• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbandingan Target dan Realisasi

B. KINERJA PRIORITAS PENGAWASAN TAHUN 2021

Pada Perwakilan BPKP D.I. Yogyakarta selain kinerja sesuai Perjanjian Kinerja, terdapat Kinerja Prioritas Pengawasan Tahun 2021 yaitu sebagai berikut:

1. Pengawasan Segmen Perlindungan Manusia Menghadapi Pandemi

Dalam menghadapi pandemic, pengawasan diarahkan kepada Segmen Perlindungan Manusia Menghadapi Pandemi yang antara lain didukung oleh tema ketahanan sistem kesehatan, tema ketahanan perlindungan sosial, dan tema ketahanan sistem pendidikan. Tema ketahanan sistem kesehatan dilakukan antara lain melalui topik/kegiatan vaksinasi, pemberian insentif tenaga kesehatan, klaim rumah sakit atas layanan kepada pasien penderita covid-19, dan pencegahan/penanganan stunting. Tema ketahanan perlindungan sosial dilakukan antara lain melalui topik/kegiatan pemberian bantuan sosial kepada masyarakat miskin pemegang kartu PKH, kartu sembako, dan bantuan sosial tunai serta pemberian bantuan kartu pra kerja. Tema ketahanan sistem pendidikan dilakukan antara lain melalui pemberian kartu Indonesia pintar dan bantuan operasional sekolah (BOS).

a. Pengawasan Kegiatan Vaksinasi

Pengawasan kegiatan vaksinasi dilakukan melalui kegiatan assurance, yaitu audit terhadap pelaksanaan vaksinasi di delapan fasilitas kesehatan serta consulting berupa koordinasi dan quality assurance atas pengawasan pelaksanaan distribusi dan pengelolaan persediaan vaksin covid-19 yang dilakukan oleh Inspektorat Daerah.

Hasil pengawasan kegiatan vaksinasi menghasilkan saran perbaikan atas kelemahan berupa adanya vaksin yang telah kadaluwarsa dan akan kadaluwarsa dalam waktu dekat yang perlu kebijakan lebih lanjut, serta adanya kelemahan administrasi berupa selisih stock opname dengan catatan.

92

b. Pengawasan Pemberian Insentif Tenaga Kesehatan

Pengawasan pemberian insentif tenaga kesehatan dilakukan melalui reviu di D.I. Yogyakarta beserta lima kabupaten/kota di dalamnya dengan tujuan mendorong percepatan proses dan akuntabilitas penyaluran insentif bagi tenaga kesehatan yang menangani pasien covid-19.

Saran-saran yang dihasilkan diharapkan dapat mempercepat proses penyaluran insentif dan meningkatkan akuntabiitasnya.

c. Pengawasan klaim rumah sakit atas layanan kepada pasien penderita covid-19

Pengawasan klaim rumah sakit atas layanan kepada pasien penderita covid-19 dilakukan melalui audit dan evaluasi terhadap empat rumah sakit serta evaluasi kepada dua kantor cabang BPJS yang ada di D. I. Yogyakarta dengan tujuan mengidentifikasi kelemahan serta perbaikan tata kelola klaim penggantian biaya pelayanan pasien covid-19.

Saran yang dihasilkan ditujukan untuk memperbaiki tata kelola pengajuan klaim atas pelayanan pasien Covid-19, misalnya langkah-langkah perbaikan pengajuan klaim ke BPJS untuk mengurangi jumlah klaim yang tidak disetujui oleh BPJS.

d. Pengawasan pencegahan/penanganan stunting

Pengawasan terhadap pencegahan/penanganan stunting dilakukan dengan evaluasi terhadap Program Percepatan Penurunan Stunting di wilayah D. I.

Yogyakarta dan Kabupaten Kulon Progo serta verifikasi Pencapaian Disbursement Linked Indicator (DLI) Program for Result (PFORR) percepatan pencegahan stunting di Kabupaten Gunungkidul.

Saran yang telah diberikan guna mengatasi permasalahan yang dijumpai yaitu perlunya ditetapkan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Percepatan Penurunan Stunting di tingkat provinsi guna mengatasi permasalahan keterlibatan lintas sektoral OPD-OPD baik di tingkat provinsi maupun kabupaten yang menangani kegiatan serta perlunya penyesuaian indikator sesuai dengan peraturan yang baru yaitu Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

93

e. Pengawasan bantuan sosial kepada masyarakat miskin.

Bantuan sosial yang disalurkan Pemerintah dalam rangka penanganan dampak covid-19 meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sembako, Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada pemegang kartu PKH, kartu sembako, dan bantuan sosial tunai. Pengawasan yang dilakukan di seluruh wilayah D. I. Yogyakarta meliputi evaluasi dan monitoring untuk memastikan bantuan telah memenuhi 6 tepat, yaitu tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas, tepat harga, dan tepat administrasi.

