HANJAR 1 PRINSIP DAN CARA KERJA MESIN PENGGERAK UTAMA
3. Sistem Pelumasan
Minyak pelumas dalam mesin berfungsi sebagai : 1) Membatasi panas dari bagian-bagian
2) Membatasi panas yang timbul akibat geseran dan gesekan menjadi sekecil mungkin.
3) Mengurangi gesekan dan keausan dari bagian yang bergerak.
4) Menambah kerapatan antara torak dan silinder 5) Mengeluarkan kotoran akibat gesekan dan keausan 6) Menghindarkan keausan dan korosi.
b. Syarat-syarat minyak pelumas
1) Derajat kekentalan minyak harus sesuai dengan jenis operasi.
2) Mempunyai daya lekat yang baik.
3) Tidak mudah bercampur dengan barang yang lain.
4) Mempunyai titik didih yang tinggi dan sukar menguap.
5) Mudah memindahkan panas dan mempunyai titik beku yang rendah.
c. Pompa minyak lumas
Pompa minyak lumas yang dipergunakan biasanya menggunakan pompa roda gigi yang dihubungkan dengan poros engkol. Pada kapal-kapal yang besar biasanya dilengkapi dengan sepasang pompa minyak lumas yang dilengkapi dengan pesawat pembersih minyak (separator).
d. Saringan minyak lumas
Saringan minyak lumas di kapal umumnya dipasang 2 buah, sehingga dapat dibersihkan secara bergantian tanpa mengganggu bekerjanya motor.Kadang-kadang dilengkapi dengan saringan magnet untuk menahan kotoran yang berupa logam sehingga tidak terbawa aliran minyak lumas yang masuk kedalam motor. Mengingat minyak pelumas ini
PENGETAHUAN TEKNIKA (MESIN PENGGERAK UTAMA) 29 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR penting peranannya harus dijaga agar selalu dalam keadaan baik dan secara periodic minyak harus diganti. Suhu minyak lumas yang masuk motor harus dapat diatur dengan mudah, begitu pula tekanannya.
Rangkuman
1. Bahan bakar pada mesin penggerak utama umumnya menggunakan bahan bakar HSD / Solar. Bahan bakar ini bisa sampai ke sistem pembakaran yaitu tank tempat penyimpanan kemudian dialirkan dengan perantaraan pipa bahan bakar, pompa bahan bakar, saringan bahan bakar, Nozle/ pengabut dan ke ruang bakar.
2. Sistem Pendinginan : Pendinginan Udara, Pendinginan Air, Sistem Pendinginan Tertutup, Sistem Pendinginan Terbuka.
Latihan
1. Jelaskan Sistem Bahan Bakar!
2. Jelaskan Sistem Pendinginan!
3. Jelaskan Sistem Pelumasan!
PENGETAHUAN TEKNIKA (MESIN PENGGERAK UTAMA) 30 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR
HANJAR
04
CARA MENGOPERASIONALKAN MESIN PENGGERAK UTAMA
2 JP (90 menit)
Pengantar
Dalam hanjar ini dibahas materi tentang cara menghidupkan motor , cara menggerakan kapal maju dan mundur, susunan sistem pejalan dengan angin, blok pendorong, tabung poros baling-baling, persiapan sebelum menjalankan mesin penggerak utama dan hal-hal yang harus diperhatikan selama motor bekerja.
Tujuan diberikan materi ini agar peserta didik memiliki pemahaman tentang memahami dan mampu menerapkan cara pengoperasionalan mesin penggerak utama.
