• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

H. Teknik Analisis Data

Analisis data ini dilakukan dengan membandingkan nilai rata-rata pre-test dan post-test kelas eksperimen mata pelajaran TIK SMPN 3 Batipuh yang telah ditentukan. Analisis ini menggunakan uji satu sampel untuk rata-rata (one sample t test). Dengan uji tersebut akan diketahui apakah ada pengaruh antara nilai rata-rata pretest dan posttest kelas eksperimen.

1. Analisis Data Tahap Awal

Sebelum dilakukan uji one sample t test, terlebih dahulu diuji normalitas untuk mengetahui apakah kelas eksperimen berdistribusi normal atau tidak. Jika kelas tersebut berdistribusi normal, maka statistik yang digunakan adalah statistik parameter. Sedangkan jika menggunakan statistik non- parameter, maka kelas tersebut tidak harus

berdistribusi normal. Metode untuk menganalisis data adalah sebagai berikut:

a. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk mengolah data nilai pre-test dalam menentukan apakah kelas yang telah diuji berdistribusi normal atau tidak. Uji Normalitas dapat dilakukan dengan menggunakan Uji Liliefors.9 Jika L0< Ltabel, maka tabel berdistribusi normal, sebaliknya jika L0> Ltabel maka sampel berdistribusi tidak normal. Langkah untuk melihat data berdistribusi normal atau tidak sesuai sebagai berikut :

a. Data diurutkan dari terendah ke yang tertinggi

b.Tentukan harga x (nilai rata-rata) dan s (standar deviasi) x = dan s = √∑( ̅)

c. Tentukan harga Zi dengan rumus : Zi = ̅

d.Tentukan harga P (Zi) dengan cara mengkonsultasikan harga Zi

dengan tabel Z

e. Tentukan S(Zi) = nilai Zi yang kecil atausama dengan dirinya.

f. Tentukan harga mutlak dari P (Zi) – S (Zi)

g.Tentukan nilai yang tertinggi dari nilai mutlak P (Zi) - S (Zi) = disebut dengan Lo

h.Uji harga Lo dengan tabel Liliefors dengan taraf nyata ( ) 0,05.

9 Nana Sudjana, Metode Statistika (Bandung: Tarsito, 2005), h. 466

Jika Ltab > Lo maka disimpulkan data sampel berdistribusi normal pada taraf 0,05%10

2. Analisis Data Tahap Akhir

Metode untuk menganalisis data nilai akhir setelah diberi perlakuan adalah sebagai berikut:

a. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk mengolah data nilai post-test dalam menentukan apakah kelas yang telah diuji berdistribusi

normal atau tidak. Untuk langkah-langkah pengujian normalitas data tahap akhir sama dengan langkah- langkah uji normalitas pada analisis data tahap awal.

b. Uji Perbedaan Dua Rata-rata

Uji perbedaan dua rata-rata digunakan untuk mengetahui pengaruh hasil pre-test sebelum diberikan perlakuan (treatment) dan hasil post-test sesudah diberi perlakuan (treatment). Untuk mengetahui perbedaan dua rata-rata ini menggunakan uji satu pihak (uji t) yaitu uji pihak kiri.

Hipotesis yang digunakan adalah sebagai berikut:

Keterangan :

10 Arifmiboy,Kumpulan Materi Kuliah Statistik, (Bukittinggi : STAIN Bukittinggi)

rata – rata nilai posttest rata – rata nilai pretest

Untuk menguji hipotesis diatas digunakan statistic uji t sebagai berikut :

t = ̅̅̅̅ ̅̅̅̅

Dimana :

S= √( ( ) ( ) )

Keterangan :

̅ 1 = rata – rata posttest

̅ 2 = rata – rata pretest

= jumlah subyek posttest

= jumlah subyek pretest

1 = varians posttest

2 = varians pretest = simpangan baku

Dengan kriteria pengujian adalah terima H0 jika ttabel ≤ thitung

dimana ttabel didapat dari daftar distribusi t dengan dk = ( ) dan tolak H0 untuk harga t yang lain.11

c. Uji Determinasi

Uji koefisien determinasi digunakan untuk melihat seberapa besar varians variabel terikat dipengaruhi oleh varians variabel bebas, atau dengan kata lain seberapa besar variabel bebas mempengaruhi variabel terikat :

