• Tidak ada hasil yang ditemukan

Klausul Perjanjian Pemborongan Pekerjaan Penimbunan

Dalam dokumen TESIS. Oleh. KIKI HANDOKO SEMBIRING /M.Kn (Halaman 114-124)

BAB II PENGATURAN HUKUM PERJANJIAN

B. Klausul Perjanjian Pemborongan Pekerjaan Penimbunan

Helvetia

Perjanjian pemborongan pekerjaan timbunan tanah merah padat (common borrow material) dilaksanakan antara PT. Hutama Karya Infrastruktur yang diwakili oleh MHZ sebagai Senior Manager Divisi Sumber Daya PT. Hutama Karya Infrastruktur, sesuai dengan Keputusan Direksi No.

91A/KPTS.02/2016 tanggal 29 Februari 2016 selaku Pihak Pertama.

Sedangkan PT. Alghazali Satria Perkasa diwakili oleh KHS selaku Direktur PT. Alghazali Satria Perkasa sesuai dengan Akta Notaris No. 175 tanggal 23 Agustus 2017 selaku Pihak Kedua.

Para pihak telah bersepakat untuk membuat dan menandatangani Perjanjian Pemborongan Pekerjaan Timbunan Tanah Merah padat (common borrow material) STA. 4+000 s/d4+450 Main Road Seksi-1 untuk Proyek Pembangunan jalan Tol Ruas Medan – Binjai Seksi 1 (yang selanjutnya disebut sebagai “proyek”) dengan bedasarkan pada :

1. Surat Penawaran Pihak Kedua tanggal 04 Agustus 2017

2. Berita acara klasifikasi dan negosiasi antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua pada tanggal 09 Agustus 2017

3. Kumpulan informasi tentang penawaran (KITP) tanggal 09 Agustus 2017 4. Evaluasi penawaran tanggal 09 Agustus 2017

5. Penentuan rekanan tanggal 09 Agustus 2017

Di dalam ketentuan Pasal 1 ayat (2) Perjanjian Pemborongan Pekerjaan Timbunan Tanah Merah Padat tersebut disebutkan bahwa apabila terdapat perbedaan atau pertentangan isi dari ketentuan-ketentuan dalam dokumen perjanjian, maka yang berlaku adalah sesuai hirarki dokumen sebagai berikut :

1. Addendum perjanjian (apabila ada) 2. Perjanjian ini

3. Ketentuan khusus 4. Ketentuan umum 5. Spesifikasi teknis 6. Gambar kerja

7. Berita acara klasifikasi dan negosiasi 8. BQ

9. Surat penawaran Pihak Kedua beserta lampirannya

Bila terjadi perbedaan antara dokumen yang satu dengan yang lainnya, maka dokumen yang berlaku adalah sesuai dengan hirarki dokumen perjanjian sebagaimana tersebut di atas, yang diurutkan dari yang paling tinggi (nomor 1) sampai dengan yang paling rendah (nomor 9).

Di dalam perjanjian pemborongan pekerjaan timbunan tanah merah padat (common borrow material) antara PT. Hutama Karya Infrastruktur dengan PT. Alghazali Satria Perkasa untuk proyek pembangunan jalan tol Medan Binjai Seksi 1 para pihak telah menetapkan hak dan kewajiban sebagaimana termuat di dalam Pasal 8 perjanjian pemborongan tersebut.

Dimana hak dan kewajiban para pihak adalah sebagai berikut : A. Hak dan Kewajiban Pihak Pertama:

1. Pihak Pertama berhak untuk:

a) Mengawasi dan memeriksa Pekerjaan yang dilaksanakan oleh Pihak Kedua.

b) Meminta laporan-laporan, sebagaimana diatur dalam Pasal 8 Buku II Perjanjian, secara periodik mengenai pelaksanaan Pekerjaan yang dlakukan oleh Pihak Kedua.

c) Melakukan pemeriksaan dan pengetesan material maupun alat yang akan digunakan untuk pelaksanaan Pekerjaan,

d) Menginstruksikan kepada PIHAI( KEDUA atas biaya PIHAK KEDUA sendiri untuk:

1. Memindahkan dan lapangan dan mengganti alat, bahan/material yang tidak memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditetapkan sebagaimana diuraikan dalam ketentuan 11.2 Buku II Perjanjian.

