BAB 2 GAMBARAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH
2.3 Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah
DLHK DIY merupakan perangkat daerah baru yang merupakan penggabungan
dua instansi yaitu Badan Lingkungan Hidup (BLH) DIY dan Dinas Kehutanan dan
Perkebunan (Dishutbun) DIY sesuai mandat perubahan kelembagaan OPD berdasarkan
Peraturan Daerah Istimewa Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kelembagaan Pemerintah
Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta. Oleh karena itu, analisis kinerja capaian
sasaran/target Renstra Perangkat Daerah periode 2012 - 2017 didekati dengan
penjabaran capaian sasaran/target Renstra BLH DIY dan Renstra Dishutbun DIY Tahun
2012 – 2017.
No. Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi Perangkat Daerah
Target NSPK
Target IKK
Target Indikator Lainnya
Target Renstra Perangkat Daerah Tahun ke-
Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian Pada Tahun ke-
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20)
1. Persentase Peningkatan Kualitas Udara (%)
- - - 2,25 4,51 6,76 9,01 11,26 - 4,51 6,76 9,01 11,26 - 200,4 149,8 100 100
2. Persentase Peningkatan Kualitas Air (%)
- - - 3,74 7,48 11,21 14,95 18,69 - 7,8 10,43 14,95 18,69 - 208,5 139,43 100 100
3. Peningkatan Akses Informasi Lingkungan Hidup
- - - 8 8 9 10 11 - 8 n/a n/a n/a - 8 n/a n/a n/a
Renstra BLH DIY mengalami satu kali reviu dengan adanya perubahan arah kebijakan pada RPJMD DIY tahun 2012-2017. Reviu
dilakukan pada tahun 2015 yang meliputi penyederhanaan indikator kinerja strategis dinas mulai tahun 2015 dari semula sejumlah 3
indikator menjadi 2 indikator sasaran strategis. Selama rentang waktu 2013-2017 pencapaian target sasaran strategis seluruhnya dapat
terpenuhi.
19
Tabel 3 Pencapaian Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah Dinas Kehutanan dan Perkebunan Daerah Istimewa Yogyakarta
No. IndikatorKinerja sesuai Tugas dan Fungsi Perangkat Daerah
Tar get NSP K
Tar get IKK
Target Indikat or Lainny a
Target Renstra Perangkat Daerah Tahun ke-
Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian Pada Tahun ke-
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20)
1. Luas lahan kritis (ha)*
- - - 28.0
00
27.00 0
n/a n/a n/a 27.29
1
25.78 9
n/a n/a n/a 102,5
3
104,4 8
n/a n/a n/a
2. Persentase jumlah industri primer hasil hutan kayu yang telah dibina (%)
- - - 70 75 n/a n/a n/a 70 90 n/a n/a n/a 100 120 n/a n/a n/a
3. Persentase kerusakan hutan (%)*
- - - 34,5
4
31,84 n/a n/a n/a 9,97 8,56 n/a n/a n/a 171,1
3
173,1 2
n/a n/a n/a
4. NTP sektor perkebunan (%)**
- - - 124,
23
125,8 6
128 116 n/a 127,7
5
141,2 8
139,7 5
124,0 8
n/a 102,8 3
112,2 5
109, 2
106,9 7
n/a
5. Produksi komoditas perkebunan (ton)
- - - 84.6
00
86.30 0
88.00 0
80.12 5
n/a 78.61 9
80.08 4
82.37 9
73.75 5
n/a 92,93 92,80 93,6 1
92,05 n/a
20
No. IndikatorKinerja sesuai Tugas dan Fungsi Perangkat Daerah
Tar get NSP K
Tar get IKK
Target Indikat or Lainny a
Target Renstra Perangkat Daerah Tahun ke-
Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian Pada Tahun ke-
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20)
6. Peningkatan produksi hasil hutan (%)
3,52 4,70 5,59 6,48 n/a 4,53 5,51 5,29 6,08 n/a 128,6 9
117,2 3
94,6 3
93,83 n/a
7. Persentase luas hutan (%)
27,3 4
27,5 27,63 27,77 n/a 29,45 29,73 29,9 30,45 n/a 107,7 2
108,1 1
108, 4
109,6 5
n/a
8. Peningkatan pemanfaatan sumberdaya hutan (%)***
n/a n/a n/a n/a 35,24 n/a n/a n/a n/a 36,09 n/a n/a n/a n/a 102,4
1
9. Peningkatan luas hutan (%)***
n/a n/a n/a n/a 0,16 n/a n/a n/a n/a 0,53 n/a n/a n/a n/a 331,2
5
10. PDRB DIY subsektor perkebunan (juta rupiah)***
n/a n/a n/a n/a 270.00 0
n/a n/a n/a n/a 210.21
9
n/a n/a n/a n/a 77,86
Keterangan:
*Indikator kinerja tidak lagi dimasukkan dalam perencanaan strategis sesuai perubahan renstra tahun 2014
**Penghitungan NTP pada tahun 2013 – 2014 menggunakan angka dasar tahun 2007, sedangkan untuk tahun 2016 dan 2017 menggunakan angka dasar tahun 2012 sehingga ada penyesuaian target kinerja untuk tahun 2016 dan 2017
***Indikator kinerja baru yang ditetapkan pasca perubahan renstra tahun 2016
Renstra Dishutbun DIY mengalami dua kali reviu dengan adanya perubahan arah
kebijakan pada RPJMD DIY tahun 2012-2017. Reviu pertama dilakukan pada tahun
2015 yang meliputi penyederhanaan indikator kinerja strategis dinas mulai tahun 2015
dari semula sejumlah 7 indikator menjadi 4 indikator sasaran strategis. Reviu kedua
dilakukan pada tahun 2016 dimana dilakukan perumusan kembali visi, misi, tujuan
sasaran dan indikator sasaran strategis untuk pelaksanaan tahun 2017. Indikator
sasaran strategis sesuai dengan reviu kedua merupakan indikator baru khusus untuk
pelaksanaan renstra pada tahun 2017. Selama rentang waktu 2013-2017 secara umum
pencapaian target sasaran strategis dapat dikatakan telah memenuhi target yang telah
ditetapkan. Dari 10 Indikator sasaran strategis yang ditetapkan hanya terdapat satu
indikator yang tidak mencapai target yang ditetapkan selama pelaksanaan renstra
2012-2017 yaitu Produksi Komoditas Perkebunan dimana selama pelaksanaan renstra
2012-2017 hanya memiliki rata-rata pencapaian kinerja sebesar 92,84%.
Daerah
Tabel 4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan DLHK DIY
Tantangan Peluang
Urusan Lingkungan Hidup a. Meningkatnya kerusakan dan pencemaran
lingkungan akibat aktivitas pertambangan dan industri yang tidak ramah lingkungan b. Alih peruntukan dan penggunaan lahan
yang menyebabkan ruang terbuka hijau semakin berkurang dan berkurangnya daerah resapan air
c. Ancaman kerusakan kawasan hutan keanekaragaman hayati akibat peningkatan aktifitas pariwisata yang tidak ramah lingkungan
d. Kondisi geografis DIY yang rentan terhadap bencana.
e. Adanya dampak perubahan iklim yang serius ditandai dengan meningkatnya suhu lingkungan, meningkatnya permukaan air laut, dan meningkatnya emisi gas rumah kaca
f. Masih lemahnya komitmen para Pemangku Kepentingan dalam pelestarian fungsi lingkungan
g. Penurunan kualitas dan kuantitas air tanah h. Penurunan indeks kualitas udara karena meningkatnya polusi udara karena emisi karbon dari peningkatan penggunaan kendaraan bermotor.
i. Pengelolaan sampah dan limbah yang masih dilakukan secara konvensional.
Belum adanya pemanfaatan teknologi untuk pengolahan sampah.
a. Permen LH Nomor 5 Tahun 2011 melalui pelaksanaan program penilaian peringkat kinerja perusahaan (PROPER) menjadi media pemaksa agar perusahaan dapat menjalankan usahanya tanpa mengabaikan prinsip – prinsip pengelolaan lingkungan hidup
b. Adanya komitmen pemkab/pemkot di wilayah DIY dalam meningkatkan ketersediaan ruang terbuka hijau di wilayahnya
c. Pengembangan pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan hutan lindung diarahkan ke wisata edukasi lingkungan
d. Kondisi geografis DIY yang unik dan statusnya sebagai kota pelajar merupakanpeluang besar bagi para akademisi untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan khususnya dalam mitigasi dan antisipasi bencana alam e. Pergub DIY Nomor 51 Tahun 2012 mengenai
Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi GRK merupakan komitmen Pemda DIY dalam mitigasi perubahan iklim
f. UU Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta yang mendukung pelaksanaan pengelolaan lingkungan berbasis kearifan budaya. Hal ini menjadi peluang bagi Pemda DIY untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup
g. Perda DIY Nomor 5 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Air Tanah menjadi payung hukum pemerintah daerah dalam pencegahan penurunan kualitas dan kuantitas air
h. Perda DIY Nomor 3 Tahun 2011 yaitu pemberlakuan pajak progresif terhadap kepemilikan kendaraan bermotor roda 4 untuk menekan laju pertambahan kendaraan bermotor khususnya roda 4
i. Tingginya antusiasme warga masyarakat dalam kreasi daur ulang sampah dan limbah sangat tinggi, contohnya pembuatan ecobrick/bata ramah lingkungan
Urusan Kehutanan a. Kebutuhan minimal luas kawasan hutan
belum terpenuhi sesuai UU Nomor 41 Tahun 1999 sebesar 30%
b. Belum optimalnya peran aktif masyarakat, pemerintah desa, dan para pihak dalam pengelolaan dan pemanfaatan hasil hutan kayu (HHK), hasil hutan bukan kayu (HHBK), potensi wisata dan jasa lingkungan.
a. Pengembangan dan pembangunan hutan hak di lahan-lahan milik atau lahan tanah negara untuk meningkatkan luasan hutan di DIY sesuai UU Nomor 41 Tahun 1999 sebesar 30%
b. Pelibatan masyarakat, pemerintah desa, dan pihak terkait untuk bersama-sama mengelola dan memanfaatkan sumber daya hutan seiring lahirnya UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
c. Fasilitasi penyusunan dokumen Rencana
23
Tantangan Peluang
c. Penyelenggaraan rehabilitasi belum direncanakan secara baik dalam satu kesatuan pengelolaan
d. Tingginya tekanan masyarakat desa hutan untuk pemenuhan lahan pertanian, hijauan pakan ternak, kayu bakar, dan kayu pertukangan
e. Perlindungan dan pemberdayaan dan partisipasi masyarakat sekitar hutan belum dibangun dalam kerangka yuridis legal formal yang kuat, kejelasan hak dan kewajiban, dan perjanjian kerjasama yang saling menguntungkan.
f. Pengelolaan hutan rakyat masih dilakukan secara konvensional seperti belum digunakannya bibit unggul, belum diterapkannya teknik silvikultur sesuai kaidah teknik kehutanan.
g. Pemasaran hasil hutan kayu rakyat (market chain) terlalu panjang, dan masih dalam bentuk log/kayu bulat, sehingga petani hutan rakyat tidak menikmati manfaat yang seharusnya dari hasil hutan rakyat
h. Kelembagaan Unit Manajemen Hutan Rakyat (UMHR) belum tertata dengan baik yang dapat berpengaruh pada posisi tawar petani hutan rakyat.
i. Masih rendahnya kontribusi subsektor kehutanan dan penebangan terhadap PDRB.
j. Tahapan pengelolaan hutan belum dilakukan secara baik berlandaskan pada prinsip “Pengelolaan Hutan Lestari”
k. Masa panen kayu yang lama mengakibatkan produktivitas hutan menurun drastis pasca penebangan
Pengelolaan RehabilitasiHutan dan Lahan (RP-RHL), serta dokumen Rencana Teknis Tahunan (RTT-RHL)
d. Pengembangan/pemanfaatan jasa lingkungan- ekowisata di kawasan hutan negara dan hutan rakyat sebagai alternatif mata pencaharian bagi masyarakat desa hutan
e. Dukungan kebijakan pemerintah pada kegiatan pemberdayaan dan pelibatan masyarakat dan/atau pemerintah desa dalam pengelolaan sumber daya hutan melalui skema kerjasama/
kemitraan dan perhutanan sosial
f. Pengembangan komoditi unggulan setempat berbasis karakteristik lokal seperti nangka, bambu, dan hutan serbaguna dan pengembangan ASDG (Areal Sumber Daya Genetik) melalui penyediaan bibit berkualitas g. Adanya inisiasi untuk pengolahan kayu hasil
hutan rakyat menjadi produk setengah jadi (sawmill) atau produk jadi (furniture) seperti di UMHR Wonolestari Bantul
h. Adanya pendampingan dari pihak terkait termasuk LSM bagi UMHR dalam meraih sertifikasi, misalnya SLVK dan PHBML untuk menaikkan posisi tawar
i. Peningkatan kontribusi pendapatan asli daerah melalui kegiatan pemanfaatan HHK/pemanenan Tegakan GNRHL
j. Balai KPH Yogyakarta mulai menerapkan prinsip – prinsip pengelolaan hutan lestari seperti penyusunan rencana pengeloaan hutan, tata hutan hingga tingkat petak, rehabilitasi dan intensifikasi tegakan hutan, perlindungan hutan, konservasi plasma nutfah serta pemberdayaan masyarakat sekitar hutan
k. Optimalisasi produktivitas hasil hutan bukan kayu khususnya minyak kayu putih melalui penanaman/pembongkaran tegakan tanah kosong dan pengkayaan (penambahan jumlah tanaman) untuk perbaikan kondisi tegakan menuju tegakan normal.
