Pengukuran kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, dan sasaran yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi Kepala daerah. Pengukuran kinerja dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
Untuk mengetahui kinerja pelayanan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Mojokerto, tidak terlepas dari peranannya dalam rangka melaksanakan urusan pemerintahan bidang penanaman modal dan urusan pelayanan terpadu satu pintu. Hasil pelayanan DPMPTSP di bidang pengelolaan urusan penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu, dapat diketahui dari sasaran yang telah ditetapkan melalui RPJMD Tahun 2016-2021 dan Renstra Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Mojokerto Tahun 2016-2021.
DPMPTSP Kabupaten Mojokerto memiliki kewenangan memproses perizinan berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 52 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha. Jenis izin yang dilayani meliputi; izin dasar dan izin usaha atau operasional non OSS, izin usaha dan izin komersial atau operasional.
1. Izin dasar dan izin usaha atau operasional non OSS terdiri dari : a. Izin lokasi
b. Pengesahan Rencana Tapak c. Perizinan Reklame
d. Izin Pemakaian Kekayaan daerah bangunan di atas saluran air e. Izin penyelenggaraan Optikal
f. Izin Puskesmas
g. Surat Izin Tempat Usaha Minuman beralkohol (SITU-MB)
RENCANA STRATEGIS DPMPTSP Kab. Mojokerto 2021 -2026
h. Surat Izin Usaha Penjualan Minuman beralkohol (SIUP-MB) i. Izin penyelenggaraan Rumah Kos
j. Izin Bengkel Kendaraan Bermotor
2. Izin usaha dan izin komersial atau operasional : a. Sektor Pariwisata
b. Sektor Kesehatan c. Sektor Pendidikan
d. Sektor Koperasi dan UKM e. Sektor Ketenagakerjaan f. Sektor Perhubungan g. Sektor PU dan PR h. Sektor Perdagangan i. Sektor Perindustrian j. Sektor Lingkungan Hidup k. Sektor Pertanian
Pengukuran kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan sasaran, program dan kegiatan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan tujuan perangkat daerah.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Mojokerto melaksanakan urusan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Dari hasil evaluasi antara target kinerja berdasarkan indikator kinerja dan realisasi yang dicapai pada Tahun 2020 dapat dilihat berdasarkan Indikator Kinerja Utamanya (IKU) antara lain:
a. Pada Indikator Kinerja Persentase Peningkatan Nilai Realisasi Investasi Penanaman Modal (PMA dan PMDN.) PMA dengan target peningkatan sebesar 10%, dengan realisasi sebesar 10,16% sehingga capaian kinerja untuk indikatir ini sebesar 101,60% (angka telah melebehi target kinerja yang ditetapkan. Sedangkan realisasi investasi dari PMDN dengan target sebesar 25%, realisasi yang dicapai sebesar 10,28% dengan prosentase capaian kinerja sebesar 41,12% .
b. Pada indikator kinerja Nilai investasi, nilai investasi Kabupaten Mojokerto pada Penanaman Modal Asing (PMA) dengan capaian kinerja sebesar 70,94%, dengan target 168.647US$ dan realisasi pada tahun 2020 sebesar 119,641 US$. Sedangkan pada PMDN capaian kinerja sebesar 50,30% dari target kinerja sebesar Rp.2.706.131 (dalam juta) terealisasi sebesar Rp.1.361.136,8 (dalam juta).
RENCANA STRATEGIS DPMPTSP Kab. Mojokerto 2021 -2026
c. Pada Indikator indeks kepuasan masyarakat atas pelayanan terpadu satu pintu dengan target nilai IKM 80 (dengan mutu pelayanan B/kategori baik), realisasi 78,40 (dengan mutu pelayanan B/Kategori Baik). Dengan capaian kinerja 98%, dari capaian kinerja pada indikator ini terjadi penurunan nilai indeks kepuasan dari tahun 2019 ke tahun 2020.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pata tabel pencapaian kinerja perangkat daerah sebagai berikut :
TABEL 2.4. PENCAPAIAN KINERJA PELAYANAN DPMPTSP KABUPATEN MOJOKERTO
NO SASARAN STRATEGIS TARGET REALISASI % CAPAIAN
(1) (2) (4) (5) (6)
Persentase Peningkatan Nilai Realisasi Investasi (PMA dan PMDN)
Penanaman Modal Asing '(US $ Ribu) Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) (Rp.Juta)
2.4. TANTANGAN DAN PELUANG PENGEMBANGAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH.
Tantangan dan peluang pengembangan pelayanan yang dihadapi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) didapatkan dari aspek potensi dan permasalahan yang digali dari kondisi Kabupaten Mojokerto saat ini. Terutama berkaitan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki dalam menyusun program dan kegiatan selama periode 2021-2026.
Identifikasi permasalahan tersebut meliputi faktor internal dan eksternal sebagai bahan rumusan dalam perencanaan 5 (lima) tahun mendatang. Adapun tantangan dan peluang yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi DPMPTSP adalah sebagai berikut :
Tantangan :
1. Masih kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kemampuan dan kompetensi sesuai dengan tugas dan kewajiban;
2. Belum optimalnya pengelolaan dan pemanfaatan data pembangunan yang tersusun secara sistematis, akurat, dan berbasis teknologi informasi dan komunikasi.
3. Sarana dan prasarana kerja yang masih kurang memadai.
RENCANA STRATEGIS DPMPTSP Kab. Mojokerto 2021 -2026
Sarana dan prasarana sebagai penunjang kegiatan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Mojokerto yang masih belum memadai, menjadikan ruang gerak yang terbatas bagi aparatur pemerintah di bidang penanaman modal dan pelayanan perizinan dan non perizinan untuk mengoptimalkan kualitas dan kuantitas pelayanannya kepada masyarakat.
4. Belum efektif dan efisiennya kegiatan promosi dan kerjasama yang dilakukan Dinas Penanaman Modal dan Pelayan Terpadu Satu Pintu sebagai upaya menarik minat calon investor baik tingkat lokal, domestik, maupun mancanegara guna meningkatkan investasi.
5. Fasilitasi dan Koordinasi dengan pelaku usaha belum optimal.
Peluang :
Peluang dalam konteks ini merupakan kesempatan yang tersedia untuk dimanfaatkan secara optimal dalam rangka mengembangkan pelayanan pada DPMPTSP Kabupaten Mojokerto. Berdasarkan hasil identifikasi maka diperoleh peluang pengembangan pelayanan DPMPTSP Kabupaten Mojokerto sebagai berikut :
1. Telah didelegasikannya sebagian besar kewenangan bidang perizinan dan non perizinan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Mojokerto. (yang telah ditetapkan dalam Peraturan Bupati Nomor 52 Tahun 2020 tetntang penyelenggaraan perizinan berusaha)
2. Tersedianya jaringan infrastruktur daerah yang memungkinkan untuk meningkatkan usaha para investor di Kabupaten Mojokerto.
3. Tersedianya sumber daya daerah yang meliputi masyarakat, alam, maupun berbagai potensi usaha masyarakat yang masih belum dikembangkan secara optimal.
4. Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang akan membuka peluang bagi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu untuk lebih mengakselerasi, berinovasi dan mengembangkan pelayanan perijinan dan non perizinan agar lebih efisien dan efektif.
RENCANA STRATEGIS DPMPTSP Kab. Mojokerto 2021 -2026