral Dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Sudarmadji, Murdoko, A., dan Sularto, L., 2007, Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Leverage, dan Tipe Kepemilikan Perusahaan Terhadap Luas Voluntary Disclosure Laporan Keuangan Tahunan, Proceeding PESAT Gunadarma, Vol. 2, h. 53-60.
Sugiyono, 2010, Metode Penelitian Bisnis, Alfabeta, Bandung.
Susanto., Kasmadi., 1992, Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Luas Pengungkapan Sukarela dalam Laporan Tahunan Perusahaan-Perusahaan Di Indonesia. Jurnal Akuntansi dan Manajemen, h. 71-88.
Suta, A. Y., dan Laksito, H., 2012, “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Luas Pengungkapan Informasi Sukarela Laporan Tahunan.” Doctoral
Dissertation, Universitas Diponegoro Semarang.
Sutomo, Ibnu., 2004, “Analisis Rasio Likuiditas, Solvabilitas dan Karakteristik Perusahaan Terhadap Luas Pengungkapan Sukarela Pada Laporan Tahunan Perusahaan.” Thesis, Universitas Diponegoro Semarang.
Wallace, R. S. Olusegun etc, 1994, “The Relation Between the Comprehensivenessof Corporate Annual Report and Firm Characteristics in Spain.” Accounting and Bussiness Research. Vol. 25, Winter, h 41-53. Wardani, R. P., 2012, Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Luas Pengungkapan
Sukarela, Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 14. No. 1, h. 2-14
Weston, J.Fred., dan Eugene F. Brigham., 1993, Manajemen Keuangan, Jakarta, Erlangga.
Widani, Octaria., 2015, “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kelengkapan Pengungkapan (Disclosure) Laporan Keuangan.” Skripsi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Yulianti, Astri., 2012, “Pengaruh Struktur Modal, Tipe Kepemilikan, Ukuran Perusahaan, dan Profitabilitas dengan Kelengkapan Pengungkapan Laporan Keuangan.” Skripsi, Sarjana Jurusan Ilmu Ekonomi Islam, Yogyakarta.
2. AISA (Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk) 3. AKPI (Argha Karya Prima Industry Tbk) 4. AMFG (Asahimas Flat Glass Tbk) 5. APLI (Asiaplast Industries Tbk) 6. ARNA (Arwana Citra Mulia Tbk)
7. ASII (Astra International Tbk)
8. AUTO (Astra Auto Part Tbk)
9. BUDI (Budi Acid Jaya Tbk) 10.CEKA (Cahaya Kalbar Tbk)
11.CPIN (Charoen Pokphand Indonesia Tbk) 12.DPNS (Duta Pertiwi Nusantara)
13.GGRM (Gudang Garam Tbk)
14.HMSP (Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk) 15.ICBP (Indofood CBP Sukses Makmur Tbk) 16.INAI (Indal Aluminium Industry Tbk) 17.INDF (Indofood Sukses Makmur Tbk) 18.INTP ( Indocement Tunggal Prakasa Tbk ) 19.JPFA (Japfa Comfeed Indonesia Tbk) 20.KAEF (Kimia Farma Tbk)
21.KLBF (Kalbe Farma Tbk) 22.LION (Lion Metal Works Tbk) 23.LMSH (Lionmesh Prima Tbk) 24.MERK (Merck Tbk)
25.MLBI (Multi Bintang Indonesia Tbk) 26.MYOR (Mayora Indah Tbk)
30.SMGR ( Semen Gresik Tbk ) 31.SMSM (Wijaya Karya Beton Tbk ) 32.TCID (Mandom Indonesia Tbk) 33.TOTO (Surya Toto Indonesia Tbk) 34.TRIS (Trisula International Tbk) 35.TRST (Trias Sentosa Tbk) 36.TSPC (Tempo Scan Pasific Tbk)
