• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEUANGAN DAN RISIKO MODAL a Manajemen Risiko Modal

Dalam dokumen 3Q 2012 Financial Statements (Halaman 136-141)

Perusahaan dan entitas anak mengelola risiko modal untuk memastikan bahwa mereka akan mampu untuk melanjutkan kelangsungan usaha. Struktur modal Perusahaan dan entitas anak terdiri dari kas dan setara kas (Catatan 14), dan ekuitas pemegang saham induk, yang terdiri dari modal yang ditempatkan (Catatan 22), tambahan modal disetor (Catatan 23) dan saldo laba.

59. FINANCIAL INSTRUMENTS, FINANCIAL RISK AND CAPITAL RISK MANAGEMENT

a. Capital risk management

The Company and its subsidiaries manage capital risk to ensure that they will be able to continue as going concern. The Company

and its subsidiaries’ capital structure consist

of cash and cash equivalent (Note 14) and equity shareholders of the holding that consisting of capital stock (Note 22), additional paid-in capital (Note 23), and retained earnings.

b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan

Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Perusahaan dan entitas anak adalah untuk memastikan bahwa sumber daya keuangan yang memadai tersedia untuk operasi dan pengembangan bisnis, serta untuk mengelola risiko mata uang asing, tingkat bunga, kredit dan risiko likuiditas. Perusahaan dan entitas anak beroperasi dengan pedoman yang telah ditentukan oleh Dewan Direksi.

b. Financial risk management objectives and policies

The Company and its subsidiaries overall financial risk management and policies seek to ensure that adequate financial resources are available for operation and development of their business, while managing their exposure to foreign exchange risk, interest rate risk, credit and liquidity risks. The Company and its subsidiaries operate within defined guidelines that are approved by the Board.

Dalam pengelolaan risiko, Perusahaan membentuk Divisi Manajemen Risiko (Divisi MRO) yang bertanggung jawab terhadap penyusunan kebijakan, kerangka kerja, pedoman penerapan manajemen risiko dan infrastruktur pengelolaan risiko, serta memastikan sosialisasi dan implementasi manajemen risiko tersebut di lingkungan Perusahaan. Divisi ini juga bertugas untuk menyusun risk profile yang bersifat strategis sebagai early warning kepada manajemen Perusahaan. Divisi MRO bertanggung jawab kepada Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko.

In managing risk, the Company established a Risk Management Division (MRO Division) which is responsible for the preparation of the policy, frameworks, risk management implementation guide and infrastructure of the risk management and ensuring the impelentation of the risk management in the Company environment. The division is also tasked to formulate a strategic risk profile as an early warning to the Company management. MRO Division is responsible to the Director of Business and Risk Management.

Perusahaan membagi risiko menjadi dua kelompok yaitu risiko operasional dan risiko keuangan. Risiko keuangan diantaranya adalah risiko perubahan nilai tukar, risiko tingkat bunga, risiko kredit dan risiko likuiditas. Dalam mengelola risiko, Perusahaan mempertimbangkan skala prioritas yang didasarkan pada level risikonya. Level risiko ditentukan berdasarkan tingkat kemungkinan terjadinya dan skala dampak yang ditimbulkannya.

The Company divides risk into two groups: operational risk and financial risk. Financial risks including the risk of exchange rate, interest rate risk, credit risk and liquidity risk. In managing risk, the Company considers priorities based on risk level. Risk level is determined based on the level and scale of potential impacts.

Terkait dengan risiko keuangan, Perusahaan sedang mengkaji kebijakan manajemen untuk melakukan lindung nilai untuk dijadikan sebagai dasar hukum bagi pelaksanaannya. Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara, dasar hukum ini menjadi sangat penting agar tidak timbul masalah pada waktu pelaksanaan lindung nilai tersebut. Selain itu, Perusahaan juga sedang mempersiapkan sumber daya manusia yang akan menangani lindung nilai ini karena hal ini merupakan sesuatu yang baru di Perusahaan.