Kompetensi Dasar
Memahami dan mampu menerapkan cara mengopersionalkan mesin penggerak utama
Indikator Hasil Belajar
1. Mempraktikkan cara menghidupkan motor ;
2. Mempraktikkan cara menggerakan kapal maju dan mundur;
3. Menjelaskan susunan sistem pejalan dengan angin;
4. Menjelaskan blok pendorong;
5. Menjelaskan tabung poros baling-baling;
6. Mempraktikkan persiapan sebelum menjalankan mesin penggerak utama;
7. Mempraktikkan tindakan yang dilakukan selama motor bekerja.
PENGETAHUAN TEKNIKA (MESIN PENGGERAK UTAMA) 31 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR
Materi Pelajaran
Pokok Bahasan:
Cara mengoperasionalkan Mesin penggerak utama Sub Pokok Bahasan:
1. Cara menghidupkan motor;
2. Cara menggerakan kapal maju dan mundur;
3. Susunan sistem pejalan dengan angin;
4. Blok pendorong;
5. Tabung poros baling-baling;
6. Persiapan sebelum menjalankan mesin penggerak utama;
7. Tindakan yang dilakukan selama motor bekerja.
Metode Pembelajaran
1. Metode ceramah.
Metode ini digunakan untuk menjelaskan materi tentang cara mengopersionalkan mesin penggerak utama.
2. Metode brainstroming (curah pendapat)
Metode ini digunakan untuk menggali pendapat/pemahaman peserta tentang materi cara mengopersionalkan mesin penggerak utama.
3. Metode tanya Jawab.
Metode ini digunakan untuk tanya jawab tentang materi yang disampaikan.
4. Metode penugasan
Metode ini digunakan pendidik untuk menugaskan peserta didik tentang materi yang telah diberikan.
5. Metode praktek
Metode ini digunakan untuk memberikan keterampilan kepada peserta didik untuk mempraktikkan cara menghidupkan motor , cara menggerakan kapal maju dan mundur dan persiapan sebelum menjalankan mesin penggerak utama.
PENGETAHUAN TEKNIKA (MESIN PENGGERAK UTAMA) 32 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR
Alat/Media, Bahan dan Sumber Belajar
1. Alat/Media
a. Kertas flipchart;
b. Alat tulis.
3. Sumber Belajar
a. Buku mesin diesel 4 tak dan 2 tak
b. Naskah Sekolah Sementara Mesin penggerak utama.
Kegiatan Pembelajaran
1. Tahap awal : 10 menit
Pendidik melaksanakan apersepsi:
a. Pendidik melakukan refleksi materi;
b. Pendidik melakukan pencairan;
c. Pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Tahap inti : 70 menit
a. Pendidik menyampaikan materi cara pengoperasionalan mesin penggerak utama
b. Pendidik memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya.
c. Pendidik memberikan contoh mempraktikkan cara menghidupkan motor , cara menggerakan kapal maju dan mundur dan persiapan sebelum menjalankan mesin penggerak utama.
d. Peserta didik mempraktikkan cara menghidupkan motor , cara menggerakan kapal maju dan mundur dan persiapan sebelum menjalankan mesin penggerak utama sesuai instruksi pendidik.
e. Pendidik memfasilitasi jalannya praktek.
3. Tahap akhir : 10 menit a. Penguatan materi.
Pendidikmemberikan ulasan dan penguatan materi secara umum;
PENGETAHUAN TEKNIKA (MESIN PENGGERAK UTAMA) 33 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR b. Cek penguasaan materi.
Pendidikmengecek penguasaan materi pembelajaran dengan bertanya secara lisan dan acak kepada peserta didik;
c. Learning point.
Pendidikmerumuskan learning point/koreksi dan kesimpulan dari materi pembelajaran yang disampaikan kepada peserta didik.
Tagihan / Tugas
Peserta didik mengumpulkan resume materi tentang cara mengoperasionalkan mesin penggerak utama.
Lembar Kegiatan
Peserta didik membuat resume materi tentang cara mengoperasionalkan mesin penggerak utama.
Bahan Bacaan
CARA PENGOPERASIONALAN MESIN PENGGERAK UTAMA
1. Cara Menghidupkan Motor
Cara menghidupkan motor ada 3 macam cara : a. Diputar dengan Tangan
Cara menghidupkan yang diputar dengan tangan yaitu dengan memakai engkol atau pakai tali, hanya dipergunakan pada motor-motor kecil. Perlengkapan amat sederhana dan merawatnya cukup mudah, agar motor itu ringan diputar ketika menghidupkannya, maka motor itu dilengkapi dengan suatu alat yang dapat meniadakan atau yang dapat mengeluarkan udara yang dikompresikan sewaktu gerakan kompresi. Alat ini biasanya sebuah handel atau tombol yang membuat katup buang tidak menutup. Apabila motor telah
PENGETAHUAN TEKNIKA (MESIN PENGGERAK UTAMA) 34 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR diputar dengan kecepatan cukup, lalu handel dilepaskan, sekarang katup buang dapat menutup dengan rapat, kompresi jadi, lalu pembakaran, motorpun jalan.
