• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEUANGAN AND POLICIES

Dalam dokumen 1Q11 Financial Report (Halaman 94-99)

Tingkat probabilitas risiko yang sangat potensial terjadi dari instrumen keuangan Perusahaan dan Anak Perusahaan adalah risiko suku bunga, risiko nilai tukar mata uang asing, risiko ekuitas, risiko kredit serta risiko likuiditas. Kebijakan akan pentingnya mengelola tingkat risiko ini telah meningkat secara signifikan dengan mempertimbangkan beberapa parameter perubahan dan volatilitas pasar keuangan baik di Indonesia maupun internasional. Direksi Perusahaan menelaah dan menyetujui kebijakan risiko yang mencakup toleransi risiko dalam strategi mengelola risiko-risiko yang dirangkum dibawah ini.

Potential risks arising from financial instruments of the Company and its Subsidiary relate to interest rate risk, foreign currency exchange rates risk, equity risk, credit risk and liquidity risk. Policies of the importance of managing this risk level has increased significantly by considering some parameters change and volatility of financial markets both in Indonesia and internationally. The Company’s Director reviews and approves risk policies covering the risk tolerance in the strategy to manage the risks which are summarized below.

Risiko Suku Bunga Interest Rate Risk

Risiko terhadap suku bunga merupakan risiko nilai wajar atau arus kas masa datang dari instrumen keuangan yang berfluktuasi akibat perubahan tingkat suku bunga pasar. Eksposur Perusahaan dan Anak Perusahaan terhadap perubahan suku bunga pasar terkait pada hutang baik jangka pendek dan jangka panjang dalam surat-surat komersiil dan hutang obligasi.

Interest rate risk is the risk of fair value or future cash flows of financial instruments fluctuate due to changes in market interest rates. Exposure of the Company and its subsidiary against changes in market interest rates relates to both short-term debt and long term in commercial debt and bond payables.

Perusahaan dan Anak perusahaan didanai dengan hutang bank dan pinjaman lainnya yang dikenai bunga. Oleh karena itu, eksposur Perusahaan dan Anak perusahaan tertentu terhadap risiko pasar untuk perubahan tingkat suku bunga terutama sehubungan dengan pinjaman jangka panjang, hutang obligasi dan aset dan kewajiban dengan bunga. Kebijakan Perusahaan dan Anak perusahaan adalah mendapatkan tingkat suku bunga yang paling menguntungkan tanpa meningkatkan ekposur terhadap mata uang asing, yaitu dengan mengendalikan beban bunga dengan membuat kombinasi antara hutang, pinjaman jangka panjang dan obligasi dengan tingkat suku bunga tetap dan mengambang.

The Company and its Subsidiaries are financed through interest-bearing bank loans and other borrowings. Therefore, the Company and certain Subsidiaries’ exposures to market risk for changes in interest rates relate primarily to their long-term borrowing obligations, bonds payable and interest- bearing assets and liabilities. The Company and Subsidiaries’ policies are to obtain the most favorable interest rates available without increasing their foreign currency exposure by managing their interest cost using a mixture of fixed and variable rate debts, long- term borrowings and bonds.

Risiko Nilai Tukar Mata Uang Asing Foreign Exchange Risk Against Foreign Currency

Risiko terhadap nilai tukar mata uang asing merupakan risiko nilai wajar atau arus kas masa datang dari instrumen keuangan yang berfluktuasi akibat perubahan nilai tukar mata uang asing. Eksposur Perusahaan dan Anak Perusahaan terhadap nilai tukar berasal dari kas dan setara kas, hutang bank dan lembaga keuangan jangka panjang, hutang obligasi yang menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat.

Risk of exchange rate against foreign currencies is a risk of fair value or future cash flows of financial instruments fluctuate due to changes in foreign currency exchange rates. Exposure of the Company and its Subsidiary against exchange rate derived from cash dan cash equivalents, long-term bank and financials institution, bonds payable which uses the United States dollar currency.

Pada risiko ini, perusahaan tidak mengelola dampak risiko atau menerima risiko secara penuh, dengan pertimbangan nilai hutang Perusahaan merupakan hutang jangka panjang sehingga biaya atas pengelolaan risiko tersebut tidak sebanding dengan keuntungan yang didapat. Disamping itu, Perusahaan optimis dalam jangka panjang kondisi perekonomian dalam negeri terus bergerak ke arah yang lebih baik sehingga mata uang Rupiah cenderung terapresiasi.

