• Tidak ada hasil yang ditemukan

2.3 Tinjauan Tema

2.4.3 Keterkaitan Tema Dengan Judul

Keterkaitannya Arsitektur Hemat Energi dengan bangunan perpustakaan juga sangat erat yang meliputi baik secara konstruksi, estetika desain maupun dampak bagi perpustakaan pada masa sekarang dan mendatang. Sebagai bangunan perpustakaan dengan tema Arsitektur Hemat Energi juga dapat bermanfaat untuk dampak lingkungan maupun dampak bagi pengguna perpustakaan itu sendiri. Sebab penerapan hemat energi dapat memberi kesehatan bagi pengunjung sehingga dapat membuat pengunjung kembali mendatangi bangunan tersebut. Oleh sebab itu penerapan Arsitektur Hemat Energi ini perlu dikembangkan dan diterapkan termasuk ke bangunan-bangunan pendidikan salah satunya Perpustakaan Umum.

42 2.4.4 Studi banding arsitektur yang mempunyai tema sejenis

Cobram Library & Learning Center

Gambar 2. 13 Cobram Library & Learning Center (Sumber: Archdaily.com)

Architects: CohenLeigh Architects Location: Cobram, Australia.

Area: 525 m² Year: 2016

Didesain oleh CohenLeigh Architects, The Cobram Library & Learning Center adalah perpustakaan 'lokal' yang khas, merangkul teknologi baru, mempromosikan ruang belajar dan menjadi perpustakaan yang fleksibel di semua usia. CohenLeigh Architects ingin membuat perpustakaan 'lokal' yang khas untuk kota Cobram di utara Victoria

Gambar 2. 14 Cobram Library & Learning Center (Sumber: Archdaily.com)

43

Gambar 2. 15 Cobram Library & Learning Center (Sumber: Archdaily.com)

Bentuk lengkung dan pemilihan material yang cermat menambah kesan lokalitas karena "proses desain melibatkan penelusuran garis Sungai Murray di dekatnya, dan melapisinya sebagai garis potong pada layar yang diperkuat dengan kayu yang melengkung". Fasad yang dihasilkan, yang membungkus perpustakaan, memungkinkan cahaya masuk ke interior

Ramsey County Shoreview Library

Gambar 2. 16 Ramsey County Shoreview Library (Sumber: Archdaily.com)

Architects: HGA Area: 38500 ft²

Year: 2017

Perpustakaan baru, yang dioperasikan oleh Perpustakaan Ramsey County, menggantikan perpustakaan komunitas yang sudah usang secara fungsional dengan

44 Perpustakaan Shoreview sebagai perpustakaan daerah baru. Fasilitas Kota memiliki konsistensi material nominal melalui penggunaan berbagai campuran batu bata.

Gambar 2. 17 Ramsey County Shoreview Library (Sumber: Archdaily.com)

Konsep desain: Desainnya berupaya untuk merayakan kerajinan dan pengalaman

"buku" melalui lensa arsitektur kontemporer. Model terlipat mengeksplorasi tempat tinggal fisik dari "halaman" yang, pada gilirannya, menginformasikan geometri

"penutup" pelindung - referensi ke selubung bangunan eksterior. Setiap lipatan diinformasikan oleh ruang, cahaya, dan volume yang sesuai dengan fungsi ruangannya.

Gambar 2. 18 Ramsey County Shoreview Library (Sumber: Archdaily.com)

45 Fleksibilitas Interior dan Pembuatan Tempat: Permukaan interior terlipat berwarna putih melayang di atas pelat lantai dari satu lantai ke lantai yang besar. Sementara fleksibilitas jangka panjang sangat penting untuk program perubahan di perpustakaan kontemporer, desain berusaha untuk menciptakan lingkungan yang berbeda dari pertemuan kelompok besar hingga pengaturan satu orang yang intim.