Adanya tantangan dan peluang tersebut memerlukan tindak lanjut agar pembangunan kehutanan di DIY dapat berjalan dan memberikan manfaat optimal. Dari lingkup internal, perlu penambahan sumberdaya manusia di internal DLHK DIY maupun UPTD di bawah DLHK DIY untuk menggantikan petugas lapangan yang purna karya. Berkenaan dengan kompetensi petugas lapangan, perlu dilakukan capacity building petugas khususnya penguasaan ilmu teknik kehutanan, kelola lingkungan, dan kelola sosial menyesuaikan dengan dinamika dan perkembangan saat ini.
Penanganan lahan kritis dan pengkayaan tanaman merupakan prioritas yang
24
harus dilaksanakan agar potensi sumberdaya hutan dapat dimanfaatkan secara
optimal. Selain menjadi ancaman, masyarakat sekitar hutan bisa menjadi peluang yang
besar dalam pembangunan kehutanan dengan pelibatan dan peran serta masyarakat
dalam pengelolaan hutan sehingga masyarakat ikut mempunyai rasa memiliki
kepentingan terhadap hutan. Dengan adanya rasa ikut memiliki masyarakat akan ikut
menjaga dan melestarikan hutan demi kepentingan masyarakat itu sendiri. Selain
pengoptimalan pemanfaatan potensi sumberdaya hutan yang sudah ada perlu adanya
upaya pemanfaatan peluang yang dapat dikembangkan lebih lanjut seperti
pemanfaatan hutan untuk hasil non kayu dan jasa lingkungan agar hutan mampu
memberikan nilai lebih dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar
hutan.
25
BAB 3 PERMASALAHAN DAN ISU STRATEGIS PERANGKAT DAERAH
2.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Perangkat Daerah
Dalam menjalankan Tugas dan Fungsinya seperti tercantum dalam Peraturan (Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 59 Tahun 2018 dan Peraturan Gubernur Nomor 95 Tahun 2018), DLHK DIY mencatat ada beberapa permasalahan penting yang perlu mendapat perhatian sebagai berikut :
Tabel 5 Identifikasi Permasalahan Urusan Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Masalah Pokok Masalah Akar Masalah
1 2 3
1. Penurunan Kualitas
Lingkungan (air, udara dan lahan)
1. Rendahnya tingkat ketaatan pemrakarsa kegiatan dalam pengelolaan lingkungan hidup
a. Penegakan hukum lingkungan yang belum terpadu antar sektor yang mengakibatkan lemahnya penegakan hukum b. Masih rendahnya kesadaran
dalam menindaklanjuti ketentuan dalam dokumen lingkungan hidup
2. Belum optimalnya
pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan
a. Kesadaran masyarakat dan pelaku industri akan penanganan limbah masih rendah sehingga terjadi pencemaran air, udara dan tanah
b. Belum terkelolanya sampah dan limbah B3 secara optimal ditingkat masyarakat
c. Belum terpenuhinya kapasitas laboratorium lingkungan secara kualitas (standar mutu dan akreditasi) dan kuantitas (jumlah SDM)
d. Pelayanan pengujian laboratorium perlu ditingkatkan 3. Rendahnya kapasitas SDM
di bidang pengelolaan lingkungan hidup
a. Belum optimalnya pengelolaan lingkungan hidup di DIY karena kurangnya kapasitas masyarakat yang memahami tentang permasalahan lingkungan dan penangannya b. Terbatasnya sarana prasarana
laboratorium.
26
Masalah Pokok Masalah Akar Masalah
1 2 3
4. Kurangnya tutupan vegetasi dan belum optimalnya pengelolaan sumberdaya alam
a. Belum terkelolanya Daerah Aliran Sungai/DAS dengan baik
b. Kondisi hutan yang masih rentan terhadap gangguan c. Tingginya ancaman dan masih
rendahnya kepedulian sebagian masyarakat terhadap keberadaan dan kelestarian sumber alam
5. Belum optimalnya
pengelolaan persampahan regional
a. Tidak sebandingnya volume sampah dengan sarana prasarana pengelolaan sampah di TPA.
b. Pengelolaan TPA yang belum optimal
6. Munculnya pandemi COVID 19 yang berdampak
langsung dan tidak langsung terhadap kesehatan
lingkungan
a. Munculnya permasalahan lingkungan yangberdampak pada SDM belum dapat diantisipasi secara cepat dan optimal
b. Berpengaruhnya terhadap optimalisasi kinerja karena keterbatan aktivitas kerja c. Menurunnya tingkat kesehatan
lingkungan mengakibatkan derajat kesehatan masyarakat juga menurun
d. Perlunya penyesuaian terhadap sistim kerja dan sistem penganggaran yang berdampak pada perubahan fokus program kegiatan 2. Rendahnya Nilai
Produksi Kehutanan
1. Belum optimalnya perencanaan serta pembinaan usaha kehutanan
a. Belum optimalnya pengelolaan sumber daya hutan baik potensi HHK, HHBK, potensi wisata dan jasa lingkungan di kawasan hutan sebagai salah satu faktor pengungkit untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
b. Pelaksanaan penatausahaan produksi hasil hutan yang masih belum sesuai dengan kondisi ideal
c. Masih ditemui di beberapa lokasi ketidakjelasan batas kawasan hutan dengan non kawasan hutan yang
berpotensi adanya
pembibrikan lahan dan/atau
okupasi lahan
27
Masalah Pokok Masalah Akar Masalah
1 2 3
2. Pengelolaan hutan produksi dan hutan lindung di DIY belum optimal
a. Rasio pemanfaatan hutan yang masih belum optimal
b. Adanya gangguan terhadap sumberdaya hutan baik gangguan alam maupun manusia
c. Kondisi tegakan hutan di Yogyakarta sebagian besar didominasi tegakan umur muda dan jumlah batang per hektar di
d. bawah standar
normal/optimal 3. Rendahnya presentase
terkelolanya hutan konservasi
a. Upaya konservasi, rehabilitasi, dan pengkayaan sumberdaya hutan dalam pemenuhan keseimbangan lingkungan masih perlu ditingkatkan b. Pemanfaatan fungsi hutan
untuk pemberdayaan ekonomi, sosial, budaya, pariwisata, dan pendidikan oleh pemerintah dan warga masyarakat belum e. optimal
1. Pengembangan pembibitan tanaman kehutanan masih belum optimal
a. Minimnya ketersediaan bibit tanaman kehutanan yang berkualitas
b. Ketersediaan sumber benih berkualitas yang terbatas
2.2 Telaah Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
a. Visi
Visi Pembangunan DIY yang akan dicapai selama lima tahun mendatang (2017-2022), yaitu: “Terwujudnya Kemuliaan Martabat Manusia Jogja.”
1) Terwujudnya adalah suatu kondisi yang diharapkan pada 5 tahun ke depan untuk terlaksana (KKBI);
2) Peningkatan adalah proses, cara, perbuatan meningkatkan (usaha, kegiatan, dan sebagainya; KKBI) suatu kondisi yang telah ada menuju kondisi yang lebih baik;
3) Kemuliaan adalah hal (keadaan) mulia, keluhuran; keagungan;
kehirmatan KKBI). Kemuliaan dalam visi ini dimaknai paripurna dalam
28
memenuhi Panca Mulia yakni dengan terpenuhinya : 1) peningkatan kualitas hidup kehidupan penghidupan masyarakat yang berkeadilan dan berkeadaban; 2) peningkatan kualitas dan keragaman kegiatan perekonomian masyarakat yang tumbuh, dan berkeadilan; 3) terwujudnya kondisi hidup dalam harmoni kehidupan bersama baik pada lingkup masyarakat maupun pada lingkup birokrasi; 4) pelayanan publik dengan dengan tata dan perilaku penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis; 5) pelayanan publik yang dilaksanakan oleh aparatur yang bermartabat dan memiliki integritas;
4) Martabat adalah tingkat harkat kemanusiaan;
5) Manusia Jogja adalah pelaku, sehingga frasa ini merepresentasikan insan di Daerah Istimewa Yogyakarta yang menjadi subyek pembangunan.
Daerah istimewa Yogyakarta (DIY) masih memiliki tingkat kemiskinan dan ketimpangan antar kelompok pendapatan yang tinggi. Harkat dan martabat kesejahteraan masyarakat menjadi penting untuk ditingkatkan meskipun capaian Indeks Pembangunan Manusia DIY telah berada di rangking tertinggi di Indonesia.
Pembangunan di DIY terus diupayakan untuk berkelanjutan dan memiliki pendekatan pembangunan yang berpusat pada kesejahteraan manusia Jogja baik lahir maupun batin. Kesejahteraan ekonomi adalah kesejahteraan fisik yang harus dapat dinikmati oleh pelaku utama yaitu manusianya, sehingga kesejahteraan fisik itu harus diikuti oleh kesejahteraan yang lebih riil yang diterima oleh manusia yang terlibat dalam pembangunan. Manusia Jogja masih memiliki persoalan kesejahteraan dari aspek kemiskinan, ketimpangan antar kelompok pendapatan, dan tingginya angka ketergantungan sebaran pendapatan oleh angkatan kerja, mengingat angka ketergantungan yang cukup tinggi di DIY.
Prioritas pembangunan di DIY 2017-2022 diarahkan pada delapan isu, antara
lain: Derajat kualitas SDM; Meningkatnya derajat ekonomi masyarakat (Indeks Gini dan
Angka Kemiskinan); Meningkatnya aktivitas perekonomian yang berkelanjutan
(Pertumbuhan ekonomi, Kualitas LH, Kesesuaian ruang, penataan ruang strategis
keistimewaqan); Menurunnya kesenjangan ekonomi antar wilayah (Indeks
Williamson); Terpelihara dan Berkembangnya Kebudayaan (Budaya Benda dan Tak
Benda yang diapresiasi); Kapasitas tata kelola pemerintahan (BPK, AKIP); Kapasitas
29
Pengelolaan Keistimewaan (Capaian sasaran keistimewaan); serta Pengelolaan dan pemanfaatan tanah Kasultanan, Kadipaten dan tanah desa.
b. Misi
Misi adalah pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan dalam usaha mewujudkan Visi. Misi juga akan memberikan arah sekaligus batasan proses pencapaian tujuan. Oleh karena itu, untuk mewujudkan Visi Pembangunan DIY yang akan dicapai selama lima tahun mendatang (2017- 2022), ditempuh melalui dua misi pembangunan daerah sebagai berikut:
Misi 1 : Meningkatkan Kualitas Hidup, Kehidupan dan Penghidupan Masyarakat Yang Berkeadilan dan Berkeadaban Misi 2 : Mewujudkan Tata Pemerintahan yang Demokratis
DLHK DIY mengemban Misi 1 RPJMD DIY Tahun 2017-2022 yaitu Meningkatkan Kualitas Hidup, Kehidupan dan Penghidupan Masyarakat Yang Berkeadilan dan Berkeadaban, dimaknai sebagai misi yang diembandalam upaya meningkatkan pelayanan publik dengan memperhatikan kelestarianlingkungan dan kesesuaian Tata Ruang. Misi ini juga mengemban upaya dalam menyediakan layanan publik yang berkualitas yang sesuai dengan tata ruang, serta daya dukung dan daya tampung lingkungan.
