• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

D. Keterkaitan Antar Variabel

1. Ukuran Perusahaan dengan Return Saham

Berdasarkan hasil penelitian Daniati dan Suhairi (2006:15), size perusahaan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap expected return saham. Hasil ini sesuai dengan penelitian Miswanto (1999) dalam Daniati dan Suhairi (2006:8), dalam penelitiannya mengenai pengaruh ukuran perusahaan pada risiko bisnis menemukan bahwa besar kecilnya perusahaan mempengaruhi risiko bisnis. Dari penelitiannya diperoleh bukti empiris bahwa perusahaan besar memiliki risiko dan return yang lebih tinggi dibanding perusahaan besar.

Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya dapat disimpulkan bahwa ukuran perusahaan memiliki hubungan positif dengan return saham. Apabila perusahaan itu berskala besar, maka perusahaan tersebut mampu menghasilkan laba yang cukup besar, sehingga mampu memberikan return yang besar pula bagi pemegang saham. Hal ini karena perusahaan yang berskala besar atau memiliki total saham yang besar memiliki nilai perusahaan dan dapat menarik investor. Selain itu perusahaan yang besar memiliki prospek yang baik dalam jangka waktu yang relatif lama, lebih stabil dan lebih mampu menghasilkan laba dibanding perusahaan dengan total saham yang kecil.

2. Leverage dengan Return Saham

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Ulupui (2007:14), variabel leverage yaitu debt to equity rasio (DER), menunjukkan hasil yang positif, tetapi tidak signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa rasio utang tidak menyebabkan perubahan return saham satu tahun ke depan. Meskipun hasilnya tidak signifikan, bukan berarti bahwa investor dapat mengabaikan rasio debt suatu perusahaan. Sering kali kondisi keuangan yang dihadapi perusahaan buruk disebabkan oleh kegagalan dalam membayar utang.

Penelitian yang dilakukan oleh Nugroho (2009:115) menunjukkan bahwa DER memiliki pengaruh yang signifikan terhadap return saham. Sedangkan menurut hasil penelitian Suharli dan Oktorina (2006:7) menunjukkan bahwa semakin tinggi leverage (hutang) maka semakin rendah tingkat pengembalian investasi berupa pendapatan dividen. Struktur permodalan yang lebih tinggi dimiliki oleh hutang menyebabkan pihak manajemen akan memprioritaskan pelunasan kewajiban terlebih dahulu sebelum membagikan dividen. Akan tetapi, penelitian yang dilakukan oleh Trisnaeni (2007:53) menunjukkan bahwa DER tidak memiliki pengaruh terhadap return saham.

Perusahaan yang memiliki rasio hutang lebih besar seharusnya membagikan dividen lebih kecil karena laba yang diperoleh digunakan untuk melunasi kewajiban. Dengan demikian investor dapat

mempelajari kewajiban perusahaan untuk memperkirakan pendapatan dari investasi berupa dividen, di masa yang akan datang. Oleh karena itu, tingkat hutang memiliki hubungan tidak searah (negatif) dengan tingkat pengembalian investasi berupa dividen. Tingkat leverage perusahaan investee berhubungan negatif dengan tingkat pengembalian investasi berupa dividen bagi investor karena tingkat leverage menunjukkan bahwa investee melunasi kewajibannya dari laba yang ada sehingga dividen yang dibagikan ke investor menjadi kecil. Sehingga dapat diduga bahwa leverage memiliki pengaruh negatif terhadap return saham.

3. EVA dengan Return Saham

Menurut penelitian yang dilakukan ole Mardiah, Sugiarto, dan Siagian (2006:103) mengenai pengaruh EVA dan MVA terhadap return saham, menunjukkan hasil bahwa EVA memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengembalian harga saham. Penelitian Suherman (2010:60) pun menunjukkan bahwa EVA berpengaruh signifikan terhadap return saham disebabkan karena perusahaan- perusahaan memperhatikan aspek fundamental terhadap laporan keuangan.