Related to financial risks, the Company is reviewing the management policy to perform hedging to serve as the legal basis for implementation. As a State-Owned Enterprises, the legal basis for this is very important so no issues will arise during the implementation of such hedging programs. In addition, the Company is also preparing human resources that will handle this hedging as this is something new in the organization.

i. Manajemen risiko mata uang asing Perusahaan dan entitas anak melakukan banyak transaksi dan sumber pendanaan dalam mata uang asing, akibatnya timbul eksposur terhadap fluktuasi nilai tukar mata uang asing. Kebijakan Perusahaan dan entitas anak adalah untuk menjaga risiko mata uang asing dalam batas yang dapat diterima. Perusahaan sedang mempertimbangkan untuk melakukan lindung nilai terhadap fluktuasi nilai tukar mata uang asing.

i. Foreign currency risk management The Company and its subsidiaries undertake many transactions and funding sources which denominated in foreign currencies. Consequently, there are exposures to exchange rate fluctuations. The Company and its subsidiaries policy is to maintain foreign currency exposure within acceptable limits. The Company is considering to enter into hedging contract to manage exposures to fluctuations in foreign currency.

Jumlah eksposur mata uang asing bersih Perusahaan dan entitas anak pada tanggal pelaporan diungkapkan dalam Catatan 55.

The Company and its subsidiaries net open foreign currency exposure as of reporting date is disclosed in Note 55.

Sensitivitas mata uang asing

Tabel di bawah ini memaparkan rincian sensitivitas perusahaan untuk setiap 10% kenaikan dan penurunan Rupiah terhadap mata uang asing yang relevan. 10%

kenaikan dan penurunan

menggambarkan penilaian manajemen terhadap perubahan yang rasional pada nilai tukar setelah mempertimbangkan kondisi ekonomi saat ini. Analisis sensitivitas ini hanya mencakup saldo item moneter dalam mata uang asing dan menyesuaikan translasi pada akhir periode untuk 10% perubahan dalam nilai tukar mata uang asing.

Foreign currency sensitivity

The following table details the Company's sensitivity to a 10% increase and decrease in Rupiah against the relevant foreign currencies. 10% increase or decrease represents the

management’s assessment of the

reasonably possible change in foreign exchange rates after considering the current economic conditions. The sensitivity analysis includes only outstanding foreign denominated monetary items and adjusts their translation at the period end for a 10% change in foreign currency rates.

- 135 -

10% -10% 10% -10% 10% -10% -10% -10%

Aset Assets

Piutang pihak berelasi 1.395 (1.395) - - - - - - Receivables from related parties

Rekening dan deposito berjangka Restricted cash in banks and

dibatasi penggunaannya 3.192 (3.192) 5.266.783 (5.266.783) - - - - time deposits Kas dan setara kas 14.791 (14.791) 23.963 (23.963) 378 (378) 65 (65) Cash and cash equivalents Investasi jangka pendek - - - - - - - - Short term investment

Liabilitas Liabilities

Penerusan pinjaman 62.099 (62.099) 18.730.343 (18.730.343) 11.644 (11.644) 3.178 (3.178) Two-step loans Utang sewa pembiayaan - - 49.909.273 (49.909.273) - - - - Lease liability

Utang bank dan surat hutang Bank loans and medium

jangka menengah 311.458 (311.458) - - - - - - term notes Utang obligasi 457.275 (457.275) - - - - - - Bonds payable Utang listrik swasta 60.635 (60.635) - - - - - - Electricity purchase payable Utang lain-lain 21.449 (21.449) 192.802 (192.802) 2.526 (2.526) 3.328 (3.328) Other payables Utang biaya proyek 5.168 (5.168) 406.739 (406.739) 467 (467) 80 (80) Project cost payable Utang usaha 34.310 (34.310) 5.524 (5.524) - - - - Trade accounts payable Biaya masih harus dibayar 967.922 (967.922) 45 (45) 94 (94) - - Accrued expenses

USD JPY EUR Lain-lain/Others *)

30 September/September 30, 2012

*) Mencakup beberapa mata uang (Dollar Australia, Poundsterling, Dollar New Zealand dan Swiss Franc).