Denah lantai terbuka dibagi lagi menjadi ruang-ruang dengan skala yang berbeda-beda oleh tiga kotak kayu yang dibalut dengan kenari alami yang berisi ruang belajar, kantor, dan ceruk pajangan.

Gambar 2. 19 Ramsey County Shoreview Library (Sumber: Archdaily.com)

46 BAB 3

METODE PERANCANGAN

3.1 Metode Penentuan Tapak Perancangan

Pemilihan tapak untuk lokasi harus memiliki pertimbangan dari berbagai hal yang ada dibawah, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Sesuai dengan rencana tata ruang pengembangan kota 2. Lokasi yang cukup strategis

- Lokasi site terletak di lokasi yang cukup ramai, dan dekat juga dengan beberapa bangunan pendidikan. Serta berada di kawasan Komersil (K-2).

- Akses pencapaian yang mudah karena terletak di pinggir jalan yang mudah dicapai oleh masyarakat

3. Tapak dengan lahan yg cukup luas sangat sesuai dengan kebutuhan lahan yang diperlukan untuk bangunan perpustakaan.

4. Sesuai dengan rencana tata ruang pengembangan kota

5. Tidak melanggar Perda tentang IMB (Izin Mendirikan Bangunan).

6. Lokasi site yang cukup strategis.

7. Lokasi site terletak di daerah yang ramai penduduk 3.1.1 Lokasi Terpilih

Lokasi yang terpilih adalah sebuah lahan kosong yang berada di Jl Kapten Patimura (Depan Rumah Makan Garuda), Darat, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara.

47

Gambar 3. 1 Lokasi Site di Jl. Kapten Patimura (Sumber: GoogleEarth)

Pertimbangan pemilihan site pada lokasi tersebut merupakan pertimbangan dari berbagai hal, diantara lain sebagai berikut:

- Lokasi berada di pusat kota medan

- Memiliki akses jalan yang baik yaitu jalan besar Jl. Kapten Patimura - Lokasi cukup luas untuk dibangunnya sebuah Perpustakaan Umum - Berdekatan dengan bangunan-bangunan komersial

- Dan berdekatan beberapa perumahan penduduk

Berikut adalah beberapa ketentuan dari site yang dipilih adalah seperti:

- Ukuran tapak seluas 13,500 m2 - Batas-batas site

Batas-batas site yang berada pada ruang lingkup yang memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap lokasi site adalah sebagai berikut:

a. Sebelah Utara berbatasan dengan Restoran Sajian Bhinneka dan kawasan pemukiman penduduk.

b. Sebelah Timur berbatasan dengan Sungai Deli dan kawasan permukiman penduduk.

c. Sebelah Selatan berbatasan dengan Rumah Makan Sederhanan dan kawasan pemukiman penduduk.

48 d. Sebelah Barat berbatasan dengan Jl Kapten Patimura, Rumah Makan

Garuda dan Kantor BPJS Ketenagakerjaan - Aksesibilitas site

Akses menuju ke lokasi site dapat digapai dari Jl. Kapten Patimura. Akses terbaik adalah melalui Jl. Kapten Patimura karena jalan memiliki sirkulasi dua arah yang dapat memudahkan pengguna untuk keluar dari site melalui jalan tersebut.

-

Kondisi topografi

Kawasan site merupakan tanah urugan yang telah dibiarkan padat secara alami selama bertahun-tahun. Kondisi topografi pada site merupakan lahan area kosong dan terbuka yang ditumbuhi tanaman liar pada seluruh bagian site dan beberapa pohon pada bagian barat site.

