• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V SIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN PENELITIAN

C. Keterbatasan Penelitian

Terdapat beberapa keterbatasan dalam penelitian ini, antara lain: 1. Penelitian ini hanya menguji pengaruh dari variabel reward and

punishment dan job rotation.

2. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang memiliki tingkat validitas yang tinggi, sehingga apabila ingin digeneralisasi dalam kondisi nyata sebaiknya dilakukan penelitian studi kasus atau survei.

AICPA, 2002, “Consideration of Fraud in a Financial Statemen Audit”, American

Institute of Certified Public Accountants, AU Section 316, SAS No. 99.

Albrecht, W.S., et al., 2009, Fraud Examination, Third Edition, South-Western: Cengage Learning.

Ali, R., dkk., 2011, “Analisis Reward dan Punishment pada Kantor Perum Damri

Makasar”, Skripsi Universitas Hasanuddin

Amrizal, 2004, “Pencegahan dan Pendeteksian Kecurangan oleh Internal Auditor”, http://bpkp.go.id/public/upload/files/PDF/cegah_deteksi.pdf, Diakses tanggal 8 November 2015 pk 13.00 WIB.

Andriani, N., 2013, “Persepsi Kesesuaian Kompensasi dan Rotasi Pekerjaan

Terhadap Kinerja Karyawan PT Kereta Api Indonesia (PERSERO) Daerah

Operasi IX Jember”, Skripsi Universitas Jember.

Black’s Law Dictionary, 2nd Ed, http://thelawdictionary.org/fraud/, Diakses tanggal 5 November 2015 pk 09.00 WIB.

Chong dan Suryawati, 2011, “The Effect of Job Rotation Policy in Preventing

Managerial Escalation of Commitment”, International Journal of

Accounting, Auditing and Performance Evaluation.

Christian, C., 2003, “Preventing Fraud In The Workplace”, Peak Consulting, http://peakconsultinginc.com/Articles/preventing_fraud_in_the_workplace .htm, Diakses tanggal 5 November 2015 pk 09.30 WIB.

Dessler, G., 2005, Human Resource Management, Tenth edition, New Jersey: Prentice Hall, Inc.

Dewanti, R., 2010, “Pengaruh Negative Framing dan Job Rotation pada Kondisi

Adverse Selection Terhadap Pengambilan Keputusan Eskalasi

Komitmen”, Skripsi Universitas Diponegoro.

Eguchi, K., 2005, “Job Transfer and Influence Activities”, Journal of Economic

Behavior and Organization, Vol. 56, pp.187-197.

Gibson, J.L., et al., 2003, Organizations: Behavior, Structure, Processes, 11th Edition, New York: McGraw-Hill Irwin.

Hasibuan, M.S.P., 2003, Organisasi dan Motivasi Dasar Peningkatan

Produktivitas, Jakarta:Bumi Aksara.

Hasibuan, M.S.P., 2005, Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta: Bumi Aksara.

Holtfreter, K., et al., 2008, “And Justice for All? Investigator Perceptions of Punishment for FraudPerpetrator”, Crime, Law & Social Change49(5). Ikatan Akuntan Indonesia, 2004, Standar Profesional Akuntan Publik, Jakarta:

Salemba Empat.

Indriantoro, N. dan Supomo, B., 1999, Metodologi Penelitian Bisnis Untuk

Akuntansi & Manajemen, Yogyakarta: BPFE.

Ivancevich, J.M., Konopaske, R. dan Matteson, 2007, Perilaku Organisasi dan

Manajemen, Alih bahasa Gina Gania, Jakarta: Erlangga.

Joseph and Titiloye, 2012, “Application of Continued Fractions in Controlling Bank Fraud”, International Journal of Business and Social Science, Vol. 3.

Koencoro, G.D., dkk., 2013, “Pengaruh Reward dan Punishment Terhadap Kinerja: Survey Pada Karyawan PT. INKA Madiun”, Student Journal

Universitas Brawijaya, Vol. 5 No. 2.

Kreitner, R., and Kinicki, 2006, Perilaku Organisasi, Alih bahasa Erly Suandy, Jakarta: Salemba Empat.

Mangkunegara, A.A.A.P., 2007, Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan, Bandung:Remaja Rosdakarya.

Manulang, 2002, Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi kesebelas, Jakarta: Ghalia Indonesia.

