IV. KINERJA PERDAGANGAN BAWANG MERAH
4.3. KINERJA PERDAGANGAN BAWANG MERAH INTERNASIONAL
Kinerja perdagangan bawang merah pada skala internasional didekati dari neraca perdagangan ekspor impor bawang merah. Ekspor dan impor bawang merah dilakukan semuanya dalam bentuk segar. Perkembangan neraca perdagangan bawang merah tahun 2006-2010 mengalami deficit (Tabel 4.1).
Tabel 4.1. Perkembangan ekspor, impor, dan neraca perdagangan bawang merah Indonesia, 2006 – 2010
Pertumbuhan (%)
2006 2007 2008 2009 2010 2006-2010
1. Ekspor
- Volume (Ton) 15.700,67 9.356,98 12.313,86 12.821,57 3.233,88 -19,86
- Nilai (000 US$) 6.365,99 3.491,81 4.533,84 4.347,61 1.814,43 -19,42
2. Impor
- Volume (Ton) 78.462,10 107.649,16 128.015,47 67.329,62 73.270,41 4,38 - Nilai (000 US$) 30.106,30 44.096,74 53.814,40 28.942,31 33.861,94 9,82 3. Neraca Perdagangan
- Volume (Ton) -62.761,44 -98.292,19 -115.701,61 -54.508,05 -70.036,54 12,48 - Nilai (000 US$) -23.740,31 -40.604,93 -49.280,57 -24.594,70 -32.047,51 18,15 Sumber: BPS, diolah Pusdatin
No. Uraian Tahun
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 37 Berdasarkan data pada Tabel 4.1 terlihat bahwa defisit neraca perdagangan bawang merah cenderung semakin tinggi dari tahun ke tahun. Defisit neraca perdagangan pada sisi volume meningkat sebesar 12,48 % per tahun, dimana pertumbuhan volume ekspor turun sebesar 19,86 % per tahun, sedangkan volume impor naik sebesar 4,38 % per tahun. Sementara itu defisit neraca perdagangan dari sisi nilai juga semakin meningkat dengan rata-rata kenaikan mencapai 18,15
% per tahun. Defisit neraca perdagangan bawang merah terbesar terjadi pada tahun 2008, yaitu sebesar 115,702 ton setara dengan US$ 49,28 juta.
Perkembangan neraca nilai perdagangan bawang merah dapat dilihat pada Gambar 4.3.
Gambar 4.3. Perkembangan nilai ekspor, impor, dan neraca perdagangan bawang merah Indonesia, 2006 – 2010
Ekspor bawang merah dilakukan dalam bentuk segar yang terdiri dari 2 kode HS (Harmony System), yaitu kode HS 0703102100 (umbi bawang merah untuk bibit), 0703102900 (bawang merah lainnya untuk konsumsi).
Ekspor bawang merah lainnya dari Indonesia yang terbesar adalah ke Thailand tahun 2010 sebesar 2.058,44 ton dengan harga ekspor sebesar US$
0,54/kg, ke Singapur 559,10 ton dengan harga US$ 0,80/kg, dan ke Taiwan
38 Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
sebesar 291,11 ton dengan harga ekspor US$ 0,33/kg. Realisasi ekspor umbi bawang merah untuk bibit lebih rendah dibandingkan realisasi ekspor bawang merah untuk konsumsi. Untuk tahun 2010 ekspor umbi bawang merah untuk bibit hanya di ekspor ke Timor Timur dengan volume ekspor mencapai 1,88 ton dengan harga US$ 0,13/kg. Realisasi ekspor bawang merah untuk bibit dan bawang merah untuk konsumsi menurut negara tujuan secara rinci disajikan pada Lampiran 4.3.
Dibandingkan volume ekspornya, selama tahun 2006 - 2010 volume dan nilai impor bawang merah cenderung meningkat hingga tahun 2009 dan cenderung turun di tahun 2010. Rata-rata pertumbuhan pada kurun waktu tersebut mencapai 4,38 % per tahun (volume impor) dan 9,82 % per tahun (nilai impor).
Asal impor bawang merah untuk konsumsi didominasi oleh tiga negara asal, yaitu bawang merah Thailand, Vietnam, dan dari India. Pada tahun 2010 realisasi impor bawang merah mencapai 73,27 ribu ton senilai US$ 33,86 juta, yang terdiri dari impor umbi bawang merah untuk bibit 2,70 ribu ton senilai US$ 1,196 juta dan 70,57 ribu ton bawang merah konsumsi senilai US$ 32,67 juta. Harga impor per kilogram untuk jenis umbi bawang budidaya paling tinggi berasal dari Cina mencapai US$ 45,78/kg sepanjang tahun 2010 (Lampiran 4.4).
