BAB III RENCANA BISNIS DAN ANGGARAN (RBA)
3.2. Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA)
3.2.1. Format RBA 5 BAB
3.2.1.2. Kinerja Badan Layanan Umum Tahun Anggaran
23
1. Faktor Internal
Uraian mengenai kekuatan dan kelemahan dari kondisi pelayanan, keuangan, organisasi dan SDM, serta sarana dan prasarana BLU sampai dengan saat penyusunan RBA. 2. Faktor Eksternal
Menguraikan mengenai kondisi di luar BLU yang mungkin akan mempengaruhi keberhasilan pencapaian target kinerja, dimana BLU tidak memiliki kemampuan untuk mengendalikan faktor eksternal sesuai dengan apa yang diinginkan. Kondisi eksternal tersebut antara lain kebijakan atau produk hukum yang dikeluarkan oleh pemerintah, bencana alam, dan kondisi perekonomian nasional/regional/global, dan lain-lain.
1. Aspek Makro a. Definisi
Aspek Makro adalah aspek-aspek secara menyeluruh mengenai hal-hal yang menjadi asumsi dasar pada waktu menyusun RBA dengan kondisi yang sebenarnya.
b. Penjelasan
Aspek Makro di atas dapat berdasarkan kondisi Makro daerah masing-masing Badan Layanan Umum (BLU).
c. Tabel Asumsi Makro
No Uraian Asumsi TA 20XX Fakta TA 20XX Ket 1. Pertumbuhan Ekonomi (%) 2. Tingkat Inflasi (%) 3. Pertumbuhan Pasar (%)
4. Tingkat Suku Bunga Pinjaman (%)
6 Dst……….
3.2.1.2.1. KONDISI LINGKUNGAN
24
2. Aspek Mikro a. Definisi
Aspek Mikro adalah aspek-aspek secara menyeluruh mengenai hal-hal yang menjadi asumsi dasar pada waktu menyusun RBA dengan kondisi yang sebenarnya.
b. Penjelasan
Aspek Mikro di atas dapat berdasarkan kondisi Mikro daerah masing-masing Badan Layanan Umum (BLU).
c. Tabel Asumsi Mikro
No Uraian Asumsi TA
20XX
Fakta TA 20XX
Ket
1. Pembiayaan dari pemerintah daerah sebagai fungsi Public Service Obligation (PSO) 2. Rencana rata – rata kenaikan
tarif
3. Rencana pengembangan
pelayanan
4. Rencana peningkatan
pelayanan
5. Rencana kunjungan pelayanan
6 Dst……..
a. Definisi
Pencapaian kinerja BLU tahun berjalan (20XX-1) yang dilihat dari sudut pandang keuangan.
Pencapaian Kinerja Keuangan berisi pokok bahasan sebagai berikut: 1. Kinerja Pendapatan
2. Kinerja Belanja 3. Kinerja Investasi 4. Kinerja Pendanaan
25
b. Penjelasan
Bagian ini menguraikan mengenai pencapaian kinerja tahun berjalan (tahun 20XX-1), dan target kinerja yang akan dicapai (tahun 20XX). Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan bagian ini adalah:
1. Pengukuran pencapaian kinerja tahun berjalan (20XX-1) dilakukan dengan cara membandingkan target dengan perkiraan realisasi sampai dengan akhir tahun. 2. Uraian mengenai pencapaian kinerja tahun berjalan dan target kinerja dirinci per
unit kerja.
3. Basis akuntansi yang digunakan dalam rangka penyusunan anggaran satker BLU berdasarkan basis kas, yang berarti bahwa pendapatan diakui pada saat kas diterima oleh satker BLU, serta belanja diakui pada saat kas dikeluarkan dari satker BLU. 4. Basis akuntansi yang digunakan dalam rangka perhitungan biaya layanan per unit
kerja berdasarkan basis akrual, yang berarti biaya sudah diakui dan dicatat saat terjadinya transaksi tanpa memperhatikan saat kas telah dibayarkan atau belum oleh satker BLU.
