ELABORASI TEMA 4.1 Pengertian Zoomorfik
2. Spons laut
4.4. Keterkaitan Tema Dengan Proyek
Tema pada judul proyek ini adalah Arsitektur Zoomorphic, sedangkan judul proyek ini adalah Pet World Medan. Kaitannya adalah sama-sama memiliki keterkaitan dengan dunia hewan. Tema membicarakan fisik, struktur, ataupun konsep bangunan yang memiliki ciri atau menerapkan prinsip-prinsip teori tema ke dalam desain bangunan. Sedangkan judul membicarakann tentang fungsi bangunan itu sendiri.
Fungsi bangunan adalah sebagai tempat penjualan, perawatan dan penitipan hewan khusus dikota Medan..Sehingga desainnya akan menerapkan ciri-ciri dan perilaku yang berkaitan hewan yang sesuai dengan kegiatan yang terjadi di dalam bangunan Pet World.
Gambar 4.18. Potongan Lyon-Satolas Airport Railway Station dengan detail-detail gambar struktur utamanya. (Sumber: Calatrava, Santiago)
4.5.
Kesimpulan
Bentuk bangunan yang terinspirasi dari bentuk hewan (Architecture Zoomorphic) pdapat dilihat pada bangunan-bangunan yang dijadikan acuan studi banding dengan tema sejenis yaitu Museum Seni Milwaukee dan Stasiun Lyon Satolas. Uniknya, kedua bangunan ini dirancang oleh arsitek yang sama, Santiago Calatrava. Kedua bangunan ini ide bentuk bangunannya terinspirasi pada bentuk-bentuk organik yang secara spesifik menyerupai bentuk hewan. Kesamaannya pada bentuk bangunan simetris yang membagi bangunannya dengan sama besar. Pada permainan ornamennya menampilkan struktur bangunan sebagai estetika bangunannya. Estetika bangunan juga terbentuk karena harmonisasi bentuk bangunannya yang seimbang dengan tampilan menyerupai hewan, pada kasus ini inspirasinya diambil dari bentuk sayap burung. Kedua tampilannya dapat dilihat pada gambar kedua bangunan di bawah ini.
Gambar 4.19. Bentuk bangunan yang terinspirasi dari bentuk sayap burung. (Sumber: Calatrava, Santiago)
Selain itu permainan garis busur yang panjang juga merupakan ciri kedua bangunan ini. Garis busur yang panjang merupakan gambaran suatu teknik struktur bagunan yang inovatif sehingga ciri khas ini selalu ditampilkan ke dalam desain bangunan Calatrava. Garis busur yang melengkung juga merupakan bagian dari desain arsitektur organik yang terinspirasi dari bentuk makhluk hidup, tumbuhan dan hewan. Untuk dapat memperoleh bentukkan yang organik sudut-sudut tajam tidak terlalu dominan dalam permainan bentuknya.
Dalam Arsitektur Zoomorfik yang merupakan tren baru dalam dunia arsitektur, pemilihan struktur yang tepat dan inovatif juga mendorong terciptanya bentuk-bentuk bangunan yang spektakuler. Pemilihan struktur bentang lebar (long span building) mendominasi bentuk-bentuk bangunan Arsitektur Zoomorfik, karena perkembangan teknologi struktur bentang lebar, teknologi material, teknologi desain.
Jadi, pada dasarnya perkembangan Arsitektur Zoomorfik terjadi karena perkembangana teknologi struktur yang lebih canggih, berkembangnya teknologi bahan bangunan, dan teknologi desain bangunan mendorong para arsitek untuk menciptakan bentuk-bentuk bangunan yang lebih spektakuler dan inovatif. Sehingga zaman sekarang banyak tercipta bentuk-bentuk bangunan ‘aneh’ yang belum pernah tercipta sebelumnya.
Gambar 4.20. Bentuk bangunan yang terinspirasi dari bentuk sayap burung. (Sumber: Calatrava, Santiago)
BAB V
ANALISA
5.1. Analisa Lingkungan Tapak
5.1.1. Analisa Lokasi Tapak dalam Skala Kota dan Region
Lokasi tapak berada di Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Sumatera Utara, Pulau Sumatera, Indonesia. Lokasi tapak dekat dengan beberapa Negara maju dan berkembang seperti Singapura dan Malaysia, sehingga sangat berpotensial untuk dibangunnya fasilitas yang bertaraf internasional.
