• Tidak ada hasil yang ditemukan

Motor Blok

Dalam dokumen MODUL MESIN PENGGERAK UTAMA (Halaman 18-0)

HANJAR 1 PRINSIP DAN CARA KERJA MESIN PENGGERAK UTAMA

1. Motor Blok

2. Kepala cylinder.

3. Pelapis kepala cylinder/ packing.

4. Ruang bakar 5. Cylinder boring.

6. Torak/piston.

7. Ring piston.

8. Piston pin.

9. Connecting rod/stang piston.

10. Kruk as/crank shaft.

11. Metal jalan/main bearing.

12. Carter/bak minyak pelumas.

13. Fly whell/roda penerus.

14. Noken as/cam shaft.

15. Katup/ klep-klep.

16. Cooler.

Metode Pembelajaran

1. Metode ceramah.

Metode ini digunakan untuk menjelaskan materi tentang Bagian-bagian Mesin penggerak utama.

2. Metode brainstroming

Metode ini digunakan untuk menggali pendapat/pemahaman peserta tentang materi bagian-bagian mesin penggerak utama.

3. Metode tanya Jawab.

Metode ini digunakan untuk tanya jawab tentang materi yang disampaikan.

4. Metode penugasan

Metode ini digunakan pendidik untuk menugaskan peserta didik tentang materi yang telah diberikan.

PENGETAHUAN TEKNIKA (MESIN PENGGERAK UTAMA) 12 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR

Alat/Media, Bahan dan Sumber Belajar

1. Alat/Media

a. Whiteboard.

b. Flipchart.

c. Komputer/laptop.

d. LCD dan screen.

e. Alat tulis.

f. Mesin diesel 4 tak dan 2 tak 2. Bahan

a. Kertas flipchart;

b. Alat tulis.

3. Sumber Belajar

a. Buku mesin diesel 4 tak dan 2 tak

b. Naskah Sekolah Sementara Mesin penggerak utama.

Kegiatan Pembelajaran

1. Tahap awal : 10 menit

Pendidik melaksanakan apersepsi:

a. Pendidik melakukan refleksi materi;

b. Pendidik melakukan pencairan;

c. Pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran.

2. Tahap inti : 70 menit

a. Pendidik menyampaikan materi bagian-bagian mesin penggerak utama;

b. Pendidik menggali pendapat/pemahaman peserta tentang materi bagian-bagian mesin penggerak utama;

c. Pendidik memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya.

3. Tahap akhir : 10 menit a. Penguatan materi.

Pendidikmemberikan ulasan dan penguatan materi secara umum.

b. Cek penguasaan materi.

Pendidikmengecek penguasaan materi pembelajaran dengan

PENGETAHUAN TEKNIKA (MESIN PENGGERAK UTAMA) 13 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR bertanya secara lisan dan acak kepada peserta didik.

c. Learning point.

Pendidikmerumuskan learning point/koreksi dan kesimpulan dari materi pembelajaran yang disampaikan kepada peserta didik.

Tagihan / Tugas

Peserta didik mengumpulkan resume materi tentang bagian-bagian mesin penggerak utama

Lembar Kegiatan

Peserta didik membuat resume materi bagian-bagian mesin penggerak utama

Bahan Bacaan

BAGIAN-BAGIAN MESIN PENGGERAK UTAMA/DIESEL

1. Motor Blok

Gunanya adalah untuk : a. Sebagai bentuk motor

b. Sebagai tempat peralatan-peralatan baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak, yang bekerja pada tempatnya masing-masing.