Berikut adalah penjelasan mengenai Penilaian Kinerja Keuangan, yang terdiri dari Kinerja Pendapatan, Kinerja Belanja, Kinerja Investasi dan Kinerja Pendanaan.
a. Definisi
Uraian pencapaian kinerja keuangan yang dilihat dari sisi pendapatan BLU.
b. Penjelasan
Kinerja pendapatan BLU merupakan pencapaian kinerja tahun berjalan (20XX-1) yang digambarkan dalam tabel dengan pembandingan antara pencapaian kinerja tahun berjalan (20XX-1) dan target kinerja yang akan dicapai (20XX).
Pendapatan yang disajikan merupakan ringkasan pendapatan BLU yang berasal dari jasa layanan, hibah, kerja sama dan pendapatan lain – lain BLU yang sah, maupun penerimaan dari APBN/APBD.
3.2.1.2.3.1. KINERJA PEDAPATAN A.
26
c. Contoh Ilustrasi
Pencapaian kinerja pendapatan tahun berjalan 2015 sebagai berikut:
No TA 2016 Target Realisasi s,d 31 Juni 2015 % Prognosa 31 Des Target (Rp) (Rp) (Rp) (Rp) 1 3 4 5=4:3 6 7 A Pendapatan BLUD 1 Jasa Layanan XXX XXX XXX XXX XXX 2 Hibah XXX XXX XXX XXX XXX 3 Hasil Kerjasama XXX XXX XXX XXX XXX 4 Lain-lain Pendapatan BLUD yang sah XXX XXX XXX XXX XXX B Penerimaan APBD/APBN 1 Penerimaan APBD XXX XXX XXX XXX XXX 2 Penerimaan APBN XXX XXX XXX XXX XXX 3 Penerimaan DAK XXX XXX XXX XXX XXX Total Pendapatan XXX XXX XXX XXX XXX
Uraian Tahun Berjalan 2015
2
a. Definisi
Uraian pencapaian kinerja keuangan yang dilihat dari sisi belanja BLU.
b. Penjelasan
Kinerja belanja BLU merupakan pencapaian kinerja tahun berjalan (20XX-1) yang digambarkan dalam tabel dengan pembandingan antara pencapaian kinerja tahun berjalan (20XX-1) dan target kinerja yang akan dicapai (20XX). Belanja yang disajikan merupakan ringkasan belanja BLU yang dibagi berdasakan masing – masing kegiatan dari program yang telah dibuat Satker BLU .
3.2.1.2.3.2. KINERJA BELANJA A.
27
c. Contoh Ilustrasi
Pencapaian kinerja belanja tahun berjalan 2015 sebagai berikut:
Target Realisasi % Sumber Vol Target Sumber
s.d. Juni 2015 (Rp) Dana Satuan (Rp) Dana
1 2 3 4 5=4:3 6 7 8 9
1
XXX XXX XXX thn XXX
a.
Penyediaan Biaya Operasional dan
Pemeliharaan BLUD XXX XXX XXX Jasa Layanan thn XXX Jasa Layanan b.
Penyediaan Biaya Operasional dan
Pemeliharaan APBD XXX XXX XXX APBD thn XXX APBD c. Kegiatan Akreditasi Puskesmas XXX XXX XXX Jasa Layanan thn XXX Jasa Layanan
d. Kegiatan Prolanis XXX XXX XXX Jasa Layanan thn XXX Jasa Layanan
e. Kegiatan Pemusnahan Limbah Medis XXX XXX XXX Jasa Layanan thn XXX Jasa Layanan
2 XXX XXX XXX XXX
a. Upaya Kesehatan Masyarakat XXX XXX XXX APBD thn XXX APBD
b. Bantuan Operasional Kesehatan XXX XXX XXX APBN thn XXX APBN
c. Belanja Gaji Pegawai PNS XXX XXX XXX APBD thn XXX APBD
Total Belanja BLUD XXX XXX XXX XXX
Sumber Dana TA 2016 XXX XXX XXX XXX XXX 2016 B. Saldo Kas Pagu Dana No
Uraian Unit/Program/IKU Program/ Kegiatan/IKK/Output/ Akun Belanja/Detil Belanja
Program Penyediaan Biaya Operasional dan Pemeliharaan BLUD
Program Manajemen Pelayanan Kesehatan
2015
APBD APBN BLUD
a. Definisi
Kinerja Investasi merupakan penilaian kinerja hasil dari realisasi selama beberapa periode berjalan.
