BAB III DESKRIPSI Q.S. AN-NAML AYAT 29-35 DAN
B. Kisah Ratu Balqis dalam Pustaka Kontemporer
Dalam memaparkan kisah Balqis ini, penulis merujuk pada dua pustaka kontemporer terbit pada tahun 2014 dan 2017. Pustaka kontemporer disini yang dimaksud oleh peneliti adalah pustaka yang sedang eksis hingga
59
Departemen Agama RI, Al-Qur‘an Dan Terjemahnya Special For Woman, (PT Sygma Examedia Arkanleema, 2007), hlm. 379
saat ini. Dan pada kesempatan ini peneliti mengutip dari buku Kitab Sejarah Terlengkap 25 Nabi Terkemukayang terbit pada tahun 2014 dan Kisah-kisah Dalam Al-Qur‘anyang terbit pada tahun 2017. Selain karena buku ini terbitan baru, buku ini pula yang sering ada di berbagai perpustakaan. Setidaknya penulis sudah menemukan buku tresebut pada 5 perpustakaan di kota Salatiga.
Berikut pemaparannya, Ratu Balqis merupakan salah satu figur wanita yang berhasil menoreh tinta emas dalam catatan sejarah. Bahkanceritanya pun diabadikandalam al-Qur‟an surat an-Namlayat 23-42.
Adanyasuratkhusus yang membahastentangRatuBalqis di dalam al-Qur‟an
menjadibuktibahwaiaadalahsosokistimewa.
Menurut sebuah riwayat, nama lengkap Ratu Balqis adalah Balqis Binti Sarah bin Hudhud bin Syarahhil bin Adda dan seterusnya, hingga
berakhir pada Ya‟ab bin Qahthan.60
Sementara itu, Ibnu Katsir dalam
tafsirnya, menyatakan bahwa Ratu Balqis adalah anak seorang wazir
kerajaan Himyariyah yang ada di Ma‟rib Yaman. Buku-buku sejarah dan kita-kitab tafsir menyebutkan bahwa ibunya Balqis adalah dari bangsa jin. Dengan demikian, telah diketahui bahwa Ratu Balqis adalah keturunan jin dan manusia.61
Adapun mengenai negeri Saba‟, menurut para ahli, Saba‟ merupakan
nama kerajaan pada zaman dahulu. Ibukotanya Ma‟rib yang letaknya di dekat kota Shan‟a, ibukota Yaman.62 Dalam al-Qur‟an diberitakan bahwa
negeri Saba‟ adalah negeri yang makmur, penuh dengan kelimpahan rezeqi dari Allah SWT.63
Suatu ketika, Nabi Sulaiman mengumpulkan seluruh balatentaranya yang terdiri atas manusia, hewan, dan para jin. Mereka berkumpul memenuhi undangan sang raja. Setelah semua diperiksa, maka nabi
60
Rizem Aizid, Kitab Sejarah Terlengkap 25 Nabi Terkemuka, (Yogyakarta: Safirah, 2014), hlm. 476
61
Rizem Aizid, KitabSejarahTerlengkap 25 NabiTerkemuka..., hlm. 476
62
Rizem Aizid, KitabSejarahTerlengkap 25 NabiTerkemuka..., hlm. 477
63
Sulaiman mengetahui bahwa burung Hud-hud ternyata tidak hadir. Sebenarnya burung Hud-hud adalah mata-mata pasukan Nabi Sulaiman, yang bertugas mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang apa saja yang patut diketahui olehnya.
Melihat keterlambatan burung Hud-hud, Nabi Sulaiman terlihat agak
jengkel sambil bertanya, “Dimanakah burung Hud-hud? Mengapa belum
terlihat? Padahal tugasnya sangat penting, yakni mencari sumber mata air baru.64
Manakala Raja Sulaiman berhenti berbicara, tiba-tiba burung Hud-hud datang. Tampaknya, ia habis terbang jauh dengan kecepatan tinggi,
hingga ia tersengal-sengal. Kemudian bertanyalah Sulaiman: “Wahai burung
Hud-hud, tidakkah engkau sadari kesalahanmu? Apakah engkau tidak tahu kalau sekarang aku mengadakan pertemuan, tapi engkau datang terlambat?
“Ampun Baginda, sesungguhnya, aku baru saja mengadakan perjalanan jauh sampai ke suatu negeri yang engkau tidak pernah mengetahuinya. Negeri ini bernama Saba‟. Kerajaan ini diperintah oleh
seorang perempuan. Keadaan negeri ini sangat makmur,” kata burung Hud
-hud.65
Kabar yang disampaikan Hud-hud belum menarik bagi Sulaiman, sampai Hud-hud menceritakan bahwa bangsa Saba‟ dan ratu mereka yang memiliki singgasana yang besar itu adalah orang kafir. Mereka bangsa
Sa‘ibah yang menyembah matahari.66
Namun, Raja Sulaiman tidak serta merta mempercayai kabar
tersebut. “Baiklah, kali ini aku ampuni dosamu karena berita yang engkau
bawakan ini yang aku anggap penting untuk diperhatikan dan untuk mengesahkan kebenaran beritamu itu, bawalah suratku ini ke Saba dan lemparkanlah ke dalam istana ratu yang engkau maksudkan itu, kemudian perhatikanlah apa yang akan mereka perbuat dan kembalilah
64
Rizem Aizid, KitabSejarahTerlengkap 25 NabiTerkemuka..., hlm. 481
65
Rizem Aizid, KitabSejarahTerlengkap 25 NabiTerkemuka..., hlm. 482
66
Hamid ahmadath-Thahir, Kisah-kisahDalam Al-Qur‘an,terj. Umar Mujtahid, cet. I, (Jakarta: UmmulQura, 2017), hlm. 755
cepatnya, sambil kami menanti perkembangan selanjutnya bagaimana
jawaban ratu Saba‟atas suratku ini.” kata Sulaiman.