2. Membongkar dan mengerjakan kembali pekerjaan yang tidak memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditetapkan;

3. Melaksanakan pekerjaan secara aman sesuai dengan kaidah SMK3L.

e) Menangguhkan Pekerjaan secara sepihak, dengan terlebih dahulu mengirimkan pemberitahuan tertulis kepada Pihak Kedua, apabila:

1. Pihak Pertama mendapatkan instruksi dan Pemilik Proyek dan atau pihak berwenang (polisi atau badan pemerintah) agar Pekerjaan dihentikan untuk sementara.

2. Pihak Kedua tidak memenuhi persyaratan kerja sebagaimana diatur dalam Perjanjian.

3. Setelah 2 (dua) kali peringatan dan Pihak Pertama kepada Pihak Kedua, Pihak Kedua mengabaikan pertimbangan keselamatan dan pencapaian sasaran mutu dalam pelaksanaan Pekerjaan berdasarkan Perjanjian mi.

f) Mengakhiri Perjanjian dengan mengacu kepada Pasal 17 Perjanjian ini.

g) Dengan pemberitahuan tertulis kepada Pihak Kedua, memotong pembayaran atas tagihan Pihak Kedua apabila Pihak Pertama berhak atas pembayanan dan Pihak Kedua (jika ada).

h) Dengan persetujuan terlebih dahulu dan Pihak Kedua, dapat memasok material atau peralatan kepada PIHAK KEDUA, dan membebankan seluruh pemakaian material atau peralatan tersebut kepada Pihak Kedua dengan harga satuan sebagaimana tercantum dalam Perjanjian.

Apabia harga satuan tidak tercantum dalam Perjanjian, maka digunakan harga kesepakatan bersama

2. Pihak Pertama berkewajiban untuk:

a) Membayar Pekerjaan sesuai dengan ketentuan Perjanjian.

b) Memberikan dokumen pendukung yang terkait dengan pelaksanaan Pekerjaan sesuai Perjanjian, termasuk namun tidak terbatas pada Spesifikasi Teknis dan Gambar sebagaimana diuraikan pada ketentuan 11.2 dan 11.3 Buku II Perjanjian.

c) Menyampaikan detail gambar, desain, dan rencana kepada Pihak Kedua untuk digunakan dalam pelaksanaan Pekerjaan.

d) Menjamin tersedianya area kerja untuk pelaksanaan Pekerjaan oleh Pihak Kedua, termasuk namun tidak terbatas untuk memastikan bahwa pembebasan lahan telah dilakukan oleh Pemilik Proyek.

e) Membayar Pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh Pihak Kedua berdasarkan Perjanjian mi, termasuk Pekerjaan Tambah

B. Hak dan Kewajiban Pihak Kedua.

1. Pihak Kedua berhak untuk:

a) Menerima pembayaran atas pekerjaan sesuat dengan ketentuan Perjanjian.

b) Menerima bukti-bukti transaksi yaitu:

1. Bukti pemeriksaan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis, gambar, volume/kuantitas dan kualitas pekerjaan.

2. Bukti pembayaran sesuai dengan nilai tagihan.

c) Mendapatkan dokumen pendukung / informasi untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan (spesifikas material, dll)

2. Pihak Kedua berkewajiban untuk:

a) Dalam melaksanakan Perjanjian, Pihak Kedua wajib memahami, tunduk dan mentaati undang-undang dan/atau peraturan-peraturan hukum yang berlaku di Indonesia termasuk lisensi dan semua peraturan yang berkaitan dengan lingkungan dan kesehatan karyawan dan keamanan yang berlaku.

b) Pihak Kedua harus memastikan bahwa semua sertifikat, izin, otorisasi dan lisensi untuk material dan alat yang diperiukan dan dipersyaratkan setidak-tidaknya sesuai dengan dokumen pekerjaan. Salman dan semua sertifikat, izin, otorisasi dan lisensi tersebut di atas wajib diserahkan kepada Pihak Pertama.

