BMT NU Sejahtera KC Salatiga?
3. Bagaimana upaya dalam meningkatkan efektivitas kinerja teller di KSPPS BMT NU Sejahtera KC Salatiga.
C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui kinerja teller di KSPPS BMT NU Sejahtera KC Salatiga. 2. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kinerja
teller di KSPPS BMT NU Sejahtera KC Salatiga.
3. Untuk mengetahui upaya dalam meningkatkan efektivitas kinerja teller di KSPPS BMT NU Sejahtera KC Salatiga.
D. Kegunaan Penelitian
1. Bagi Peneliti
a. Sebagai syarat kelulusan program Diploma III Perbankan Syariah dan
sebagai bukti bahwa mahasiswa telah melakukan penelitian.
b. Memberikan pengetahuan dan informasi dari dunia praktis yang sangat berguna untuk disinkronkan dengan pengetahuan teori yang didapat dibangku kuliah.
c. Sebagai sarana untuk dapat berfikir sistematis agar mampu
mengidentifikasi, menganalisis, merumuskan masalah, dan mencari
alternative pemecahan suatu masalah.
d. Menambah pengetahuan dan memperluas wawasan penulis sebagai
bekal apabila sudah terjun langsung dalam dunia pekerjaan. 2. Bagi Institut Agama Islam Negeri Salatiga
a. Memperkenalkan IAIN Salatiga kepada masyarakat luar khususnya Jurusan D III Perbankan Syariah.
b. Sebagai tambahan referensi literature serta informasi khususnya bagi mahasiswa IAIN Salatiga Jurusan Perbankan Syariah.
3. Bagi BMT
a. Sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan
b. Sebagai masukan yang dapat dipertimbangkan dalam penilaian kinerja
teller yang ada di KSPPS BMT NU SEJAHTERA KC SALATIGA.
a. Sebagai bahan pedoman atau referensi bagi pihak-pihak yang akan melakukan penelitian dengan masalah yang sama.
E. Metode Penelitian
1. Jenis Penelitian
Untuk mempermudah penulis dalam mendapatkan data yang dibutuhkan maka penulis menggunakan penelitian yang bersifat kualitatif diskriptif. Diskriptif yaitu metode penelitian dengan kajiannya mengungkapkan suatu gejala atau petanda, keadaan sebagaimana adanya. Kualitatif adalah penelitian yang datanya disajikan dalam bentuk kata-kata yang mempunyai makna. Hal penting dalam penelitian kualitatif adalah adanya anggapan bahwa subjek yang dipilih adalah pihak yang paling mengetahui tentang informasi yang diperlukam oleh peneliti (Idrus, 2009:95). Data kualitatif diskriptif dari peneliti ini adalah tentang analisis efektivitas kinerja teller pada KSPPS BMT NU Sejahtera KC Salatiga. Hasil penelitian berupa kata-kata, gambar dan bukan angka, lebih menekankan makna daripada generalisasi.
2. Sumber Data
Jenis sumber data yang diperoleh dari penelitian ini dibagi menjadi dua jenis, diantaranya adalah:
a. Data primer
Data primer merupakan data yang diperoleh melalui wawancara secara langsung dengan narasumber yang berhubungan dengan bahasan
penelitian tentang analisis efektivitas kinerja teller yaitu dengan karyawan bagian teller, manajer, dan bagian personalia KSPPS BMT NU Sejahtera KC Salatiga.
b. Data Sekunder
Merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung melainkan melalui perantara dengan melihat atau menganalisis dokumen-dokumen yang dibuat oleh subjek sendiri atau orang lain. Dimana data sekunder didapat dari hasil penelitian sebelumnya, majalah info KSPPS BMT NU Sejahtera dan laporan tahunan KSPPS BMT NU Sejahtera KC Salatiga, juga melakukan studi kepustakaan dengan mempelajari buku-buku, profil lembaga dan struktur organisasi yang diterbitkan kepada masyarakat umum melalui media website.
3. Metode Pengumpulan Data
a. Data Primer
1) Wawancara
Metode pengumpulan data dengan cara wawancara,
berkomunikasi secara langsung dengan responden dengan maksud mencari informasi dari subjek penelitian, dalam hal ini adalah pihak yang terkait langsung dengan bagian personalia, sehingga dapat memperoleh data yang lebih lengkap dan akurat. Jenis wawancara yang dipilih adalah wawancara terbuka dan terstruktur. Dimaksudkan terbuka bahwa para subjek tahu, mereka sedang
diwawancarai dan mengetahui pula apa maksud wawancara tersebut. Sedangkan terstruktur berarti pewawancara yang mendapatkan sendiri masalah pertanyaan yang diajukan (Suyanto & Sutinah, 2006:69-70).