3.1.2 Lokasi Alternatif

Gambar 3. 2 Lokasi di Jl.Ir.H. Juanda (Sumber: Google Earth)

Lokasi alternatif yang dipilih untuk perancangan Perpustakaan Umun di Kota Medan ini adalah di Jl. Imam Bonjol (seberang RSU Abdul Malik dan Masjid Dirgantara) dengan Jl Ir. H. Juanda, Suka damai, Kec. Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera

49 Utara. Pertimbangan pemilihan tapak pada lokasi tersebut merupakan pertimbangan dari berbagai hal, diantara lain sebagai berikut:

- Lokasi berada di pusat kota medan yang dekat dengan ikon dari kota medan yaitu Lanud Soewondo

- Memiliki akses jalan yang baik

- Lokasi cukup luas untuk dibangunnya sebuah Perpustakaan Umum - Berdekatan dengan sekolah

- Dan berdekatan beberapa perumahan penduduk yang cukup ramai

Berikut adalah beberapa ketentuan dari lokasi alternatif yang dipilih adalah seperti:

- Ukuran tapak seluas 9,450 m2

- Batas-batas lokasi yang berada ruang lingkup tapak yang memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap lokasi tapak adalah sebagai berikut:

e. Sebelah Utara Terdapat Jalan Ir. H. Juanda, dan berseberangan langsung dengan Kawasan daerah permukiman penduduk.

f. Sebelah Timur Merupakan kawasan daerah permukiman penduduk.

g. Sebelah Selatan Berbatasan dengan Bank OCBC NISP Medan Polonia.

h. Sebelah Barat Terdapat jalan Imam Bonjol, dan berseberangan dengan RS TNI Dr Abdul Malik dan Masjid Dirgantara

- Aksesibilitas tapak

Akses menuju ke lokasi site dapat digapai dari 2 arah yaitu dari arah Jl.

H. Juanda dan Jl Imam Bonjol. Akses terbaik menuju ke dalam lokasi site adalah melalui Jl. Imam Bonjol dan akses keluar terbaik dari dalam site adalah melalui Jl.Ir.H Juanda, karena jalan memiliki sirkulasi dua arah yang dapat memudahkan pengguna untuk keluar dari site melalui jalan tersebut.

-

Kondisi topografi

Kawasan tapak merupakan tanah urugan yang telah dibiarkan padat secara alami selama bertahun-tahun, dengan kemiringan tanah sekitar 0-2 %, sehingga termasuk dalam golongan jenis tanah datar. Kondisi topografi pada tapak merupakan lahan area kosong dan terbuka.

50 3.3.3 Analisis Penempatan Lokasi

Tabel 3. 1 Analisis Penempatan Lokasi

No Kategori Lokasi Tapak 1

Site dengan luasan ini cocok dan sesuai dengan kebutuhan lahan yang diperlukan untuk

bangunan perpustakaan dengan luas lahan 13,500 m2.

Gambar 3. 3 Lokasi Site di Jl.

Kapten Patimura (Sumber:

GoogleEarth)

Site dengan luasan ini cocok dan sesuai dengan kebutuhan lahan yang diperlukan untuk

bangunan perpustakaan dengan luas lahan 9,500 m2

Gambar 3. 4 Lokasi Site di Jl.Ir.H.

Juanda (Sumber: GoogleEarth) masuk ke dalam site melalui Jl. Kapten Patimura

• Terdapat jalan kecil yang di sisi Selatan site

• Memiliki dua akses masuk ke dalam site dari dua jalan besar yatu dari Jl. Imam Bonjol dan Jl.Ir.H.

Juanda

• Sirkulasi jalan jarang terjadi kemacetan

51

3

Kecama-tan

Site berada di kawasan pusat Kota Medan yaitu berada di

Kecamatan Medan Baru

Gambar 3. 5 Peta Kecamatan Medan Baru (Sumber:

id.wikipedia.org)

Site berada di kawasan pusat Kota Medan yaitu berada di

Kecamatan Medan Polonia

Gambar 3. 6 Peta Kecamatan Medan Polonia (Sumber:

• Kebisingan terdapat di sisi sebelah barat site

• Kebisingan paling rendah terdapat di tiga sisi yaitu sisi timur selatan dan utara site