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid PMDN 41 38.7 38.7 38.7 PMA 65 61.3 61.3 100.0 Total 106 100.0 100.0 Panel B Statistics
LIKUID LEV PROFIT KSP SIZE AGE STAT INDEX
N Valid 106 106 106 106 106 106 106 106 Missin g 0 0 0 0 0 0 0 0 Mean 3.439055 .465436 .224291 .317830 24.180213 19.84 .61 55.51 Median 2.056730 .418250 .152250 .355600 26.803200 20.50 1.00 56.00 Std. Deviation 7.0319965 .2324508 .3058025 .1432866 5.0936001 7.070 .489 2.542 Minimum .0167 .0610 .0015 .0170 12.9969 0 0 49 Maximum 69.6678 1.2486 2.1740 .6693 30.2482 34 1 60
Residual
N 106
Normal Parametersa,b Mean .0000000
Std. Deviation .01904635
Most Extreme Differences Absolute .071
Positive .069
Negative -.071
Test Statistic .071
Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d
a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardiz ed Coefficient s t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Toleran ce VIF 1 (Constant) .506 .014 35.644 .000 LIKUIDITAS .000 .000 .134 1.700 .092 .960 1.041 LEVERAGE -.001 .009 -.005 -.059 .953 .841 1.189 PROFITABILITAS .031 .007 .376 4.503 .000 .856 1.168 KEPEMILIKAN SAHAM PUBLIK .066 .014 .379 4.641 .000 .894 1.118 UKURAN PERUSAHAAN .000 .000 .023 .253 .801 .735 1.360 UMUR PERUSAHAAN .001 .000 .218 2.451 .016 .753 1.329 STATUS PERUSAHAAN -.014 .005 -.283 -3.124 .002 .729 1.371 a. Dependent Variable: KELENGKAPAN PENGUNGKAPAN
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) .021 .007 2.952 .004 LIKUIDITAS .000 .000 -.133 -1.356 .178 LEVERAGE -.005 .005 -.107 -1.015 .313 PROFITABILITAS .003 .003 .095 .911 .364 KEPEMILIKAN SAHAM PUBLIK -.004 .007 -.063 -.619 .537 UKURAN -6.149E-5 .000 -.031 -.277 .782 UMUR .000 .000 -.080 -.718 .474 STATUS PERUSAHAAN .004 .002 .179 1.585 .116
a. Dependent Variable: Abs_Res
Uji Autokorelasi Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .645a .415 .374 2.012 1.331
a. Predictors: (Constant), STATUS PERUSAHAAN, LIKUIDITAS, PROFITABILITAS, KEPEMILIKAN SAHAM PUBLIK, LEVERAGE, UMUR PERUSAHAAN, UKURAN PERUSAHAAN
Model Unstandardized Coefficients Coefficient s t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Toleran ce VIF 1 (Constant) .506 .014 35.644 .000 LIKUIDITAS .000 .000 .134 1.700 .092 .960 1.041 LEVERAGE -.001 .009 -.005 -.059 .953 .841 1.189 PROFITABILITAS .031 .007 .376 4.503 .000 .856 1.168 KEPEMILIKAN SAHAM PUBLIK .066 .014 .379 4.641 .000 .894 1.118 UKURAN PERUSAHAAN .000 .000 .023 .253 .801 .735 1.360 UMUR PERUSAHAAN .001 .000 .218 2.451 .016 .753 1.329 STATUS PERUSAHAAN -.014 .005 -.283 -3.124 .002 .729 1.371 a. Dependent Variable: KELENGKAPAN PENGUNGKAPAN
1 Regression .027 7 .004 9.950 .000b
Residual .038 98 .000
Total .065 105
a. Dependent Variable: KELENGKAPAN
b. Predictors: (Constant), STATUS PERUSAHAAN, LIKUIDITAS, PROFITABILITAS, KEPEMILIKAN SAHAM PUBLIK, LEVERAGE, UMUR, UKURAN
Uji Koefisien Determinasi
Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .645a .415 .374 2.012 1.331
a. Predictors: (Constant), STATUS PERUSAHAAN, LIKUIDITAS, PROFITABILITAS, KEPEMILIKAN SAHAM PUBLIK, LEVERAGE, UMUR PERUSAHAAN, UKURAN PERUSAHAAN
