BAB III PEMBAHASAN
E. Kinerja Karyawan di BRI Unit Bantul
E. Kinerja Karyawan di BRI Unit Bantul
Pada hakikatnya kinerja karyawan merupakan salah satu faktor penting tercapainya tujuan suatu perusahaan. Sedang kinerja karyawan akan tercapai apabila ada disiplin kerja dari diri sendiri. Berdasarkan penelitian yang
54
dilakukan oleh peneliti di BRI Unit Bantul ada beberapa langkah-langkah dalam upaya meningkatkan kinerja pegawai diantaranya:
1. Perusahaan memberikan pendidikan atau pelatihan kepada setiap karyawan, diharapkan dengan diberikannya pendidikan atau pelatihan ini mampu meningkatkan kinerja pegawai untuk lebih bersungguh-sungguh dan selalu semangat dalam melakukan pekerjaannya.
2. BRI memberikan penghargaan kepada karyawan dengan adanya insentif dari hasil laba yang diperoleh setiap tahun. Diharapkan dengan diberikan insentif ini dapat meningkatkan kinerja karyawan lebih baik lagi dengan jalan mendorong atau merangsang agar karyawan bekerja lebih bersemangat dan cepat, serta bekerja lebih disiplin. Tujuan dari pemberian insentif ini adalah sebagai balas jasa kepada karyawan, mendorong semangat kerja karyawan, memberikan kepuasan kepada karyawan, untuk mempertahankan karyawan yang berprestasi agar tetap berada dan loyal terhadap perusahan, dan untuk menambah penghasilan karyawan sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.60
3. Alat dan fasilitas kerja
Ketersediaan alat dan sarana yang memadai penting bagi karyawan dalam mewujudkan kinerja terbaiknya. Dukungna alat dan sarana bagi karyawan dapat memudahkan setiap karyawan menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan waktu yang ditargetkan.
60
55
Menurut ibu Desi Karlina selaku customer service BRI Unit Bantul dalam menjalankan tugasnya, karyawan BRI Unit Bantul membutuhkan alat untuk menunjang pekerjaannya. Khususnya seorang customer service harus memiliki fasilitas untuk menunjang tugasnya sebagai customer
service, seperti printer dan kertas untuk mencetak sesuai dengan
kebutuhan yang diperlukan oleh seorang customer service. Misal pada saat pelayanan seorang customer cervice ingin mencetak data nasabah, printer yang akan digunakan mengalami kerusakan atau kehabisan tinta atau saat ingin mencetak kertas persediaan habis maka pekerjaan
customer service pun bisa tertunda61.
Adanya balas jasa yang sesuai di BRI Unit Bantul membuat karyawan lebih bersemangat lagi dalam bekerja, karena mereka merasa dihargai dalam melaksanakan pekerjaannya. Serta fasilitas kerja yang memadai membuat karyawan lebih cepat dan tepat dalam melaksanakan setiap pekerjaan mereka.
F. Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan di BRI Unit
Bantul
Pengaruh dari disiplin kerja terhadap kinerja karyawan di BRI Unit Bantul Kanca Metro, memiliki pengaruh yang baik bagi perkembangan BRI Unit Bantul itu sendiri dan juga berpengaruh baik untuk karyawannya. Penerapan disiplin kerja dalam kinerja karyawan di BRI Unit Bantul sudah
61
56
diterapkan sebelum awal kegiatan perbankan dimulai, yaitu dengan melakukan do‟a bersama sebelum aktivitas dilakukan. Kegiatan ini merupakan salah satu hal yang harus dilakukan oleh setiap insan BRI (pegawai/karyawan yang bekerja di BRI), yang sudah tertuang dalam 20 tindakan budaya kerja BRI. Karena melakukan berdo‟a bersama di pagi hari menandakan bahwa mereka bekerja bukan hanya untuk mencari kekayaan finansial semata, tetapi juga sebagai wujud syukur insan BRI karena masih diberi kesempatan mencari rezeki di BRI Unit Bantul Metro.
Setelah berdo‟a bersama, biasanya di BRI Unit Bantul melakukan breafing pagi, baik itu memberikan motivasi, memberikan arahan, atau mengingatkan kembali para karyawan tentang kedisiplinan ataupun tentang pekerjaan-pekerjaan (job desc) mereka.