Wawancara dilakukan dengan sejumlah responden diantaranya dengan karyawan bagian teller, manajer, dan anggota / nasabah pada KSPPS BMT NU Sejahtera KC Salatiga.
2) Pengamatan (observasi)
Metode pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan langsung dan pencatatan secara sistematik terhadap objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan. Dalam observasi ini penulis akan melakukan pengamatan secara langsung tentang efektivitas kinerja teller pada KSPPS BMT NU Sejahtera.
b. Data Sekunder
Melalui studi dokumentasi atau sumber pustaka, yaitu data yang sudah tertulis dan diolah oleh orang lain, dengan kata lain data sudah jadi (Wiratha, 2006:36). Metode pengumpulan data dengan melihat atau menganalisis dokumen-dokumen yang dibuat oleh subjek sendiri atau orang lain tentang subjek. Adapun bahan documenter seperti buku atau catatan harian, notulen, agenda, data pada server dan sebagainya.
F. Sistematika Penulisan
Untuk mengetahui gambaran yang jelas mengenai isi penelitian dan mempermudah pembaca dalam memahami hal-hal yang dibahas dalam tiap-tiap bab, maka disusunlah suatu sistematika dalam penulisan ini adalah sebagai berikut:
BAB I : PENDAHULUAN
Merupakan bab pendahuluan yang memuat gambaran umum dari pembahasan. Dalam bab ini membahas latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode penelitian, dan sistematika penulisan.
BAB II : LANDASAN TEORI
Pada bab ini berisi tentang telaah pustaka penelitian sebelumnya dan penjelasan mengenai teori yang digunakan sebagai dasar dari analisis penelitian.
BAB III : GAMBARAN OBJEK PENELITIAN
Pada bab ini berisi tentang sejarah berdirinya KSPPS BMT NU SEJAHTERA, Visi dan Misi KSPPS BMT NU Sejahtera, Struktur organisasi di KSPPS BMT NU Sejahtera, dan produk-produk yang ada di KSPPS BMT NU Sejahtera KC Salatiga.
Merupakan bab yang berisikan hasil penelitian dan pembahasan, meliputi: Analisis Efektivitas Kinerja Teller
pada KSPPS BMT NU Sejahtera KC Salatiga, faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kinerja teller di KSPPS BMT NU Sejahtera KC Salatiga dan upaya dalam meningkatkan efektivitas kinerja teller di KSPPS BMT NU Sejahtera KC Salatiga.
BAB V : PENUTUP
Merupakan bab terakhir dalam penulisan tugas akhir ini yang berisikan kesimpulan dari pembahasan yang telah diuraikan dan saran-saran yang direkomendasikan oleh peneliti kepada KSPPS BMT NU Sejahtera KC Salatiga. Penelitian ini juga dilampiri dengan daftar pustaka dan daftar lampiran lampiran.
BAB II
LANDASAN TEORI A. Telaah Pustaka
Terkait dengan judul tugas akhir yang dibuat oleh penulis, terdapat beberapa telaah pustaka dari penelitian-penelitian sebelumnya, agar dapat dijadikan pembeda untuk penilaian ini.
