Baik pak Djadi, saya kira kita baru saja kemarin menetapkan RUU Jaskon ditingkat, ini mungkin bisa menjadi pembelajaran kita bicara tentang ketentuan pidana kita fokus kepada sanksi administrasi, sanksi administrasi HAM tadi menyampaikan, kegagalan kematian dan sebagainya itu dari Kumham pak ya, nanti
kita bisa lihat pola kemarin kita, kemarin juga sempat ke perdebatan kita pak, ini juga menjadi satu pola pendapatan kita di (rekaman tidak jelas) tetapi saya kira pembelajaran yang kita tetapkan, kita temukan kita fokus kepada sanksi administrasi, dan juga sementara yang lain-lain punya kegagalan kematian itu, itu sudah diatur dalam Kumham itu pak, saya kira itu pak ya, saya minta bagan pola pikirnya seperti yang disampaikan oleh pak Djadi.
Bapak Ibu anggota Komisi V DPR RI yang kami hormati, nanti kita sepakati 5 isu yang menjadi perdebatan kita setelah kita mendapatkan berkaitan usul perubahan dari Pemerintah, dari DIM yang sudah kita ajukan kepada Pemerintah.
Secara umum kerangka berpikirnya kebijakan ini kita sudah ketemu, kelihatanya pak, berkaitan dengan permasalahan lingkup lain dan praktek arsitek itu hampir kita ketemu pak, program pendidikan arsitek arsitektur juga tinggal kita konfirmasi pak dengan apa namanya Dikti, arsitek asing juga hampir kita ketemu yang sama sekali belum kita ketemu secara matang ini.
Karena kita juga belum dapat gambaran tentang pohon, bagannya menyangkut dewan arsitek ini pak, walaupun roh kita sama pak, kita juga punya pengalaman di jaskon ada, tetapi saya kira kita lihat akan polanya ini, tentu kita tidak bisa samakan semuanya pak, jaskon dan arsitek itu berbeda, oleh karean itu saya kira kita akan ketemu kita terus akan melakukan kordinasi.
Nanti pak Sigit, pak Djadi dan teman-teman anggota terus melakukan kordinasi yang lebih matang, sehingga persoalan dewan arsitek kelembagaan ini bisa kita ketemu, ini sementara pengaturan terkait ketentuan pidana juga sudah hampir kita ketemu, ini pola kita, kalau ini sudah kita sama-sama pahami, nanti tim teknis pak, dari kami akan kita bentuk, dari Pemerintah juga kita akan bentuk, bahwa dari Pemerintah ada penanggungjawabnya siapa, seperti kemarin jaskon itu pak dari Pemerintah langsung dikordinir oleh pak Yayan pak.
Entah nanti untuk DIM prioritas apa, nanti kita akan bicarakan teknis, ini sudah matang benar, kita akan membahas dari masing-masing anggota juga akan kirim TA nya pak. Untuk mengawal dan kita akan melakukan pertemuan lagi setelah ya, setelah pertemuan teknis. Kami juga mengusulkan untuk pertemuan rapat panja selanjutnya kita sudah langsung masuk pembahasan DIM pak.
Keberangkatan itu silakan dijelaskan di tim teknis, kemudian (rekaman tidak jelas), dalam DIM per DIM dan kemudian rapat Panja kita selanjutnya sudah masuk pada pembahasan DIM, saya kira ini sudah bisa kita ketok pak, karean ktia bicara panja ukurannya indikatornya itu berapa DIM yang sudah diketok yang berkaitan dengan perubahan dan penghapusan subsntasi.
Saya kira itu dari saya apakah ada masukan dari anggota, berkaitan dengan Rapat kerja kita selanjutnya, dan proses pembahsan mekanisme kerja kita selanjutnya, silakan.
Cukup?
Ya, jadi sekali lagi saya mau, kita sama-sama lihat, berkaitan dengan DIM yang sudah ada kita ketik satu persatu, khusus untuk DIM yang penyempurnaan redaksi kita serahkan ke Timus ya.
(RAPAT SETUJU)
Khusus yang berkaitan dengan penyempurnaan substansi dan perubahan substansi, termasuk penghapusan substansi kita akan bahas lagi di Panja, di Panja, sebelum pembahasan di Panja, kita harap ada kerja tim ya, yang nantinya akan memberikan masukan kepada anggota kira-kira mana yang nanti sudah dibahas, sehingga nanti pada saat pembahasan DIM, pada panja berikutnyua itu sudah lebih maju kita pak.
Misalnya berkaitan dengan penyempurnaan subsntassi seperti apa, itu nanti seperti apa usulannya, tetap nanti tim teknis tidak bisa anu, tidak bisa memutuskan atau mengambil kesimpulan, tim teknis akan menyarankan kepada kami, sehingga pada saat dengan DIM kita sudah punya dasar pak, dari dasar itu kami akan ajukan kepada Pemerintah kalau disetujui tinggal kita ketok saja, jadi tidak ada lagi perdebatan yang berkaitan dengan itu, sekali lagi tim teknis, tidak dapat melakukan perubahan yang khususnya menyangkut penyempurnaan substansi, penambahan atau penghapusan, kami akan diberikan masukan dan kemudian pada saat ketemu, kalau sudah bersama, kita ketok satu persatu, setuju?