Dibuat dari bahan : a. Besi tuang b. Baja tuang

PENGETAHUAN TEKNIKA (MESIN PENGGERAK UTAMA) 14 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR 2. Kepala Silinder/ Cylinder Cop

Gunanya adalah untuk :

a. Sebagai tutup motor blok b. Tempat ruang bakar

c. Tempat lubang kedudukan busi

d. Tempat ruang air pendingin/ram udara e. Tempat kedudukan tuimlaar dan katup-katup f. Tempat kedudukan sumbu bumbungan Dibuat dari bahan :

a. Besi tuang/baja tuang b. Paduan aluminium

3. Pelapis Kepala Silinder/ Packing Gunanya adalah untuk :

a. Merapatkan kedudukan cylinder kop dengan motor blok b. Mencegah kebocoran kompresi, air, gas, dan letupan

pembakaran

c. Menambah/ mengurangi tekanan kompresi/tenaga motor Dibuat dari bahan : Asbes dilapisi tembaga/asbes dilapisi aluminium

4. Ruang Bakar

Gunanya adalah untuk :

a. Tempat pembakaran gas

b. Menentukan banyak sedikitnya gas yang dibutuhkan c. Menentukan besar kecilnya tenaga motor

Dibuat dari bahan : Baja tuang 5. Cylinder/ Boring

Gunanya adalah untuk :

a. Tempat gerak naik/ turun piston dalam melakukan dasar kerja masing-masing

b. Mengadakan (menentukan) besar kecilnya tenaga motor c. Tempat gas yang akan dibakar

Dibuat dari bahan : Besi/ baja tuang dengan campuran chrom nikel.

Pada cylinder terdapat istilah Oversize yaitu makin melebarnya diameter cylinder dari ukuran aslinya (standar).

Penggunaan piston harus sesuai dengan diameter cylinder yang ada, dengan kerenggangan/spelling yang baik ialah 0,002“ / 0,05 mm.

PENGETAHUAN TEKNIKA (MESIN PENGGERAK UTAMA) 15 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR 6. Torak/ Piston

Gunanya adalah untuk :

a. Mengadakan pergerakan untuk melaksanakan tugasnya, menurut dasar kerjanya masing-masing.

b. Mengatur dan melaksanakan tenaga motor.

c. Menentukan besar kecilnya tenaga motor.

Dibuat dari bahan :

a. Logam ringan (paduan aluminium).

b. Logam berat (besi tuang).

Untuk menjaga agar tidak ada kerugian pada penggunaan piston, maka pemakaian piston harus disesuaikan dengan motor atas putarannya dan tenaga yang ditimbulkannya.

Piston yang bergerak didalam cylinder harus mempunyai spelling (ruang kerenggangan antara piston dengan cylinder), Spelling tidak boleh terlalu besar yang terbaik adalah 0,002” atau 0,05 mm.

Berhubung dengan adanya Oversize pada cylinder, maka pada piston dan ring pistonnya juga terdapat istilah oversize.

7. Ring Piston

Gunanya adalah untuk :

a. Merapatkan kedudukan piston dengan dinding cylindernya.

b. Mencegah terjadinya kebocoran-kebocoran kompresi, bahan bakar dan minyak pelumas.

c. Membantu/menyempurnakan gerakan piston dalam melaksanakan langkah-langkahnya.

Dibuat dari bahan : a. Besi tuang b. Baja tuang

Pemasangan ring-ring piston pada piston harus diatur dan dibuat berselang-seling bagian titik pertemuannya, hal ini berguna agar tidak terjadi kebocoran kompresi bahan bakar atau minyak pelumas.

8. Piston Pin

Gunanya adalah untuk :

a. Menentukan kedudukan piston pada stang piston bagian atas.

b. Sebagai sumbu pembuat gerakan putar pada kruk as.

c. Sebagai sumbu pergerakan naik turunnya piston.

Dibuat dari bahan : Sepotong pipa dari bahan baja campuran dengan chrom nikel.

PENGETAHUAN TEKNIKA (MESIN PENGGERAK UTAMA) 16 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR Kedudukan piston pin pada piston boleh dikatakan tidak berspelling, tetapi cukup dapat bergerak/berputar secara engkol.

