4.5 Uji Hipotesis
4.5.2 Uji Koefisien Determinasi
Koefisien determinan (R2) pada intinya mengukur seberapa kemampuan model dalam menerangkan variabel terikat. Koefisien Determinasi berkisar dari 0 (nol) sampai dengan 1 (satu), (0 ≤ R2 ≤ 1). Jika R2 semakin besar (mendekati satu), maka dapat dikatakan bahwa semakin kuat Keputusan Pembelian Tupperware pada konsumen di Outlet Tupperware Jalan Ampera 1 Medan Helvetia terhadap Personal Selling.Sebaliknya, jika R2 semakin mengecil (mendekati nol) maka dapat dikatakan bahwa semakin kecil pengaruh variabel memprospek, pra pendekatan, presentasi dan demonstrasi, mengatasi keberatan, penutupan, tindak lanjut dan pemeliharaan terhadap keputusan pembelian.
Tabel 4.12
Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .490a .240 .228 3.319
a. Predictors: (Constant), Personal Selling Sumber : Data diolah dengan statistics software.
Tabel diatas menunjukkan seberapa kuat hubungan antara kedua variabel dan untuk melihat seberapa besar variabel Keputusan Pembelian Tupperware (Y) dipengaruhi oleh Personal Selling (X). Maka dapat diketahui melalui perbandingannya dengan tingkat interpretasi berikut :
0.0 - 0.199 = Sangat Rendah 0.20 – 0.399 = Rendah
0.40 – 0.599 = Cukup Kuat/Sedang 0.60 – 0.799 = Kuat
0.80 – 1.000 = Sangat Kuat
Berdasarkan tabel 4.12 dapat dilihat bahwa :
a. Pada model terlihat nilai R 0,490 yang berarti bahwa pengaruh Personal Selling terhadap Keputusan Pembelian Tupperware pada konsumen Outlet di Jalan Ampera 1 Medan Helvetia sebesar 49% yang berarti pengaruhnya cukup kuat/ sedang.
b. Nilai R Square sebesar 0,240 berarti sebesar 24 % tingkat Keputusan Pembelian Tupperware pada konsumen Outlet di Jalan Ampera 1 Medan Helvetiadapat dijelaskan oleh Personal Selling, sedangkan sisanya dapat dijelaskan oleh faktor – faktor lain yang tidak diteliti oleh penelitian ini.
4.6 Pembahasan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis seberapa besar pengaruh yang dihasilkan Personal Selling terhadap Keputusan Pembelian Tupperware pada konsumen Outlet di Jalan Ampera 1 Medan Helvetia. Setelah menganalisis jawaban dari setiap kuesioner yang diperoleh dari 96 orang responden, maka dilanjutkan dengan menguji hipotesis. Dengan hipotesa yang diajukan, diharapkan dapat menunjukkan sejauh manakah pengaruh Personal Selling terhadap Keputusan Pembelian Tupperware pada konsumen Outlet di Jalan Ampera 1 Medan Helvetia.
Dari jawaban 96 orang responden berdasarkan karakteristik responden diperoleh bahwa Personal Selling terhadap Keputusan Pembelian Tupperware pada konsumen Outlet di Jalan Ampera 1 Medan Helvetiadominan terjadi pada perempuan. Hal ini dikarenakan perempuan lebih responsif terhadap memilih produk yang berkualitas dan menyukai inovasi produk Tupperware. Selain itu responden perempuan umumnya membeli produk Tupperware untuk berbagai keperluan keluarga seperti tempat menyimpan bekal makanan, tempat kue, botol air minum dan lain sebagainya. Perempuan bisa memilih sesuai harga dan kebutuhan yang diperlukannya pada penjual Tupperware.
Pada usia 21 – 25 tahun lebih dominan membeli Tupperware hal ini terjadi karena pada usia tersebut konsumen memiliki berbagai keinginan dan kebutuhan terhadap produk Tupperware sehingga lebih banyak yang menjadi konsumen Tupperware. Hal ini menunjukkan bahwa responden yang berusia lebih rasional dalam menentukan pilihan produk yang berkualitas baik dengan harga yang terjangkau.
Dari segi pekerjaan diperoleh data bahwa mayoritas yang konsumen Tupperware adalah Ibu rumah tangga. Hal ini terjadi karena Personal Selling yang dilakukan penjual dengan melakukan pendekatan cicilan dan komunikasi yang baik dalam mempengaruhi ibu rumah tangga untuk membeli Tupperware.
Dari analisis deskripsi variabel untuk melihat indeks nilai pengaruhPersonal Selling terhadap Keputusan Pembelian Tupperware pada konsumen Outlet di Jalan Ampera 1 Medan Helvetiadiperoleh bahwa dominan jawaban – jawaban dari responden menyatakan bahwa terdapat hubunganPersonal Selling antara terhadap Keputusan Pembelian.
Pada tabel uji (t) dapat dilihat bahwa variabel Personal Sellingberpengaruh secara positif dan signifikan terhadapKeputusan Pembelian Tupperware pada konsumen Outlet di Jalan Ampera 1 Medan Helvetia, terlihat dari nilai signifikan (0,00) yang lebih kecil daripada 0,05. Sedangkan nilai t hitung (4,499) lebih besar dari pada ttabel (1,997), yang berarti jika variabel Personal Sellingdiperbaiki dan ditingkatkan maka Keputusan Pembelian Tupperware akan meningkat.