c) Pihak Kedua wajib mengurus segala perijinan pemakaian, mobilisasi dart demobilisasi alat yang digunakan.

d) Pihak Kedua harus menyediakan alat kerja minimal 1 (satu) fleet, yang terdiri dan:

1. Buldozer : 2 unit

2. Vibro Compactor : 2 unit 3. Sheep Foot : 1 unit 4. Water Tanker : 1 Unit 5. Excavator : 2 Unit

6. Dump Truck sesuai kebutuhan

7. Dengan persetujuan Pihak Kedua, Pihak Pertama berhak meminta agar Pihak Kedua menambah jumlah alat sesuai kebutuhan lapangan tanpa tambahan biaya apapun

e) Pihak Kedua wajib memberitahukan bukti pembayaran pajak, bea, ijin, lisensi, asuransi atat kerja dan tenaga kerjanya serta persyaratan lainnya sebagaimana diisyaratkan hukum dalam kaitan pelaksanaan pekerjaaan sesuai dengan perjanjian ini

f) Pihak Kedua wajib melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku dalam Perjanjian beserta Lampiran-Lampirannya yang merupakan satu kesatuanan yang tidak terpisahkan dan Perjanjian, serta menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal pekerjaan yang telah ditetapkan dalam Perjanjian sesuai spesifikasi, volume/kuantitas, kualitas barang dan berfungsi dengan baik.

g) Pihak Kedua wajib melaksanakan perbaikan/mengganti material yang tidak sesuai spesifikasi yang ditentukan Pihak Pertama/mengganti dalam jangka waktu yang ditetapkan Pihak Pertama, maka Pihak Pertama dapat melakukan perbaikan baik dilaksanakan sendiri maupun dengan pihak lain.

Atas biaya tersebut akan dibebankan kepada Pihak Kedua yang akan dipotongkan dan tagihan.

h) Apabila barang/material yang ditolak oleh Pihak Pertama maka Pihak Kedua harus menyingkirkan barang/material tersebut dan lokasi pekerjaan dalam waktu 2 x 24 jam, kemudian menggantinya dengan yang memenuhi syarat.

i) Pihak Kedua wajib menjaga kerahasiaan seluruh dokumen yang terkait dengan pekerjaan dan Pihak Kedua tidak boleh menggunakan Surat Perjanjian ini sebagai jaminan ke Bank/Perusahaan Pinjaman, apabila

Surat Perjanjian mi digunakan sebagai jaminan ke Bank/Perusahaan Pinjaman/Pihak Lain maka Pihak Pertama tidak ikut bertanggung jawab terhadap isi perjanjian dan akibat hukum yang timbul antara Pihak Kedua dengan Bank/Perusahaan Pinjaman bersangkutan.

j) Setelah melakukan kajian, Pihak Kedua memberikan tanggapan kepada Pihak Pertama atas instruksi perubahan, penambahan atau pengurangan barang baik secara kualitas maupun kuantitas paling lama 7 hari kalender setelah menerima instruksi.

k) Pihak Kedua atas biaya sendiri harus melaksanakan pekerjaan pendukung seperti mobilisasi/demobilisasi, pekerjaan persiapan seperti pembuatan kantor, barak pekerja, listrik, air kerja, dan pekerjaan pendukung lainnya yang diperlukan untuk kelancaran Pekerjan.

l) Pihak Kedua harus menyediakan peralatan, Personil, material dan barang serta jasa lainnya, baik untuk pekerjaan sementara/pendukung maupun pekerjaan permanen yang diperlukan untuk desain, pelaksanaan, penyelesaian, dan perbaikan Kegagalan Konstruksi sesuai spesifikasi yang diprsyaratkan sebagaimana diuraikan dalam ketentuan 11.2 dan 11.3 Buku II Penjanjian.

m) Pihak Kedua bertanggung jawab atas kecukupan, kestabilan, dan keselamatan seluruh pengoperasian di lapangan dan seluruh Metode Pelaksanaan Pekerjaan.

n) Pihak Kedua harus memberikan laporan pelaksanaan Pekerjaan, sebagaimana diatur dalam pasal 8 buku ii perjanjian ini, secara periodik kepada Pihak Pertama.

o) Pihak Kedua harus memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan oleh Pihak Pertama untuk pemeriksaan pelaksanaan Pekerjaan.

p) Pihak Kedua akan menyampaikan Metode Pelaksanaan Pekerjaan yang akan digunakan oleh Pihak Kedua.

q) Pihak Kedua harus menjaga kebersihan tempat kerja, memelihara jalan akses, dan menyediakan rambu-rambu lalu lintas di lingkungan Pekerjaan.

