BAB V LAPORAN KEUANGAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN
5.2. Pencatatan Transaksi Pos Keuangan
5.2.1. Penerimaan
120
Berikut akan dijelaskan masing-masing penerimaan BLU:
a. Definisi
Merupakan penerimaan yang diperoleh sebagai imbalan atas barang atau jasa yang diserahkan kepada pelanggan yang dibayarkan secara tunai.
b. Penjelasan
Penjualan jasa tunai muncul dari kegiatan utama BLU, yaitu kegiatan pelayanan kepada pelanggan atau pihak lainnya, yang oleh pelanggan atau pihak lainnya langsung dibayarkan pada saat selesai memberikan jasa pelayanan.
c. Pengakuan dan Pengukuran
Penjualan tunai diakui pada saat penyampaian tagihan kepada pelanggan atau pihak lainnya sebesar jumlah yang ditagihkan dan langsung mendapatkan uang tunai pada saat itu.
d. Contoh Ilustrasi
Tanggal 1 Juli 2016 BLU Sambilegi memberikan jasa layanan kepada pelanggan umum sebesar Rp 1.000.000 secara tunai.
Jurnal :
Db. Kas Rp 1.000.000
Kr. Pendapatan Jasa Layanan – Umum Rp 1.000.000
1. BPJS KAPITASI a. Definisi
Merupakan penerimaan yang diperoleh secara rutin dari BPJS dengan cara transfer ke Bank Bendahara Penerimaan sebagai dana yang dapat digunakan
5.2.1.1.1. PENDAPATAN JASA LAYANAN
5.2.1.1.1.2. PENDAPATAN JASA LAYANAN NON TUNAI 5.2.1.1.1.1. PENDAPATAN JASA LAYANAN TUNAI
121
untuk kegiatan operasional pelayanan pasien yang sudah terdaftar sebagai anggota BPJS faskes yang bersangkutan.
b. Penjelasan
Penerimaan pada sisi kredit merupakan bertambahnya pendapatan BLU yang diperoleh dari Kapitasi BPJS.
c. Pengakuan dan Pengukuran
Penerimaan kredit dicatat pada saat BLU menerima kas dari pihak BPJS.
d. Contoh Ilustrasi
Tanggal 13 Maret 2016 BLU Sambilegi menerima kiriman Kapitasi BPJS sebesar Rp 40.000.000 melalui Bank Bendahara Penerimaan.
Jurnal :
Db. Kas Bank Bendahara Penerimaan Rp 40.000.000
Kr. Pendapatan Kapitasi – BPJS Rp 40.000.000
2. KLAIM PIUTANG BPJS a. Definisi
Pernyataan yang dikeluarkan oleh BLU sebagai bentuk tagihan dari jasa layanan yang telah dilakukan sebelumnya dan kemudian akan diterima pembayarannya dari pihak ketiga.
b. Pengakuan dan Pengukuran
Pendapatan diakui pada saat terjadinya transaksi pelayanan dan dicatat sebagai piutang.
c. Contoh Ilustrasi
Tanggal 3 Juli 2016 BLU Sambilegi memberikan jasa layanan kepada pasien umum sebesar Rp 2.000.000 dan pasien tersebut menggunakan kartu BPJS.
Jurnal :
Db. Piutang – BPJS Rp 2.000.000
122
3. PENDAPATAN PIUTANG BPJS d. Definisi
Pembayaran piutang dari pihak ketiga sebagai pelunasan tagihan kepada BLU terkait kegiatan pelayanan yang sudah dilakukan sebelumnya.
e. Pengakuan dan Pengukuran
Pembayaran piutang dari pihak ketiga dicatat pada saat BLU menerima pembayaran dari pelanggan sesuai dengan penerimaan kas.
f. Contoh Ilustrasi
Tanggal 15 Agustus 2016 pihak BPJS mengirimkan uang sebesar Rp 2.000.000 ke Bank Bendahara Penerimaan untuk membayar piutang pada bulan sebelumnya.
Jurnal :
Db. Bank Bendahara Penerimaan Rp 2.000.000
Kr. Piutang - BPJS Rp 2.000.000
Penerimaan Hibah terdiri dari dua penerimaan : 1. Penerimaan Hibah Uang
2. Penerimaan Hibah Barang
Berikut adalah penjelasan dari amsing-masing jenis Hibah:
a. Definisi
Merupakan penerimaan yang diterima dari pelanggan atau badan lain, tanpa adanya kewajiban bagi BLU untuk menyerahkan barang/jasa. Hibah diklasifikasikan menjadi Hibah Terikat dan Hibah Tidak Terikat. Hibah Terikat adalah hibah yang peruntukannya ditentukan oleh pemberi hibah. Hibah tidak terikat adalah hibah yang peruntukannya tidak ditentukan oleh pemberi hibah.