Martoyo, S., 2000, Manajemen Sumber Daya Manusia, Yogyakarta: BPFE.

Mathis, R.L. and Jackson, J.H., 2009, Human Resource Management, Jakarta: Salemba Empat.

Putri, C.M., 2012, “Pengujian Keefektifan Jalur Pelaporan Pada Structural Model

dan Reward Model Dalam Mendorong Whistleblowing: Pendekatan

Eksperimen”, Prosiding Seminar Nasional Akuntansi 15 Banjarmasin, 20-23 September, Universitas Lambung Mangkurat.

Romney, M.B., and Steinbart, P.J., 2006, Accounting Information Systems, Twelfth edition, Pearson.

Shanikat, M., et al., 2014, “Occupational Fraud Prevention Mechanisms: Jordanian Companies Experience”, Research Journal of Finance and

Accounting, Vol. 5 No. 1.

Siahaan, R., 2013, “Pengaruh Reward dan Punishment Terhadap Disiplin Kerja

Karyawan Pada PT. Perkebunan Nusantara III Rambutan”, Jurnal Ilmiah

Bussiness Progress, Vol. 1 No. 01.

Simamora, H., 2004, Manajemen Sumber Daya Manusia, Yogyakarta: STIE YKPN.

Suciningtyas, E., 2004, “Pengaruh Persepsi Keadilan Organisasional Terhadap

Komitmen Organisasional dan Keinginan Karyawan Untuk Keluar dari

Organisasi: Studi Empiris Pada Industri Mebel di Kota Semarang”, Tesis Universitas Diponegoro Semarang.

Tunggal, A.W., 2010, Dasar-Dasar Audit Intern Pedoman Untuk Auditor Baru, Jakarta: Harvarindo.

Wells, J.T., 2001, “Why Employees Commit Fraud?”, Journal of Accountancy, American Institute of Public Accountants.

Wibowo dan Wijaya, W., 2009, “Pengaruh Penerapan Fraud Early Warning

System (FEWS) Terhadap Aktivitas Bisnis Perusahaan”, Jurnal Informasi,

Perpajakan, Akuntansi dan Keuangan Publik, Vol. 4, Juli, Hal. 77-111.

Wiyono, G., 2011, Merancang Penelitian Bisnis Dengan Alat Analisis SPSS 17.0

& SmartPLS 2.0, Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

Xu, Yin and Ziegenfus, D.E., 2003, “Reward Systems, Moral Reasoning, and Internal Auditors’ Whistle-Blowing Wrongdoing Behavior”, Journal of

Tujuan penelitian ini adalah untuk lebih mengetahui mengenai Pengaruh Penerapan Reward and Punishment dan Job Rotation Terhadap Fraud: Sebuah Studi Eksperimen. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan selama eksperimen, antara lain:

 Isi data responden di bawah ini. Semua informasi yang ada akan dirahasiakan. Isilah dengan jujur dan benar mengenai informasi tentang Anda.

 Bacalah ilustrasi kasus di halaman berikutnya dengan cermat, teliti dan hati-hati. Mohon Anda mempersiapkan diri sebagaimana yang tertera dalam ilustrasi kasus. Umpamakan diri Anda sebagai auditor internal dalam kasus tersebut, dan buatlah keputusan sesuai dengan keinginan anda.

 Lakukan sebagaimana permintaan dalam kasus. Tidak ada jawaban yang salah.

Data Responden

1. Nama* : ...

2. Usia : 20 – 24 th 25 – 29 th 30 – 34 th 35 – 39 th > 40 th

3. Jenis kelamin : Laki-laki Perempuan

4. Pendidikan : D3 S1 Sebutkan ... 5. Pengalaman kerja : 1 – 4 th 5 – 9 th >10 th

dalam kasus ini)

Anda adalah seorang auditor internal yang bekerja pada sebuah bank terkenal. Indikator keberhasilan kerja Anda sebagai auditor internal dilihat dari kualitas penilaian, objektivitas penilaian serta kualitas konsultasi yang dilakukan terhadap proses pengendalian internal perusahaan. Sebagai auditor internal, Anda bertanggungjawab memeriksa semua aspek finansial dari kantor cabang sampai kantor pusat serta dari semua divisi.