Untuk membuktikan kebenaran dari ucapan burung Hud-hud, ia menuliskan surat, dan meminta burung Hud-hud untuk mengirimkannya kepada sang ratu penguasa negeri Saba‟ yang bernama Balqis.
Burung Hud-hud harus menerjang hembusan angin yang sangat kencang agar bisa sampai ke negeri Saba‟. Oleh karena itu, burung Hud-hud meminta kepada raja Sulaiman untuk membungkus surat tersebut di dalam sampul emas yang tahan terhadap angin. Surat itu berisi ajakan kepada Ratu
Saba‟ untuk memeluk Islam.67
Tibalah burung Hud-hud di negeri Saba‟. Sesampainya disana,
diam-diam burung Hud-hud menjatuhkan surat itu tepat mengenai kepala sang ratu hingga membuatnya terbangun. Ia membuka sampul surat itu dan
membacanya. 68
Saat membuka segel surat membaca isinya, ia terdiam. Pasalnya sebelum itu ia tidak tahu ada seorang raja yang memiliki utusan seekor burung. Selain itu ia juga belum pernah membaca tulisan yang tertuang dalam isi surat yang dibawa oleh utusan paling aneh yang pernah ada itu.
Dia kemudian mengumpulkan para pemuka kerajaan.69 Kemudian Balqis
berkata:
“Wahai para pembesar! Sesungguhnya telah disampaikan kepadaku sebuah surat yang mulia. Sesungguhnya (surat) itu dari Sulaiman yang isinya, ‗Dengan nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, janganlah engkau berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.‖
Balqis diam beberapa saat, lalu mengarahkan pandangannya ke wajah para pemuka istana yang hadir. Dia menatap raut muka sedih dan
67
Rizem Aizid, KitabSejarahTerlengkap 25 NabiTerkemuka..., hlm. 482
68
Rizem Aizid, KitabSejarahTerlengkap 25 NabiTerkemuka..., hlm. 482
69
bingung pada wajah mereka, lalu berkata: “Wahai para pembesar! Berilah aku pertimbangan dalam perkaraku, aku tidak pernah memutuskan suatu perkara sebelum kamu hadir dalam majelisku.70
Begitulah, karena tidak ada iman dan tauhid, maka manusia terpaksa mencari jawaban sesuai hukum dan undang-undang buatan mereka. Di sisi lain, ketika ada syariat, kita tidak akan memerlukan keberadaan orang-orang terkemuka untuk memberikan jawaban kepada kita. Ulamalah yang berwenang untuk menjelaskan suatu persoalan yang terjadi dan hukum
syar‟inya. Akhirnya pada pembesar kaum berkata: “kita memiliki kekuatan dan keberanian yang luar biasa (untuk berperang), tetapi keputusan berada di tanganmu, maka pertimbangkanlah apa yang akan engkau perintahkan.71
Si ratu mengetahui persoalan yang terjadi bahwa raja yang mengirimkan surat tersebut adalah seorang Raja yang utusannya adalah bangsa burung dan suratnya mulia. Melalui surat tersebut, ia mengajak untuk beriman, bukan membayar pajak, harta atau pun menyampaikan ancaman perang. Setelah berpikir panjang, menyusun rencana dan merasa
mampu, ia berkata “sesunguhnya raja-raja apabila menaklukkan suatu
negeri, mereka tentu membinasakannya dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina, dan demikian yang akan mereka perbuat.‖
Inilah yang dikhawatirkan Balqis sebagai seorang wanita, sebelum dalam kapasitasnya sebagai seorang ratu. Balqis ingin menggunakan cara lain. Dia ingin menggunakan hadiah yang dapat menghilangkan amarah, menyejukkan dada, melenyapkan dendam dan panas di dalam hati. Sepertinya Balqis ingin memastikan seperti siapa sebenarnya Raja Sulaiman.
Dia berkata, “Dan sungguh, aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku) akan menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh para utusan itu.‖72
70
Hamid ahmadath-Thahir, Kisah-kisahDalam Al-Qur‘an..., hlm. 758
71
Hamid ahmadath-Thahir, Kisah-kisahDalam Al-Qur‘an..., hlm. 758
72
Akhirnya utusan dari negeri Saba‟ pun pergi ke kerajaan Sulaiman. Utusan itu, disambut ramah oleh Suliaman. Setelah mendengar uraian utusan
itu, maka raja Sulaiaman pun berkata “Kembalilah kamu dengan hadiah-hadiah ini kepada ratumu. Katakanlah kepadanya bahwa Allah telah memberiku rezeqi dan kekayaan yang melimpah ruah, serta mengaruniaiku nikmat yang tidak diberikan kepada makhluk lain. Selain itu, aku telah diutus sebagai Nabi dan Rosul-Nya, serta dianugerahi kerajaan yang luas, dan kekuasaanku meliputi jin maupun hewan-hewan.73 Maka bagaimana aku dapat dibujuk dengan harta benda dan hadiah serupa ini?
Singkatcerita, setelah itu utusan Balqis pulang dan melaporkan semuanya kepadanya. Dan melaporkan bahwa Sulaiman akan mengirimkan
bala tentara yang sangat kuat yang tidak akan terkalahkan ke kerajaan Saba‟.
Mendengar hal itu, maka ratu khawatir dan memilih untuk mendatangi langsung ke kerajaan Sulaiman. Setelah melihat kerajaan milik Sulaiman
dan mendengar ajakan Sulaiman, akhirnya ratu kerajaan Saba‟ masuk Islam.