Gambar 4.1. Lokasi tapak dalam skala kota dan region
5.1.2. Analisa zoning dan tata guna lahan
Peruntukan Lahan
Di dalam RUTRK (Rencana Umum Tata Ruang Kotamadya Medan), lokasi yang berada di daerah Jalan Ring Road Industri dan persimpangan Kecamatan Medan Sunggal, masuk kedalam WPP E (Wilayah Pengembangan Pembangunan E). Dimana Sei Sikambing sebagai pusat pemukiman, perdagangan, dan rekreasi, dengan program kegiatan pembangunan perumahan permanen, sambungan air minum, septic tank, jalan baru, serta sarana pendidikan dan kesehatan. Sebagai kawasan pemukiman dan perdagangan, lokasi ini sangat potensial untuk dibangunnya bangunan yang bersifat komersil dan hiburan rekreasi bagi masyarakat kota Medan.
Empat unsur potensial dari lokasi ini, yaitu:
• Berada pada kawasan pusat komersil dan pemukiman
• Berada pada jalan arteri primer
• Vegetasi kota yang mendukung
• Luas site mendukung, yaitu sebesar ±1.6 Ha
Pada kawasan ini, bangunan-bangunan rata-rata memiliki ketinggian 2-4 lantai.
Gambar 4.2. Lokasi proyek
Sumber ; Hasil Olah Data Primer
Fasilitas Umum
(Sekolah, Rumah Sakit) Komersial (Ruko dan Rukan)
Pemukiman
Komersial (Restoran, Toko, Hotel)
Tanggapan
Bangunan pada site sebaiknya hanya memiliki ketinggian 3-4 lantai untuk tetap menjaga keselarasan dan konteks dengan bangunan dan lingkungan sekitarnya.
Bulk (Ketebalan Bangunan)
Dengan KDB 60 % maka akan tercipta ruang luar yang dapat dipergunakan sebagai areal parkir dan open space sehingga dapat memberikan kenyaman jarak pandang bagi para pengguna jalan. Adanya jarak antara bangunan dan badan jalan membuat pengguna jalan terdefinisi.
5.1.3. Analisa Ukuran Tapak dan Batas-Batas Tapak
Gambar 4.3. analisa lokasi
Sumber ; Hasil Olah Data Primer
Ruko yg sedang dalam tahap pembangunan
Jalan RingRoad
Kondisi eksisting site Permukiman
Jalan rakyat sebagai jalan akses mencapai
5.1.4. Analisa Sirkulasi dan Pencapaian
Gambar 4.4. analisis sirkulasi
Sumber ; Hasil Olah Data Primer
Jalan RingRoad merupakan jalan utama yang memungkinkan jalur masuk ke dalam site.
5.1.5. Analisa Sirkulasi Pejalan Kaki
Kondisi trotoar pejalan kaki disediakan, namun masih dalam keadaan tidak
terawat. Selain itu vegetasi di sekitar jalur pejalan kaki masih sangat sedikit.
Sehingga tidak terasa teduh bagi pejalan kaki.
Gambar 4.5. analisa pejalan kaki
Sumber ; Hasil Olah Data Primer
Jalan Ringroad merupakan jalan 2 arah dengan lebar jalan 23,5 m Jalan Raya Sunggal merupakan
jalan 2 arah dengan lebar jalan 10m
5.1.6. Analisa View dari dalam Tapak
Gambar 4.6 analisa view
Sumber ; Hasil Olah Data Primer
++ : view baik + : view cukup - : view kurang
5.1.7. Analisa View dari luar Tapak
1 2 3 4 5 6 7
1. View menuju area ruko 2. View menuju area ruko 3. View menuju area ruko 4. View menuju area lahan
kosong
5. View menuju permukiman 6. View menuju permukiman 7. View menuju permukiman
1. View sudut dari Jalan Ringroad dan area Ruko 2. View dari depan dilihat
dari Jalan Ringroad dan area ruko
3. View sudut dari jalan ringroad dari arah sebaliknya
4. View dari area permukiman
5. View dari lahan kosong 6. View dari permukiman
Gambar 4.7. analisa view
Sumber ; Hasil Olah Data Primer