At this risk, the company does not manage the impact of risk or accept the full risk, with consideration of the value of the Company’s debt is long-term debt so that the cost of managing these risks is not worth the benefits. The Company is optimistic in the long term domestic economic conditions continue to move to better so inclined appreciated Rupiah.

(Continued)

Pada tanggal 31 Maret 2011 dan 2010, Perusahaan mempunyai aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing sebagai berikut:

As of March 31, 2011 and 2010, the Company and its subsidiary had monetary assets and liabilities in foreign currencies as follow:

2011

Mata Uang Asing / Setara Rupiah /

Foreign Currency Equivalent Rupiah

Aset: Assets:

Kas dan setara kas AS$ 2.195.649 19.121.909.555 Cash and cash equivalent

Piutang lain-lain 43.150.000 375.793.350.000 Other receivables

Aset lain-lain 25.116.663 218.741.018.067 Other assets

Dana dalam pembatasan 2.350.000 20.466.150.000 Restricted funds

Kewajiban: Liabilities:

Hutang bank jangka pendek AS$ 16.429.472 143.084.271.648 Short-term bank loans

Hutang lain-lain - pihak ketiga 21.214.265 184.755.033.885 Other payables - third parties

Hutang bank dan lembaga Long-term bank and financial

Keuangan jangka panjang 58.152.512 506.540.226.155 institution loans

Hutang obligasi 121.957.797 1.062.130.452.534 Bonds payable

Kewajiban moneter dalam mata Monetary liabilities in foreign uang asing - bersih ( AS$ 290.566.358 ) ( 1.262.387.556.600 ) currency - net

2010

Mata Uang Asing / Setara Rupiah /

Foreign Currency Equivalent Rupiah

Aset: Assets:

Kas dan setara kas AS$ 15.101.375 135.776.467.117 Cash and cash equivalent

Piutang lain-lain 43.150.000 387.961.650.000 Other receivables

Dana dalam pembatasan 19.285.037 173.391.763.172 Restricted funds

Aset lain-lain 27.238.924 244.905.165.684 Other assets

Kewajiban: Liabilities:

Hutang bank jangka pendek AS$ 16.451.469 147.915.160.510 Short-term bank loans

Hutang lain-lain - pihak ketiga 25.414.265 228.499.656.615 Other payables - third parties

Hutang bank dan lembaga Long-term bank and financial

Keuangan jangka panjang 55.271.934 496.949.956.619 institution loans

Hutang obligasi 117.302.684 1.054.668.431.844 Bonds payable

Kewajiban moneter dalam mata Monetary liabilities in foreign uang asing - bersih ( AS$ 109.665.016 ) ( 985.998.159.615 ) currency - net

Risiko Kredit Credit Risk

Risiko kredit adalah risiko bahwa Perusahaan dan Anak Perusahaan akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan, klien atau pihak lawan yang gagal memenuhi kewajiban kontraktual mereka. Tidak ada risiko kredit yang terpusat secara signifikan. Perusahaan dan Anak Perusahaan mengelola dan mengendalikan risiko kredit dengan menetapkan batasan jumlah risiko yang dapat diterima untuk pelanggan dan memantau eksposur terkait dengan batasan-batasan tersebut.

Credit risk is the risk that the Company and its Subsidiaries will incur a loss arising from the customer, client or other party who failed to meet their contractual obligations. There is no significant concentration of credit risk. The Company and its Subsidiary manage and control credit risk by setting limits of acceptable risk for customers and monitor the exposure associated with these restrictions.

Perusahaan dan Anak Perusahaan melakukan hubungan usaha hanya dengan pihak ketiga yang diakui dan kredibel. Perusahaan dan Anak Perusahaan memiliki kebijakan untuk semua pelanggan yang akan melakukan perdagangan secara kredit harus melalui prosedur verifikasi kredit. Sebagai tambahan jumlah piutang dipantau secara terus menerus untuk mengurangi risiko piutang ragu-ragu.

The Company and its Subsidiaries conduct business relationships only with recognized and credible third parties. The Company and its Subsidiaries have a policy to go through customer credit verification procedures. In addition, the amount of receivables are monitored continuously to reduce the risk for doubtful accounts.