Pada saat Anda sedang menganalisa finansial perusahaan, Anda menemukan adanya pengeluaran biaya yang tidak wajar senilai Rp 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah) yang digunakan untuk pembelian peralatan kantor. Setelah melakukan penyelidikan terhadap pengeluaran tersebut, Anda menemukan bahwa uang tersebut sebenarnya digunakan oleh John (divisi logistik) untuk keperluan pribadinya. Saat John merasa tindakannya telah diketahui Anda, ia lalu memberikan uang senilai Rp 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) pada Anda agar tidak melaporkannya ke kantor inspeksi internal tembusan ke pemimpin cabang. Berikut hal-hal yang terkait dengan kebijakan perusahaan yang perlu Anda ketahui:

1. Bank mendorong seluruh karyawannya untuk ikut mendukung kebijakan perusahaan dalam memerangi tindakan curang (fraud);

diberikan punishment berupa penurunan jabatan sampai pemutusan hubungan kerja.

2. Bank memiliki kebijakan job rotation setelah jangka waktu ±3 tahun bekerja;

 Kemungkinan orang lain yang menggantikan posisi Anda akan mengetahui perbuatan Anda serta melaporkan perbuatan Anda dan John.

Berdasarkan informasi di atas, Anda diminta untuk mengambil keputusan terkait pemberian uang senilai Rp 10.000.000,00 oleh John sebagai berikut:

A. Menerima dan Tidak Melaporkan

Anda akan menerima uang dari John sebesar Rp 10.000.000,00 dan tidak melaporkan John kepada pemimpin cabang. Tapi bank memiliki kebijakan memerangi fraud, maka apabila ketahuan Anda dan John bisa saja diberhentikan dan uang hasil fraud akan disita. Kebijakan job rotation juga memungkinkan bahwa tindakan Anda akan diketahui orang lain yang menggantikan posisi Anda.

B. Menolak dan Melaporkan

Anda menolak uang pemberian John sebesar Rp 10.000.000,00 dan melaporkan John ke kantor inspeksi internal tembusan ke pemimpin cabang. Karena bank memiliki kebijakan memerangi fraud, perusahaan

sebagai seseorang yang mendukung kebijakan bank dalam memerangi fraud.

Tindakan:

Lingkari salah satu angka yang paling sesuai dengan keputusan yang Anda ambil pada kolom di bawah ini, pilihan A diwakili angka 1,2,3 sedangkan B diwakili angka 4,5,6.

1 2 3 4 5 6

Tinggi Sedang Rendah Rendah Sedang Tinggi

A. Menerima dan Tidak Melaporkan

dalam kasus ini)

Anda adalah seorang auditor internal yang bekerja pada sebuah bank terkenal. Indikator keberhasilan kerja Anda sebagai auditor internal dilihat dari kualitas penilaian, objektivitas penilaian serta kualitas konsultasi yang dilakukan terhadap proses pengendalian internal perusahaan. Sebagai auditor internal, Anda bertanggungjawab memeriksa semua aspek finansial dari kantor cabang sampai kantor pusat serta dari semua divisi.

Pada saat Anda sedang menganalisa finansial perusahaan, Anda menemukan adanya pengeluaran biaya yang tidak wajar senilai Rp 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah) yang digunakan untuk pembelian peralatan kantor. Setelah melakukan penyelidikan terhadap pengeluaran tersebut, Anda menemukan bahwa uang tersebut sebenarnya digunakan oleh John (divisi logistik) untuk keperluan pribadinya. Saat John merasa tindakannya telah diketahui Anda, ia lalu memberikan uang senilai Rp 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) pada Anda agar tidak melaporkannya ke kantor inspeksi internal tembusan ke pemimpin cabang.

Berikut ini adalah hal-hal yang terkait dengan kebijakan perusahaan yang perlu Anda ketahui:

Bank mendorong seluruh karyawannya untuk ikut mendukung kebijakan perusahaan dalam memerangi tindakan curang (fraud);

punishment berupa penurunan jabatan sampai pemutusan hubungan kerja, serta menyita uang hasil fraud.