b. Dengan Motor Listrik
Cara menghidupkan dengan yang diputar motor listrik seperti umumnya pada motor sedang. Angker motor listrik untuk menjalankan motor dolengkapi dengan roda gigi yang dapat berhubungan dengan roda gigi pada roda gila ketika menghidupkannya. Apabila tidak ada arus listrik roda gigi ini terlepas dari roda gigi pada roda gila. Alat yang mendorong roda gigi ini ada yang dengan kekuatan putaran motor listrik itu sendiri yang dilengkapi dengan pegas dan ada pula dengan sebuah solenoid. Arus listrik untuk ini biasanya diambil dari accu atau battery dan jika semua alat-alat bekerja dengan baik nampaknya menghidupkan dengan listrik ini adalah yang paling mudah.
c. Dengan Angin
Cara menghidupkan motor dengan udara adalah yang paling banyak dipakai di kapal-kapal. Tiap-tiap silinder pada kepala silindernya mempunyai sebuah katup pejalan. Tiap-tiap katup pejalan mempunyai sebuah sorong yang mengatur bekerjanya katup pejalan tadi, dan bila angin/ udara dialirkan maka ia akan melewati sorong-sorong sesuai aturan dan akan masuk dan mendorong torak turun bergantian, motor pun berputar. Apabila motor telah berputar cepat handel perjalanan ditutup, bahan bakar lalu diberikan dan motorpun hidup.
2. Menggerakkan Kapal Maju dan Mundur
Untuk menggerakkan kapal maju dan mundur ada tiga cara yaitu : a. Kisar baling-baling dirubah
Untuk menggerakkan kapal maju kisarannya posisi maju, jika stop kisarannya nol dan jika mundur kisarannya posisi mundur, ini jarang digunakan di kapal-kapal.
b. Dengan sayap pengatur
Digunakan pada motor kecil/motor boat. Disebelah belakang baling-baling dipasang sayap pengatur. Jika mundur sayap pengatur menutup air yang didorong baling-baling, sehingga
PENGETAHUAN TEKNIKA (MESIN PENGGERAK UTAMA) 35 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR air berbalik kemuka dan kapal menjadi mundur. Jika stop sayap pengatur hanya dibuka separuh sehingga air sebagian ke depan dan sebagian ke belakang.
c. Dengan membalik arah putaran baling-baling
Untuk menggerakkan kapal mundur atau maju dengan membalik arah putaran baling-baling ada dua cara yaitu : 1) Dengan mempergunakan kopling
Untuk motor yang bertenaga sampai ± 300 TK membalik arah putaran baling-baling umumnya dipakai kopling/kopling pembalik arah putaran. Ada beberapa macam kopling pembalik, tetapi prinsipnya kopling-kopling itu sama. Yaitu dengan menggunakan cara-cara:
a) Dengan mekanis.
b) Dengan hydrolis.
c) Dengan udara yang bertekanan (Pneumetik).
2) Dengan membalik arah putaran motor
Pada motor-motot kapal besar untuk menggerakkan kapal mundur atau maju umumnya arah putaran baling-baling langsung di balik dari putaran motornya yaitu arah putarannya motor diberhentikan dan nok digeser setelah itu nok didudukan lagi sesuai putaran yang diinginkan.
3. Susunan Sistem Pejalan Dengan Angin
Udara/angin penjalan yang bertekanan tinggi dari botol angin penjalan yang telah diisi dari compressor dibuka kerannya/penutupnya, lalu angin penjalan mengalir melalui pipa-pipa ketombol penjalan dan kerumah katup penjalan.
Jika kita akan menghidupkan motor, maka tombol penjalan ditekan udara penjalan dilewatkan ke sorong-sorong pengatur.
