Bab III : METODE PENELITIAN
2.3 Klasifikasi Kesesuaian Iklim Tanaman Pisang
2.4.3 Klasifikasi Iklim Matahari
Pembagian iklim matahari didasarkan pada banyak sedikitnya sinar matahari atau berdasarkan letak dan kedudukan matahari terhadap permukaan bumi.
Kedudukan matahari dalam setahun adalah (Hardjowigeno, 2009: 55): 1. Matahari beredar pada garis khatulistiwa (garis lintang 0º) tanggal 21
Maret
2. Matahari beredar pada garis balik utara (23,5º LU) tanggal 21 Juni 3. Matahari beredar pada garis khatulistiwa (garis lintang 0º) tanggal 23
September
4. Matahari beredar pada garis balik selatan (23,5º LS) tanggal 22 Desember
Gambar2.1 Iklim Matahari (Sumber: Hardjowigeno, 2009: 55)
Pembagian daerah iklim matahari berdasarkan letak lintang adalah sebagai berikut:
1. Daerah iklim tropis
Iklim Tropis terletak antara 0°-23½° LU dan 0°-23½° LS. Ciri–ciri iklim tropis adalah sebagai berikut:
a. Suhu udara rata–rata tinggi, karena matahari selalu vertikal. Umumnya suhu udara antara 20°-23° C. Bahkan di beberapa tempat suhu tahunannya mencapai 30° C.
b. Amplitudo suhu rata–rata tahunan kecil. Di khatulistiwa antara 1°-5° C, sedangkan amplitudo hariannya besar.
c. Tekanan udara lebih rendah dan perubahannya secara perlahan dan beraturan.
d. Hujan banyak dan umumnya lebih banyak dari daerah lain di dunia.
2. Daerah iklim subtropis
Iklim subtropis terletak antara 23½°-40° LU dan 23½°-40° LS. Daerah ini merupakan peralihan antara iklim tropis dan iklim sedang. Ciri-ciri iklim subtropis adalah sebagai berikut:
a. Batas yang tegas tidak dapat ditentukan dan merupakan daerah peralihan dari daerah iklim tropis dan iklim sedang.
b. Terdapat empat musim, yaitu musim semi, musim panas, musim gugur dan musin dingin. Tetapi pada iklim ini musim panas tidak terlalu panas dan musim dingin tidak terlalu dingin.
c. Suhu sepanjang tahun tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. d. Daerah subtropis yang musim hujannya jatuh pada musim dingin
dan musim panasnya kering disebut daerah Iklim Mediterania. Jika hujan jatuh pada musim panas dan musim dinginnya kering disebut Daerah Iklim Tiongkok.
3. Daerah iklim sedang
Iklim sedang terletak antara 40°-66½° LU dan 40°-66½° LS. Ciri-ciri iklim sedang adalah sebagai berikut:
a. Banyak terdapat gerakan-gerakan udara siklonal, tekanan udara yang sering berubah-ubah, arah angin yang bertiup berubah-ubah tidak menentu dan sering terjadi badai secara tiba-tiba.
b. Amplitudo suhu tahunan lebih besar dan amplitudo suhu harian lebih kecil dibandingkan dengan yang terdapat pada daerah iklim tropis.
4. Daerah iklim dingin
Iklim dingin terdapat di daerah kutub. Oleh sebab itu iklim ini disebut pula sebagai iklim kutub. Ciri-ciri iklim dingin adalah sebagai berikut: a. Musim dingin berlangsung lama.
b. Musim panas yang sejuk berlangsung singkat. c. Udaranya kering.
e. Di musim dingin tanah ditutupi es dan salju.
f. Di musim panas banyak terbentuk rawa yang luas akibat mencairnya es di permukaan tanah.
g. Vegetasinya jenis lumut-lumutan dan semak-semak.
h. Wilayahnya meliputi: Amerika utara, pulau-pulau di utara Kanada, pantai selatan Greenland dan pantai utara Siberia (Hardjowigeno, 2009: 55-56).
2.4.4 Scoring
Scoring adalah pemberian nilai terhadap masing-masing kelas dalam tiap parameter. Pemberian skor ini didasarkan pada pengaruh kelas tersebut terhadap pertumbuhan pisang. Semakin tinggi pengaruhnya terhadap pertumbuhan hortikultura, maka skornya akan semakin tinggi. Adapun pemberian skor pada parameter iklim mengacu pada kesesuaian lahan agroklimat pisang yang didapat dari Dinas Pertanian dan Kabupaten Bogor (Lampiran 7).