b. Penjelasan
Kinerja Investasi terdiri dari penerimaan investasi dan pengeluaran investasi.
c. Ilustrasi
1) Penerimaan Investasi
30
2) Pengeluaran Investasi
a. Definisi
Kinerja pendanaaan merupakan penilaian kinerja hasil dari realisasi selama beberapa periode berjalan.
b. Penjelasan
Kinerja Investasi terdiri dari Penerimaan Pendanaan dan Pengeluaran Pendanaan. Penerimaan contohnya adalah menerima sejumlah dana dari penarikan asset. Sedangkan pengeluaran pendanaan contohnya pembayaran hutang kepada pihak lainnya jangka panjang.
31
c. Ilustrasi
1) Penerimaan Pendanaan
2) Pengeluaran Pendanaan
a. Definisi
Catatan informasi keuangan BLU pada suatu periode akuntansi.
b. Penjelasan
Laporan keuangan yang disajikan merupakan laporan keuangan sampai dengan bulan XXXX, prognosa laporan keuangan akhir tahun berjalan (20XX-1), dan anggaran tahun berjalan (20XX-1).
Laporan keuangan ini terdiri dari: 1. Neraca
2. Laporan Operasional 3. Laporan Perubahan Ekuitas
32
4. Laporan Arus Kas
5. Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK)
c. Contoh Ilustrasi 1. Neraca Tahun Berjalan (20XX - 1) Uraian Tahun 20XX - 2 Anggaran Per 31 Desember (Rp) Realisasi Per 30 Juni (Rp) Prognosa Per 31 Desembe r (Rp) Selisih (%) 1 2 3 4 5 6=(5-3)/3 I. ASET A. ASET LANCAR 1. Kas Setara Kas 2. Investasi Jangka
Pendek 3. Piutang Usaha 4. Penyisihan Piutang 5. Beban dibayar dimuka 6. Persediaan
Jumlah Aset Lancar B. Investasi Jangka Panjang C. ASET TETAP 1. Tanah 2. Gedung dan Bangunan
3. Peralatan dan Mesin 4. Kendaraan
5. Perlengkapan dan Peralatan Kantor 6. Dst ... Jumlah Aset Tetap Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Aset Tetap
D. ASET LAINNYA 1. Aset Kerjasama
Operasi
2. Aset Sewa Guna Usaha
3. Aset Tak Berwujud 4. Konstruksi dalam
Pengerjaan 5. Dst ... Jumlah Aset Lain
33
II. KEWAJIBAN A. Kewajiban Jangka Pendek 1. Utang Usaha 2. Utang Pajak 3. Biaya yang masihharus dibayar
4. Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun 5. Pendapatan yang diterima dimuka 6. Kewajiban Jangka
Pendek Lainnya 7. Dst ... Jumlah Kewajiban Jangka Pendek
B. Kewajiban Jangka Panjang
1. Utang jangka panjang yang jatuh tempo lebih dari satu tahun
2. Dst ... Jumlah Kewajiban Jangka Panjang Jumlah KEWAJIBAN (A+B) III. EKUITAS 1. Ekuitas Awal 2. Surplus / Defisit Periode Lalu 3. Surplus/Defisit Periode Berjalan 4. APBD 5. Hibah 6. Donasi 7. Dst ... Jumlah Ekuitas
Jumlah KEWAJIBAN DAN EKUITAS (II DAN IIII)
34
2. Laporan Operasional Tahun Berjalan (20XX) Uraian Tahun 20XX - 2 Anggaran (Rp) Realisasi s/d Bulan ... (Rp) Prognosa (Rp) Selisih (%) 1 2 3 4 5 6=(5-3)/3 A. Pendapatan 1. Pendapatan Jasa Layanan 2. Hibah 3. Hasil Kerjasama 4. Pendapatan APBD 5. Pendapatan APBN 6. Lain lain PendapatanBLUD Jumlah Pendapatan (1+2+3+4+5+6) B. Biaya Operasional
1. Biaya Pelayanan 2. Biaya Umum dan
Administrasi Jumlah Biaya Operasional (1+2)
Surplus/Defisit Setelah Biaya Operasional (A-B) C. Pendapatan Non
Operasional
D. Biaya Non Operasional Surplus/Defisit Periode Berjalan Bersih
35
3. Laporan Perubahan Ekuitas
