BAB II LANDASAN TEORI
B. Hasil Belajar
2. Klasifikasi hasil belajar
Klasifikasi hasil belajar dari Benyamin Bloom yang secara garis besar membaginya menjadi tiga ranah yaitu :34
34 Mudjijo, Tes Hasil Belajar, (Jakarta: Bumi Aksara, 1995), cet. Ke-1, h.101-106
1) Ranah kognitif
Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek, yakni pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, sintesis, evaluasi. Kedua aspek pertama disebut kognitif tingkat rendah dan keempat aspek berikutnya termasuk kognitif tingkat tinggi.
Di bawah ini dapat dilihat Kata Kerja Operasional untuk ranah kognitif yang diuraikan dalam bentuk tabel berikut ini:
Pengetahuan (C1)
Mengetahui, mengutip, menerima, mengingat, menyerap, menyimpan, menggambar, mendaftar, menunjukkan, memberi label, memberi indek, memasangkan, menamai, menandai, menyadari, menghafal, mencatat, mengulang, meninjau, mempelajari, mentabulasi, memberi kode, menelusuri, dan menulis.
Pemahaman (C2)
Memahami, memperkirakan, menjelaskan, mencirikan, mengasosiasikan, mengkontraskan, mengubah, mempertahankan, menjalin, mendiskusikan, menggali, mencontohkan, menerangkan, mengemukakan, mempolakan, memperluas, menyimpulkan, meramalkan, merangkum, mereproduksi.
Penerapan (C3)
Menugaskan, mengurutkan, menentukan, menerapkan, menyesuaikan, mengkalkulasi, memodifikasi, mengklasifikasi, membilang, menghitung, membangun, mengurutkan, membiasakan, mencegah, menentukan, menggambarkan, menggunakan, menilai, melatih, menggali, mengemukakan,
mengadaptasi, menyelidiki, mengoperasikan, mempersoalkan, mengkonsepkan, melaksanakan, meramalkan, memproduksi, memproses, mengaitkan, menyusun, mensimulasikan, memecahkan, melakukan, mentabulasi, menyusun, memproses, meramalkan, dan membaca.
Analisis (C4)
Menganalisis, mengaudit, memecah, menegaskan, mendeteksi, mendiagnosis, menyeleksi, merinci, menominasikan, mendiagramkan, megorelasikan, merasionalkan, menguji, mencerahkan, menjelajah, membagankan, menyimpulkan, menemukan, menelaah, memaksimalkan, memerintahkan, mengedit, mengaitkan, memilih, mengukur, melatih, menstranfer, mengidentifkasi, menjabarkan, mengkategorikan, dan menguraikan.
Sintesis (C5)
Mengabstraksi, mengatur, menganimasi, mengumpulkan, mengkategorikan, mengkode, mengombinasikan, menyusun, mengarang, membangun, menanggulangi, menghubungkan, menciptakan, mengkreasikan, mengoreksi, merancang, merencanakan, mendikte, meningkatkan, memperjelas, memfasilitasi, membentuk, merumuskan, menggeneralisasi, menggabungkan, memadukan, membatas, mereparasi, menampilkan, menyiapkan, memproduksi, merangkum dan merekonstruksi.
Penilaian Membandingkan, menyimpulkan, mengarahkan, menilai,
(C6) mengarahkan, mengkritik, menimbang, memutuskan, memisahkan, memprediksi, memperjelas, menugaskan, menafsirkan, mempertahankan, memerinci, mengukur, merangkum, membuktikan, mendukung, memvalidasi, mengetes, mendukung, memilih, memproyeksi, dan memilih.
2) Ranah afektif
Ranah afektif berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek yakni penerimaan jawaban atau reaksi, penilaian, organisasi, dan internalisasi. Di bawah ini dapat dilihat Kata Kerja Operasional untuk ranah afektif yang diuraikan dalam bentuk tabel berikut ini:
Menerima (A1)
Memilih, mempertanyakan, mengikuti, memberi, menganut, mematuhi, dan meminati.
Menanggapi (A2)
Menjawab, membantu, mengajukan, mengompromikan, menyenanghi, menyambut, mendukung, menyetujui, menampilkan, melaporkan, memilih, mengatakan, memilah, dan menolak.
Menilai (A3)
Mengasumsikan, meyakini, melengkapi, meyakinkan, memperjelas, memprakarsai, mengimani, mengundang, menggabungkan, memperjelas, mengusulkan, menekankan, dan menyumbang.