Berdasarkan nilai R terlihat bahwa Personal Selling mempunyai pengaruh Keputusan Pembelian Tupperware sebesar 49 % yang berarti pengaruhnya cukup kuat/ sedang. Sementara tingkat Keputusan Pembelian Tupperware dapat dijelaskan oleh Personal Selling sebesar 24 % berdasarkan nilai R Square yang sisanya dapat dijelaska oleh variabel lain.
Dari kedua data tersebut dapat disimpulkan bahwa keputusan pembelian Konsumen pada Outlet Tupperwaredi Jalan Ampera 1 Medan Helvetia untuk membeli produk- produk Tupperware dipengaruhi oleh Personal Selling dari Penjual yang didukung oleh penelitian terdahulu dari Yuki Apriliyanti Permana (2010) mengenai : “Personal Selling terhadap Keputusan Pembelian Pada Nasabah Produk Tabungan Extra di PT Bank CIMB, Tbk. Cab Tasikmalaya”. Peneliti menyatakan bahwa terdapat hubungan antara Personal Selling terhadap Keputusan Pembelian Produk Tabungan Extra di PT Bank CIMB, Tbk. Cab Tasikmalaya. menunjukkan Personal Selling memberikan pengaruh yang signifikan terhadap proses keputusan pembelian adalah 28,2%, sedangkan faktor pendukung lain yang tidak diteliti adalah 71,2%.
Pada penelitian terdahulu berikutnya yang dilakukan oleh Doddy Arianto (2008) mengenai “Personal Selling Dan Keputusan Membeli Nasabah” (Studi
Korelasional Personal Selling Asuransi Kerugian Terhadap Keputusan Membeli di PT. Mahkota Sahid Medan).Karena probabilitas lebih kecil dari 0,01 maka hal ini menunjukkan signifikansi, artinya hipotesis yang diterima dalam penelitian ini adalah Ha atau hipotesa alternatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Personal Sellingsangat berperan penting dalam membuat keputusan membeli nasabah. Artinya bahwa Personal Selling harus mampu membuat nasabah tertarik terhadap polis yang diberikan. Semakin pintar Personal Selling dalam membujuk dan menjelaskan tentang polis, maka semakin nasabah percaya dan membeli polis yang ditawarkan.
Personal Selling menjadi ujung tombak maju-mundurnya perusahaan PT. Fadent Mahkota Sahid. Semakin handal Personal Selling meraih nasabah maka semakin maju perusahaan tersebut memperoleh keuntungan (profit). Hal ini sesuai dengan hasil analisis peneliti bahwa Personal Selling memiliki pengaruh yangpositif dansignifikan terhadap Keputusan Pembelian Tupperware pada Outlet di Jalan Ampera 1 Medan Helvetia.
Teori yang sesuai digunakan oleh Peneliti sekarang yaitu Bauran Komunikasi Pemasaran dan Personal Selling. Teori mengenai Bauran Komunikasi Pemasaran merupakan panduan spesifik Iklan, Promosi Penjualan, Hubungan Masyarakat, Personal Selling, dan Sarana Pemasaran Langsung yang digunakan perusahaan untuk mengkomunikasikan nilai pelanggan secara persuasif dan membangun hubungan pelanggan (Kotler dan Amstrong (2008:16).
Teori lainnya yang dikemukakan oleh J.Paul Peter 2011:183) menyatakan bahwa Personal Selling melibatkan interaksi personal langsung antara seorang pembeli potensial dengan seorang salesman. Hasil ini dapat memberikan bukti
bahwa kegiatan Personal Selling dapat mempengaruhi Keputusan Pembelian Konsumen Tupperware pada Outlet di Jalan Ampera 1 Medan Helvetia.
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan penelitian dan analisa data yang dilakukan oleh peneliti di Outlet Tupperware di Jalan Ampera 1 Medan Helvetia mengenai pengaruh Personal Selling terhadap Keputusan Pembelian Tupperware, maka dapat ditarik kesimpulan penelitian sebagai berikut :
Dari hasil analisis regresi linear sederhana dan hasil analisis uji parsial atau uji T dapat dilihat bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Personal Sellingdengan terciptanyaKeputusan Pembelian Tupperwarepada konsumen Outlet di Jalan Ampera 1 Medan Helvetia. Yang mana hasil dari kedua uji ini telah dipaparkan pada bab sebelumnya.
5.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan yang dipaparkan oleh penulis diatas, maka penulis akan memberikan beberapa saran sebagai berikut:
1. Sebaiknya Penjual menjaga hubungan baik dengan konsumen untuk menciptakan persepsi yang baik dimata konsumen, dan membentuk kepercayaan mengenai kualitas produk, garansi, dan harga yang terjangkau dengan melakukan kegiatan Personal Selling yang tepat kepada konsumen di sekitar Outlet Tupperware.
2. Sebaiknya Penjual meningkatkan kemampuan komunikasi persuasif kepada konsumen maupun calon konsumen menawarkan produk terbaru Tupperware serta memberi potongan harga Tupperware kepada konsumen yang membeli Tupperware lebih dari 3 kali.