Uraian Tahun 20XX - 2 Tahun Berjalan (20XX) Anggaran Realisasi s/d Bulan ... Prognosa Selisih (Rp) (Rp) (Rp) (%) 1 2 3 4 5 6=(5-3)/3 EKUITAS Ekuitas Awal Surplus/Defisit Periode Lalu Surplus/Defisit Periode Berjalan EKUITAS AKHIR
4. Laporan Arus Kas Metode Langsung Uraian Tahun 20XX - 2 Tahun Berjalan 20XX -1 Anggara n (Rp) Realisasi sampai dengan bulan ... (Rp) Prognosa (Rp) Selisih (%) 1 2 3 4 5 6=(5-3)/3
A. Arus Kas Dari Aktivitas Operasional
Arus Masuk 1. Penerimaan dari jasa layanan 2. Pendapatan hibah
3. Pendapatan kerjasama 4. Pendapatan dari APBD 5. Pendapatan dari APBN 6. Lain-lain pendapatan BLUD
yang sah
Arus Keluar 1. Biaya layanan
2. Biaya umum dan administrasi 3. Biaya lain-lain
36
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasional
B. Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Arus Masuk 1. Hasil penjualan asset tetap 2. Hasil investasi
3. Hasil penjualan asset lainnya Arus Keluar 1. Perolehan aset tetap 2. Pembelian investasi 3. Perolehan aset lainnya
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi
C. Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan/ Pembiayaan 1. Penerimaan hibah
2. Penerimaan dari APBD 4. Perolehan pinjaman. 5. Pembayaran pinjaman
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan/ Pembiayaan Kenaikan (Penurunan) Kas Bersih
Kas dan Setara Kas Awal JUMLAH SALDO KAS
5. Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) A. UMUM
1. Pendirian Perusahaan dan Informasi Lainnya
BLU Sambilegi didirikan pada………..
2. Susunan Kepengurusan BLU Sambilegi pada tahun 2015 sbb:
Direktur : ... Tata Usaha : ... Jumlah karyawan PNS Fungsional : ……….... dan seterusnya……….
37
B. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
Berikut ini adalah kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan Perusahaan, yang sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia.
a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan
Dasar penyusunan laporan keuangan, kecuali untuk laporan arus kas,adalah dasar akrual. Dan seterusnya………..
b. Setara Kas
Kas dan setara kas adalah kas, simpanan yang sewaktu-waktu bisa dicairkan dan investasi likuid jangka pendek lainnya dengan jangka waktu jatuh tempo tiga bulan atau kurang.
c. Piutang Usaha
Piutang Usaha disajikan dalam Total netto setelah dikurangi dengan penyisihan piutang ragu-ragu, yang diestimasi berdasarkan penelaahan atas kolektibilitas saldo piutang pada akhir tahun.
d. Pihak-Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa
Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa yang memenuhi kriteria sebagaimana tercantum dalam PSAK ETAP Bab28 "Pengungkapan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa". Dan seterusnya……..
e. Aset Tetap
Perusahaan menerapkan SAK ETAP BAB 15, "AsetTetap". Berdasarkan PSAK ETAP BAB 15, dan seterusnya………
f. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan dan beban dicatat sesuai metode akrual basis dan seterusnya…………..
g. Pajak Penghasilan
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. Dan seterusnya……….
