• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LINGKUP PENELITIAN

3.8. Teknik Analisis Data

r = Nilai rentabilitas

Si = Varians skor tiap item pertanyaan St = Varians total

K = Jumlah item pertanyaan Kriteria keputusan:

Jika r hitung < r tabel (table product moment), maka tolak ukur tidak reliabel.

Jika r hitung > r tabel, maka alat ukur reliable

3.8. Teknik Analisis Data 3.8.1 Analisis Deskriptif

Menurut Sugiyono (2014:21) analisis deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Teknik analissi deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan variabel disiplin kerja (X) dan kinerja Karyawan (Y) dengan cara menghitung rata-rata (mean) dari masing-masing variabel penelitian.

Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner secara langsung kepada karyawan PT Sumhing Indonesia. Dari beberapa jawaban dari pernyataan yang diberikan oleh penulis kepada karyawan PT Sumhing Indonesia selanjutnya dilakukan penyusunan kriteria penilaian sebagai berikut:

42

a. Nilai komulatif adalah jumlah setiap jawaban yang berasal dari 50 orang karyawan.

b. Persentase adalah nilai kumulatifyang dikali 100%

c. Total kumulatif terbesar = 50 x 5 = 250 d. Total kumulatif terkercil = 50 x 1 = 50

e. Nilai persentase terbesar = (250/250) x 100% = 100%

f. Nilai persentasi terkecil = (50/250) x 100% = 20%

g. Interval pada skala pengukuran = 100% - 20% = 80% / 5 = 16.

Sehingga kriteria persentase adalah sebagai berikut:

Tabel 3. 3 Tabel Interpretasi Skor

No Persentase Penilaian Kriteria

1 20% - 36% Sangat Tidak Baik

2 >36% - 52% Tidak Baik

3 >52% - 68% Ragu – Ragu

4 >68% - 84% Baik

5 >84% - 100% Sangat Baik

Sumber: Hasil Olahan Peneliti (2022)

Berdasarkan tabel di atas dapaat dilihat bahwa garis kontinum sebagai berikut:

Gambar 3.2 Presentase Dalam Garis Kontinu Sumber: Hasil Olahan Penulis (2022) 3.8.2. Method of Succesive Internal (MSI)

Mentransformasi data ordinal menjadi data interval gunanya untuk memenuhi sebagian dari syarat analisis parametrik yang mana data setidaknya berskala interval.

MSI (Methode of Successive Interval) merupakan teknik trasnsformasi yang paling sederhana. menurut Riduwan & Kuncoro (2017:30) langkah-langkah transformasi data ordinal ke data interval yaitu:

a. Perhatikan setiap butir jawaban responden dari angket yang disebarkan.

43

b. Tentukan seberapa banyak orang yang mendapatkan skor 1,2,3,4,5 dari setiap butir pertanyaan pada kuesioner yang disebut dengan frekuensi.

c. Setiap frekuensi dibagi dengan banyaknya responden dan hasilnya disebut proporsi.

d. Menentukan nilai proporsi kumulatif dengan jalan menjumlahkan nilai proporsi secara berurutan perkolom skor.

e. Menggunakan Tabel Distribusi Normal, hitung nilai Z tabel untuk setiap proporsi kumulatif yang diperoleh.

f. Tentukan nilai tinggi densitas untuk setiap nilai Z yang diperoleh (menggunakan Tabel Tinggi Densitas).

g. Menentukan nilai skala (NS) dengan rumus:

Keterangan:

Density at lower limit = kepadatan batas bawah Density at upper limit = kepadatan batas atas Area below upper limit = daerah dibawah batas atas Area below upper limit = daerah dibawah batas bawah h. Menentukan nilai transformasi (Y) dengan rumus:

π‘Œ = 𝑁𝑆 + [1 + |[𝑁𝑆]_π‘šπ‘–π‘›|]

3.8.3. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas

Menurut Ghozali (2016;154) uji normalitas dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel independen dan variabel dependen atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Apabila variabel tidak berdistribusi secara normal maka hasil uji statistik akan mengalami penurunan. Uji normalitas data dapat dilakukan dengan menggunakan One Sample Kolmogorov Smirnov yaitu dengan ketentuan apabila nilai signifikan diatas 0,05 maka data terdistribusi normal. Sedangkan jika hasil One Sample Kolmogorov Smirnov menunjukkan nilai signifikan dibawah 0,05 maka data tidak terdistribusi normal.