*) Includes various currencies (Australian Dollar, Great Britain Pound, New Zealand Dollar and Swiss Franc).

Dari keseluruhan eksposur perusahaan terhadap risiko mata uang asing, 23% yang timbul dari utang bank, utang obligasi dan penerusan pinjaman dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya pinjaman. Risiko mata uang asing yang timbul dari beban bunga terpulihkan dengan subsidi pemerintah.

From Company’s overall exposure to

foreign exchange risk, 23% arising from bank loans, bonds payable and two-step loan is capitalized as part of borrowing cost. Foreign exchange risks arising from interest expense is recoverable through an existing government subsidy.

ii. Manajemen risiko tingkat bunga

Perusahaan dan entitas anak terekspos terhadap risiko tingkat bunga sebagai akibat perusahaan dan entitas anak meminjam dana pada tingkat bunga tetap dan tingkat bunga mengambang. Risiko tersebut dikelola Perusahaan dengan menjaga komposisi yang tepat antara tingkat bunga pinjaman tetap dan mengambang. Perusahaan telah mempertimbangkan untuk terlibat dalam perjanjian lindung nilai untuk pinjaman yang diberikan dengan tingkat bunga mengambang.

ii. Interest rate risk management

The Company and its subsidiaries are exposed to interest rate risk as the Company and its subsidiaries borrow funds at both fixed and floating interest rates. The risk is managed by the Company by maintaining an appropriate mix between fixed and floating rate borrowings. The Company has been considering to enter into hedging contracts for loans with floating interest rate.

Eksposur maksimum Perusahaan dan entitas anak terhadap tingkat bunga atas aset dan liabilitas keuangan adalah sebagai berikut:

The Company and its subsidiaries maximum exposures to interest rates on financial assets and financial liabilities are detailed below:

Jumlah/Total

Aset Keuangan: Financial Assets:

Kas dan setara kas - 15.074.452 - 15.074.452 Cash and cash equivalents Investasi jangka pendek 911.941 - - 911.941 Short-term investments Piutang usaha - - 4.063.931 4.063.931 Trade accounts receivable Piutang subsidi listrik - - 33.562.604 33.562.604 Receivable on electricity subsidy Piutang lain-lain - - 1.753.260 1.753.260 Other receivables

Piutang pihak berelasi 43.146 89.979 - 133.125 Receivables from related parties Rekening bank dan deposito berjangka Restricted cash in banks and

dibatasi penggunaannya 6.836.335 - - 6.836.335 time deposits

Liabilitas keuangan: Financial Liabilities:

Utang usaha - - 19.514.932 19.514.932 Trade accounts payable Utang pajak - - 1.373.085 1.373.085 Taxes payable Biaya yang masih harus dibayar - - 6.138.910 6.138.910 Accrued expenses Uang jaminan pelanggan - - 6.476.935 6.476.935 Customer's security deposits Utang biaya proyek - - 1.416.095 1.416.095 Project cost payable Penerusan pinjaman 5.852.227 25.613.302 - 31.465.529 Two-step loans Utang kepada pemerintah - 8.971.651 - 8.971.651 Government loans Liabilitas sewa - 111.546.643 - 111.546.643 Lease liabilities

Utang bank dan surat utang jangka Bank loans and medium term

menengah 71.205.289 - - 71.205.289 notes

Utang obligasi - 57.379.595 - 57.379.595 Bonds payable

Utang listrik swasta - 5.784.721 - 5.784.721 Electricity purchase payable Utang pihak berelasi - - 2.250.932 2.250.932 Payable to related parties Utang lain-lain - - 14.517.717 14.517.717 Other payables

