Redemption/Pembayaran Penjualan
E. Keterbukaan Informasi dalam Perdagangan Reksa dana
Keterbukaan, atau yang ada di dalam masyarakat pasar modal lebih dikenal dengan disclosure pada saat ini sebenarnya bukanlah monopoli di pasar
modal.Hal ini dikarenakan keharusan melakukan keterbukaan telah diwajibkan kepada perusahaan.Ini dapat dilihat pada adanya kewajiban untuk mempublikasi anggaran dasar Perseroan Terbatas yang baru didirikan, serta perubahannya di dalam lembaran negara serta mendaftarkan perusahaan pada daftar perusahaan yang saat ini diselenggarakan oleh Departemen Perindustrian dan Perdagangan.60
Karena pentingnya keterbukaan, maka tuntutan untuk melakukan keterbukaan ini tidak hanya akan dikenakan terhadap perusahaan publik dann emiten61
Informasi fakta material dalam Pasal 1 angka 7 UUPM adalah informasi atau fakta penting dan relevan mengenai peristiwa, kejadian, atau fakta yang dapat semata, tetapi juga menyangkut kepada perusahaan yang tidak melakukan penawaran umum efeknya ke masyarakat. Berdasarkan Pasal 5 ayat 1 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1982 tentang Daftar Perusahaan (UUDP), misalnya, ditentukan bahwa kewajiban untuk melakukan pendaftaran dikenakan terhadap setiap perusahaan.
Pasal 1 angka 25 UUPM menyebutkan prinsip keterbukaan adalah pedoman umum yang mensyaratkan emiten, perusahaan publik, dan pihak lain yang tunduk pada undang-undang ini untuk menginformasikan kepada masyarakat dalam waktu yang tepat seluruh infomasi material mengenai usahanya atau efeknya yang dapat berpengaruh terhadap keputusan pemodal terhadap efek dimaksud dan atau harga dari efek tersebut.
60
Pasal 15-23 UU NO 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Selain mengharuskan adanya persetujuan Menteri, pengumuman dalam berita negara dan pendaftaran dalam daftar perusahaan atas perubahan-perubahan tertentu di dalam anggaran dasar perseroan terbatas, ada beberapa perubahan dalam anggaran dasar yang hanya wajib dilaporkan kepada Menteri dan didaftarkan, seperti dikutip oleh
61
mempengaruhi harga efek pada bursa efek dan atau keputusan pemodal, calon pembeli atau pihak lain yang berkepentingan atas informasi atau fakta tersebut.
Keterbukaan tersebut umumnya mencakup informasi harga unit reksa dana di media massa, prospektus, hingga laporan bulanan manajer investasi dalam bentuk fund fact sheet.
1. Prospektus
Suatu prospektus harus mencakup semua rincian dan fakta material mengenai reksa dana yang dapat mempengaruhi keputusan pemodal, yang diketahui atau layak diketahui oleh manajer investasi, disamping keterbukaan yang secara khusus dipersyaratkan oleh BAPEPAM. Reksa dana harus menerbitkan pembaharuan prospektus sekurang-kurangnya 6 bulan sekali disertai laporan keuangan terakhir. Bagi manajer investasi yang menawarkan lebih dari satu reksa dana.