• Kebisingan terdapat pada dua sisi yaitu sisi utara dan barat site

• Kebisingan paling rendah terdapat di sisi timur dan selatan site

52 Jl. Imam Bonjol dan bangunan masjid

53 6 Fasilitas

Terdekat

Fasilitas yang terdapat di sekitar site adalah sebagai berikut:

Fasilitas yang terdapat di sekitar site adalah sebagai berikut:

Berdasarkan pemaparan analisa kedua site pada tabel diatas dapat disimpulkan bahwa lokasi 1 lebih unggul dalam beberapa poin sehingga site yang terpilih untuk Perancangan Perpustakaan Umum di Kota Medan ini adalah Lokasi 1.

3.2 Metode Pendekatan Penyelesaian Permasalahan Perancangan

Dilihat dari jenis datanya, metode pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian kualitatif. Adapun yang dimaksud dengan penelitian kualitatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami dengan subjek penelitian secara keseluruhan dalam bentuk deskripsi kata-kata dan bahasa. Dengan kata lain, analisis kualitatif adalah analisis melalui pengembangan, penciptaan, penemuan konsep dan teori (Hamidi, 2005: 14).

Selain itu adapun jenis pendekatan penelitian ini juga menggunakan pendeketakan penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk memecahkan solusi masalah yang ada berdasarkan data-data yang ada sekarang.

Jenis penelitian deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini dimaksudkan bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang antusiasme warga Kota Medan untuk mengunjungi perpustakaan umum. Selain itu, melalui metode kualitatif ini diharapkan perpustakaan umum dapat mengetahui situasi dan permasalahan yang timbul pada minat baca warga Kota Medan.

54 3.2.1 Data Primer

1. Observasi/Survey

Observasi/Survey merupakan pencarian data dengan cara langsung melalui pengamatan lokasi dengan cara mengamati kontur tanah dan potensi yang dapat digunakan dalam perancangan.

Observasi/Survey ini dilakukan langsung terjun ke lapangan, interview dengan orang-orang yang berhubungan dengan obyek Perpustakaan seperti: pengunjung perpustakaan, petugas peminjaman buku, petugas informasi, serta orang-orang sekitar yang bertempat di sekitar lokasi tapak.

2. Metode Dokumentasi

Hadari Nawawi (2005:133) menyatakan bahwa studi dokumentasi adalah cara pengumpulan data melalui peninggalan tertulis terutama berupa arsip-arsip dan termasuk juga buku mengenai pendapat, dalil yang berhubungan dengan masalah penyelidikan. Sehingga untuk mendokumentasikan obyek dapat berupa gambar, tulisan ataupun foto-foto guna untuk mempertimbangkan kegiatan analisa untuk perancangan perpustakaan nanti

3.2.2 Data Sekunder 1. Studi Literatur

Tujuan dari studi literatur adalah untuk mendapatkan data yang dibutuhkan, baik dari teori, pendapat ahli, maupun peraturan dan kebijakan pemerintah yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan untuk analisis lebih lanjut. Data yang diperoleh dari studi literatur bersumber dari data internet, buku, majalah dan peraturan kebijakan pemerintah. Data ini meliputi:

- Data atau literatur lokasi yang dipilih, berupa peta kawasan dan potensi kawasan serta potensi alam dan buatan. Data tersebut kemudian akan digunakan untuk menganalisis kawasan tapak.

- Literatur yang berkaitan dengan bangunan dengan tema Architecture Sustainable yang meliputi fungsi, fasilitas, dan ruang yang mewadahinya.

Data tersebut akan digunakan untuk menganalisis konsep.

55 - Data literatur tentang aturan bangunan untuk perpustakaan. Data ini dapat membantu dalam proses menganalisa ruang, baik untuk analisa ruang maupun konsep ruang.

56 BAB 4

DESKRIPSI KAWASAN PENELITIAN

4.1 Judul Proyek Luasan

Judul proyek ini adalah Perancangan Perpustakaan Umum Dengan Pendekatan Arsitektur Hemat Energi di Kota Medan. Lokasi proyek berada di Jl. Kapten Patimura (Depan Rumah Makan Garuda), Darat, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara.