Rumus umumnya adalah : D = r2 x 100%

Keterangan :

D = koefisien determinasi

r = koefisien korelasi variabel bebas dengan variabel terikat

11 Sudjana, metode statitika, (Bandung, Tarsito, 2005), hal. 245.

56

Pada bab ini akan dijelaskan hasil penelitian yang telah diperoleh selama pelaksanaan penerapan media pembelajaran FlipBook terhadap hasil belajar TIK siswa kelas VIII di SMPN 3 Batipuh.

A. Deskripsi Data

Pengolahan dan analisis data merupakan langkah yang sangat penting dalam penelitian. Hal itu akan menentukan apakah hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah Variabel bebas (X) Media Pembelajaran FlipBook, dan variabel terikat (Y) Hasil Belajar TIK Siswa kelas VIII di SMPN 3 Batipuh. Data yang diperoleh terdiri dari dua tes yaitu pretest dan posttest pada mata pelajaran TIK di kelas VIII. Tes yang diberikan adalah berupa soal objektif (multiple choise) sebanyak 20 butir soal pada 28 orang siswa di kelas eksperimen.

1. Hasil belajar pretest TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) kelas eksperimen sebelum menggunakan media pembelajaran FlipBook.

Sebelum kegiatan pembelajaran menggunakan media pembelajaran FlipBook di lakukan pretest untuk mendapatkan hasil belajar siswa kelas

VIII di SMPN 3 Batipuh. Data tersebut diperoleh dari hasil pretest pada masalah Microsoft Word pada pokok bahasan mengidentifikasi menu dan ikon dan menjelaskan fungsi menu dan ikon pada program pengolah kata dengan jumlah siswa 28 orang.

Berdasarkan tes yang dilakukan, nilai yang tertinggi diperoleh nilai siswa adalah 80 sedangkan nilai terendah adalah 40. Dari skor yang diperoleh siswa diketahui bahwa jumlah siswa yang berhasil mencapai ketuntasan adalah sebanyak 8 orang siswa dengan persentase 28,5%, sedangkan yang belum mencapai nilai ketuntasan berjumlah 20 orang siswa dengan persentase 71,5%. Dimana kriteria ketuntasan yang telah ditetapkan adalah 75, nilai-nilai tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 4.1

Nilai Pretest Siswa Kelas Eksperimen

NO NAMA SISWA NILAI KET

1 ANANDA FAUZI 80 Tuntas

2 ANGGI ARISKA 60 Tidak Tuntas

3 ANISHA RAMADHANI 65 Tidak Tuntas

4 ANNISA PUTRI 65 Tidak Tuntas

5 ANNISA RAHMI 70 Tidak Tuntas

6 ANTONI 65 Tidak Tuntas

7 CINDY FALERIE 80 Tuntas

8 FIVI YUNITA 65 Tidak Tuntas

9 GENI 75 Tuntas

10 HABIBULLAH 60 Tidak Tuntas

11 ILYAS 50 Tidak Tuntas

12 INDRA KURNIAWAN 70 Tidak Tuntas

13 JULIAN QORI AFDHAL 65 Tidak Tuntas

14 MAHARANI 50 Tidak Tuntas

15 MELISA FEBRIANI 70 Tidak Tuntas

16 MUHAMMAD ICHSAN 70 Tidak Tuntas

17 MUHAMMAD IQBAL 75 Tuntas

18 RAHMAT HAMDANI 70 Tidak Tuntas

19 RANJES 40 Tidak Tuntas

20 RIDHO ILAHI AKBAR 50 Tidak Tuntas

21 RINGGA NOVALINDA 75 Tuntas

NO NAMA SISWA NILAI KET

22 RIO JOFAN SYAH 65 Tidak Tuntas

23 RISKI IFANDRA 70 Tidak Tuntas

24 ROSE AFRI LIZA 80 Tuntas

25 SONIA TRI VANI 75 Tuntas

26 VIONA RISMAWATI 60 Tidak Tuntas

27 YODA 60 Tidak Tuntas

28 YOGA HUSNUL LUTFI 80 Tuntas

Berdasarkan hasil nilai pretest kelas eksperimen di atas, penulis gambarkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi seperti di bawah ini.