Misi ke-1 RPJMD DIY 2017 – 2022 memiliki tujuan meningkatnya kualitas hidup, kehidupan dan penghidupan masyarakat dengan tatanan sosial yang menjamin kebhinekaan serta mampu menjaga dan mengembangkan budaya Yogyakarta. Dengan sasaran meningkatnya aktivitas perekonomian yang berkelanjutan yang diindikasikan dari nilai IKLH (Indeks Kualitas Lingkungan Hidup).
Tabel 6 Ringkasan Visi Misi RPJMD DIY 2017 - 2022
Visi: “Terwujudnya Peningkatan Kemuliaan Martabat Manusia”
No. Misi Tujuan Indikator
Tujuan
Sasaran Indikator Sasaran
1. Meningkatkan
Kualitas Hidup, Kehidupan
Meningkatnya kualitas hidup, kehidupan
Angka IGI (5,59) (2016) menjadi 6,2
Meningkatnya Derajat Kualitas SDM
Indeks
Pembangunan
Manusia (IPM)
30
Visi: “Terwujudnya Peningkatan Kemuliaan Martabat Manusia”
No. Misi Tujuan Indikator
Tujuan Sasaran Indikator Sasaran
Dan
Penghidupan Masyarakat Yang
Berkeadilan dan
Berkeadaban
dan
penghidupan masyarakat dengan tatanan sosial yang menjamin ke- bhineka-tunggal- ika-an dalam kerangka Negara Kesatuan
Republik Indonesia serta mampu menjaga dan
mengembangkan budaya
Yogyakarta
(2022) Meningkatnya derajat ekonomi masyarakat
Indeks Gini Persentase Angka Kemiskinan Meningkatnya
Derajat Kualitas hidup sosial masyarakat
Indeks Pemberdayaan Gender (IDG)
Terpelihara dan Berkembangnya Kebudayaan
Persentase Peningkatan Jumlah Budaya Benda dan Tak benda yang diapresiasi Meningkatnya
aktivitas perekonomian yang
berkelanjutan
Pertumbuhan Ekonomi.
IKLH (Indeks Kualitas Lingkungan Hidup) Kesesuaian Pemanfaatan Ruang Capaian
Penataan Ruang Pada Satuan Ruang Strategis Keistimewaan Menurunnya
kesenjangan ekonomi antar wilayah.
Indeks Williamson
2. Mewujudkan
Tata Kelola Pemerintahan yang
Demokratis;
Terwujudnya reformasi Tata Kelola
Pemerintahan yang baik (good governance).
Indeks Reformasi Birokrasi dengan nilai 73,07 (BB) dalam kategori baik
Meningkatnya kapasitas tata kelola
pemerintahan
Opini BPK Nilai akuntabilitas pemerintah (AKIP Meningkatnya
Kapasitas Pengelolaan
Prosentase
capaian sasaran
Pelaksanaan
31
Visi: “Terwujudnya Peningkatan Kemuliaan Martabat Manusia”
No. Misi Tujuan Indikator
Tujuan Sasaran Indikator Sasaran
(2016) menjadi Sangat Baik dengan nilai 76 (A) (2022)
Keistimewaan Keistimewaan.
Meningkatnya Pengelolaan dan
pemanfaatan tanah Kasultanan, Kadipaten dan tanah desa
Bidang tanah kasultanan, kadipaten dan tanah desa yang terfasilitasi untuk dikelola serta
dimanfaatkan (Sumber : RPJMD DIY 2017 – 2022)
2.3 Telaah Renstra K/L dan Kabupaten/Kota
a. Renstra Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.16/MENLHK/SETJEN/SET.1/8/2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2020 – 2024 merupakan langkah – langkah pencapaian yang menjadi tugas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam mewujudkan arahan sasaran strategis nasional yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024.
Sasaran strategis akan dicapai KLHK pada tahun 2020-2024 adalah:
1. Terwujudnya lingkungan hidup dan hutan yang berkualitas serta tanggap terhadap perubahan iklim dengan indikator yaitu: (1) Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH); (2) Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang terverifikasi pada Sektor Kehutanan dan Limbah; (3) Penurunan laju deforestasi; (4) Indeksi Kinerja Pengelolaan Sampah (IKPS); (5) Luas lahan dalam DAS yang dipulihkan kondisinya;
(6) Luas kawasan bernilai Konservasi Tinggi (HCV - High Conservation Values) 2. Tercapainya optimalisasi pemanfaatan sumber daya hutan dan lingkungan sesuai
dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan dengan indikator yaitu: (1)
Kontribusi Sektor Lingkungan Hidup dan Kehutanan terhadap PDB Nasional; (2)
Nilai Ekspor Hasil Hutan, TSL dan Bioprospecting; (3) Penilaian nilai Penerimaan
Negara Bukan Pajak (PNBP) Fungsional KLHK
32
3. Terjaganya keberadaan, fungsi dan distribusi manfaat hutan yang berkeadilan dan berkelanjutan dengan indikator yaitu: (1) Luas kawasan hutan dengan Status Penetapan; (2) Luas kawasan hutan yang dilepas untuk TORA (Tanah Objek Reformasi Agraria); (3) Luas kawasan hutan yang dikelola oleh masyarakat
4. Terselenggaranya tata kelola dan inovasi pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan (LHK) yang baik serta kompetensi SDM LHK yang berdaya saing dengan indikator yaitu: (1) Indeks efektivitas pengelolaan kawasan hutan; (2) Jumlah kasus LHK yang ditangani melalui Penegakan Hukum; (3) Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (Indeks SPBE); (4) Hasil Litbang yang inovatif dan/atau implementatif; (5) Nilai kinerja reformasi birokrasi; (6) Opini WTP atas Laporan Keuangan KLHK; (7) Indeks Produktivitas dan Daya Saing SDM LHK; (8) Level Maturitas SPIP (Sistem Pengendalian Intern Pemerintah) KLHK
Tabel 7 Faktor - faktor Pendorong dan Penghambat Pelayanan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY Ditinjau dari Sasaran Jangka Menengah Renstra KLHK
No. Sasaran Strategis Renstra KLHK
Permasalahan Pelayanan di DLHK DIY
Faktor
Pendorong Penghambat
1 2 3 4 5
1. Terwujudnya lingkungan hidup dan hutan yang berkualitas serta tanggap terhadap perubahan iklim
1. Meningkatnya beban
pencemaran yang
mengakibatkan penurunan kualitas
lingkungan hidup 2. Keterbatasan
Ruang Terbuka Hijau (RTH) akibat alih fungsi lahan
3. Pengelolaan sampah yang belum
sepenuhnya dapat
menerapakan
konsep 3R
(Reduce, Reuse, Recycle)
4. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap
5. lingkungan dan
1. UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup 2. Peraturan Daerah
dan Peraturan Gubernur DIY mengenai
pengelolaan sampah dan limbah 3. IKLH menjadi indikator sasaran pembangunan DIY dalam RPJMD DIY 2017 – 2022
1. Kurangnya SDM dalam
pengawasan lingkungan 2. Kurangnya
koordinasi antar
perangkat
daerah dalam
pemantauan dan
pengelolaan
lingkungan
3. Kurangnya
kesadaran
masyarakat
dalam
pengelolaan
sampah dengan
prinsip 3R
33 No. Sasaran Strategis
Renstra KLHK
Permasalahan Pelayanan di DLHK DIY
Faktor
Pendorong Penghambat
pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup 6. Belum
optimalnya koordinasi antar pemangku kepentingan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup
2. Tercapainya optimalisasi pemanfaatan sumber daya hutan dan lingkungan sesuai dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan
Luasan hutan negara di DIY sangat terbatas
Pemanfaatan fungsi hutan untuk
pemberdayaan ekonomi, sosial, budaya,
pariwisata, dan pendidikan belum optimal
Pengembangan potensi hutan rakyat masih belum optimal
Dalam UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan,
pemerintah pusat mendorong KPH untuk terus eksis dalam pengelolaan hutan hingga ke tingkat tapak Adanya kemitraan antara pemerintah, swasta dan
masyarakat dalam pengelolaan hutan produksi
memberikan dampak positif Rintisan
pengelolaan sumber daya hutan baik potensi HHK, HHBK, potensi wisata dan jasa lingkungan di kawasan hutan sebagai salah satu faktor pengungkit untuk meningkatkan pendapatan asli daerah, dan kesejahteraan masyarakat memberikan dampak positif
Valuasi keberhasilan
pengelolaan hutan dengan hanya mendasarkan pada produksi kayu saja sangat sulit diterapkan di DIY Masih kurangnya keterlibatan
pemerintah di level tapak, khususnya pelibatan
pemerintah desa dan masyarakat desa hutan dalam pengelolaan hutan seiring dengan penerapan
paradigma
perhutanan sosial, dan pemberlakuan UU Desa
3. Terjaganya
keberadaan, fungsi dan distribusi manfaat hutan yang
Kurangnya kapasitas SDM dalam tata kelola hutan
Meningkatnya frekuensi
pendampingan dalam
Masih adanya ego
sektoral di sebagian
pihak terkait
(khususnya antar
34 No. Sasaran Strategis
Renstra KLHK
Permasalahan Pelayanan di DLHK DIY
Faktor
Pendorong Penghambat
berkeadilan dan berkelanjutan
tata kelola hutan oleh dinas
SKPD di lingkup pemerintah daerah) dalam
pendampingan dan pemberdayaan petani hutan rakyat.
