BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN
3.2. Jenis-Jenis Klausa Verbal pada Hikayat /Jun dīyyun
3.2.1. Klausa Verbal Berdasarkan Struktrur Intern Klausa
52.
/wazahida fīmā ’inda al-’abdi/ ’dan Dia menambah ganjarannya terhadap hambanya
(kelak di akhirat).’
waqad rūya `anna maslamata kāna `izā sallā da’āllāha qā`ilan fī`a’qābi salawātihi (Allāhuma ahsyurnī ma`a sāhibi al-naqbi) Dan telah diriwayat kan bahwa Malamah (selalu) memanjatkan do’a di penghujung shalatnya kepada Allah (dengan) perkataan: ”Ya Allah, kasihanilah hamba dan pemuda itu.”/
Setiap kata yang bergaris bawah merupakan Predikat (Musnad) yang menunjukkan kedudukan sebagai verbal.
3.2. Jenis-Jenis Klausa Verbal pada Hikayat /Jundīyyun
Muslimun/
3.2.1. Klausa Verbal Berdasarkan Struktrur Intern Klausa
Klausa Verbal Berdasarkan Struktrur Intern Klausa tebagi kepada dua jenis yaitu klausa lengkap dan tidak lengkap.
Klausa lengkap adalah klausa yang mengandung fungtor S (subjek) dan P (predikat) atau MI dan M (musnad ilaih dan musnad) dan menunjukan S (subjeknya) di munculkan. Sedangkan klausa tidak lengkap adalah klausa yang tidak mengandung fungtor S/MI (subjek/musnad ilaih) karena S (subjek) nya berupa dhamir mustatir atau yang tidak di munculkan.
a. Klausa lengkap yang terdapat pada Hikayat
/Jundīyyun
wa ahaza al-rūmu min dāhili al-qala’ati yaqzifūna al-muslimīna binīrānin syadīdatin hattā qutila ’adadun kabīran mina al- muslimīna/’ (Tentara) Romawi membalas dari dalam benteng, mereka melempar umat Islam dengan api sehingga menewaskan sebagian besar dari tentara Islam.’
/wa kabura ’alā maslamata wa jaisyihi al-bāsil ’an yar taddū ’ani al- qala’ati mahzūmīna. Wa bāta sl-jamī’u yufskkirūna fi tadhhiyatin tuhaqqiqu nashra al -islāmi/. Dan berat (terasa) bagi Maslamah dan pasukannya untuk berbalik (mundur) dari benteng tempat kekalahan mereka. Dan semua bermalam (di sana), mereka memikirkan pengorbanan untuk merealisasikan kemenangan Islam./
/wa fī sabāhi al-yaumi al-tālī ra`ā jundu maslamta jundiyyan mulassaman yandafa’u min sufūfi al-muslimīna nahwa sūri al-hisniDan pada pagi hari berikut nya. (seorang) tentara Maslamah melihat seorang tentara bertopeng bertolak pada barisan pasukan muslim menuju pagar (benteng) yang kokoh.
4.
/fa`indafa’a al-jaisyu al-`islāmiyyu `ilā dāhili al-hisni wa tamma nasrullāhi wa al-fathu/ / ’ maka pasukan islam masuk ke dalam (pagar) dan Allah menyempurnakan
pertolongan dan kemenangan nya.’
6
/wa ba’da ma’rikati `ihtafā al-jundiyyu al-batalu fa lam yu’sar lahu ’alā `asirin/’ ’Dan setelah peperangan itu, tentara pemberani itu bersembunyi, belum terbuka rahasia tentang keberadaanya
b. Klausa tidak lengkap yang terdapat pada Hikayat
/ Kāna maslamtu bnu ’abdi al-maliki bni marwān qā`idan ’azīman yazma’u `ilā al-syajā’ati makārima al-`akhlāqi/’maslamah Ibn’Abdul Malik Ibn Marwan adalah seorang pemimipin yang besar. Dia memiliki keberanian, akhlak yang mulia.’
/ qāda al-muslīmina min nasrin `ilā nasrin fi ’ahdi ’akhīhi al-walīdibni ’abdi al-maliki/’ dia pemimpin umat Islam (merebut) kemenangan demi kemenangan pada
masa (kepemimipinan) saudaranya Walid Ibn ’Abdul Malik’
3.
