Terima kasih mbak yu ku, wes mbak.
Selanjutnya Pak Syarif Abdullah Alkadrie, bersiap-siap Pak Muhammad Fauzi.
F-P. NASDEM (H. SYARIEF ABDULLAH ALKADRIE, S.H., M.H.):
Terima kasih.
Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.
Selamat siang.
Yang saya hormati Pimpinan rapat, Teman-teman Komisi, Anggota Komisi V, Pak Menteri beserta jajaran.
Komentar yang pertama, Pak Menteri, ini semakin hari semakin tambah muda begitu kelihatannya, apa lagi saya lihat ketika pada waktu di kereta api dengan Bu Sri Mulyani saya pikir ini Pak Budi atau yang lain gitu. Mungkin ini, Pak Menteri yang pertama saya supaya nggak lupa karena ini merupakan
titipan dari masyarakat, walaupun di luar tapi saya kira ada kaitannya, karena sekarang ini ternyata penerbangan kita saya kira sudah 80% sampai 85%.
Yang jadi keluhan masyarakat sekarang itu berkaitan dengan penggunaan kereta antar bandara itu Pak, antar terminal itu belum berfungsi dengan baik itu, Pak Dirjen. Saya kira ini karena takut lupa saya, karena ini selalu ada WA, apa menyampaikan kita karena mungkin akan ada yang berpindahan untuk transit dan sebagainya. Itu saya kira mohon itu untuk menjadi atensi, kaitan dengan itu karena juga merupakan pelayanan dan keselamatan masyarakat.
Yang kedua, berkaitan dengan pengawasan tadi dilaporkan dari beberapa temuan yang ada, saya melihat memang cukup banyak ada 23 temuan, dan angkanya cukup lumayan juga. Dari angka-angka yang disajikan di situ, ini tentu merupakan satu hal yang harus menjadi perbaikan ke depan, karena walaupun bagaimana saya lihat Menteri Perhubungan ada beberapa kali kita mengevaluasi terhadap laporan ini selalu dapat WTP, ya tentu ini merupakan satu apresiasi, satu prestasi yang cukup baik yang harus dipertahankan. Tetapi dari sekian juga kita mengevaluasi terhadap laporan, berkaitan dengan ini masih selalu terjadi temuan-temuan yang begitu banyak, sehingga mungkin ini perlu ada strategi yang bisa untuk meminimalkan terhadap temuan ini, temuan yang sebagaimana yang kita alami.
Selain itu, tentu juga harus menjadi perhatian berkaitan dengan sanksi, karena saya mudah-mudahan itu tidak, ada yang menyampaikan masih ada terjadi bahwa ada ASN kita yang ternyata mereka punya persoalan, permasalahan di hukum tapi mendapat, mendapat apa? Mendapat, dapat apresiasi untuk mendapat suatu dudukan jabatan di ASN. Ya tentu ini harus menjadi perhatian supaya apa? Supaya ada merasakan yang lain, yang sudah bekerja baik juga harus mendapatkan reward yang baik sesuai dengan tugasnya. Tetapi kalau mereka yang sudah bermasalah masih mendapat apa, mendapatkan suatu apresiasi, mendapatkan suatu ini, ya, juga tentu ini harus menjadi koreksi kalau memang itu memang ada, nah tentu hal-hal ini harus menjadi perhatian.
Yang kedua, berkaitan dengan jasa, barkaitan dengan pendapatan PNBP, tentu kita selalu memberikan apresiasi semakin tahun selalu meningkat, walaupun target tidak sesuai , karena ada peningkatan, tetapi ada peningkatan penerimaan. Namun dengan demikian ini juga tentu harus menjadi perhatian, kira-kira yang, kan banyak itu, Pak, yang mungkin melakukan jasa navigasi, barkaitan dengan bongkar muat di wilayah-wilayah terutama wilayah sumber daya alam lah, tambang, dan sebagainya itu. Nah, itu kira-kira dalam rangka untuk pengawasannya itu, kira-kira bisa efektif tidak? Karena juga jauh-jauh ya, namun dengan demikian ada yang satu persoalan, saya juga ingin mengetahui kalau kita ke Singapura, itu kan cukup banyak itu sepanjang di laut wilayah Indonesia tambat kapal itu, itu masuk PNBP atau penerimaan ke lain? Pasti itu kan ada biaya tambat di wilayah kita, nah itu sepanjang itu cukup banyak itu, yang masuk di apa yang menunggu antrian untuk masuk, untuk apa diterima di pelabuhan Singapura. Nah, ini penerimanya itu masuk ke mana saya juga
belum mengetahui? Apakah itu juga merupakan bagian dari PNPB? Tapi ini harus menjadi perhatian.