4. Terselenggaranya tata kelola dan inovasi
pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan (LHK) yang baik serta kompetensi SDM LHK yang berdaya saing
Masih belum
optimalnya penanaman
semangat inovasi dalam pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan
Ketersediaan SDM LHK yang mencukupi
Peningkatan
kapasitas SDM dan pengembangan inovasi belum terlalu gencar disosialisasikan kepada SKPD
b. Renstra DLH Kabupaten/Kota
Tabel 8 Faktor - faktor Pendorong dan Penghambat Pelayanan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY Ditinjau dari Sasaran Jangka Menengah Renstra Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota
No. Sasaran Strategis Renstra DLH Kabupaten/Kota
Permasalahan
Pelayanan di DLHK DIY
Faktor
Pendorong Penghambat
1 2 3 4 5
Renstra DLH Kab. Kulon Progo 2017 -2022 1. Meningkatnya
konservasi perlindungan dan
pengendalian Sumber Daya Alam secara berkelanjutan
1. Meningkatnya beban
pencemaran yang
mengakibatkan penurunan kualitas
lingkungan hidup 2. Keterbatasan
Ruang Terbuka Hijau (RTH) akibat alih fungsi lahan
3. Belum optimalnya koordinasi antar pemangku kepentingan
1. Kondisi tutupan vegetasi yang masih relative luas termasuk Kawasan mangrove 2. Kebijakan bela
dan beli kulon progo yang dapat mendukung penurunan carbon footprint
1. Meningkatnya alih fungsi lahan karena aktivitas bandara baru di Kulon Progo 2. Kurangnya
SDM dalam
pengawasan
lingkungan
3. Kurangnya
koordinasi
antar
perangkat
daerah dalam
pemantauan
dan
35 No. Sasaran Strategis
Renstra DLH Kabupaten/Kota
Permasalahan
Pelayanan di DLHK DIY
Faktor
Pendorong Penghambat
1 2 3 4 5
dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup
pengelolaan lingkungan 4. Aktivitas
penambangan galian C yang kurang terkontrol Renstra DLH Kab. Bantul 2017 - 2021
1. Tersedianya sarana dan prasarana perkantoran untuk mendukung profesionalisme kinerja instansi
1. Meningkatnya beban
pencemaran yang
mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan hidup 2. Keterbatasan
Ruang
Terbuka Hijau (RTH) akibat alih fungsi lahan 3. Belum
optimalnya koordinasi antar pemangku kepentingan dalam perlindungan dan
pengelolaan lingkungan hidup
1. Kebijakan
“Bantul bebas sampah” oleh Bupati Bantul 2. Potensi
pemanfaatan sumber energi terbarukan 3. Dukungan
pemerintah terhadap eksistensi bank sampah
1. Pengelolaan TPST piyungan yang masih belum ideal 2. Fungsi
pengawasan lingkungan hidup yang masih belum optimal 3. Kurangnya
kesadaran pelaku usaha dan masyarakat dalam pengelolaan sampah 2. Penurunan
beban pencemaran lingkungan hidup
3. Peningkatan luas tutupan lahan 4. Peningkatan
pengetahuan, pemahaman serta kepatuhan semua pihak agar dapat berperan aktif dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup
Perubahan Renstra DLH Kab. Sleman 2017 - 2021 1. Meningkatnya
akuntabilitas kinerja dan keuangan daerah
1. Meningkatnya beban
pencemaran yang
mengakibatkan
1. Keberadaan institusi akademis yang banyak di Kab Sleman
1. Peningkatan aktivitas alih fungsi lahan 2. Kurangnya
koordinasi
36 No. Sasaran Strategis
Renstra DLH Kabupaten/Kota
Permasalahan
Pelayanan di DLHK DIY
Faktor
Pendorong Penghambat
1 2 3 4 5
2. Meningkatnya kualitas
pelayanan publik
penurunan kualitas lingkungan hidup 2. Kurangnya
kesadaran masyarakat terhadap lingkungan dan
pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan
2. Adanya kebijakan Kawasan pertanian berkelanjutan
antar perangkat daerah dalam dalam penentuan kebijakan 3. Kurangnya
kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat khususnya masalah sanitasi 3. Meningkatnya
kelestarian fungsi lingkungan hidup
4. Meningkatnya pelayanan dan penyediaan prasrana dan sarana sanitasi
Renstra DLH Kab. Gunungkidul 2017 - 2022
1. Kualitas Lingkungan Hidup Meningkat
Meningkatnya beban pencemaran yang mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan hidup
1. Potensi wisata berbasis ecotourism 2. Potensi sumber
air bawah tanah 3. Tutupan
vegetasi yang cukup baik yang disumbang dari luasan hutan rakyat dan hutan negara
4. Pengembangan pasar ekologi sebagai upaya pemanfaatan lahan bekas tambang
1. Peningkatan kunjungan wisata di Kab.
Gunung Kidul menimbulkan masalah lingkungan baru 2. Timbunan
sampah yang belum terkelola dengan baik 3. Penambangan
batu kapur di Kawasan karst yang cukup massive
Renstra DLH Kota Yogyakarta 2017 - 2022 (Reviu Th.2020) 1. Pencemaran dan
Kerusakan Lingkungan Hidup Terkendali
1. Meningkatnya beban
pencemaran yang
mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan
1. Adanya Perwal terkait kebijakan RTH, dan pengelolaan sampah ditingkat kelurahan
1. Pembangunan property yang cukup tinggi dengan dalih peningkatan aktifitas pariwisata 2. Kurangnya 2. Luasan Ruang
Terbuka Hijau
37 No. Sasaran Strategis
Renstra DLH Kabupaten/Kota
Permasalahan
Pelayanan di DLHK DIY
Faktor
Pendorong Penghambat
1 2 3 4 5
(RTH) Publik Meningkat
hidup 2. Keterbatasan
Ruang
Terbuka Hijau (RTH) akibat alih fungsi lahan 3. Pengelolaan
sampah yang belum sepenuhnya dapat
menerapakan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle)
2. Penataan Kawasan sempadan sungai
kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan prinsip 3R
3. Kualitas Pengurangan dan Penanganan Sampah
Meningkat
c. Telaah Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis
Berdasarkan pada Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 5 Tahun 2019 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2019 – 2039, penataan ruang wilayah DIY mempunyai tujuan mewujudkan DIY sebagai pusat pendidikan, budaya, dan daerah tujuan wisata terkemuka berkelas dunia dengan mengedepankan keterpaduan pembangunan antar sektor berbasis mitigasi bencana, keistimewaan tata ruang DIY, dan lingkungan melalui penataan ruang yang berkualitas dan berkelanjutan. Adapun strategi RTRW DIY yang memiliki keterkaitan dengan ketugasan DLHK DIY adalah sebagai berikut:
1. Strategi untuk pengembangan, pembangunan, pemantapan dan revitalisasi pariwisata berbasis budaya dan alam, serta pengembangaan pariwisata minat khusus, terdiri atas: Melestarikan potensi pariwisata alam, budaya, dan minat khusus; Mengembangkan obyek dan daya tarik wisata termasuk desa wisata dan desa budaya; dan Mengendalikan pembangunan fasilitas kepariwisataan bagi kawasan pariwisata sesuai dengan daya dukung lingkungan.
2. Strategi untuk pembangunan infrastruktur penunjang kegiatan ekonomi dengan
mengedepankan penggunaan sumber energi baru terbarukan dan teknologi ramah
38
lingkungan, terdiri atas: Memantapkan infrastruktur pertanian untuk perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan; b. mengembangkan pelabuhan;
Mengembangkan sumber energi baru terbarukan dari angin, matahari, bioenergi, dan air; Mengembangkan dan mengelola sumber daya air secara terpadu berbasis wilayah sungai dan cekungan air tanah; Mengembangkan infrastruktur kawasan industri yang ramah lingkungan dan mendorong relokasi kegiatan industri menuju kawasan industri; dan Mengembangkan permukiman vertikal, hemat energi, dan sumber daya di kawasan perkotaan.
3. Strategi untuk penataan kawasan sesuai dengan daya dukung dan daya tampung kawasan, terdiri atas: Menetapkan kawasan lindung dan kawasan budi daya dengan memperhatikan daya dukung dan daya tampung kawasan; Melindungi daerah aliran sungai bagian hulu dan daerah resapan air tanah; Melestarikan Kawasan Bentang Alam Karst dan Kawasan Gumuk Pasir Barchan dan mengembangkannya sebagai wisata minat khusus; Mengembangkan ruang terbuka hijau pada kawasan perkotaan; Mengembangkan sistem mitigasi bencana di seluruh wilayah DIY; dan Mengembangkan ruang ekosistem sungai sebagai wadah aktivitas alamiah, sosiokultural dan ekonomi yang dikelola secara terpadu berbasis masyarakat
Rencana struktur ruang wilayah DIY merupakan kerangka tata ruang wilayah yang dibangun dalam konstelasi pusat kegiatan sistem perkotaan, yang saling berhierarki dan dihubungkan oleh sistem jaringan prasarana wilayah. DLHK DIY memiliki kepentingan dalam mendukung sistem jaringan prasarana wilayah khususnya dalam hal:
1. Sistem Konservasi pengendalian daya rusak air, dan penyediaan air baku terdiri atas: 1. Waduk Sermo di Kabupaten Kulon Progo; 2. embung atau telaga di semua wilayah DIY; 3. pembangunan dan pengembangan bendung; 4. sistem resapan air hujan; 5. sistem pengendalian banjir sungai yang berada di Daerah Aliran Sungai Progo, Daerah Aliran Sungai Opak, Daerah Aliran Sungai Serang; 6. pengendalian banjir lahar pada sungai yang berhulu di Gunung Api Merapi; 7. pengendalian pengambilan air tanah; dan 8. pembangunan waduk atau bendungan baru.
2. Sistem Jaringan Pengolahan Air Limbah
39
a. Pengembangan dan pengelolaan instalasi pengolah air limbah terpusat berskala regional untuk melayani Kawasan Perkotaan Yogyakarta di Kec. Sewon dan Kec.
Pleret, Kab. Bantul.
b. Pembangunan instalasi pengolah air limbah terpusat berskala kota di Kec.
Wates, Kab. Kulon Progo; Kec. Bambanglipuro, Kab. Bantul; dan Kec. Wonosari, Kab. Gunungkidul;
c. Pembangunan instalasi pengolah air limbah terpusat berskala kawasan di Kec.
Berbah, Kec. Ngaglik, dan Kec. Gamping Kab. Sleman, Kec. Temon dan Kec.
Sentolo Kab. Kulon Progo;
d. Pembangunan dan pengembangan instalasi pengolah air limbah terpusat berskala komunitas untuk wilayah yang tidak terlayani instalasi pengolah air limbah terpusat berskala regional dan/atau kota di seluruh kabupaten dan kota;
e. pembangunan dan pengembangan instalasi pengolah lumpur tinja di seluruh kabupaten dan kota; dan
f. Pengembangan teknologi ramah lingkungan berbasis 3R (reduce, reuse, recycle).
3. Sistem Jaringan Persampahan di DIY akan diarahkan untuk mengembangkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat perkotaan dan perdesaan. Selain itu juga melakukan pembangunan dan pengembangan tempat penampungan sementara, tempat penampungan sementara 3R dan tempat penampungan sementara 3R terpadu untuk mendukung sistem 3R di seluruh kabupaten/kota. Pengembangan dan pengelolaan tempat pemrosesan akhir sampah regional di Kec. Piyungan, pengembangan dan pengelolaan tempat pemrosesan akhir sampah di Kec.
Nanggulan dan Kec. Pengasih, dan tempat pemrosesan akhir sampah di Kec.
Wonosari.
d. Penentuan Isu – isu Strategis
Isu-isu strategis akan menentukan kinerja pembangunan dalam lima tahun
mendatang. Analisis isu-isu strategis merupakan bagian penting dan sangat
menentukan dalam proses penyusunan rencana pembangunan daerah untuk
melengkapi tahapan-tahapan yang telah dilakukan sebelumnya. Identifikasi isu yang
tepat dan bersifat strategis akan meningkatkan kesesuaian penentuan prioritas
pembangunan, sehingga dapat dioperasionalkan dan secara moral serta etika birokrasi
40
dapat dipertanggungjawabkan.
Perumusan isu-isu strategis Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY didasarkan pada beberapa aspek yaitu: (1) permasalahan penyelenggaraan urusan yang menjadi tugas fungsi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY; (2) gambaran pelayanan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY; (3) hasil telaah terhadap sasaran jangka menengah dalam Renstra KLHK; (4) hasil telaah terhadap Renstra Dinas Lingkungan Hidup kabupaten/kota; (5) hasil telaah RTRW; dan (6) hasil telaah KLHS.
Adapun isu – isu strategis Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY adalah sebagai berikut:
1. Pelanggaran tata ruang;
Proses alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian seperti kawasan pemukiman dan industri beberapa tahun terakhir ini terus meningkat tanpa mengindahkan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW).
Beberapa pelanggaran juga terjadi terhadap area hutan, sempadan sungai, dan sempadan pantai. Kondisi ini dapat berdampak pada menurunnya luas tutupan vegetasi dan Ruang Terbuka Hijau (RTH), meningkatnya lahan kritis, serta kerusakan ekosistem seperti ekosistem sungai, karst dan gumuk pasir.
2. Menurunnya fungsi ekologi;
Penurunan daya dukung lingkungan akibat rusaknya ekosistem menimbulkan berbagai dampak baik langsung maupun tidak langsung.
Dampak langsung tersebut antara lain, erosi tanah, longsor, debit air sungai yang tidak mantap, dan ancaman banjir pada saat musim penghujan terutama di daerah bantaran sungai. Sedangkan dampak tidak langsung antara lain penurunan resapan air dan erosi tanah berakibat pada penurunan kualitas dan kuantitas air tanah. Selain itu juga terjadi ancaman terhadap keanekaragaman hayati, baik yang ada di daratan seperti keragaman tanaman endemik, satwa mamalia, burung, dan serangga maupun kelangsungan hidup terumbu karang, mangrove, dan vegetasi pantai.