Berdasarkan informasi di atas, Anda diminta untuk mengambil keputusan terkait pemberian uang senilai Rp 10.000.000,00 oleh John sebagai berikut:

A. Menerima dan Tidak Melaporkan

Anda akan menerima uang dari John sebesar Rp 10.000.000,00 dan tidak melaporkan tindakan John kepada pemimpin cabang. Tetapi bank memiliki kebijakan memerangi fraud, apabila perusahaan mengetahui perbuatan tersebut maka kemungkinan besar Anda dan John bisa saja diberhentikan dan uang hasil fraud akan disita.

B. Menolak dan Melaporkan

Anda menolak uang pemberian John sebesar Rp 10.000.000,00 dan melaporkan John ke kantor inspeksi internal tembusan ke pemimpin cabang. Karena bank memiliki kebijakan memerangi fraud, perusahaan akan memberikan reward berupa cash senilai Rp 3.000.000,00 (tiga juta rupiah) kepada Anda karena telah melaporkan kasus fraud tersebut. Selain itu, karyawan lain akan memandang Anda sebagai seseorang yang anti

angka 4,5,6.

1 2 3 4 5 6

Tinggi Sedang Rendah Rendah Sedang Tinggi

A. Menerima dan Tidak Melaporkan

dalam kasus ini)

Anda adalah seorang auditor internal yang bekerja pada sebuah bank terkenal. Indikator keberhasilan kerja Anda sebagai auditor internal dilihat dari kualitas penilaian, objektivitas penilaian serta kualitas konsultasi yang dilakukan terhadap proses pengendalian internal perusahaan. Sebagai auditor internal, Anda bertanggungjawab memeriksa semua aspek finansial dari kantor pusat sampai kantor cabang serta dari semua divisi.

Pada saat Anda sedang menganalisa finansial perusahaan, Anda menemukan adanya pengeluaran biaya yang tidak wajar senilai Rp 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah) yang digunakan untuk pembelian peralatan kantor. Setelah melakukan penyelidikan terhadap pengeluaran tersebut, Anda menemukan bahwa uang tersebut sebenarnya digunakan oleh John (divisi logistik) untuk keperluan pribadinya. Saat John merasa tindakannya telah diketahui Anda, ia lalu memberikan uang senilai Rp 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) pada Anda agar tidak melaporkannya ke kantor inspeksi internal tembusan ke pemimpin cabang. Berikut hal terkait dengan kebijakan perusahaan yang perlu Anda ketahui:

Bank memiliki kebijakan dalam memerangi tindakan curang (fraud) berupa job

rotation setelah jangka waktu ±3 tahun bekerja. Kemungkinan orang lain yang

menggantikan posisi Anda akan mengetahui perbuatan Anda serta melaporkan perbuatan Anda dan John.

Anda akan menerima uang dari John sebesar Rp 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) dan tidak melaporkan John kepada pemimpin cabang. Akan tetapi, karena bank memiliki kebijakan job rotation maka posisi Anda akan digantikan oleh orang lain. Karyawan yang menggantikan posisi Anda memiliki kemungkinkan akan mengetahui tindakan Anda dan John serta melaporkannya ke pemimpin cabang.

B. Menolak dan Melaporkan

Anda menolak uang pemberian John sebesar Rp 10.000.000,00 dan melaporkan John ke kantor inspeksi internal tembusan ke pemimpin cabang. Dengan Anda menolak uang pemberian John, orang lain yang menggantikan posisi Anda akan memandang Anda sebagai seseorang yang mendukung kebijakan bank dalam memerangi fraud.

Tindakan:

Lingkari salah satu angka yang sesuai dengan keputusan yang Anda ambil pada kolom di bawah ini, pilihan A diwakili angka 1,2,3 dan B diwakili angka 4,5,6.

1 2 3 4 5 6

Tinggi Sedang Rendah Rendah Sedang Tinggi

A. Menerima dan Tidak Melaporkan

dalam kasus ini)

Anda adalah seorang auditor internal yang bekerja pada sebuah bank terkenal. Indikator keberhasilan kerja Anda sebagai auditor internal dilihat dari kualitas penilaian, objektivitas penilaian serta kualitas konsultasi yang dilakukan terhadap proses pengendalian internal perusahaan. Sebagai auditor internal, Anda bertanggungjawab memeriksa semua aspek finansial dari kantor cabang sampai kantor pusat serta dari semua divisi.