Tabel 4.2.

Distribusi Frekuensi Data Hasil Pretest Kelas Eksperimen Nilai Kelas

Interval Frekuensi Persentase

(%)

36 – 40 1 3,6

41 – 45 0 0

46 – 50 3 11

51 – 55 4 14

56 – 60 6 21

61 – 70 6 21

71 – 75 4 14

76 – 80 4 14

Total N = 28 100

Untuk lebih memperjelas hasil dari tabel distribusi frekuensi kelas eksperimen di atas, maka penulis gambarkan dalam bentuk diagram seperti berikut ini.

Diagram 4.1

Diagram Batang Nilai Pretest Kelas Eksperimen

Dari tabel dan diagram di atas dapat disimpulkan bahwa nilai siswa berkisar antara 36 sampai dengan 80, yang mana nilai terbanyak diperoleh pada rentangan 56 sampai dengan 70 yaitu 28%.

2. Hasil belajar TIK kelas eksperimen dengan menggunakan media pembelajaran FlipBook

Dari kegiatan pembelajaran menggunakan media pembelajaran FlipBook diperoleh hasil belajar siswa kelas VIII di SMPN 3 Batipuh.

Data tersebut diperoleh dari hasil posttest setelah dilakukan pembelajaran menggunakan media pembelajaran FlipBook pada masalah Microsoft Word pada pokok bahasan mengidentifikasi menu dan ikon dan

menjelaskan fungsi menu dan ikon pada program pengolah kata dengan jumlah siswa 28 orang. Berdasarkan tes yang dilakukan, nilai yang

0 1 2 3 4 5 6 7

36 – 40 41 – 45 46 – 50 51 – 55 56 – 60 61 – 70 71 – 75 76 – 80

frekuensi

frekuensi

tertinggi diperoleh nilai siswa adalah 100 sedangkan nilai terendah adalah 45. Dari skor yang diperoleh siswa diketahui bahwa jumlah siswa yang berhasil mencapai ketuntasan adalah sebanyak 17 orang siswa dengan persentase 60,71%, sedangkan yang belum mencapai nilai ketuntasan berjumlah 11 orang dengan persentase 39,29%. Dimana kriteria ketuntasan yang telah ditetapkan 75. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dan grafik di bawah ini.

Tabel 4.3

Nilai Posttest Siswa Kelas Eksperimen

NO NAMA SISWA NILAI KET

1 ANANDA FAUZI 90 Tuntas

2 ANGGI ARISKA 80 Tuntas

3 ANISHA RAMADHANI 75 Tuntas

4 ANNISA PUTRI 55 Tidak Tuntas

5 ANNISA RAHMI 95 Tuntas

6 ANTONI 90 Tuntas

7 CINDY FALERIE 100 Tuntas

8 FIVI YUNITA 60 Tidak Tuntas

9 GENI 100 Tuntas

10 HABIBULLAH 55 Tidak Tuntas

11 ILYAS 95 Tuntas

12 INDRA KURNIAWAN 90 Tuntas

13 JULIAN QORI AFDHAL 85 Tuntas

14 MAHARANI 60 Tidak Tuntas

15 MELISA FEBRIANI 45 Tidak Tuntas

16 MUHAMMAD ICHSAN 95 Tuntas

17 MUHAMMAD IQBAL 100 Tuntas

18 RAHMAT HAMDANI 95 Tuntas

19 RANJES 55 Tidak Tuntas

20 RIDHO ILAHI AKBAR 85 Tuntas

21 RINGGA NOVALINDA 55 Tidak Tuntas

22 RIO JOFAN SYAH 55 Tidak Tuntas

23 RISKI IFANDRA 100 Tuntas

24 ROSE AFRI LIZA 95 Tuntas

NO NAMA SISWA NILAI KET

25 SONIA TRI VANI 55 Tuntas

26 VIONA RISMAWATI 60 Tidak Tuntas

27 YODA 60 Tidak Tuntas

28 YOGA HUSNUL LUTFI 80 Tuntas

Berdasarkan hasil nilai posttest kelas eksperimen di atas, untuk memperjelas hasil dari data tersebut, penulis gambarkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi seperti berikut ini.

