• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

E. Keterbatasan Penulis

Penulis telah berupaya semaksimal mungkin melaksanakan penelitian

dengan memperhatikan kaidah-kaidah penelitian dan penulisan karya ilmiah

secara seksama dengan harapan mendapatkan data yang valid dan hasil yang dapat

dipertanggungjawabkan

secara

ilmiah.

Namun

mengingat

keterbatasan

pengetahuan dan kemampuan penulis, maka dalam penelitian ini terdapat

keterbatasan-keterbatasan sebagai berikut :

1.

Uji coba instrumen yang digunakan dalam penelitian hanya dilakukan satu

kali. Untuk meningkatkan validitas dan reliabilitasnya, instrumen penelitian

perlu diujicobakan beberapa kali.

2.

Ketiga aspek prestasi belajar (kognitif, afektif, dan psikomotorik) harus

diamati peningkatannya secara keseluruhan dan berkelanjutan pada semua

pokok bahasan, tidak hanya dalam satu pokok bahasan dan dalam satu siklus

pembelajaran saja.

3.

Prestasi belajar yang dicapai oleh siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor

internal seperti kecerdasan/intelegensi, motivasi belajar, sikap ilmiah dan

gaya belajar, serta dipengaruhi pula oleh faktor eksternal seperti lingkungan

keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dalam penelitian ini penulis hanya

mengamati faktor motivasi belajar dan sikap ilmiah sebagai faktor internal

yang terbatas pada lingkungan sekolah saja.

commit to user

133 BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari pembahasan pada bab sebelumnya, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Ada pengaruh Inkuiri Terbimbing menggunakan Animasi dan Pictorial Riddle

terhadap prestasi belajar fisika, dimana nilai probabilitas (sig.) sebesar 0,046. Materi usaha dan energi yang dipilih pada penelitian ini adalah materi fisika yang bersifat konkrit. Misalkan pada konsep usaha, untuk melakukan suatu usaha maka diperlukan gaya. Dalam hal ini usaha yang dihasilkan dapat dirasakan dan dapat diamati efeknya. Oleh karena itu dilakukan pembelajaran dimana siswa dapat melakukan pengamatan. Agar tampil menarik sehingga

siswa merasa senang, pembelajaran dilakukan melalui Animasi dan Pictorial

Riddle. Melalui media animasi, konsep usaha dan energi dibuat menjadi lebih menarik. Dengan media ini pula konsep-konsep yang tidak dapat diamati prosesnya dapat divisualisasikan, sehingga siswa dapat mengamati proses tersebut. Animasi dalam pembelajaran fisika merupakan program pembelajaran yang menarik, menghibur, dan menyenangkan yang ditampilkan dalam komputer dalam bentuk gambar bergerak agar siswa dapat memahami konsep fisika. Selain melalui animasi, pembelajaran inkuiri terbimbing juga dilakukan

melalui Pictorial Riddle. Pictorial Riddle merupakan media yang

commit to user

134

yang telah disusun secara sistematis mampu menumbuhkan sikap berpikir

kritis dan kreatif siswa. Melalui Pictorial Riddle, pembelajaran fisika materi

usaha dan energi dikemas menjadi pembelajaran yang menarik dengan adanya

riddle berupa gambar, peraga, atau situasi yang sesungguhnya. Dalam pembelajaran ini, guru mengajak siswa untuk berpikir kritis, aktif, dan kreatif.

Ketika guru menampilkan riddle, guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan

kepada siswa yang berkaitan dengan riddle tersebut, yang membantu siswa

memperoleh pengertian tentang konsep atau prinsip apakah yang terlibat di dalamnya. Sehingga dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa ada

pengaruh Inkuiri Terbimbing menggunakan Animasi dan Pictorial Riddle

terhadap prestasi belajar fisika, dimana nilai probabilitas (sig.) sebesar 0,046. Perbedaan pengaruh antara penggunaan kedua media pembelajaran tersebut dapat dilihat dari rerata nilai prestasi belajar fisika, yaitu siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan media Animasi memiliki rerata sebesar 70,75, sedangkan siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan media

Pictorial Riddle memiliki rerata sebesar 68,97. Dari rerata penggunaan kedua media tersebut, terlihat bahwa siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan media Animasi memperoleh prestasi belajar yang lebih baik daripada siswa

yang mendapatkan pembelajaran dengan media Pictorial Riddle.