Ismawati (2015) dalam tugas akhir yang berjudul Penilaian Kinerja
Teller dalam Upaya Meningkatkan Pelayanan Anggota di BMT Sumber Mulia Tuntang Kab.Semarang. Tujuan penelitian adalah (1) untuk mengetahui kinerja
teller pada BMT Sumber Mulia Tuntang Kabupaten Semarang (2) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja teller dalam upaya meningkatkan pelayanan anggota BMT Sumber Mulia terhadap kualitas pelayanan anggota (3) untuk mengetahui pengaruh kinerja teller terhadap anggota BMT Sumber Mulia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau tulisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Metode pengumpulan data yaitu melalui pengamatan langsung selama kurang lebih satu bulan kepada teller BMT Sumber Mulia Tuntang Kab. Semarang, wawancara, observasi, studi dokumentasi serta studi pustaka. Hasil Penelitian adalah (1) kinerja teller di BMT Sumber Mulia telah memenuhi standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Hal ini meliputi persiapan pelayanan, melayani
anggota bertransaksi, menyelesaikan laporan akhir hari. (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja teller BMT Sumber Mulia meliputi bentuk pelayanan baik secara lisan, tertulis maupun perbuatan. Lalu tangibles, reliability, responbility, responsiveness, assurance dan emphaty. (3) Pegaruh Kinerja
teller BMT Sumber Mulia pada kualitas pelayanan terbukti dengan meningkatkan jumlah anggota setiap tahunya yang hingga sekarang berjumlah sebanyak 8552 anggota per juli 2015 dan dalam 5 tahun terakhir (2011-2015) ini dengan presentase kenaikan tertinggi tahun 2011 sebesar 5.9%.
Arifin dan Nurmayati (2011) dengan penelitian yang berjudul Analisis Kinerja Pegawai Bagian Teller Pada Bank Kalsel Cabang Utama, dalam penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui dan mempelajari kinerja pegawai bagian teller yang ada di Bank Kalsel Cabang Utama selama ini; (2) Mengetahui dan mempelajari permasalahan yang sering dihadapi pegawai bagian teller yang ada di Bank Kalsel Cabang Utama selama ini; (3) Mengetahui dan mempelajari faktor-faktor yang menyebabkan permasalahan yang pada pegawai bagian teller yang ada di Bank Kalsel Cabang Utama selama ini; (4) Memperkirakan upaya yang baik untuk menekan permasalahan yang ada pada pegawai bagian teller yang ada di Bank Kalsel Cabang Utama. Hasil penelitian ini adalah berdasar model Behavioral Observation Scale (BOS), dari 20 pertanyaan yang diajukan sebagai penilaian kinerja teller Bank Kalsel Cabang Utama 15 (75%) jawaban termasuk kategori berada sama atau diatas standar, artinya kinerja yang mampu diperlihatkan teller telah cukup baik
namun masih belum terlalu tinggi. Sisanya 5 (25%) masih berada dibawah standar. Penyebab masih adanya kinerja teller yang berada dibawah standar karena sebagian pegawai masih ada yang menganggap sepele pekerjaan yang tidak berisiko langsung, masih terjadi perbedaan persepsi akan tugas dan pentingnya semua pekerjaan dan hal-hal yang berhubungan tidak langsung terhadap pekerjaan, masih ada kekurang hati hatian dalam bekerja, dan masih ada yang belum memiliki keinginan untuk bekerja secara sempurna atau masih ada yang bekerja cukup apa adanya saja.
Sunarto (2015) dalam penelitian yang berjudul Efektivitas Pelayanan Pegawai Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kecamatan Tenggarong Seberang, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas pelayanan Pegawai Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kecamatan Tenggarong Semarang dan untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung efektivitas pelayanan Pegawai Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kecamatan Tenggarong Seberang. Jenis penelitian yang dilakukan termasuk deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa memberikan informasi kepada nasabah/calon nasabah mengenai produk BRI yang disampaikan kepada masyarakat berbeda. Dilihat dari keperluan nasabah kepada pegawai.
Karnawijaya (2014) penelitian yang berjudul Kinerja Pegawai dalam Melaksanakan Pelayanan Nasabah pada Bank BPD Kaltim Cabang Tanjung Redeb Kabupaten Berau, penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan
menganalisis Kinerja Pegawai Dalam Melaksanakan Pelayanan Nasabah Pada Bank BPD Kaltim Cabang Tanjung Redep Kabupaten Berau. Analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah model interaktif sebagaimana yang dikembangkan Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Pegawai dalam melaksanakan pelayanan nasabah pada Bank BPD
Kaltim Cabang Tanjung Redep Kabupaten Berau khususnya Security,
Customer Service dan Teller ternyata sudah baik bahkan mampu bersaing dengan bank lain dalam hal pelayanan. Hal tersebut terlihat dengan adanya pelayanan yang baik yang diterima nasabah. Upaya peningkatan tersebut dibarengi dengan peningkatan Kemampuan Pegawai Dalam Menyelesaikan Pekerjaan,, Keterampilan dan Keahlian Pegawai Dalam Memberikan Layanan, Sikap Pegawai Dalam Melayani Nasabah, Ketepatan Waktu dalam memberikan Pelayanan.