5.2.1.1.2. PENERIMAAN HIBAH
123
b. Pengakuan dan Pengukuran
a) Penerimaan Hibah berupa uang diakui pada saat hak kepemilikan berpindah.
b) Penerimaan Hibah berupa uang diakui pada saat kas diterima oleh BLU.
c) Penerimaan Hibah berupa uang dicatat sebesar jumlah kas yang diterima oleh BLU.
c. Contoh Ilustrasi
Tanggal 21 Agustua 2016 BLU Sambilegi menerima hibah kas dari lembaga sebagai hadiah cuma-cuma sebesar Rp10.000.000
Jurnal :
Db. Bank Bendahara Penerimaan Rp 10.000.000
Kr. Penerimaan Hibah Rp 10.000.000
a. Definisi
Merupakan penerimaan yang diterima dari pelanggan atau badan lain tanpa adanya kewajiban bagi BLU untuk menyerahkan barang/jasa. Hibah diklasifikasikan menjadi Hibah Terikat dan Hibah Tidak Terikat. Hibah Terikat adalah hibah yang peruntukannya ditentukan oleh pemberi hibah. Hibah tidak terikat adalah hibah yang peruntukannya tidak ditentukan oleh pemberi hibah.
b. Pengakuan dan Pengukuran
a) Penerimaan Hibah berupa barang diakui pada saat hak kepemilikan berpindah.
b) Penerimaan hibah berupa barang dicatat sebesar nilai wajar pada saat perolehan.
124
c. Contoh Ilustrasi
Tanggal 19 Agustus 2016 BLU Sambilegi menerima hibah peralatan kedokteran sebagai hadiah atas ikut serta lomba agustusan senilai Rp 50.000.000.
Jurnal :
Db. Alat kedokteran dan Kesehatan Rp 50.000.000
Kr. Penerimaan Hibah Rp 50.000.000
a. Definisi
Merupakan penerimaan yang berasal dari hasil kerja sama dengan pihak lain, jasa lembaga keuangan, dan lain-lain penerimaan yang tidak berhubungan secara langsung dengan tugas dan fungsi BLU.
b. Pengakuan dan Pengukuran
a) Penerimaan hasil kerjasama dicatat sebesar nominal yang diterima. b) Dicatat pada saat keluarnya tagihan atas kerjasama yang dilakukan.
c. Contoh Ilustrasi
Tanggal 1 Agustus 2016 BLU Sambilegi menerima penerimaan dana hasil kerjasama sewa tempat ATM sebesar Rp 500.000
Jurnal :
Db. Bank Bendahara penerimaan Rp 500.000
Kr. Pendapatan Sewa ATM Rp 500.000
a. Definisi
Penerimaan lain-lain adalah penerimaan yang berasal dari sumber-sumber di luar kegiatan utama BLU, tidak termasuk dalam penerimaan operasional.
5.2.1.1.3. PENERIMAAN HASIL KERJASAMA
125
b. Pengakuan dan Pengukuran
Penerimaan lain-lain dicatat sebesar nominal yang ditagihkan (diterima).
c. Contoh Ilustrasi
Tanggal 1 Agustus 2016 BLU Sambilegi menerima penerimaan jasa siswa praktik dari SMA N 1 Brebes sebesar Rp 150.000.
Jurnal :
Db. Bank Bendahara penerimaan Rp 150.000
Kr. Penerimaan Jasa Siswa Praktik Rp 150.000
a. Definisi
Merupakan selisih lebih antara harga jual dengan nilai buku aset non lancar.
b. Pengakuan dan Pengukuran
Penerimaan penjualan aset dicatat pada saat BLU menjual asset dan menerima pembayaran atas penjualan tersebut pada saat itu juga.
c. Contoh Ilustrasi
Tanggal 10 Agustus 2016 BLU Sambilegi menjual kursi tunggu pelanggan (kursi kayu), dan dijual seharga Rp 500.000, di mana pembayaran atas penjualan tersebut diterima pada saat itu juga.
Jurnal :
Db. Bank Bendahara Penerimaan Rp 500.000
Kr. Penjualan asset tetap - kursi kayu Rp 500.000
a. Definisi
Merupakan penerimaan yang berasal dari APBN, baik untuk belanja operasional maupun belanja investasi. Belanja operasional merupakan belanja pegawai dan belanja barang dan jasa. Belanja investasi merupakan belanja modal.