Case Number Std. Residual
KELENGKAPA
N Predicted Value Residual
1 -1.508 .4902 .519936 -.0297357 2 1.124 .5392 .517039 .0221608 3 1.044 .5392 .518625 .0205746 5 2.068 .5686 .527822 .0407779 8 -1.082 .5098 .531139 -.0213388 11 1.757 .5784 .543770 .0346296 14 1.372 .5490 .521952 .0270481 19 -1.739 .4804 .514690 -.0342899 24 -1.168 .5196 .542623 -.0230226 32 -1.193 .5196 .543118 -.0235179 36 -1.819 .5000 .535861 -.0358605 38 -1.378 .5098 .536974 -.0271740 39 -1.348 .5098 .536383 -.0265828 47 1.296 .5784 .552849 .0255510 48 1.256 .5784 .553639 .0247608 49 2.128 .5882 .546242 .0419580 50 1.632 .5784 .546235 .0321652 51 -1.500 .5784 .607969 -.0295695 52 1.537 .5784 .548090 .0303099 57 -1.014 .5294 .549400 -.0199996 59 -1.162 .5196 .542518 -.0229178 61 1.065 .5784 .557395 .0210046 63 1.311 .5882 .562352 .0258485 65 -1.142 .4902 .512718 -.0225179 68 1.232 .5686 .544306 .0242944 71 1.363 .5784 .551529 .0268706 81 1.943 .5588 .520497 .0383033 82 1.247 .5490 .524408 .0245919 84 -1.234 .5098 .534129 -.0243287 88 -1.669 .5196 .552512 -.0329118 90 -1.194 .5294 .552942 -.0235423 91 -1.585 .5196 .550845 -.0312452 92 -1.290 .5196 .545028 -.0254280
104 1.061 .5882 .567286 .0209144
106 1.144 .5882 .565643 .0225567
Status Perusahaan (X7) Ukuran Perusahaan (X6) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) Likuiditas (X1) Leverage (X2) Profitabilitas (X3) Kepemilikan Saham Publik (X4) Kelengkapan Pengungkapan Laporan Keuangan Umur Perusahaan (X5)
Perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2012-2015 Perusahaan yang delisting 2012-2015
Perusahaan yang IPO pada tahun 2013-2015
Perusahaan yang tidak mempublikasikan laporan keuangan selama 2012-2015
Perusahaan yang tidak mempunyai data lengkap
Perusahaan yang tidak menggunakan mata uang Rupiah sebagai mata uang pelaporan, agar kriteria pengukuran sama
Perusahaan yang tidak memiliki laba positif
554 (5) (9) (96) (116) (84) (88)
Perusahaan terpilih sebagai sampel 156
Jumlah outlier (50)
1. KEWAJIBAN PENYAMPAIAN LAPORAN TAHUNAN
a. Emiten atau Perusahaan Publik yang pernyataan pendaftarannya telah menjadi efektif wajib menyampaikan laporan tahunan kepada Bapepam dan LK paling lama 4 (empat) bulan setelah tahun buku berakhir.
b. Dalam hal Emiten atau Perusahaan Publik memperoleh pernyataan efektif untuk pertama kali setelah tahun buku berakhir sampai dengan batas waktu penyampaian laporan tahunan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, maka Emiten atau Perusahaan Publik dimaksud wajib menyampaikan laporan tahunan kepada Bapepam dan LK paling lama pada saat panggilan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan atau pada akhir bulan ke 6 (enam) setelah tahun buku berakhir, mana yang lebih dahulu.
c. Laporan tahunan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, disampaikan dalam bentuk dokumen fisik (hardcopy) paling kurang 2 (dua) eksemplar, satu di antaranya dalam bentuk asli, dan disertai dengan laporan dalam bentuk dokumen elektronik (softcopy).