4.2 Lokasi

Lokasi site berada di Jl. Kapten Patimura (Depan Rumah Makan Garuda), Darat, Kec.

Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara.

Gambar 4. 1 Peta Kota Medan (Sumber: pemkomedan) Gambar 4. 2 Peta Kec. Medan Baru (Sumber: id.wikipedia.org)

Gambar 4. 3 Lokasi Yang Terpilh (Sumber: Google Earth)

57 - Judul: Perancangan Perpustakaan Umum Dengan Pendekatan Arsitektur

Hemat Energi di Kota Medan

- Tema Proyek: Arsitektur Hemat Energi

- Lokasi Proyek: Jl. Kapten Patimura (Depan Rumah Makan Garuda), Kec.

Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara.

- Luas site: 13,500m2

- KDB, KLB, KHD: maks 60%, maks 6, maks 20%

- GSB: 15 - Lebar jalan: 20 4.3 Luasan

Lokasi site berada di Jl. Kapten Patimura (Depan Rumah Makan Garuda), Darat, Kec.

Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara. Lokasi yang akan di rancang berada di lahan kosong yang memiliki luas lahan sebesar 13.500m2

Gambar 4. 4 Lokasi Site (Sumber: Dokumen Pribadi)

4.4 Peraturan bangunan dan Lingkungan

Gambar 4. 5 Zona Medan Baru (Sumber: intrusi.pemkomedan.go.id)

58

Gambar 4. 6 Zona Medan Baru (Sumber: intrusi.pemkomedan.go.id)

Menurut Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Peraturan Zonasi Kota Medan Tahun 2015-2035, lokasi berada di kawasan Perumahan Kepadatan Rendah/R3 dan Perdagangan/K-1 dan lokasi berada di kawasan Kecamatan Medan Baru. Lingkungan di sekitar lokasi juga banyak terdapat kawasan Perdagangan/K-1, Jasa Komersial/K-2, Perumahan Kepadatan Rendah dan Sarana Pelayanan Umum (SPU).

Tabel 4. 1 Intensitas Pemanfaatan Ruang (Sumber: pemkomedan.go.id/)

No Zona KDB

Maksimum

KLB Maksimum

KDH Minimum

Ketinggian Bangunan Maksimum 1. Sarana Pelayanan

Umum 60% 6 20% 13 Lantai/51 M

Tabel 4. 2 Rencana Fungsi Jalan (Sumber: pemkomedan.go.id/)

No Jalan Lebar jalan GSB

1. Kapten Patimura 20 15

Karena perpustakaan umum merupakan sarana pelayanan umum jadi digunakan zona dengan sarana pelayanan umum untuk mengetahui kebutuhan intensitas pemanfaaatan ruangnya untuk mengetahui KDB, KLB, KDH dan ketinggan bangunan maksimumnya.

4.5 Batasan Site Perancangan

Batas-batas lokasi yang berada ruang lingkup tapak yang memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap lokasi tapak adalah sebagai berikut

59 a. Sebelah Utara

Gambar 4. 7 Bangunan Sisi Utara (Sumber: Google Street View)

b. Sebelah Timur

Gambar 4. 8 Bangunan Sisi Timur (Sumber: Google Street View)

c. Sebelah Selatan

Gambar 4. 9 Bangunan Sisi Selatan (Sumber: Google Street View)

d. Sebelah Barat

Gambar 4. 10 Bangunan Sisi Barat (Sumber: Google Street View)

60 4.6 Fungsi Bangunan Sekitar

Berikut adalah fungsi dari bangunan yang berada di sekitar site perancangan perpustakaan umum adalah sebagai berikut

Gambar 4. 11 Gelato Bar (Sumber: Google Earth) Gambar 4. 12 Vihara Gunung Timur (Sumber: Google.com