b. Uji Heteroskedastisitas

44

Menurut Priyatno (2014:147) uji heteroskedastisitas adalah varian residual yang tidak sama pada semua pengamatan di dalam model regresi. Regresi yang baik seharusnya tidak terjadi heteroskedastisitas. Pada penelitian ini dilakukan uji heteroskedastisitas dengan metode grafik, yaitu dengan melihat pola titik-titik pada grafik regresi. Dasar kriterianya dalam pengambilan keputusan, yaitu:

1) Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk suatu pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka terjadi heteroskedastisitas

2) Jika tidak ada pola yang jelas, seperti titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

3.8.4. Uji Regresi Linear Sederhana

Analisis regresi linier sederhana adalah hubungan secara linier antara satu variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y). Analisis ini digunakan untuk memprediksi nilai dari variabel dependen (Y) apabila nilai variabel independent (X) mengalami kenaikan atau penurunan dan untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dan variabel dependen, apakah positif atau negatif.

Adapun bentuk persamaan dari regresi linier sederhana ini adalah sebagai berikut:

keterangan:

Y = A + b X + Ι› Y = Return On Asset (nilai yang diprediksikan) a = Konstanta (apabila nilai X = 0)

b = Koefisien regresi sederhana

X = Perputaran Modal Kerja (nilai variabel independen) Ι› = standard error

3.8.5. Uji t

Uji t (t-test) melakukan pengujian terhadap koefisien regresi secara parsial, pengujian ini dilakukan untuk mengetahui signifikansi peran secara parsial antara variabel independen terhadap variabel dependen dengan mengasumsikan bahwa variabel independen lain dianggap konstan.

Menurut Sugiyono (2014:250), menggunakan rumus:

45 Keterangan:

t = Distribusi t

r = Koefisien korelasi parsial r2 = Koefisien determinasi n = jumlah data

(t-test) hasil perhitungan ini selanjutnya dibandingkan dengan t tabel dengan menggunakan tingkat kesalahan 0,05. Kriteria yang digunakan adalah sebagai berikut:

H0 diterima jika nilai thitung ≀ ttabel atau nilai sig > Ξ± H0 ditolak jika nilai thitung > ttabel atau nilai sig < Ξ±

Rancangan pengujian hipotesis statistik ini untuk menguji ada tidaknya pengaruh antara variabel independent (X) yaitu Disiplin Kerja (X1), Lingkungan Kerja (X2), terhadap Kinerja karyawan (Y), adapun yang menjadi hipotesis dalam penelitian ini adalah:

Ho: Ξ² = 0: tidak terdapat pengaruh yang signifikan Ha: Ξ² β‰  0: terdapat pengaruh yang signifikan

3.8.6. Uji Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi (R2) adalah angka untuk menyatakan atau digunakan untuk mengetahui kontribusi atau sumbangan yang diberikan oleh sebuah variabel atau lebih X (bebas) terhadap variabel Y (terikat). Jadi koefisien determinasi adalah mengukur seberapa jauh kemampuan. variabel X mempengaruhi variabel Y.

Semakin besar koefisien determinasi maka semakin baik kemampuan X mempengaruhi Y.

46

DAFTAR PUSTAKA

Amstrong, M. (2009). Armstrong’s Handbook Of Performance Manajemen. An Evi Dence-Based

Arikunto, S. (2019). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka cipta.

Astuti, Eni Puji (2018) . Effect of Work Discipline on employee performance in the Office of Public Appraisal Services Herly, Ariawan and Partners. Pinisi Discretion Review

Dewi, Kartika (2017). Pengaruh Disiplin Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pt. Taspen (Persero) Kcu Medan. Universitas Sumatera Utara

Elianti (2020) Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Wajo. Universitas Muhammadiyah Makassar

Ghozali, Imam. (2013). Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program IBM SPSS.

Edisi 7. Semarang: Penerbit Universitas Diponegoro.

. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 21 Update PLS Regresi. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Gulo, Ferisman (2020). Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Perusahaan Daerah Air Minum Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara Cabang Tuasan Universitas Medan Area

Hartatik, Puji, Indah. (2018). Sumber Daya Manusia, Jogjakarta: Laksana Hasibuan, Malayu SP. (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT

Bumi Aksara.

. (2013). Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Revisi, PT.Bumi Aksara Jakarta.

. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Revisi. Jakarta:

Bumi Aksara.

. (2014). Manajemen Sumber Daya Manusia, Cetakan keempatbelas, Jakarta: Bumi Aksara

Iptian, Riut (2020). The Effect of Work Discipline and Compensation on Employee Performance. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding.

47

Kasmir. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia (Teori dan Praktik). Depok: PT Rajagrafindo Persada

Liyas, Jeli Nata (2017) Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Bank Perkreditan Rakyat. Al Masraf: Jurnal Lembaga Keuangan dan Perbankan

Mangkunegara. (2014). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan, Bandung:

PT. Remaja Rosdakarya.

. (2015). Sumber Daya Manusia Perusahaan. Cetakan kedua belas.

Bandung: Remaja Rosdakarya.

. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan, Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Mendropa, Khaula Anjelina (2018). Effect of Work Motivation and Discipline on Employee Performance of PT. Pos Indonesia Lubuk Pakam. Journal of Management Science (JMAS)

Muslimat, Ade (2021). Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Pos Indonesia Kantor Cipondoh. Jurnal PERKUSI (Pemasaran, Keuangan dan sumber daya manusia).

Nawawi Hadari. (2014). Manajemen Sumber Daya Manusia untuk bisnis yang kompetitif. Yogyakarta: Gajah Mada University Fress.

Prasetyo, Ery Teguh (2019). Pengaruh Disiplin Kerja dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal Inspirasi Bisnis dan Manajemen

Prawirosentono, Suyadi.(1999). Manajemen sumber Daya Manusia ( Kebijakan Kinerja Karyawan), Kiat membangun Organisasi Kompetitif menjelang Perdagangan Bebas Dunia. Edisi Pertama. Yogyakarta; BPFE

Rivai Dan Ella Sagala, (2013). Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan, Jakarta: Rajawali Pers.

Rivai, Veithzal dan Sagala, Ella Jauvani. (2015). Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan dari Teori ke Praktik. Jakarta: PT Raja Grafindo

Rivai, Veithzal, (2013), Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan Dari Teori Ke Praktek, Bandung: Rajagrafindo persada

Sari, R. N. I., & Hadijah, H. S. (2016). Peningkatan kinerja karyawan melalui kepuasan kerja dan disiplin kerja. Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran (JPManper), 1(1), 204-214.

Sedarmayanti. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia Reformasi Birokrasi Dan Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Bandung: PT. Refika Aditama.

48

Setiawan, Agung (2013). Pengaruh Disiplin Kerja Dan Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada Rumah Sakit Umum Daerah Kanjuruhan Malang. Jurnal Ilmu Manajemen

Sinambela. Lijan Poltak. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia: Membangun Tim Kerja yang Solid untuk Meningkatkan Kinerja, Jakarta: Bumi Aksara.

Siregar, Muhammad Luthfi (2021). The Influence Of Work Discipline And Communication On Employee Performance With Activity Satisfaction As An Intervening Variable On PT. Digdjaya Graha Development. International Journal of Business, Economics and Law

Siregar, Sofyan. (2014). Statistik Parametrik Untuk Penelitian Kuantitatif. Jakarta:

Bumi Aksara.

Stevanie, Jesyca (2018). Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Cv Dharma Utama Palembang. Universitas Sriwijaya

Sugiyono (2015). Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Bandung: Alfabeta.

(2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitataif dan Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.

Surajiyo (2021). Performance with Motivation as a Moderating Variables in the Inspectorate Office of Musi Rawas District. International Journal of Community Service & Engagement

Sutrisno, Edy. (2013). Manajemen Sumber Daya Manusia, Cetakan Kelima.

Yogyakarta: Prenada Media

Syafrina, N. (2017). Pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada PT.