38
C. POS-POS KEUANGAN 1. Kas dan Setara Kas Akun ini terdiri dari :
Semester 1 20XX - 2
Rp Rp
Kas dan Setara Kas Kas
Kas di Bendahara Pengeluaran APBD Kas di Bendahara Penerimaan BLUD Kas di Bendahara Pengeluaran BLUD Kas di Bendahara BOK
Kas Kecil Jumlah Kas Bank
Bank Bendahara APBD
Bank Bendahara Penerimaan BLUD Bank Bendahara Pengeluaran BLUD Bank bendahara Pengeluaran BOK Jumlah Bank
Jumlah Kas dan Setara Kas
2. Investasi Jangka Pendek Akun ini terdiri dari :
Semester 1 20XX - 2
Rp Rp
Investasi Jangka Pendek
Jumlah Investasi Jangka Pendek 3. Piutang Usaha Akun ini terdiri dari :
Semester 1 20XX - 2
Rp Rp
Piutang Usaha
Piutang Pelayanan Jamkesda Piutang Pelayanan Jamkesmata Piutang Pelayanan BPJSKES Piutang Pelayanan BPJSKET Piutang Pelayanan Umum Jumlah Piutang Usaha
39
4. Piutang Lainnya Akun ini terdiri dari :
Semester 1 20XX - 2
Rp Rp
Piutang Lainnya
Jumlah Piutang Lainnya
5. Penyisihan Piutang 6. Biaya dibayar dimuka 7. Persediaan
8. Investasi Jangka Panjang Non Permanen 9. Investasi Jangka Panjang Permanen 10. Aset Tetap
11. Hutang Usaha 12. Utang Bunga
13. Bagian Lancar Utang Jangka Panjang 14. Utang Pajak
15. Biaya Yang Masih Harus Dibayar 16. Utang Jangka Pendek Lainnya 17. Utang Bank
18. Utang Imbalan Kerja Pegawai 19. Ekuitas
20. Pendapatan
21. Biaya Operasional Pelayanan
22. Biaya Operasional Administrasi Dan Umum 23. Pendapatan Lain-Lain
40
D. PENJELASAN ATAS INFORMASI-INFORMASI NON KEUANGAN
Di dalam CALK, Informasi Non Keuangan berisikan sebagai berikut:
a. Definisi
Informasi selain keuangan yang perlu disampaikan.
b. Penjelasan
Pencapaian kinerja non keuangan merupakan informasi selain keuangan yang perlu disampaikan. Informasi lainnya meliputi :
1. Informasi mengenai tingkat kesehatan Rumah Sakit 2. Akreditasi perguruan tinggi
3. Pencapaian kinerja non keuangan lainnya (berupa perolehan ISO, dan sebagainya), dan informasi lainnya
c. Contoh ilustrasi
Kinerja pelayanan dapat dilihat dari capaian BOR, TOI, LOS untuk pelayanan rawat inap dan jumlah kunjungan untuk pelayanan rawat jalan.
Tabel Indikator Kinerja Pelayanan Rawat Inap No. Indikator Target Kinerja Realisasi s/d Juni
2015 Prognosa Tahun 2016 1. BOR 2. BTO 3. TOI 4. LOS
41
Tabel Indikator Kinerja Pelayanan per Unit No. Indikator Target Kinerja Realisasi
s/d Juni 2015 Pencapaian (%) 1. Rawat Jalan 2. Rawat Inap
3. Rawat Gawat Darurat 5. ICU
6. dst...
Di dalam Format RBA 5 BAB, terdapat BAB III dengan pokok bahasan Rencana Bisnis dan Anggaran Tahun yang Dianggarkan. Berikut adalah penjelasan pokok bahasan tersebut:
Rencana Bisnis dan Anggaran ini terdiri dari beberapa pokok bahasan, yaitu sebagai berikut:
1. Analisa Kondisi Lingkungan 2. Asumsi Dasar
3. Sasaran, Indikator, Target Kinerja, dan Kegiatan 4. Program Kerja dan Kegiatan
5. Perkiraan Pendapatan 6. Perkiraan Biaya
Dari 6 pokok bahasan di atas, berikut penjelasan per pokok bahasannya:
a. Definisi
Analisa kondisi yang dilakukan oleh BLU, baik kondisi internal maupun eksternal BLU.