Akan tetapi, penelitian yang dilakukan oleh Kartini dan Hermawan (2008:365) mengenai pengaruh EVA dan MVA terhadap return saham menunjukkan hasil sebaliknya, yaitu EVA dan MVA

tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Tetapi, EVA memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham.  

Dari beberapa hasil penelitian di atas diduga EVA mempunyai pengaruh dengan return saham. Analisis penilaian kinerja dengan EVA jika dihubungkan dengan return saham yaitu, jika EVA semakin tinggi menandakan kinerja perusahaan itu semakin baik maka akan meningkatkan laba yang diperoleh. Meningkatnya laba tentunya akan berpengaruh terhadap return yang diterima pemegang saham, yaitu return yang dihasilkan perusahaan itu semakin tinggi.

4. ROI dengan Return Saham

Suharli dan Oktorina (2005:8) mengadakan penelitian mengenai tingkat pengembalian melalui rasio keuangan. Hasilnya menunjukkan, tingkat profitabilitas yang diukur melalui ROI memiliki hubungan yang searah/positif dengan kebijakan dividen, sehingga semakin tinggi tingkat profitabilitas maka semakin besar dividen yang dibagikan oleh investee kepada investor, begitupula sebaliknya.

Berdasarkan hasil penelitian Ulupui (2007:13), variabel return on Investment (ROI) berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham satu periode ke depan. Hasil yang positif menunjukkan bahwa semakin tinggi earnings power semakin efisien perputaran aset dan atau semakin tinggi profit margin yang diperoleh oleh perusahaan. Hal ini berdampak pada peningkatan nilai perusahaan yang dalam hal ini return saham satu tahun ke depan. Penelitian yang dilakukan oleh

Nugroho (2009:116) juga menunjukkan hasil yang sama dalam penelitiannya, yaitu ROI berpengaruh terhadap return saham.

Akan tetapi hasil penelitian Wira (2009:9) menunjukkan hasil bahwa ROI tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap return saham. Begitu pula penelitian yang dilakukan oleh Trisnaeni (2007:53) menunjukkan hasil bahwa ROI tidak berpengaruh terhadap return saham. Berdasarkan beberapa penelitian tersebut, maka dapat diduga bahwa ROI memiliki pengaruh signifikan terhadap return saham. Semakin besar ROI menunjukkan kinerja yang semakin baik, karena tingkat pengembalian semakin besar. Karena dengan semakin besarnya ROI akan meningkatkan daya tarik investor, sehingga harga saham meningkat dan return yang akan diterima pun meningkat..

5. EPS dengan Return Saham

Penelitian Pribawati (2007:88) menunjukkan hasil bahwa EPS berpengaruh signifikan terhadap return saham. Semakin tinggi nilai EPS berarti semakin baik karena perusahaan mempunyai laba yang tinggi. Perusahaan dengan nilai EPS yang semakin tinggi akan menarik investor karena EPS menandakan laba yang berhak didapatkan pemegang saham atas satu lembar saham yang dimilikinya.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Indra (2006:254) juga, menunjukkan bahwa EPS mempunyai pengaruh terhadap return saham. Karena perusahaan yang memiliki tingkat EPS yang rendah

karena kemampuan menghasilkan laba yang rendah, jadi jika labanya tinggi tentunya tingkat EPS juga tinggi.

Akan tetapi menurut penelitian Suardana (2009:21) mengenai pengaruh rasio CAMEL terhadap return saham, hasilnya menunjukkan bahwa EPS tidak memiliki pengaruh terhadap return saham. Penelitian yang dilakukan oleh Trisnaeni (2007:53) pun menunjukkan bahwa EPS tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap return saham karena return saham itu dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti kondisi ekonomi, sosial, dan politik.

EPS merupakan ukuran kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan per lembar saham pemilik. Semakin meningkatnya EPS tentu akan meningkatkan daya tarik investor dalam menanamkan dana ke dalam perusahaan, sehingga harga saham akan meningkat. Meningkatnya harga saham akan berpengaruh terhadap meningkatnya total return yang diperoleh investor. Jadi, berdasarka beberapa penelitian tersebut dapat diduga bahwa EPS memiliki pengaruh dengan return saham.

Dokumen terkait