Menurut data dari FAO, pada tahun 2005–2008 terdapat enam negara eksportir bawang merah kering terbesar di dunia yang secara kumulatif memberikan kontribusi sebesar 51,61 % terhadap total volume ekspor bawang merah kering dunia, tetapi hanya dua negara saja yang memberikan kontribusi lebih dari 10 % terhadap total volume ekspor bawang merah dunia, yaitu India dan Belanda (Gambar 4.4).
Kontribusi volume ekspor bawang merah dari India sebesar 16,47% Belanda sebesar 13,69% Indonesia sebagai negara eksportir bawang merah kering menempati urutan 70 dengan rata-rata volume ekspor pada periode tahun 2005 – 2008 sebesar 875 ton per tahun atau hanya 0,01 % pada periode yang sama berkontribusi terhadap ekspor dunia bawang merah kering. Negara-negara eksportir terbesar untuk komoditas bawang merah kering selengkapnya disajikan pada Lampiran 4.5.
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 39 19,45%
16,16%
10,25%
5,67%
5,37%
4,05%
39,04%
India Belanda Cina AS Meksiko Spanyol Negara Lainnya
Gambar 4.4. Negara eksportir bawang merah kering terbesar di dunia, (rata-rata 2005-2008)
Pada periode yang sama impor bawang merah kering didominasi oleh enam negara importir dengan kontribusi kumulatif sebesar 41,43%. Federasi Rusia merupakan negara yang berkontribusi terbesar yakni 10,16% terhadap total volume impor bawang merah kering dunia disusul Malaysia 8,14%, sedangkan kontribusi impor bawang merah negara lainnya kurang dari 7% (Gambar 4.5).
Indonesia sebagai negara importir bawang merah kering menempati peringkat ke-39 di dunia dengan rata-rata volume impor tahun 2005 – 2008 sebesar 26,93 ribu ton dengan kontribusi hanya 0,52 % terhadap total impor bawang kering dunia.
Negara-negara importir terbesar komoditas bawang merah selengkapnya disajikan pada Lampiran 4.6.
40 Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
10,16%
8,14%
6,38%
6,48%
5,11%
4,64%
59,09%
Federasi Russia Malaysia AS Inggris
Jepang Bangladesh Lainnya
Gambar 4.5. Negara importir bawang merah kering terbesar di dunia, (rata-rata 2005-2008)
Masih menurut data FAO, selain ekspor bawang merah kering masih terdapat beberapa negara ekspotir bawang merah segar di dunia yang secara kumulatif memberikan kontribusi sebesar 45,14% terhadap total volume ekspor bawang merah segar dunia (Gambar 4.6). Negara yang berkontribusi paling besar terhadap volume ekspor bawang merah segar adalah Selandia Baru dengan kontribusi sebesar 32,74%, selebihnya hanya berkontribusi kurang dari 5%, sementara Indonesia menempati urutan ke lima dengan kontribusi sebesar 2,05%
terhadap volume ekspor bawang merah segar dunia. Negara-negara eksportir bawang merah segar dunia selengkapnya disajikan pada Lampiran 4.7.
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 41
32,74%
4,61%
3,47%
2,26%2,05% 54,86%
Selandia Baru Belanda Prancis Brazil Indonesia Negara Lainnya
Gambar 4.6. Negara eksportir bawang merah segar terbesar di dunia, (rata-rata 2005-2008)
Pada periode yang sama impor bawang merah segar didominasi oleh tujuh negara importir dengan kontribusi kumulatif sebesar 85,72%. Brazil merupakan negara yang berkontribusi terbesar yakni 34,35 % terhadap total volume impor bawang merah segar dunia, sedangkan kontribusi impor bawang merah terbesar kedua dan ketiga adalah Pakistan dan Indonesia masing-masing berkontribusi sebesar 17,83 % dan 17,37 % (Gambar 4.7). Indonesia sebagai negara importir bawang merah segar menempati peringkat ke-3 di dunia dengan rata-rata volume impor tahun 2005 – 2008 sebesar impor 91,80 ribu ton. Negara-negara importir terbesar komoditas bawang merah segar selengkapnya disajikan pada Lampiran 4.8.
42 Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
Gambar 4.7. Negara importir bawang merah segar terbesar di dunia, (rata-rata 2005-2008)