BAB II GAMBARAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH
2.3 Kinerja Pelayanan Dinas Pemuda Olahraga
2.3.5. Kinerja Pelayanan Dinas Pemuda Olahraga Saat Ini
Kabupaten Bangkalan merupakan wilayah yang memiliki potensi pemuda dan olahraga yang cukup besar untuk dikembangkan. Berdasarkan data BPS Kabupaten Bangkalan memiliki potensi pemuda (18 – 35 tahun) sebanyak 185.074 jiwa atau 27% dari total penduduk Bangkalan. Jika potensi pemuda yang demikian besar tersebut, tidak mendapat perhatian khusus dan diarahkan pada kegiatan-kegiatan yang bernilai positif, maka dampak negatif yang akan dirasakan sebagaimana halnya yang telah terjadi di Kecamatan Socah, yang telah ditemukan adanya kampung narkoba beberapa waktu yang lalu.
Berdasarkan data yang ada organisasi kepemudaan yang ada di Kabupaten Bangkalan adalah sebagai berikut:
31 Tabel 2.3.5
Organisasi Kepemudaan Di Kab. Bangkalan
No. Organisasi Kepemudaaan Jumlah Keterangan
1 OSIS pelajar 19
2 BEM Mahasiswa 4
3 OKP 20
Sedangkan program yang akan dilaksanakan dalam rangka pengembangan potensi kepemudaan dan keolahragaan selama Renstra Perubahan tahun 2017 – 2018 diantaranya:
1) Program pengembangan keserasian dan kebijakan pemuda 2) Program peningkatan peran serta pemuda
3) Program upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba
4) Program pengembangan kebijakan dan manajemen olahraga 5) Program pembinaan dan pemasyarakatan olahraga
6) Program peningkatan sarana dan prasarana olahraga
Selain potensi kepemudaan, Kabupaten Bangkalan memiliki potensi olahraga yang cukup menjanjikan mulai dari sepak bola, pencak silat dan lain-lain.
Berikut di bawah ini data organisasi dan klub olahraga yang ada di Kabupaten Bangkalan.
Tabel 2.3.6
Data Organisasi dan Klub Olahraga Di Kab. Bangkalan
No. Organisasi / Klub Olahraga Jumlah Keterangan
1 Sepak bola 30 10 aktif
2 Bola basket 12 12 aktif
3 catur 11 11 aktif
4 Bulu tangkis 20 20 aktif
5 Tenis meja 14 14 aktif
6 Bola volley 18 18 aktif
7 Pencak silat 17 17 aktif
8 Tenis lapangan 13 12 aktif
9 Tinju 1 1 aktif
32
10 Panjat tebing 4 1 aktif
11 Sepak takraw 8 8 aktif
12 Futsal 5 2 aktif
13 Hokkey 1 1 aktif
14 Atletik
Dalam rangka menunjang kegiatan organisasi dan klub olahraga tersebut, hingga saat ini Kabupaten Bangkalan memiliki beberapa sarana dan prasarana olahraga sebagai berikut:
Tabel 2.3.7
Sarana Dan Prasarana Olahraga Kab. Bangkalan
No. Sarana dan Prasarana Olahraga Jumlah Keterangan
1 Sepak bola 26 Termasuk SGB
2 Bola basket 18
3 Catur 2
4 Bulu tangkis 6
5 Tenis meja 5
6 Bola volley 15
7 Pencak silat 1 (padepokan)
8 Tenis lapangan 9
9 Tinju 1
10 Panjat tebing 15
11 Sepak takraw 5
12 Futsal 18
13 Hockey 1
14 Pacuan kuda 1
15 Kerapan sapi 10
16 Kolam renang 5
17 Atletik 3
Berbagai prestasi pada event-event olahraga baik regional Jawa Timur, nasional maupun internasional telah diraih oleh para atlet yang jumlahnya sekitar 7 orang pada 1 cabang olahraga. Beberapa prestasi yang telah diraih oleh atlet Kabupaten Bangkalan diantaranya:
33 1) 2013 Pencak silat seni tunggal I (Asia)
2) 2013 Pencak silat seni tunggal II (Provinsi) 3) 2013 Pencak silat seni beregu II (Provinsi)
Selain aktif dalam berbagai event olahraga regional, nasional dan internasional, dalam mengembangkan dan menggali potensi olahraga lokal, di Kabupaten Bangkalan diselenggarakan kompetisi-kompetisi olahraga lokal diantaranya:
1) Bola volley 2) Sepak Bola / LPI 3) Pencak silat 4) Basket 5) Atletik
Walaupun program dan kegiatan yang dilaksanakan tersebut belum memperoleh hasil yang maksimal karena keterbatasan dana, infrastruktur olahraga serta tenaga pelatih professional, namun program dan kegiatan tersebut cukup signifikan dalam memasyarakat olahraga.