Saya kira ini beberapa hal berkaitan dengan apa yang disampaikan di dalam kesempatan ini, ya tentu saya berharap ke depan hal-hal ini semakin baik di sektor Perhubungan. Yang kita harapkan PNBP ini juga merupakan salah satu penopang terhadap meningkatkan untuk belanja negara.
Terima kasih.
Sekian diakhiri Walahul muafiq ila aqwamithariq.
Wassalamu'alaikum Warahmattullahi Wabarakatuh.
Selamat siang dan salam sejahtera.
KETUA RAPAT:
Terima kasih Pak Syarif, silakan Pak Fauzi, bersiap-siap Pak Bambang Hermanto.
F-P. GOLKAR (MUHAMMAD FAUZI,S.E.):
Terima kasih Pimpinan.
Assalamu'alaikum Warahmattullahi Wabarakatuh.
Yang saya hormati Para Pimpinan, dan Teman-teman Komisi V,
Yang saya hormati Pak Menteri Perhubungan, Kementerian Perhubungan, Pak Sekjen, Pak Irjen, Bapak-Bapak, Ibu-Ibu.
Kalau kita melihat ya, tapi sebelumnya saya ingin juga menyampaikan sama seperti temen-temen yang lain apresiasi terhadap apa ya, atau pencapaian yang dicapai oleh Kementerian Perhubungan terutama dalam pengelolaan anggaran. Bila melihat beberapa hal yang disampaikan oleh teman-teman, bahwasanya sekali lagi ada apresiasi yang sangat luar biasa, tetapi di luar aspirasi itu juga masih banyak catatan-catatan atau rekomendasi yang perlu kita apa dalamnya atau perlu dicarikan jalan keluarnya Pak menteri.
Cukup banyak kurang lebih hampir 7 tahun lah ya WTP didapat oleh Kementerian Perhubungan ini gitu. Pada kesempatan ini saya pertama ingin meminta penjelasan, beberapa dari lembaran hasil pemeriksaan Pak, yang menurut saya sudah terlalu lama, Pak, di 2010 juga ada, Pak, misalkan di LPH 2010 temuan terkait denda keterlambatan pelaksanaan kontrak kerja oleh penyedia jasa atau pihak ketiga, PT Waskita Karya dan Manunggal Pratama Mandiri yang belum dibayar sepenuhnya total rekomendasi 4,8 miliar, Pak, ini tahun 2010 Pak masih belum terselesaikan.
Kemudian contoh lagi yang kedua di LHP 2018, ketidak sesuaian belanja barang untuk subsidi Direktorat Lalu Lintas Laut total rekomendasinya 17,44 miliar, Pak. Yang ketiga di LPH 2020, ini ada 51 rekomendasi nilainya 143,3 miliar.
Nah, pertanyaan saya, Pak, ini kan menumpuk-numpuk terus ini Pak kalau tidak diselesaikan. Pertanyaan saya mengapa proses ini terkesan berlarut-larut Pak? Kemudian langkah-langkah apa saja yang Kementerian Perhubungan akan lakukan dalam rangka menyelesaikan rekomendasi tersebut Pak? Itu yang saya ingin tahu, kemudian juga saya ingin mengetahui juga apa langkah-langkah Inspektorat, terutama dalam pengawasan internal, terhadap permasalahan-permasalahan ini, sehingga ke depan itu, itu tidak terjadi lagi Pak.
Itu yang pertama, yang kedua saya setuju apa yang disampaikan oleh Pak Dewo, mulai tahun depan bahkan tahun ini ya, ruang politik sudah mulai rame, Pak. Karena itu perlu dicatat khusus itu, Pak, usulan Pak Dewo itu mengenai padat karya.
Ketiga, saya juga memberikan apresiasi terhadap PNBP yang didapat oleh Kementerian Perhubungan ini Pak. Walaupun memang di tengah-tengah pandemi ini masih banyak keterbatasan, tetapi ada satu beberapa hal yang menurut saya ini bisa dimaksimalkan, Pak.
