BAGI AN KEEMPAT
E. Kitab Lupa dan Gelak Taw a
Diterbitkan tahun 1979, novel ini terdiri dari tujuh narasi terpisah yang disatukan oleh tema yang sama, yaitu LUPA. Pelupaan akan sejarah, politik dan kehidupan sehari-hari. Lewat kisah Gottwald dan Clementis yang menjadi pembuka bagian
satu, Kundera menunjukkan bagaimana pelupaan bekerja atas kesadaran khalayak suatu negara. Hari sedang bersalju ketika Gottwald, tanpa topi, berpidato di hadapan massa partai Komunis, Februari 1948.
Clementis yang berdiri di sampingnya memakaikan topinya pada Gottwald. Foto Gottwald bertopi dengan Clementis di sisinya itu menjadi sejarah. Setiap anak tahu foto itu dari poster- poster, buku-buku sekolah dan museum-museum. Akan tetapi, sejarah itu berumur pendek. Empat tahun setelah foto itu dibuat, Clementis dituduh berkhianat lalu digantung. Segera saja foto itu menghilang dari semua poster, buku sekolah dan museum. Gantinya adalah foto Gottwald seorang diri dengan topi Clementis, berlatar dinding kosong.
Masih di bagian yang sama, tahun 1971 ada Mirek, mantan anggota partai yang dituduh memberontak. Dia merasa
terganggu akan masa lalunya yang mencintai seorang wanita jelek bernama Zdena. Dia bermaksud menemui Zdena untuk memusnahkan surat-surat cinta yang pernah dikirimnya dan berharap dengan itu bisa melupakan masa lalunya. Dalam perjalanan menuju rumah Zdena, dia diikuti dua orang laki-laki. Mirek tahu betul apa maksud mereka. Setibanya ia di rumah, ia ditangkap dan dokumen-dokumennya disita. I a kemudian dijatuhi hukuman enam tahun penjara, putranya dua tahun dan sekitar sepuluh orang teman-temannya mendapatkan hukuman antara satu sampai enam tahun.
Bagian dua novel ini berjudul I bu, berkisah tentang Marketa dan Karel yang mengundang ibu mereka, yang sudah tidak bisa apa-apa selain mengeluh, untuk berkunjung. Mengundang ibu untuk tinggal selama seminggu, dengan memastikan ibu harus kembali pada hari Sabtu karena mereka akan pergi ke suatu tempat di hari Minggu. Namun ibu salah mengartikan maksud mereka dan memaksa tinggal hingga hari Senin. Pada Senin pagi, Eva, teman Karel dan Marketa, tiba dan dikenalkan pada ibu sebagai sepupu Marketa. Melalui narasi pembaca diberitahu bahwa Eva mempunyai hubungan asmara dengan Karel yang kemudian merancang pertemuan antara Eva dan Marketa, istrinya.
Atas saran Marketa, mereka bertiga pun menjalin hubungan seksual selama bertahun-tahun. I bu hampir saja menangkap basah ketiganya akan melakukan “aksi”, namun kemudian menyadari bahwa Eva mengingatkannya pada teman masa lalunya saat Karel masih kecil. Hal ini membuat Karel, yang sebelumnya tidak menyadari, melihat Eva dengan cara yang berbeda.
Kisah selanjutnya adalah Para Malaikat. Bercerita tentang invasi Rusia atas Cekoslowakia, terutama usaha Kundera untuk menulis tentang horoskop di bawah nama samaran setelah dia kehilangan pekerjaan dan karya-karyanya dicekal. Dia mendapat bayaran 1000 Crown ketika seorang pemred, yang mempelajari Marxisme-Leninisme separuh hidupnya, meminta dibuatkan horoskop pribadi. Semuanya berjalan lancar sampai 20 tahun kemudian seorang anak muda menemuinya dan membawa surat dari R (si pendonor nama), memberitahukan bahwa identitasnya telah ditemukan oleh polisi. Kundera kemudian bertemu dengan R di sebuah apartemen di pinggiran Praha. R memberitahunya bagaimana ia dipanggil oleh polisi (diinterogasi soal Kundera), dipecat dari pekerjaan dan ditolak bekerja di Radio Cekoslowakia.
Bagian selanjutnya kita dikenalkan pada Tamina, seorang wanita pelayan kafe yang ingin mengambil kembali surat-surat cinta dan diarinya di Praha melalui seorang pelanggannya
bernama Bibi. Ada juga pelanggan lain, Hugo, yang menaruh hati pada Tamina, menawarkan bantuan jika Bibi tidak bisa pergi ke Praha. Suatu hari, Hugo mengajaknya makan malam dan mereka mengunjungi kebun binatang bersama.