34
Tabel 2.3.1
PENCAPAIAN KINERJA PELAYANAN DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN BANGKALAN
TARGET RENSTRA PERANGKAT DAERAH
TAHUN REALISASI CAPAIAN TAHUN RASIO CAPAIAN PADA TAHUN
2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017 201
35 Tabel 2.3.2 ANGGARAN DAN REALISASI PENDANAAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH
DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA KEBUPATEN BANGKALAN
Uraian *)
Anggaran pada Tahun Realisasi Anggaran pada Tahun Rasio antara Realisasi dan Anggaran Tahun ke- Rata-rata
Pertumbuhan
36 2.3.6. PROYEKSI KINERJA PELAYANAN DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA
DI MASA YANG AKAN DATANG
Dengan memperhatikan gambaran kinerja pelayanan Dinas Pemuda Dan Olahraga saat ini, maka ke depan diharapkan adanya beberapa hal sebagai berikut:
a. Tersedianya aparatur yang berdedikasi, loyal dan mempunyai kapabilitas yang tinggi sesuai dengan tuntutan paradigma pelayanan sehingga mampu menghasilkan inovasi, kreasi dan produktif dalam melaksanakan tugas dan fungsi pembangunan bidang Pemuda Dan Olahraga di Kabupaten Bangkalan melalui pelatihan-pelatihan, in house training maupun studi banding.
b. Terwujudnya pembinaan pemuda yang lebih optimal sehingga menghasilkan pemuda yang kreatif, inovatif dan produktif serta terhindar dari narkoba dan perbuatan tercela lainnya yang melanggar hukum.
c. Terwujudnya pencapaian prestasi yang merata dan optimal pada semua cabang olahraga melalui pembangunan infrastruktur olahraga, penyediaan tenaga-tenaga pelatih yang profesional dan program pembinaan atlet yang lebih intensif dan tepat sasaran didukung dengan penyediaan anggaran yang memadai.
2.4. TANTANGAN DAN PELUANG PENGEMBANGAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH
a. Pembangunan Kepemudaan merupakan upaya penting dan mendukung pencapaian pembangunan SDM, Pemuda bukan hanya terkait kuantitasnya yang besar sebagai tenaga kerja, akan tetapi menyangkut pula sejauh mana kualitasnya potensi besar pemuda yang merupakan kekuatan besar dari segi jumlah merupakan faktor penentu yang signifikan bagi kemajuan dan kemunduran perekonomian, potensi besar pemuda juga terletak pada sifat cenderung pada pembaruan dan perubahan sehingga peran kepemimpinan dan kepeloporan pemuda menjadi signifikan baik sosial maupun iptek. Namun disamping potensi vital yang dimiliki terdapat beberapa permasalahan kepemudaan antara lain : tingginya tingkat pengangguran pemuda, kurang tersedianya SDM pemuda, juga pendidikan pemuda yang masih rendah disamping permasalahan penyalahgunaan obat – obat psikotropika, narkotika,
37 kurangnya wawasan kebangsaan, bela Negara, merupakan faktor yang perlu terus dipupuk dan ditanamkan dikalangan para pemuda, dengan demikian tantangan kedepan adalah peningkatan partisipasi dan peran aktif pemuda yang didukung oleh pendanaan kepemudaan, sarana dan prasarana kepemudaan serta optimaliasi organisasi kepemudaan dalam rangka penyadaran, pemberdayaan dan pengembangan dalam hal kepemimpinan, kewirausahaan, serta kepeloporan pemuda.