Pada saat Anda sedang menganalisa finansial perusahaan, Anda menemukan adanya pengeluaran biaya yang tidak wajar senilai Rp 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah) yang digunakan untuk pembelian peralatan kantor. Setelah melakukan penyelidikan terhadap pengeluaran tersebut, Anda menemukan bahwa uang tersebut sebenarnya digunakan oleh John (divisi logistik) untuk keperluan pribadinya. Saat John merasa tindakannya telah diketahui Anda, ia lalu memberikan uang senilai Rp 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) pada Anda agar tidak melaporkannya ke kantor inspeksi internal tembusan ke pemimpin cabang. Berikut hal-hal yang terkait dengan kebijakan perusahaan yang perlu Anda ketahui:

1. Bank tidak memiliki kebijakan yang jelas terhadap tindakan curang

(fraud), baik berupa reward untuk pekerja yang memerangi fraud maupun

Hal ini akan meminimalkan kemungkinan tindakan Anda di ketahui oleh karyawan lain.

Berdasarkan informasi di atas, Anda diminta untuk mengambil keputusan terkait pemberian uang senilai Rp 10.000.000,00 oleh John sebagai berikut:

A. Menerima dan Tidak Melaporkan

Anda akan menerima uang dari John sebesar Rp 10.000.000,00 dan tidak melaporkan perbuatan John kepada pemimpin cabang. Bank tidak memiliki kebijakan yang jelas terkait tindakan curang (fraud). Bank cenderung mengabaikan tindakan fraud sehingga perbuatan Anda tidak akan memberikan efek apapun terhadap pekerjaan Anda. Selain itu, posisi Anda tidak akan digantikan oleh orang lain karena perusahaan tidak memiliki kebijakan job rotation

B. Menolak dan Melaporkan

Anda menolak uang pemberian John sebesar Rp 10.000.000,00 dan melaporkan John ke kantor inspeksi internal tembusan ke pemimpin cabang. Karena bank cenderung mengabaikan tindakan fraud tersebut, maka tidak ada kepastian mengenai kapan laporan Anda akan diproses. Akan tetapi, karyawan lain akan memandang Anda sebagai seseorang yang jujur dan anti fraud.

pada kolom di bawah ini, pilihan A diwakili angka 1,2,3 sedangkan B diwakili angka 4,5,6.

1 2 3 4 5 6

Tinggi Sedang Rendah Rendah Sedang Tinggi

A. Menerima dan Tidak Melaporkan

20-24th 25-29th 30-34th 35-39th > 40 th 1-4th 5-9th >10th 1 P S1 A 6 2 L S1 A 6 3 P S1 A 6 4 P S1 A 5 5 L D3 A 6 6 L SMU A 6 7 L S1 A 6 8 L S1 A 6 9 L S1 A 6 10 L S1 A 5 11 P S1 A 5 12 L S2 A 6 13 P S1 A 6 14 L S1 A 5 15 P D3 A 6 16 P S1 A 4

20 P S1 B 5 21 L S1 B 6 22 L S1 B 6 23 L S1 B 6 24 L S1 B 6 25 L S1 B 4 26 L S2 B 6 27 L S1 B 5 28 P S1 B 4 29 P S1 B 6 30 P S1 B 6 31 L S1 B 5 32 P S1 B 6 33 P D3 B 6 34 P S1 C 5 35 P S1 C 6

39 P S2 C 5 40 P S1 C 5 41 L S1 C 6 42 P S1 C 6 43 L S1 C 4 44 P S1 C 4 45 L S1 C 6 46 L S1 C 4 47 P S1 C 6 48 P D3 C 5 49 P D3 C 5 50 P S1 D 3 51 L D3 D 3 52 L S1 D 2 53 P D3 D 1 54 P S2 D 3

58 P D3 D 3 59 L S1 D 3 60 L S1 D 1 61 L D3 D 1 62 P S1 D 3 63 P S1 D 3 64 P D3 D 3 65 L S1 D 4 66 L D3 D 1

1. Uji Normalitas Data

2. Statistik Deskriptif

3. Uji Homogenitas

Descriptive Statistics

Dependent Variable: Fraud

2,59 1,121 17 5,13 ,806 16 3,82 1,610 33 5,53 ,743 15 5,67 ,594 18 5,61 ,659 33 3,97 1,769 32 5,41 ,743 34 4,71 1,517 66 Job_Rotation 0 1 Total 0 1 Total 0 1 Total Reward_and_ 0 1 Total

Mean St d. Dev iation N

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

66 ,0000000 1,01768398 ,159 ,157 -,159 1,290 ,072 N Mean

Std. Dev iat ion

Normal Parametersa,b

Absolute Positiv e Negativ e Most Extrem e Dif f erences Kolmogorov -Smirnov Z Asy mp. Sig. (2-tailed)

Unstandardiz ed Residual

Test distribution is Normal. a.

Calculated f rom data. b.

Levene's Test of Equality of Error Variancesa

Dependent Variable: Fraud

2,257 3 62 ,091

F df 1 df 2 Sig.

Tests the null hy pothesis that t he error v ariance of the dependent v ariable is equal across groups.

Design: Intercept+Reward_and_Punishment+Job_ Rotation+Reward_and_Punishment * Job_Rotation a.

105,929a 3 35,310 50,210 ,000 1468,761 1 1468,761 2088,558 ,000 49,919 1 49,919 70,984 ,000 29,273 1 29,273 41,626 ,000 23,718 1 23,718 33,727 ,000 43,601 62 ,703 1615,000 66 149,530 65 Source Corrected Model Intercept Reward_and_ Punishment Job_Rot ation Reward_and_ Punishment * Job_Rot ation Error Total Corrected Total

of Squares df Mean Square F Sig.

R Squared = , 708 (Adjusted R Squared = ,694) a. Reward_and_Punishment 1 0 Esti mate d Marginal Means 6 5 4 3 2 1 0 Job_Rotation

1 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

ABSTRACT

The purpose of this research is to examine the influence of implementation reward and punishment and job rotation on fraud. This study is experimental research using

experimental design 2x2 between subjects. The populations in this research are employees of

some banks already have work experience at least 1 year. Sampling technique used Purposive Sampling method with the total sample as many as 78 participants. Selection of the final sample that meets the criterion amounted to 66 participants. Testing the hypothesis in

this study using test equipment Analysis of Variance (ANOVA).One Way Anova analysis

method was used to test hypothesis 1 and 2, and Two Way Anova analysis method was used

to test hypothesis 3 by using SPSS program 15.0.

The results showed that the reward and punishment influence on fraud and variable job rotation also influence on fraud. These three variables are jointly able to reduce fraud action more effectively.

Key Words: Reward and Punishment, Job Rotation, Fraud

I.

PENDAHULUAN

Persaingan dalam dunia bisnis yang semakin meningkat sekarang ini menyebabkan masalah yang dihadapi para pelaku usaha semakin kompleks. Tuntutan untuk mencapai target sesuai dengan yang telah ditetapkan pada perusahaan mendorong perlunya peningkatan kualitas pelayanan sumber daya manusia. Akan tetapi tuntutan dari perusahaan sering tidak diimbangi dengan perhatian untuk memastikan apakah karyawan perusahaan tidak kewalahan dalam pekerjaannya dan juga mendapat pekerjaan yang sesuai agar dapat membuat mereka menjadi produktif, serta memastikan segala kebutuhannya mengingat sumber daya manusia mempunyai peran utama dalam setiap kegiatan di suatu perusahaan. Adanya keadilan dan kesamarataan di lingkungan kerja mengenai bagaimana para karyawan merasa bahwa mereka diperlakukan dengan adil dalam lingkungan kerjanya.

2 menghormati mereka sebagai individu dapat memicu terjadinya kecurangan atau fraud. Banyak perusahaan yang tidak memperhatikan kebutuhan karyawannya dalam menyeimbangkan antara bekerja dengan hidup, sehingga membuat mereka dapat melakukan tindakan curang yang merugikan baik perusahaan maupun pihak-pihak tertentu. Menurut Gilliland (1993) dalam Suciningtyas (2004) menyebutkan bahwa persepsi karyawan tentang ketidakseimbangan antara masukan yang mereka berikan (pengetahuan, keterampilan, kemampuan, pengalaman, kerajinan, kegigihan dan kerja keras) dengan hasil yang mereka terima (gaji, perlakuan serta pengakuan) akan menghasilkan emosi negatif yang memotivasi karyawan untuk mengubah perilaku, sikap dan kepuasan mereka. Bahkan lebih parah lagi jika mereka berani melakukan hal-hal yang merugikan perusahaan seperti tindakan curang.