(RAPAT SETUJU)
Saya kira kalau kita sudah sepakati, tepuk tangan dulu pak.
Kalau kita sudah sepakati, kami mau dengar pak, dari Pemerintah kira-kira tim teknis dari Pemerintah yang menkomandani itu siapa pak, supaya nanti komunikasinya lancar.
PEMERINTAH:
Dari Pemerintah pak tim teknis yang mengomandani nanti Direktur Bina Tata Bangunan pak Azhar dan jajaranny apak, pak Direktur, (rekaman tidak jelas).
Wakilnya ini pak, pak Wahyu Kasubdit Standarisasi dan kelembagaan.
KETUA RAPAT:
Baik pak saya kira mendapatkan kesepakatan berkaitan dengan proses pembahasan selanjutnya dan kemudian beberapa pekerjaan rumah mohon untuk kami diberikan pak, dan kalau perlu dikirimkan kekami, sehingga pada saat tim
teknis tinggal pembahasan kita minta juga para anggota-anggota TA nya bisa ikut pak, sehingga melaporkan perkembangan di pelaksanaan teknis di nanti bersama-sama dengan Pemerintah, dan tentu juga dari teman-teman ikatan arsitek Indonesia, sebagai pengamat tetapi juga mendapatkan inputan masukan.
Sehingga nanti benar-benar kita perlu menghasilkan satu Undang-undang yang betul-betul menjadi suatu kebutuhan dan memecahkan persoalan-persoalan daripada arsitek itu sendiri, saya kira kalau tidak ada lagi kami serahkan kepada pak Dirjen Pemerintah untuk menyampaikan mungkin ada usul pendapat saran dan sebagainya untuk percepatan, sehingga pembahasan rencana Undang-undang arsitek ini bisa berjalan dengan cepat, berkualitas dan tentu memenuhi mekanisme yang ada.
Kami persilakan pak.
PEMERINTAH:
Baik bapak pimpinan pada prinsipnya kami akan menindaklanjuti masukan-masukan yang disampaikan khususnya dari pak Djadi tadi, mengenai skematik, atau pohon, (rekaman tidak jelas) dan keterkaitannya dengan pasal-pasal didalam DIM, terus yang kedua pada prinsipnya kami Pemerintah setuju dengan usulan yang disampaikan oleh rapat Panja ini bahwa proses penyusunan pembahasan DIM ini hampir sama dengan RUU jaskon kemarin pak ya, jadi pada intinya adalah pembahasan cukup di tim teknis nanti hasilnya akan dilaporkan pada Panja untuk mendapatkan keputusan, dan natni akan ditunjuk tim Pemerintah dan tim teknis Pemerintah dan tim tenaga ahli dari DPR.
Demikian bapak pimpinan.
F-PDIP (Ir. SUDJADI):
Bapak ketua, saya bukan tidak setuju kalau TA tetapi, ini dari anggota saya mohon maaf tidak sombong, saya pak sigit dan bapak-bapak itu ikut supaya betul-betul TA kan basicnya ada yang sospol, ada sarjana hukum, nanti tidak nyambung pak, jadi itu TA pak, kalau anggota tidak bisa yang ditunjuk dibantu TA jangan TA, bukan saya tidak ragu sama TA basic TA itu lain dengan Undang-undang ini, ini khusus Undang-undang ini sangat spesifik, terima kasih.
KETUA RAPAT:
Terima kasih untuk masukannya, para anggota Panja, wakil Pemerintah dan hadirin sekalian yang kami hormati, dengan telah disetujuinya beberapa
kesepakatan terutama menyangkut substansi yang kita serahkan kepada Timus, dan kemudian substansi akan kita bahas didalam pertemuan Panja selanjutnya, termasuk mekanisme yang sudah kita sepakati, yang sudah kita bahas hari ini, maka sesuai dengan alokasi waktu yang tersedia, proses pembahasan atas RUU Arsitek, pada tingkat panitia kerja pada hari ini kita skors kita tutup dan In Sha Allah akan kami lanjutkan kembali pada kapan ini, kita saya kira kita prioritaskan Panja Arsitek ini pada saat kita masuk masa sidang berikutnya, minggu depan kan kita ada Kunker Spesifik pak, jadi kita akan lanjutkan kembali pada masa sidang berikutnya dan menjadi prioritas bagi Komisi V DPR RI di dalam agenda masa sidang berikutnya pak, dari dulu kita bilang seperti itu.
Baik, kita akan bahas pada masa sidang berikutnya, awal masa sidang, kami ucapkan terima kasih kepada seluruh anggota Panja, pada pejabat eselon I, beserta seluruh jajarannya dari Kementerian (rekaman tidak jelas) dalam proses pembahasan Panja tentang arsitek, atas nama pimpinan Komisi V DPR RI sekaligus sebagai pimpinan Panja kami mohon maaf apabila ada hal yang kurang berkenan dalam pembahasan dan proses panja arsitek, pada hari ini, kalau ada hal yang kurang berkenan, demikianlah maka acara kita pada hari ini telah kita selesaikan, semoga hal-hal yang telah kita diskusikan dapat bermanfaat bagi masyarakat bangsa dan negara.
Wassalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh.
Salam sejahtera buat kita semua.
Shalom.