Laporan tahunan dalam bentuk asli dimaksud adalah laporan tahunan yang wajib dibubuhi tanda tangan secara langsung oleh seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi.
d. Laporan tahunan wajib dimuat dalam laman (website) Emiten atau Perusahaan Publik bersamaan dengan disampaikan laporan tahunan tersebut kepada Bapepam dan LK.
e. Laman (website) sebagaimana dimaksud dalam huruf d dapat diakses setiap saat.
f. Laporan tahunan wajib tersedia bagi para pemegang saham pada saat panggilan RUPS Tahunan.
g. Dalam hal laporan tahunan telah tersedia bagi pemegang saham sebelum jangka waktu 4 (empat) bulan sejak tahun buku berakhir, maka laporan tahunan dimaksud wajib disampaikan kepada Bapepam dan LK pada saat yang bersamaan dengan tersedianya laporan tahunan bagi pemegang saham.
h. Dalam hal Emiten yang hanya menerbitkan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk telah menyelesaikan seluruh kewajiban yang terkait dengan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk yang diterbitkan sampai dengan batas waktu penyampaian laporan tahunan, maka Emiten dikecualikan dari kewajiban menyampaikan laporan tahunan.
i. Dalam hal Emiten atau Perusahaan Publik menyampaikan laporan tahunan kepada Bapepam dan LK dalam periode penyampaian laporan keuangan tahunan, maka
Indonesia dan Bursa Efek di negara lain, dimana ketentuan batas waktu penyampaian laporan tahunan yang ditetapkan Bapepam dan LK berbeda dengan ketentuan yang ditetapkan oleh otoritas pasar modal di negara lain tersebut, maka:
1) batas waktu penyampaian laporan tahunan kepada Bapepam dan LK dapat dilakukan mengikuti batas waktu penyampaian laporan tahunan kepada otoritas pasar modal di negara lain;
2) penyampaian laporan tahunan kepada Bapepam dan LK dilakukan pada tanggal yang sama dengan penyampaian laporan tahunan kepada otoritas pasar modal di negara lain; dan
3) laporan tahunan yang disampaikan kepada Bapepam dan LK dan otoritas pasar modal di negara lain wajib memuat informasi yang sama dan paling kurang memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam angka 2.
k. Dalam hal batas waktu penyampaian laporan tahunan jatuh pada hari libur, maka laporan tahunan wajib disampaikan paling lama pada satu hari kerja berikutnya.
l. Dalam hal Emiten atau Perusahaan Publik menyampaikan laporan tahunan melewati batas waktu sebagaimana dimaksud dalam huruf k, maka penghitungan jumlah hari keterlambatan atas penyampaian laporan tahunan dihitung sejak hari pertama setelah batas akhir waktu penyampaian laporan tahunan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, huruf g, dan huruf j angka 1) dan angka 2). 2. BENTUK DAN ISI LAPORAN TAHUNAN
a. Ketentuan Umum
1) Laporan tahunan wajib memuat:
a. ikhtisar data keuangan penting;
b. laporan Dewan Komisaris;
c. laporan Direksi;
d. profil perusahaan;
e. analisis dan pembahasan manajemen;
f. tata kelola perusahaan;
g. tanggung jawab sosial perusahaan;
h. laporan keuangan tahunan yang telah diaudit; dan
i. surat pernyataan tanggung jawab Dewan Komisaris dan Direksi atas kebenaran isi laporan tahunan.
tahunan dalam bahasa Indonesia.
3) Laporan tahunan wajib dibuat sedemikian rupa sehingga mudah dibaca. Gambar, grafik, tabel, dan diagram disajikan dengan mencantumkan judul dan/atau keterangan yang jelas.