Risiko Likuiditas Liquidity Risk

Risiko likuiditas merupakan risiko disaat posisi arus kas Perusahaan dan Anak Perusahaan menunjukan nilai pendapatan jangka pendek tidak mencukupi untuk menutupi kebutuhan nilai pengeluaran jangka pendek.

Liquidity risk is a risk arising when the cash flow position of the Company and its Subsidiaries not enough to cover the liabilities which become due.

Kebutuhan likuiditas Perusahaan dan Anak Perusahaan timbul dari kebutuhan dalam membiayai investasi dan pengeluaran barang modal yang terkait dengan perluasan bisnis properti dan infrastruktur yang berhubungan dengan properti. Dimana bisnis ini memerlukan dukungan dana yang cukup besar terutama untuk mempercepat pembangunan atas area yang sudah ada serta memperluas area pengembangan dan infrastruktur pendukungnya.

Liquidity needs of the Company and its Subsidiaries arised from the need to finance investment and capital expenditures relating to expansion of business property and property related infrastructure. Where this business requires substantial financial support mainly to accelerate the development of existing areas and expand the area of development and supporting infrastructure.

Pada normanya, di dalam mengelola risiko likuiditas, Perusahaan dan Anak Perusahaan memantau dan menjaga tingkat kas dan setara kas yang dianggap memadai untuk membiayai operasional Perusahaan dan Anak Perusahaan dan untuk mengatasi dampak dari fluktuasi arus kas. Perusahaan dan Anak Perusahaan juga secara rutin mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual, termasuk jadual jatuh tempo hutang jangka panjang mereka, dan terus menelaah kondisi pasar keuangan untuk mengambil inisiatif penggalangan dana. Kegiatan ini dapat meliputi pinjaman bank, penerbitan surat hutang ataupun penerbitan ekuitas di pasar modal.

In the norm, in managing liquidity risk, the Company and its Subsidiary monitor and maintain levels of cash and cash equivalents deemed adequate to finance the operations of the Company and its Subsidiary and to overcome the impact of fluctuations in cash flow. The Company and its Subsidiary also regularly evaluate cash flow projections and actual cash flows, including the schedule of maturing longterm debt, and continue to examine the condition of financial markets to take a fundraising initiative. These activities may include bank loans, issuance of debt or equity issuance in the capital market.

46. KELOMPOK INSTRUMEN KEUANGAN 46. FINANCIAL INSTRUMENTS BY CATEGORY

Tabel di bawah ini menyajikan perbandingan atas nilai tercatat dengan nilai wajar dari instrumen keuangan Perusahaan dan anak perusahaan yang tercatat dalam laporan keuangan pada tanggal 31 Maret 2011.

The table below is a comparison by class of the carrying amounts and fair value of the Company and subsidiaries’ financial instrument that are carried in the financial statements as of March 31, 2011.

Nilai tercatat/ Nilai wajar/

Carrying value Fair value

Aset keuangan Financial assets

Kas dan setara kas 714.672.645.845 714.672.645.845 Cash and cash equivalents

Aset keuangan tersedia dijual 519.256.181.134 519.256.181.134 Available-for-sale financial

asset

Piutang usaha - bersih 1.346.670.278.763 1.346.670.278.763 Trade receivables - net

Piutang lain-lain - bersih 637.347.855.541 637.347.855.541 Other receivables - net

Nilai tercatat/ Nilai wajar/

Carrying value Fair value

Aset keuangan Financial assets

Piutang hubungan istimewa - bersih 20.193.610.154 20.193.610.154 Due from related parties - net

Aset lain-lain 365.417.810.084 365.417.810.084 Other assets

Jumlah aset keuangan 3.852.553.841.197 3.852.553.841.197 Total financial assets

Kewajiban keuangan Financial liabilities

Hutang bank jangka pendek 221.905.316.606 221.905.316.606 Short-term bank loans Hutang usaha - pihak ketiga 389.383.727.479 389.383.727.479 Trade payables - third parties

Hutang lain-lain - pihak ketiga 352.989.693.635 352.989.693.635 Other payables - third parties

Biaya masih harus dibayar 371.631.273.505 371.631.273.505 Accrued expenses

Uang muka pelanggan 144.380.733.002 144.380.733.002 Advances from customers

Kewajiban jangka panjang Long-term debts

Hutang usaha 35.665.325.875 35.665.325.875 Trade payable

Hutang bank dan lembaga Bank and financial institution

keuangan 2.536.405.523.560 2.536.405.523.560 loans

Hutang sewa pembiayaan 2.104.842.885 2.104.842.885 Obligation under capital lease