Misalkan, kalau ini bisa dimaksimalkan pendapatan dari yang saya ingin sebutkan ini mungkin permasalahan-permasalahan ini di jalan juga akan lebih minimalis Pak. Misalkan saya menganggap masih pendapatan di jembatan timbang itu Pak tidak maksimal Pak, sehingga ini perlu juga disiasati. Makanya saya bukan berarti menolak apa yang diusulkan oleh Pak Dewo tadi ya tentang Undang-undang Lalu Lintas itu Pak, itu urusan internal nanti mungkin kita akan bahas di internal Komisi V itu Pak. Tetapi ini salah satu ruang di mana kita sebenarnya bisa mendapatkan pendapatan non pajak. Kalau seandainya jembatan timbang ini dijalankan. Sayang, Pak, investasi di sana sudah sekian besar tidak dimaksimalkan secara baik, gitu. Jadi perlulah itu di apa, menjadi salah satu pintu bagaimana pendapatan non pajak pun bisa diambil dari sana.
Kemudian yang berikutnya saya hanya mengingatkan saja Pak, yang Pertama saya ingin mengingatkan jangan lupa Pak 2022 ini rute Makassar-Parepare kereta api Pak gitu. Kemudian yang kedua apa izin Pak, apa bandara, Pelabuhan Munte izinnya sampai sekarang saya selalu kalau ketemu Bapak selalu saya minta ini Pak, karena kebetulan juga ini di Dapil saya Pak, saya minta Munte Pak, Munte Luwu Utara Pak. Di samping itu juga, saya juga ingatkan karena permohonan juga sudah masuk Pak cargo darat Pak, di Luwu Utara juga Masamba Rampi, Masambaseko Pak itu. Itu kalau itu bisa jalan Pak apa harga barang-barang mungkin akan lebih bisa turun lagi, Pak, ya.
Yang terakhir, Pak, setelah banjir itu, Pak, marka jalan itu, Pak, relatif memang di Luwu Utara sangat memprihatinkan, Pak, karena itu juga perlu perhatian. Dan, saya juga sudah menyampaikan permohonan.
Terima kasih Pak Ketua.
Assalamu'alaikum Warahmattullahi Wabarakatuh.
KETUA RAPAT:
Terima kasih Pak Fauzi.
Kita kan revisi Pak, Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ya, karena putusan Komisi V, bahwa ternyata, Dewo, lain, saya mau tanya apa sebabnya? Kalau ada sesuatu ngajak dong, kan gitu, itu kan ilmunya Pak Dewo Pak, kan ndak boleh sendiri-sendiri Pak di Komisi V ini harus bareng-bareng, ya to? Saya bercanda, Mas Dewo, jangan serius-serius amat. Baik kita sedang menyusun draf akademik, Naskah Akademik Undang-Undang Jalan, karena di sana angkutan online sebelum diatur sampai hari ini soal Ojol dan seterusnya, nanti kita bahas semua. Soal bagaimana materinya nanti kita bahas bersama.
Baik selanjutnya Mas Bambang, bersiap-siap Pak Edi Santana.
F-P. GOLKAR (BAMBANG HERMANTO, S.E.):
Assalamu'alaikum Warahmattullahi Wabarakatuh.
Pimpinan dan seluruh Anggota Komisi V yang saya hormati,
Pak Menteri, Pak Sekjen, Pak Irjen, Pak Dirjen dan seluruh jajaran Kementerian Perhubungan yang hadir pada hari ini.
Pertama, tentu saya ingin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Perhubungan yang telah mendapatkan predikat wajar tanpa pengecualian. Tentu ini adalah hasil upaya kerja keras, yang luar biasa, tidak mudah, tidak gampang untuk mendapatkan WTP. Oleh karena itu harapan saya ini bisa dipertahankan untuk di tahun-tahun berikutnya.
Pak Menteri, ini saya melihat ada satu ini, Pak, terkait dengan tarif ada di sini PNBP fungsional sesuai dengan PP Nomor 15 tahun 2016. Ditetapkan 6 jenis PNBP fungsional pada Kementerian Perhubungan, terdiri dari salah satunya adalah jasa transportasi darat Pak. Jasa transportasi darat ini, maksud saya apakah di dalamnya saya belum melihat semuanya Pak, apakah di dalamnya ada mengatur tentang dasar pengenaan tarif ojek online Pak? Ini yang sering saya lihat, dan saya dapatkan Pak.