Sekelompok burung unta menggerak-gerakkan mulut seolah ingin memperingatkan sesuatu, yang Tamina artikan sebagai pertanda buruk tentang surat-surat dan diarinya di Praha. Karena bungkusan suratnya ada di rumah ibu mertuanya, Tamina menelepon ayahnya untuk mengambilnya dari sana. Setelah memohon dengan sangat akhirnya ayahnya setuju mengirim kakaknya untuk mengambil bungkusannya. Namun ketika ditemukan, bungkusan tersebut sudah terpisah-pisah, yang berarti telah ada orang lain yang membacanya.
Keadaan menjadi semakain buruk ketika Bibi mengatakan ia dan suaminya tidak jadi pergi ke Praha. Hugo menawarkan
bantuan dan mengundang Tamina ke rumahnya. Dia mencoba memenangkan hati Tamina yang akhirnya berujung pada hubungan seksual. Namun Tamina tidak bisa menghapus bayangan suaminya yang sudah meninggal dan hal ini sangat mengganggu Hugo.
Pada akhirnya Hugo menyadari alasan Tamina bersamanya hanya karena ia butuh seseorang untuk pergi ke Praha. Maka ia mengarang cerita tentang artikelnya yang menyinggung
Cekoslowakia dan kemungkinan polisi-polisi di Praha akan mengenalinya. Tamina tahu itu. Dia pun dilanda perasaan muak dan jijik. Sejak saat itu dia tidak pernah lagi menelepon ke Cekoslowakia.
Bagian lima diawali dengan memperkenalkan Kristyna, perempuan berumur tiga puluhan tahun, ibu seorang anak dan istri seorang tukang daging, yang menjalin hubungan cinta di luar perkawinan dengan seorang mahasiswa yang tengah liburan di kota kecilnya. Penulis kemudian menerangkan arti kata Litost dalam bahasa Ceko yang tidak ia temukan padanannya dalam bahasa apapun. Litost adalah keadaan tersiksa yang disebabkan oleh pikiran mendadak yang masuk ke dalam diri yang sengsara. Litost ini seolah selalu hadir pada diri si mahasiswa yang Kristyna cintai, dan perasaan ini jugalah yang membuatnya putus dengan mantan pacarnya.
Suatu ketika, dosennya yang bernama Voltaire,
mengundang si mahasiswa pada pertemuan penyair dari seluruh negeri. Namun si mahasiswa menolak untuk pergi karena ia ada janji kencan dengan Kristyna malam itu. I a kemudian menemui Kristyna dan terkejut melihat penampilan Kristyna dengan manik- manik menggelikan dan gigi emas tersembunyi. Si mahasiswa bercerita tentang pertemuan para penyair dan Kristyna memintanya untuk pergi dan memintakan penyair favoritnya menuliskan kata-kata dedikasi di bukunya.
Si mahasiswa setuju dan pergi menghadiri pertemuan. Dia bertemu dengan para penyair besar dan mendengarkan
percakapan riuh dan obrolan ngalor-ngidul mereka. Kemudian si mahasiswa memberikan sebuah buku Goethe untuk Goethe tanda tangani sambil bercerita tentang Kristyna. Bahwa ia adalah istri tukang daging, tidak cantik dan datang ke Praha dengan
pakaian yang paling menggelikan. Namun kata-kata Goethe mengenainya telah mengubahnya menjadi Ratu.
Saat si mahasiswa kembali ke apartemennya, dia mendapati Kristyna sedang tidur di bawah selimut. I a memba- ngunkannya dengan ciuman di bibir dan menunjukkannya buku yang bertuliskan kata-kata dedikasi Goethe. Mereka kemudian bercinta. Pagi harinya, si mahasiswa menyadari ia salah meng- artikan perkataan Kristyna, ditambah pesan terakhir Kristyna pada selembar kertas, ia merasakan Litost. Dia kemudian memutuskan pergi ke Writer Club, dan salah seorang penyair menghampirinya dan menyemangatinya hingga dia tidak lagi merasakan kekecewaan.
Di bagian enam, kita dipertemukan kembali dengan tokoh Tamina. Kali ini Tamina mulai kehilangan hasrat dan menghilang dari tempat kerja. Setelah beberapa hari tidak berhasil
mengungkapkan sesuatu, polisi mengarsipkan Tamina sebagai Orang Yang Hilang Selamanya. Yang kita tahu berikutnya adalah Tamina terlempar ke pulau anak-anak, di tengah laut. Entah itu nyata atau imajinasinya. Di sana ia teringat akan kematian suaminya. Menjadi satu-satuya orang dewasa, Tamina diperkosa. Dengan penuh rasa benci, Tamina mengadakan perlawanan. I a melompat ke dalam air. Berenang. Lama. Kehabisan tenaga. Kemudian lenyap di bawah permukaan air. Perjuangan Tamina ini disamakan Kundera dengan kematian ayahnya.
Penutup novel ini tidak berbicara apapun selain seksualitas. Namun yang dituju sebetulnya adalah Keluarga Clevis (terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak perempuan empat belas tahun), orang-orang progresif dengan ide-ide progresif.