Apabila sorong-sorong pengatur ditekan oleh udara penjalan yang masuk tadi sampai sorong masing-masing duduk pada noknya.
Salah satu dari sorong pengatur ada yang paling rendah, sorong
PENGETAHUAN TEKNIKA (MESIN PENGGERAK UTAMA) 36 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR ini melewatkan udara yang bertekanan kesebelah atas torak/piston katup penjalan yang berada diatas kepala silinder (sylinder head).
Udara yang bertekanan ini masuk kedalam silinder melalui katup penjalan dan mendorong torak/piston motor, sehingga torak motor tertekan kebawah dan demikian berturut-turut bergantian ada bagia katup penjalan yang mulai menekan udara bertekanan kedalam silindernya masing-masing, sehingga terjadi perputaran motor dan terjadi pembakaran dalam silinder motor dan dapat menghidupkan motor.
Cara menghidupkan motor dengan sistem penjalan dengan angin paling banyak dipergunakan untuk kapal-kapal yang besar, karena diperlukan tenaga yang besar untuk memutarkan motor yang bertenaga besar.
4. Blok Pendorong
Blok Pendorong ialah sebuah blok bantalan yang untuk menerima gaya-gaya aksial yang dibangkitkan oleh baling-baling. Blok pendorong ini dipasangkan diantara motor dengan poros antara yang diikatkan pada pondasinya, pondasi ini dieratkan pada rangka kapal.
Pada motor kecil yang memakai kopling blok pendorongnya terdapat dikoplingnya yang dipasangkan pada poros yang berhubungan dengan poros baling-baling.
5. Tabung Poros Baling-baling
Poros baling-baling ditempatkan pada bantalannya didalam sebuah tabung yang menembus kulit kapal dilinggi buritan.Tabung ini dibuat dari besi tuang dan diperkuat oleh rusuk-rusuknya.
Ujung luar pada linggi belakang (buritan) dieratkan pakai mur besar kemudian dikencangkan, ujung sebelah dalam dieratkan pada dinding melintang dengan diberi lapis kayu keras atau timah pelat. Antara dinding, melintang tadi dengan linggi butiran biasanya dibuat sebagai tangki ceruk buritan dan sebaiknya tangki ini selalu terisi oleh air yang berguna untuk pendinginan tabung poros baling-baling. Bantalannya dibuat dari kayu pok atau dari babbit sedangkan sebelah dalam poros baling-baling itu dipikul oleh bantalan poros antara atau sebuah bush dari kuningan. Jika bantalan dibuat dari kayu Pok maka tidak perlu ada pelumasan, sebagai ganti pelumas adalah air pendingin.
Baling-baling berguna untuk membangkitkan tenaga dorong pada
PENGETAHUAN TEKNIKA (MESIN PENGGERAK UTAMA) 37 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR kapal. Baling-baling itu kalau dilihat dari bentuknya ada 3 macam yaitu :Baling-baling berdaun dua, tiga dan empat.Kalau dilihat dari putarannya maka ada baling-baling untuk putaran kiri dan putaran kanan. Umumnya baling-baling itu dibuat dari campuran tembaga dengan timah dan seng yang dinamai brons, dan ada juga yang dibuat dari besi tuang.Baling-baling itu diikat dengan menggunakan mur topi pada porosnya kemudian dijamin agar tidak terbuka dengan sendirinya dan disemen.
Sedangkan poros baling-baling dibuat dari baja yang tahan karat, baja putih atau stainlessteel atau brons.
6. Persiapan Sebelum Menjalankan Mesin penggerak utama a. Sebelum menjalankan motor terlebih dahulu kita memeriksa
apakah semua begian-bagian motor sudah diikat kencang/
terpasang dengan baik sebagaimana mestinya.
b. Penutup-penutup pelindung dan alat-alat keamanan sudah dipasang dengan baik, air tawar pada tangki apakah telah terisi penuh/ cukup, penutup-penutupnya/ keran-keran telah dibuka, pompa cadangan dijalankan apa tidak terdapat bocoran-bocoran yang akan mengganggu.
c. Air laut apakah penutup/ keran pada lambung kapal dan saringan-saringannya telah dibuang dan telah bersih, kemudian pompa-pompa cadangan dijalankan dan diperhatikan apakah tidak terdapat bocoran-bocoran.