Jadi, tarif ojek online ini kan kelihatannya kita tidak ada yang mengawasi Pak, mereka ya kadang-kadang suka merubah tarif itu seenaknya sendiri. Kita tidak tahu apa alasannya tiba-tiba tarif itu berubah, bisa pagi bisa berapa, siang berapa, malam berubah juga Pak. Nah, ini tentu menjadi kewenangan Pemerintah untuk bisa mengendalikan, maka oleh karena itu kalau saya melihat dari kondisi seperti ini, persoalan ini tentu harus Pemerintah harus menyiapkan aplikasi tersendiri, yang dapat mengakomodir seluruh permintaan jasa ojek online Pak. Artinya dari setiap, dari beberapa operator ini menginduknya kepada aplikasi punya kita, punya Pemerintah, sehingga Pemerintah bisa mengendalikan, bisa memonitoring, dan tentu banyak lagi manfaat yang lainnya dari aplikasi tersebut.
Oleh karena itu, ya, terkait dengan penetapan tarif ini saya kira satu hal, monitoring terhadap tarif ojek online itu sangat penting Pak. Ini luar biasa nilainya cukup tinggi kalau kita melihat, ya mudah-mudahan ini bisa membantu kementerian hubungan, bisa mendapatkan PNBP yang cukup banyak.
Saya kira satu hal itu saja, Pak Menteri dari saya, terima kasih Pimpinan.
Assalamu'alaikum Warahmattullahi Wabarakatuh.
KETUA RAPAT:
Terima kasih Mas Bambang, makanya Mas, kita perlu revisi lalu lintas dan angkutan jalan, ya, ini kan bagaimana ngatur PNBP dari kebijakan lainnya, ini kan belum diatur. Angkutan online maksudnya, yang kurang-kurang nanti kita lengkapi Pak Boy.
Baik, Pak Edi Santana ya silakan.
F-P.GERINDRA (Ir. EDDY SANTANA PUTRA, MT.):
Terima kasih Pak.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Pimpinan Komisi V serta seluruh Anggota Komisi V yang saya hormati, Pak Menteri Perhubungan dan seluruh jajaran Kementerian Perhubungan yang sama saya hormati.
Yang pertama, mengenai Hasil Pemeriksaan BPK RI ya, saya ikut teman-teman jugalah memberikan apresiasi, karena juga sudah bisa mendapat predikat wajar tanpa pengecualian. Walaupun sebetulnya pemeriksaan BPK ini yang normatif aja itu, kalau sudah sesuai laporannya dengan prinsip-prinsip keuangan negara bisa-bisa WTP gitu, walaupun ada temuan-temuan. Kalau tidak bisa, tidak sesuai dengan laporan, ataupun pemeriksaan, ataupun prinsip-prinsip keuangan negara yang bisa disclaimer, nah, ini saya kira ini ya normatif.
Yang tentu yang ingin saya lebih perhatikan adalah PNBP ya, pendapatan nasional bukan pajak, nah, ini di Kementerian Perhubungan ini ada di jasa kepelabuhan, juga ada jasa perkeretaapian, dan juga mungkin juga bandara gitu. Nah, sebetulnya tadi sudah disampaikan oleh Ibu Restu, ya, kalau tidak salah, dan yang lainnya, kami sebetulnya ingin tahu Pak, detailnya jasa ke Pelabuhan itu apa gitu? Ya terutama saya gitu, apakah di Tersus itu kita tarik gitu bisa jasa kepelabuhan, ataupun, atau di penyeberangan Feri-Feri itu, Feri penyeberangan seperti di Selat Sunda, ataupun di Tanjung Api-Api ke Bangka Belitung. Yang ingin saya sampaikan kalau itu, banyak pendapatan dari penyeberangan.
Di Tanjung Api-Api itu, Pak, sekarang cenderung truk-truk yang dulu menyeberang langsung dari Tanjung Priok atau mana, ke Bangka Belitung, sekarang cenderung lewat tol dia, lewat tol ke Tanjung Api-Api baru
menyeberang. Karena ada kelebihan satu sampai satu juta setengah sopir itu Pak kalau nyebrang, lebih murah.
Jadi, bisa bawa pulang pendapatan kelebihan itu gitu, nah ini menarik ini. Nah, sekarang udah penuh, artinya 12 kapal penyeberangan Feri yang memang tidak bisa yang terlalu besar, itu, kapasitasnya, ini sudah kurang di Tanjung Api-Api itu. Nah, saya mohon ini, ini diperhatikan perlu penambahan itu, saya sudah ada laporan dari daerah perlu penambahan Roro atau Feri penyeberangan untuk khususnya truk-truk yang tadi, cenderung lewat jalan tol, dan menyeberang laut Tanjung Api-Api, itu, ke Bangka Belitung.