2. Ada pengaruh motivasi belajar tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar

fisika, dimana nilai probabilitas (sig.) sebesar 0,000. Dalam pembelajaran, motivasi merupakan pendorong siswa untuk belajar atau menguasai materi pelajaran yang sedang diikutinya. Tanpa motivasi, siswa tidak akan tertarik dan

commit to user

serius dalam mengikuti pembelajaran. Sebaliknya dengan adanya motivasi yang tinggi, siswa akan tertarik dan terlibat aktif bahkan berinisiatif dalam proses pembelajaran. Dengan motivasi yang tinggi siswa akan berupaya sekuat-kuatnya dan dengan menempuh berbagai strategi positif untuk mencapai keberhasilan belajar, sehingga diduga motivasi belajar ini berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa, khususnya materi usaha dan energi. Siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi akan selalu haus akan berbagai aspek yang terkait dengan materi usaha dan energi. Bahkan siswa akan berinisiatif mencari sendiri materi-materi mana saja yang ingin dikuasainya. Keadaan ini berlainan dengan siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. Sehingga dari penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa ada pengaruh motivasi belajar tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar fisika, dimana nilai probabilitas (sig.) sebesar 0,000. Hal ini dapat dilihat dari rerata nilai prestasi belajar fisika, yaitu siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi memperoleh rerata sebesar 73,48, sedangkan siswa yang memiliki motivasi belajar rendah memperoleh rerata sebesar 65,9. Dari kedua rerata tersebut, terlihat bahwa siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi memperoleh prestasi belajar yang lebih baik daripada siswa yang memiliki motivasi belajar rendah.

3. Ada pengaruh sikap ilmiah tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar fisika,

dimana nilai probablitas (sig.) sebesar 0,000. Sikap ilmiah merupakan perbuatan yang berdasarkan pada pendirian atau pendapat atau keyakinan. Sikap ilmiah yaitu kecenderungan seorang siswa untuk bertindak atau berperilaku dalam memecahkan suatu masalah secara sistematis melalui

commit to user

136

langkah-langkah ilmiah. Diantara sikap ilmiah yaitu sikap ingin tahu, kritis, obyektif, sikap ingin menemukan, menghargai karya teman, tekun, dan terbuka. Dalam proses pembelajaran usaha dan energi, sikap-sikap ilmiah tersebut sangat diperlukan sehingga diduga sikap ilmiah berpengaruh terhadap prestasi belajar usaha dan energi, dan terdapat perbedaan antara siswa yang memiliki sikap ilmiah tinggi dengan siswa yang memiliki sikap ilmiah rendah. Sehingga dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa ada pengaruh sikap ilmiah tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar fisika, dimana nilai probablitas (sig.) sebesar 0,000. Hal ini dapat dilihat dari rerata nilai prestasi belajar fisika, yaitu siswa yang memiliki sikap ilmiah tinggi memperoleh rerata sebesar 73,71, sedangkan siswa yang memiliki sikap ilmiah rendah memperoleh rerata sebesar 66,16. Dari kedua rerata tersebut, terlihat bahwa siswa yang memiliki sikap ilmiah tinggi memperoleh prestasi belajar yang lebih baik daripada siswa yang memiliki sikap ilmiah rendah.

4. Tidak ada interaksi antara Inkuiri Terbimbing menggunakan Animasi dan

Pictorial Riddle dengan motivasi belajar terhadap prestasi belajar fisika, dimana nilai probabilitas (sig.) sebesar 0,651. Media merupakan alat komunikasi agar pembelajaran lebih efektif. Pada penelitian ini media

pembelajaran yang digunakan adalah berupa Animasi dan Pictorial Riddle,

dengan pendekatan pembelajaran adalah Inkuiri Terbimbing. Pendekatan pembelajaran adalah suatu cara pandang dalam proses pembelajaran yang dapat membantu siswa memahami konsep dengan melakukan penyelidikan

commit to user

Riddle. Melalui media ini pembelajaran fisika dikemas menjadi lebih menarik melalui visualisasi gambar. Motivasi belajar merupakan sesuatu yang mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran. Siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi akan berupaya semaksimal mungkin untuk memperluas dan memperdalam lingkup materi yang harus dipelajari, khususnya materi usaha dan energi dan selalu aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran. Sikap seperti ini sangat diperlukan dalam pembelajaran materi usaha dan energi. Namun dalam penelitian ini diperoleh hasil bahwa tidak ada

interaksi antara Inkuiri Terbimbing menggunakan Animasi dan Pictorial

Riddle dengan motivasi belajar terhadap prestasi belajar fisika, dimana nilai probabilitas (sig.) sebesar 0,651. Media pembelajaran yang diterapkan lebih berpengaruh terhadap prestasi belajar, dimana kemampuan kognitif siswa yang lebih menentukan dibandingkan motivasi belajar. Sedangkan mengenai motivasi belajar, cenderung lebih ditekankan pada peningkatan motivasi belajar itu sendiri. Siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi diharapkan juga akan memperoleh prestasi yang tinggi .