Gambar 4. 13 Museum Rahmat Medan (Sumber: Google.com

Gambar 4. 14 Peta Kota Medan (Sumber: Google Earth)

Gambar 4. 15 Hotel Ibis (Sumber: Google.com) Gambar 4. 16 Rumah Dinas Gubernur (Sumber: Google.com)

Gambar 4. 17 R.M Sederhana (Sumber: Google.com) Gambar 4. 18 Northern Green School (Sumber: Google Earth)

61 BAB 5

ANALISA PERANCANGAN

5.1 Analisa Sistem Kegiatan / Program Ruang 5.1.1 Analisa Kegiatan

Sistem kegiatan yang terdapat dalam perancangan perpustakaan umum di Kota Medan ini didasarkan oleh pola seperti berikut:

- Pelaku Kegiatan Perpustakaan: orang-orang yang terdapat di perpustakaan umum di Kota Medan ini baik kegiatan yang dilakukan di dalam maupun luar ruangan.

- Kegiatan Pelaku Perpustakaan: aktivitas dari pelaku-pelaku kegiatan yang terjadi di dalam perpustakaan umum di Kota Medan

- Fungsi Kegiatan pada Perpustakaan: kegunaan dari kegiatan yang akan dilakukan oleh pelaku/orang yang berada di perpustakaan umum di Kota Medan

- Kebutuhan Ruang Perpustakaan: tempat-tempat dari aktivitas yang akan dilakukan oleh pelaku-pelaku kegiatan di perpustakaan umum di Kota Medan Adapun analisis sistem kegiatan dan kebutuhan ruang yang terdapat di masing-masing pelaku dapat digambarkan sebagai berikut:

1) Pengunjung Umum

Tabel 5. 1 Pengunjung Umum (Sumber: Analisa Pribadi)

Pelaku Kegiatan Kebutuhan Ruang

Pengunjung Umum

Mencari informasi Ruang informasi Penitipan barang Ruang penitipan barang Mencari buku, Membaca

buku

- Ruang koleksi dewasa - Ruang koleksi remaja - Ruang koleksi anak Meminjam buku,

Mengembalikan buku

Ruang pelayanan pengunjung

Berdiskusi Ruang lobby

Menonton video Ruang audio visual

62 Menggunakan internet,

Menggunakan komputer Ruang Komputer Menggunakan toilet

wanita Toilet wanita

Menggunakan toilet pria Toilet pria

2) Pengelola Perpustakaan

Tabel 5. 2 Pengelola Perpustakaan (Sumber: Analisa Pribadi)

Pelaku Kegiatan Kebutuhan Ruang

Pengelola Perpustakaan

Administrasi Ruang administrasi Memimpin perpustakaan Ruang pimpinan

Mengorganisasikan Ruang seketaris

Rapat Ruang rapat

Istirahat Ruang istirahat pengelola Menggunakan toilet

wanita Toilet wanita

Menggunakan toilet pria Toilet pria

3) Kegiatan Komersial

Tabel 5. 3 Tabel Kegiatan Komersial (Sumber: Analisa Pribadi)

Pelaku Kegiatan Kebutuhan Ruang

Komersial

Menyediakan makanan

dan minuman Cafeteria

Menjual cideramata &

buku Toko retail

Melihat pameran buku Ruang pameran

63 4) Servis

Tabel 5. 4 Tabel Servis (Sumber: Analisa Pribadi)