d. Minyak pelumas motor dalam karter telah cukup terisi dan pompa minyak lumas cadangan dijalankan sambil dilihat apakah tidak ada bocoran-bocoran.
e. Motor diputar dalam keadaan kosong maju dengan keran indicator terbuka, tetapi sebelum memutar motor kita harus memberi peringatan pada buritan kapal jangan sampai tali atau lain-lain ada terikat pada baling-baling kapal.
f. Selama motor di putar kita memperhatikan apakah semua titik putar mendapat minyak pelumas dan apakah tidak terdapat air keluar dari keran indicator.
g. Udara di sistem bahan bakar dikeluarkan melalui aktafnya, setelah selesai keran indicator ditutup. Botol-botol angin selama menyiapkan motor diisi dan dicerat seperlunya.
h. Bila menghidupkan motor dengan tenaga listrik/accu periksa apakah accu cukup kuat dan airnya terisi penuh/cukup.
i. Kemudian angin penjalan dibuka dan lalu pembalik arah dicoba.
j. Mesin kemudi dan mesin jangkar serta pesawat Bantu lainnya disiapkan.
k. Setelah semuanya siap dan baik baru olah gerak kapal bisa dikatakan siap, motor yang memakai kopling sebelum
PENGETAHUAN TEKNIKA (MESIN PENGGERAK UTAMA) 38 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR dihidupkan kopling harus diperiksa/ dinetralkan dahulu.
l. Begitu motor dihidupkan periksalah apakah minyak lumas dan air pendinginnya bekerja sebagaimana mestinya, pembakaran terjadi pada semua silinder, apakah tidak ada katup-katup penjalan macet atau bocor.
m. Setelah selesai olah gerak dan motor bekerja dalam keadaan maju penuh, pompa cadangan minyak lumas dan pompa cadangan air pendingin dimatikan.
n. Putaran disetel pada regulator.
7. Tindakan yang dilakukan selama motor bekerja
Selama motor bekerja kita harus memperhatikan/memeriksa : a. Pembakaran : ada apa tidak, yaitu dengan mengecek melalui
keran indicator. Sempurna atau tidaknya pembakaran dapat dilihat dari asapnya/pengapiannya yang keluar dari keran indikatornya.
b. Tekanan kompresi (dengan menggunakan diagram) c. Tekanan pembakaran (dengan menggunakan diagram) d. Bekerjanya pengabutan dan pembakaran.
e. Gas asap warna dan suhunya.
f. Pendingin motor tekanan dan suhunya (tawar/laut) masuk dan keluar motor.
g. Minyak pelumas motor tekanan dan suhunya, isi carternya dan minyak lumas lainnya.
h. Bahan bakar dalam tangki harian, saringan-saringannya dan pemakaiannya.
i. Bunyi-bunyi pada motor baik bunyi akibat dari sistem pembakarannya atau kelonggaran bagian-bagian motor yang bergerak.
j. Poros-poros ke baling-baling, blok pendorong, blok-blok poros antara pelumasannya dan suhunya.
k. Suhu dari metal-metal engkol dengan meraba dinding karter l. Bekerjanya alat-alat Bantu, seperti pompa-pompa dynamo
dan lain-lain.
m. Mesin kemudi.
Rangkuman
1. Cara menghidupkan motor ada 3 macam cara :Diputar dengan Tangan, Dengan Motor Listrik dan Dengan Angin
2. Untuk menggerakkan kapal maju dan mundur ada tiga cara yaitu : Kisar baling-baling dirubah, Dengan sayap pengatur Dengan
PENGETAHUAN TEKNIKA (MESIN PENGGERAK UTAMA) 39 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR membalik arah putaran baling-baling
3. Blok Pendorong ialah sebuah blok bantalan yang untuk menerima gaya-gaya aksial yang dibangkitkan oleh baling-baling. Blok pendorong ini dipasangkan diantara motor dengan poros antara yang diikatkan pada pondasinya, pondasi ini dieratkan pada rangka kapal.
