HASIL DAN PEMBAHASAN
C. Kewajiban Jangka Pendek :
1. Hutang bunga bank -
-2. Hutang kepada PT.PLN 1.834.544.387,00
-3. Hutang kepada PT. askes 3.167.194.476,00
-4. Hutang kepada bank - 22.255.572.500,00
Jumlah kewajiban Jangka Pendek 5.001.738.863,00 22.255.572.500,00 D. Kewajiban Jangka Panjang :
1. Hutang kepada BUMD - 1.317.235.882,00
Jumlah Kewajiban 5.001.738.863,00 23.572.808.382,00 E. Ekuitas Dana :
Ekuitas Dana Lancar :
1. SILPA dana lancer 74.390.829.053.,55 29.816.522.841,21
2. cadangan piutang dana bagi hasil 4.485.092.229,05
-3. cadangan piutang PAD 2.008.497.703,00 1.440.958.583,00
4. cadangan piutang pajak 1.162.504.805,00
-4. cadangan biaya bayar dimuka 1.430.859.386,00
-5. cadangan persediaan 3.464.367.156,00 4.010.497.127,00 6. bagian lancer penjualan angsuran 56.672.000,00 85.134.000,00
7. bagian lancer TGR 4.800.000,00 4.800.000,00
Dikurang:
Dana untuk membyar utang jangka pendek (5.001.738.863,00) (22.255.572.500,00) Jumlah Ekuitas Dana Lancar 82.001.883.469,60 13.102.340.051,21 F. Ekuitas Dana Investasi :
1. Investasi permanen 24.102.914.538,00 18.026.769.056,00 2. Investasi asset tetap 97.577.428.837,00 876.126.618.243,00 3. Investasi asset lainnya 524.050.376,00 528.850.376,00 Jumlah Ekuitas Dana Lancar 1.000.397.393.787,00 894.682.237.675,00 Jumlah Ekuitas Dana 1.082.399.277.256,60 907.784.577.726,21 Jumlah kewajiban dan dana ekuitas 1.087.401.018.119,60 931.357.386.108,21
(Sumber ; Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Enrekang) Berdasarkan pada laporan neraca, Pada tahun anggaran per 31 Desember 2014 pada pos asset, jumlah asset lancar sebesar Rp. 35.357.912.551,21, jumlah asset tetap sebesar Rp. 876.126.618.243,00 dan jumlah asset lainnya sebesar Rp.
528.850.376,00. Maka total asset pemerintah kabupaten Enrekang pada tahun anggaran 2011 adalah sebesar Rp. 931.357.386.108,21. Dan pada pos-pos kewajiban, jumlah kewajiban jangka pendek sebesar Rp. 22.255.572.500,00, jumlah kewajiban jangka panjang sebesar Rp. 1.317.235.882,00. Jumlah ekuitas dana lancar Rp.
13.102.340.051,21, jumlah ekuitas dana jangka panjang sebesar Rp.
907.784.557.726,21. Maka total kewajiban dan dana ekuitas pemerintahan kabupaten Enrekang sebesar Rp. 931.357.386.108,21 dan pada tahun 2014, total asset pemerintah kabupaten Enrekang sebesar Rp. 1.087.401.016.119,60 sedangkan total kewajiban dan ekuitas sebesar Rp. 1.087.401.016.119,60
Berdasarkan hasil penelitian diatas penerapan akuntansi pemerintah kabupaten Enrekang dalam pengelolaan keuangan telah sesuai dengan standar akuntansi meskipun masih berpedoman dengan PP N0. 24 Tahun 2005 dimana Basis kas untuk laporan realisasi anggaran berarti bahwa pendapatan dan penerimaan pembiayaan diakui pada saat kas diterima oleh kas daerah, serta belanja dan pengeluaran pembiayaan diakui pada saat kas dikeluarkan dari kas daerah. Pemerintah daerah tidak menggunakan istilah laba melainkan menggunakan sisa perhitungan anggaran(lebih/kurang) untuk setiap tahun anggaran. Sisa perhitungan anggaran tergantung pada selisih realisasi pendapatan dan pembiayaan penerimaan dengan belanja dan pembiayaan pengeluaran.