Hutang hubungan istimewa 25.915.682.184 25.915.682.184 Due to related parties

Hutang obligasi 1.483.184.510.930 1.483.184.510.930 Bonds payable

Kewajiban derivatif 49.666.686.735 49.666.686.735 Derivative financial instruments

Jumlah kewajiban keuangan 5.613.233.316.396 5.613.233.316.396 Total financial liabilities

Aset dan kewajiban keuangan jangka pendek: Short-term financial assets and liabilities:

Nilai wajar kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, dana yang dibatasi penggunaannya, investasi jangka pendek yang jatuh tempo satu tahun atau kurang, hutang usaha, hutang lain-lain, hutang bank jangka pendek, biaya masih harus dibayar, uang muka pelanggan jatuh tempo dalam jangka pendek maka nilai tercatat mendekati estimasi nilai wajarnya karena jangka waktu jatuh tempo yang singkat atas instrumen keuangan tersebut.

Fair value of cash and cash equivalents, trade receivables, other receivables, restricted funds, short- term investment with remaining maturities of one year or less, trade payables, other payables, short-term bank loans, accrued expenses, advance from customers approximate their carrying amounts largely due to short-term maturities of these instruments.

Aset dan kewajiban keuangan jangka panjang: Long-term financial assets and liabilities:

Nilai wajar pinjaman jangka panjang pinjaman jangka panjang mendekati nilai tercatat karena tingkat suku bunganya dinilai ulang secara berkala.

Fair value of long-term debts approximate their carrying amounts largely due to their frequently repriced interest rate.

Nilai wajar hutang obligasi ditentukan dengan mendiskontokan arus kas masa datang yang disesuaikan untuk mencerminkan risiko kredit Perusahaan menggunakan suku bunga pasar terkini untuk instrumen serupa.

Fair value of bonds payable are determined based on discounted future cash flows adjusted to reflect the Company’s credit risk using current market rates for similar instruments.

47. DAMPAK EKONOMI KRISIS GLOBAL TERHADAP KELANGSUNGAN USAHA PERUSAHAAN DAN ANAK PERUSAHAAN

47. IMPACT OF GLOBAL ECONOMICS CRISIS ON THE COMPANY’S AND SUBSIDIARIES’ GOING

CONCERN

Sejak semester kedua tahun 2008, pasar-pasar di belahan dunia mengalami kondisi ekonomi yang tidak menguntungkan. Keadaan ini dipicu oleh salah satu diantaranya krisis kredit perumahan di Amerika Serikat yang meluas ke investasi, produk-produk keuangan terstruktur dan pasar komoditas. Gejolak pada pasar di Amerika Serikat ditambah dengan penurunan nilai Dolar Amerika Serikat yang tajam dan serangkaian perusahaan yang mengalami kebangkrutan dan diambil alih oleh entitas lain mengakibatkan krisis meluas ke bagian lain di dunia.

Starting in the second semester 2008, many markets in various parts of the world experienced adverse economic condition. This condition was triggered by, among others, the housing and mortgage loans crisis in the United States of America (USA) that spread to securities, structured products and commodity markets. The volatility in USA markets coupled with the sharp appreciation in the US Dollars and a series of corporate bankruptcies and takeovers enabled the crisis to spread to other parts of the world.

ANAK PERUSAHAAN (Lanjutan) CONCERN

Akibat dari krisis finansial global ini juga telah dirasakan di Indonesia dengan adanya penurunan nilai Rupiah, penurunan permintaan, penurunan harga komoditas, penurunan pasar efek-efek, kenaikan suku bunga yang diikuti juga dengan likuiditas yang semakin ketat dan kenaikan risiko kredit secara signifikan.

The impact of the global financial crisis has also been felt in Indonesia as the Indonesian Rupiah weakened, demand decreased, commodity price decreased, securities market declined, interest rates increased, followed by tightening liquidity conditions and increased credit risks.

Tidak ada kejadian setelah tanggal neraca sampai dengan tanggal laporan ini yang mengindikasikan timbulnya ketidakpastian terhadap kemampuan kelangsungan usaha Perusahaan sebagai akibat dari memburuknya kondisi perekonomian Indonesia.

There is no events subsequent to balance sheet date until the date of this report occur that give rise to the uncertainties of the Company going concern as an impact of the worsening current economy of Indonesia.