b. Pembangunan Olahraga mencakup olahraga pendidikan, olahraga rekreasi dan olahraga prestasi, ketiga lingkup olahraga ini dilakukan melalui pembinaan dan pengembangan olahraga secara terencana, Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Jawa Timur sistematik, berjenjang dan berkelanjutan. Yang dimulai dari pembudayaan dengan pengenalan pada usia dini, permasalahan dengan menjadikan olahraga sebagai gaya hidup pembibitan dengan penelusuran bakat dan pembudayaan sentra – sentra keolahragaan serta peningkatan prestasi dengan pembinaan potensi di bidang keolahragaan adalah pada partisipasi masyarakat akan pentingnya olahraga sebagai gaya hidup, juga adanya optimalisasi pusat pembinaan dan pelatihan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah (PPLPD) dan Club – club Olahraga dan adanya ivent – ivent olahraga yang diselenggarakan sampai tingkat nasional akan tetapi hambatan dan permasalahan pada pembangunan olahraga juga perlu mendapat perhatian antara lain : kurang optimalnya pola pembinaan olahraga di daerah baik SDM, maupun sarana dan prasarana, ditengah masyarakat olahraga belum sepenuhnya menjadi budaya dan gaya hidup, kurang optimalnya pemanduan pencariat bibit atlet juga belum meratanya pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah (PPLPD) di Kabupaten Bangkalan.
38
BAB III PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS
3.1 IDENTIFIKASI PERMASALAHAN BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI PERANGKAT DAERAH
Isu-isu strategis berdasarkan tugas dan fungsi Dinas Kepemudaan dan keolahragaan adalah kondisi atau hal yang harus diperhatikan atau dikedepankan dalam perencanaan pembangunan karena dampaknya yang signifikan bagi PD yang bersangkutan dimasa datang. Suatu kondisi/kejadian yang menjadi isu trategis adalah keadaan yang apabila tidak diantisipasi, akan menimbulkan kerugian yang lebih besar atau sebaliknya, dalam hal tidak dimanfaatkan, akan menghilangkan peluang untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat dalam jangka panjang
Permasalahan yang ada pada saat ini dan permasalahan yang diperkirakan terjadi lima tahun kedepan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Bangkalan perlu mendapat perhatian dalam penyusunan dokumen rencana pembangunan jangka menengah lima tahun. Dengan mengetahui permasalahan yang ada selanjutnya akan dirumuskan dalam program dan kegiatan untuk mengatasi permasalahan yang ada.
Potensi ekonomi Kabupaten Bangkalan dapat ditunjang dari pemberdayaan pemuda-pemuda daerah melalui keterampilan dan kemandirian wirausaha. Potensi ini sangat besar peranannya sehingga dapat menggerakkan roda perekonomian. Upaya yang dilakukan sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal terdiri dari Kebijakan Pemerintah Pusat, kebijakan Pemerintah Propinsi Jawa Timur.
Tingkat pertumbuhan Pembangunan di Kabupaten Bangkalan secara umum dipengaruhi oleh permasalahan sebagai berikut :
1. Belum optimalnya pemenuhan hak dasar masyarakat utamanya pendidikan dan kesehatan
2. Laju pertumbuhan ekonomi relatif lambat
3. Tingginya angka kemisikinan dan masih terbatasnya perluasan dan penyediaan lapangan kerja
4. Rendahnya nilai investasi berskala besar 5. Belum memadainya infrastruktur daerah
6. Masih belum mandirinya pemerintah daerah dalam pembangunan di daerah
39 7. Dan juga kurangnya kesadaran masyarakat
Kemudian dengan melihat permasalahan Pembangunan di Kabupaten Bangkalan tersebut kami dapat memilah permasalahan-permasalahan yang terjadi sesuai dengan tugas dan fungsi Dinas Pemuda Dan Olahraga. Adapun permasalahan-permasalahan yang ada adalah infrastruktur penunjang dan SDM; kurangnya SDM olahraga;
pemenuhan sarana dan prasarana olahraga; rendahnya peran serta pemuda; kenakalan remaja.
3.2. TELAAHAN VISI, MISI DAN PROGRAM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH TERPILIH
Menelaah visi, misi, dan program kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih ditujukan untuk memahami arah pembangunan yang akan dilaksanakan selama kepemimpinan kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan pendorong pelayanan PD yang dapat mempengaruhi pencapaian visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah tersebut.