Tabel 4.4.

Distribusi Frekuensi Data Hasil Posttest Kelas Eksperimen Nilai Kelas

Interval Frekuensi Persentase

(%)

41 – 45 1 3,6

46 – 50 0 0

51 – 55 6 21

56 – 60 4 14

61 – 65 0 0

66 – 70 0 0

71 – 75 1 3,6

76 – 80 2 7,1

81 – 85 2 7,1

86 – 90 3 11

91 – 95 5 18

96 – 100 4 14

Total N = 28 100

Untuk lebih memperjelas hasil dari tabel distribusi frekuensi kelas eksperimen di atas, maka penulis gambarkan dalam bentuk diagram berikut ini.

Diagram 4.2

Diagram Batang Nilai Posttest Kelas Eksperimen

Dari tabel dan diagram di atas dapat disimpulkan bahwa nilai siswa berkisar antara 41 sampai dengan 100, yang mana nilai terbanyak diperoleh pada rentangan 51 sampai dengan 55 yaitu 21%.

Data yang diolah dalam penelitian ini adalah data pretest dan postest yang diperoleh melalui perhitungan rata-rata, standar deviasi dan

varians dari nilai siswa kelas VIII di SMPN 3 Batipuh. Untuk hasil perhitungan rata-rata, standar deviasi dan varians dari dua tes yang telah dilakukan dapat digambarkan pada tabel berikut:

Tabel. 4.5

Perhitungan Rata-Rata, Standar Deviasi Varians No Kelas Eksperimen x SD S2

1 Pretest 66,42 10,17 103,43

2 Posttest 77,32 18,73 350,89

0 1 2 3 4 5 6 7

kelas interval

frekuensi

Keterangan :

x = Rata-rata nilai siswa SD = Standar deviasi S2 = Varians

Dari perhitungan rata-rata, standar deviasi dan varians tes pada tabel di atas maka dapat dilihat Standar Deviasi pretest yaitu 10,17.

Dengan rata-rata nilai siswa 66,42 sedangkan pada posttest standar deviasinya yaitu 18,73 dan rata-rata nilai siswa 77,32,42.

B. Analisis Data

Sebelum dilakukan analisis data, ada persyaratan yang dibutuhkan yaitu kenormalan data. Agar kesimpulan yang diambil benar dan akurat, maka dilakukanlah Uji Normalitas.

1. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk melihat apakah kelas eksperimen berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas dilakukan pada kelas eksperimen dan diperoleh harga L0 dan Ltabel yang didapat pada taraf nyata 0,05 seperti tabel berikut:

Table 4.6

Uji Normalitas Nilai Pretest Kelas Eksperiment Zi F(Zi) S(Zi) |F(Zi)-S(Zi)|

40 1 -1,88 0.0301 0.037 0.0069

50 3 -0.48 0.2005 0.296 0,0955

55 4 -0,31 0.3783 0.518 0,1397

60 6 0,21 0.5832 0.703 0,1198

65 6 0,74 0.7704 0.740 0.0304

70 4 1,26 0.8962 0,969 0,0608

75 4 1,97 0,9633 1 0,0367

Untuk melihat normalitas maka digunakanlah uji lilliefors.

Berdasarkan uji liliefors terhadap nilai pretest yang terdapat pada tabel di atas diperoleh L0 = 0,1397 dan Ltabel = 0,300.

Data dikatakan berdistribusi normal pada taraf kepercayaan 0,05 apabila Ltabel > L0 dan jika Ltabel < L0 maka data berdistribusi tidak normal.

