OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian
4. Penarikan Kesimpulan
4.2 Hasil Pembahasan
4.2.2 Analisis Kuantitatif (Metode Verifikatif)
4.2.2.4 Koefisien Determinas
Koefisien determinasi (R-square) merupakan nilai yang digunakan untuk mengetahui besarnya kontribusi variabel independen terhadap perubahan variabel dependen. Hasil perhitungan koefisien determinasi dengan menggunakan software SPSS 14 for windows sebagai berikut:
Cor relations 1.000 -.753 -.753 1.000 . .071 .071 . 5 5 5 5 Kepatuhan_Wajib_Pajak Tingkat_Produktivitas_ Pemeriksaan Kepatuhan_Wajib_Pajak Tingkat_Produktivitas_ Pemeriksaan Kepatuhan_Wajib_Pajak Tingkat_Produktivitas_ Pemeriksaan Pearson Correlation Sig. (1-tailed) N Kepatuhan_ Wajib_Pajak Tingkat_ Produktivitas_ Pemeriksaan
Tabel 4.6
Analisis Korelasi Pearson
Koefisien determinasi dari hasil perhitungan didapat sebesar 56,7%. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat produktivitas pemeriksaan memberikan pengaruh sebesar 56,7% artinya (sangat berpengaruh) terhadap kepatuhan wajib pajak pada kantor Pelayanan Pajak Pratama di Wilayah Kota Bandung, sedangkan sisanya sebesar 43,3% kepatuhan wajib pajak pada kantor Pelayanan Pajak Pratama di Wilayah Kota Bandung dapat dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak diteliti seperti sistem tehnologi informasi, pelayanan, kesadaran, pemahaman dan self assessment system.
Dari hasil semua perhitungan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan pajak mempunyai korelasi yang sangat kuat terhadap kepatuhan Wajib Pajak badan, ditunjukkan oleh angka hasil korelasi yaitu sebesar -0,753. Meskipun bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi kepatuhan Wajib Pajak, tapi pemeriksaan pajak adalah faktor terkuat dari beberapa faktor yang mempengaruhi kepatuhan wajib pajak badan karena pengaruh yang diberikan oleh pemeriksaan pajak lebih dari 50% yaitu 56,7% sehingga pemeriksaan pajak merupakan faktor utama bila dibandingkan dengan faktor lain.
Model Sum m ary
.753a .567 .423 .00108169 Model 1 R R Square A djusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constant), Tingkat_Produktivitas_
Pemeriksaan a.
Setelah mendapatkan hasil dari perhitungan di atas baik perhitungan manual maupun menggunakan SPSS 14.0 For Windows, hasilnya adalah tingkat produktivitas pemeriksaan mempunyai pengaruh yang sangat kuat dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Hal tersebut dibuktikan dengan teori yang menyatakan bahwa:
“Peningkatan produktivitas pemeriksaan saja tidak efektif. Akan efektif apabila produktivitas pemeriksaan dikombinasikan dengan probabilitas pemeriksaan yang lebih tinggi bahwa dampak keseluruhan pada kepatuhan adalah positif.”
Dapat disimpulkan harapan dari tingkat produktivitas pemeriksaan yang semakin baik sehingga kepatuhan wajib pajak akan meningkat atau semakin baik, sesuai dengan teori yang dikemukakan di atas hal yang diupayakan oleh otoritas pajak agar kepatuhan Wajib Pajak dapat meningkat secara efektif.
4.2.2.5Uji Hipotesis
H0 : β = 0 Artinya, berpengaruh secara tidak signifikan tingkat produktivitas pemeriksaan terhadap kepatuhan wajib pajak pada kantor Pelayanan Pajak Pratama di Wilayah Kota Bandung.
Ha : β ≠ 0 Artinya, terdapat pengaruh tingkat produktivitas pemeriksaan terhadap kepatuhan wajib pajak pada kantor Pelayanan Pajak Pratama di Wilayah Kota Bandung.
Rumus yang digunakan dalam menguji hipotesis diatas menggunakan yaitu menggunakan uji t student :
Berdasarkan kriteria uji berikut:
1. Terima Hojika -t tabel < t hitung < t tabel
2. Tolak Ho jika t hitung > t tabel atau t hitung < -t tabel
Gambar 4.1 Kurva Uji T
Berdasarkan perhitungan di atas, dapat diperoleh nilai t hitung sebesar -1,983. Karena nilai t hitung (-1,983) < t tabel (-3,182), maka Ho ditolak. Artinya, terdapat pengaruh tingkat produktivitas pemeriksaan terhadap kepatuhan wajib pajak pada kantor Pelayanan Pajak Pratama di Wilayah Kota Bandung.
Daerah Penerimaan H0 Daerah penolakan Ho t tabel= -3,182 0 t tabel = 3,182 t hitung= -1,983 Daerah penolakan Ho
86
5.1 Kesimpulan
Setelah penulis mengadakan pembahasan mengenai Analisis Atas Tingkat Produktivitas Pemeriksaan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Di Wilayah Kota Bandung, maka penulis dalam bab ini akan memcoba menarik suatu kesimpulan dan memberikan saran berdasarkan atas uraian yang telah penulis kemukakan dalam bab sebelumnya.
1. Tingkat Produktivitas Pemeriksaan untuk keseluruhan Kantor Pelayanan Pajak Pratama di wilayah Kota Bandung dikatakan kurang baik hal tersebut terlihat dari jumlah LPP yang diterbitkan pada tahun 2010 dibandingkan dengan tahun 2009 mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena adanya satgas dan jumlah pegawai pemeriksa yang sedikit dibandingkan dengan jumlah wajib pajaknya.