Nah, yang selanjutnya juga perlu diperhatikan juga, mungkin perlu tambahan-tambahan dermaganya atau jeti-nya atau bridge-nya, karena menggunakan bridge itu. ada lagi di sana kelemahan di Tanjung Api-Api itu terminalnya jelek sekali Pak Menteri, karena itu punya provinsi apakah tidak bisa dikerjasamakan provinsi menyerahkan ke Kementerian Perhubungan dan itu bisa di perbaiki gitu. Masih yang lama itulah, tidak, tidak sesuai gitu dengan sekarang sudah ramai tapi terminalnya masih seperti itu.
Nah, kemudian jasa Perkeretaapian Pak itu apa gitu? Karena di Sumatera Selatan, saya pernah mengunjungi juga PT KAI, pendapatan mereka itu pertahun 1,5 sampai 2 triliun, dari angkutan batubara. Dapat tidak kita?
Apakah cuman mengatur lalu lintas perkeretaapiannya saja gitu? Atau itu, nah ini nih kalau bisa ini kan dibicarakan artinya Kementerian Perhubungan bisa dapat, kalau itu alurnya langsung ke BUMN ini jauh Pak. Artinya ke Menteri Keuangan dulu disetor semua, nanti baru jadi APBN, itu, Menteri Perhubungan dibagi, nah ini jauh sekali ininya, nah ini bagiannya mungkin lebih kecil gitu. tapi kalau langsung berupa PNBP ini akan semakin baik.
Juga, hal yang lainnya Pak, karena Sungai Musi, ya, ini yang menyangkut juga jasa kepelabuhan, tetapi alurnya semakin dangkal saya sampaikan waktu itu dengan Pak Dirjen juga itu, nah, ini apakah tidak ada gitu upaya Sungai Musi untuk pengerukan, seperti sungai lain yang sudah mulai gitu. Karena ini akan sangat menderita sungai ini, hanya bisa 8.000 DWT di sana seharusnya bisa 15.000, gitu. Tongkang-tongkang batubara, itu kapal minyak dan sebagainya banyak dipakai masih di situ, karena kita belum ada di Pelabuhan Samudera Tanjung Carat yang katanya November kemarin ground breaking-nya tapi belum mulai juga. Nah, saya dengar ada permasalahan alih fungsi lahan dengan Kementerian Kehutanan, tapi itu sudah selesai laporan KSOP sudah selesai, dan ini mohon ditindaklanjuti secara cepat, secepatnya karena sudah dianggarkan tarik lagi, anggarkan tarik lagi. Nah, ini kita mulai ground breaking-nya kapan kepastiannya?
Kemudian yang mungkin terakhir ada penataan persimpangan Pak, kami di RDP sebelumnya itu sering menyebutkan di Ciawi, Sukabumi, di pertigaan Gadog itu ya. Gadok Puncak, nah ini sudah ada gerakan perubahan Pak, ada tindakan, apakah ini karena perintah Menteri Perhubungan ke BPJT ya? Badan Pengembangan Jalan untuk Jabodetabek, tapi sudah rapi Pak itu, hanya di persimpangan-persimpangan itu dan keluar dari Tol Ciawi itu masih gelap, nah ini saya tanya siapa yang paling bertanggung jawab untuk
penerangan ini? Menteri Perhubungan, Kementerian Perhubungan saya kira ini juga jadi jadi PR kita, dan mudah-mudahan dengan adanya tindakan gerakan perubahan ini juga Jasa Marga ikut di sana Pak, mudah memperbaiki, sudah membongkar warung-warung liar situ ya, saya kira ini ini baik sekali dan perlu penataan lebih lanjut.
Terima kasih.
Wassalamu'alaikum Warahmattullahi Wabarakatuh.
KETUA RAPAT:
Terima kasih Pak Edy Santana, selanjutnya Pak Willem, mana Pak Willem nggak kelihatan tapi, ya Willem, Willem, Willem, penampilan baru itu, Pak Willem silakan, Pak Ustad Willem, silakan.
F-P. DEMOKRAT (WILLEM WANDIK, S.E., M.Si.):
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Shalom, salam sejahtera buat kita sekalian.