Eryawati (2017) dalam Tugas Akhir yang berjudul Analisis Penilaian Kinerja Karyawan Bagian Front Office pada KSPPS BMT Tumang Cabang Boyolali, penelitian ini dilatar belakangi dengan penerapan penilaian kinerja karyawan front office dilakukan secara transparan dan hal ini membuat karyawan bingung mengenai kriteria dalam penilaian kinerja yang selain dalam
job description. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan penilaian kinerja karyawan front office pada KSPPS BMT Tumang Cabang Boyolali. Hasil Penelitian yang diperoleh adalah KSPPS BMT Tumang Cabang Boyolali mengenai implementasi penilaian kinerja karyawan meliputi 3 tahap yaitu,
menetapkan tujuan, sistem penilaian kinerja, penyampaian hasil penilaian kinerja karyawan front office. Nilai dan sikap karyawan front office KSPPS BMT Tumang Cabang Boyolali secara keseluruhan sudah baik berdasarkan aspek yang dinilai dalam pedoman penilaian kinerja karyawan bulanan. Manfaat penilaian kinerja karyawan front office bagi KSPPS BMT Tumang Cabang Boyolali dan bagi karyawan front office diantaranya adalah sebagai dasar keputusan personalia dan untuk meningkatkan kepuasan kerja.
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
No. Peneliti Judul Hasil
1 Ely
Ismawanti (2015)
Penilaian Kinerja
Teller dalam Upaya Meningkatkan Pelayanan Anggota di BMT Sumber
Mulia Tuntang
Kab.Semarang
Hasil Penelitian adalah (1) kinerja teller di BMT Sumber Mulia telah memenuhi standar operasional prosedur (SOP) yang
berlaku. Hal ini meliputi
persiapan pelayanan, melayani
anggota bertransaksi,
menyelesaikan laporan akhir hari. (2) Faktor-faktor yang
mempengaruhi kinerja teller
BMT Sumber Mulia meliputi bentuk pelayanan baik secara lisan, tertulis maupun perbuatan.
Lalu tangibles, reliability,
responbility, responsiveness, assurance dan emphaty. (3)
Pengaruh Kinerja teller BMT Sumber Mulia pada kualitas
pelayanan terbukti dengan
meningkatkan jumlah anggota setiap tahunya yang hingga sekarang berjumlah sebanyak 8552 anggota per juli 2015 dan dalam 5 tahun terakhir (2011-2015) ini dengan presentase kenaikan tertinggi tahun 2011 sebesar 5.9%. 2 Zainal Arifin dan Nurmayani (2011) Analisis Kinerja Pegawai Bagian
Teller Pada Bank
Kalsel Cabang
Utama
Hasil penelitian ini adalah
berdasar model Behavioral
Observation Scale (BOS), dari 20 pertanyaan yang diajukan sebagai penilaian kinerja teller
Bank Kalsel Cabang Utama 15
(75%) jawaban termasuk
kategori berada sama atau diatas standar, artinya kinerja yang mampu diperlihatkan teller telah cukup baik namun masih belum terlalu tinggi. Sisanya 5 (25%) masih berada dibawah standar.
Penyebab masih adanya kinerja
teller yang berada dibawah standar karena sebagian pegawai masih ada yang menganggap sepele pekerjaan yang tidak berisiko langsung, masih terjadi perbedaan persepsi akan tugas dan pentingnya semua pekerjaan dan hal-hal yang berhubungan
tidak langsung terhadap
pekerjaan, masih ada kekurang hati hatian dalam bekerja, dan masih ada yang belum memiliki keinginan untuk bekerja secara sempurna atau masih ada yang bekerja cukup apa adanya saja.
3 Ipan Sunarto (2015) Efektivitas Pelayanan Pegawai Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kecamatan Tenggarong Seberang
Hasil penelitian menunjukkan bahwa memberikan informasi kepada nasabah/calon nasabah mengenai produk BRI yang disampaikan kepada masyarakat
berbeda. Dilihat dari keperluan nasabah kepada pegawai.