4) Laporan tahunan wajib dicetak pada kertas berwarna terang yang berkualitas baik, berukuran A4, dijilid, dan dimungkinkan untuk direproduksi dengan fotokopi.
b. Ikhtisar Data Keuangan Penting
1) Ikhtisar data keuangan penting disajikan dalam bentuk perbandingan selama 3 (tiga) tahun buku atau sejak memulai usahanya jika perusahaan tersebut menjalankan kegiatan usahanya selama kurang dari 3 (tiga) tahun, yang memuat paling kurang:
a) pendapatan; b) laba bruto; c) laba (rugi);
d) jumlah laba (rugi) yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan kepentingan non pengendali;
e) total laba (rugi) komprehensif;
f) jumlah laba (rugi) komprehensif yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk dan kepentingan non pengendali; g) laba (rugi) per saham;
h) jumlah aset; i) jumlah liabilitas; j) jumlah ekuitas;
k) rasio laba (rugi) terhadap jumlah aset; l) rasio laba (rugi) terhadap ekuitas; m) rasio laba (rugi) terhadap pendapatan; n) rasio lancar;
o) rasio liabilitas terhadap ekuitas;
a) jumlah saham yang beredar; b) kapitalisasi pasar;
c) harga saham tertinggi, terendah, dan penutupan; dan d) volume perdagangan.
3) Dalam hal terjadi aksi korporasi, seperti pemecahan saham (stock split), penggabungan saham (reverse stock), dividen saham, saham bonus, dan penurunan nilai nominal saham, maka informasi harga saham sebagaimana dimaksud dalam angka 2), wajib ditambahkan penjelasan antara lain mengenai:
a) tanggal pelaksanaan aksi korporasi;
b) rasio stock split, reverse stock, dividen saham, saham bonus, dan penurunan nilai saham;
c) jumlah saham beredar sebelum dan sesudah aksi korporasi; dan
d) harga saham sebelum dan sesudah aksi korporasi.
4) Dalam hal perdagangan saham perusahaan dihentikan sementara (suspension) dalam tahun buku, maka laporan tahunan wajib memuat penjelasan mengenai alasan penghentian sementara tersebut.
5) Dalam hal penghentian sementara sebagaimana dimaksud dalam angka 4) masih berlangsung hingga tanggal penerbitan laporan tahunan, maka Emiten atau Perusahaan Publik wajib menjelaskan pula tindakan-tindakan yang dilakukan perusahaan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
c. Laporan Dewan Komisaris
Laporan Dewan Komisaris paling kurang memuat hal-hal sebagai berikut:
1) penilaian terhadap kinerja Direksi mengenai pengelolaan perusahaan;
2) pandangan atas prospek usaha perusahaan yang disusun oleh Direksi; dan
3) perubahan komposisi anggota Dewan Komisaris dan alasan perubahannya (jika ada).
d. Laporan Direksi
Laporan Direksi paling kurang memuat hal-hal sebagai berikut:
1) kinerja perusahaan, yang mencakup antara lain kebijakan strategis, perbandingan antara hasil yang dicapai dengan yang ditargetkan, dan kendala-kendala yang dihadapi perusahaan;
e. Profil Perusahaan
Profil perusahaan paling kurang memuat hal-hal sebagai berikut:
1) nama, alamat, nomor telepon, nomor faksimile, alamat surat eletronik (e-mail), dan laman (website) perusahaan dan/atau kantor cabang atau kantor perwakilan, yang memungkinkan masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai perusahaan;
2) riwayat singkat perusahaan;
3) kegiatan usaha perusahaan menurut Anggaran Dasar terakhir, serta jenis produk dan/atau jasa yang dihasilkan;
