• Tidak ada hasil yang ditemukan

Klasifikasi Tabel

BAB IV. ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

B. Analisis Data

3. Klasifikasi Tabel

Tabel klasifikasi 2 x 2 menghitung nilai estimasi yang benar (correct)

dan salah (incorrect). Pada kolom merupakan dua nilai prediksi dari variabel

dependen ( kualitas audit ) dan dalam hal ini Big Four (1) dan non Big Four

(0). Pada model yang sempurna maka semua kasus akan berada pada diagonal dengan tingkat ketepatan peramalan 100%. Hasil SPSS dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

commit to user

40

Tabel 4.3 Klasifikasi Tabel.

32 14 69.6 17 45 72.6 71.3 Observed 0 1 KA Overall Percentage Step 1 0 1 KA Percentage Correct Predicted

Sumber: Hasil data yang diolah

Tabel 4.3 menunjukkan bahwa pada kolom, predikisi KA non Big

Four (0) ada 46 perusahaan sedangkan pada baris observasi sesungguhnya

yang KA non Big Four hanya 32 perusahaan, jadi ketepatan klasifikasi adalah

69,6% (32/46). Sedangkan kita memprediksi KA Big Four (1) ada 62

perusahaan dan hasil observasi 45 perusahaan jadi ketepatan klasifikasi 72,6% (45/62). Secara keseluruhan ketepatan model klasifikasi adalah 71,3%.

4. Estimasi Parameter (uji hipotesis).

Estimasi maksimum likehood parameter dari model dapat dilihat pada tampilan output variable in equition Logistic regression dapat dinyatakan

commit to user

Variables in the Equation

.567 .149 14.515 1 .000 1.764 1.317 2.361 2.085 .517 16.249 1 .000 8.041 2.918 22.156 -3.565 .854 17.419 1 .000 .028 AT AIS Constant Step 1a

B S.E. Wald df Sig. Exp(B) Lower Upper

95.0% C.I.for EXP(B)

Variable(s) entered on step 1: AT, AIS. a.

Sumber: Hasil data yang diolah P

Ln ─── = -3.565+0.567AT + 2,085 AIS 1-P (0.000) (0.000)

a. Variabel AT signifikan pada p-value 0,000 < 0,05 sehingga dapat

disimpulkan bahwa Auditor Tenure secara positif berpengaruh terhadap Kualitas Audit, Setiap kenaikan AT akan meningkatkan log off odds

perusahaan yang KA Big Fourdengan angka sebesar 0.567 (β). Nilai Ekp

β sebesar 1,764 yang berarti jika variabel lain dianggap konstan maka odds

AT akan naik sebesar 1,764 kali lebih tinggi untuk KA Big Four

dibanding KA nonBig Four.

b. Variabel AIS signifikan pada p-value 0,000 < 0,05 sehingga dapat

disimpulkan bahwa Auditor Spesialis Industri positif berpengaruh terhadap Kualitas Audit, setiap kenaikan AIS akan meningkatkan log off odds

perusahaan yang KA Big Fourdengan angka sebesar 2.085 (β). Nilai Ekp

β sebesar 8,041 yang berarti jika variabel lain dianggap konstan maka odds

AIS yang menggunakan spesialis industri akan naik sebesar 8,041 kali lebih tinggi untuk KA Big Four dibanding KA nonBig Four.

commit to user

42

H. PEMBAHASAN

Penelitian ini merupakan studi untuk mengamati pengaruh auditor tenure

dan auditor industry specialization terhadap kualitas audit pada perusahaan

manufaktur yang terdaftar di BEI pada tahun 2005 – 2010. Penelitian dilakukan terhadap terhadap 18 perusahaan manufaktur dengan jumlah sampel total 108 yang dipilih berdasarkan metode purposive sampling selama tahun 2005 – 2010. Pada pembahasan ini akan diungkapkan hasil pengujian hipotesa yang dilakukan, dan akan dicoba untuk dibandingkan dengan beberapa teori terdahulu yang memiliki tema penelitian hampir serupa.

Penelitian ini ingin melihat ada tidaknya pengaruh auditor tenure dan

auditor industry specialization terhadap kualitas audit pada perusahaan

manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2005 – 2010. Menurut Pernyataan Standar Auditing No. 1 menyatakan bahwa dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor (Standar Profesi Akuntan Publik 2011 : 220.01), sehingga perlu dilakukannya rotasi. Faktor lain yang perlu dilakukannya rotasi yaitu auditor akan melakukan perencanaan audit dan prosedur audit yang sama pada entitas tersebut, sehingga memungkinkan manajer pada entitas yang laporan keuangannya diaudit berupaya untuk mempelajari celah yang dapat menutupi adanya kekurangan di dalam penyajian informasi keuangan.

commit to user

PMK Nomor 17/PMK.01/2008 mengatur suatu entitas dapat meminta jasa audit atas laporan keuangan pada KAP yang sama selama enam tahun, sehingga dengan adanya kebijakan ini, bertujuan agar dapat menjaga obyektivitas auditor terhadap auditee. Menurut Jensen dan Mecklin, (1976); Watts dan Simmerman,

(1986) penggunaan auditor eksternal yang independen merupakan mekanisme yang didorong oleh pasar yang bertujuan untuk mengurangi agency cost.