Oleh karena itu apabila terdapat spelling terlalu besar akan mengakibatkan kerusakan pada piston dan dinding cylinder.

9. Connecting Rod/ Stang Piston

Gunanya adalah untuk :

a. Menerima gerak lurus (naik & turun) dari piston, diubah menjadi gerak putar pada kruk as, atau sebaliknya.

b. Menerima gerak putar dari kruk as dan diteruskan menjadi gerak lurus (naik & turun) pada piston.

Dibuat dari bahan : a. Baja chroom nikel

b. Logam babyth, perunggu, antimonium sebagai pelapis tempat duduknya metal.

10. Kruk As/ Crank Shaft

Gunanya adalah untuk :

a. Untuk tempat kedudukan alat-alat/bagian-bagian tertentu yang berhubungan kerja padanya.

b. Mengatur gerak naik turun piston didalam cylinder agar piston tidak berhenti pada titik tertentu.

c. Menerima tekanan gerak lurus dari piston dan diubah menjadi gerak putarnya.

Dibuat dari bahan : a. Baja tuang

b. Besi tuang dicampur chroom nikel 11. Metal/ Main Bearing

Gunanya adalah untuk :

a. Sebagai benda pelapis kedudukan antara kruk as dengan stang piston maupun sepatu metal duduk dan motor blok.

b. Untuk meratakan putaran pada stang piston dan dudukan kruk as.

c. Mencegah terjadinya keausan.

Dibuat dari bahan :

a. Logam timah putih dengan timbel (babyth) b. Logam campuran dari perunggu)

Metal terdiri dari : metal duduk dan metal jalan.

Metal jalan adalah untuk meratakan gerakan antara stang piston

PENGETAHUAN TEKNIKA (MESIN PENGGERAK UTAMA) 17 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR dengan kruk as (gerakan menengkol).

Metal duduk adalah untuk meratakan gerakan antara kruk as dengan motor blok (gerakan diam).

Penebalan metal diukur dari tiap-tiap penebalan.

12. Carter / Bak Minyak pelumas Gunanya adalah untuk :

a. Tempat minyak pelumas.

b. Sebagai tutup bagian bawah dan melindungi alat-alat yang ada didalam motor bagian bawah.

c. Menjaga agar minyak pelumas tidak terpercik keluar.

Dibuat dari bahan :

a. Pelat baja yang tebalnya kira-kira 1-2 mm.

b. Paduan aluminium yang tebalnya kira-kira 2-3 mm 13. Flywheel/ / Roda Penerus

Gunanya adalah untuk :

a. Meneruskan putaran dari mesin kepesawat lain.

b. Mengimbangi putaran kruk as, agar piston tidak berhenti pada titik tertentu.

c. Menyimpan gaya putaran.

d. Untuk menghidupkan mesin pertama kali, dengan jalan menghidupkan stater motor.

e. Sebagai tempat kedudukan dan bekerjanya pesawat kopling/gear bok/dynamo

Dibuat dari bahan : Besi tuang chroom nikel 14. Nokken As / Cam Shaft

Gunanya adalah untuk :

a. Roda gigi nokken as, mendapatkan putaran dari kruk as agar dapat mengatur dan melaksanakan pembukaan dan penutupan klep-klep/ katup-katupnya, baik katup masuk ataupun katup buang, yang bekerja menurut dasar kerja motornya.

b. Bantalan nokken as, berguna menempatkan dan bekerjanya (berputarnya) nokken as pada tempat kedudukannya baik yang terletak pada motor blok ataupun yang terletak pada kepala cylinder.

c. Non/ Cam/ Bumbungan, berguna mengadakan pembukaan dan penutupan katup.

d. Non Exentrick untuk menggerakkan as pompa bahan bakar agar dapat bekerja sebagaimana mestinya.

e. Gigi Sentrik, berguna untuk memutarkan as distributor dan as

PENGETAHUAN TEKNIKA (MESIN PENGGERAK UTAMA) 18 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR pompa oli, agar dapat bekerja menurut konstruksinya masing-masing.