Berdasarkan visi, misi serta program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih ini, dapat kita peroleh faktor-faktor penghambat serta faktor-faktor pendorong yang dapat mempengaruhi pencapaian dari visi, misi serta program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih. Faktor-faktor tersebut adalah :
Tabel 3.2
Faktor Penghambat dan Pendorong Pelayanan PD
Terhadap Pencapaian Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih
Visi : Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Bangkalan yang Religius dan Sejahtera Berbasis Potensi Lokal
No Misi dan Program Permasalahan PD
Faktor
Penghambat Pendorong
1 Misi 3 :
Menyelenggarakan pelayanan dasar berkualitas dan tata kelola pemanfaatan
Kurangnya jumlah kegiatan
kepemudaan dan keolahragaan,
40 potensi ekonomi,
sosial dan budaya lokal untuk meningkatkan daya saing daerah jumlah program kegiatan
dan jumlah partisipasi pemuda disetiap kegiatan
Sedikitnya pengetahuan tentang mutu organisasi dan tenaga
keolahragaan
Kurangnya
fasilitasi terhadap pengembangan junlah organisasi
dan tenaga
41 3.3. TELAHAAN RENSTRA K/L DAN RENSTRA
Bagian ini mengemukakan apa saja faktor penghambat ataupun faktor-faktor pendorong dari pelayanan Dispora Kabupaten Bangkalan yang mempengaruhi permasalahan pelayanan PD bersangkutan, ditinjau dari sasaran jangka menengah Renstra K/L ataupun Renstra PD kabupaten.
Data pembanding diperoleh dari Renstra Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dan proses identifikasi faktor tersebut dapat disusun pada tabel berikut:
Tabel 3.3.1.
Permasalahan Pelayanan Dispora Kabupaten Bangkalan berdasarkan Sasaran Renstra K/L Kementerian Pemuda dan Olahraga beserta Faktor Penghambat dan
Pendorong Keberhasilan Penanganannya
No
Sasaran Jangka Menengah Renstra K/L
Kementerian Pemuda dan Olahraga
Permasalahan Pelayanan Dispora
Sebagai Faktor
Penghambat Pendorong
1 Terwujudnya Pemuda Maju; yaitu pemuda yang berkarakter,
berkapasitas dan berdaya saing
1. Keterbatasan program tindak-lanjut bagi pengembangan pemuda terampil 2. Terbatasnya SDM dan alat pengukuran talent scouting olahraga, serta tindak
lanjut hasil pengukuran 3. Terbatasnya kuantitas kesadaran pemuda 4. Terbatasnya kegiatan penyadaran
kepemudaan yang berkelanjutan
5. Terbatasnya kegiatan pemberdayaan kualitas SDM dan sarana olahraga
42 kepemudaan
8. Terbatasnya kegiatan pemberdayaan 2 Terwujudnya Atlet dunia;
yang masuk dalam squad atlet
andalan Indonesia di tingkat Internasional
1. Terbatasnya SDM dan alat pengukuran talent scouting olahraga, serta tindak lanjut hasil pengukuran 2. Terbatasnya kegiatan pelatihan tenaga
keolahragaan berbasis IPTEK
3. Terbatasnya program pengembangan sentra olahraga pelajar
4. Terbatasnya kegiatan peningkatan Ditinjau dari perencanaan pembangunan Kementerian/Lembaga, dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga, dapat diperoleh sasaran embangunannya adalah Pemuda Maju, yaitu pemuda yang berkarakter, berkapasitas dan berdaya saing.
Sasaran Jangka Menengah Renstra K/L tersebut kemudian dijadikan acuan untuk masukan dalam perumusan rencana pembangunan Dinas Kepemudaan dan
43 Keolahragaan Kabupaten Bangkalan. Dengan memperhatikan analisa Renstra K/L, dimaksudkan untuk menjaga kesinambungan arah pembangunan yang direncanakan Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Kabupaten Bangkalan agar tetap sejalan dengan pembangunan bidang Kepemudaan yang dilaksanakan K/L. Pembinaan pemuda sesuai Undang-Undang adalah melakukan penyadaran, pemberdayaandan pengembangan. 3 (tiga) hal pokok dalam pembinaan pemuda tersebut menjadi dasar dalam merencanakan program kegiatan yang disusun oleh Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Kabupaten Bangkalan. bertujuan untuk pembinaan pemuda. Proses penyadaran dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada pemuda dan memberikan pembekalan agar pemuda mampu untuk mengambil sikap terhadap kondisi dilingkungan sekitar. Setelah melalui proses penyadaran, pemuda mendapatkan proses pemberdayaan untuk membangkitkan potensi yang dimiliki sehingga mampu berperan aktif dan terlibat dalam peningkatan ekonomi kerakyatan.