Latihan
1. Jelaskan cara menghidupkan motor !
2. Jelaskan cara menggerakan kapal maju dan mundur!
3. Jelaskan susunan sistem pejalan dengan angin!
4. Jelaskan blok pendorong!
5. Jelaskan tabung poros baling-baling!
6. Jelaskan persiapan sebelum menjalankan mesin penggerak utama!
7. Jelaskan hal-hal yang harus diperhatikan selama motor bekerja!
PENGETAHUAN TEKNIKA (MESIN PENGGERAK UTAMA) 40 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR
HANJAR
05
SEBAB-SEBAB KERUSAKAN YANG SELALU TERJADI PADA MESIN PENGGERAK UTAMA
4 JP (180 menit)
Pengantar
Dalam hanjar ini dibahas materi tentang sebab-sebab motor tidak mau hidup, motor terlalu panas, gas buang berwarna hitam gas buang berwarna putih, gas buang berwarna birumotor tidak dapat mencapai putaran normal.
Tujuan diberikan materi ini agar peserta didik memiliki pemahaman tentang sebab-sebab kerusakan yang selalu terjadi pada mesin penggerak utamadi ruang mesin.
Kompetensi Dasar
Memahami sebab – sebab kerusakan yang selalu terjadi pada mesin penggerak utama di ruang mesin.
Indikator Hasil Belajar
1. Menjelaskan tentang sebab-sebab motor tidak mau hidup.
2. Menjelaskan tentang sebab-sebab motor terlalu panas.
3. Menjelaskan tentang sebab-sebab gas buang berwarna hitam.
4. Menjelaskan tentang sebab-sebab gas buang berwarna putih.
5. Menjelaskan tentang sebab-sebab gas buang berwarna biru.
6. Menjelaskan tentang sebab-sebab motor tidak dapat mencapai putaran normal.
PENGETAHUAN TEKNIKA (MESIN PENGGERAK UTAMA) 41 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR
Materi Pelajaran
Pokok Bahasan:
Sebab – sebab kerusakan yang selalu terjadi pada mesin penggerak utama di ruang mesin
sub pokok bahasan:
1. sebab-sebab motor tidak mau hidup.
2. sebab-sebab motor terlalu panas.
3. sebab-sebab gas buang berwarna hitam.
4. sebab-sebab gas buang berwarna putih.
5. sebab-sebab gas buang berwarna biru.
6. sebab-sebab motor tidak dapat mencapai putaran normal.
Metode Pembelajaran
1. Metode ceramah.
Metode ini digunakan untuk menjelaskan materi tentang sebab – sebab kerusakan yang selalu terjadi pada mesin penggerak utama di ruang mesin.
2. Metode brainstroming
Metode ini digunakan untuk menggali pendapat/pemahaman peserta tentang materi sebab- sebab kerusakan yang selalu terjadi pada mesin penggerak utama di ruang mesin.
3. Metode tanya Jawab.
Metode ini digunakan untuk tanya jawab tentang materi yang disampaikan.
4. Metode penugasan
Metode ini digunakan pendidik untuk menugaskan peserta didik tentang materi yang telah diberikan.
Alat/Media, Bahan dan Sumber Belajar
1. Alat/Media
a. Whiteboard.
b. Flipchart.
c. Komputer/laptop.
d. LCD dan screen.
PENGETAHUAN TEKNIKA (MESIN PENGGERAK UTAMA) 42 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR e. Alat tulis.
f. Mesin diesel 4 tak dan 2 tak 2. Bahan
a. Kertas flipchart;
b. Alat tulis.
3. Sumber Belajar
a. Buku mesin diesel 4 tak dan 2 tak
b. Naskah Sekolah Sementara mesin penggerak utama.
Kegiatan Pembelajaran
1. Tahap awal : 10 menit
Pendidik melaksanakan apersepsi:
a. Pendidik refleksi materi pelajaran;
b. Pendidik melakukan pencairan;
c. Pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Tahap inti : 70 menit
a. Pendidik menyampaikan materi sebab- sebab kerusakan yang selalu terjadi pada mesin penggerak utamadi ruang mesin;
b. Pendidik menggali pendapat peserta materi yang akan dibahas.
c. Pendidik memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya dan menanggapi.