Pengaruh dari kedisiplinan itu sendiri menurut ibu Rita Dwiyani S. selaku Customer Service ialah karyawan melakukan pekerjaannya lebih sistematis, karyawan bekerja lebih fokus, dan disiplin kerja berpengaruh terhadap penilaian atasan. Apabila karyawan melaksanakan disiplin dengan baik terutama frontliner akan lebih mudah mengatur pekerjaannya, karena pekerjaannya berhadapan langsung dengan nasabah62. Frontliner adalah fungsi jabatan atau pekerjaan dalam sebuah bank/perusahaan jasa lainnya yang bertugas melayani nasabah secara langsung. Jenis posisi/jabatan yang dapat
62
57
dikategorikan Frontliner dalam sebuah bank termasuk diantaranya: Customer
Service dan Teller.63
Menurut bapak Rama Rihandi selaku Customer Service apabila karyawan tidak melaksanakan disiplin dalam bekerja maka pekerjaan akan kurang maksimal, mendapat teguran dari atasan, dan pekerjaan banyak yang tertunda atau bahkan bisa diindikasikan sebagai kinerja tidak cakap64.
Menurut bapak Tri Antoro selaku satpam mengatakan bahwa apabila tidak melakukan disiplin kerja maka kontrak dengan pimpinan bisa diputus, mendapat teguran secara lisan, apabila terus menerus mendapat teguran akan mendapatkan surat peringatan (SP1, SP2, SP3)65.
Adapun menurut ibu Resti Larasati menambahkan bahwa apabila sebagai karyawan BRI tidak melaksanakan pekerjaan sesuai dengan 20 tindakan budaya kerja BRI maka resikonya akan menimpa diri sendiri. Hukumannya apabila karyawan tidak disiplin akan mendapat teguran lisan, apabila ditegur masih saja seperti itu maka akan mendapat surat perintah tertulis, apabila masih begitu terus maka akan mendapat peringatan. Apabila sering mendapat peringatan suatu saat apabila karyawan tersebut ada keperluan misalnya saja naik jabatan, naik gaji, dll, maka nanti semua itu akan disita66.
Maksud dari disita di sini ialah apabila ada karyawan yang tidak disiplin dalam bekerja, suatu saat apabila karyawan tersebut mendapatkan
63
www.jobdesc.net, tugas dan job deskripsi Frontliner, CS, Teller, diunduh pada tanggal 20 Januari 2018.
64
Wawancara dengan bapak Rama Rihandi, Customer Service, pada 10 April 2017.
65
Wawancara dengan bapak Tri Antoro, Satpam, pada 10 April 2017.
66
58
untuk mendapat kenaikan jabatan atau kenaikan gaji, maka karyawan tersebut tidak bisa mendapatkannya (tidak bisa naik jabatan atau naik gaji).
Beberapa upaya yang dilakukan pimpinan dalam pemecahan masalah yang timbul dari pelaksanaan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan diantaranya:
1. Sikap dan Etika Kerja Karyawan
Sikap dan etika kerja yang saling menghormati antar karyawan, akan membuat karyawan menjadi betah untuk bekerja dan nyaman kerena mendapat respon baik, adanya kerja sama yang kuat antar karyawan agar terhindar dari kesalah pahaman. Pimpinan BRI Unit Bantul selalu mengingatkan kepada karyawannya agar memiliki sikap “entengan” kepada sesama karyawan BRI Unit Bantul.
2. Ketegasan Pimpinan
Ketegasan pimpinan dalam melakukan tindakan akan mempengaruhi kedisiplinan pegawai. Pimpinan harus berani dan tegas bertindak untuk selalu mengingatkan, memotivasi, menegur, bahkan memberikan hukuman kepada karyawan yang indisipliner sesuai dengan sanksi yang telah ditetapkan. Dengan demikian, pimpinan akan memelihara kedisiplinan karyawannya67.
Berdasarkan pemaparan hasil wawancara di atas peneliti mencoba menjelaskan bahwa sikap dan etika kerja karyawan harus terus ditingkatkan. Apabila moral pekerja tersebut baik, maka besar kemungkinan karyawan
67
59
tersebut berdisiplin dalam bekerja. Selain itu, dengan sikap saling menghormati, baik menghormati antar sesama karyawan maupun dengan atasan akan menimbulkan repon yang positif dari semua pihak, sehingga kecil kemungkinan terjadi perselisihan antara satu karyawan dengan karyawan yang lain karena adanya sikap saling menghormati.
Selain itu dengan budaya “entengan” atau dalam bahasa Indonesia dapat diartikan saling membantu, diterapkan didalam melaksanakan kerja di BRI Unit Bantul guna untuk menciptakan rasa peduli terhadap sesama karyawan. Apabila karyawan yang satu membutuhkan bantuan maka karyawan yang lain siap membantu agar pekerjaan dapat terselesaikan dengan cepat dan tepat waktu.