Perbaikan dan peningkatan akurasi serta pemutakhiran data calon penerima telah disarankan guna mengurangi bansos bantuan yang gagal/tidak bisa tersalurkan serta peningkatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah guna menghindari perbedaan penetapan penerima dari pemerintah pusat berbeda dengan usulan dari daerah.

f. Pengawasan bantuan pra kerja

Evaluasi kinerja pada Balai Latihan Kerja dan Pengembangan Produktivitas (BLKPP) D.I. Yogyakarta bertujuan menilai capaian kinerja BLKPP D.I.

Yogyakarta dan memberikan saran perbaikan dalam upaya peningkatan kinerja.

Langkah-langkah perbaikan yang disarankan untuk mengatasi kelemahan yang berupa rendahnya jumlah kejuruan yang terakreditasi, kecukupan infrastruktur diklat, dan realisasi anggaran yang masih rendah yaitu melakukan sosialisasi yang memadai terhadap peserta pelatihan dalam penggunaan dan pengisian aplikasi sistem ketenagakerjaan (Sisnaker) dan meningkatkan kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri dalam rangka mempercepat penyerapan alumni yang berkompeten pada bidangnya.

g. Pengawasan Program Indonesia Pintar (PIP)

Pengawasan terhadap bantuan Kartu Indonesia Pintar berupa evaluasi PIP bidang pendidikan agama Kabupaten Sleman dan Kulon Progo, PIP bidang pendidikan dasar Kota Yogyakarta, PIP bidang pendidikan menengah di D.I. Yogyakarta, dan PIP di satu perguruan tinggi di Kabupaten Sleman.

Tujuan evaluasi adalah menguji ketepatan sasaran, ketepatan jumlah,

94

ketepatan waktu, dan manfaat bantuan untuk mencegah anak putus sekolah.

Saran yang diberikan untuk memperbaiki kelemahan berupa masih adanya peserta didik yang miskin/rentan miskin yang belum terjangkau oleh PIP, penyaluran dana PIP pada siswa yang tidak sesuai dengan kelas/jenjang pendidikan, dan dana bantuan yang terlambat masuk rekening.

h. Pengawasan Bantuan Operasional Sekolah (BOS)

Pengawasan BOS dilakukan melalui evaluasi terhadap penggunaan dan pemanfaatan dana BOS pada SMK dan SMK di D.I. Yogyakarta dan pendidikan dasar di Kabupaten Bantul dengan tujuan memastikan penggunaan dana BOS telah sesuai dengan standar, rencana, dan norma yang telah ditetapkan serta dimanfaatkan sesuai dengan tujuannya.

Saran yang diberikan untuk memperbaiki kelemahan yang dijumpai yaitu penggunaan dana BOS yang tidak optimal, ditunjukkan dengan adanya Sisa Dana BOS pada 56 Satuan Pendidikan yang diuji petik sebesar Rp4.990.856.176,00.

i. Pengawasan Bantuan Subsidi Upah (BSU)

BSU diberikan kepada guru dan tenaga pendidik non-PNS untuk melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi pendidik dan tenaga kependidikan pada satuan pendidikan dalam penanganan Covid-19. Pengawasan terhadap BSU dilakukan melalui reviu terhadap guru non PNS jenjang pendidikan SMA dan SMK di Kabupaten Kulon Progo.

Saran yang diberikan ditujukan untuk memperbaiki kelemahan yang dijumpai yaitu PTK Non PNS yang memenuhi syarat

2. Segmen Perlindungan Korporasi dan UMKM

Selain Segmen Perlindungan Manusia Menghadapi Pandemi, pengawasan diarahkan kepada segmen Perlindungan Korporasi dan UMKM yang antara lain didukung tema perlindungan UMKM dengan topik antaran lain Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW) merupakan bantuan yang diberikan kepada pelaku usaha PKL dan Warung yang tidak terdaftar sebagai calon penerima BPUM serta Program Hibah Pariwisata.

95

a. Pengawasan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM)

Pengawasan BPUM dilakukan melalui reviu BPUM di wilayah D. I.

Yogyakarta yang bertujuan memastikan aspek pendataan, aspek penetapan, aspek pencairan dan pendistribusian, serta aspek manfaat program telah sesuai dengan ketentuan.

Saran yang diberikan ditujukan untuk memperbaiki kelemahan yang masih dijumpai dalam aspek pendataan, penetapan, dan penyaluran.

b. Pengawasan Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW) Pengawasan BTPKLW dilakukan melalui reviu BTKLW di wilayah D. I.

Yogyakarta yang bertujuan memastikan aspek pendataan, aspek penetapan, aspek pencairan, aspek pelaporan, dan aspek manfaat bantuan telah sesuai dengan ketentuan.