Pengorganisasian (A4)
Menganut, mengubah, menata, mengklasifikasikan, mengombinasikan, mempertahankan, membangun, membentuk
pendapat, memadukan, mengelola, menegosiasi, dan merembuk.
Pengalaman (A5)
Mengubah perilaku, berakhlak mulia, mempengaruhi, mendengarkan, mengkualifikasi, melayani, menunjukkan, membuktikan, dan memecahkan.
3) Ranah psikomotor
Ranah psikomotor berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak. Ada enam aspek psikomotor, yakni : a) gerakan refleks; b) keterampilan gerakan dasar; c) kemampuan perseptual; d) keharmonisan dan ketepatan, e) gerakan keterampilan kompleks; dan f) gerakan ekspresif dan interpretatif. Di bawah ini dapat dilihat Kata Kerja Operasional untuk ranah psikomotor yang diuraikan dalam bentuk tabel berikut ini:
Peniruan (P1)
Mengaktifkan, Menyesuaikan, Menggabungkan, Melamar, Mengatur, Mengumpulkan, Menimbang, Memperkecil, Membangun, Mengubah, Membersihkan, Memposisikan, Mengkontruksi
Manipulasi (P2)
Mengoreksi, Mendemonstrasika, Merancang, Memilah, Melatih, Memperbaiki, Mengidentifikasika, Mengisi, Menempatkan, Membuat, Memanipulasi, Mereparasi, Mencampur
Ketepatan Gerak
(P3)
Mengetik, Melakukan, Memperbaiki
Artikulasi (P4)
Mengalihkan, Mempertajam, Membentuk, Memadankan, Menggunakan, Memulai, Menyetir, Menjeniskan, Menempel, Menseketsa, Memadankan, Melonggarkan, Menimbang
Pengalamiahan (P5)
Mengalihkan, Menggantikan, Memutar, Mengirim, Memindahkan, Mendorong, Menarik, Memproduksi, Mencampur, Mengoperasikan, Mencampur, Mengemas, Membungkus
3. Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Hasil belajar tidak akan tercapai jika tidak adanya unsur atau faktor yang mempengaruhinya. Hasil belajar yang dicapai seseorang merupakan hasil interaksi anatara berbagai faktor yang memperngaruhinya, baik dari dalam (intern) maupun dari luar (ekstern).35
a. Faktor internal
Faktor yang berasal dari dalam diri inidividu yang sedang belajar, terdiri dari:36
1) Aspeki Fisiologi (Jasmaniah)
Kondisi jasmani dapat mempengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran. Kondisi yang lemah dapat menurunkan ranah kognintif sehingga materi yang dipelajari tidak berbekas. Kondisi organ – organ khusus siswa, seperti tingkat kesehatan indera pendengar dan indera penglihatan sangat mempengaruhi kemampuan siswa dalam menyerap informasi dan pengetahuan.
2) Aspek Psikologis (Rohaniah)
35 Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, Psikologi Belajar, (Jakarta : Rineka Cipta, 1991), Cet. Ke – 1 , hal.121
36 Muhibbin Syah, Psikologi Belajar, (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2004), Cet. Ke – 3, hal. 145-152
Setiap manusia dalam hal ini peserta didik pada dasarnya memilki kondisi psikologis yang berbeda – beda, tentunya hal ini turu mempengaruhi hasil belajar siswa.
Beberapa faktor psikologis meliputi intelegensi, perhatian minat, bakat, motif, motivasi, kognitif, dan daya nalar siswa.
b. Faktor eksternal
1) Faktor keluarga : cara orang tua mendidik, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah. Keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua, dan latar belakang kebudayaan.
2) Faktor sekolah : metode mengajar dan belajar, kurikulum, relasi guru dengan sisiwa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, standar pelajaran diatas ukuran, keadaan gedung, dan tugas rumah.
3) Faktor masyarakat : kegiatan siswa dalam masyarakat, media massa, teman bergaul, dan bentuk kehidupan masyarakat.
C. Hipotesis Penelitian
Hipotesis merupakan dugaan sementara yang masih perlu dibuktikan kebenarannya melalui suatu penelitian.
Adapun hipotesis yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah : H0 : tidak terdapat pegaruh penggunaan FlipBook terhadap Hasil Belajar Siswa pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di SMPN 3 Batipuh
H1 : terdapat pengaruh FlipBook terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di SMP N 3 Batipuh.