Adapun mekanisme pengelolaan pekerja dengan kinerja tidak cakap: 1. Tahap 1
Pekerja yang memenuhi criteria indikasi kinerja tidak cakap berdasarkan penilaian tim Pembina ditetapkan sebagai pekerja dengan status indikasi kinerja tidak cakap, diberikan surat pemberitahuan indikasi tidak cakap. 2. Tahap 2
Pembinaan pekerja dengan status indikasi kinerja tidak cakap selama 6 bulan.
a. Pemberian target
60
b. Pembinaan oleh tim Pembina
Dengan metode yang disesuaikan dengan penyebab pekerja terindikasi tidak cakap yang dituangkan dalam berita acara pembinaan. Metode yang dapat dialakukan yaitu coaching, counseling, training, rotasi atau metode lain.
c. Evaluasi
Oleh tim pembina yang dituangkan dalam berita acara evaluasi pekerja.
Tindak lanjut hasil evaluasi tahap 2 ialah: 1) Mencapai target
Status indikasi kinerja tidak cakap berakhir dan pekerja dapat bekerja pada jabatan semula atau setingkat.
2) Belum mencapai target
Ditetapkan sebagai pekerja dengan kinerja tidak cakap dan berlanjut ke tahap 3.
3. Tahap 3
Pembinaan pekerja dengan kinerja tidak cakap selama 6 bulan. a. Pemberian target
Dituangkan di berita acara b. Pembinaan oleh tim Pembina
Dengan metode yang disesuaikan dengan penyebab pekerja terindikasi tidak cakap yang dituangkan dalam berita acara pembinaan. Metode
61
yang dapat dialakukan yaitu coaching, counseling, training, rotasi atau metode lain.
c. Evaluasi
Oleh tim Pembina yang dituangkan dalam berita acara evaluasi pekerja.
Tindakan lanjut hasil evaluasi tahap 3 ialah: 1) Mencapai target
Status kinerja tidak cakap berakhir dan pekerja dapat bekerja pada jabatan semula atau setingkat.
2) Belum mencapai target
Pekerja dilakukan pemutusan hubungan kerja oleh pejabat yang berwenang.68
Jadi, berdasarkan beberapa pernyataan yang diungkapkan oleh para karyawan BRI Unit Bantul peneliti dapat menjelaskan sebagai berikut. Semangat disiplin secara keseluruhan para karyawan sudah mekasanakan disiplin kerja dengan baik sesuai dengan budaya kerja yang ada di BRI. Dari pelaksanaan disiplin kerja akan menjadi patokan bagi atasan untuk menilai kinerja karyawan apakah karyawan tersebut disiplin atau kurang disiplin. sehingga dapat diketahui bahwa disiplin kerja berpengaruh dalam kinerja karyawan yaitu salah satunya menjadi acuan oleh pimpinan untuk memberikan penilaian terhadap kinerja karyawan.
68
SK Direksi BRI Nokep. S.1 16-DIR/KPS/12/2014 tanggal 22 Desember 2014 tentang Pekerja Dengan Kinerja Tidak Cakap PT. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk.
62
Berdasarkan wawancara dengan karyawan mereka juga menyebutkan bahwa pengaruh dari disiplin kerja yaitu pekerjaan lebih terarah, karyawan bekerja lebih fokus, dan sistematis dalam melaksanakan pekerjaan.
Fasilitas yang ada sudah memadai, sehingga pekerjaan para pegawai bisa teraksana tepat waktu tidak sampai menggangu kinerja pegawai. Fasilitas yang memadai dapat menunjang hasil kerja yang optimal. Karena tidak akan cepat terselesaikan suatu pekerjaan apabila fasilitas yang dibutuhkan tidak terpenuhi. Sehingga apabila fasilitas kurang dapat mengganggu kelancaran karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya dengan tepat waktu.
Kinerja karyawan diharapkan sudah dilaksanakan sesuai dengan SOP yang telah diberikan oleh perusahaan. Dalam melaksanakan pekerjaannya karyawan dituntut harus sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh perusahaan. Dalam arti lain, akan baik suatu kinerja karyawan apabila patuh pada peraturan yang berlaku, hal ini mencerminkan bahwa disiplin karyawan tersebut juga baik. Begitu pula sebaliknya, apabila karyawan tidak menjalankan tugasnya sesuai dengan ketetapan dari perusahaan maka kinerjanya pun akan kurang maksimal. Hal ini mencerminkan bahwa karyawan tersebut kurang disiplin.