3. Tahap akhir : 10 menit a. Penguatan materi.
Pendidikmemberikan ulasan dan penguatan materi secara umum;
b. Cek penguasaan materi.
Pendidikmengecek penguasaan materi pembelajaran dengan bertanya secara lisan dan acak kepada peserta didik;
c. Learning point.
Pendidikmerumuskan learning point/koreksi dan kesimpulan dari materi pembelajaran yang disampaikan kepada peserta didik.
4. Tes sumatif : 90 menit
PENGETAHUAN TEKNIKA (MESIN PENGGERAK UTAMA) 43 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR
Tagihan / Tugas
Peserta didik mengumpulkan resume materi tentang sebab- sebab kerusakan yang selalu terjadi pada mesin penggerak utama di ruang mesin
Lembar Kegiatan
Peserta didik membuat resume materi tentang sebab- sebab kerusakan yang selalu terjadi pada mesin penggerak utama di ruang mesin
Bahan Bacaan
SEBAB-SEBAB KERUSAKAN YANG SELALU TERJADI PADA MESIN PENGGERAK UTAMA
1. Sebab-Sebab Motor Tidak Mau Hidup/ Sukar Dihidupkan
a. Tekanan angin pejalan kurang, penutupnya belum dibuka penuh/Katup anzet/katup pembagi tidak bekerja betul/katup otomatis nya macet.
b. Bahan bakar bekerja tidak baik, seperti pengabutan tidak halus/terlambat/terlalu cepat saat mulai pengabutan/bahan bakar campur udara / air / saringan kotor dsb.
c. Kompresi kurang karena pegas-pegas torak sudah terlalu lama tidak dirawat sehingga kompresi bocor/paking kepala silinder bocor/pompa bilas tidak bekerja baik/ bilas dan lubang buang terlalu kotor dll.
d. Motor terlalu berat diputar yang disebabkan speling metal terlalu kecil/pegas torak jarak pegas bebasnya terlalu kecil dll.
e. Pipa gas buang terlalu kotor
f. Pompa bahan bakar tidak bekerja baik.
g. Regulator macet/ disetel terlalu perlahan
PENGETAHUAN TEKNIKA (MESIN PENGGERAK UTAMA) 44 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR 2. Sebab-Sebab Motor Terlalu Panas
a. Pompa pendingin tidak memberikan air yang cukup dikarenakan katup-katupnya tidak bekerja baik/impeller pompa sudahaus/saringan terlalu kotor/mampet/pipa ada yang bocor/pengukur suhu/thermostat tidak bekerja baik lagi.
b. Beban terlalu berat.
c. Kompresi terlalu tinggi.
d. Minyak lumas kurang baik bekerjanya/tekanan kurang.
3. Sebab-sebab Gas Buang Berwarna Hitam
Gas buang yang baik adalah tidak berwarna, apabila berwarna maka ada hal - hal yang perlu diperhatikan/diperbaiki :
a. Pengabut ada yang tidak baik, bahan bakar yang dikabutkan terlalu kasar/netes dll.
b. Saat pengabutan terlambat.
c. Kompresi bocor, pegas kompresi katup-katup bocor.
d. Beban terlalu berat.
e. Macam bahan bakar yang salah, terlalu berat/tebal.
f. Saringan udara kotor.
g. Pompa udara bilas tidak bekerja baik
h. Lubang bilas dan lubang buang terlalu kotor.
i. Supercharger tidak bekerja dengan baik.
j. Torak berjalan panas disebabkan tidak ada pelumasan, jarak bebas pegas torak terlalu kecil.
k. Baling - baling ada kotoran.
l. Liner terlalu longgar/oval/terlalu aus bagian tengahnya.
4. Sebab-sebab Gas Buang Berwarna Putih a. Motor terlalu dingin.
b. Tidak ada pembakaran pada salah satu silinder, sehingga bahan bakar keluar bersama gas asap keluar menjadi gas.
c. Kebocoran air pendingin, ia keluar menjadi uap/paking kepal silinder bocor.
c. Kebocoran air pendingin, ia keluar menjadi uap/paking kepal silinder bocor.