• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORI

B. Pendidikan bagi Anak Berhadapan Hukum

2. Kewajiban dan Hak Anak Didik Pemasyarakatan

Walaupun anak yang berhadapan dengan hukum sudah berubah statusnya menjadi anak didik pemasyarakatan, seorang anak juga harus memenuhi kewajibannya untuk mendapatkan haknya. Adapun kewajiban dan hak yang harus dilaksanakan akan dijelaskan lebih rinci sebagai berikut.

a. Kewajiban Anak yang Berhadapan dengan Hukum

Jika ingin berbicara soal hak, maka terlebih dahulu harus membahas tentang kewajiban. Hak dan kewajiban seperti kunci dengan gembok yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.

Apabila menuntut pemenuhan hak diri kepada apapun atau siapapun, maka juga harus dapat menuntut diri dalam melaksanakan kewajiban yang harus dilakukan. Kewajiban sendiri memiliki definisi sebagai

“sesuatu yang wajib diamalkan (dilakukan).”54 Kata wajib di dalam definisi tersebut merupakan penekanan bahwa seseorang memiliki tanggungjawab untuk melakukan hal tersebut.

Kewajiban seorang anak didik pemasyarakatan belum secara jelas tertulis di dalam UU. Kewajiban dari seorang anak didik pemasyarakatan sudah pasti ialah menaati seluruh keamanan dan ketertiban LAPAS. Kewajiban lainnya yang harus dijalankan ialah mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), termasuk kewajiban dalam menjalankan pendidikan55.

54 W.J.S. Poerwa da rminta , Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Ja ka rta : Ba la i Pusta ka , 1984), Cet. Ke-7, h. 1145.

55 Unda ng-Unda ng No. 11 Ta hun 2012, tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, Pa sa l 82 Aya t (1).

Berbicara soal hak yang diterima oleh anak didik pemasyarakatan, di sana sebenarnya juga ada kewajiban yang harus dijalankan oleh mereka. Misalnya, anak didik pemasyarakatan berhak untuk mendapatkan pendidikan maka anak tersebut juga berkewajiban untuk mengikuti kegiatan pendidikan yang dilaksanakan oleh LPKA hingga masa binaannya telah habis. Contoh lainnya adalah kegiatan ibadah, dimana LPKA harus menyediakan tempat ibadah agar salah satu hak dari anak didik pemasyarakatan dapat terpenuhi yaitu menjalankan ibadah. Di sisi lain anak didik pemasyarakatan juga memiliki kewajiban untuk merawat tempat ibadah tersebut dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ibadah yang dilaksanakan oleh LPKA. Kegiatan-kegiatan tersebut apabila diikuti dengan tertib maka akan menciptakan suasana LPKA yang aman dan tentram.

Status anak didik pemasyarakatan sebagai seorang anak mewajibkan LPKA menyelenggarakan program pendidikan yang mana harus diikuti pula oleh anak didik pemasyarakatan. Maka dari itu, selain harus menaati peraturan yang berada di dalam LPKA, anak didik pemasyarakatan juga harus mengikuti prosedur pendidikan yang telah disediakan oleh lembaga terkait. Apabila anak tersebut tidak menjalankan kewajibannya, maka dapat dianggap telah melanggar peraturan yang ditetapkan.

b. Hak Anak yang Berhadapan dengan Hukum

Poerwadarminta menjelaskan bahwa hak merupakan

“kekuasaan yang benar atas sesuatu atau untuk menuntut sesuatu.”56 Berdasarkan pengertian tersebut berarti seseorang harus mendapatkan apa yang telah menjadi haknya dan memperjuangkan hak tersebut apabila tidak didapatkan. Bahkan Undang-Undang (UU) telah melindungi hak dari seorang anak yang dimuat dalam UU No. 39

56 W.J.S. Poerwa da rminta , Op.Cit., h. 339.

31

Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia pasal 52-66, yang berbunyi:57

1) Setiap anak berhak mendapatkan perlindungan oleh orang tuanya,

2) Mendapatkan perlindungan hukum dari segala bentuk kekerasan fisik atau mental,

3) Berhak untuk memperoleh pendidikan serta dapat mengembangkan minat dan bakatnya,

4) Memperoleh pelayanan kesehatan, dan 5) Hak untuk beribadah menurut agamanya.

Sama seperti anak pada umumnya, seorang anak didik pemasyarakatan juga mendapatkan hak yang telah dijamin oleh UU di atas Tentang Hak Asasi Manusia. Hal ini dikarenakan anak berhak atas pemeliharaan dan perlindungan baik semasa kandungan maupun sesudah dilahirkan.58 Jadi, sejatinya seorang anak merupakan tanggung jawab dari orang tuanya. Maka dari itu orang tua harus memenuhi segala hak yang harus didapatkan oleh anak. Namun, ketika status anak berubah menjadi anak didik pemasyarakatan maka lembaga yang bertanggung jawab terhadap pembinaan tersebutlah yang harus memenuhi hak seorang anak.