Karena Ltabel > L0 (0,300 > 0,1397), maka dapat disimpulkan bahwa kelas eksperimen berdistribusi normal.

Table 4.7

Uji Normalitas Nilai Posttest Kelas eksperimen Zi F(Zi) S(Zi) |F(Zi)-S(Zi)|

45 1

-1,72 0,0427 0,111 0,0684

55 6

-1,19 0,117 0,222 0,1052

60 4

-0,92 0,1788 0,333 0,1545

75 1

-0,12 0,4652 0,444 0,0208

80 2

0,14 0,5557 0,556 0,0001

85 2

0,4 0,6554 0,667 0,0113

90 3

0,67 0,7486 0,778 0,0292

95 5

0,94 0,8265 0,889 0,0624

100 4

1,21 0,8869 1 0,1131

Untuk melihat normalitas maka digunakanlah uji lilliefors.

Berdasarkan uji liliefors terhadap hasil posttest yang terdapat pada tabel di atas diperoleh L0 = 0,1545 dan Ltabel = 0,271.

Data dikatakan berdistribusi normal pada taraf kepercayaan 0,05 apabila Ltabel > L0 dan jika Ltabel < L0 maka data berdistribusi tidak normal.

Karena Ltabel > L0 (0,271 > 0,1545), maka dapat disimpulkan bahwa kelas kontrol berdistribusi normal.

Tabel 4.8

Hasil Perhitungan Uji Normalitas

Data L0 Ltabel Kesimpulan Keterangan Pretest 0,1397 0,300 Ltabel > L0 Normal Posttest 0,1545 0,271 Ltabel > L0 Normal

Berdasarkan tabel hasil perhitungan uji normalitas di atas dapat terlihat bahwa pada pretest memperoleh Ltabel > L0, yaitu 0,300 > 0,1397, begitu juga dengan posttest yang memperoleh Ltabel > L0 yaitu 0,271 >

0,1545. Maka dapat disimpulkan bahwa kedua test berdistribusi normal.

Untuk lebih jelas dapat dilihat pada lampiran.

2. Uji Perbedaan Dua Rata-rata

Uji perbedaan dua rata-rata digunakan untuk mengetahui pengaruh hasil pre-test sebelum diberikan perlakuan (treatment) dan hasil post-test sesudah diberi perlakuan (treatment). Untuk mengetahui perbedaan dua rata-rata ini menggunakan uji satu pihak (uji t) yaitu uji pihak kiri. Hipotesis yang digunakan adalah sebagai berikut:

Keterangan :

rata – rata nilai posttest rata – rata nilai pretest

Untuk menguji hipotesis diatas digunakan statistic uji t sebagai berikut :

t = ̅̅̅̅ ̅̅̅̅

Dimana :

√( ) ( )

Keterangan :

̅ 1 = rata – rata posttest ̅ 2 = rata – rata pretest

= jumlah subyek posttest = jumlah subyek pretest

1 = varian posttest

2 = varian pretest = simpangan baku

Dengan kriteria pengujian adalah terima H0 jika ttabel ≤ thitung dimana ttabel didapat dari daftar distribusi t dengan dk = ( ) dan tolak H0 untuk harga t yang lain.1

1 Sudjana, metode statitika, (Bandung, Tarsito, 2005), hal. 245.

Hasil Uji Hipotesis dapat dilihat pada perhitungan berikut:

No Kelas Eksperimen x SD S2

1 Pretest 66,42 10,17 103,44

2 Posttest 77,32 18,73 350,89

Dari Tabel Uji Normalitas, ternyata sampel berdistribusi Normal, maka pengujian Hipotesis menggunakan rumus – t, sebelumnya dicari S gabungan;

= ( ) ( ( ) )

= ( ) ( ) ( )

=

= 227,16 S = S = 15,01

Sehingga harga t adalah:

t =

= =

= 2,75 =

Langkah – langkah Pengujian hipotesis a. H0 : =

b. H1 : >

c. Kriteria pengolahan H0

H0 diterima jika thitung ≤ ttabel dan H0 ditolak jika thitung > ttabel dengan dk = (n1+ n2)- 2

dk = (28+28) – 2 = 54 = 1,645 d. Kesimpulan

thitung > ttabel

2,75 > 1,645

Artinya Hipotesis Kerja (H1) diterima berarti terdapat pengaruh FlipBook terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Teknologi

Informasi dan Komunikasi di SMP N 3 Batipuh.