/wa fī ba’di hurūbihi didda al-rūmi hāsar qal ’atan ’azīmatan himin qilā’ al -rūmi/’ ’Dan pada sebuah peperangan nya melawan (tentara) Romawi, dia (dan umat islam) mengepung benteng yang besar (diantara) benteng-benteng Romawi.
7. fawajadahāmanī’atan yas’ubu iqtihāmuhā, wa ahaza al-rūmu min dāhili al-qala’ati Dia mendapatinya sangat kuat, dan kesusahan (untuk
mengalahkannya) (Tentara) Romawi membalas dari dalam benteng
/yaqzifūna al-muslimīna binīrānin syadīdatin hattāqutila ’adadun kabīran mina al- muslimīna/’ / mereka melempar umat Islam dengan api yang sangat keras sehingga menewaskan sebagian besar dari tentara Islam.’
8.
/wa kabura ’alā maslamata wa jaisyihi al-bāsil ’an yar taddū ’ani al- qala’ati mahzūmīna./ Dan berat (terasa) bagi Maslamah dan pasukannya untuk berbalik (mundur) dari benteng tempat kekalahan mereka.
Wa bāta sl-jamī’u yufskkirūna fi tadhhiyatin tuhaqqiqu nashra al-islāmi/’ Dan semua bermalam (di sana), mereka memikirkan pengorbanan untuk merealisasikan kemenangan Islam./
12.
/yandafa ’u min sufūfi al-muslimīna nahwa sūri al-hisni/ ’dia bertolak dari barisan
pasukan muslim menuju pagar (benteng) yang kokoh.’ 13.
summa `inqadda ’ala al-jadāri yahudduhu hattā`ahda sa sa`ban wa `indafa’a `ilā dāhili al-hisni kemudian ia meretakan dinding, merobohkannyasehingga terbuat lobang dan dia sampai di dalam (pagar)
17.
/yadribu bihi yamīnan wa simālan hatta wasala `ilā al-bābi/ / ’dia melambaikan
pedang nya kekanan dan kekiri dan dia sampai ke pintu’.
fakasara al-qufla bifa`sihi fa`indafa`a al-jaisyu al-`islāmiyyu `ilā dāhili al-hisni/’ kan kunci dengan pedangnya, lalu pasukan Islam masuk ke dalam (pagar) itu.
20
/wa ba’da ma’rikati `ihtaf
ā al-jundiyyu al-batalu fa lam yu’sar lahu ’alā `asirin/’ ’Dan setelah peperangan itu, tentara pemberani itu bersembunyi, belum terbuka rahasia tentang keberadaanyawa tassawaqa al-qā`idu `ilā ma’rifatihi liyukāfi`ahu fa’arsala munādiyan yunādī fī sufūfī al-junūdi anna al-`amīra yunāsyidullāhi sāhiba al-naqbi`an yasīra `ilaihi. Dan pemimimpin berharap balasan kebaikan sepenuh nya kepadanya, dia mengirim (seseorang) tentara untuk memanggil (nya), bahwasannya pimpinan bersumpah kepada Allah agar orang yang dalam lobang itu kembali kepadanya.
24
Wamadat salāsatu ayyāmin lam yataqaddam fīhā `ilā al-qā`idi ’ahadun /’ Setelah tiga hari berlalu, belum ada satu (orang-pun) yang menghadap kepada pimpinan
25 hattā `izā kāna al-yaumu al-rābi’u jā`a `ilā haimati al-qā`idi rajalun/ Sampai pada hari yang keempat, datang seorang pemuda ke kemah pimpinan,’
26
fasta`zana lilduhūli ffa`azina lahu fassalama wa qāla/’ dia meminta izin untuk masuk, dan memberi salam lalu berkata
27
`ayyuhā al-qāidu anā `a’rifu sāhiba al-naqbi walakinnīlan `uhbiraka/ Wahai tuan (ku), aku mengetahui orang yang dalam lubang itu, dan akan tetapi aku tidak akan mengabarkanmu
hattā tu’āhidanī billāhi `an tu’tiyanī mā`atlubu wa lan,`atlubu syai`an yugdibullāha aw yadurru musliman/’ sampai kamu berjanji kepada Allah untuk memenuhi apa yang saya pinta, dan saya tidak akan meminta sesuatu (apapun) yang membuat Allah murka atau membahayakan umat Islam
Wa lisyiddati syauqi al-qāidi lima’rifati al-batali ’āhaduhu ’alā mā talaba/’ dengan kerinduan yang mendalam, untuk kebaikan orang itu, pimpinan – pun berjanji apa atas yang dia pinta.