Dengan potensi yang dimillikinya, pemuda memasuki fase berikutnya yaitu proses pengembangan, dimana kompetensi pemuda dilengkapi dengan pengembangan jiwa keteladanan, jiwa kemandirian dan jiwa kepeloporan untuk menjadi pemuda yang berkarakter, berkapasitas dan berdaya saing.
Dibidang olahraga, Renstra Kementerian Pemuda dan Olahraga menetapkan sasarannya untuk mewujudkan Atlet Elit Dunia. Altet yang mampu membela kebanggaan bangsa dan negara di kompetisi tingkat internasional. Mempersiapkan atlet untuk memiliki prestasi tingkat dunia membutuhkan tahap tahap yang saling terkait satu dengan yang lain. Tahapan pembinaan dan peningkatan prestasi ini dilakukan dengan program latihan yang berkesinambungan, dari tingkat pemula, tingkat madya dan tingkat mahir.
Peningkat prestasi atlet diawali dengan program pembibitan untuk menggali atlet potensial yang akan dibina melalui program pembinaan prestasi. Untuk lebih mengoptimalkan program peningkatan prestasi atlet dibutuhkan sentuhan IPTEK olahraga. IPTEK olahraga yang melibatkan berbagai pihak terkait diantaranya pakar olahraga dan pelatih yang berkompeten. Sebagai ajang untuk menguji prestasi hasil latihan diselenggarakan kompetisi multi event, baik ditingkat regional maupun nasional. Dalam proses pengukuran prestasi perlu adanya program tryout untuk mengukur prestasi atlet dievent regional dan nasional. Ukuran tersebut dijadikan pedoman untuk capaian target prestasi atlet yang dipersiapkan selama proses latihan.
44 Selain prestasi secara teknis, atlet perlu dibekali dengan persiapan mental.
Pembentukan karakter atlet akan mewujudkan atlet yang berkelas dunia yang masih memiliki karakter dan budaya Indonesia.
3.4. PENENTUAN ISU-ISU STRATEGIS
Adapun Isue-Isue Strategis yang menggambarkan Tugas Pokok dan Fungsi dari Dinas Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Bangkalan adalah sebagai berikut :
1. Pembangunan sarana infrastruktur olahraga perlu segera dilakukan pasca suramadu mengingat tingkat persaingan antar propinsi (Kabupaten/Kota)
2. Masih kurangnya pelatih yang bersertifikasi nasional di Kabupaten Bangkalan 3. Menurunnya minat masyarakat akan olahraga
4. Kurangnya sarana olahraga di tingkat Kecamatan
5. Minimnya apresiasi dan perhatian Pemerintah Daerah terhadap atlit-atlit berprestasi
6. Masih rendahnya partisipasi aktif pemuda dalam pembangunan karena tidak memiliki keterampilan hidup.
7. Maraknya penyalahgunaan narkoba di kalangan pemuda.
8. Terjadinya degradasi moral di kalangan pemuda akibat menurunnya keimanan dan lunturnya kearifan budaya lokal/daerah.
45
BAB IV TUJUAN DAN SASARAN
4.1 TUJUAN DAN SASARAN
Tujuan dan sasaran merupakan tahap perumusan sasaran strategis yang menunjukkan tingkat prioritas tertinggi dalam perencanaan pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya akan menjadi dasar penyusunan strategi kinerja SKPD selama 5 (lima) tahun atau RENSTRA.
Tujuan adalah suatu pernyataan tentang hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai Visi, melaksanakan Misi, memecahkan permasalahan, dan menangani isu strategis daerah yang masuk dalam lingkup kerja Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangkalan.
Tujuan yang dirumuskan Dispora Kabupaten bangkalan memuat esensi dari perwujudan pelaksanaan Misi-Misi yang sudah ditetapkan bagian atas BAB ini. Setiap Misi memiliki minimal satu tujuan, sebagai suatu bentuk implentasi dari Misi tersebut.