Tingkat bunga mengambang/ Floating rate

Tingkat bunga tetap/ Fixed rate

Tidak dikenakan bunga/Non- interest bearing

Sensitivitas tingkat bunga

Analisis sensitivitas berikut telah ditentukan berdasarkan eksposur Perusahaan terhadap tingkat bunga untuk saldo instrumen keuangan pada tanggal pelaporan. Analisis ini dipersiapkan dengan mengasumsikan jumlah saldo liabilitas pada akhir periode pelaporan memiliki saldo sepanjang tahun, dengan mempertimbangkan pergerakan nilai pokok aktual sepanjang tahun. Analisis sensitivitas ini menggunakan asumsi kenaikan dan penurunan sebesar 50 basis poin pada tingkat bunga yang relevan dengan variable lain dianggap konstan. Kenaikan dan penurunan sebesar 50 basis poin merupakan penilaian manajemen atas perubahan yang rasional terhadap tingkat bunga setelah mempertimbangkan kondisi ekonomi saat ini.

Interest rate sensitivity

The sensitivity analysis below have been

determined based on the Company’s

exposure to interest rates for financial instruments outstanding at the reporting date. The analysis is prepared assuming the amount of liability outstanding at the reporting period end date was outstanding for the whole year, taking into account actual principal movements during the year. The sensitivity analysis uses an assumption of 50 basis point increase and decrease in the relevant interest rates with all other variables held constant. 50 basis points increase or

decrease represents the management’s

assessment of the reasonably possible change in interest rates after considering the current economic conditions.

Eksposur perusahaan terhadap risiko suku bunga adalah minimal, sebab subsidi pemerintah mencakup keseluruhan risiko yang timbul dari perubahan tingkat bunga. Terdapat beban bunga dari beberapa perjanjian pinjaman bank dan penerusan pinjaman yang dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya pinjaman.

The company's exposure to interest risk is minimal due to an existing government subsidy which covers all risks arising from changes in interest rate. Portions of interest expenses from banks loans and two-step loan are capitalized as part of borrowing cost.

- 137 - iii. Risiko harga listrik

Risiko harga komoditas adalah risiko bahwa nilai wajar atau arus kas dari instrumen keuangan akan berfluktuasi karena perubahan dari harga komoditas. Eksposur perusahaan terhadap risiko harga komoditas minimum, disebabkan karena adanya subsidi pemerintah yang mencakup keseluruhan risiko yang timbul dari perubahan dalam harga komoditas.

iii. Electricity price risk

Commodity price risk is the risk that the fair value or cash flow of a financial instrument will fluctuate because of changes in commodity price. The company's overall exposure to commodity price risk is minimal due to an existing government subsidy which covers all risks arising from changes in commodity price.

iv. Manajemen risiko kredit

Risiko kredit mengacu pada risiko bahwa pelanggan gagal dalam memenuhi kewajiban kontraktualnya yang mengakibatkan kerugian bagi Perusahaan dan entitas anak. Sebagai Perusahaan dan entitas anak yang digolongkan dalam infrastruktur publik, Perusahaan dan entitas anak diwajibkan melayani semua pelanggan tanpa melihat kapasitas untuk membayar. Dalam meminimalkan risiko dari piutang yang tidak tertagih, Perusahaan dan entitas anak melakukan pemutusan sambungan ke pelanggan jika pelanggan tidak membayar tepat waktu, sebagaimana yang telah ditentukan yaitu kurang dari satu bulan.

iv. Credit risk management

Credit risk refers to the risk that the customer will default on its contractual obligations resulting in a loss to the Company and its subsidiaries. As a Company and its subsidiaries that is classified as a public utility, the Company and its subsidiaries is obliged to serve all customers regardless of the capacity to pay. In minimizing the risk of uncollectible receivables, the Company and its subsidiaries will terminate the connection to the customer if the customer does not pay on time, which is determined (to be) less than a month.