Saran yang diberikan ditujukan untuk memperbaiki kelemahan yang masih dijumpai dalam aspek penetapan dan penerima yaitu adanya duplikasi antara penerima BTPKLW TN-POLRI dengan penerima BTPKLW TNI dan duplikasi dengan Bantuan BPUM.

c. Pengawasan Program Hibah Pariwisata

Pengawasan Program Hibah Pariwisata dilakukan melalui evaluasi Sertifikasi Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan (CHSE) Destinasi dan Usaha Pariwisata dan Ekonomi kreatif dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional di Kabupaten Sleman. Tujuan evaluasi adalah menilai ketepatan sasaran dan mutu pelaksanaan kegiatan dengan ketentuan yang berlaku,pemenuhan peran pemerintah daerah, dan mendapatkan gambaran akuntabilitas keuangan atas biaya kegiatan Sertifikasi CHSE pada para pelaku usaha.

Saran yang diberikan ditujukan agar Dinas Pariwisata Kabupaten berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata D.I. Yogyakarta untuk bersama-sama mengistruksikan/menugaskan penanggungjawab kegiatan lebih meningkatkan pengawasan kepada pelaku usaha pariwisata baik kepada pelaku yang belum bersertifikasi maupun yang telah memperoleh sertifikasi CHSE khususnya dalam konsistensi pelaksanaan protokol CHSE.

96

3. Segmen Peningkatan Ketahanan Nasional

Selain Segmen Perlindungan Manusia Menghadapi Pandemi dan segmen Perlindungan Korporasi dan UMKM pengawasan diarahkan kepada segmen peningkatan ketahanan nasional, yang antara lain didukung oleh tema pembangunan infrastruktur yang antara lain dengan topik peningkatan konektivitas, program padat karya, dan tema ketahanan pangan dengan topik antara lain subsidi pupuk.

a. Pengawasan peningkatan konektivitas dan Program Padat Karya

Pengawasan topik peningkatan konektivitas dan Program Padat Karya dilakukan melalui monitoring terhadap Konektivitas dan Program Padat Karya pada Satuan Kerja Kementerian Perhubungan serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Wilayah D.I Yogyakarta pada Triwulan 3 dan Triwulan 4. Tujuan monitoring adalah menilai kemajuan pencapaian dan kesesuaian pelaksanaan Program Padat Karya serta terbangunnya konektivitas infrastruktur Jalan, Kereta Api dan Bandara.

Saran yang ditujukan untuk memperbaiki perencanaan dan penganggaran serta pengutamaan tenaga kerja setempat dan percepatan dalam mengatasi hambatan terutama penyediaan lahan.

b. Pengawasan subsidi pupuk

Pengawasan pupuk bersubsidi dilakukan melalui Evaluasi atas Proses Pengadaan/Penyediaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi dari Produsen ke Kios/Pengecer (Lini IV) dengan tujuan Menguji proses pengadaan/penyediaan dan penyaluran pupuk bersubsidi dan Evaluasi Subsidi Bantuan Pupuk Kabupaten Sleman dengan tujuan Meyakini data kebutuhan pupuk untuk sektor pertanian, Menguji proses penyusunan RDKK/e-RDKK pupuk bersubsidi dan Menguji proses penetapan alokasi pupuk bersubsidi.

Saran yang dihasilkan ditujukan untuk memperbaiki kelemahan yang dijumpai yaitu distributor yang belum memiliki dokumen perijinan, penunjukkan distributor tidak didukung dengan surat rekomendasi, usulan kebutuhan pupuk yang tidak sesuai musim tanam, luas lahan yang terdaftar dalam RDKK/e-RDKK melebihi lahan yang diusahakan/digarap oleh petani, kesalahan input luas lahan, petani penerima pupuk bersubsidi tidak

97

tercantum dalam RDKK, dan petani pemegang kartu tani tidak terdaftar di RDKK/e-RDKK.

Kondisi akhir tahun 2021 secara umum relatif membaik dengan turunnya pasien covid-19, coverage vaksin yang cukup optimal, kondisi pariwisata yang mulai meningkat dan transaksi perekonomian yang semakin meningkat.

BPKP DIY Lakukan

Konfirmasi Cepat Persediaan Vaksin Covid-19

BPKP DIY Ikut Pantau Vaksinasi Massal kepada tenaga kesehatan dosis ke-2 wilayah D.I. Yogyakarta di Grha Sabha Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

98 Penugasan PEN

Asistensi dan Supervisi Tim Daerah terhadap LPPD Kabupaten/ Kota D.I Yogyakarta Tahun 2021

99

Pengawasan atas Tata Kelola E-Warong Program Sembako Reviu LPPD Kabupaten/ Kota di

Wilayah DIY oleh Tim Internal dan Tim Daerah

100

Dokumen terkait