Prospektus harus dibuat sedemikian rupa sehingga jelas dan komunikatif, fakta harus disampaikan dalam urutan menurut relevansinya terhadap konsep investasi reksa dana dimana fakta dan pertimbangan-pertimbangan yang paling penting harus dibuat ringkasannya dan diungkapkan pada bagian pada bagian awal prospektus. Setiap prospektus dilarang memuat keterangan yang tidak benar tentang fakta material, atau tidak memuat pernyataan tentang fakta material yang dibutuhkan, agar keterangan yang termuat dalam prospektus tersebut tidak
memberikan gambaran yang menyesatkan. Prospektus reksa dana sekurang-kurangnya memuat hal-hal sebagai berikut :62
a. Ringkasan mengenai reksa dana dan kolom perhatian dan pernyataan
(disclaimer) pada kulit muka prospektus,
b. Uraian kebijakan, tujuan, strategi dan batasan reksa dana,
c. Uraian faktor-faktor resiko utama, setidak-tidaknya meliputi resiko
penurunan nilai, resiko likuiditas dan resiko pertanggungan atas harta atau kekayaan reksa dana,
d. Uraian mengenai reksa dana dan saham atau unit penyertaan yang dijual, termasuk riwayat reksa dana, jumlah saham atau unit penyertaan yang ditetapkan dalam kontrak, harga, kondisi penawaran, tanggal efektif, batasan kepemilikan dan lain-lain,
e. Uraian mengenai operasi reksa dana,
f. Uraian mengenai hak-hak pemegang saham atau unit penyertaan,
g. Uraian mengenai tata cara, persyaratan, penentuan nilai dan biaya dari pemesanan, pembelian dan penjualan kembali (redemption) saham atau unit penyertaan,
h. Uraian mengenai biaya-biaya dan tanggung jawab para pihak yang terkait, termasuk kontrak pengelolaan reksa dana,
i. Uraian mengenai ketentuan perpajakan yang berlaku,
62
Iwan P.Pontjowinoto dan Drs.Marzuki Usman, Bunga Rampai Reksa Dana (Jakarta: Balai Pustaka, 2000), hlm. 30.
j. Uraian mengenai direksi (bila ada), manajer investasi, bank kustodian dan profesi penunjang termasuk pengalaman dan pendapat dari profesi penunjang,
k. Dana dan laporan keuangan yang sesuai ketentuan BAPEPAM,
l. Informasi mengenai fasilitas distribusi dan layanan-layanan bagi pemodal termasuk layanan informasi, nasehat investasi dan transaksi.
Disamping informasi dalam bentuk prospektus, reksa dana dan manajer investasi mungkin saja memberikan informasi guna meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan minat para pemodal terhadap reksa dana tersebut. Informasi dapat berbentuk barang cetakan, iklan, media massa atau informasi elektronik seperti telepon, internet, ATM (Anjungan Tunai Mandiri) dan sebagainya.63
63Ibid.,
hlm. 31.
2. Informasi portofolio
Setidaknya setiap enam bulan sekali, manajer investasi kontrak investasikolektif juga harus menyediakan informasi laporan keuangan. Namun sebaiknyadisamping laporan keuangan, disediakan pula informasi mengenai kondisi portofolio efek reksa dana tersebut sehingga dengan mempelajari posisi nilai aktiva bersih dan portofolio efek, para (calon) pemegang saham atau unit penyertaan dapat mengetahui potensi hasil dan resiko investasi yang bersangkutan. Dalam hal pengelolaan asset investasi (dana), setiap manajer investasi umumnya memberikan laporan bulanan secara terperinci mengenai posisi portofolio asset investasi dan transaksi investasi yang dilakukan pada bulan terakhir.
3. Informasi nilai aktiva bersih
Informasi NAB reksa dana terbuka diperlukan pemodal untuk mengetahui harga yang dibayarkan untuk membeli saham atau unit penyertaan dan untuk memperkirakan nilai yang diterima bila pemodal ingin menjual kembali (redemption) saham atau unit penyertaan yang dimilikinya. Sedangkan dalam reksa dana tertutup, informasi tersebut untuk menentukan harga penawaran atau permintaan saham reksa dana melalui bursa saham.64
Disamping memberi informasi NAB, Manajer investasi kontrak investasi kolektif sebaiknya memberikan informasi bagian nilai aktiva bersih yang berasal dari portofolio efek, nilai perolehan dari portofolio efek, serta bagian yang berasal dari sisa pendapatan investasi reksa dana. Disamping itu, sebaiknya diberikan informasi mengenai rencana distribusi reksa dana, baik dalam hal ini maupun waktu. Hal ini sangat penting berkaitan dengan pengaruh pajak atas nilai bersih investasi bila ada pemodal yang akan membeli saham atau unit penyertaan tersebut. Bagi reksa dana tertutup, pendapatan yang akan diterima dapat membuat harga saham cumdeviden menjadi lebih tinggi. Namun, dalam reksa dana terbuka, pajak yang akan dipotong dari deviden dapat membuat nilai saham atau unit penyertaan yang dibeli akan menurun.65
64
Ibid, hlm. 32.
BAB II
PENGATURAN REKSA DANA DI PASAR MODAL INDONESIA
A. Pengertian dan Bentuk-Bentuk Reksa dana