5. Tidak ada interaksi antara Inkuiri Terbimbing menggunakan Animasi dan

Pictorial Riddle dengan sikap ilmiah siswa terhadap prestasi belajar fisik, dimana nilai probabilitas (sig.) sebesar 0,901. Media pembelajaran cenderung lebih berpengaruh siswa terhadap aspek kognitif siswa, tidak berinteraksi langsung dengan sikap ilmiah. Dalam pembelajaran inkuiri terbimbing terjadi

serangkaian proses penyelidikan masalah yang melibatkanseluruh kemampuan

commit to user

138

kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya. Sikap kritis, logis, analitis, sikap obyektif, jujur, bekerjasama, teliti/cermat dan lain-lain merupakan sikap-sikap ilmiah yang sangat

diperlukan dalam pembelajaran inkuiri terbimbing. Keberhasilan belajar

merupakan integrasi dari faktor internal dan faktor eksternal siswa. Dalam hal ini sikap ilmiah merupakan faktor internal, sedangkan media Animasi dan

Pictorial Riddle yang disampaikan kepada siswa melalui pendekatan Inkuiri Terbimbing adalah faktor eksternal. Dalam penelitian ini diperoleh hasil bahwa tidak ada interaksi antara Inkuiri Terbimbing menggunakan Animasi dan

Pictorial Riddle dengan sikap ilmiah siswa terhadap prestasi belajar fisik, dimana nilai probabilitas (sig.) sebesar 0,901. Sikap ilmiah siswa merupakan kecenderungan siswa untuk berperilaku dalam memecahkan suatu masalah secara sistematis melalui langkah-langkah ilmiah. Sikap ilmiah seperti sikap ingin tahu, kritis, obyektif, dan lain-lain sebaiknya harus dimiliki oleh setiap siswa. Dalam penelitian ini, media pembelajaran tidak berinteraksi dengan sikap ilmiah siswa. Media pembelajaran cenderung lebih berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Dengan kata lain keterampilan kognitif lebih banyak pengaruhnya daripada sikap ilmiah. Sedangkan untuk sikap ilmiah, lebih banyak ditekankan pada peningkatan sikap ilmiah siswa, karena siswa yang memiliki sikap ilmiah tinggi, diharapkan juga memiliki prestasi belajar yang tinggi.

6. Tidak ada interaksi antara motivasi belajar dengan sikap ilmiah terhadap

commit to user

merupakan sesuatu yang menggerakkan atau mendorong siswa untuk belajar atau menguasai materi pelajaran yang sedang diikutinya. Siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi akan senantiasa aktif dalam pembelajaran. Sikap aktif ini jika didukung pula dengan sikap kritis, sikap suka bekerjasama yang merupakan ciri-ciri dari sikap ilmiah, menjadikan seorang siswa lebih mudah dalam pemahaman materi usaha dan energi. Jika siswa mudah menyerap informasi yang disampaikan guru, akan meningkatkan prestasi belajarnya. Namun dalam penelitian ini diperoleh hasil bahwa tidak ada interaksi antara motivasi belajar dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar, dimana nilai probabilitas (sig.) sebesar 0,535. Motivasi belajar dan sikap ilmiah secara bersama-sama tidak mampu mendongkrak prestasi belajar siswa. Siswa dengan motivasi belajar tinggi dan sikap ilmiah tinggi akan berupaya secara aktif menemukan jawaban dalam setiap permasalahan. Begitu juga sebaliknya dengan siswa yang motivasi belajarnya rendah dan sikap ilmiahnya juga rendah, cenderung pasif dalam menemukan jawaban ketika menjumpai permasalahan. Sehingga siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dan sikap ilmiah tinggi akan memperoleh prestasi belajar yang tinggi, dan siswa yang memiliki motivasi belajar rendah dan sikap ilmiah rendah tetap memperoleh prestasi belajar yang rendah.