v. Manajemen risiko likuiditas

Risiko likuiditas didefinisikan sebagai risiko bahwa Perusahaan dan entitas anak akan menghadapi kesulitan dalam memenuhi kewajiban terkait dengan liabilitas keuangan yang diselesaikan dengan pembayaran kas atau aset keuangan lainnya. Tanggung jawab utama manajemen risiko likuiditas terletak pada dewan direksi, yang telah membangun kerangka manajemen risiko likuiditas yang sesuai untuk persyaratan manajemen likuiditas dan pendanaan jangka pendek, menengah dan jangka panjang Perusahaan dan entitas anak. Perusahaan dan entitas anak mengelola risiko likuiditas dengan menjaga kecukupan simpanan, fasilitas bank dan fasilitas simpan pinjam dengan terus menerus memonitor perkiraan dan arus kas aktual dan mencocokkan profil jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan.

v. Liquidity risk management

Liquidity risk is defined as the risk that the Company and its subsidiaries will encounter difficulty in meeting obligations associated with financial liabilities that are settled by delivering cash or another financial asset. Ultimate responsibility for liquidity risk management rests with the board of directors, which has built an appropriate liquidity risk management framework for the management of the Company and its subsidiaries short, medium and long- term funding and liquidity management requirements. The Company and its subsidiaries manage liquidity risk by maintaining adequate reserves, banking facilities and reserve borrowing facilities by continuously monitoring forecast and actual cash flows and matching the maturity profiles of financial assets and liabilities.

Perusahaan dan entitas anak memelihara kecukupan dana untuk membiayai kebutuhan modal kerja yang berkelangsungan.

The Company and its subsidiaries maintain sufficient funds to finance its ongoing working capital requirements.

Tabel berikut ini memberikan rincian tanggal jatuh tempo kontraktual untuk kewajiban keuangan dengan pembayaran yang telah disepakati pada periode 30 Juni 2012. Tabel tersebut telah disusun berdasarkan arus kas liabilitas keuangan yang tidak didiskontokan berdasarkan tanggal paling awal dimana Perusahaan dan entitas anak diwajibkan untuk membayar. Untuk menjangkau arus bunga dengan tingkat bunga mengambang, nilai arus kas yang tidak terdiskonto diperoleh dari kurva suku bunga pada akhir periode. Tanggal jatuh tempo kontraktual didasarkan pada tanggal paling awal dimana Perusahaan dan entitas anak diwajibkan untuk membayar.

The following table details the Company and its subsidiaries remaining contractual maturity for its financial liabilities with agreed repayment period as of June 30, 2012. The table has been drawn up based on the undiscounted cash flow of financial liabilities based on the earliest date on which the Company and its subsidiaries can be required to pay. To the extent that interest flows are floating rate, the undiscounted is derived from interest rate curves at the end of the reporting period. The contractual maturity is based on the earliest date on which the Company and its subsidiaries may be required to pay.

1 bulan - 3 bulan/ 3 bulan - 1 tahun/ 1 tahun - 5 tahun/ Lebih 5 tahun/ Jumlah/ 1 month - 3 months 3 months - 1 year 1 year - 5 years more than 5 years Total Hutang sewa pembiayaan/

Lease liability 3.154.433 3.154.433 25.235.462 29.853.607 61.397.935 Kewajiban keuangan dengan tingkat

bunga mengambang Financial liabilities with floating

interest rate 2.826.849 19.383.849 42.734.290 32.169.753 97.114.742 Kewajiban keuangan dengan tingkat

bunga tetap

Financial liabilities with fixed 1.899.308 6.231.690 50.792.536 105.017.274 163.940.808 interest rate

Jumlah/Total 7.880.590 28.769.972 118.762.289 167.040.634 322.453.485

60. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN DAN

PERSETUJUAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Dalam dokumen 3Q 2012 Financial Statements (Halaman 136-141)

Dokumen terkait