Pelaku Kegiatan Kebutuhan Ruang

Servis

Beribadah sholat Musholla Mekanikal dan elektrikal Ruang mekanikal dan

elektrikal Keamanan bangunan Ruang satpam/Pos

satpam Menaruh kendaraan Tempat parkir

Pantry Pantry

Menyimpan barang Gudang

Pembersihan Janitor

Mekanikal & elektrikal

5.1.2 Analisa Besaran Ruang

Berdasarkan data dari studi banding di Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Medan yang dikelola oleh pemerintah, diketahui bahwa jumlah pengunjung pada tahun 2018 sekitar 129.000 orang. Diperkirakan akan mengalami kenaikan sebanyak 100 orang/hari dalam setahun terhitung untuk 10 tahun mendatang kurang lebih sebanyak 159.000 orang. Jam pelayanan perpustakaan sekitar 11 jam/perhari. Asumsi jumlah pengunjung sehari adalah 1000 orang per 2 jam dengan waktu buka 11 jam (08.00-19.00) adalah 140 orang (angka 2 jam diambil dari asumsi setiap pengunjung berada di perpustakaan maksimal 2 jam).

Analisa kebutuhan besaran ruang disesuaikan dengan hasil pendekatan standar arsitektural dan asumsi kebutuhan ruang yang sudah di wadahi. Sumber kebutuhan ruang yang digunakan dalam analisis besaran ruang didapat dari

1. TSS: Time Saver Standart for Building Type 2. DAR: Data Arsitek

64 3. AD: Architect’s Data

4. NDA: Neufert Data Arsitek 5. Asumsi

Adapun analisis besaran ruang dapat dilihat dari tabel 5.5, 5.6, 5.7, 5.8 dibawah.

1) Pengunjung umum perpustakaan

Tabel 5. 5 Tabel Pengujung Umum (Sumber: Analisa Pribadi)

Pengunjung Umum

Ruang Zoning Standar

m2/Orang Kapasitas Luas Sumber

65

2) Pengelola perpustakaan

Tabel 5. 6 Tabel Pengelola Perpustakaan (Sumber: Analisa Pribadi)

Pengelola Perpustakaan

Ruang Zoning Standar

m2/Orang Kapasitas Luas Sumber

3) Kegiatan komersial

Tabel 5. 7 Kegiatan Komersial (Sumber: Analisa Pribadi)

Kegiatan Komersial

Ruang Zoning Standar

m2/Orang Kapasitas Luas Sumber

Café shop Publik 1.5 m2 20 30 m2 ASUMSI

Book shop Publik 1.5 m2 20 30 m2 ASUMSI

Toko retail Publik - - 12.000 ASUMSI

66 4) Servis

Tabel 5. 8 Tabel Servis (Sumber: Analisa Pribadi)

Servis

Ruang Zoning Standar

m2/Orang Kapasitas Luas Sumber

(basement) Servis 3x4,5

m/mbl 47 mobil 634.5

m2 AD

Parkir Mobil Servis 3x4,5

m/mbl 123 mobil 1.660,5

m2 AD

Parkir Motor Servis 1x2m/motor 96 motor 192 m2 AD Loading Dock servis 18 m2 2 mobil 18 m2 ASUMSI

- Perhitungan jumlah parkir kendaraan pengunjung:

Dari jumlah 140 orang pengunjung per 2 jam, diasumsikan 70% menggunakan kendaraan pribadi dan 30% menggunakan kendaraan umum. Dari sini dapat diperkirakan jumlah parkir yang harus disediakan adalah 98 kendaraan.

- Perhitungan jumlah parkir kendaraan pengelola:

67 Jumlah pengelola adalah 60 orang. Diasumsikan 60% menggunakan kendaraan pribadi dan 50% menggunakan kendaraan umu. Dari sini dapat diperkirakan jumlah parkir yang harus disediakan adalah 36 kendaraan.

5.2 Analisa Perancangan Ruang Luar/Tapak 5.2.1 Analisa Akses

Pencapaian untuk menuju ke site dapat dicapai dari Jl. Kapten Patimura dan dari Gg.

Mandailing. Akses masuk utama ke dalam site hanya melalui Jl. Kapten Patimura dan tidak ada jalur akses masuk yang berada di Gg. Mandailing karena di batasi oleh dinding bata.