BAB IV PENUTUP
63
Berdasarkan penelitian yang dilakukan peneliti dapat diambil kesimpulan bahwa kedisiplinan merupakan salah satu hal yang penting dalam suatu perusahaan, karena bila tingkat kedisiplinan karyawan semakin baik maka akan semakin tinggi kinerja karyawan. Pekerjaan tanpa kedisiplinan dari karyawan maka akan sangat sulit bagi perusahaan untuk mencapai hasil yang optimal. Rata-rata karyawan di BRI Unit Bantul sudah disiplin, namun juga masih ada karyawan yang kurang disiplin.
Pengaruh dari kedisiplinan itu sendiri sesuai yang dikatakan oleh karyawan BRI ialah karyawan melakukan pekerjaannya lebih sistematis, lebih terarah, karyawan bekerja lebih fokus, dan disiplin kerja berpengaruh terhadap penilaian atasan. Hal ini dapat diartikan bahwa disiplin kerja merupakan salah satu acuan yang menjadi dasar penilaian oleh atasan.
B. Saran
Berdasarkan penelitian yang telah peneliti lakukan, maka peneliti akan memberikan beberapa saran, peneliti berharap saran ini bisa menjadi bahan penimbang untuk dijadikan sebagaii masukan. Adapun saran yang peneliti berikan yaitu:
64
a. Diharapkan setiap karyawan memiliki sikap dan etika kerja serta saling menghormati antar karyawan lain sehingga terjalin hubungan kerja yang baik dan menunjang kedisiplinan dan kinerja karyawan karena adanya usaha saling menghormati dan saling mengingatkan kepada karyawan yang lain.
b. Diupayakan agar pimpinan tetap tegas pada setiap karyawan untuk melaksanakan disiplin. Berdisiplin waktu sangat penting dan akan berdampak pada kinerja karyawan serta tugas-tugas yang diberikan agar mendapatkan hasil yang maksimal, tidak menunda-nunda pekerjaan, sehingga saat ada tugas berikutnya, tugas yang sebelumnya sudah diselesaikan tepat pada waktunya.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2010. Metode Penelitian dalam Teori dan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Bungin, Burhan. 2013. Metodelogi Penelitian Sosial & Ekonomi. Jakarta: Prenada Media Group.
Departemen Agama RI. 2006. Al- Qur’an dan Terjemahnya. Surabaya: Karya Agung.
E -Book Budaya Kerja BRI. 2015. (PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero)Tbk. Handoko, T. Hani. 2014 Manajemen Personalia dan Sumberdaya Manusia.
Yogyakarta: BPFE Anggota IKAPI.
Hasibuan, Malayu S.P. 2016. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Kartono, Kartini. 1996. Pengantar Metodologi Riset Sosial. Bandung: cv.Mandar Maju.
Mangkunegara, A.A. Anwar Prabu. 2007. Evaluasi Kinerja SDM. Bandung: Refika Aditama.
Moleong, Lexi J. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset.
Morissan. 2012. Metode Penelitian Survei. Jakarta:Kencana.
Muhammad. 2008 Metodologi Penelitian Ekonomi Islam Pendekatan Kuantitatif. Jakarta: PT. Raja Grafido Persada.
Murcitaningrum, Suraya. 2013. Metodologi Penelitian Ekonomi Islam. Yogyakarta: Prudent Media.
Siagian, Sondang P. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.
Sinambela, Lijan Poltak. 2016. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Subagyo, P. Joko. 2011. Metode Penelitian dalam Teori dan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Sudjana, Nana. 2011. Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Sutrisno, Edi. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Kencana.
Website:
account-officer.blogspot.com, diunduh pada tanggal 20 Januari 2018. www.bri.co.id diunduh pada tanggal 20 Maret 2017.
www.jobdesc.net, tugas dan job deskripsi Frontliner, CS, Teller, diunduh pada tanggal 20 Januari 2018.