3. Meningkatnya pencemaran lingkungan;
Seiring dengan laju urbanisasi dan peningkatan taraf hidup masyarakat,
aktivitas pemenuhan kebutuhan hidup menjadi semakin kompleks dan tidak
41
terkendali sehingga seringkali mengabaikan aspek – aspek lingkungan.
Dampaknya antara lain terjadinya pencemaran air dan air tanah yang berasal dari kegiatan industri, limbah domestik, penggunaan pestisida dan bahan kimia dari aktivitas pertanian; pencemaran bakteri coli dari aktivitas peternakan, serta pencemaran udara akibat emisi kendaraan bermotor dan aktivitas industri. Hal – hal tersebut di atas tentunya dapat mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan dan dapat merugikan kesehatan.
4. Peningkatan volume sampah padat baik organik, anorganik maupun limbah B3;
Dengan bertambahnya populasi penduduk namun tidak diimbangi dengan kesadaran lingkungan yang baik mengakibatkan tingginya timbulan sampah yang dihasilkan. Penanganan sampah masih bersifat jangka pendek dengan cara open dumping. Hal ini juga diperparah dengan minimnya lokasi tempat pengumpulan sampah (TPS) sementara dan lemahnya manajemen pengelolaan sampah di lingkungan masing - masing. Pada akhirnya, penanganan sampah dibebankan pada TPST Piyungan yang daya tampungnya semakin menurun karena adanya keterbatasan lahan.
5. Aktivitas Penambangan Bahan Galian Golongan C;
Penambangan bahan galian golongan C di DIY sebagian besar berupa penambangan pasir dan batu kapur yang termasuk bahan galian golongan C.
Pemberian izin terhadap aktivitas penambangan bahan galian golongan C sejatinya diatur dalam Peraturan Gubernur DIY Nomor 46 Tahun 2015.
Namun, pada praktiknya masih banyak yang belum memiliki izin sehingga sulit dikontrol dampaknya terhadap lingkungan. Dampak dari penambangan illegal ini antara lain kerusakan ekosistem sungai dan karst, tanah longsor, berkurangnya debit air permukaan, pencemaran lingkungan, abrasi dan ablasi.
6. Abrasi dan ablasi;
Abrasi adalah pengikisan tanah oleh gelombang/arus air yang dipercepat
oleh faktor alam dan faktor manusia. Apabila terjadi di wilayah sungai atau
DAS, peristiwa ini disebut ablasi. Fenomena abrasi dan ablasi menyebabkan
perubahan bentang alam akibat mundurnya garis daratan dari wilayah
perairan (pantai atau sungai). Hal ini memberikan ancaman terhadap
pemukiman dan ekosistem di sekitarnya.
42
7. Fenomena pemanasan global (global warming) dan perubahan iklim (climate change);
Akibat dari adanya pemanasan global antara lain adalah perubahan musim yang tidaj menentu. Hal ini menyebabkan terganggunya keseimbangan ekosistem hutan, pola pemanfaatan sumber daya hutan, dan meningkatnya resiko kegagalan program rehabilitasi.
8. Menguatnya kesadaran publik baik ditingkat lokal, nasional, regional, dan global terhadap isu-isu kelestarian hutan, kepastian legalitas bahan baku kayu yang dapat berdampak pada pemasaran hasil hutan kayu;
9. Pengelolaan hutan lestari yang mencakup kelola kawasan, kelola usaha dan kelola kelembagaan. Pengelolaan hutan lestari mencakup pemanfaatan seluruh potensi hutan dan hasil hutan baik hasil hutan kayu, hasil hutan bukan kayu (HHBK), jasa wisata dan jasa lingkungan;
10. Rehabilitasi hutan dan lahan untuk peningkatan daya dukung ekosistem di dalam
maupun di luar kawasan hutan Negara.
43
BAB 4 TUJUAN DAN SASARAN
3.1 Tujuan
Sesuai tujuan dalam RPJMD DIY Tahun 2017 – 2022 yaitu Meningkatnya kualitas lingkungan hidup, kehidupan dan penghidupan masyarakat dengan tatanan sosial yang menjamin kebhinekaan serta mampu menjaga dan mengembangkan budaya Yogyakarta, dan mengacu kepada misi pembangunan DIY yang telah ditetapkan, maka tujuan yang hendak dicapai atau dihasilkan dalam kurun waktu tahun 2017 - 2022 dengan mengacu pada misi dan tujuan Pembangunan DIY di atas yang telah ditetapkan maka tujuan yang akan dicapai adalah, sebagai berikut :
1. Meningkatkan sinergi dan efektifitas upaya tata kelola lingkungan hidup yang berkualitas
2. Mewujudkan tata kelola hutan lestari
3.2 Sasaran Jangka Menengah SKPD
Sasaran organisasi merupakan bagian yang integral dalam proses perencanaan strategis organisasi, sehingga harus disusun secara konsisten dengan perumusan tujuan organisasi. Fokus utama penentuan sasaran adalah tindakan dan alokasi sumber daya organisasi dalam kaitannya dengan pencapaian kinerja yang diinginkan. Sasaran merupakan hasil yang akan dicapai dalam rumusan yang spesifik, terukur, dalam kurun waktu tertentu secara berkesinambungan sejalan dengan tujuan yang ditetapkan.
Sasaran memberikan fokus pada penyusunan kegiatan, maka sasaran harus menggambarkan hal-hal yang ingin dicapai. Dengan demikian apabila seluruh sasaran yang ditetapkan telah dicapai, diharapkan bahwa tujuan strategis terkait juga telah dicapai. Untuk mengukur ketercapaian sasaran, maka dirumuskan indikator.
Pernyataan tujuan, sasaran jangka menengah DLHK DIY beserta indikator kinerjanya
disajikan dalam tabel berikut ini.
44
Tabel 9 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan Perangkat Daerah
No Tujuan Sasaran Indikator Tujuan/Sa saran
Target Kinerja Tujuan/Sarana Pada Tahun Ke-
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
1. Meningkatka n sinergi dan efektifitas upaya
pengendalian pencemaran udara, air, kerusakan lahan dan hutan serta peningkatan tutupan vegetasi yang dilaksanakan oleh para pemangku kepentingan
Terwujudny a Tata Kelola Lingkungan Hidup yang Berkualitas
Persentase ketercapai an
sasaram pembangu nan bidang lingkunga n hidup
88,56 % 91,47 % 94,39 % 97,02 % 100 %
2. Pengelolaan hutan lestari
Meningkatny a Nilai Produksi Kehutanan
Nilai subsekt or
kehutanan dalam PDRB
734.71 3 juta rupiah
742.06 0 juta rupiah
749.48 0 juta rupiah
756.97 5 juta rupiah
764.5
45
juta
rupiah
45
BAB 5 STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN
5.1 Strategi
Berdasarkan visi dan misi Pemerintah Daerah DIY serta tujuan Perangkat Daerah yang telah ditetapkan dan guna tercapainya kelancaran serta keterpaduan dalam mewujudkan sasaran dan tujuan yang ditetapkan maka diperlukan strategi berdasarkan penjabaran dari misi. Upaya pencapaiannya kemudian dijabarkan secara lebih sistematis melalui perumusan strategi sebagai berikut :
1. Melaksanakan pengkajian dan penaatan lingkungan hidup 2. Mengendalikan pencemaran dan kerusakan lingkungan 3. Mengembangkan kapasitas lingkungan hidup
4. Mengelola tutupan vegetasi dan konservasi Sumber Daya Alam 5. Melaksanakan pengelolaan persampahan regional
6. Mengembangkan pembibitan kehutanan
7. Melaksanakan perencanaan dan bina usaha kehutanan 8. Mengelola hutan produksi dan hutan lindung
9. Melaksanakan pengelolaan hutan konservasi
5.2 Arah Kebijakan
Secara lebih lanjut, strategi yang telah ditetapkan tersebut dijabarkan menjadi arah kebijakan Dinas Lingkungan Hidup DIY dalam lima tahun sebagai berikut :
1. Melaksanakan penaatan dan penegakan hukum lingkungan terpadu 2. Melaksanakan pengkajian lingkungan hidup
3. Mengendalikan pencemaran air, udara dan tanah 4. Mengelola sampah dan limbah B3
5. Meningkatkan kapasitas pengelolaan dan penghargaan lingkungan hidup 6. Meningkatkan mutu laboraturium lingkungan
7. Melaksanakan pengujian parameter kualitas lingkungan 8. Melaksanakan perlindungan dan pengamanan hutan 9. Melaksanakan konservasi sumberdaya alam
10. Melaksanakan rehabilitasi hutan dan lahan
46
11. Melaksanakan pengelolaan pengumpulan dan pengangkutan sampah 12. Mengelola sarana dan prasarana penanganan sampah regional 13. Mengelola perhutanan sosial
14. Melaksanakan penatausahaan produksi hasil hutan 15. Melaksanakan penataan hutan
16. Melakukan perencanaan pengelolaan sumberdaya hutan 17. Meningkatkan pemanfaatan sumberdaya hutan
18. Melaksanakan Operasional Teknis Pengelolaan Tahura Bunder 19. Mengembangkan pelayanan pemanfaatan Tahura
20. Mengembangkan perbenihan tanaman kehutanan
21. Melaksanakan sertifikasi dan pengawasan peredaran benih bibit tanaman
Secara terperinci terkait dengan strategi dan arah kebijakan DLHK DIY, dapat dilihat dala tabel di bawah ini.