7. Tidak ada interaksi antara Inkuiri Terbimbing menggunakan Animasi dan

Pictorial Riddle, motivasi belajar dan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar fisika, dimana nilai probabilitas (sig.) sebesar 0,546. Pendekatan pembelajaran merupakan suatu teknik guru menyampaikan materi kepada siswa agar siswa

commit to user

140

dapat menerima materi tersebut dengan baik. Pembelajaran inkuiri terbimbing

menggunakan Animasi dan Pictorial Riddle yang digunakan dalam penelitian

ini membantu siswa memahami konsep melalui tampilan visual yang menarik, menghibur, menyenangkan, namun menuntut siswa mampu berpikir aktif, kritis dan kreatif. Siswa dengan motivasi belajar dan sikap ilmiah tinggi dapat lebih mudah memahami materi usaha dan energi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara Inkuiri Terbimbing

menggunakan Animasi dan Pictorial Riddle, motivasi belajar dan sikap ilmiah

terhadap prestasi belajar fisika, dimana nilai probabilitas (sig.) sebesar 0,546.

B. Implikasi 1. Implikasi Teoritis

Keberhasilan seorang siswa dalam belajar dipengaruhi oleh faktor internal (intelegensi, gaya belajar, motivasi belajar, sikap ilmiah, dll) dan faktor eksternal (lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan Inkuiri terbimbing sebagai faktor eksternal dengan

media pembelajaran berupa Animasi dan Pictorial Riddle berpengaruh terhadap

prestasi belajar siswa. Pembelajaran dengan memperhatikan motivasi belajar dan sikap ilmiah siswa sebagai faktor internal juga berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa, namun tidak dijumpai adanya interaksi antara media pembelajaran dengan motivasi belajar, tidak ada interaksi antara media pembelajaran dengan sikap ilmiah, tidak ada interaksi antara motivasi belajar dengan sikap ilmiah, dan juga tidak ada interaksi antara media pembelajaran dengan motivasi belajar dan

commit to user

sikap ilmiah terhadap prestasi belajar siswa. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa media pembelajaran sebagai faktor eksternal dan motivasi belajar serta sikap ilmiah sebagai faktor internal sangat mempengaruhi siswa dalam proses pembelajaran.

2. Implikasi Praktis

a. Pembelajaran fisika pada materi usaha dan energi lebih tepat disampaikan

dengan media Animasi dibandingkan dengan Pictorial Riddle, mengingat

bahwa ketika menggunakan Animasi siswa dapat mengikuti proses penemuan konsep secara bertahap.

b. Motivasi belajar siswa perlu diperhatikan dan dirangsang untuk meningkatkan

prestasi belajar siswa.

c. Sikap ilmiah siswa perlu diperhatikan dan dirangsang untuk meningkatkan

prestasi belajar siswa.

C. Saran

Berdasarkan kesimpulan dan implikasi hasil penelitian, saran-saran yang perlu disampaikan dalam upaya menyumbangkan ide dan pemikiran untuk peningkatan prestasi belajar siswa adalah sebagai berikut :

1. Dalam pembelajaran fisika dengan Inkuiri Terbimbing menggunakan

Animasi, sebaiknya guru menyiapkan LKS yang berisi langkah-langkah penggunaan animasi dengan daftar pertanyaan secara detail untuk menggambarkan langkah-langkah kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa.

commit to user

142

2. Sebelum pembelajaran dimulai, guru sebaiknya sudah meng-install program

animasi pada tiap komputer yang akan digunakan oleh siswa, sehingga ketika pembelajaran dimulai, program animasi siap digunakan

3. Sebelum menyampaikan kepada siswa, guru sebaiknya terlebih dahulu

mencoba program animasi sekaligus untuk mengecek kesiapan program tersebut untuk dapat digunakan oleh siswa.

4. Dalam membuat rancangan animasi, guru harus benar-benar memperhatikan

tujuan pembelajaran yang hendak dicapai, jangan sampai salah konsep.

5. Sebelum pembelajaran fisika materi usaha dan energi, perlu dilakukan

pengukuran motivasi, sehingga dapat dilaksanakan pembelajaran yang sesuai.

6. Perlu dilakukan langkah-langkah untuk meningkatkan motivasi belajar,

misalnya dengan menyajikan film atau video yang menunjukkan bahwa hasil dari ilmu fisika telah memberikan banyak manfaat dalam kehidupan sehari- hari.

7. Sebelum pembelajaran fisika materi usaha dan energi, perlu dilakukan

pengukuran sikap ilmiah, sehingga dapat dilaksanakan pembelajaran yang sesuai.

8. Perlu dilakukan langkah-langkah untuk meningkatkan sikap ilmiah, misalnya

dengan menunjukkan aplikasi-aplikasi dari perkembangan ilmu fisika dalam bidang teknologi yang telah memberikan banyak kemudahan dalam kehidupan sehari-hari.

Dokumen terkait