1. Scoring untuk parameter curah hujan untuk hortikultura jenis pisang. Untuk hasil optimal pisang membutuhkan curah hujan yang merata sepanjang tahun.
Tabel 2.1
Skor Parameter Curah Hujan Untuk Pisang
No Kelas Skor
1 2300-2900 4 2 2900-3200 3 3 3200-3900 2 4 3900-4500 1
2. Scoring untuk parameter suhu udara untuk hortikultura jenis pisang Tabel 2.2
Skor Parameter Suhu Udara Untuk Pisang No T (ºC) Skor
1 21-23 2
2 23-25 3
3 25-26 4
4 26-35 1
3. Scoring untuk parameter kelembaban udara untuk hortikultura jenis pisang.
Tabel 2.3
Skor Parameter Kelembaban Untuk Pisang No RH (%) Skor 1 74-80 3 2 80-84 4 3 84-85 2 4 85-90 1 2.4.5 Pembobotan
Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pembobotan terhadap parameter iklim, yaitu curah hujan, suhu udara dan kelembaban udara. Bobot terbesar menunjukkan tingkat pengaruhnya tinggi terhadap produksi tanaman, begitupun sebaliknya bobot terendah menunjukkan pengaruh yang rendah juga.
Pembobotan merupakan bobot yang diberikan kepada masing-masing variabel iklim yang berpengaruh pada pertumbuhan tanaman pisang karena semakin besar pengaruh parameter tersebut, maka bobot yang diberikan semakin tinggi begitupun sebaliknya. Pembobotan parameter iklim yang mendukung pertumbuhan pisang seperti tampak pada Tabel 2.4.
Tabel 2.4
Pembobotan Paramater Iklim yang Mendukung Pertumbuhan Pisang
No Parameter Bobot
1 Curah hujan 0.4
2 Suhu Udara 0.4
3 Kelembaban Udara 0.2
2.4.6 ModelBuilder
ModelBuilder adalah rangkaian proses dalam pembentukan atau pembuatan suatu proyek, seperti pembuatan peta kesesuaian, lahan kritis dan lain sebagainya, sehingga menjadi sebuah informasi untuk pengambilan keputusan. ModelBuilder adalah sebuah sistem kerja yang terdapat dalam perangkat lunak ArcView.
ModelBuilder terdiri atas diagram atau flowchart. Model sederhana terdiri dari input, proses dan output.
Adapun metode yang terdapat dalam ModelBuilder dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
1. Aritmetic Overlay adalah proses penambahan, pengurangan, perkalian atau pembagian satu theme atau lebih.
2. Weighted Overlay adalah proses penjumlahan beberapa scoring dengan menggunakan proporsi tertentu. Biasanya dilakukan pembobotan terlebih dahulu dan contohnya pembobotan untuk parameter iklim.
Komponen-komponen ModelBuilder (Puntodewo, 2009: 34): a. Data Conversion
Konversi data vector dilakukan pada data point dalam hal ini data iklim, line dan polygon ke data raster berupa theme grid. Proses konversi menggunakan metode point interpolasi.
b. Terrain
Pembuatan peta lereng (slope), peta arah lereng (aspect) dan membuat garis yang menghubungkan nilai yang sama (contour).
c. Reclassification
Digunakan untuk mengelompokkan kembali nilai sel berdasarkan kisaran kriteria yang ditentukan.
d. Buffer
Adalah menentukan daerah yang berpengaruh berdasarkan radius jarak yang ditentukan dari sumber yang telah ditentukan.
e. Overlay
Merupakan suatu proses dalam ModelBuilder yang meliputi penjumlahan, pengurangan, perkalian atau pembagian satu theme atau lebih (Arithmatic Overlay) dan penjumlahan beberapa theme menggunakan proporsi tertentu (Weighted Overlay).
Rancangan diagram atau flowchart sistem kerja ModelBuilder dapat dilihat pada Gambar 2.2.
Gambar 2.2 Rancangan Diagram Sistem Kerja ModelBuilder
2.5 Pemanfaatan SIG pada Penyebaran Produksi Tanaman Pisang