Dibuat dari bahan : a. Besi tuang

b. Baja tuang chroom nikel 15. Katup / Klep-klep

Gunanya adalah untuk :

a. Membuka dan menutup pintu pemasukan gas dan pembuangan sisa gas yang terbakar, pada saat yang sudah ditentukan.

b. Mencegah kebocoran kompresi dan letupan pembakaran.

Dibuat dari bahan : a. Besi tuang

b. Baja tuang chroom nikel 16. Cooler/ Pendingin

Gunanya adalah untuk :

a. Mendinginkan air pendingin motor.

b. Mendinginkan minyak pelumas motor.

c. Mendinginkan udara yang masuk kedalam motor.

Dibuat dari bahan : a. Tembaga b. Kuningan

PENGETAHUAN TEKNIKA (MESIN PENGGERAK UTAMA) 19 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR Keterangan Gambar Bagian-Bagian Motor:

1. Cylinder Cop 2. Packing 3. Ruang Bakar 4. Cyl. Boring 5. Torak/Piston 6. Ring Piston 7. Piston Pin 8. Stang Piston

9. Kruk As/Crank Shaft 10. Metal/Main Bearing 11. Carter/Bak Oli Pelumas 12. Fly Wheel

13. Nokken As/Camshaft 14. Katup/Klep

Rangkuman

Bagian-bagian Mesin penggerak utama antara lain:

1. Motor blok.

2. Kepala cylinder.

3. Pelapis kepala cylinder/ packing.

4. Ruang bakar 5. Cylinder boring.

6. Torak/piston.

7. Ring piston.

8. Piston pin.

9. Connecting rod/stang piston.

10. Kruk as/crank shaft.

11. Metal jalan/main bearing.

12. Carter/bak minyak pelumas.

13. Fly whell/roda penerus.

14. Noken as/cam shaft.

15. Katup/ klep-klep.

16. Cooler.

PENGETAHUAN TEKNIKA (MESIN PENGGERAK UTAMA) 20 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR

Latihan

1. Jelaskan motor blok!

2. Jelaskan kepala cylinder!

3. Jelaskan pelapis kepala cylinder/ packing!

4. Jelaskan ruang bakar!

5. Jelaskan cylinder boring!

6. Jelaskan torak/piston!

7. Jelaskan ring piston!

8. Jelaskan piston pin!

9. Jelaskan connecting rod/stang piston!

10. Jelaskan kruk as/crank shaft!

11. Jelaskan metal jalan/main bearing!

12. Jelaskan carter/bak minyak pelumas!

13. Jelaskan fly whell/roda penerus!

14. Jelaskan noken as/cam shaft!

15. Jelaskan katup/ klep-klep!

16. Jelaskan cooler!

PENGETAHUAN TEKNIKA (MESIN PENGGERAK UTAMA) 21 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR

HANJAR

03

SISTEM MESIN PENGGERAK UTAMA

2 JP (90 menit)

Pengantar

Dalam hanjar ini dibahas materi tentang sistem bahan bakar, sistem pendinginan dan sistem pelumasan.

Tujuan diberikan materi ini agar peserta didik memiliki pemahaman tentang sistem mesin penggerak utama.

Kompetensi Dasar

Memahami sistem mesin penggerak utama Indikator Hasil Belajar

1. Menjelaskan sistem bahan bakar.

2. Menjelaskan sistem pendinginan.

3. Menjelaskan sistem pelumasan.

Materi Pelajaran

Pokok Bahasan:

Sistem mesin penggerak utama Sub Pokok Bahasan:

1. Sistem bahan bakar 2. Sistem pendinginan 3. Sistem pelumasan

PENGETAHUAN TEKNIKA (MESIN PENGGERAK UTAMA) 22 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR

Metode Pembelajaran

1. Metode ceramah.

Metode ini digunakan untuk menjelaskan materi tentang Sistem mesin penggerak utama.