4) struktur organisasi perusahaan dalam bentuk bagan, paling kurang sampai dengan struktur satu tingkat di bawah Direksi, disertai dengan nama dan jabatan;
5) visi dan misi perusahaan;
6) profil Dewan Komisaris, meliputi:
a) nama;
b) riwayat jabatan, pengalaman kerja yang dimiliki, dan dasar hukum penunjukkan pertama kali pada Emiten atau Perusahaan Publik, sebagaimana dicantumkan dalam berita acara keputusan RUPS;
c) riwayat pendidikan;
d) penjelasan singkat mengenai jenis pelatihan dalam rangka meningkatkan kompetensi Dewan Komisaris yang telah diikuti dalam tahun buku (jika ada); dan
e) pengungkapan hubungan afiliasi dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya, serta pemegang saham (jika ada);
7) profil Direksi, meliputi:
a) nama dan uraian singkat tentang tugas dan fungsi yang dilaksanakan;
b) riwayat jabatan, pengalaman kerja yang dimiliki, dan dasarhukum penunjukkan pertama kali pada Emiten atau Perusahaan Publik, sebagaimana dicantumkan dalam berita acara keputusan RUPS;
c) riwayat pendidikan;
d) penjelasan singkat mengenai jenis pelatihan dalam rangka meningkatkan kompetensi Direksi yang telah diikuti dalam tahun buku (jika ada); dan
yang dicantumkan dalam laporan tahunan adalah susunan Dewan Komisaris dan/atau Direksi yang terakhir dan sebelumnya;
9) jumlah karyawan dan deskripsi pengembangan kompetensinya dalam tahun buku misalnya, aspek pendidikan dan pelatihan karyawan yang telah dilakukan;
10)uraian tentang nama pemegang saham dan persentase kepemilikannya pada akhir tahun buku yang terdiri dari:
a) pemegang saham yang memiliki 5% (lima perseratus) atau lebih saham Emiten atau Perusahaan Publik;
b) Komisaris dan Direktur yang memiliki saham Emiten atau Perusahaan Publik; dan
c) kelompok pemegang saham masyarakat, yaitu kelompok pemegang saham yang masing-masing memiliki kurang dari 5% (lima perseratus) saham Emiten atau Perusahaan Publik;
11)informasi mengenai pemegang saham utama dan pengendali Emiten atau Perusahaan Publik, baik langsung maupun tidak langsung, sampai kepada pemilik individu, yang disajikan dalam bentuk skema atau diagram;
12)nama entitas anak, perusahaan asosiasi, perusahaan ventura bersama dimana Emiten atau Perusahaan Publik memiliki pengendalian bersama entitas, beserta persentase kepemilikan saham, bidang usaha, dan status operasi
perusahaan tersebut (jika ada). Untuk entitas anak, agar ditambahkan informasi mengenai alamat;
13)kronologis pencatatan saham dan perubahan jumlah saham dari awal pencatatan hingga akhir tahun buku serta nama Bursa Efek dimana saham perusahaan dicatatkan (jika ada);
14)kronologis pencatatan Efek lainnya dan peringkat Efek (jika ada); 15)nama dan alamat perusahaan pemeringkat Efek (jika ada);
16)nama dan alamat lembaga dan/atau profesi penunjang pasar modal. Terhadap profesi penunjang pasar modal yang memberikan jasa secara berkala kepada Emiten atau Perusahaan Publik, wajib diungkapkan informasi mengenai jasa yang diberikan, fee, dan periode penugasan yang telah dilakukan; dan
17)penghargaan dan sertifikasi yang diterima perusahaan baik yang berskala nasional maupun internasional dalam tahun buku terakhir (jika ada).