37 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Waktu dan Lokasi Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan pada tanggal 06 Juli – 05 Agustus 2015, dimana penulis mengumpulkan data siswa, dan data nilai siswa.
Kemudian diolah dan dilakukan penelitian agar dapat melihat sejauh mana pengaruh penggunaan FlipBook terhadap hasil belajar siswa tersebut.
Pengumpulan data yang dibutuhkan tersebut akan dilakukan pada bulan yang telah ditentukan, kemudian dilakukan sebuah pelaksanaan penelitian di kelas eksperimen sehingga dapat dihasilkan pengaruh dari hasil belajar siswa.
Penelitian ini akan dilaksanakan di SMPN 3 Batipuh. Pemilihan tempat penelitian ini didasarkan atas pertimbangan sebagaimana yang telah diuraikan dalam latar belakang masalah .
B. Jenis Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan FlipBook terhadap hasil belajar di SMPN 3 Batipuh. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperiment dengan desain one group pretest posttest desain yaitu penelitian eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok saja yang dinamakan kelompok eksperimen tanpa ada kelompok pembanding atau kelompok kontrol. Quasi eksperimen (eksperimen pura-pura) merupakan
istilah dari Pre Eksperiment Design. Desain ini dapat digambarkan sebagai berikut
Tabel 3.1 Desain penelitian one group pretest posttest design Pre Test Treatment Post Test
Y 1
X Y
Sumber: Sukardi. Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya. 2 Jakarta: Bumi Aksara, 2011
Keterangan :
Y1 : Pretest uji coba X : Perlakuan (treatment) Y2 : Post test uji coba
Percobaan ini dilakukan untuk melihat kebaikan sistem mengajar dengan menggunakan FlipBook. Media pembelajaran dengan menggunakan FlipBook adalah suatu perlakuan (treatment) X. Pertama-tama diukur mean hasil belajar dengan pretest Y1 sebelum perlakuan X dikenakan. Sesudah perlakuan X dikenakan, diukur kembali mean hasil belajar tersebut dengan menggunakan posttest Y2. Kemudian dibuat perbandingan antara mean hasil belajar pretest Y1 dan posttest Y2 untuk melihat bagaimana pengaruh belajar dengan menggunakan FlipBook tersebut.
C. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Populasi adalah keseluruhan yang menjadi subjek penelitian dan merupakan sekumpulan objek yang memiliki sifat/ciri yang diamati.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 3 Batipuh Kabupaten Tanah Datar yang terdaftar. Alasan penulis memilih kelas VIII adalah bahwa hanya pada kelas tersebut terdapat pokok bahasan Microsoft Word (perangkat lunak pengolah kata) yang sesuai dengan
batasan masalah yang telah penulis jelaskan pada bab I. Adapun jumlah perincian jumlah populasi dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.2 Populasi siswa Kelas VIII
SMPN 3 Batipuh Kabupaten Tanah Datar Tahun Pelajaran 2015/2016 No Kelas Jumlah Siswa
1. VIII 28 orang
Jumlah 28 orang
Sumber data : diambil dari guru TIK SMPN 3 Batipuh.1
2. Sampel
Sampel merupakan bahagian dari populasi penelitian, sedangkan sebahagian dari populasi yang dipilih untuk diteliti disebut dengan sampel penelitian. Teknik yang digunakan untuk mengambil sebagian populasi untuk dijadikan sampel disebut teknik sampling.2
1 Ferelina Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi ( TIK ) di SMPN 3 Batipuh Kabupaten Tanah Datar.
2 Hadeli, Metode Penelitian Kependidikan,(Ciputat Press,2006), h. 68
Penulis mengambil pendapat Suharsimi Arikunto yang berpendapat bahwa, apabila subjeknya kurang dari 100 lebih baik diambil secara keseluruhan, sehingga penelitiannya menjadi penelitian populasi, selanjutnya jumlah subjeknya besar dari 100 maka dapat diambil antara 10% - 25 %.3 Dengan demikian, karena sampelnya kurang dari 100, maka penulis menggunakan teknik total sampling dengan sampelnya semua kelas VIII.
Tabel 3.3 Sampel penelitian pada siswa SMP kelas VIII tahun ajaran 2015/2016
Lokal Jumlah Siswa
VIII 28 orang
Sumber : Guru Bidang Studi TIK SMPN 3 Batipuh
D. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data
Jenis data pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.