Basis akrual untuk neraca berarti bahwa asset, kewajiban, dan ekuitas dana diakui dan dicatat pada saat terjadinya transaksi, atau pada saat kejadian atau kondisi lingkungan berpengaruh pada keuangan pemerintah daerah, bukan pada saat kas diterima atau dibayar oleh kas daerah
c. Laporan Arus Kas
PEMERINTAH KABUPATEN ENREKANG LAPORAN ARUS KAS
UNTUK TAHUN YANG BERAHIR 31 DESEMBER 2014
URAIAN TAHUN ANGGARAN
ANGGARAN REALISASI
Arus kas dari aktifitas operasional I. Arus Kas Masuk
A. pendapatan asli daerah
1. pendapatan pajak daerah 11.718.300.000,00 9.640.258.563,60
2. pendapatan retribusi 5.132.290.000,00 4.344.634.675,00
3. lain-lain PAD 3.614.000.000,00 4.655.609.949,84
JUMLAH 20.664.590.000,00 18.640.503.288,44
B. Pendapatan Dana Perimbangan Pemerintah Pusat
1. bagi hasil pajak & buka pajak 108.587,287.319,00 128.013.886.166,00
2. dana alokasi umum 484.070.000.000,00 484.070.000.000,00
3. dana alokasi khusus 29.699.138.700,00 29.699.138.700,00
4. bantuan keuangan 3.480.000.000,00 3.480.000.000,00
JUMLAH 625.939.426.019,00 625.263.024.866,00
C. Lain-Lain Pendapatan Yang Sah 1. bantuan dana pemerintah pusat 2. dana darurat
JUMLAH
JUMLAH ARUS KAS MASUK 646.501.016.019,00 663.903.528.154,44
II. Arus Kas Keluar
1. belanja pegawai 341.635.930.857,00 299.412.148.549,10
2. belanja barang 79.022.521.329,00 75.922.587.126,00
3. belanja perjalanan dinas 13.145.785.000,00 12.311.869.684,00 4. belanja pemeliharaan 79.189.984.435,00 75.373.672.467,00
5. belanja bagi hasil 1.962.000.000,00 1.962.000.000,00
6. belanja bantuan keuangan 30.634.411.500,00 28.013.444.500,00
7. belanja tak tersangka 2.000.000,00
JUMLAH 545.790.633.121,00 493.495.722.326,10
Arus Kas bersih Dari Aktifitas operasional (I-II) 100.710.382.898,00 493.495.722.326,10 Arus Kas Dari Aktifitas Investasi
I. Arus Kas Masuk
1. penerimaan dari penjualan aset tetap 2. penerimaan dari bagian lancar penjualan angsuran
JUMLAH II. Arus Kas Keluar
1. penyertaan modal pemerintah daerah
2. pembelian aset tetap-publik 92.821.009.565,00 87.569.971.200,00 3. pembelian aset tetap-publik 12.505.525.880 12.073.839.400,00
JUMLAH (105.326.535.425,000 99.643.810.630,00
Arus Kas Bersih Dari Aktifitas Investasi (105.326.535.425,000 (99.643.810.630,00) Arus Kas Dari Aktifitas Pembiayaan
I. Arus Kas Masuk
1. penerimaan pinjaman obligasi 10.000.000.000,00
JUMLAH 10.000.000.000,00
II. Arus Kas Keluar
1. penyertaan modal 4.635.664.000,00 4.000.000.000,00
2. pembayaran hutang 20.758.829.600,00 20.758.829.600,00
JUMLAH 25.412.493.600,00 24.758.829.600,00
Arrus Kas Bersih Dari Aktifitas Pembiayaan (15.412.493.600,00) (24.758.829.600,00)
Kenaikan/Penurunan Kas (20.028.646.127,00) 46.005.165.598,34
SALDO AWAL KAS 20.028.646.127,00 30.028.646.128,21
SALDO AKHIR KAS 76.033.811.726,55
(Sumber ; Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Enrekang) Berdasarkan hasil pemeriksaan kas oleh Badan Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Enrekang besarnya arus kas masuk dari aktifitas operasi selama Tahun anggaran 2014 sebesar Rp. 663.903.528.154,44 dan dikeluarkan untuk membiayai aktifitas operasional sebesar Rp. 493.495.722.326,10 sehingga mendapat surplus operasional sebesar Rp. 170.407.805.828,34. Arus kas bersih dari aktifitas investasi tahun anggaran 2014 minus Rp. 99.643.810.630,00 menunjukan bahwa dalam tahun 2014 Pemerintah Kabupaten Enrekang melakukan pelepasan asset mutasi tambah
dalam neraca pemerintah kabupaten Enrekang per 31 Desember 2014 tetap sebesar Rp. 99.643.810.630,00 merupakan Barang investasi kekayaan Daerah Kabupaten Langkat, sedangkan arus kas keluar dari aktifitas pembiayaan adalah sebesar Rp.
24.758.829.600,00.
d. Catatan Atas Laporan Keuangan 1. Latar Belakang Penyusunan Neraca
Sebagai perwujudan atas pelaksanaan peraturan pemerintah No. 105 tahun 2000 tentang pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah dan No. 108 tahun 2000 tentang tata cara pertanggung jawaban keuangan daerah, dan keputusan menteri dalam negeri nomor 29 tahun 2002 tentang pedoman pengurusan, pertanggungjawaban, pengawasan keuangan daerah serta tata cara penyusunan APBD, pelaksanaan tata usaha keuangan daerah dan penyusunan perhitungan APBD, pemerintah kabupaten enrekang menyajikan laporan keuangan derah tahun yang berakhir 31 desember 2014 sebagai unsur dari pertanggung jawaban bupati.
Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Enrekang menyajikan laporan keuangan berdasarkan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) PP.
No. 24 Tahun 2005, penerapan SAP PP No. 24 Tahun 2005 belum dapat menjembatani penyusunan laporan keuangan, maka dilakukan pendekatan praktis yaitu mengumpulkan, menganalisa, mencatat anggaran dan realisasi serta data lainnya kedalam pos- pos neraca.
2. Kebijakan Akuntansi
a. Laporan keuangan pemerintah kabupaten enrekang disusun dengan mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) PP No. 24 Tahun 2005.
b. Masa pencatatan adalah satu tahun anggaran yang dimulai 1 januari berakhir 31 Desember.
c. Mata uang yang digunakan adalah rupiah.
3. Basis Akuntansi
Basis akuntansi yan digunakan dalam laporan keuangan pemerintah kabupaten Enrekang PP No. 24 Tahun 2005 adalah :
a. Basis kas untuk pengakuan pendapatan, belanja, dan pembiayaan.
b. Basis akrual untuk pengakuan asset, kewajiban, dan ekuitas.
4. Pendapatan
Pendapatan adalah semua penerimaan kas umum daerah kabupaten enrekang yang menambah ekuitas dana dalam periode laporan keuangan yang menjadi hak pemerintah enrekang, pendapatan diakui pada saat diterima pada kas umum daerah kabupaten Enrekang.
5. Belanja
Belanja adalah semua pengeluaran kas umum daerah yang mengurangi ekuitas dana lancar dalam periode laporan keuangan, belanja diakui pada saat terjadinya pengeluaran dari kas umum daerah. Khusus pengeluaran kepada pemegang kas diakui pada saat dipertanggungjawabkan.
6. Pembiayaan adalah seluruh transaksi keuangan pemerintah daerah, baik penerimaan maupun pengeluaran yang masih harus dibayar.
7. Asset dalam neraca diakui pada saat diterima atau diserahkan hak kepemilikannya atau pada saat penguasanya berpindah.
D. Perbandingan SAP PP 71 Tahun 2010 Dengan Penerapan SAP PP 24 Tahun