4 Karnawijaya. Adam Idris. DB Paranoan. (2014) Kinerja Pegawai dalam Melaksanakan Pelayanan Nasabah pada Bank BPD Kaltim Cabang Tanjung Redeb Kabupaten Berau
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Pegawai dalam
melaksanakan pelayanan
nasabah pada Bank BPD Kaltim
Cabang Tanjung Redep
Kabupaten Berau khususnya Security, Customer Service dan
Teller ternyata sudah baik
bahkan mampu bersaing dengan bank lain dalam hal pelayanan. Hal tersebut terlihat dengan adanya pelayanan yang baik yang diterima nasabah. Upaya peningkatan tersebut dibarengi
dengan peningkatan
Kemampuan Pegawai Dalam
Menyelesaikan Pekerjaan,,
Keterampilan dan Keahlian
Layanan, Sikap Pegawai Dalam Melayani Nasabah, Ketepatan
Waktu dalam memberikan
Pelayanan. 5 Afsi Astina Eryawati (2017) Analisis Penilaian Kinerja Karyawan Bagian Front Office pada KSPPS BMT Tumang Cabang Boyolali
Hasil Penelitian yang diperoleh adalah KSPPS BMT Tumang
Cabang Boyolali mengenai
implementasi penilaian kinerja karyawan meliputi 3 tahap yaitu,
menetapkan tujuan, sistem
penilaian kinerja, penyampaian hasil penilaian kinerja karyawan
front office. Nilai dan sikap karyawan front office KSPPS BMT Tumang Cabang Boyolali secara keseluruhan sudah baik berdasarkan aspek yang dinilai dalam pedoman penilaian kinerja
karyawan bulanan. Manfaat
penilaian kinerja karyawan front office bagi KSPPS BMT Tumang
Cabang Boyolali dan bagi
karyawan front office
diantaranya adalah sebagai dasar keputusan personalia dan untuk meningkatkan kepuasan kerja.
Sumber: Ismawati (2015), Arifin dan Nurmayani (2011), Sunarto (2015), Karnawijaya. Idris. Paranoan (2014), Eryawati (2017)
B. Kerangka Teori
1. Tinjauan Tentang Efektivitas
a. Pengertian Efektivitas
Kata efektif berasal dari Bahasa Inggris yaitu effective yang berarti berhasil atau sesuatu yang dilakukan berhasil dengan baik. Menurut Pasolong (2007:4), efektivitas pada dasarnya berasal dari kata “efek” dan digunakan istilah ini sebagai hubungan sebab akibat. Efektivitas dapat dipandang sebagai suatu sebab dari variabel lain. Efektivitas berarti bahwa tujuan yang telah direncanakan sebelumnya dapat tercapai atau dengan kata sasaran tercapai karena adanya proses kegiatan. Pembicaraan sekitar efektivitas kerja pegawai adalah sesuatu yang sangat menarik untuk dilakukan dan pasti akan berkaitan dengan banyak faktor. Pengertian efektivitas menurut Bayangkara (2008:14) adalah sebagai tingkat keberhasilan perusahaan untuk mencapai tujuannya.
Robbins dalam Tika (2008:129) memberikan definisi efektivitas sebagai tingkat pencapaian organisasi dalam jangka pendek dan jangka panjang. Maksudnya adalah efektivitas merupakan suatu standar pengukuran untuk menggambarkan tingkat keberhasilan suaty organisasi dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Efektivitas harus dilakukan pada waktu bekerja dalam pencapaian tujuan.
Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa
efektivitas menyangkut derajat keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Singkatnya efektivitas adalah melakukan sesuatu yang “benar”. Efektivitas menunjukan keberhasilan dari tujuan secara keseluruhan, suatu organisasi dikatakan efektif apabila organisasi tersebut dapat mencapai tujuanya dengan baik maka dikatakan tidak efektif. Dengan demikian yang menjadi ukuran efektivitas dalam organisasi meliputi seluruh bidang kegiatan dengan kemampuan individu dalam suatu organisasi.