Untuk dapat merumuskan Tujuan yang tepat, maka perlu juga untuk mengacu pada Tujuan Pembangunan dalam RPJMD kabupaten Bangkalan. Hal ini perlu dilakukan agar Tujuan Dinas Pemuda dan Olahraga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan terpilih.
Isi dari tujuan dan sasaran jangka menengah PD dapat dijelaskan dalam table di bawah ini :
46 Tabel 4.1
TUJUAN DAN SASARAN JANGKA MENENGAH DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA
TUJUAN PERANGKAT DAERAH SASARAN
URAIAN INDIKATOR
TARGET URAIAN INDIKATOR TARGET
2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 TRANSISI
30 org Meningkatnya Olahragawan
30 org Meningkatnya peran aktif
47
30 org Meningkatnya Budaya
30 org Terpenuhinya Pelayanan
48
BAB V STRATEGI DAN KEBIJAKAN
5.1 STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN
Perumusan strategi dan kebijakan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangkalan dalam lima tahun mendatang merupakan tahapan lanjutan guna mencapai tujuan dan sasaran jangka menengah Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangkalan, yang selaras dengan strategi dan kebijakan daerah serta rencana program prioritas dalam rancangan awal RPJMD Kabupaten Bangkalan.
Strategi dan kebijakan jangka menengah Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangkalan menunjukkan bagaimana cara Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangkalan untuk mencapai tujuan, sasaran jangka menengah Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangkalan, dan target kinerja hasil (outcome) program prioritas RPJMD yang menjadi tugas dan fungsi Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangkalan. Strategi dan kebijakan dalam Renstra Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangkalan ini selanjutnya menjadi dasar perumusan kegiatan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangkalan dan merupakan bagian dari program prioritas RPJMD yang menjadi tugas dan fungsi Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangkalan.
Isi dari strategi dan kebijakan jangka menengah PD dapat dijelaskan dalam table di bawah ini :
49 Tabel 5.1
TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN Visi : "Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Bangkalan yang Religius dan Sejahtera Berbasis Potensi Lokal"
Misi
: Menyelenggarakan pelayanan dasar berkualitas dan tata kelola pemanfaatan potensi ekonomi, sosial dan budaya lokal untuk meningkatkan daya saing daerah
Tujuan
: (3) Meningkatkan kualitas hidup masyarakat
Sasaran : (6) Meningkatnya partisipasi perempuan dan pemuda dalam pembangunan
Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan
1.
Meningkatkan peran aktif Pemuda dan Organisasi Kepemudaan dalam
Pembangunan
1. Meningkatnya peran aktif Pemuda dan Organisasi Kepemudaan dalam berbagai event/kegiatan
1. Perluasan kesempatan memperoleh pendidikan dan keterampilan.
1. Peningkatan program keterampilan dan pembinaan pemuda secara berjenjang
2. Peningkatan kreatifitas, inovasi & daya saing dikalangan pemuda
3. Pengembangan kualitas SDM pemuda 2. Peningkatan peran serta pemuda dalam
pembangunan sosial, politik, ekonomi, budaya, dan agama.
1.Peningkatan Program Kepemudaan berwawasan kebangsaan
3. Peningkatan potensi pemuda dalam kewirausahaan, kepeloporan, dan Kepemimpinan dalam pembangunan.
1. Pengembangan kewirausahaan pemuda
2. Peningkatan potensi dan peran pemuda melalui kreativitas, kepemimpinan dan kepeloporan 4. Pelindungan generasi muda terhadap bahaya
penyalahgunaan napza, minuman keras, penyebaran penyakit HIV/AIDS, dan penyakit menular seksual dikalangan pemuda.
1. Peningkatan pemahaman tentang bahaya pergaulan bebas dan bahaya narkoba
50 2. Meningkatnya prestasi
olahraga
1. mewujudkan penataan sistem pembinaan dan Pengembangan olahraga secara terpadu dan berkelanjutan.
1. Meningkatkan penyelenggaraan tes/pengukuran minat – bakat olahraga dikalangan pelajar
2. Meningkatkan penyelenggaraan kompetisi/event olahraga
2. Peningkatan pola kemitraan dan
kewirausahaan dalam upaya menggali potensi ekonomi olahraga melalui Pengembangan industri olahraga.