Data primer adalah data yang diperoleh dari hasil belajar TIK siswa, sedangkan data sekunder adalah data tentang jumlah siswa dan keadaan siswa yang menjadi sampel penelitian.
2. Sumber Data
3 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan dan Praktek, (Jakarta:
Rineka Cipta, 1998), Cet.Ke-2, h.107
Sumber data diperoleh langsung dari sampel yang menjadi objek dalam penelitian ini, yaitu kelas VIII yang terdaftar pada tahun 2015/2016.
E. Desain Perlakuan
Desain perlakuan adalah suatu rancangan pembelajaran yang akan penulis lakukan pada kelas eksperimen. Adapun pola desain perlakuannya dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 3.4 Pola desain perlakuan
No
Kelas Eksperimen
Peran Guru Peran Siswa
1. A. Pendahuluan
1. Guru menjelaskan
kompetensi yang harus dicapai, dan manfaat dari pembelajaran serta pentingnya materi pelajaran yang akan dipelajari.
2. Guru menjelaskan prosedur pembelajarn menggunakan media pembelajaran
A. Pendahuluan
1. Siswa mendengarkan
penjelasan guru mengenai kompetensi yang harus dicapai dan manfaat dari pembelajaran serta pentingnya materi pelajaran yang akan dipelajari.
2. Siswa mendengarkan
penjelasan guru mengenai prosedur pembelajaran
FlipBook.
3. Siswa mendengar penjelasan guru untuk mencatat setiap
B. Inti
dengan indikator hasil belajar yang harus dicapai.
oleh guru
F. Variabel Penelitian
Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Menurut hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain maka macam-macam variabel dalam penelitian dapat dibedakan menjadi : variabel independen, variabel dependen, variabel moderator, variabel intervening dan variabel terikat.4
Dalam penelitian ini penulis menggunakan 2 variabel yaitu variabel independen (variabel bebas) dan variabel dependen (variabel terikat), kedua variabel tersebut penulis jelaskan sebagai berikut:
1. Variabel Bebas (Variabel Independen)
Variabel bebas adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen(terikat). Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa variabel bebasnya adalah media pembelajaran FlipBook.
4Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,Kualitatif, dan R & D, (Alfabeta : Bandung, 2009), cet. Ke-8, h.60-64
2. Variabel Terikat (Variabel Dependen)
Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa variabel terikatnya berupa hasil belajar TIK siswa kelas VIII SMPN 3 Batipuh Kabupaten Tanah Datar.
G. Instrumen Penelitian
Instrumen merupakan suatu alat teknis untuk mengumpulkan data, dalam penelitian ini peneliti menggunakan instrument berupa tes. Tes ini bertujuan untuk mengukur hasil belajar Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) siswa. Langkah-langkah yang dilakukan dalam menyusun tes hasil belajar adalah :
1. Penyusunan Tes
a. Menyusun kisi-kisi soal dengan berpedoman pada silabus pembelajaran
b. Menyusun item tes c. Melaksanakan tes
2. Analisis Item
Untuk mendapatkan kualitas soal yang baik, maka hal-hal yang perlu dianalisis setelah melakukan uji coba tes yaitu :
a. Validitas Item
Suharsimi Arikunto menyatakan “Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen”.
Untuk memperoleh instrument tes yang valid, maka instrument tes dibuat berdasarkan kurikulum. Tes dikatakan valid apabila telah dapat mengukur apa yang hendak diukur. Tes yang dikatakan memiliki validitas isi apabila mengukur tujuan khusus tertentu sejajar dengan materi isi pelajaran.
Untuk mendapatkan indeks validitas tes digunakan rumus teknik korelasi product moment5adalah sebagai berikut ini:
∑ (∑ )(∑ )
√* ∑ (∑ ) +* ∑ (∑ ) +
Keterangan:
rxy:Validitas yang dicari N :Jumlah butir soal X :Skor yang diperoleh Y :Skor total
Dengan kriteria:
0.80 ≤ rxy ≤ 1.00 : Validitas sangat tinggi 0.60≤ rxy < 0.80 : Validitas tinggi
0.40 ≤ rxy < 0.60 : Validitas cukup 0.20 ≤ rxy < 0.40 : Validitas rendah
5Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara,2009),cet. Ke-9, h.75-78
0.00 ≤ rxy ≤ 0.20 : Validitas sangat rendah
Dari hasil validitas item diperoleh 18 butir soal yang valid, dengan kriteria validitas tinggi yaitu butir soal ke 1. Validitas cukup yaitu butir soal ke 2, 3, 4, 5, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15,16, 17, 18 dan 20.
