• Tidak ada hasil yang ditemukan

The Da Vinci Code

Dalam dokumen buku mengenal budaya eropa (Halaman 152-155)

BAGI AN KEEMPAT

C. The Da Vinci Code

Kisah diawali dari kematian seorang kepala Persaudaraan Rahasia di Museum Louvre yang dibunuh seorang albino dari Opus Dei, salah satu penentang kebenaran Holy Grail, yakni kebenaran tentang Ketuhanan Yesus. Pembunuhan tersebut dilakukan agar kebenaran yang nyata tentang Yesus adalah manusia yang memiliki istri Maria Magdalena, tidak tersebar dan mengakibatkan runtuhnya kekuatan gereja-gereja Vatikan saat ini.

Kurator Seni yang menjabat kepala persaudaraan rahasia tersebut, Jacques Sauniere mencoba memberikan kebenaran tentang Holy Grail itu pada cucunya Sophie Neveu dengan bantuan Robert Langdon, seorang ahli simbologi yang ia yakini memiliki pengetahuan yang memadai tentang Holy Grail dari berbagai penelitian yang dilakukannya.

Akan tetapi Kapten Polisi, Bezu Fache menganggap bahwa Langdonlah yang membunuh Sauniere karena namanya tertera di lantai dekat mayatnya. Padahal beberapa kalimat di samping mayat itu hanyalah simbol untuk memecahkan teka-teki

kebenaran yang selama ini tersimpan dan dijaga dengan taruhan nyawa oleh Biarawan Sion. Oleh karena itu,Sophie mengetahui bahwa Langdon tidak bersalah, mencoba percaya dan

menyelamatkan Langdon dari tuduhan dengan melarikan diri dari Museum Louvre dan memecahkan kode yang ditinggalkan

kakeknya, Sauniere.

Mereka mendatangi Bank Penyimpanan Zurich setelah berdiskusi memecahkan kode demi kode, yang akhirnya sampai pada sebuah cryptex yang di simpan di bank itu. Setelah

mendapatkan benda tersebut, mereka meminta bantuan kepala bank Andre Vernet untuk melarikan mereka dari kejaran polisi. Tapi ia kemudian merasa tertipu oleh dua orang tersebut dan memutuskan untuk bergabung dengan Fache yang menyatakan bahwa mereka bersalah, ditambah lagi mereka membawa barang peninggalan Sauniere dari Bank Penyimpanan Zurich.

Langdon dan Sophie yang telah berhasil melarikan diri dari Vernet bergegas menuju Puri Villete tempat sahabat Langdon yang juga sangat menyukai info apapun tentang Grail. Dalam rumah Teabing, Sophie dijelaskan asal mula Holy Grail, bagai- mana sejarahnya, dan hubungannya dengan segala simbol yang ada dewasa ini.

Di sisi lain, Uskup Aringosa seorang petinggi Opus Dei gelisah karena Silas, sang albino tak juga menemukan batu kunci itu, mereka justru dibohongi para petinggi Biarawan Sion tentang kebenaran letak Holy Grail tersebut. Maka dari itu, mereka berdua bersama Guru, orang yang memerintah Silas untuk membunuh keempat petinggi itu, merencanakan kembali siasat untuk menemukan Holy Grail tersebut.

Silas mengikuti Langdon dan Sophie ke rumah Leigh Teabing dengan niat agar mereka mau menyerahkan cryptex itu padanya, tetapi justru dirinya berhasil dilumpuhkan bahkan diikat. I a juga dibawa serta melarikan diri oleh Langdon, Sophie dan Teabing begitu mereka menyadari bahwa mereka juga diikuti polisi hingga ke Puri Villete.

Mereka bergegas menuju lapangan Le Buerget dengan tetap memperbincangkan tentang Biarawan Sion, Holy Grail dan beberapa petunjuk simbol atau apapun yang berkaitan

dengannya serta turut berpikir bersama-sama untuk

memecahkan kode Sauniere yang telah ada di tangan Sophie dan Langdon. Kode cryptex pertama telah berhasil dipecahkan dalam pesawat menuju Biggin Hills, yang isinya adalah kode kedua untuk membuka cryptex yang lebih kecil. Bila berhasil

memecahkannya, maka peta menuju Holy Grail bukanlah impian lagi.

Di I nggris mulanya mereka mencoba mencari ke Gereja Tua yang konon terdapat makam templar yang dimaksudkan dalam kode Sauniere. Akan tetapi setelah mereka diberitahu petugas yang berjaga disana bahwa tempat itu bukanlah makam, mereka segera sadar bahwa ada sesuatu yang terlewatkan.

Di makam itu mereka juga dikejutkan oleh kehadiran Remy yang menyatakan ia menginginkan batu kunci yang dibawa Langdon. I a juga menawan majikannya sendiri Sir Leigh Teabing setelah berhasil merebut batu kunci itu.

Dengan alasan itu, ia menyembunyikan Teabing di

belakang limusin milik Teabing dan mengantarkan Silas ke pusat Opus Dei di London. Hal itulah yang diperintahkan Guru saat menelepon.

Langdon dan Sophie yang telah terlepas dari Remy dan Silas berusaha memecahkan kode tentang prajurit Templar yang dikuburkan di London dengan meminta bantuan Perpustakaan King’s College I nggris. Dan setelah melakukan pencarian yang cukup lama, mereka berdua berkesimpulan bahwa makam yang dimaksud Sauniere adalah makam Sir I saac Newton yang dikuburkan oleh Paus Alexander di London.

Guru yang tak lain adalah Sir Leigh Teabing akhirnya mau tidak mau membunuh Remy karena telah menampakkan

wajahnya di depan Sophie dan Langdon. Hal itu akan mengungkap siapakah dalang di balik terbunuhnya keempat petinggi Biarawan Sion bila Remy masih dibiarkan hidup. I tulah alasannya ia ingin menerima cryptex dari Remy, bukan Silas, karena misi untuk membunuhnya. Namun, pada akhirnya ia berhasil ditangkap polisi karena dengan buta hati mengejar Holy Grail dengan mempertaruhkan segalanya, bahkan dengan membunuh sekalipun.

Terlepas dari semuanya, akhirnya Langdon dan Sophie dapat bernafas lega. Peta menuju Holy Grail telah di tangan. Mereka kemudian mendatangi Kapel Rosslyn yang secara tidak terduga juga mengungkap kebenaran jati diri Sophie yang bila dirunut sejarahnya merupakan keturunan langsung Yesus. I a bertemu neneknya dan dikisahkanlah semua sejarah tentang Sophie. Jika ditanya tentang Holy Grail, nenek Marie tidak yakin bahwa Holy Grail tersembunyi di Kapel itu.

Karena merasa tak mendapatkan hasil, akhirnya Langdon kembali ke Paris. Setelah dua hari dari Kapel Rosslyn Langdon akhirnya berhasil memecahkan kode Sauniere tentang Grail. I a menyadari bahwa pencarian Holy Grail adalah pencarian untuk berlutut di depan tulang belulang Maria Magdalena yang telah ia temukan di kompleks bawah tanah museum Louvre, sesuai petunjuk Sauniere tersebut.

Dalam dokumen buku mengenal budaya eropa (Halaman 152-155)