Langkah – langkah Pengujian Hipotesis : Hipotesis yang akan digunakan adalah

H0 : 1 = 2

H1 : 1 > 2

Keterangan :

H0 : tidak terdapat pegaruh penggunaan FlipBook terhadap Hasil Belajar Siswa pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di SMPN 3 Batipuh

H1 : terdapat pengaruh FlipBook terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di SMP N 3 Batipuh.

1 : Nilai rata-rata posttest

2 : Nilai rata-rata pretest

1 : 77,32

2 : 66,42 H1 : 77,32 < 66,42

Berdasarkan perhitungan di atas diperoleh thitung = 2,75 dan harga ttabel = 1,645 pada taraf nyata 0,05 dan derajat kebebasan dk = 54. Ternyata harga thitung > ttabel (2,75 > 1,645) sehingga dapat disimpulkan bahwa H0

ditolak dan H1 diterima yaitu terdapat pengaruh FlipBook terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di SMPN 3 Batipuh. Jadi, hasil belajar TIK siswa dengan menggunakan media pembelajaran FlipBook lebih baik dari pada hasil belajar TIK siswa yang tidak menggunakan FlipBook. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan diantara hasil belajar TIK siswa yang menggunakan media pembelajaran FlipBook, dengan tidak menggunakan media pembelajaran FlipBook.

Dengan demikian dalam penelitian ini H0 ditolak, dan H1 diterima.

Tabel 4.8

Hasil Perhitungan Uji Hipotesis

Data thitung ttabel Kesimpulan Keterangan Posttest 2,75 1,645 thitung > ttabel ada perbedaan

Dari tabel di atas terlihat bahwa thitung > ttabel yaitu 2,75 > 1,645, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima yaitu terdapat pengaruh FlipBook terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di SMP N 3 Batipuh.

3. Uji Determinasi

Dari perhitungan koefisien korelasi dan koefisien determinasi dihasilkan nilai koefisien korelasi (r) = 0,37, berarti terdapat hubungan yang positif antara variabel X dan variabel Y. kriteria korelasi bernilai tinggi, sedangkan koefisien determinasi (r2) = 0,14, ini dapat diartikan bahwa besar pengaruh sekitar 14 %.

C. Pembahasan

Berdasarkan analisa penulis hasil belajar TIK siswa yang menggunakan media pembelajaran FlipBook memang lebih baik dari pada hasil belajar TIK siswa yang tidak menggunkan media pembelajaran FlipBook. Hal ini dibuktikan oleh hasil penelitian yang menunjukkan

rata posttest lebih tinggi dari rata – rata pretest yaitu 77,32 sementara rata-rata pretest hanya 66,42. Tidak hanya ini saja, berdasarkan pengamatan peneliti selama penelitian, secara umum siswa kelas VIII sebagai kelas eksperimen saat diberi treatmen dengan menggunakan media pembelajaran FlipBook nampak semakin bersemangat dalam belajar. Siswa berusaha

untuk memahami materi pelajaran TIK tentang pembahasan “Microsoft Word” yaitu pada pokok bahasan mengidentifikasi menu dan ikon dan

menjelaskan fungsi menu dan ikon pada program pengolah kata.

Guru (peneliti) meminta siswa untuk mengidentifikasi menu dan ikon yang terdapat pada Microsoft Word serta meminta siswa untuk

menjelaskan fungsi dari menu dan ikon tersebut. Setelah diberi pengarahan oleh guru (peneliti) maka siswa dengan masing-masing siswa mulai mendiskusikan permasalahan yang muncul.

Pada saat berdiskusi masing-masing siswa terlihat antusias dan bersemangat dalam berdiskusi , hal ini mungkin karena ketertarikan siswa terhadap materi pelajaran yang telah mereka pahami dan permasalahan yang dibahasnya. Semangat mereka lebih nampak lagi pada saat mereka diminta untuk mengidentidfikasi menu dan ikon pada perangkat lunak pengolah kata melalui media yang tersaji didepan mereka.

Siswa jadi lebih paham dan lebih mengerti dan lebih antusias lagi ketika guru (peneliti) menghadirkan media pembelajaran yang didalamnya terdapat “video pembelajaran” sebagai contoh pembelajaran dimana guru mulai membantu mengaitkan pembelajaran dengan situasi yang lebih nyata bagi siswa sebagai anggota masyarakat, sehingga siswa lebih bisa mengingat pembelajaran yang diberikan oleh guru (peneliti) tanpa mereka harus menghafal pelajarannya.

Saat guru (peneliti) melakukan refleksi di akhir pertemuan, terlihat bahwa siswa mampu menjawab pertanyaan dari guru (peneliti), dan sangat terlihat bahwa siswa lebih paham dan lebih mengerti dengan pembelajaran yang diberikan oleh guru (peneliti).

Saat guru melakukan penilaian dengan memberikan siswa tes akhir (posttest) terlihat bahwa ada peningkatan yang lebih signifikan pada kelas

eksperimen ini (VIII). Hal ini, terjadi karena dalam proses pembelajaran yang terjadi, siswa merasa lebih tertarik untuk memahami materi pembelajaran melalui media yang disediakan.

74 BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan FlipBook terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi. Hal ini dibuktikan dengan rata – rata postest yaitu 77,32 dengan standar deviasi (SD) 18, dibandingkan dengan rata – rata nilai pretst 66,42 , standar deviasi (SD) 10,17. Kemudian berdasarkan perhitungan uji determinasi diperoleh nilai koefisien korelasi (r) = 0,37, berarti terdapat hubungan yang positif antara variabel X dan variabel Y. kriteria korelasi bernilai tinggi, sedangkan koefisien determinasi (r2) = 0,14, ini dapat diartikan bahwa besar pengaruh sekitar 14 %.

Maka dengan hal tersebut dapat disimpulakan bahwa hipotesis nol (H0) yang berbunyi tidak terdapat pegaruh penggunaan FlipBook terhadap Hasil Belajar Siswa pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di SMPN 3 Batipuh hasilnya tidak terbukti, yang berarti hipotesis nol tidak diterima, sedangkan hipotesis satu (H1) yang berbunyi terdapat pengaruh FlipBook terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di SMP N 3 Batipuh hasilnya terbukti atau dapat diterima.

B. Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut :

1. Sebagai bahan masukan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran khususnya pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk menggunakan media pembelajaran FlipBook agar proses pembelajaran lebih optimal dan hasil belajar menjadi meningkat lebih baik.

2. Hasil penelitian ini hendaknya dapat digunakan oleh guru TIK dalam melaksanakan proses pembelajaran agar mendapatkan hasil yang lebih baik.

3. Hasil penelitian ini hendaknya dapat dilaksanakan bagi peneliti apabila kelak telah mengabdikan diri di dunia pendidikan.

Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan dan Praktek.

Jakarta : Rineka Cipta.

_________________. 1999. Dasar – Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.

_________________. 2006. Suatu Prosedur Penelitian Pendekatan Praktik.

Jakarta : Rineka Cipta.

_________________. 2010. Manajemen Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta.

Cagne, M. Robert. 1984. The Condition Of Learning and Theory Of Instruction.

Departemen Agama RI. 2010. Al – Quran dan terjemahan. Semarang.

Dimiyanti dan Mudjiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta Hadeli. 2006. Metode Penelitian Kependidikan. Jakarta : Ciputat Press.

http://repository.upi.edu/operator/upload/s_pgsd_0604662_chapter3.pdf diakses 05 Desember 2014, 11.45

http://teknoanimasi.blogspot.com/pengertian-flipbook diakses tanggal 12 Desesmber 2014.

http://www.sarjanaku.com/2011/03/pengertian-definisi-hasil-belajar.html/ diakses 05 Desember 2014, jam 11.30

Iriyanto, H. D. 2012. Hebat Gurunya Dahsyat Muridnya. Jakarta : Erlangga.