OUTLINE TUGAS AKHIR
“PENGARUH DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA BRI UNIT BANTUL KANCA METRO”
HALAMAN SAMPUL HALAMAN JUDUL
HALAMAN PERSETUJUAN HALAMAN PENGESAHAN ABSTRAK
HALAMAN ORISINILITAS PENELITIAN HALAMAN MOTTO
HALAMAN PERSEMBAHAN HALAMAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah B. Pertanyaan Penelitian
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian D. Metode Penelitian
BAB II LANDASAN TEORI
A. Disiplin Kerja
1. Pengertian Disiplin Kerja
2. Indikator-Indikator Disiplin Kerja
3. Faktor-Faktor yang Mampengaruhi Disiplin Kerja B. Kinerja
1. Pengertian Kinerja 2. Penilaian Kinerja
3. Tujuan dan Manfaat Penilaian Kinerja
4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan C. Budaya Kerja BRI
BAB III PEMBAHASAN
A. Sejarah PT Bank Rakyat Indonesi (Persero)Tbk. Unit Bantul Kanca Metro
B. Visi dan Misi BRI
C. Struktur Organisasi BRI Unit Bantul D. Disiplin Kerja di BRI Unit Bantul E. Kinerja Karyawan di BRI Unit Bantul
F. Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan di BRI Unit Bantul
BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN Metro, Juli 2017 Peneliti,
Ranti Juwita Sari
ALAT PENGUMPUL DATA
PENGARUH DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA BRI UNIT BANTUL KANCA METRO
A. Wawancara Pihak Bank Rakyat Indonesia (persero)Tbk. Unit Bantul Kanca Metro
1. Wawancara dengan Ka Unit BRI Bantul
a. Bagaimana sejarah berdirinya PT Bank Rakyat Indonesia (persero)Tbk.?
b. Berapa jumlah karyawan yang bekerja di PT Bank Rakyat Indonesia (persero)Tbk. Unit Bantul Metro?
c. Bagaimana kedisiplinan karyawan setiap harinya ketika bekerja di PT Bank Rakyat Indonesia (persero)Tbk. Unit Bantul Metro?
d. Bagaimana kinerja karyawan setiap harinya ketika bekerja di PT Bank Rakyat Indonesia (persero)Tbk.Unit Bantul Metro?
e. Apakah karyawan telah melaksanakan pekerjaan sesuai dengan langkah-langkah kerja (standar operating procedure) yang telah diberikan oleh perusahaan?
f. Apa upaya yang dilakukan untuk mendisiplinkan karyawan BRI Unit Bantul?
2. Wawancara dengan karyawan BRI Unit Bantul (Customer Service, mantri, dan satpam)
a. Bagaimana peraturan perusahaan yang telah ditetapkan PT Bank Rakyat Indonesia (persero)Tbk.?
b. Bagaimana kondisi fasilitas kerja di PT Bank Rakyat Indonesia (persero)Tbk.Unit Bantul Metro?
c. Apa pengaruh disiplin dalam melaksanakan tugas di BRI Unit Bantul? d. Apa sanksinya apabila tidak disiplin dalam bekerja di BRI Unit
Bantul?
B. Observasi
1. Kondisi tempat dan lokasi PT Bank Rakyat Indonesia (persero)Tbk. Unit Bantul Metro
2. Sumber Daya Manusia (SDM) PT Bank Rakyat Indonesia (persero)Tbk. Unit Bantul Metro
a. Keadaan manager b. Keadaan karyawan
c. Budaya Kerja dan Kebiasaan Karyawan
3. Fasilitas PT Bank Rakyat Indonesia (persero)Tbk. Unit Bantul Metro a. Keadaan ruangan kantor
C. Dokumentasi
1. Standar Layanan PT Bank Rakyat Indonesia (persero)Tbk. 2. Budaya Kerja PT Bank Rakyat Indonesia (persero)Tbk.
3. Kinerja Tidak Cakap PT Bank Rakyat Indonesia (persero)Tbk.
Metro, Juli 2017 Menyetujui,
Pembimbing,
Dra.Siti Nurjanah, M.Ag
RIWAYAT HIDUP
Penulis bernama Ranti Juwita Sari, dilahirkan di Sritejo Kencono, pada tanggal 29 September 1996, anak pertama dari dua bersaudara, dari pasangan Bapak Pribadi dan Ibu Supartini. Penulis telah menyelesaikan pendidikan, SD Negeri 4 Sritejo Kencono pada tahun 2008, SMP Negeri 1 Kota Gajah pada tahun 2011, SMA Negeri 1 Pekalongan pada tahun 2014, dan pada tahun 2014 penulis tercatat sebagai mahasiswa program D-III Perbankan Syari‟ah di IAIN Metro.
Pada akhir perjalanan studi penulis di program D-III Perbankan Syari‟ah IAIN Metro, penulis mempersembahkan Tugas Akhir (TA) yang berjudul: PENGARUH DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA BRI UNIT BANTUL KANCA METRO.