Status sebagai anak didik pemasyarakatan tidak menggugurkan hak seorang anak untuk memperoleh pendidikan, pelayanan kesehatan, kebebasan beribadah dan hak lainnya yang memang telah diatur oleh UU. UU SPPA pun telah menjelaskan bahwa anak didik pemasyarakatan harus diperlakukan secara manusiawi dan dihormati martabat manusianya dengan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan manusia seusianya. 59 Sebagai anak didik pemasyarakatan, mereka juga memiliki hak lainnya dalam menjalankan proses peradilan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 Pasal 3, yaitu:

57 Unda ng-Unda ng No. 39 Ta hun 1999, Tentang Hak Asasi Manusia, Ba gia n Kesepuluh, Pa sa l 52-66.

58 Unda ng-Unda ng No. 4 Ta hun 1979, Tentang Kesejahteraan Anak, Ba b II Pa sal 2 Aya t (3)..

59 Unda ng-Unda ng No. 11 Ta hun 2012, Op.Cit., Ba b I Pa sa l 3 a ya t (a ).

1) diperlakukan secara manusiawi dengan memperhatikan kebutuhan sesuai dengan umurnya,

2) dipisahkan dari orang dewasa,

3) memperoleh bantuan hukum dan bantuan lain secara efektif,

4) melakukan kegiatan rekreasional,

5) bebas dari penyiksaan, penghukuman atau perlakuan lain yang kejam, tidak manusiawi, serta merendahkan derajat dan martabatnya,

6) tidak dijatuhi pidana mati atau pidana seumur hidup, 7) tidak ditangkap, ditahan, atau dipenjara, kecuali sebagai

upaya terakhir dan dalam waktu yang singkat,

8) memperoleh keadilan di muka pengadilan anak yang objektif, tidak memihak, dan dalam sid ang tertutup untuk umum, tidak dipublikasikan identitasnya, memperoleh pendampingan orang tua.wali dan orang yang dipercaya oleh anak,

9) memperoleh advokasi sosial, 10) memperoleh kehidupan pribadi,

11) memperoleh aksesibilitas, terutama bagi anak cacat, 12) memperoleh pendidikan,

13) memperoleh pelayanan kesehatan, dan

14) memperoleh hak lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 60

Dari hak yang telah disebutkan di atas, dapat dilihat sistem peradilan anak di Indonesia diperhatikan secara khusus guna memperjuangkan masa depannya dan mempertahankan haknya sebagai anak, terutama hak pendidikannya. Hal ini dapat dilihat pada poin 12 bahwa anak didik pemasyarakatan telah dijamin hak pendidikannya. Wujud dari hak memperoleh pendidikan adalah dengan didirikannya sekolah mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA di dalam Lembaga Pembinaan Khusus Anak. Selain itu, LPKA juga menyediakan program paket pendidikan dan beberapa pelatihan untuk meningkatkan kemampuan akademik maupun keterampilan anak didik pemasyarakatan.

Selain mendapatkan hak pada proses peradilan pidana anak, seorang anak didik pemasyarakatan juga mendapatkan hak ketika

60 Unda ng-Unda ng No. 11 Ta hun 2012, Op.Cit., Ba b I Pa sa l 3.

33

sedang menjalani masa pidana. Hak-hak tersebut ialah mendapatkan pengurangan masa pidana, memperoleh asimilasi, memperoleh cuti mengunjungi keluarga, memperoleh pembebasan bersyarat, memperoleh cuti menjelang bebas, memperoleh cuti bersyarat dan memperoleh hak lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 61

Selain hak pendidikan, anak didik pemasyarakatan yang bekerja di dalam LPKA juga berhak untuk mendapatkan upah. Tujuan pemberian upah dan mekanismenya sendiri telah diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 1999 Tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan pada Pasal 29.

Hak-hak yang didapatkan oleh seorang anak didik pemasyarakatan ketika melaksanakan proses peradilan hingga menjadi anak didik pemasyarakatan secara tidak langsung menerangkan bahwa sistem peradilan bagi anak di Indonesia menjadi salah satu hal yang mendapatkan perhatian khusus. Sebab, ia harus menjalankan hukuman dengan tetap melanjutkan pendidikan yang telah ditempuh. Maka dari itu, LPKA ataupun BAPAS sebagai tempat pembinaan harus mampu menyediakan fasilitas maupun personil yang mampu memenuhi hak-hak dari anak didik pemasyarakatan tersebut, termasuk hak pendidikan.