5.2.1.1.5. PENJUALAN ASET
126
b. Pengakuan dan pengukuran
a) Penerimaan dari APBN diakui pada saat pengeluaran belanja dipertanggungjawabkan dengan diterbitkannya SP2D.
b) Penerimaan dari APBN dicatat sebesar nilai pengeluaran bruto belanja pada SPM.
c. Contoh Ilustrasi
BLU Sambilegi pada tanggal 1 Januari 2016 menerima dana dari APBN sebesar Rp 125.000.000.
Jurnal:
Db. Kas Bank Bendahara Pengeluaran Rp 125.000.000
Kr. Penerimaan APBN Rp. 125.000.000
a. Definisi
Merupakan penerimaan yang berasal dari APBD, baik untuk belanja operasional maupun belanja investasi. Belanja operasional merupakan belanja pegawai dan belanja barang dan jasa. Belanja investasi merupakan belanja modal
b. Pengakuan dan pengukuran
a) Penerimaan dari APBD diakui pada saat pengeluaran belanja dipertanggungjawabkan dengan diterbitkannya SP2D.
b) Penerimaan dari APBD dicatat sebesar nilai pengeluaran bruto belanja pada SPM.
c. Contoh Ilustrasi
BLU Sambilegi pada tanggal 1 Januari 2016 menerima dana dari APBD sebesar Rp 125.000.000.
Jurnal:
Db. Kas Bank Bendahara Pengeluaran Rp 125.000.000
Kr. Penerimaan APBD Rp. 125.000.000
127
a. Definisi
Utang Bank adalah kewajiban kepada bank yang timbul dari penerimaan sejumlah pinjaman yang dilakukan BLU.
b. Penjelasan
a) Utang bank marupakan kewajiban kepada bank yang timbul dari pinjaman bank yang diterima BLU
b) Utang bank dicatat sebesar pokok pinjaman. Biaya provisi, administrasi dan lainnya yang timbul dari perolehan pinjaman bank dicatat sebagai biaya.
c. Pengakuan dan Pengukuran
a) Utang bank dicatat pada saat BLU menerima pinjaman dari bank sebesar pokok pinjaman
b) Bunga utang bank dicatat pada saat menerima tagihan dari bank atau sesuai jadwal pembayaran cicilan yang sudah disepakati.
d. Contoh Ilustrasi
Tanggal 10 Agustus 2016 BLU Sambilegi meminjam dana sebesar Rp 100.000.000 ke Bank ABC, dengan bunga 8%, provisi 1%, dalam jangka 1 tahun.
Jurnal :
Db. Bank Bendahara penerimaan Rp 99.000.000
Db. Biaya Provisi Rp 1.000.000
Kr. Utang Bank ABC Rp 100.000.000
a. Definisi
Utang Non-Bank adalah kewajiban kepada pihak lain selain Bank yang timbul dari kegiatan BLU.
5.2.1.4. PENERIMAANDARI PINJAMAN UTANG
5.2.1.4.1. UTANG BANK
128
b. Penjelasan
Utang non bank merupakan kewajiban kepada pihak lain yang timbul dari kegiatan operasional BLU, contohnya pembelian asset tetap yang belum dilunasi. Utang bank marupakan kewajiban kepada bank yang timbul dari pinjaman bank yang diterima BLU
c. Pengakuan dan Pengukuran
a) Utang non bank dicatat pada saat BLU menerima tagihan atas pinjaman dari pihak lain atas kewajiban yang belum dilunasi. b) Utang non bank berkurang atau dikeluarkan dari pembukuan ketika
BLU melakukan pembayaran kepada pihak pemberi dana / barang tersebut.
d. Contoh Ilustrasi
Tanggal 15 Agustus 2016 BLU Sambilegi membeli asset tetap (mobil ambulance baru) seharga Rp 150.000.000 dari Bapak Dino.
Jurnal :
Db. Asset tetap - Ambulance Rp 150.000.000
Kr. Utang-Bapak Dino Rp 150.000.000
a. Definisi
Penarikan jasa giro adalah penarikan sejumlah dana dari rekening giro yang dimiliki BLU.
b. Penjelasan
Giro pada umumnya terdiri dari rekening giro bank dalam bentuk rupiah.
c. Pengakuan dan Pengukuran
a) Giro pertama kali dicatat ketika pembukuan rekening giro bank sebesar jumlah rupiah yang disetor untuk giro.
b) Pengurangan dalam rekening giro bank dicatat pada saat diterima laporan dari bank sebesar jumlah yang tercatat dalam rekening tabungan
c) Giro bank tidak lagi dicatat apabila rekening giro telah ditutup.
5.2.1.5. PENARIKAN DARI BANK
129
d. Contoh Ilustrasi
Tanggal 6 Juli 2016 BLU Sambilegi menarik dana sejumlah Rp 9.000.000 dari rekening giro di bank ABC.
Jurnal :
Db. Kas di Bendahara penerimaan Rp 9.000.000
Kr. Giro-Bank ABC Rp 9.000.000
a. Definisi
Penarikan jasa tabungan adalah penarikan sejumlah dana dari rekening tabungan yang dimiliki BLU.
b. Penjelasan
Tabungan pada umumnya terdiri dari rekening tabungan bank dalam bentuk rupiah.
c. Pengakuan dan Pengukuran
1) Tabungan pertama kali dicatat ketika pembukuan rekening tabungan bank sebesar jumlah rupiah yang disetor untuk tabungan tabungan.
2) Pengukuran dalam rekening tabungan bank dicatat pada saat diterima laporan dari bank sebesar jumlah yang tercatat dalam rekening tabungan 3) Tabungan bank tidak lagi dicatat apabila rekening tabungan telah ditutup.
d. Contoh Ilustrasi
Tanggal 6 Juli 2016 BLU Sambilegi menarik dana sejumlah Rp 700.000 dari rekening tabungan di bank ABC.
Jurnal :
Db. Kas Bendahara penerimaan Rp 700.000
Kr. Tabungan - Bank ABC Rp 700.000
a. Definisi
Penarikan Deposito adalah penarikan sejumlah dana dari rekening Deposito yang dimiliki BLU.
5.2.1.5.2. PENARIKAN TABUNGAN
130
b. Penjelasan
Deposito pada umumnya terdiri dari rekening tabungan bank dalam jangka waktu tertentu
c. Pengakuan dan Pengukuran
a) Deposito pertama kali dicatat ketika pembukuan rekening Deposito bank sebesar jumlah rupiah yang disetor untuk Deposito.
b) Bunga deposito diakui sebagai penghasilan lain pada saat diterimanya. Masuk dalam rekening giro/tabungan, atau menambah nilai deposito.
c) Deposito tidak lagi dicatat apabila rekening Deposito ketika telah ditutup.
d. Contoh Ilustrasi
Tanggal 8 Juli 2016 BLU Sambilegi menarik deposito di bank ABC sebesar Rp 50.000.000
Jurnal :
Db. Kas di bendahara penerimaan Rp 30.000.000
Kr. Deposito - Bank ABC Rp 30.000.000
a. Definisi
Penerimaan diterima di muka adalah sejumlah penerimaan atau penerimaan sejumlah tertentu yang dibayarkan di awal sebelum pelayanan kepada pihak lain selesai.
b. Pengakuan dan Pengukuran
a) Penerimaan diterima di muka dicatat pada saat penerimaan tersebut diterima.
b) Pengakuan penerimaan diterima di muka dicatat disetiap periode sesuai dengan perhitungan jumlah penerimaan yang diterima dalam jangka waktu pemanfaatan penerimaan.
131
c. Contoh Ilustrasi
Tanggal 1 Februari 2016 BLU Sambilegi menerima jasa sewa lahan kantin untuk masa satu tahun sebesar Rp 2.000.000
Jurnal :
Db. Kas Bendahara Penerimaan Rp 2.000.000
Kr. Pendapatan diterima dimuka Rp 2.000.000
Pengeluaran di dalam pos keuangan terdiri pos-pos sebagai berikut: 1.Pembelian Persediaan 2.Pembayaran Kewajiban 3.Pembelian Aset 4.Pembayaran Biaya 5.Penghapusan Piutang 6.Setoran ke Bank
7.Pemindahan Saldo Rekening 8.Stock Opname Persediaan 9.Biaya Dibayar di Muka
a. Definisi
Persediaan adalah barang dagangan yang dimiliki BLU yang dibeli secara tunai.
b. Penjelasan
1) Persediaan merupakan barang dagangan yang dibeli oleh BLU untuk tujuan dijual kembali.
2) Pembelian persediaan dapat diklasifikasikan menjadi:
Pembelian dengan skema freight on board (FOB) shipping point yaitu risiko pembelian atas barang beralih dari penjual kepada pembeli ketika barang keluar dari gudang penjual.