a) produksi, yang meliputi proses, kapasitas, dan perkembangannya;
b) pendapatan; dan
c) profitabilitas;
2) analisis kinerja keuangan komprehensif yang mencakup perbandingan kinerja keuangan dalam 2 (dua) tahun buku terakhir, penjelasan tentang penyebab adanya perubahan dan dampak perubahan tersebut, antara lain mengenai:
a) aset lancar, aset tidak lancar, dan total aset;
b) liabilitas jangka pendek, liabilitas jangka panjang, dan total liabilitas;
c) ekuitas;
d) pendapatan, beban, laba (rugi), pendapatan komprehensif lain, dan total laba (rugi) komprehensif; serta
e) arus kas;
3) kemampuan membayar utang dengan menyajikan perhitungan rasio yang relevan;
4) tingkat kolektibilitas piutang perusahaan dengan menyajikan perhitungan rasio yang relevan;
5) struktur permodalan dan kebijakan manajemen atas struktur permodalan tersebut;
6) bahasan mengenai ikatan yang material untuk investasi barang modal dengan penjelasan tentang tujuan dari ikatan tersebut, sumber dana yang diharapkan untuk memenuhi ikatan tersebut, mata uang yang menjadi denominasi, dan langkah-langkah yang direncanakan perusahaan untuk melindungi risiko dari posisi mata uang asing yang terkait;
7) informasi dan fakta material yang terjadi setelah tanggal laporan akuntan;
8) prospek usaha dari perusahaan dikaitkan dengan kondisi industri, ekonomi secara umum dan pasar internasional serta dapat disertai data pendukung kuantitatif dari sumber data yang layak dipercaya;
9) perbandingan antara target/proyeksi pada awal tahun buku dengan hasil yang dicapai (realisasi), mengenai pendapatan, laba, struktur permodalan, atau lainnya yang dianggap penting bagi perusahaan;
12)kebijakan dividen dan tanggal serta jumlah dividen per saham (kas dan/atau non kas) dan jumlah dividen per tahun yang diumumkan atau dibayar selama 2 (dua) tahun buku terakhir; 13)realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum:
a) dalam hal selama tahun buku, Emiten memiliki kewajiban menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana, maka wajib diungkapkan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum secara kumulatif sampai dengan akhir tahun buku; dan
b) dalam hal terdapat perubahan penggunaan dana sebagaimana diatur dalam Peraturan Nomor X.K.4, maka Emiten wajib menjelaskan perubahan tersebut;
14)informasi material, antara lain mengenai investasi, ekspansi, divestasi,
penggabungan/peleburan usaha, akuisisi, restrukturisasi utang/modal, transaksi afiliasi, dan transaksi yang mengandung benturan kepentingan, yang terjadi pada tahun buku (jika ada), yang antara lain memuat:
a) tanggal, nilai, dan obyek transaksi;
b) nama pihak yang bertransaksi;
c) sifat hubungan afiliasi (jika ada);
d) penjelasan mengenai kewajaran transaksi; dan
e) pemenuhan ketentuan terkait;
15)perubahan peraturan perundang-undangan yang berpengaruh signifikan
terhadap perusahaan dan dampaknya terhadap laporan keuangan (jika ada); dan 16)perubahan kebijakan akuntansi, alasan dan dampaknya terhadap laporan
keuangan (jika ada).
g. Tata Kelola Perusahaan (Corporate Governance)
Tata kelola perusahaan memuat uraian singkat, yang paling kurang meliputi hal-hal sebagai berikut:
1) Dewan Komisaris, mencakup antara lain:
a) uraian pelaksanaan tugas Dewan Komisaris;
b) pengungkapan prosedur, dasar penetapan, dan besarnya remunerasi anggota Dewan Komisaris; dan
c) pengungkapan kebijakan perusahaan dan pelaksanaannya, tentang frekuensi rapat Dewan Komisaris, termasuk rapat gabungan dengan Direksi, dan
b) pengungkapan prosedur, dasar penetapan, dan besarnya remunerasi anggota Direksi, serta hubungan antara remunerasi dengan kinerja perusahaan;
c) pengungkapan kebijakan perusahaan dan pelaksanaannya, tentang frekuensi rapat Direksi, termasuk rapat gabungan dengan Dewan Komisaris, dan tingkat kehadiran anggota
Direksi dalam rapat tersebut;
d) keputusan RUPS tahun sebelumnya dan realisasinya pada tahun buku, serta alasan dalam hal terdapat keputusan yang belum direalisasikan; dan
e) pengungkapan kebijakan perusahaan tentang penilaian terhadap kinerja anggota Direksi (jika ada); 3) Komite Audit, mencakup antara lain: