D. PENGUNGKAPAN PENTING LAINNYA
D.3. KLAIM ASURANSI HELIKOPTER NBell-412 PK-SPT
Sesuai dengan hasil rapat Tim Pengkaji Kementerian Keuangan pada hari Kamis tanggal 15 April 2010 yang membahas permasalahan dalam Laporan Keuangan Kementerian Kehutanan, diambil kesepakatan bahwa Klaim Asuransi dihapuskan dari Neraca sambil menunggu keputusan pengadilan atas nilai kaim asuransi. Penyelesaian kasusnya dapat diuraikan sebagai berikut:
a. Kontrak pengadaan 2 (dua) unit helikopter Bell-412 antara Kementerian Kehutanan dengan PT. Dayajasa Transindo Pratama sesuai dokumen kontrak Nomor 15.1/DIK/XI/2000 tanggal 15 Nopember 2000, dengan jenis; type Bell-412/PK-MNI nomor seri 34023 dan type Bell-412/PK-SPT nomor seri 34022 dengan Nilai kontrak sebesar Rp93.159.000.000,00 (sembilan puluh tiga milyar seratus lima puluh sembilan juta rupiah).
b. Asuransi terhadap 2 (dua) helikopter tersebut, pihak PT. Dayajasa Transindo Pratama akan menutup asuransi/All Risk sedikitnya selama 100 jam terbang atau 4 (empat) bulan masa pengoperasian helikopter. Penutupan asuransi oleh PT. Dayajasa Transindo Pratama adalah terhadap kerugian jiwa dan barang kontrak (helikopter) milik Kementerian Kehutanan.Sertifikat asuransi dikeluarkan oleh PT. Tugu Pratama Indonesia no: A239/MA/VIII/01 tanggal 21 Agustus 2001, di atas namakan PT. Dayajasa Transindo
-. / 0 1. 234 5. 2 6.23474 2 8 4 1 9. 234 : 58 . 2 .2;. : 5 2 200< (=5 > 984 >)
Pratama. Masa berlaku asuransi mulai tanggal 11 Desember 2000 sampai dengan 11 Desember 2001.
c. Pada tanggal 8 Pebruari 2001 Helikopter Bell-412/PK-SPT mengalami kecelakaan di Gunung Burangrang Jawa Barat. Berdasarkan surat PT. Dayajasa Transindo Pratama no. 092/DTP/II/01 tanggal 27 Pebruari 2001, melaporkan bahwa Tim SAR udara Kalijati menemukan pesawat Bell-412/PK-SPT dalam keadaan rusak total dan 3 (tiga) orang awak meninggal. Peristiwa tersebut dikuatkan dengan surat dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) no. KNKT/321/VIII/KTJ/02 tanggal 27 Agustus 2002.
d. Penyelesaian/penagihan klaim asuransi dii pertemuan antara Kementerian Kehutanan dengan PT. Dayajasa Transindo Pratama pada tanggal 31 Juli 2001 yang menyepakati bahwa PT. Dayajasa Transindo Pratama akan segera menyelesaikan progres Klaim Asuransi. Penagihan terhadap progres klaim asuransi sudah dilakukan beberapa kali kepada PT. Dayajasa Transindo Pratama melalui surat Sekretaris Jenderal , antara lain: 1483/II-UM/2001 tanggal 10 Juli 2001; 984/II/UM-4/2001 tanggal 22 Agustus 2001; 1981/II-UM/2001 tanggal 20 Sptember 2001; 2425/II-UM/2001 tanggal 23 Nopember 2001; 01/II/UM-4/2002 tanggal 2 Januari 2002; 121/II/UM-4/2002 tanggal 31 Januari 2002; 377/II/UM- 4/2003 tanggal 24 Maret 2002.
e. Dalam rangka penyelesaian klaim asuransi Kementerian Kehutanan menyerahkan penyelesaiannya kepada Badan Arbiterase Nasional Indonesa (BANI) melalui surat Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan atas nama Menteri Kehutanan no. 329/Menhut-II/Kum/03 tanggal 16 April 2003. Sesuai petunjuk Menteri Kehutanan atas Nota Dinas Sekretaris Jenderal No. 63/II/Kum/Rhs/2003 tanggal 24 September 2003, bahwa untuk penghematan anggaran, penyelesaian klaim asuransi tidak melalui
?@ A B C@ DEF G@ D H@DEFIF D J F C K@ DEF L GJ @ D @DM@ L G D 200N (OG P KJF P)
BANI.
f. Dalam rangka mengefektifkan penyelesaian klaim asuransi, Kementerian Kehutanan membentuk Tim Asistensi Penanganan Perkara klaim asuransi 1 unit helikopter NBell-412 register PK-SPT milik Kementerian Kehutanan melalui keputusan Sekretaris jenderal No. SK.142/II-Um/2004 tanggal 4 Oktober 2004, yang diketuai oleh Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kementerian Kehutanan. Data dan informasi yang diperoleh Tim Asistensi, bahwa uang klaim asuransi sebesar US$ 3,610,000 telah ditransfer ke PT. Dayajasa Transindo Pratama pada tanggal 24 April 2001 dengan bukti klaim no. AC0001DTP361. Berdasarkan informasi dari PT. Tugu Pratama sebagai (penaggung asuransi), transfer masuk ke rekening PT. Dayajasa Transindo Pratama di BNI Cabang Tebet dengan nomor rekening 120.031190.002.
g. Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan melalui surat no. 1075/II/Kum/2004 tanggal 23 Desember 2004 menanyakan kepada Kapolda Metro Jaya sehubungan dengan dugaan tindak pidana penggelepan dana klaim asuransi pesawat helikopter Nbell-412 PK-SPT milik Kementerian Kehutanan oleh tersangka Robby Murdiman (Direksi PT. Dayajasa Transindo Pratama). Selanjutnya menanyakan hal yang sama kepada Kapolri melalui surat Menteri Kehutanan No. S.120/Menhut-II/2006 tanggal 23 Pebruari 2006; S.355/Menhut-II/2006 tanggal 7 Juni 2006.
h. Berdasarkan surat Kapolda Metro Jaya kepada Kabareskrim Polri No. B/1221/II/2005/Datro, dijelaskan bahwa berkaitan dengan dana klaim asuransi sebesar US$ 3,058,739.66 (± Rp30.000.000.000,00), saat ini tinggal Rp24.465.808.800,00. Sisa dana tersebut disita Polda Metro Jaya tanggal 7 Januari 2003 dan dititipkan di Bank Bukopin Pusat Jl. MT Haryono tanpa bunga. i. Kapolri menyampaikan jawaban kepada Menteri Kehutanan
QR S T UR VWX YR V ZRVWX[X V \ X U ]R VWX ^ Y\ R V RV_R ^ Y V 200` (aY b ]\X b)
menyampaikan perkembangan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi penggelapan dana klaim asuransi helikopter milik Kementerian Kehutanan, antara lain bahwa berkaitan dengan uang asuransi senilai Rp24.465.808.800,00 disita sebagai barang bukti dengan penetapan ketua pengadilan Jakarta Timur No. 79/Pen.Pid/2003/PN JKT TIM tanggal 20 Januari 2003 dan uang tersebut dititipkan di Bank Bukopin pusat Jl. MT Haryono (tanpa bunga). Selanjutnya barang bukti yang disita belum dapat dikembalikan kepada yang berhak, karena belum adanya putusan pengadilan.
j. Berdasarkan surat Sekretaris Jenderal kepada Kapolri No. 928/Kum/2006 tanggal 25 Agustus 2006, yang intinya menanyakan adanya barang bukti yang disita belum dapat dikembalikan ”kepada yang berhak” dengan maksud untuk mempertegas status kepemilikan asuransi dimaksud. Sampai saat ini belum ada jawaban dari Kapolri.
k. Kepala Biro Hukum dan Organisasi (Ketua Tim Asistensi) melalui nota dinas No. ND.62/Kum-3/09 tanggal 27 Januari 2009 menginformasikan bahwa :
Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 2062/PID.B/2007/PN.JKT.PST tanggal 19 Maret 2008, Terdakwa (Sdr. Robyanto Murdiman) telah dijatuhi pidana penjara selama 6 (enam) tahun dan denda Rp500.000.000,- (Lima ratus juta rupiah) serta membayar uang pengganti sebesar Rp32.847.741.200,- dan atas putusan tersebut Terdakwa mengajukan banding.
Pengadilan Tinggi DKI Jakarta melalui putusan No. 117/Pid/2008/PT.DKI tanggal 17 Juli 2008 telah memutuskan permohonan banding a.n. Terpidana Robyanto Murdiman dengan pidana penjara selama 4 (empat) tahun dan denda sebesar Rp300.000.000,- (Tiga ratus juta rupiah).
cd e f gd hij kd h ldhijmj h n j g od hij p kn d h dhqd p k h 200r (sk t onj t)
Perkara pidana penggelapan terkait dengan kontrak pengadaan 2 (dua) unit helikopter tipe Bell 412/SP No. Seri 022 dan Bell 412/SP No. Seri 023 dengan PT. Dayajasa Transindo Pratama No. 15.1/DIK-SKO/DR/XI/2000 a.n. Terpidana Robyanto Murdiman (selaku Direktur Utama PT. Dayajasa Transindo Pratama) tersebut saat ini masih dalam proses pemeriksaan tingkat kasasi oleh Mahkamah Agung RI.
l. Berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 2062/PID.B/2007/PN.JKT PST; pada Bab MENGADILI (Page 36 of 38) pada butir 6 mengenai Menetapkan barang bukti berupa : diantaranya pada angka 55 (Page 37 of 38) bahwa Uang Tunai sebesar Rp24.465.808.800,- (dua puluh empat milyar empat ratus enam puluh lima juta delapan ratus delapan ribu delapan ratus rupiah), tetap disita untuk dipergunakan dalam perkara SURIPTO, SH. dkk.
m.Setelah Putusan Pengadilan sudah mempunyai ketetapan hukum yang tetap (Enrakh) dalam perkara Suripto, SH. dkk maka barang bukti uang tunai sebesar Rp24.465.808.800,- (dua puluh empat milyar empat ratus enam puluh lima juta delapan ratus delapan ribu delapan ratus rupiah) menjadi milik Kementerian Kehutanan. n. Posisi terakhir, Sekretaris Jenderal meminta kembali
perkembangan penanganan perkara klaim asuransi kepada Kapolri melalui surat No. S.370/II-Um/2010 tanggal 13 April 2010, akan tetapi sampai saat ini belum ada tanggapan dari Kapolri.