Tabel 10 Visi Misi hingga Arah Kebijakan Bidang Urusan Lingkungan Hidup dan Bidang Urusan Kehutanan
VISI : Terwujudnya Kemuliaan Martabat Manusia Jogja
MISI : Meningkatkan Kualitas Hidup, Kehidupan dan Penghidupan Masyarakat Yang Berkeadilan dan Berkeadaban
Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan
Tujuan 1 Meningkatkan sinergi dan efektifitas upaya pengendalian pencemaran udara, air, kerusakan lahan dan hutan serta peningkatan tutupan vegetasi yang
dilaksanakan oleh para pemangku kepentingan
1. Terwujudnya Tata Kelola Lingkungan Hidup yang Berkualitas
1. Melaksanakan pengkajian dan penaatan lingkungan hidup
a. Melaksanakan penaatan dan penegakan hukum lingkungan terpadu b. Melaksanakan
pengkajian lingkungan hidup 2. Mengendalikan
pencemaran dan kerusakan lingkungan
a. Mengendalikan pencemaran air, udara dan tanah b. Mengelola sampah dan
limbah B3
c. Meningkatkan mutu laboraturium lingkungan d. Melaksanakan pengujian
parameter kualitas lingkungan
3. Mengembangkan kapasitas lingkungan hidup
a. Meningkatkan
kapasitas pengelolaan dan penghargaan lingkungan hidup
4. Mengelola tutupan vegetasi dan
a. Melaksanakan
perlindungan
47
VISI : Terwujudnya Kemuliaan Martabat Manusia Jogja
MISI : Meningkatkan Kualitas Hidup, Kehidupan dan Penghidupan Masyarakat Yang Berkeadilan dan Berkeadaban
Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan
konservasi Sumber Daya Alam
dan pengamanan hutan
b. Melaksanakan konservasi sumberdaya alam c. Melaksanakan
rehabilitasi hutan dan lahan
5. Melaksanakan pengelolaan persampahan regional
a. Melaksanakan pengelolaan pengumpulan dan pengangkutan sampah b. Mengelola sarana dan
prasarana penanganan sampah regional Tujuan 2
Pengelolaan hutan lestari
2. Meningkatnya Nilai Produksi Kehutanan
1. Melaksanakan perencanaan dan bina usaha kehutanan
a. Mengelola perhutanan sosial
b. Melaksanakan penatausahaan produksi hasil hutan c. Melakukan penataan
hutan 2. Mengelola hutan
produksi dan hutan lindung
a. Melakukan perencanaan pengelolaan sumberdaya hutan b. Meningkatkan
pemanfaatan sumberdaya hutan 3. Melaksanakan
pengelolaan hutan konservasi
a. Melaksanakan Pengelolaan Tahura Bunder b. Mengembangkan
pelayanan pemanfaatan Tahura 4. Mengembangkan
pembibitan kehutanan
a. Mengembangkan perbenihan tanaman kehutanan
b. Melaksanakan sertifikasi dan
pengawasan peredaran
benih bibit tanaman
48
BAB 6 RENCANA PROGRAM, KEGIATAN DAN SUBKEGIATAN SERTA PENDANAAN
Penjabaran terkait dengan rencana program dan kegiatan, indikator kinerja,
kelompok sasaran serta pendanaan indikatif DLHK DIY disajikan dalam tabel berikut :
PERUBAHAN RENSTRA DLHK DIY TAHUN 2017 - 2022
49 Tabel 11 Rencana Program, Kegiatan, dan Pendanaan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pemerintah Daerah DIY
Tujua
n Sasar
an Keter angan
Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja Tujuan, Sasaran, Program (outcome) dan
Kegiatan (output)
Data
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Unit
Kerja PD pada akhir periode Renstra
PD sinergi
dan efektifi
tas upaya
tata kelola lingku
ngan hidup yang berku alitas
Terwuj udnya tata kelola lingku
Urusan Lingkungan Hidup
Persentase Pemenuhan Pelayanan Administrasi Perkantoran
100% n/a n
Penyediaan Jasa, Peralatan, dan Perlengkapa n Perkantoran
Terkelolanya
surat masuk n/a n Terlaksananya
pembayaran biaya kebersihan kantor
n/a n
Terlaksananya pembayaran honor pengelola sampah
n/a n Terlaksananya
pembayaran pajak kendaraan dinas :
PERUBAHAN RENSTRA DLHK DIY TAHUN 2017 - 2022
50
Tujua
n Sasar
an Keter anga n
Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja Tujuan, Sasaran, Program (outcome) dan
Kegiatan (output)
Data Capaia n Pada Tahun Awal Perenc
anaan
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Unit
Kerja PD Penangg ungjawa
b Lo Tahun 1 k
(2018) Tahun 2 (2019) Tahun 3 (2020) Tahun 4 (2021) Tahun 5 (2022) Kondisi Kinerja pada akhir periode Renstra
PD Targ
et R p
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp target Rp
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 2
0 unit)
- Roda 6 (1 unit)
Terlaksananya pembayaran pajak kendaraan dinas : - Roda 2 (induk : 90 unit, KPH : 74 unit) - Roda 3 (3 Unit) - Roda 4 (induk 18 unit, KPH 4 unit) - Roda 6 (1 unit)
n/a n
/ a
n/a 190 unit DLHK D
I Y
Terlaksananya pembayaran tagihan sambungan telepon, tagihan rekening air, tagihan rekening listrik : - Induk 7 listrik, 6 telpon, 2 air - Tahura 4 listrik, 1 air - Laboratorium 1 listrik, 1 telpon -BBH 2 listrik, 2
n/a n
/ a
n/a 12
bulan 12
bulan 12
bulan &
12 bulan
DLHK D
I Y
PERUBAHAN RENSTRA DLHK DIY TAHUN 2017 - 2022
Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja Tujuan, Sasaran, Program (outcome) dan
Kegiatan (output)
Data
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Unit
Kerja PD pada akhir periode Renstra
PD telpon
-KPH 33 listrik, 4 telpon, 19 air
Terlaksananya pengadaan alat tulis kantor
n/a n Terlaksananya
pengadaan barang cetakan
n/a n Terlaksananya
pengadaan komponen instalasi listrik/penerang an bangunan kantor
n/a n
Terlaksananya penggandaan/f oto copy
n/a n
/a
n/a 100.000
lembar
&
20.000 lembar
128.500 lembar
&
20.000 lembar
128.50 0 lembar
&
20.000 lembar
DLHK D
IY
Terlaksananya pengiriman surat keluar
n/a n Tersedianya
bahan bacaan 2 SKH (Kedaulatan Rakyat dan Kompas)
n/a n
PERUBAHAN RENSTRA DLHK DIY TAHUN 2017 - 2022
Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja Tujuan, Sasaran, Program (outcome) dan
Kegiatan (output)
Data
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Unit
Kerja PD pada akhir periode Renstra
PD Tersedianya
peralatan rumah tangga
n/a n Materai (6000 &
3000) n/a n
/ a
n/a 2340
lembar
& 190 lembar
1026 lembar
& 390 lembar
642 lembar
& 100 lembar
DLHK D
I Y Kebutuhan
untuk penanganan Covid 19
n/a n
/a
n/a n/a n/a 100% DLHK D
IY
Terlaksananya penilaian dan penyusutan arsip Tersedianya
peralatan rumah tangga dan bahan pembersih
n/a n Terlaksananya
pembayaran pengurasan IPAL Kantor
n/a n
/a
n/a n/a n/a 2 kali DLHK D
IY
PERUBAHAN RENSTRA DLHK DIY TAHUN 2017 - 2022
53
Tujua
n Sasar
an Keter anga n
Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja Tujuan, Sasaran, Program (outcome) dan
Kegiatan (output)
Data Capaia n Pada Tahun Awal Perenc
anaan
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Unit
Kerja PD Penangg ungjawa
b Lo Tahun 1 k
(2018) Tahun 2 (2019) Tahun 3 (2020) Tahun 4 (2021) Tahun 5 (2022) Kondisi Kinerja pada akhir periode Renstra
PD Targ
et R p
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp target Rp
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 2
0 1.
Terlaksananya pembayaran pengurasan IPAL kantor 2 kali, 2. Materai sebanyak 2340 lembar (materai 6000 & 3000) 3.
Pengisian tabung pemadam kebakaran sebanyak 31 buah 4.
Terkelolanya surat masuk 1000 surat 5.
Terlaksananya pembayaran biaya kebersihan kantor 12 bulan, 6. Terlaksananya pembayaran honor pengelola sampah 12 bulan, 7.
Terlaksananya pembayaran pajak kendaraan dinas 230 unit 8.
Terlaksananya pembayaran tagihan
n/a n
/a
100% n/a n/a n/a DLHK D
IY
PERUBAHAN RENSTRA DLHK DIY TAHUN 2017 - 2022
54
Tujua
n Sasar
an Keter anga n
Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja Tujuan, Sasaran, Program (outcome) dan
Kegiatan (output)
Data Capaia n Pada Tahun Awal Perenc
anaan
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Unit
Kerja PD Penangg ungjawa
b Lo Tahun 1 k
(2018) Tahun 2 (2019) Tahun 3 (2020) Tahun 4 (2021) Tahun 5 (2022) Kondisi Kinerja pada akhir periode Renstra
PD Targ
et R p
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp target Rp
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 2
0 sambungan
telepon, tagihan rekening air, tagihan rekening listrik 12 bulan, 9.
Terlaksananya penataan arsip 12 m2, 10.
Terlaksananya pengadaan alat tulis kantor 106 jenis 11.
Terlaksananya pengadaan barang cetakan 31 jenis, 12.
Terlaksananya pengadaan komponen instalasi listrik/penerang an bangunan kantor 32 jenis, 13.
Terlaksananya penggandaan/f otocopy 100.000 lembar 14.
Terlaksananya pengiriman surat keluar 2000 surat 15.
Terlaksananya penilaian dan penyusutan arsip 75 box 16.
PERUBAHAN RENSTRA DLHK DIY TAHUN 2017 - 2022
Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja Tujuan, Sasaran, Program (outcome) dan
Kegiatan (output)
Data
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Unit
Kerja PD pada akhir periode Renstra
PD Tersedianya
bahan bacaan sejumlah 10 jenis selama 12 bulan 17.
Tersedianya peralatan rumah tangga dan bahan pembersih 46 jenis
Penyediaan Jasa Pengelola Pelayanan Perkantoran
Tersedianya jasa keamanan kantor
n/a n Tersedianya
jasa Pegawai Kontrak/Non PNS/Honorer/Ti selama 12 bulan
n/a n/a DLHK D
I Y
Terlaksananya pelayanan administrasi perkantoran dan
penatausahaan
n/a n
PERUBAHAN RENSTRA DLHK DIY TAHUN 2017 - 2022
Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja Tujuan, Sasaran, Program (outcome) dan
Kegiatan (output)
Data
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Unit
Kerja PD pada akhir periode Renstra
PD keuangan
Terlaksananya/
honor pengelolaan kepegawaian
n/a n
/a
n/a n/a 12
bulan n/a DLHK D
IY
Terlaksananya pengelolaan kearsipan
n/a n Pengelolaan Barang
n/a n
Terlaksananya
Biaya Fumigasi n/a n pengelolaan perencanaan program
n/a n
Terlaksananya pembayaran biaya kebersihan kantor
n/a n
Tersedianya jasa pengelola arsip/perpustak
pengelola keuangan
n/a n
PERUBAHAN RENSTRA DLHK DIY TAHUN 2017 - 2022
57
Tujua
n Sasar
an Keter anga n
Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja Tujuan, Sasaran, Program (outcome) dan
Kegiatan (output)
Data Capaia n Pada Tahun Awal Perenc
anaan
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Unit
Kerja PD Penangg ungjawa
b Lo Tahun 1 k
(2018) Tahun 2 (2019) Tahun 3 (2020) Tahun 4 (2021) Tahun 5 (2022) Kondisi Kinerja pada akhir periode Renstra
PD Targ
et R p
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp target Rp
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 2
0 1. Tersedianya
jasa keamanan kantor selama 12 bulan, 2.
Terlaksananya pengelolaan keuangan selama 12 bulan, 3.
Terlaksananya pengelolaan kepegawaian selama 12 bulan, 4.
Tersedianya tenaga jasa kearsipan 6 orang, 5.Tersedianya tenaga jasa driver/sopir 8 orang, 6.Tersedianya jasa pegawai kontrak/non PNS/honorer/tid ak tetap 12 bulan,7.Terlaks ananya pengelolaan barang 12 bulan, 8.
Terlaksananya Biaya Fumigasi 84 m3
n/a n
/a
100% n/a n/a n/a DLHK D
IY
PERUBAHAN RENSTRA DLHK DIY TAHUN 2017 - 2022
Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja Tujuan, Sasaran, Program (outcome) dan
Kegiatan (output)
Data
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Unit
Kerja PD pada akhir periode Renstra
PD Penyediaan
Rapat-rapat, Koordinasi dan Konsultasi
Terlaksananya konsultasi dan koordinasi dalam daerah
n/a n
Terlaksananya konsultasi dan koordinasi luar daerah
n/a n (eselon II 8 kali, eselon III 74 kali, gol III 3 kali) + (eselon III 3 kali,