2. Metode brainstroming (curah pendapat)

Metode ini digunakan untuk menggali pendapat/pemahaman peserta tentang materi sistem mesin penggerak utama.

3. Metode tanya Jawab.

Metode ini digunakan untuk tanya jawab tentang materi yang disampaikan.

4. Metode penugasan

Metode ini digunakan pendidik untuk menugaskan peserta didik tentang materi yang telah diberikan.

Alat/Media, Bahan dan Sumber Belajar

1. Alat/Media

a. Whiteboard.

b. Flipchart.

c. Komputer/laptop.

d. LCD dan screen.

e. Alat tulis.

f. Mesin diesel 4 tak dan 2 tak 2. Bahan

a. Kertas flipchart;

b. Alat tulis.

3. Sumber Belajar

a. Buku mesin diesel 4 tak dan 2 tak

b. Naskah Sekolah Sementara Mesin penggerak utama.

Kegiatan Pembelajaran

1. Tahap awal : 10 menit

Pendidik melaksanakan apersepsi:

a. Pendidik melakukan refleksi materi;

b. Pendidik melakukan pencairan;

PENGETAHUAN TEKNIKA (MESIN PENGGERAK UTAMA) 23 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR c. Pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran.

2. Tahap inti : 70 menit

a. Pendidik menyampaikan materi sistem mesin penggerak utama;

b. Pendidik menggali pendapat/pemahaman peserta tentang materi sistem mesin penggerak utama

c. pendidik memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya dan menanggapi;

3. Tahap akhir : 10 menit a. Penguatan materi.

Pendidik memberikan ulasan dan penguatan materi secara umum.

b. Cek penguasaan materi.

Pendidik mengecek penguasaan materi pembelajaran dengan bertanya secara lisan dan acak kepada peserta didik.

c. Learning point.

Pendidik merumuskan learning point/koreksi dan kesimpulan dari materi pembelajaran yang disampaikan kepada peserta didik.

Tagihan / Tugas

Peserta didik mengumpulkan resume materi tentang sistem mesin penggerak utama

Lembar Kegiatan

Peserta didik membuat resume materi tentang sistem mesin penggerak utama

PENGETAHUAN TEKNIKA (MESIN PENGGERAK UTAMA) 24 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR

Bahan Bacaan

SISTEM MESIN PENGGERAK UTAMA

1. Sistem Bahan Bakar

Bahan bakar pada mesin penggerak utama umumnya menggunakan bahan bakar HSD/Solar. Bahan bakar ini bisa sampai ke sistem pembakaran yaitu tank tempat penyimpanan kemudian dialirkan dengan perantaraan pipa bahan bakar, pompa bahan bakar, saringan bahan bakar, Nozle/pengabut dan ke ruang bakar.

a. Saringan bahan bakar.

1) Bersihkan saringan terhadap debu, air/endapan lainnya setiap 60 jam.

2) Gantilah elemen saringan dengan yang baru setiap 1000 jam.

b. Saringan pipa isap pompa bahan bakar.

Saringan tersebut harus dibersihkan setiap 120 jam.

c. Pembuangan udara.

Adanya udara di dalam bahan bakar sangat mengganggu kelancaran kerja mesin dan meyebabkan mesin sukar di start. Oleh karena itu udara harus dikeluarkan dari saluran bahan bakar, terutama apabila terasa ada gejala gangguan tersebut.

Pembuangan udara dilakukan sebagai berikut :

1) Kendorkan baut pembuangan udara pada saringan bahan bakar, kemudian gerakkan pompa (tangan) pengisi bahan bakar. Maka bahan bakar yang berbusa akan mengalir melalui baut pembuangan udara tersebut. Kalau bahan bakar tersebut sudah tidak berbusa lagi, maka hal tersebut menunjukan bahwa udara telah tidak ada lagi dan kokohkanlah kembali baut pembuangan udara tersebut.

