ANALISIS DAN PEMBAHASAN
D. Analisis data
4. Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi bertujuan untuk melihat presentase pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.
Tabel V.24 Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 ,618a ,382 ,356 1,805
a. Predictors: (Constant), brand image, harga, promosi, kualitas
b. Dependent Variable: kepuasan konsumen
Pada tabel V.23 dapat kita ketahui bahwa nilai Adjusted R Square sebesar 0,356 yang artinya penelitian ini mampu menjelaskan pengaruh variabel independen (promosi, kualitas, harga, dan brand image) terhadap variabel dependen (kepuasan konsumen) sebesar 35,6% dimana sisanya
dari keseluruhan penelitian yaitu sebesar 64,4% ada pada variabel lain yang tidak dimasukan dalam model regresi pada penelitian ini.
C.Pembahasan
1). Pengaruh promosi, kualitas, harga, dan brand image terhadap kepuasan konsumen
Promosi, kualitas, harga, dan brand image secara bersama-sama berpengaruh terhadap kepuasan konsumen. Hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansi pada tabel V.21 sebesar 0,00 lebih kecil dibandingkan 0,05. Artinya, promosi yang efektif, kualitas produk yang baik, harga produk yang tepat, dan brand image yang sudah terbangun dengan baik di benak konsumen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan konsumen produk Aqua. Hal ini juga sejalan dengan penelitian sebelumnya yang paling mendekati dengan penelitian yang penulis lakukan yaitu penelitian yang dilakukan oleh Sarah Basbeth, Wahyu Hidayat, dan Sari Lestyorini (2016) bahwa promosi, kualitas produk, dan citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan IM3.
2). Pengaruh promosi terhadap kepuasan konsumen
Dari hasil statistik yang sudah dibahas pada tabel V.22 memperlihatkan bahwa nilai probabilitas (sig.) variabel promosi sebesar 0,028 dengan koefisien positif yang artinya promosi berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen. Hal ini juga dapat dimaknai bahwa semakin efektif promosi maka akan meningkatkan kepuasan konsumen. Hal ini sejalan dengan penelitian Sarah Basbeth, Wahyu Hidayat, dan Sari Lestyorini (2016) bahwa promosi
berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan. Hal ini juga sejalan dengan teori dari Nasution (2005:50) komunikasi melalui iklan pemasaran juga mempengaruhi persepsi pelanggan. Orang-orang di bagian penjualan dan periklanan seyogianya tidak membuat kampanye yang berlebihan melewati tingkat ekspektasi pelanggan. Kampanye yang berlebihan secara aktual tidak mampu memenuhi ekspektasi pelanggan akan mengakibatkan dampak negatif terhadap persepsi pelanggan tentang produk itu. Hal ini juga sejalan dengan teori Jeff Madura (2001:174) bahwa hubungan masyarakat berkenaan dengan tindakan yang diambil dengan tujuan menciptakan atau memelihara kesan yang menyenangkan bagi masyarakat. Hubungan masyarakat adalah salah satu dimensi dari promosi yang dimasukan dalam pernyataan kuesioner dalam penelitian ini.
3). Pengaruh kualitas terhadap kepuasan konsumen
` Dari hasil uji t (tabel V.22) menunjukkan bahwa kualitas berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen Aqua karena nilai probabilitas (sig.) pada tabel 0,036 (lebih kecil dari 0,05), dan koefisiennya positif yang artinya semakin baik kualitas produk maka akan meningkatkan kepuasan konsumen. Hal ini sejalan dengan penelitian Nasrullah Arsyad Safin (2017) dimana kualitas produk pada penelitiannya mengenai Air mineral Aqua berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan. Kualitas erat kaitannya dengan kepuasan konsumen. Sebuah produk yang memiliki kualitas atau mutu yang tinggi akan mampu memenuhi ekpektasi konsumen. Bila ekpektasi konsumen terpenuhi maka konsumen dapat dikatakan puas.
Bila kinerja dari sebuah produk melebihi ekspektasi konsumen, maka konsumen akan sangat puas. Kualitas produk yang baik selalu ditunjukkan dengan kemampuan produk memenuhi kebutuhan konsumen. Menurut Feigenbaum (dalam Nasution, 2005) kualitas adalah kepuasan pelanggan sepenuhnya (full customer satisfaction). Suatu produk dikatakan berkualitas apabila dapat memberi kepuasan sepenuhnya kepada konsumen, yaitu sesuai dengan apa yang diharapkan konsumen atas suatu produk. Hasil uji t dimana dapat disimpulkan bahwa kualitas berpengaruh terhadap kepuasan konsumen sejalan dengan teori Nasution (2005) bahwa kualitas produk akan menjawab kebutuhan konsumen akan sebuah produk.
4). Pengaruh harga terhadap kepuasan konsumen.
Hasil uji t menunjukkan bahwa harga produk air mineral Aqua tidak berpengaruh terhadap kepuasan konsumen karena nilai probabilitas (sig.) pada tabel V.22 variabel harga sebesar 0,151 (lebih besar dari alpha 0,05). Ini berarti konsumen produk Aqua pada penelitian ini tidak mempertimbangkan harga dalam membeli produk tersebut karena produk merek Aqua termasuk kategori produk convinience goods, dimana setiap konsumen yang menggunakannya mungkin tidak melihat harga sebagai sesuatu yang dominan sebagai faktor pembentuk kepuasan konsumen. Hal ini sesuai dengan apa yang diungkapkan dalam buku Marius P Angipora (1999:160) bahwa barang convinience goods adalah barang-barang yang biasanya sering dibeli konsumen dengan harga yang relatif murah dan hanya menggunakan sedikit upaya untuk mendapatkannya, sehingga konsumen
tidak perlu bersusah payah dalam berbelanja guna mendapatkan barang tersebut. Biasanya konsumen membeli produk tersebut sehari-hari secara teratur dengan tanpa rencana, karena secara umum sudah mengetahui secara jelas merek produk yang populer di mata mereka masing-masing.
Untuk barang-barang tertentu seperti air mineral yang tergolong sebagai produk convinience goods memiliki harga yang sama di pasar pada produk sejenis, mungkin harga tidak menjadi pertimbangan khusus dalam membentuk kepuasan konsumen.
5). Pengaruh brand image terhadap kepuasan konsumen
Brand Image berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen yang ditunjukkan dari tabel V.22 dengan nilai probabilitas sig 0,00 (lebih kecil dari nilai alpha 0,05), dan koefisiennya positif yang artinya semakin tinggi nilai variabel brand image maka akan meningkatkan nilai variabel kepuasan konsumen. Citra sebuah merek mampu mempengaruhi konsumen karena citra merek mampu memenuhi kebutuhan akan psikologis konsumen. Konsumen yang puas adalah konsumen yang telah terpenuhi kebutuhannya atau ekspektasinya. Hal ini sejalan dengan teori dari buku Kotler, dan Keller (2009:268) dimana pencitraan merek menggambarkan sifat ekstrinsik produk atau jasa, termasuk cara dimana merek berusaha memenuhi kebutuhan psikologis atau sosial pelanggan. Artinya, pencitraan sebuah merek atau citra merek mampu memenuhi kebutuhan sosial konsumen. Semakin baik citra merek yang ada di benak konsumen, maka akan semakin puas konsumen mengkonsumsi sebuah produk. Hal ini dibuktikan pada
tahun 2006 (melalui website resmi Aqua : www.Aqua.com) Aqua sebagai merek dagang produk air mineral mendapatkan penghargaan brand terbaik di Indonesia (Indonesian Best Brand and Indonesian Golden Brand).
97 BAB VI