Perhitungan secara rinci tentang tingkat kevalidan masing-masing soal dapat dilihat pada lampiran.
b. Indeks Kesukaran
Indeks kesukaran adalah suatu angka yang menunjukkan tingkat kesukaran tiap butir soal. Butir soal yang baik adalah butir soal yang memiliki proporsi yang seimbang. Semakin tinggi indeks kesukaran maka semakin mudah soal-soal tersebut.
Dengan kriteria :
P ≤ 0,30 : soal sukar 0,30 < P ≤ 0,70 : soal sedang P > 0,70 : soal mudah
Adapun cara mencari indeks kesukaran adalah dengan rumus :6
Dimana :
P = Indeks kesukaran
6Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, ……., cet. Ke-9, h. 207-208
B = Banyaknya siswa yang menjawab benar JS = Jumlah siswa peserta
Setelah dilakukan perhitungan indeks kesukaran maka dapat disimpulkan bahwa soal nomor 1, 2, 3, 4, 5, 7, 8, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, dan 20 memiliki tingkat kesukaran dengan kriteria mudah. Soal nomor 6, 9, 18 dan 19 memiliki kriteria sedang, Perhitungan tingkat kesukaran soal uji coba dapat dilihat pada lampiran
c. Daya Pembeda
Menurut Suharsimi, menentukan daya beda adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai dengan siswa yang kurang pandai. Cara menentukan daya pembeda (D) untuk kelompok kecil adalah seluruh kelompok tes dibagi dua, 50% kelompok atas dan 50% kelompok bawah, sedangkan kelompok besar biasanya diambil 27% skor teratas sebagai kelompok atas dan 27% skor terbawah sebagai kelompok bawah.
Menentukan daya pembeda digunakan rumus sebagai berikut :7
Dimana :
7Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, ……., cet. Ke-9, h. 213-214
J = Jumlah peserta tes
JA = banyaknya peserta kelompok atas JB = banyaknya peserta kelompok bawah
BA = banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal itu dengan benar.
BB = banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal itu dengan benar.
Proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar (ingat, P sebagai indeks kesukaran)
Proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab benar.
Dengan kriteria:
0,70 ≤ D < 1,00 : Baik sekali 0,40 ≤ D < 0,70 : Baik 0,20 ≤ D < 0,40 : Cukup 0,00 ≤ D < 0,20 : Jelek
Berdasarkan analisis yang dilakukan pada hasil posttest didapatkan bahwa butir soal dengan ktiteria “baik” adalah butir soal ke 1, 4, 5, 13, 14, 15, 16, 18, dan 19. Butir soal dengan ktiteria
“cukup: adalah butir ke 2, ,3 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 17 dan 20.
Perhitungan secara rinci dapat dilihat pada lampiran
d. Reliabilitas
Reliabilitas tes adalah apakah tes tersebut dapat dipercaya, untuk menentukan indeks reliabilitas tes digunakan rumus KR20 sebagai berikut:8
[ ][ ∑ ]
Keterangan:
rii :Reliabilitas tes secara keseluruhan
P :Proporsi subjek yang menjawab benar Q : Proporsi subjek yang menjawab salah
∑ :Jumlah hasil kali p dan q N :Banyaknya item
S :Standar deviasi (akar varians)
Suharsimi,mengklasifikasikan nilai koefisien reliabilitas sebagai berikut:
0,00 ≤ rii ≤ 0,20 : Sangat rendah 0,20 < rii ≤ 0,40 : Rendah 0,40 < rii ≤ 0,60 : Cukup tinggi
8 Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, ……., cet. Ke-9, h. 100
0,60 < rii ≤ 0,80 : Tinggi 0,80 < rii ≤ 1,00 : Sangat tinggi
Setelah dilakukan perhitungan reliabilitas soal diperoleh r11 = 0,84 kemudian dikonsultasikan dengan nilai product moment dengan n = 28 dan α = 0,05 maka diperoleh rtabel = 0,374. Karena r11 = 0,84 lebih besar dari rtabel = 0,374, maka dapat disimpulkan bahwa soal yang dianalisis dengan rumus Alpha adalah reliabel. Perhitungan reliabilitas secara lengkap dapat dilihat pada lampiran
H. Teknik Analisis Data
Analisis data ini dilakukan dengan membandingkan nilai rata-rata pre-test dan post-test kelas eksperimen mata pelajaran TIK SMPN 3 Batipuh yang telah ditentukan. Analisis ini menggunakan uji satu sampel untuk rata-rata (one sample t test). Dengan uji tersebut akan diketahui apakah ada pengaruh antara nilai rata-rata pretest dan posttest kelas eksperimen.