Pihak Kedua harus memasang tanda-tanda batas Pekerjaan sesuai titik, garis, dan ketinggian referensi yang dinyatakan dalam kontrak atau diinstruksikan oleh pihak pertama. Pihak kedua harus menguji keakuratan titik referensi sebelum dipergunakan.

r) Pihak Kedua harus mengajukan permintaan/permohonan persetujuan untuk setiap akan memulai pelaksanaan Pekerjaan. Apabila Pihak Kedua melakukan pengecoran penimbunan atau menutup Pekerjaan sebelumnya dan belum mendapat persetujuan Pihak Pertama, maka atas perintah Pihak Pertama, Pihak Kedua harus membongkar Pekerjaan dan mengembalikan kembah Pekerjaan sesuai spesifikasi yang dipersyaratkan. Biaya yang timbul sehubungan dengan hal tersebut di atas sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pihak Kedua.

s) Pihak Kedua harus menjaga keamanan lokasi Pekerjaan.

t) Pihak Kedua harus menjaga kerahasiaan seluruh dokumen yang terkait dengan pelaksanaan Pekerjaan.

u) Pihak Kedua harus bekerja sama dengan subkontraktor lain/pihak lain yang ditunjuk oleh Pihak Pertama.

v) pihak kedua membebaskan Pihak Pertama apabila ada tuntutan hukum baik pidana maupun perdata yang diajukan oleh pihak ketiga jika terjadi sengketa atas lokasi material untuk timbunan (quary) yang diambil tanahnya.

w) Pihak Kedua harus mengijinkan pihak manapun yang diberi wewenang oleh Pihak Pertama, untuk melakukan pemeriksaan/inspeksi Pekerjaan.

x) Keamanan alat milik Pihak Kedua menjadi tanggung jawab Pihak Kedua.

Kehilangan dan kerusakan alat milik Pihak Kedua menjadi tanggung jawab Pihak Kedua.

y) Pihak Kedua tidak boleh memindahkan material dan peralatan dan lapangan tanpa persetujuan tertulis sebelumnya dan Pihak Pertama.

Pasal 9 Jaminan perjanjian pemborongan yaitu

1. Pihak Kedua menjamin barang/alat yang/akan dikirim sudah sesuai dengan spesifikasi teknis yag telah disepakati sesuai dengan lampiran 111.3 Spesifikasi Teknis dan lampiran 111.4 dan telah dibuktikan dengan pengetesan on pengujian — pengujian.

2. Pihak Kedua wajib mengganti barang yang tidak sesuai dengan Spesifikasi Teknis dalam waktu 2 x 24 jam dengan semua biaya yang timbul menjadi

tanggung jawab Pihak Kedua. Selama peniode waktu menunggu penggantian barang tersebut menjadi tanggung jawab Pihak Kedua.

3. Apabila dalam jangka waktu sebagaimana disebutkan dalam ayat 2 pasal 9 surat perjanjian, Pihak Kedua belum juga dapat mengganti barang yang tidak sesuai dengan Spesifikasi maka Pihak Pertama akan mengadakan barang tersebut dan Pihak Ketiga/Pihak Lain dengan segala biaya yang timbul akan menjadi beban dan tanggung jawab Pihak Kedua.

PASAL 10 Kenaikan Harga Kecuali dinyatakan lain dalam ketentuan khusus, maka Pihak Kedua tidak berhak untuk mengajukan kenaikan harga yang diakibatkan adanya inflasi, kenaikan harga BBM, material, alat dan lain-lain.

C. Kendala Yang Dihadapi Di Lapangan Dalam Pelaksanaan Perjanjian

Dalam dokumen TESIS. Oleh. KIKI HANDOKO SEMBIRING /M.Kn (Halaman 114-124)

Dokumen terkait