48. REKLASIFIKASI AKUN 48. RECLASSIFICATION OF ACCOUNTS

Beberapa akun dalam laporan keuangan konsolidasian tahun 2010 telah direklasifikasi agar sesuai dengan penyajian laporan keuangan konsolidasian tahun 2011.

Certain accounts in the 2010 consolidated financial statements have been reclassified to conform with the presentation of accounts in the 2011 consolidated financial statements.

49. PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK) BARU DAN REVISI

49. NEW AND REVISED STATEMENTS OF FINANCIAL ACCOUNTING STANDARDS (PSAK)

Berikut ini ikhtisar Standar Akuntansi yang telah dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK), yang relevan buat Perusahaan dan Anak Perusahaan, sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan Anak Perusahaan tetapi belum efektif adalah sebagai berikut:

The following summarizes the Accounting Standards issued by Indonesian Accounting Standards Board (DSAK), which are relevant to the Company and Subsidiaries, up to the date of completion of the Company’s and Subsidiaries’ consolidated financial statements but not yet effective as follows:

Efektif berlaku pada atau setelah tanggal 1 Januari 2012:

Effective on or after January 1, 2012:

- PSAK No. 10 (Revisi 2010) ”Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing” - Menjelaskan bagaimana memasukkan transaksi-transaksi dalam mata uang asing dan kegiatan usaha luar negeri ke dalam laporan keuangan suatu entitas dan menjabarkan laporan keuangan ke dalam suatu mata uang pelaporan.

- PSAK No. 10 (Revised 2010) “The Effects of

Changes in Foreign Exchange Rates” - Prescribes how to include foreign currency transactions and foreign operations in the financial statements of an entity and translate financial statements into a presentation currency.

- PSAK No. 24 (Revisi 2010), “Imbalan Kerja” - Mengatur akuntansi dan pengungkapan imbalan kerja.

- PSAK No. 24 (Revised 2010), “Employee Benefits”

- Establish the accounting and disclosures for employee benefits.

- PSAK No. 46 (Revisi 2010), “Akuntansi Pajak Penghasilan” - Mengatur perlakuan akuntansi untuk pajak penghasilan dalam menghitung konsekuensi pajak kini dan masa depan untuk pemulihan (penyelesaian) jumlah tercatat aset (liabilitas) di masa depan yang diakui pada laporan posisi keuangan; serta transaksitransaksi dan kejadian- kejadian lain pada periode kini yang diakui pada laporan keuangan.

- PSAK No. 46 (Revised 2010), “Accounting for

Income Taxes”. Prescribes the accounting

treatment for income taxes to account for the current and future tax consequences of the future recovery (settlement) of the carrying amount of assets (liabilities) that are recognized in the balance sheet; and transactions and other events of the current period that are recognized in the financial statements.

- PSAK No. 50 (Revisi 2010), “Instrumen Keuangan: Penyajian” - Menetapkan prinsip penyajian instrumen keuangan sebagai liabilitas atau ekuitas dan saling hapus aset keuangan dan liabilitas keuangan.

- PSAK No. 50 (Revised 2010), “Financial

Instruments: Presentation” - Establish the principles for presenting financial instruments as liabilities or equity and for offsetting financial assets and financial liabilities.

- PSAK No. 60, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan” - Mensyaratkan pengungkapan dalam laporan keuangan yang memungkinkan para pengguna untuk mengevaluasi signifikansi instrumen keuangan atas posisi dan kinerja keuangan; dan jenis dan besarnya risiko yang timbul dari instrumen keuangan yang mana entitas terekspos selama periode dan pada akhir periode pelaporan dan bagaimana entitas mengelola risiko-risiko tersebut.

- PSAK No. 60, “Financial Instruments: Disclosures”

- Requires disclosures in financial statements that enable users to evaluate the significance of financial instruments for financial position and performance; and the nature and extent of risks arising from financial instruments to which the entity is exposed during the period and at the end of the reporting period and how the entity manages those risks.

Perusahaan dan Anak perusahaan masih mengevaluasi dampak yang mungkin timbul dari penerapan standar- standar ini terhadap laporan keuangan konsolidasian.

The Company and Subsidiaries is evaluating the effects of these standards on the consolidated financial statements.

Dalam dokumen 1Q11 Financial Report (Halaman 94-99)

Dokumen terkait