Gambar 5. 1 Analisa Akses (Sumber: Data Pribadi)

Respon yang akan dilakukan untuk mengoptimalkan akses masuk dan keluar site adalah:

- Akses masuk dan keluar paling baik akan dibuat dari Jl. Kapten Patimura yang merupakan jalan besar atau jalan utama masuk ke dalam site.

- Untuk akses masuk pejalan kaki akan dibuat melalui Jl. Kapten Patimura dan akan dioptimalkan pedestrian jalannya pada sisi jalan tersebut.

68 5.2.2 Analisa Sirkulasi

Site memiliki dua jalan yang memiliki tingkat kepadatan dan keramaian yang berbeda. Jalan yang memiliki tingkat kepadatan tinggi berada di Jl. Kapten Patimura sedangkan jalan yang memiliki tingkat kepadatan rendah berada di Gg. Mandailing.

Jalur lalu lintas yang berada di Jl. Kapten Patimura jarang terjadi kemacetan karena ukuran jalannya yang cukup lebar dan memiliki sirkulasi dua arah.

Gambar 5. 2 Analisa Sirkulasi (Sumber: Data Pribadi)

Respon yang dilakukan untuk meminimalkan kemacetan diluar dan didalam site adalah:

- Jl. Kapten Patimura memiliki lebar jalan lebih besar daripada Gg. Mandailing sehingga sirkulasi masuk dan keluar akan dibuat pada sisi menghadap jalan besar - Pencapaian menuju site dapat dicapai oleh beragam jenis transportasi ataupun

pejalan kaki melalui Jl. Kapten Patimura

- Sirkulasi parkiran di dalam akan dibuat mengelilingi site sehingga pengunjung tidak harus keluar site untuk mencari parkir

69 5.2.3 Analisa View

Gambar 5. 3 R.M Garuda (Sumber: Google Earth) Gambar 5. 4 Bangunan Komersial (Sumber: Google Earth)

Gambar 5. 5 Analisa View (Sumber: Data Pribadi)

Gambar 5. 6 Rumah Penduduk (Sumber: Google Earth)

70 5.2.4 Analisa Kebisingan

Pada sisi bagian utara terdapat beberapa rumah penduduk sehingga tingkat kebisingan relatif rendah, pada sisi timur terdapat Sungai Deli yang memiliki tingkat kebisingan relative rendah. Namun pada sisi barat dan selatan site terdapat satu jalan besar dan satu jalan kecil pada jalan besar yaitu Jl. Kapten Patimura memiliki tingkat kebisingan paling tinggi sedangkan pada Gg. Mandailing memiliki tingkat kebisingan yang relative sedang.

Gambar 5. 7 Analisa Kebisingan (Sumber: Data Pribadi)

Respon yang dilakukan untuk meminimalkan kebisingan yang terjadi saat perancangan bangunan adalah:

- Bangunan yang akan dibuat nantinya akan diposisikan sedikit ke dalam agar meminimalisir dekat dengan kebisingan lalu lintas dari jalan utama atau jalan besar

- Menggunakan bahan material bangunan yang dapat mengurangi atau mengoptimalkan suara yang masuk ke dalam bangunan

- Dan penggunaan double fasad pada sisi sebelah barat dan menggunakan beberapa tanaman untuk meredam kebisingan.

U

71 5.2.5 Analisa Matahari

Dilihat dari gambar dibawah orientasi matahari terjadi dari timur ke barat site.

Cahaya panas matahari terjadi pada pukul 12.00-16.00 WIB. Hawa panas lebih banyak mengenai sisi barat dan selatan site. Karena site merupakan lahan kosong yang hanya terdapat beberapa vegetasi di dalamnya sehingga membuat seluruh area site terkena hawa panas dari matahari.

Gambar 5. 8 Analisa Matahari (Sumber: Data Pribadi)

Respon yang dilakukan untuk mengoptimalkan cahaya panas dari matahari masuk

Respon yang dilakukan untuk mengoptimalkan cahaya panas dari matahari masuk

Dokumen terkait