2. Kepatuhan Wajib Pajak pada KPP Pratama yang ada di Kota Bandung secara keseluruhan masih rendah, dilihat dari jumlah SKPKB tahun 2010 dibandingkan dengan tahun 2009 yang diterbitkan masih banyak. Hal ini disebabkan karena masih banyak wajib pajak yang ada pada KPP Pratama yang ada di Kota Bandung masih belum baik dalam melaporkan tunggakan pajaknya secara benar.
3. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis terbukti bahwa tingkat produktivitas pemeriksaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepatuhan Wajib Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama di wilayah Kota Bandung. Namun ada faktor lain yang mempengaruhi tingkat signifikan yang tidak diamati dalam penelitian ini seperti variabel probabilitas pemeriksaan.
Pemeriksaan Pajak terhadap kepatuhan Wajib Pajak badan, maka penulis akan memberikan beberapa saran yang dapat digunakan oleh Kantor Pelayanan Pajak Pratama di wilayah kota Bandung terutama bagi KPP yang masih memiliki statistik lebih rendah yaitu sebagai berikut: 1. Tingkat Produktivitas Pemeriksaan pada kelima Kantor Pelayanan Pajak Pratama di wilayah
Kota Bandung pegawai atau fiskusnya harus diberikan bonus agar kinerjanya semakin meningkat, hal ini perlu dilakukan agar pemeriksaan berjalan lancar, fokus dan terarah sehingga tujuan utama pemeriksaan tercapai.
2. Melihat tingkat kepatuhan Wajib Pajak pada KPP Pratama yang ada di Wilayah Kota Bandung masih rendah dalam memenuhi kewajiban perpajakan sesuai dengan undang-undang perpajakan, maka diharapkan dengan dilakukan pemeriksaan pajak secara berkala akan lebih memonitor kepatuhan wajib pajak karena tidak semua wajib pajak memiliki kepatuhan atau kesadaran yang diharapkan oleh DJP. Oleh karena itu pengawasan dari pemeriksa pajak sangat diperlukan dalam peningkatan kepatuhan Wajib Pajak di KPP wilayah kota Bandung. 3. Karena tingkat produktivitas pemeriksaan memiliki peranan yang tinggi dalam kepatuhan
Wajib Pajak maka diharapkan bagi kelima Kantor Pelayanan Pajak Pratama di wilayah Kota Bandung selalu mempertahankan kualitas pemeriksaan pelayanan, karena pemeriksaan sebagai sarana pembinaan dan pengawasan terhadap Wajib Pajak. Hal ini perlu dilakukan guna menekankan tingkat ketidakpatuhan dari Wajib Pajak yang sangat tinggi, sehingga diharapkan untuk kemudian hari dengan kualitas pelayanan yang baik dari Kantor Pelayanan Pajak Pratama di wilayah Kota Bandung dapat meningkatkan kepatuhan dari Wajib Pajak.
89 Paper No. 06-43.
Departemen Keungan RI. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia: 199/PMK.03/2007. Tanggal: 28-12-2007 Tentang Tata Cara Pemeriksaan Pajak.
Djibril Muhammad dan Teguh Firmansyah. 2010. Komwas: Pemeriksaan Ditjen Pajak Belum Memadai. Jakarta.
Donald R.Cooper & Pamela S.Schindler, 2006, “Bussines Research Methods”, 9th edition. McGraw.Hill International Edition.
Ernie Tisnawati Sule Kurniawan Saefullah. 2009. Pengantar Manajemen. Jakarta: Kencana
Gunadi. 2005. Fungsi Pemeriksaan Pajak Terhadap Peningkatan Kepatuhan Pajak (Tax Compliance). Jurnal Perpajakan Indonesia.
Hutagaol, John. 2007. Perpajakan: Isu – isu Kontemporer. Yogyakarta: Graha Ilmu. Lumbatoruan, Sophar.1996.Akuntansi Pajak.Jakarta: Grasindo
Manish Gupta and Vishnuprasad Nagadevara. Audit Selection Strategy for Improving Tax Compliance – Application of Data Mining Techniques. National Tax Journal.
Mardiasmo.2009.Perpajakan Edisi Revisi 2009.Yogyakarta: Andi
Mohammad Nazir, 2003. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia. Mursyidi.1996.Perpajakan.Bandung: Tarsito
Narimawati, Umi. 2007. Riset Sumber Daya Manusia. Jakarta: Agung Media.
OECD Center For Tax Policy And Administration: “Compliance Measurement (Pengukuran Kepatuhan)”. 2004.
Opini. Masalah Kepatuhan Wajib Pajak. Majalah Berita Pajak. 15 Oktober 2007, hal 58-60
Opini. Menakar Risiko Ketidakpatuhan. Majalah Berita Pajak. 15 Oktober 2007, hal 28-31
90
Sarwono, Jonathan. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu
Siti Kurnia Rahayu, dan Ely Suhayati, 2010, Perpajakan: Teori dan Teknis Perhitungan, Yogyakarta: Graha Ilmu
Siti Resmi.2003.Perpajakan Teori dan Kasus. Jakarta: Salemba Empat
Sony Devano, dan Siti Kurnia Rahayu, 2006, Perpajakan: Konsep, Teori, dan Isu, Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta
Supangat, Andi. 2007. Statistika: Dalam Kajian Deskriptif, Inferensi, dan Nonparametrik. Jakarta: Kencana
Umar, Husein. 2005. Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Waluyo dan wirawan.2000.Perpajakan Indonesia.Jakarta: Salemba Empat