1. Analisis Data Tahap Awal
Sebelum dilakukan uji one sample t test, terlebih dahulu diuji normalitas untuk mengetahui apakah kelas eksperimen berdistribusi normal atau tidak. Jika kelas tersebut berdistribusi normal, maka statistik yang digunakan adalah statistik parameter. Sedangkan jika menggunakan statistik non- parameter, maka kelas tersebut tidak harus
berdistribusi normal. Metode untuk menganalisis data adalah sebagai berikut:
a. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengolah data nilai pre-test dalam menentukan apakah kelas yang telah diuji berdistribusi normal atau tidak. Uji Normalitas dapat dilakukan dengan menggunakan Uji Liliefors.9 Jika L0< Ltabel, maka tabel berdistribusi normal, sebaliknya jika L0> Ltabel maka sampel berdistribusi tidak normal. Langkah untuk melihat data berdistribusi normal atau tidak sesuai sebagai berikut :
a. Data diurutkan dari terendah ke yang tertinggi
b.Tentukan harga x (nilai rata-rata) dan s (standar deviasi) x = ∑ dan s = √∑( ̅)
c. Tentukan harga Zi dengan rumus : Zi = ̅
d.Tentukan harga P (Zi) dengan cara mengkonsultasikan harga Zi
dengan tabel Z
e. Tentukan S(Zi) = nilai Zi yang kecil atausama dengan dirinya.
f. Tentukan harga mutlak dari P (Zi) – S (Zi)
g.Tentukan nilai yang tertinggi dari nilai mutlak P (Zi) - S (Zi) = disebut dengan Lo
h.Uji harga Lo dengan tabel Liliefors dengan taraf nyata ( ) 0,05.
9 Nana Sudjana, Metode Statistika (Bandung: Tarsito, 2005), h. 466
Jika Ltab > Lo maka disimpulkan data sampel berdistribusi normal pada taraf 0,05%10
2. Analisis Data Tahap Akhir
Metode untuk menganalisis data nilai akhir setelah diberi perlakuan adalah sebagai berikut:
a. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengolah data nilai post-test dalam menentukan apakah kelas yang telah diuji berdistribusi
normal atau tidak. Untuk langkah-langkah pengujian normalitas data tahap akhir sama dengan langkah- langkah uji normalitas pada analisis data tahap awal.
b. Uji Perbedaan Dua Rata-rata
Uji perbedaan dua rata-rata digunakan untuk mengetahui pengaruh hasil pre-test sebelum diberikan perlakuan (treatment) dan hasil post-test sesudah diberi perlakuan (treatment). Untuk mengetahui perbedaan dua rata-rata ini menggunakan uji satu pihak (uji t) yaitu uji pihak kiri.
Hipotesis yang digunakan adalah sebagai berikut:
Keterangan :
10 Arifmiboy,Kumpulan Materi Kuliah Statistik, (Bukittinggi : STAIN Bukittinggi)
rata – rata nilai posttest rata – rata nilai pretest
Untuk menguji hipotesis diatas digunakan statistic uji t sebagai berikut :
t = ̅̅̅̅ ̅̅̅̅
√
Dimana :
S= √( ( ) ( ) )
Keterangan :
̅ 1 = rata – rata posttest
̅ 2 = rata – rata pretest
= jumlah subyek posttest
= jumlah subyek pretest
1 = varians posttest
2 = varians pretest = simpangan baku
Dengan kriteria pengujian adalah terima H0 jika ttabel ≤ thitung
dimana ttabel didapat dari daftar distribusi t dengan dk = ( ) dan tolak H0 untuk harga t yang lain.11
c. Uji Determinasi
Uji koefisien determinasi digunakan untuk melihat seberapa besar varians variabel terikat dipengaruhi oleh varians variabel bebas, atau dengan kata lain seberapa besar variabel bebas mempengaruhi variabel terikat :
Rumus umumnya adalah : D = r2 x 100%
Keterangan :
D = koefisien determinasi
r = koefisien korelasi variabel bebas dengan variabel terikat
11 Sudjana, metode statitika, (Bandung, Tarsito, 2005), hal. 245.
56
Pada bab ini akan dijelaskan hasil penelitian yang telah diperoleh selama pelaksanaan penerapan media pembelajaran FlipBook terhadap hasil belajar TIK siswa kelas VIII di SMPN 3 Batipuh.