1. Mengembangkan bentuk kerjasama dgn pihak lain (swasta) dalam rangka dukungan pengembangan dan peningkatan prestasi olahraga
3. Memberikan penghargaan dan
meningkatkan kesejahteraan atlet, pelatih, dan tenaga keolahragaan.
1. Memberi perhatian khusus pada atlet yang berprestasi untuk diberikan penghargaan atas prestasi yang diraih
4. Peningkatan akses dan partisipasi
masyarakat secara lebih luas dan merata untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran jasmani
1. Memberikan kemudahan dalam memakai sarana olahraga yang ada
2. Pemusatan kegiatan olahraga untuk diselenggarakan di sarana yang telah ada
5. Peningkatan sarana prasarana dan IPTEK olahraga yang sudah tersedia untuk mendukung pembinaan olahraga.
1. Pembenahan dan peningkatan sarana prasarana olahraga
2. Peningkatan penguasaan IPTEK dalam hal pengembangan sarana dan prestasi olahraga 6. Peningkatan upaya pembibitan dan
Pengembangan prestasi olahraga secara sistematik, berjenjang, dan berkelanjutan.
1. Meningkatkan kualitas SDM tenaga keolahragaan untuk mengembangkan dan meningkatakan prestasi atlet pelajar
2. Mengembangkan pembentukan Sentra Olahraga Prestasi (PPLPD) untuk cabang olahraga potensial.
3. Mengembangkan kompetensi klub olahraga dalam membina dan meningkatkan prestasi atlet
51 Misi : 1. Meningkatkan kualitas SDM dan kinerja aparatur Dinas Pemuda dan Olahraga
1.
meningkatkan kualitas dan loyalitas SDM aparatur
1. Terpenuhinya Pelayanan Kesekretariatan
1. Peningkatan sarana dan prasarana aparatur yang layak fungsi
1. Penyediaan barang dan jasa perkantoran 2. Pemeliharaan sarana dan prasarna aparatur 3. Pengadaan sarana dan prasarana aparatur 2. Peningkatan pelayanan administrasi
perkantoran dan kenyamanan kantor
1. Kedinasan dalam daerah dan luar daerah 2. Fasilitasi hari jadi Kabupaten
3. Peningkatan kelembagaan yang tepat fungsi 1. Peningkatan disiplin pegawai 2. Peningkatan kapasitas aparatur 4. Peningkatan dokumen penyelenggaraan yang
disusun tepat waktu
1. pengelolaan dan penatalaksanaan barang milik daerah 2. Penyusunan dokumen perencanaan dan informasi perangkat daerah
3. Monitoring evaluasi dan pelaporan kinerja perangkat daerah
4. Penyusunan laporan keuangan Misi : 2. Mengembangkan potensi dan peran aktif pemuda
1.
Meningkatkan peran aktif Pemuda
1. Meningkatnya pemuda kreatif dan terampil serta mandiri
1. Peningkatan program keterampilan dan
kemandirian pemuda 1. Peningkatan program peningkatan dan pengembangan keterampilan pemuda secara berkala
2. Pengembangan kewirausahaan pemuda 1. Pengembangan kualitas SDM pemuda 2. meningkatnya pemuda
yang aktif di dalam organisasi
1. Pengembangan pemuda dalam berorganisasi 1. Memberikan kesempatan pada pemuda dalam berorganisasi, berkontribusi aktif dalam pembangunan dan pengembangan organisasinya
2. Pembinaan pemuda dalam berorganisasi 1. Mengadakan pendataan terhadap jumlah dan potensi organisasi pemuda
52 2. Pembinaan terhadap organsasi yang ada untuk bisa berkontribusi aktif dalam pembangunan
3. Meningkatnya pemahaman tentang wawasan keagamaan, wawasan kebangsaan, bahaya narkoba dan pergaulan bebas
1. Pembinaan pemuda 1. Peningkatan pembinaan pada generasi muda
53 Misi : 3. Meningkatkan olahraga yg berkualitas, berprestasi dan bermasyarakat serta mewujudkan insan olahraga yang sejahtera
1.
Meningkatkan kualitas
Meningkatkan kualitas