Mudjijo. 1995. Tes Hasil Belajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Poerwadarminta, W.J.S. 2011. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta : PT Balai Pustaka (Persero).

Sudjana, Nana. 1999. Penilaian Hasil Proses Belajar. Bandung : Remaja Rosda Karya.

Sudjana. 2005. Metoda Statistika. Bandug : Tarsito.

Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Pendidikan (Pendidikan Kuantitatif Kualitatif dan R&D). Bandung : Alfabeta.

Susilana, Rudi dkk. Media Pembelajaran, Hakikat, Pengembangan, Pemanfaatan, dan Penelitian. Bandung : CV Wacana Prima.

Syah, Muhibbin. 2004. Psikologi Belajar. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

76 Satuan Pendidikan : SMPN 3 Batipuh

Kelas/Semester : VIII (Delapan) /1 (satu)

Mata Pelajaran : Teknologi Informasi dan Komunikasi

Standar Kompetensi : 1. Menggunakan Perangkat Lunak Pengolah Kata untuk Menyajikan Informasi

Kompetensi

77

pada Quick Access Toolbar pada perangkat lunak pengolah kata

1.1.4 Mengidentifikasi letak ikon pada Tombol Ukuran Jendela.

1.1.5 Mengidentifikasi letak menu dan ikon pada Tab Ribbon.

Diketahui : Guru Mata Pelajaran

FERLINA, S.Pd

Sumpur, Juli 2015 Mahasiswa

WINDA RESMONA NIM. 2511.134

78 I. IDENTITAS

Satuan Pendidikan : SMPN 3 Batipuh.

Mata Pelajaran : Teknologi Informatika dan Komunikasi (TIK) Kelas / Semester : VIII (delapan) / 1 (satu)

Alokasi Waktu : 2 x pertemuan ( 4x 40 menit )

II. STANDAR KOMPETENSI

1. Menggunakan Perangkat Lunak Pengolah Kata untuk Menyajikan Informasi

III. KOMPETENSI DASAR

1.1 Mengidentifikasi menu dan ikon pada perangakat lunak pengolah kata.

IV. INDIKATOR

1.1.1 Menjelaskan cara mengaktifkan perangkat lunak pengolah kata 1.1.2 Mengidenfikasikan office button pada perangkat lunak pengolah kata 1.1.3 Mengidenfikasikan menu dan icon pada Quick Acces Toolbar pada

perangkat lunak pengolah kata

1.1.4 Mengidenfikasikan menu dan icon pada icon control pada perangkat lunak pengolah kata

1.1.5 Mengidenfikasikan menu dan icon pada ribbon pada perangkat lunak pengolah kata

V. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik akan mampu :

 Mengidentifikasi seluruh tampilan Microsoft Word 2007

79 a. Office button

b. Quick Access toolbar

c. Tombol Ukuran Jendela Office button

Quick Access toolbar

Ribbo n

Tab Title bar Tombol Ukuran

Jendela

Group

Ruler Vertika l

Ruler Horizo ntal

Status

Bar Kursor Lembar Kerja Zoom

Level Bar Tool

Gambar Layar

Scroll Bar

80 e. Tab Insert

f. Tab page layout

No. Gambar ikon Nama ikon Letak

1 New di Office Button

2 Open di Office Button

3 Save di Office Button

4 Save As di Office Button

5 Print di Office Button

6 Prepare di Office Button

7 Send di Office Button

81

11 Redo di Quick Access Toolbar

12 Minimize di Tombol Ukuran Jendela

13 Restore di Tombol Ukuran Jendela

14 Maximize di Tombol Ukuran Jendela

15 Close di Tombol Ukuran Jendela

16 Paste Tab Home, Group

Clipboard

17 Cut Tab Home, Group

Clipboard

18 Copy Tab Home, Group

18 Copy Tab Home, Group

Dokumen terkait