Tersedianya makan dan minum rapat
n/a n
1. Tersedianya makan dan minum rapat 12 bulan, 2.
Terlaksananya konsultasi dan koordinasi dalam dan luar
n/a n
PERUBAHAN RENSTRA DLHK DIY TAHUN 2017 - 2022
Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja Tujuan, Sasaran, Program (outcome) dan
Kegiatan (output)
Data
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Unit
Kerja PD pada akhir periode Renstra
PD DAERAH PROVINSI
Persentase terlaksananya pemenuhan pelayanan administrasi perkantoran, pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana aparatur, dan peningkatan pengembanga n sistem laporan kinerja dan keuangan
100% n/a n Daerah Penunjang Urusan Pemerintah an Daerah
Terlaksananya Pemeliharaan Barang Milik Daerah Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah
100% n/ Rehabilitasi Gedung Kantor dan Bangunan Lainnya
Terlaksananya pembayaran biaya kebersihan kantor (BKPH)
12
Belanja Jasa Kebersihan (INDUK)
12 bulan DLHK D
I Y
PERUBAHAN RENSTRA DLHK DIY TAHUN 2017 - 2022
Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja Tujuan, Sasaran, Program (outcome) dan
Kegiatan (output)
Data
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Unit
Kerja PD pada akhir periode Renstra
PD Penyediaan
Jasa Pemeliharaa n, Biaya Pemeliharaa n dan Pajak Kendaraan Perorangan Dinas atau Kendaraan Dinas Jabatan
Tersedianya Penyediaan Jasa Pemeliharaan, Biaya Pemeliharaan dan Pajak Kendaran Perorangan Dinas atau Kendaraan Dinas Jabatan (INDUK)
Penyediaan Jasa Pemeliharaa n, Biaya Pemeliharaa n, Pajak dan perizinan Kendaraan Dinas Operasional atau Lapangan
Tersedianya Penyediaan Jasa Pemeliharaan, Biaya Pemeliharaan, Pajak dan Perijinan Kendaraan Dinas Operasional atau Lapangan (INDUK)
Tersedianya Penyediaan Jasa Pemeliharaan, Biaya Pemeliharaan, Pajak dan Perijinan Kendaraan Dinas Operasional
78 unit
PERUBAHAN RENSTRA DLHK DIY TAHUN 2017 - 2022
Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja Tujuan, Sasaran, Program (outcome) dan
Kegiatan (output)
Data
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Unit
Kerja PD pada akhir periode Renstra
PD atau Lapangan
(BKPH) Penyediaan
Jasa Penunjang Urusan Pemerintah an Daerah
Terlaksananya Penyediaan Jasa Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah
100%
1.045.6 45.200
DLHK D
IY
Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik
Terlaksananya Pembayaran Tagihan Sambungan Telepon, Tagihan Rekening Air, Tagihan Rekening Listrik (INDUK)
Terlaksananya Pembayaran Tagihan Sambungan Telepon, Tagihan Rekening Air, Tagihan Rekening Listrik (BKPH)
12 bulan DLHK D
I Y
Penyediaan Jasa Surat Menyurat
Tersedianya Materai (INDUK) Tersedianya
Materai (BKPH) 100
lembar DLHK D
I Y
PERUBAHAN RENSTRA DLHK DIY TAHUN 2017 - 2022
Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja Tujuan, Sasaran, Program (outcome) dan
Kegiatan (output)
Data
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Unit
Kerja PD pada akhir periode Renstra
PD Penyediaan
Jasa Peralatan dan Perlengkapa n Kantor
Tersedianya jasa pengelola arsip/
perpustakaan (INDUK) Perangkat Daerah
Terlaksananya Administrasi Umum Perangkat Daerah
100%
Penyediaan Peralatan dan Perlengkapa n Kantor
Terlaksananya pengadaan alat tulis kantor (INDUK)
Terlaksananya pengadaan alat tulis kantor (BKPH)
57 jenis DLHK D
IY
Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaa n
Terlaksananya pengadaan barang cetakan (INDUK) Terlaksananya
pengadaan barang cetakan (BKPH)
9 jenis DLHK D
I Y Terlaksananya
penggandaan / Foto copy (INDUK)
128.50 0 lembar
DLHK D
I Y Terlaksananya
penggandaan / Foto copy
PERUBAHAN RENSTRA DLHK DIY TAHUN 2017 - 2022
Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja Tujuan, Sasaran, Program (outcome) dan
Kegiatan (output)
Data
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Unit
Kerja PD pada akhir periode Renstra
PD Penyediaan
Komponen Instalasi Listrik/
Penerangan Bangunan Kantor
Terlaksananya Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Peneran gan Bangunan Kantor (INDUK)
22 jenis 42.322.
000
DLHK D
IY
Terlaksananya Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Peneran gan Bangunan Kantor (BKPH)
10 jenis DLHK D
I Y
Penyediaan Bahan Bacaan dan Perundang - Undangan
Tersedianya bahan bacaan 2 SKH (INDUK) Tersedianya
bahan bacaan 1 SKH (BKPH)
12
bulan DLHK D
I Y Penyediaan
Peralatan rumah Tangga
Tersedianya peralatan rumah tangga (INDUK) Tersedianya
peralatan rumah tangga (BKPH)
20 jenis DLHK D
I Y Penyelengga
raan Rapat Koordinasi dan Konsultasi SKPD
Tersedianya Makan dan Minum Rapat (INDUK) Terlaksananya
Konsultasi dan Koordinasi Dalam Daerah (INDUK)
12
bulan DLHK D
IY
PERUBAHAN RENSTRA DLHK DIY TAHUN 2017 - 2022
Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja Tujuan, Sasaran, Program (outcome) dan
Kegiatan (output)
Data
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Unit
Kerja PD pada akhir periode Renstra
PD Terlaksananya
Konsultasi dan Koordinasi Luar Daerah (INDUK)
12
bulan DLHK D
IY
Tersedianya Makan dan Minum Rapat (BKPH)
12 bulan DLHK D
I Y Terlaksananya
Konsultasi dan Koordinasi Dalam Daerah (BKPH)
12
bulan DLHK D
I Y
Terlaksananya Konsultasi dan Koordinasi Luar Daerah (BKPH)
12
bulan DLHK D
I Y Administras
i Keuangan Perangkat Daerah
Terlaksananya Administrasi Keuangan Perangkat Daerah
100%
1.131.1 48.072
DLHK D
IY
Penyediaan Administrasi Pelaksanaan Tugas ASN
Tersedianya retribusi/ pajak (INDUK) Tersedianya
retribusi/ pajak (BKPH) Tersedianya
Pengadaan Jasa Keamanan (INDUK)
12 bulan DLHK D
I Y
PERUBAHAN RENSTRA DLHK DIY TAHUN 2017 - 2022
Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja Tujuan, Sasaran, Program (outcome) dan
Kegiatan (output)
Data
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Unit
Kerja PD pada akhir periode Renstra
PD Tersedianya
Pengadaan Jasa Keamanan (BKPH)
12
bulan DLHK D
IY
Pelaksanaan Penatausah aan dan Pengujian/
Verifikasi Keuangan SKPD
Tersedianya Honor pengelola Keuangan (INDUK)
Tersedianya Honor pengelola Keuangan (BKPH) Daerah pada Perangkat Daerah
Terlaksananya Administrasi Barang Milik Daerah pada Perangkat Daerah
100% aan Barang Milik Daerah pada SKPD
Tersedianya Honor pengelola Barang (INDUK)
Tersedianya Honor pengelola Barang (BKPH)
12 bulan DLHK D
I Y Sem
ula PROGRAM SARANA DAN PRASARAN A APARATUR
Meningkatnya sarana prasarana aparatur
100% n/a n
PERUBAHAN RENSTRA DLHK DIY TAHUN 2017 - 2022
Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja Tujuan, Sasaran, Program (outcome) dan
Kegiatan (output)
Data
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Unit
Kerja PD pada akhir periode Renstra
PD dan Gedung Kantor
Pembuatan Portal TAHURA Bunder
n/a n Pembangunan
Pos Jaga TAHURA Bunder
n/a n Terlaksananya
rehabilitasi gedung kantor 92 m² di Depo Arsip DLHK
n/a n
/a
n/a 92 m2 n/a n/a DLHK D
IY
Terlaksananya penataan halaman kantor
n/a n Rehabilitasi
Kantor BDH (Bagian Daerah Hutan) Kulon Progo - Bantul di Pengasih
n/a n
Penggantian papan nama gedung
n/a n
/a
n/a 6 unit n/a n/a DLHK D
IY Pembangunan
Kantor Balai Laboraturium Lingkungan
n/a n
/a
n/a n/a n/a n/a DLHK D
IY
Terlaksananya rehabilitasi gedung kantor
n/a n
/a
n/a n/a n/a n/a DLHK D
IY Terlaksananya
rehabilitasi bangunan pendukung
n/a n
/a
n/a n/a n/a n/a DLHK D
IY
Rehabilitasi
Kantor BDH KP n/a n
/ n/a n/a n/a n/a DLHK D
I
PERUBAHAN RENSTRA DLHK DIY TAHUN 2017 - 2022
67
Tujua
n Sasar
an Keter anga n
Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja Tujuan, Sasaran, Program (outcome) dan
Kegiatan (output)
Data Capaia n Pada Tahun Awal Perenc
anaan
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Unit
Kerja PD Penangg ungjawa
b Lo Tahun 1 k
(2018) Tahun 2 (2019) Tahun 3 (2020) Tahun 4 (2021) Tahun 5 (2022) Kondisi Kinerja pada akhir periode Renstra
PD Targ
et R p
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp target Rp
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 2
0
Bantul a Y
Rehabilitasi Gudang Briket/Daun Pabrik MKP Sendangmole
n/a n
/ a
n/a n/a n/a n/a DLHK D
I Y
Dokumen limgkungan DLHK
n/a n
/a
n/a n/a n/a n/a DLHK D
IY Terlaksananya
rehabilitasi tempat parkir induk dan BP3KP 1
n/a n
/a
n/a n/a n/a n/a DLHK D
IY
DED Pembangunan Kantor Balai Laboratorium Lingkungan
n/a n
/ a
n/a n/a n/a n/a DLHK D
I Y
Pembangunan Kantor Balai Laboratorium Lingkungan
n/a n
/ a
n/a n/a n/a n/a DLHK D
I Y 1.
Terlaksananya rehabilitasi gedung kantor 1 unit, 2.
Terlaksananya Rehabilitasi Kantor RPH Semanu dan RPH Giring 1 paket, 3.
Terlaksananya rehabilitasi tempat parkir
n/a n
/a
100% n/a n/a n/a DLHK D
IY
PERUBAHAN RENSTRA DLHK DIY TAHUN 2017 - 2022
Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja Tujuan, Sasaran, Program (outcome) dan
Kegiatan (output)
Data
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Unit
Kerja PD pada akhir periode Renstra
PD
Pengadaan Peralatan dan Perlengkapa n
Terlaksananya pengadaan dan perlengkapan gedung kantor
n/a n Almari Arsip
Besi n/a n Televisi LED
Untuk penggantia ruang rapat B Pengadaan
Komputer PC n/a n
/a
n/a 17 unit 2 unit 8 unit DLHK D
IY Pengadaan
Komputer PC pemetaan
n/a n
/a
n/a n/a DLHK D
IY Pengadaan
Laptop/Noteboo Printer Laser
Jet Umum n/a n Printer
Epson/Cannon n/a n
PERUBAHAN RENSTRA DLHK DIY TAHUN 2017 - 2022
Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja Tujuan, Sasaran, Program (outcome) dan
Kegiatan (output)
Data
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Unit
Kerja PD pada akhir periode Renstra
PD Printer Dot
matrik LQ2190 n/a n
/a
n/a 2 buah 1 unit n/a DLHK D
IY Printer Dot
matrik LQ310 n/a n Printer IP 110
Print Portable n/a n Pengadaan
washtafel n/a n Tangga
alumunium n/a n
PERUBAHAN RENSTRA DLHK DIY TAHUN 2017 - 2022
Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja Tujuan, Sasaran, Program (outcome) dan
Kegiatan (output)
Data
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Unit
Kerja PD pada akhir periode Renstra
PD Peralatan dan
Perlengkapan Wisma Erlangga
n/a n
/a
n/a n/a DLHK D
IY
1.