2) Untuk mengeluarkan udara dari dalam pompa penyemprot bahan bakar, kendorkanlah baut pembuangan udara yang ada pada pompa tersebut, kemudian gerakan pompa (tangan) pengisi bahan bakar sampai bahan bakar yang keluar itu tidak berbusa lagi, sesudah itu kokohkan kembali baut pembuangan tersebut.

3) Sesudah itu kendorkan sekerup penyambung pipa penekan bahan bakar pada penyemprot bahan bakar.

Setel pengatur bahan bakar pada posisi penyemprotan

PENGETAHUAN TEKNIKA (MESIN PENGGERAK UTAMA) 25 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR maksimum, kemudian putarlah poros engkol dengan stater beberapa saat saja. Apabila bahan bakar yang keluar melalui sekerup tersebut tidak berbusa, maka hal itu menunjukan bahwa bahan bakar sudah bebas udara. Maka kokohkanlah kembali sekerup penyambung tersebut di atas.

d. Pemeriksaan dan penyetelan penyemprot bahan bakar.

Periksalah penyemprot bahan bakar setiap 500 jam, namun setiap saat gas buang menunjukan warna yang tidak normal, maka penyemprotan bahan bakar perlu diperiksa sesuai petunjuk yang telah ditentukan.

1) Pengujian penyemprotan bahan bakar dilakukan dengan mempergunakan alat penguji penyemprotan (“Nozzle tester”). Dalam hal ini penyemprotan bahan bakar dipasang pada ujung pipa tekan dari alat penguji tersebut. Tekanlah tuas penekannya perlahan-lahan, sementara itu perhatikanlah besarnya tekanan yang dapat di baca pada manometer yang terpasang pada alat penguji, justru pada saat bahan bakar mulai keluar dari penyemprotan bahan bakar. Kalau tekanan penyemprotan tersebut di atas tidak sesuai dengan yang diisyaratkan, maka keadaan tersebut dapat diatasi dengan menyetel pegas pengatur tekanan penyemprotan bahan bakar yang bersangkutan sesuai dengan prosedur yang diberikan oleh pabrik pembuatnya.

2) Pada waktu tuas penekan ditekan perlahan-lahan, maka suatu tekanan tertentu penyemprotan akan mengeluarkan kabut bahan bakar secara terputus-putus. Pancaran kabut bahan bakar yang tidak normal merupakan bentuk selubung kerucut yang terpecah, terpuntir atau miring ke satu arah.

3) Apabila tuas penekan ditekan dengan tiba-tiba, maka penyemprotan bahan bakar akan menyemprotkan bahan bakar serupa dengan keadaan yang terjadi di dalam mesin. Dalam ruang bakar mesin, kerucut kabut bahan bakar dipancarkan dari penyemprotan dengan sudut puncak + 40, namun besarnya sudut puncak tersebut dapat berbeda, tergantung dari pada konstruksi nozzlenya.

4) Penyemprotan bahan bakar yang rusak tidak dapat mengabutkan bahan bakar, dalam keadaan tersebut bahan bakar keluar dalam bentuk titik-titik yang relative besar. Disamping itu akan terlihat bahwa pemutusan pancaran bahan bakar tidak dapat dilakukan sekaligus

PENGETAHUAN TEKNIKA (MESIN PENGGERAK UTAMA) 26 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR dan pada ujung penyemprotan terlihat adanya tetesan bahan bakar.

5) Apabila pengabutannya tidak baik, bukalah nozzle dari penyemprotannya, kemudian lepaskanlah katup yang ada didalam nozzle dan cucilah katup dan nozzle tersebut dengan bensin yang bersih, sesudah itu pasangkan kembali setelah kedua bagian tersebut dibasahi dengan minyak diesel (solar). Jika membersihkan beberapa penyemprot sekaligus, jangan sampai keliru mamasang katup pada nozzle yang lain.