Efektivitas menurut Handoko (2006) menyatakan “Efektivitas adalah kemampuan untuk memilih tujuan yang paling tepat atau peralatan yang tepat untuk pencapaian tujuan yang telah ditetapkan”. Senada dengan pendapat Maulana & Rachman (2016) bahwa “Efektivitas diartikan sebagai kemampuan suatu unit yang mencapai tujuan yang diinginkan” (Robbins, 1996) “Efektivitas sebagai tingkat
pencapaian organisasi jangka pendek dan jangka panjang”. Schein (2010) mengatakan bahwa “Efektivitas organisasi adalah kemampuan untuk bertahan, menyesuaikan diri dan tumbuh lepas dari fungsi tertentu yang dimilikinya”. Berdasarkan pendapat diatas, dapat ditekankan bahwa efektivitas adalah suatu keadaan dimana terjadi kesesuaian antara tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya dengan hasil yang dicapai. Dengan demikian efektivitas lebih menekankan bagaimana hasil yang diinginkan itu tercapai sesuai dengan rencana yang telah ditentukan. Dengan kata lain pengertian efektivitas secara umum menunjukkan sampai seberapa jauh tercapai suatu tujuan yang terlebih dahulu ditentukan (Rahadhitya & Darsono, 2015).
Ada beberapa pendekatan efektivitas yang dikemukakan oleh Robbins dalam Tika (2008:131), yaitu diantaranya:
1. Pendekatan Pencapaian Tujuan, Pendekatan ini memandang bahwa
keefektifan organisasi dapat dilihat dari pencapaian tujuannya dari pada caranya.
2. Pendekatan Sistem, Pendekatan ini menekankan bahwa untuk
meningkatkan kelangsungan hidup organisasi, maka perlu diperhatikan sumber daya manusianya, memperhatikan diri secara internal dan memperbaiki struktur organisasi dan pemanfaatan teknologi.
3. Pendekatan nilai-nilai bersaing, pendekatan ini mencoba
mempersatukan kedua pendekatan diatas. Masing-masing
didasarkan pada suatu kelompok nilai. Masing-masing ini selanjutnya lebih disukai berdasarkan daur hidup dimana organisasi itu berada.
b. Indikator Efektivitas
Menurut pendapat David Krech, Ricard S.Cruthfied dan Egerton L. Ballachey dalam Danim, (2004:119). Menyebutkan ukuran efektivitas, sebagai berikut:
1. Jumlah hasil yang dapat dikeluarkan. 2. Tingkat kepuasan yang diperoleh. 3. Produk Kreatif.
4. Intensitas yang akan dicapai.
Berdasarkan uraian diatas, bahwa ukuran daripada efektivitas harus adanya suatu perbandingan antara input dan output, ukuran daripada Efektivitas harus adanya tingkat kepuasan dan adanya penciptaan hubungan kerja yang kondusif serta intensitas yang tinggi, artinya ukuran dari pada efektivitas adanya rasa saling memiliki dengan tingkatan yang tinggi.
2. Tinjauan Tentang Kinerja
Kinerja adalah tingkat pelaksanaan tugas yang dapat dicapai seseorang, unit atau divisi dengan menggunakan kemampuan yang ada dan batasan-batasan yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan organisasi/perusahaan” (Samsudin, 2015:15). Prawirosentono (1999:2) yang mengartikan kinerja sebagai, “Hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka upaya mendapati tujuan organisasi bersangkutan secara illegal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika”. Kinerja adalah catatan hasil produksi pada fungsi pekerjaan yang spesifik atau aktivitas selama periode waktu tertentu (Gomes, 2003:142). Sementara Rivai (2005:14) mengemukakan bahwa: “Kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu di dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama.
Kinerja menurut Handoko (2000) adalah kegiatan dan hasil yang dapat dicapai atau dilanjutkan seseorang atau sekelompok orang di dalam pelaksanaan tugas, pekerjaan dengan baik, artinya mecapai sasaran atau standar kerja yang telah ditetapkan sebelum dan atau bahkan dapat melebihi standar yang ditentukan oleh perusahaan pada periode tertentu. Sementara Mahsun (2006) mendefinisikan kinerja
adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan atau program atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi yang tertuang dalam rencana strategi organisasi.
Mangkunegara (2000) menyatakan kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
Veithzal (2004) menyatakan kinerja adalah perilaku yang nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh pegawai sesuai dengan perannya dalam instansi.
Hasibuan (2001) mengemukakan “kinerja (prestasi kerja) adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu.
Puncak dari kinerja menurut Harea (2002) adalah terwujudnya pekerjaan professional sejati menerima tanggung jawab untuk belajar meningkatkan kompetensi yang mendukungprofesinya, bekerja keras, bekerja tuntas, rajin, dan tekun berusaha. Konsekuensi dari hal ini adalah kinerja (performa) dan karya berkualitas tinggi, yang acap kali melampaui ekspektasi (harapan) orang-orang disekitarnya. Aktualisasi