Suka fajar Pekanbaru. Ekonomi Dan Bisnis: Riau Economic and Business Review, 8(4), 1-12.

Utari, Kania Teja (2019). Pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru. Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran

Vidia, Sasti (2017). Analisis Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pt Pelabuhan Indonesia Iv (Persero) Unit Terminal Petikemas Makassar.

Universitas Muhammadiyah Makasar

Wibowo. (2017). Manajemen Kinerja. Edisi Kelima. Depok: PT. Raja Grafindo Persada.

49

Lampiran

LAMPIRAN 1. 1

Kuesioner Kinerja Karyawan

PILIHLAH SALAH SATU JAWABAN YANG TEPAT,DENGAN MEMBERIKAN TANDA CHEK LIST (

οƒ–

) PADA KOLOM YANG TERSEDIA. ARTI SINGKATAN KE LIMA PILIHAN DIBAWAH INI ADALAH:

SS : Selalu S : Setuju

KD : Kadang-Kadang TS : tidak setuju

STS : Sangat tidak setuju

A. KINERJA KARYAWAN

NO PERNYATAAN SS S KD TS STS

Kualitas kerja 1 Saya berusaha untuk meningkatkan

hasil pekerjaan menjadi lebih baik 2 Hasil kerja saya sesuai dengan standar

yang di tetapkan perusahaan

3 Saya bekerja dengan ketelitian tinggi 4 Saya cermat dan meminimalkan

kesalahan dalam bekerja

5

saya berusaha memperhitungkan kemungkinan adanya hambatan dalam pekerjaan yang di kerjakan

6

Saya dapat memahami persyaratan atau standart kerja yang di tetapkan

perusahaan

50

NO PERNYATAAN SS S KD TS STS

Kuantitas kerja 7 Saya mengerjakan pekerjaan dengan

standar prosedur kerja yang diberikan 8 Saya mendahulukan pekerjaan yang di

perintahkan pimpinan perusahaan 9 Saya memiliki rencana kerja harian

yang harus di selesaikan

10 Saya memenuhi jumlah hasil kerja yang diharapkan

Kerjasama 11 Saya akan menjalankan hasil rapat kerja

dengan atasan

12 Saya menjalin hubungan baik dengan atasan.

13

Saya melakukan kerjasama dengan teman atau tim lainnya guna mempermudah dan mempercepat penyelesaian pekerjaan

14

Saya mudah bekerjasama dengan teman-teman pada bagian atau divisi yang sama

Tanggung Jawab 15 Saya mengerjakan pekerjaan sesuai

tugas yang di berikan

16 Saya melaporkan setiap hasil perkerjaan yang di berikan

17 saya menjaga marapihkan lagi alat-alat yang di pakai untuk bekerja

Inisiatif

18

Saya ini menunjukkan kesediaan melakukan pekerjaan tanpa diperintah oleh atasan.

51

NO PERNYATAAN SS S KD TS STS

19 Saya memperbaiki kesalahan dalam pekerjaan tanpa di perintah atasan

20

Saya bersedia melakukan pekerjaan yang bukan menjadi tugas karena teman kerja tidak masuk

21 Saya mengerjakan pekerjaan dengan sesuai SOP yang ada

Kuesioner Disiplin Kerja

NO PERNYATAAN SL SR KD P TP

Taat terhadap aturan waktu

22 Saya ini datang ke tempat kerja tepat waktu

23 Saya ini pulang dari tempat kerja tepat waktu

24 saya istirahat sesuai peraturan perusahaan

Taat terhadap peraturan organisasi/instansi

25 Saya berpakaian sesuai seragam yang di berikan

26

Saya memakai peralatan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) sesuai dengan SOP perusahaan

27 Saya ini tidak pernah melakukan pertengkaran dengan sesama karyawan

Taat terhadap aturan perilaku dalam pekerjaan

28 Saya melakukan pekerjaan-pekerjaan sesuai dengan bidang pekerjaan

29 Saya menyelesaikan pekerjaan tepat pada waktunya.

52

NO PERNYATAAN SL SR KD P TP

30 saya bersikap ramah kepada semua karyawan perusahaan

Dokumen terkait