6) Kalau nozzle yang telah dibersihkan itu ternyata tidak juga menghasilkan pengabutan yang baik, sebaiknya nozzle dan katup tersebut digantidengan yang baru.

Pada waktu melakukan pekerjaan tersebut di atas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

a) Pada waktu hendk melepaskan penyemprotan dari kepala silinder, terlebih dahulu bersihkanlah bagian-bagian di sekitar penyemprotan tersebut.

Setelah itu lepaskan pipa bahan bakar dari penyemprotan dan tutuplahujung pipa tersebut dan lubang saluran bahan bakar pada penyemprotan, agar debu dan kotoran tidak masuk kedalamnya.

b) Lepaskan penyemprotan dari kepala silinder, kemudian bersihkanlah kotoran yang ada permukaan kontak antara penyemprotan penyemprotan dan kepala silinder, setelah itu tutuplah lubang penyemprotan pada kepala silinder agar debu dan kotoran tidak masuk ke dalam silinder.

c) Bersihkanlah penyemprotan dengan alat terbuat dari bahan yang lunak, misalnya kayu. Jangan sekali-kali mengkorek-korek lubang nozzle dengan kawat logam karenan dapat merusak permukaannya.

d) Hati-hatilah dalam hal membuka atau memasang paking, jangan sampai rusak permukaannya harus diganti dengan yang baru.

e. Pompa penyemprot bahan bakar.

Boleh dibilang pompa penyemprot bahan bakar tidak memerlukan harwat terus menerus, namun bila ada kerusakan sebaiknya dibawa ke bengkel yang berwenang (jangan merubah/merusak bagian-bagian yang di segel).

PENGETAHUAN TEKNIKA (MESIN PENGGERAK UTAMA) 27 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR 2. Sistem Pendinginan

a. Pendinginan Udara

Udara adalah bahan pendingin yang buruk oleh karena 1 kg udara atau + 0,77 m³ udara dari 1.013 m Bar hanya dapat menerima 1 kJ tiap derajat C. Oleh karena itu bahan pendingin dapat dipergunakan bila :

1) Udara itu tersedia dalam jumlah yang besar.

2) Jumlah panas yang harus dikeluarkan terbatas untuk daya kecil.

b. Pendinginan Air

Air adalah bahan pendingin yang baik, oleh karena dapat menerima 4,2 kJ panas tiap ºC. Sirkulasi pendinginan air kita sebut sirkulasi buatan atau sirkulasi paksa dengan bantuan sebuah pompa.

c. Sistem Pendinginan Tertutup

Pada sistem pendinginan tertutup pompa air pendingin dengan kipas angina digerakan bersamaan dengan tali kipas (V belt) dari poros engkol. Pompa menerima air pendingin dari radiator dan mendesak air melalui saluran pendinginan disekitar silinder. Pada saat ini air mengalir meyerap panas dari sekitar dinding silinder, selanjutnya air yang panas dialirkan kembali radiator. Disini fungsi radiator adalah untuk mendinginkan kembali air pendingin.

d. Sistem Pendinginan Terbuka

Pendinginan sistem terbuka banyak dipergunakan pada pendinginan motor kapal. Dalam sistem ini air pendingin yang beredar tidak sama. Untuk mendinginkan dinding silinder, kepala silinder dan ruang gas pembuangan didinginkan oleh air tawar. Air tawar yang panas setelah melaksanakan proses pendinginan masuk ke tabung pendinginan air tawar oleh air laut (cooler), didalam cooler yang berbentuk saluran /kisi-kisi yang kecil air tawar bersinggungan dengan saluran/kisi-kisi air laut, sehingga air tawar yang panas mengalami pendinginan oleh air laut, selanjutnya air tawar yang telah didinginkan oleh air laut disalurkan kembali melalui bagian bawah silinder kedalam mantel pendingin dan mengalir melalui kepala silinder sambil mendinginkan bagian-bagian tersebut dan akhirnya kembali melalui mantel pendingin dari saluran pembuangan dan diteruskan masuk kembali ke