A. Deskripsi Data
Pengolahan dan analisis data merupakan langkah yang sangat penting dalam penelitian. Hal itu akan menentukan apakah hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah Variabel bebas (X) Media Pembelajaran FlipBook, dan variabel terikat (Y) Hasil Belajar TIK Siswa kelas VIII di SMPN 3 Batipuh. Data yang diperoleh terdiri dari dua tes yaitu pretest dan posttest pada mata pelajaran TIK di kelas VIII. Tes yang diberikan adalah berupa soal objektif (multiple choise) sebanyak 20 butir soal pada 28 orang siswa di kelas eksperimen.
1. Hasil belajar pretest TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) kelas eksperimen sebelum menggunakan media pembelajaran FlipBook.
Sebelum kegiatan pembelajaran menggunakan media pembelajaran FlipBook di lakukan pretest untuk mendapatkan hasil belajar siswa kelas
VIII di SMPN 3 Batipuh. Data tersebut diperoleh dari hasil pretest pada masalah Microsoft Word pada pokok bahasan mengidentifikasi menu dan ikon dan menjelaskan fungsi menu dan ikon pada program pengolah kata dengan jumlah siswa 28 orang.
Berdasarkan tes yang dilakukan, nilai yang tertinggi diperoleh nilai siswa adalah 80 sedangkan nilai terendah adalah 40. Dari skor yang diperoleh siswa diketahui bahwa jumlah siswa yang berhasil mencapai ketuntasan adalah sebanyak 8 orang siswa dengan persentase 28,5%, sedangkan yang belum mencapai nilai ketuntasan berjumlah 20 orang siswa dengan persentase 71,5%. Dimana kriteria ketuntasan yang telah ditetapkan adalah 75, nilai-nilai tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 4.1
Nilai Pretest Siswa Kelas Eksperimen
NO NAMA SISWA NILAI KET
1 ANANDA FAUZI 80 Tuntas
2 ANGGI ARISKA 60 Tidak Tuntas
3 ANISHA RAMADHANI 65 Tidak Tuntas
4 ANNISA PUTRI 65 Tidak Tuntas
5 ANNISA RAHMI 70 Tidak Tuntas
6 ANTONI 65 Tidak Tuntas
7 CINDY FALERIE 80 Tuntas
8 FIVI YUNITA 65 Tidak Tuntas
9 GENI 75 Tuntas
10 HABIBULLAH 60 Tidak Tuntas
11 ILYAS 50 Tidak Tuntas
12 INDRA KURNIAWAN 70 Tidak Tuntas
13 JULIAN QORI AFDHAL 65 Tidak Tuntas
14 MAHARANI 50 Tidak Tuntas
15 MELISA FEBRIANI 70 Tidak Tuntas
16 MUHAMMAD ICHSAN 70 Tidak Tuntas
17 MUHAMMAD IQBAL 75 Tuntas
18 RAHMAT HAMDANI 70 Tidak Tuntas
19 RANJES 40 Tidak Tuntas
20 RIDHO ILAHI AKBAR 50 Tidak Tuntas
21 RINGGA NOVALINDA 75 Tuntas
NO NAMA SISWA NILAI KET
22 RIO JOFAN SYAH 65 Tidak Tuntas
23 RISKI IFANDRA 70 Tidak Tuntas
24 ROSE AFRI LIZA 80 Tuntas
25 SONIA TRI VANI 75 Tuntas
26 VIONA RISMAWATI 60 Tidak Tuntas
27 YODA 60 Tidak Tuntas
28 YOGA HUSNUL LUTFI 80 Tuntas
Berdasarkan hasil nilai pretest kelas eksperimen di atas, penulis
Berdasarkan hasil nilai pretest kelas eksperimen di atas, penulis