• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LINGKUP PENELITIAN

2.3. Kinerja Karyawan

2.3.1. Pengertian Kinerja Karyawan

Menurut Mangkunegara (2014:67), Kinerja adalah prestasi kerja atau hasil kerja (output) baik berkualitas maupun kuantitas yang di capai SDM persatuan periode waktu dalam melaksanakan tugas kerjanya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

Bernardin dan Russel dalam Sutrisno (2013:150), mendefinisikan tentang kinerja (prestasi kerja) adalah catatan hasil-hasil yang diperoleh dari fungsi-fungsi pekerjaant ertentu atau kegiatan tertentu selama kurun waktu tertentu.

Berdasarkan kesimpulan menurut beberapa ahli Kinerja adalah kegiatan yang dilakukan karyawan dalam melangsanakan tugas yang telah ditentukan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan.

2.3.2. Manfaat Kinerja Karyawan

Menurut Rivai (2013: 315) manfaat kinerja pada dasarnya meliputi :

a. Perbaikan prestasi, dalam bentuk kegiatan untuk meningkatkan prestasi karyawan.

b. Keputusan penempatan, membantu dalam promosi, perpindahan dan penurunan pangkat pada umumnya.

c. Sebagai perbaikan kinerja karyawan.

d. Sebagai latihan dan pengembangan karyawan.

e. Umpan balik sumber daya manusia. Prestasi yang baik atau buruk diseluruh perusahaan mengidentifikasikan seberapa baik Sumber Daya Manusianya berfungsi.

Berdasarkan pendapat ahli di atas maka disimpulkan bahwa manfaat kinerja diantaranya perbaikan prestasi, keputusan penempatan, pebaikan kinerja, latihan dan pengembangan serta unpan balik sumber daya manusia.

23

2.3.3. Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kinerja

Terdapat beberapa faktor yang mampu memengaruhi kinerja karyawan. Berbagai faktor ini sangat penting untuk diperhatikan agar kinerja karyawan tidak menurun demi kelancaran bisnis. berikut ini adalah berbagai faktor yang mampu memengaruhi kinerja karyawan menurut Kasmir (2016:188) yaitu:

a. Kemampuan dan keahlian yaitu merupakan kemampuan atau skill yang di miliki seseorang dalam melakukan suatu pekerjaan.

b. Pengetahuan yaitu merupakan pengetahuan tentang pekerjaan.

c. Rancangan kerja yaitu merupakan pekerjaan yang akan memudahkan karyawan dalam mencapai tujuannya.

d. Kepribadian yaitu merupakan kepribadian seseorang atau karakter yang dimilki seseorang setiap orang memiliki kepribadian atau karakter yang berbeda satu sama lainnya.

e. Motivasi kerja yaitu merupakan dorongan bagi seseorang untuk melakukan pekerjaan.

f. Kepemimpinan yaitu merupakan perilaku seseorang pemimpin dalam mengatur, mengelola dan memerintah bawahannya untuk mengerjakan sesuatu tugas dan tanggung jawab yang di berikannya.

g. Gaya kepemimpinan yaitu merupakan gaya atau sikap seseorang pemimpin dalam menghadapi atau memerintahkan bawahannya.

h. Budaya organisasi yaitu merupakan kebiasaan – kebiasaan atau norma – norma yang berlaku dan dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan.

i. Kepuasan kerja yaitu merupakan perasaan senang atau gembira atau perasaan suka seseorang sebelum dan setelah melakukan suatu pekerjaan.

j. Lingkungan kerja yaitu merupakan suasana atau kondisi di sekitar lokasi tempat bekerja. Lingkungan kerja dapat berupa ruangan, layout, sarana dan prasarana, serta hubungan kerja dengan sesama rekan kerja. Jika lingkungan kerja dapat membuat suasana nyaman dan memberikan ketenangan maka akan membuat suasana kerja menjadi kondusif, sehingga dapat meningkankan hasil kerja seseorang menjadi lebih baik, karena bekerja tanpa gangguan.

k. Loyalitas yaitu merupakan karyawan untuk tetap bekerja dan membela perusahaan di mana tempatnya bekerja.

l. Komitmen yaitu merupakan kepatuhan karyawan untuk menjalankan kebijakan atau peraturan perusahaan dalam bekerja.