Pak Ketua dan Pimpinan, Bapak, Ibu Anggota Komisi V serta Pak Menteri Perhubungan beserta seluruh jajarannya yang kami hormati.
Dari kami tentu juga turut memberikan apresiasi atas capaian penilaian opini WTP berturut-turut dari BPK RI selama 8 tahun, dari 2013 sampai 2020, semoga prestasi ini terus dipertahankan. Dari kami, kami ingin memberikan beberapa catatan, pertama capaian Kementerian Perhubungan dari posisi tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan BPK RI, semester pertama Tahun 2021 di mana dari 1.172 rekomendasi tindak lanjutnya belum sesuai sebanyak 266.000 rekomendasi atau 23%, dengan nilai 1,54 triliun.
Nah progres sampai dengan 24 Maret 2022 atas tindak lanjut rekomendasi Hasil Pemeriksaan BPK RI Semester 2 Tahun 2021 di mana dari 1.248 rekomendasi tindak lanjut belum sesuai sebanyak 222 rekomendasi atau 18% dengan 221 sub rekomendasi senilai 1,49 triliun. Kami berharap segera dapat diselesaikan tindak lanjut atas rekomendasi hasil pemeriksaan BPK RI semester pertama dan semester kedua Tahun 2021, agar ke depannya lebih fokus mengawali implementasi dan tindak lanjut dari Tahun 2022.
Dan, berikut kami juga pada kesempatan ini menyampaikan aspirasi Tanah Papua, yaitu untuk Provinsi Papua Barat, kami berharap Kementerian Perhubungan dapat segera menyelesaikan tindak lanjut rekomendasi BPK RI untuk lanjutan pembangunan fasilitas pelabuhan laut di Manokwari senilai 2,4 miliar, ini sebagai upaya memberikan hal positif bagi pembangunan di tanah Papua khususnya bagi masyarakat Papua dalam pelaksanaan otonomi khusus Papua.
Dan, berikutnya perkembangan realisasi PNBP Kementerian Perhubungan Tahun Anggaran 2020, 7,33 triliun rupiah dan 2021, 7,99 triliun
rupiah dengan melihat slide 12 tadi, di mana kondisi masih masa pandemi Covid 19, artinya masih terdapat pembatasan-pembatasan dalam penggunaan infrastruktur perhubungan, apakah masih memungkinkan terjadinya kenaikan PNBP pada Tahun Anggaran, 2021 sebesar 3%.
Dan, berikutnya Penerimaan Negara Bukan Pajak Bidang Perhubungan, sebagai alternatif peningkatan penerimaan negara sehingga diharapkan PNBP ini diupayakan secara optimal dalam implementasinya, dengan kebutuhan infrastruktur transportasi yang terus meningkat. Maka masih memungkinkan untuk dapat mencapai objek lainnya untuk dijadikan PNPN ini.
Sekian yang bisa dapat kami sampaikan pada kesempatan ini, sekian terima kasih.
KETUA RAPAT:
Terima kasih Pak Willem yang sudah menipu saya hari ini, dalam konteks penampilan Pak, jangan diartikan yang lain. Jadi kalimatnya kalau di sini harus diluruskan, saya sampai ndak tahu tadi saya muter-muter mana Pak Willem? Baik terima kasih Pak Willem.
Selanjutnya Bu Novita, bersiap-siap Pak Muhammad Aras.
F-P. GERINDRA (Hj. NOVITA WIJAYANTI, S.E., M.M.):
Terima kasih Pimpinan.
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh.
Yang saya hormati Pimpinan, Anggota, Pak Menteri dan jajaran yang saya hormati juga.
Selamat berpuasa semoga sehat semuanya.
Pak Menteri saya menyampaikan apresiasi terhadap perolehan WTP-nya yang sudah bertahun-tahun, semoga ke depan terus dan rekomendasi-rekomendasi bisa segera dilaksanakan, sehingga WTP-nya menjadi sempurna.
Kemudian mengenai PNBP Pak Menteri, saya hanya ingin mengusulkan tentang sertifikasi dan registrasi uji tipe. Itu apakah bisa menjadi masukan PNBP di sini? Kemudian, yang kedua ingin menanyakan tentang FIR, ini sudah
Kemudian mengenai PNBP Pak Menteri, saya hanya ingin mengusulkan tentang sertifikasi dan registrasi uji tipe. Itu apakah bisa menjadi masukan PNBP di sini? Kemudian, yang kedua ingin menanyakan tentang FIR, ini sudah