Black’s Law Dictionary menguraikan pengertian fraud mencakup segala macam yang dapat dipikirkan manusia dan yang diupayakan oleh seseorang, untuk mendapatkan keuntungan dari orang lain dengan saran yang salah atau pemaksaan kebenaran, serta mencakup semua cara yang tidak terduga, penuh siasat, licik, tersembunyi dan setiap cara yang tidak jujur yang menyebabkan orang lain tertipu. Dengan kata lain, fraud merupakan tindakan curang melawan hukum yang merugikan orang lain atau organisasi. Albrecht, et al. (2009) menyatakan bahwa fraud merupakan sebuah istilah umum yang mencakup segala sesuatu dari sebuah rencana dari kepintaran seseorang yang dilakukan agar memperoleh untung yang lebih banyak dari orang lain dengan memberikan bukti yang tidak benar. Tidak ada ketentuan serta aturan yang jelas yang bisa ditetapkan sebagai istilah umum dalam menjelaskan fraud. Batasan yang jelas dalam mendefinisikan fraud yaitu ketidakjujuran yang diperbuat oleh seseorang.

3

(corruption). Fraudulent financial reporting yaitu tindakan menutupi kondisi keuangan yang

sebenarnya dengan melakukan rekayasa keuangan untuk memperoleh keuntungan. Asset

misappropriation merupakan penyalahgunaan, pencurian aset atau harta perusahaan maupun

pihak lain yang berupa penyalahgunaan asset, yang berupa kas maupun penyalahgunaan aset berupa non-kas seperti penggunaan fasilitas untuk keperluan pribadi. Jenis ini paling mudah untuk dideteksi karena sifatnya yang dapat diukur atau dihitung. Sedangkan corruption merupakan jenis fraud yang paling sulit dideteksi karena menyangkut konflik kepentingan dimana seseorang atau kelompok yang mempunyai kepentingan tertentu saling bekerja sama dengan pihak lain yang mengakibatkan kerugian bagi perusahaan. Termasuk penyalahgunaan wewenang, suap, penerimaan ilegal serta pemerasan secara ekonomi.

Ada 3 tindakan yang dapat diupayakan untuk meminimalisir terjadinya fraud, yaitu tindakan preventive control,detective control dan corrective control. Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah preventive control atau pengendalian untuk pencegahan, yaitu dilakukan sebelum suatu masalah muncul, dengan mulai menerapkan kualifikasi sumber daya manusia, pemisahan tugas yang memadai dan secara efektif mengendalikan akses fisik atas aset, fasilitas dan informasi. Langkah kedua, detective control atau pengendalian pemeriksaan, yang dibutuhkan untuk mengungkap masalah, sesaat masalah tersebut muncul, misalnya mulai mempersiapkan rekonsiliasi bank dan neraca saldo setiap bulan. Langkah ketiga, corrective control atau pengendalian korektif untuk memecahkan masalah yang ditemukan oleh detective control. Pengendalian ini mencakup prosedur yang dilaksanakan untuk mengidentifikasikan penyebab masalah, memperbaiki kesalahan atau kesulitan yang ditimbulkan dan mengubah sistem agar masalah di masa yang akan datang dapat

4

Fraud tidak dapat dibiarkan tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan pada

perusahaan yang akan membuat kinerja perusahaan baik secara finansial atau bagian lainnya menjadi rusak. Pencegahan dirasa jauh lebih baik dibandingkan harus menunggu terjadinya

fraud kemudian baru ditangani setelah sudah ada kerugian yang dinikmati oleh pelaku

tindakan fraud. Selain itu, biaya yang harus dikeluarkan akan lebih banyak untuk mengembalikan kondisi sebelum terjadinya fraud dibandingkan melakukan pencegahansejak awal. Kondisi ini disebabkan karena fraud yang terjadi akan menyebabkan lingkungan kerja yang kurang baik serta merugikan banyak pihak. Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam menghadapi fraud adalah dengan membangun atau menerapkan sistem pendukung kerja seperti sistem pengendalian manajemen yang tepat, membuat standarisasi kerja yang optimal, membangun sistem monitoring control serta dapat pula menerapkan kebijakan reward and punishment sebagai bentuk feedback antar sumber daya manusia pada suatu perusahaan. Reward and punishment sangat erat hubungannya dengan

Dokumen terkait