Auditor eksternal yang independen diharapkan untuk dapat menekan kemungkinan terjadinya moral hazard yang ditanggung manajemen. Upaya ini

dapat mengurangi agency cost yang ditanggung pemegang saham

Hasil penelitian ini menyatakan bahwa Auditor Tenure berpengaruh

positif dan signifikan terhadap Kualitas Audit, setelah dihitung secara manual dan dengan bantuan software SPSS berupa statistic descriptive dan uji logistic

regression untuk mencari koefisien regresi dan menghitung persamaan logistic

regression pada kualitas audit, ditemukan bahwa hasil perhitungan menunjukkan

positif. Diperlihatkan secara statistik setiap kenaikan auditor tenure akan

meningkatkan log off odds perusahaan yang kualitas audit pada Big Four dengan

angka sebesar 0.567 (β), sedangkan pada nilai Ekp (β) sebesar 1,764 ini menandakan bahwa jika variabel lain dianggap konstan maka odds AT akan

meningkat sebesar 1,764 kali lebih tinggi untuk KA Big Four dibanding KA non

commit to user

44

Big Four lebih tinggi jika dibanding dengan auditor tenure dengan kualitas audit

non Big Four.

Hasil temuan ini tidak didukung oleh Shockley (1981) dalam Carey dan Simnett (2006) yang menemukan bahwa tingginya tingkat kepuasan, berkurangnya inovasi dan prosedur audit, dan munculnya percaya diriberlebihan terhadap klien yang cenderung muncul ketika auditor memiliki hubungan yang lama dengan klien. Mautz dan Sharaf (1961) menemukan bahwa hubungan pribadi yang semakin panjang akan memunculkan ikatan loyalitas yang dapat memengaruhi independensidan obyektivitas auditor. McLaren (1958) dalam Carey dan Simnett (2006) mengemukakan bahwa kondisi paling ekstrem yang terjadi yaitu ketika timbulnya familiaritas yang berlebihan akan mendorong terjadinya kolusi antara auditor dengan klien.

Hasil pengujian di dalam penelitian ini konsisten dengan penelitian Geiger dan Raghunandan (2002) yang menemukan bahwa kegagalan audit umumnya sering terjadi pada tahun-tahun awal auditor melaksanakan penugasan audit. Carcello dan Nagy (2004) juga menemukan bahwa kecurangan dalam laporan keuangan sering terjadi pada tahun-tahun awal auditor melaksanakan penugasan audit. St.Pierre dan Anderson (1984) menemukan banyak kesalahan audit yang dilakukan auditor pada saat awal penugasan audit. Konsisten dengan hasil penemuan ini, maka tingkat independensi auditor relatif lebih tinggi di awal

commit to user

penugasan, namun tingkat familiaritasnya lebih rendah, terlihat dari tingginya tingkat kegagalan audit pada masa awal tersebut.

Pembahasan selanjutnya mengenai, hasil pengujian untuk melihat ada tidaknya pengaruh auditor industry specialization terhadap kualitas audit. Hasil

pengujian menunjukkan bahwa AIS (Auditor Industry Spesialization)

berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kualitas Audit, yakni ditemukan setiap kenaikan AIS akan meningkatkan log off odds perusahaan yang KA Big

Four dengan angka sebesar 2.085 (β), sedangkan pada nilai Ekp (β) sebesar 8,041 ini mengindikasikan bahwa jika variabel lain dianggap konstan maka odds

AIS yang menggunakan akan naik sebesar 8,041 kali lebih tinggi untuk KA Big

Four disbanding KA non Big Four. Auditor spesialis industri memberikan

kontribusi positif terhadap kredibilitas yang ditawarkan oleh auditor.