Terlaksananya pengadaan peralatan dan perlengkapan gedung kantor 15 jenis dan Gedung Kantor
Perbaikan/Pem eliharaan Saluran Air Bersih
n/a n
Perbaikan Septitank Gedung Eks BP3KP pengecatan gedung aula B dan ruang arsip
n/a n Pemeliharaan
Ruang peralatan kendaraan
n/a n Biaya perbaikan
pintu ruangan arsip Pemeliharaan
atap dinas induk Pemasangan
pagar pengaman bak pengendap
n/a n
PERUBAHAN RENSTRA DLHK DIY TAHUN 2017 - 2022
Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja Tujuan, Sasaran, Program (outcome) dan
Kegiatan (output)
Data
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Unit
Kerja PD pada akhir periode Renstra
PD Persemaian
Bunder Tambah Daya Listrik Persemaian Bunder
n/a n Canopy tempat
parkir n/a n Pemeliharaan
pintu kios di Tahura Bunder, Playen, Gunung Kidul
Pemeliharaan kantor argulobang
n/a n Pembuatan
ruang kearsipan n/a n /a
n/a 1 paket n/a n/a DLHK D
IY Tempat parkir
roda 3 n/a n
/a
n/a 8 m2 n/a n/a DLHK D
IY Pemeliharaan
pos jaga dodokan
n/a n
/a
n/a 18 m2 n/a n/a DLHK D
IY Pemeliharaan
mushola n/a n Pemeliharaan
plafon n/a n Penggantian
conblok n/a n Pemeliharaan
Saluran air n/a n
/ n/a 50 m n/a n/a DLHK D
I
PERUBAHAN RENSTRA DLHK DIY TAHUN 2017 - 2022
Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja Tujuan, Sasaran, Program (outcome) dan
Kegiatan (output)
Data
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Unit
Kerja PD pada akhir periode Renstra
PD
Pemasangan
pagar BRC n/a n
pengecatan gedung
n/a n Biaya perbaikan
pintu kamar mandi Biaya perbaikan
pintu ruangan n/a n
pemeliharaan eternit
n/a n
pemeliharaan dinding kaca
n/a n Penggantian
kusen dan daun pintu jendela bidang P3KLH
n/a n Pemeliharaan
Kamar Mandi Gedung Balai Perbenihan Kehutanan
n/a n
Pemeliharaan BDH Panggang dan RPH Kepek Pemeliharaan
KM/WC bidang P3KLH Pemeliharaan
KM/WC bidang n/a n
/ n/a n/a 2 unit n/a DLHK D
I
PERUBAHAN RENSTRA DLHK DIY TAHUN 2017 - 2022
Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja Tujuan, Sasaran, Program (outcome) dan
Kegiatan (output)
Data
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Unit
Kerja PD pada akhir periode Renstra
PD
Tambah daya
listrik Balai KPH n/a n Pemeliharaan
rutin gedung DLHK Terlaksananya
pembayaran pengurasan IPAL kantor
n/a n Biaya perbaikan
pintu kamar mandi Pemeliharaan
Kantor Tahura n/a n
Terpeliharanya gedung kantor 10 unit Pemeliharaan
ruang bidang P3KLH
n Kendaraan Dinas/Opera sional
1. Perawatan kendaraan dinas operasional 230 unit
Pemeliharaan dan operasional kendaraan dinas -Roda 2
PERUBAHAN RENSTRA DLHK DIY TAHUN 2017 - 2022
Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja Tujuan, Sasaran, Program (outcome) dan
Kegiatan (output)
Data
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Unit
Kerja PD pada akhir periode Renstra
PD
Kendaraan roda 2 (induk:79 unit, KPH:74 unit)
n/a n Kendaraan roda
3 n/a n Kendaraan roda
4 (induk : 18 Kendaraan roda
6 n/a n
n Peralatan dan Perlengkapa n Instalasi
telepon & PABX n/a n Jaringen
internet n/a n Pemeliharaan
Genset n/a n Pemeliharaan
pompa air n/a n Pemeliharaan
pesawat telepon/airphon
PERUBAHAN RENSTRA DLHK DIY TAHUN 2017 - 2022
Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja Tujuan, Sasaran, Program (outcome) dan
Kegiatan (output)
Data
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Unit
Kerja PD pada akhir periode Renstra
PD Pemeliharaan
pemotong rumput
n/a n
/a
n/a 5 unit 5 unit 1 unit DLHK D
IY Pemeliharaan
gergaji mesin n/a n Pemeliharaan
komputer /PC n/a n
erawatan Note Book Perawatan TV
& Monitor n/a n Perawatan
mesin ketik n/a n Perawatan
Camera n/a n Pemeliharaan
LCD n/a n Perawatan
Faximile n/a n Pemeliharaan
elektronik Eks.
Hut. Pemeliharaan
dan perbaikan fax eks BSPMBPTKP
n/a n Pemeliharaan
Printer n/a n
PERUBAHAN RENSTRA DLHK DIY TAHUN 2017 - 2022
Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja Tujuan, Sasaran, Program (outcome) dan
Kegiatan (output)
Data
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Unit
Kerja PD pada akhir periode Renstra
PD Perawatan TV
LCD n/a n
/a
n/a 2 unit 1 unit 1 unit DLHK D
IY Pemeliharaan
AC n/a n Perbaikan AC
Dinas Eks. Hut n/a n Pemeliharaan
CCTV n/a n Perawatan
sound System dan Wireles Eks. LH Meja-Kursi
Tamu n/a n Almari Sliding
Kaca n/a n Pengisian
tabung pemadam kebakaran
n/a n Pemeliharaan
Diesel Air Balai n/a n
/ n/a n/a 1 unit n/a DLHK D
I
PERUBAHAN RENSTRA DLHK DIY TAHUN 2017 - 2022
Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja Tujuan, Sasaran, Program (outcome) dan
Kegiatan (output)
Data
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Unit
Kerja PD pada akhir periode Renstra
PD Perbenihan
Kehutanan a Y
Instalasi
telepon n/a n 1. Perawatan
peralatan dan perlengkapan gedung kantor 36 jenis KAPASITAS SUMBERDA YA APARATUR
Meningkatnya sarana prasarana aparatur
100% n/a n
Pembinaan, Pengemban gan Kualitas Profesi dan Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Tertentu
Fasilitasi kegiatan Pejabat Fungsional Tertentu :- Penilaian Angka Kredit 2 kali, - Penerbitan Jurnal 1 kali DAERAH PROVINSI
Persentase terlaksananya pemenuhan pelayanan administrasi perkantoran, pemenuhan
100% n/a n
PERUBAHAN RENSTRA DLHK DIY TAHUN 2017 - 2022
Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja Tujuan, Sasaran, Program (outcome) dan
Kegiatan (output)
Data
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Unit
Kerja PD pada akhir periode Renstra
PD kebutuhan
sarana dan prasarana aparatur, dan peningkatan pengembanga n sistem laporan kinerja dan keuangan Pengadaan
Barang Milik Daerah Penunjang Urusan Pemerintah Daerah
Terlaksananya Pengadaan Barang Milik Daerah Penunjang Urusan Pemerintah Daerah
100%
Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendukung Gedung Kantor atau Bangunan Lainnya
01. Pembangunan pagar pengaman bibit (281 m2)
01. Pengadaan Pompa Air 02. Pengadaan
Rak Arsip (INDUK)
5 unit DLHK D
I Y 03. Pengadaan
Almari Arsip (INDUK)
3 unit DLHK D
I Y 04. Pengadaan
tangga almunium (INDUK)
1 unit DLHK D
I Y
05. Pengadaan 1 paket DLHK D
PERUBAHAN RENSTRA DLHK DIY TAHUN 2017 - 2022
79
Tujua
n Sasar
an Keter anga n
Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja Tujuan, Sasaran, Program (outcome) dan
Kegiatan (output)
Data Capaia n Pada Tahun Awal Perenc
anaan
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Unit
Kerja PD Penangg ungjawa
b Lo Tahun 1 k
(2018) Tahun 2 (2019) Tahun 3 (2020) Tahun 4 (2021) Tahun 5 (2022) Kondisi Kinerja pada akhir periode Renstra
PD Targ
et R p
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp target Rp
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 2
0 Sound System
(INDUK) I
Y 06. Pengadaan
LED Running Text (INDUK)
1 paket DLHK D
I Y 07. Pengadaan
PC/ Komputer (INDUK)
4 unit DLHK D
I Y 08. Pengadaan
Notebook/
Laptop (INDUK)
8 unit DLHK D
I Y 09. Pengadaan
PRINTER HP Laserjet (INDUK)
6 unit DLHK D
I Y 10. Pengadaan
Printer Epson (INDUK)
3 unit DLHK D
I Y 11. Pengadaan
PRINTER HP Officejet (INDUK)
1 unit DLHK D
I Y 12. Pengadaan
UPS PROLINK (INDUK)
3 unit DLHK D
I Y 13. Pengadaan
LCD Projector (INDUK)
1 unit DLHK D
I Y 14. Pengadaan
Alat Pendingin/
AC Panasonic (INDUK)
8 unit DLHK D
I Y 15. Pengadaan
Alat Pendingin/
AC LG (INDUK)
2 unit DLHK D
I Y 16. Pengadaan
Termogun 16
buah DLHK D
I
PERUBAHAN RENSTRA DLHK DIY TAHUN 2017 - 2022
Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja Tujuan, Sasaran, Program (outcome) dan
Kegiatan (output)
Data
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Unit
Kerja PD pada akhir periode Renstra
PD
17. Pengadaan Webcame (INDUK)
13
buah DLHK D
I Y 18. Pengadaan
Komputer PC (BKPH)
8 unit DLHK D
I Y 19. Pengadaan
Printer (BKPH) 8 unit DLHK D
I Y 20. Pengadaan
Mesin Fax (BKPH)
1 unit DLHK D
I Y 21. Pengadaan
Scanner (Brother) (BKPH) Daerah Penunjang Urusan Pemerintah an Daerah
Terlaksananya Pemeliharaan Barang Milik Daerah Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah
100%
Rehabilitasi Gedung Kantor dan Bangunan Lainnya
02.
Pemeliharaan Septitank Laboratorium Lingkungan DLHK (INDUK)
1 paket
03. Pemeliharaan Saluran Air Laboratorium Lingkungan
1 paket DLHK D
I Y
PERUBAHAN RENSTRA DLHK DIY TAHUN 2017 - 2022
81
Tujua
n Sasar
an Keter anga n
Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja Tujuan, Sasaran, Program (outcome) dan
Kegiatan (output)
Data Capaia n Pada Tahun Awal Perenc
anaan
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Unit
Kerja PD Penangg ungjawa
b Lo Tahun 1 k
(2018) Tahun 2 (2019) Tahun 3 (2020) Tahun 4 (2021) Tahun 5 (2022) Kondisi Kinerja pada akhir periode Renstra
PD Targ
et R p
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp target Rp
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 2
0 DLHK (INDUK)
04.
Pemeliharaan KM/WC Laboratorium Lingkungan DLHK (INDUK)
1 paket DLHK D
I Y
05. Pemeliharaan Ruang Mushola (INDUK)
1 paket DLHK D
I Y 06.
Pemeliharaan Gedung DLHK (Pembuatan Pintu Pagar Gedung Laboratorium Lingkungan DLHK) (INDUK)
1 paket DLHK D
I Y
07.
Pemeliharaan Rutin Gedung Laboratorium Lingkungan DLHK (INDUK)
1 paket DLHK D
I Y
08. Pemeliharaan KM/WC BBH (INDUK)
1 paket DLHK D
I Y 09.
Pemeliharaan Kantor Tahura (INDUK)
1 paket DLHK D
I Y 10.
Pembangunan Pagar
1 paket DLHK D
I Y
PERUBAHAN RENSTRA DLHK DIY TAHUN 2017 - 2022
82
Tujua
n Sasar
an Keter anga n
Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja Tujuan, Sasaran, Program (outcome) dan
Kegiatan (output)
Data Capaia n Pada Tahun Awal Perenc
anaan
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Unit
Kerja PD Penangg ungjawa
b Lo Tahun 1 k
(2018) Tahun 2 (2019) Tahun 3 (2020) Tahun 4 (2021) Tahun 5 (2022) Kondisi Kinerja pada akhir periode Renstra
PD Targ
et R p
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp target Rp
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 2
0 Pengaman
Hutan Pagar Kawat Harmonika (INDUK) 11. Pemeliharaan Kantor Tahura Bunder (INDUK)
1 paket DLHK D
I Y
12.
Pemeliharaan Rutin Gedung DLHK (INDUK)
1 paket DLHK D
I Y 13.
Pemeliharaan KM/WC Bidang RKA (INDUK)
1 paket DLHK D
I Y 14.
Pemeliharaan Ruang Bidang P3KLH (INDUK)
1 paket DLHK D
IY
15.
Pemeliharaan Kantor Balai KPH Yogyakarta (BKPH)
1 unit DLHK D
I Y
16.
Pemeliharaan Kantor BDH Kulon Progo - Bantul (BKPH)
1 unit DLHK D
IY
18. Papan nama BDH,RPH, dan
31 unit DLHK D
I Y
PERUBAHAN RENSTRA DLHK DIY TAHUN 2017 - 2022
83
Tujua
n Sasar
an Keter anga n
Program dan
Program dan