24

m. Disiplin kerja yaitu merupakan usaha karyawan untuk menjalankan aktivitas kerjanya secara bersungguh – sungguh. Disiplin kerja dalam hal ini dapat berupa waktu, misalnya masuk kerja selalu tepat waktu

Berdasarkan pendapat ahli di atas salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja adalah disiplin kerja yang akan di uji dalam penelitian ini sebagai variabel bebas.

2.3.4. Dimensi Kinerja

Menurut Mangkunegara (2015:67) mengatakan yang terjadi dalam dimensi ini adalah sebagai berikut:

a. Kualitas Kerja

Kualitas merupakan tingkatan dimana hasil akhir yang dicapai mendekati sempurna dalam arti memenuhi tujuan yang diharapkan, kulaitas kerja dapat di tunjukkan dengan kerapihan, ketelitian, ketertarikan hasil kerja dengan tidak mengabaikan volume pekerjaan.

b. Kuantitas Kerja

Kuantitas adalah jumlah yang dihasilkan yang dinyatakan dalam istilah sejumlah unit kerja ataupun merupakan jumlah siklus yang dihasilkan. Kuantitas kerja dapat di tunjukkan dengan banyaknya jumlah jenis pekerjaan yang dilakukan dalam suatu waktu sehingga efisiensi dan efektifitas dapat terlaksana sesuai dengan tujuan perusahaan.

c. Kerjasama

Sebagai makhluk sosial, sudah sepatutnya setiap manusia saling membantu dan bekerja sama. kerja sama sebagai kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh beberapa orang (lembaga, pemerintah, dan sebagainya) untuk mencapai tujuan bersama. Kesediaan karyawan untuk berpartisipasi dengan karyawan yang lain secara vartikal dan horizontal baik didalam maupun diluar pekerjaan sehingga pekerjaan akan semakin baik.

d. Tanggung Jawab

Tanggung jawab adalah sikap atau perilaku untuk melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh dan siap menanggung segala risiko dan perbuatan. Dalam penelitian ini tanggung jawab dalam kinerja dengan menunjukan seberapa besar karyawan dalam menerima dalam melaksanakan pekerjaanya mempertanggung

25

jawabkan hasil kerja serta sarana dan prasarana yang digunakan dan perilaku kerjanya setiap hari.

e. Inisiatif

Kemampuan inisiatif adalah melakukan sesuatu atau bekerja tanpa harus diberi tahu terlebih dahulu apa yang harus dilakukan. Secara sederhana, seseorang dengan kemampuan ini sudah pasti banyak akal atau resourceful. Dengan kemampuan ini, seseorang tidak akan pernah berhenti belajar dan terus berusaha untuk mengembangkan dirinya. Ketika menunjukkan inisiatif di dalam dunia kerja, kamu akan memecahkan suatu masalah yang mungkin tidak terlalu diperhatikan orang lain, terus mencari ide-ide yang bagus, dan lain-lain. Pada dasarnya, kemampuan inisiatif juga termasuk ke dalam kemampuan manajemen diri atau self management. Kemampuan ini sendiri dapat dikembangkan secara sendiri secara perlahan-lahan. Dengan inisiatif, dipastikan produktivitas kerja akan meningkat dan kemungkinan besar orang-orang di lingkungan akan menyukai sosok kepribadian. Adanya inisitaif dari dalam diri anggota perusahaan untuk melakukan pekerjaan serta mengatasi masalah dalam pekerjaan tanpa menunggu perintah.

Berdasarkan pendapat para ahli di atas dimensi kinerja meliputi kualitas kerja, kuantitas kerja, kerja sama, tanggung jawab, dan inisiatif yang akan menjadi alat ukur dalam penelitian ini.

Dokumen terkait