PENGETAHUAN TEKNIKA (MESIN PENGGERAK UTAMA) 28 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR tabung pendingin air tawar oleh air laut (Cooler). Untuk terselenggaraanya pendinginan yang terus menerus diperlukan pompa air twar dan pompa air laut yang terpasang masing-masing secara sendiri dan disediakan sebuah pompa cadangan.

3. Sistem Pelumasan a. Fungsi Pelumasan

Minyak pelumas dalam mesin berfungsi sebagai : 1) Membatasi panas dari bagian-bagian

2) Membatasi panas yang timbul akibat geseran dan gesekan menjadi sekecil mungkin.

3) Mengurangi gesekan dan keausan dari bagian yang bergerak.

4) Menambah kerapatan antara torak dan silinder 5) Mengeluarkan kotoran akibat gesekan dan keausan 6) Menghindarkan keausan dan korosi.

b. Syarat-syarat minyak pelumas

1) Derajat kekentalan minyak harus sesuai dengan jenis operasi.

2) Mempunyai daya lekat yang baik.

3) Tidak mudah bercampur dengan barang yang lain.

4) Mempunyai titik didih yang tinggi dan sukar menguap.

5) Mudah memindahkan panas dan mempunyai titik beku yang rendah.

c. Pompa minyak lumas

Pompa minyak lumas yang dipergunakan biasanya menggunakan pompa roda gigi yang dihubungkan dengan poros engkol. Pada kapal-kapal yang besar biasanya dilengkapi dengan sepasang pompa minyak lumas yang dilengkapi dengan pesawat pembersih minyak (separator).

d. Saringan minyak lumas

Saringan minyak lumas di kapal umumnya dipasang 2 buah, sehingga dapat dibersihkan secara bergantian tanpa mengganggu bekerjanya motor.Kadang-kadang dilengkapi dengan saringan magnet untuk menahan kotoran yang berupa logam sehingga tidak terbawa aliran minyak lumas yang masuk kedalam motor. Mengingat minyak pelumas ini

PENGETAHUAN TEKNIKA (MESIN PENGGERAK UTAMA) 29 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR penting peranannya harus dijaga agar selalu dalam keadaan baik dan secara periodic minyak harus diganti. Suhu minyak lumas yang masuk motor harus dapat diatur dengan mudah, begitu pula tekanannya.

Rangkuman

1. Bahan bakar pada mesin penggerak utama umumnya menggunakan bahan bakar HSD / Solar. Bahan bakar ini bisa sampai ke sistem pembakaran yaitu tank tempat penyimpanan kemudian dialirkan dengan perantaraan pipa bahan bakar, pompa bahan bakar, saringan bahan bakar, Nozle/ pengabut dan ke ruang bakar.

2. Sistem Pendinginan : Pendinginan Udara, Pendinginan Air, Sistem Pendinginan Tertutup, Sistem Pendinginan Terbuka.

Latihan

1. Jelaskan Sistem Bahan Bakar!

2. Jelaskan Sistem Pendinginan!

3. Jelaskan Sistem Pelumasan!

PENGETAHUAN TEKNIKA (MESIN PENGGERAK UTAMA) 30 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR

HANJAR

04

CARA MENGOPERASIONALKAN MESIN PENGGERAK UTAMA

2 JP (90 menit)

Pengantar

Dalam hanjar ini dibahas materi tentang cara menghidupkan motor ,

Dalam hanjar ini dibahas materi tentang cara menghidupkan motor ,

Dalam dokumen MODUL MESIN PENGGERAK UTAMA (Halaman 18-0)

Dokumen terkait