Hasil temuan di dalam penelitian ini tidak didukung oleh peneliti Lys dan Watts (1994), yang gagal menemukan perbedaan tingkat litigasi auditor antara spesialis industri dan non-spesialis. Menurut Elde et al. (2010) menyatakan

bahwa audit merupakan akumulasi dan evaluasi bukti mengenai informasi untuk menentukan dan melaporkan tingkat kesesuaian antara informasi dan kriterian yang telah ditetapkan. Sedangkan menurut Konrath, (2002) Audit harus dilakukan oleh orang yang kompeten dan independen. Kemudian auditing dapat

didefinisikan sebagai suatu proses yang sistematis mengenai obyektivitas untuk memperoleh dan mengevaluasi asersi tentang tindakan ekonomi dan peristiwa

commit to user

46

untuk memastikan tingkat korespondensi antara pernyatan dan kriteria yang telah ditetapkan dan mengkomunikasikan hasilnya pada pihak pengguna yang berkepentingan.

Beberapa bukti spesialis industri menghasilkan audit yang lebih efektif. Hasil pengujian di dalam penelitian ini konsisten dengan hasil temuan dari peneliti Owhoso et al. (2002) yang menemukan bahwa pengalaman industri

auditor memiliki deteksi kesalahan pada spesialisasi industrinya dibandingkan auditor yang tidak memiliki spesialisasi industri. Hal ini didukung pula oleh Dunn et al. (2000) yang menemukan bahwa klien dari KAP spesialis industri

memiliki tingkat yang lebih tinggi pada kualitas pengungkapan oleh analisis keuangan. Spesialis industri memberikan jaminan yang lebih tinggi dibandingkan non-spesialis industri. Penemuan dari peneliti Carcello dan Naggy (2004) menemukan bahwa auditor yang spesialis industri dapat menemukan adanya financial fraud. Auditor yang spesialis industri memberikan tingkat kualitas audit

commit to user

BAB V

PENUTUP

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh auditor tenure dan auditor

industry specialization terhadap kualitas audit pada perusahaan manufaktur yang

terdaftar di BEI tahun 2005-2010.

A. Kesimpulan.

Berdasarkan analisis data terhadap 108 sampel dengan menggunakan Uji Model Goodness of Fit pada tingkat signifikansi 5%, Uji Cox & Snell’s R Square

dan Negelkerke R Square, Klasifikasi Tabel dan Estimasi Parameter pada tingkat

signifikansi 5% maka dapat diambil beberapa kesimpulan berikut ini.

1. Hasil pengujian ditemukan bahwa terdapat pengaruh dari auditor tenure

dalam sampel penelitian selama periode enam tahun, sehingga H1 didukung. Temuan ini sesuai dengan hasil temuan dari penelitian Geiger dan Raghunandan (2002) dan St.Pierre dan Anderson (1984) dan tidak konsisten dengan peneliti Shockley (1981) dalam Carey dan Simnett (2006).

commit to user

48

2. Hasil pengujian lain ditemukan bahwa auditor industry specialization positif

berpengaruh terhadap kualitas audit, sehingga H2 didukung. Temuan ini konsisten dengan hasil temuan dari peneliti Owhoso et al. (2002), Dunn et al.

(2000), O’keefe et al. (2004), dan Carcello dan Nagy (2004), namun tidak

didukung oleh peneliti Lys dan Watt (1994) yang gagal menemukan perbedaan tingkat litigasi auditor antara spesialis industri dan non-spesialis industri.

B. Keterbatasan

Keterbatasan dalam penelitian ini adalah :

1. Penelitian ini hanya menggunakan tiga variabel, yaitu satu variabel keuangan (auditor industry specialization) dan dua variabel non keuangan (kualitas

audit dan auditor tenure).

2. Penelitian ini hanya terbatas pada ruang lingkup variabel auditor tenure dan

auditor industry specialization, sehingga masih terdapat variabel lain yang

dapat mempengaruhi kualitas audit yang tidak diteliti di dalam penelitian ini. 3. Penelitian ini membedakan sampel ke dalam jenis-jenis perusahaan, sehingga

untuk melihat kualitas audit terhadap jenis-jenis perusahaan yang tidak diikutsertakan di dalam penelitian ini tidaklah dimungkinkan.

commit to user

C. Saran Praktis

Saran-saran untuk penelitian lebih lanjut antara lain sebagai berikut:

1. Perlunya adanya penambahan variabel pengamatan untuk memberikan gambaran yang lebih konsisten dengan penelitian selanjutnya.

2. Penelitian selanjutnya dalam memasukkan sampel sebaiknya tidak membedakan sampel ke dalam jenis-jenis perusahaan.

3. Penelitian selanjutnya dalam mengelompokkan perusahaan sebaiknya didasarkan atas dukungan teori yang lebih kuat dan memperhatikan konsistensi ukuran perusahaan. Perusahaan yang tidak konsisten dalam ukuran perusahaan sebaiknya dikeluarkan dari sampel.

Dokumen terkait