• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

1. Analisis Regresi Linear Berganda Sesudah Stock Split Tabel 4.12

4.3.5. Koefisien Determinasi

Nilai koefisien determinasi pada penelitian bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. 4.3.5.1.Koefisien Determinasi Sebelum Stock Split

Tabel 4.15

Hasil Uji Koefisien Determinasi Sebelum Stock Split Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

1 .544a .296 .264 .46836

a. Predictors: (Constant), LnHargasaham, LnVolumePerdagangan, LnReturnSaham b. Dependent Variable: LnBidAskSpread

Sumber: Hasil Penelitian, 2013 (Data diolah)

Dari Tabel 4.15 diperoleh nilai R Square sebesar 0,296 dan nilai Adjusted R Square sebesar 0,264. Hal ini menunjukkan bahwa 0,264 atau 26,4% variasi variabel bid-ask spread perusahaan yang melakukan stock split dapat dijelaskan oleh variasi variabel independen harga saham, volume perdagangan, dan varian return saham, sedangkan sisanya sebesar 73,6% dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini.

4.3.5.2.Koefisien Determinasi Sesudah Stock Split Tabel 4.16

Hasil Uji Koefisien Determinasi Sesudah Stock Split Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

1 .303a .092 .050 .61671

a. Predictors: (Constant), LnHargasaham, LnVolumePerdagangan, LnReturnSaham b. Dependent Variable: LnBidAskSpread

Dari Tabel 4.16 diperoleh nilai R Square sebesar 0,092 dan nilai Adjusted R Square sebesar 0,050. Hal ini menunjukkan bahwa 0,050 atau 5% variasi variabel bid-ask spread perusahaan yang melakukan stock split dapat dijelaskan oleh variassi variabel independen harga saham, volume perdagangan, dan varian return saham, sedangkan sisanya sebesar 95% dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini.

4.4. Pembahasan

i. Pengaruh Harga Saham Sebelum Stock Split Terhadap Bid-ask Spread Harga saham berpengaruh positif dan signifikan antara perubahan harga saham terhadap bid-ask spread. Hal ini dapat terlihat dari nilai signifikansinya 0,012 lebih kecil dari 0,05. Dari hasil uji statistik t juga diperoleh hasil kesimpulan yang sama dimana nilai ttabel lebih kecil dari thitung dengan arah positif. perbedaan harga saham yang signifkan pada periode sebelum pengumuman pemecahan saham, menunjukkan bahwa investor di Indonesia memberikan

feedback yang cepat terhadap informasi yang diterimanya. atau investor menganggap bahwa peristiwa pemecahan saham adalah good news. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Purwanto (2004) dan Wang (2000) yang membuktikan harga saham yang signifikan pada periode sebelum pemecahan saham.

ii. Pengaruh Harga Saham Sesudah Stock Split Terhadap Bid-Ask Spread Harga saham berpengaruh negatif dan signifikan antara perubahan harga saham terhadap bid-ask spread. Hal ini dapat terlihat dari nilai signifikansinya

0,091 lebih besar dari 0,05. perbedaan harga saham yang signifkan pada periode sesudah pengumuman pemecahan saham, menunjukkan bahwa investor di Indonesia memberikan feedback yang cepat terhadap informasi yang diterimanya. atau investor menganggap bahwa peristiwa pemecahan saham merupakan good news. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Purwanto (2004) dan Wang (2000) yang membuktikan harga saham yang signifikan pada periode sebelum pemecahan saham.

iii. Pengaruh Volume Perdagangan Sebelum Stock Split Terhadap Bid-Ask Spread

Volume perdagangan sebelum Stock Split berpengaruh positif dan signifikan antara perubahan harga saham terhadap bid-ask spread. Hal ini dapat terlihat dari nilai signifikansinya 0,016 lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti jika volume perdagangan meningkat akan membuat spread melebar pula. Bila permintaan cukup banyak atau saham tersebut cukup likuid akan membuat harga saham menjadi menurun, maka dealer perlu menyimpan saham tersebut selama beberapa waktu sampai saham tersebut memiliki harga yang tinggi agar dealer tidak mengalami kerugian dalam berinvestasi. Hal ini akan membuat biaya kepemilikan menjadi meningkat sehingga bid-ask spread meningkat. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Chandra (2003) yang membuktikan bawha volume perdagangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap bid-ask spread.

iv. Pengaruh Volume Perdagangan Sesudah Stock Split Terhadap Bid-Ask Spread.

Volume perdagangan Sesudah Stock Split berpengaruh negatif dan signifikan antara perubahan harga saham terhadap bid-ask spread. Dapat terlihat dari nilai signifikansinya 0,239 lebih besar dari 0,05. Hal ini berarti jika volume perdagangan meningkat akan membuat spread melebar pula. Bila permintaan cukup banyak atau saham tersebut cukup likuid akan membuat harga saham menjadi menurun, maka dealer perlu menyimpan saham tersebut selama beberapa waktu sampai saham tersebut memiliki harga yang tinggi agar dealer tidak mengalami kerugian dalam berinvestasi. Dari segi teoritis, yaitu ditinjau dari

trading range theory, yang menyatakan bahwa dengan melakukan pemecahan saham, saham akan menjadi lebih likuid setelah pemgumuman pemecahan saham sehingga akan semakin banyak investor yang mampu bertransaksi atau terjadi peningkatan volume perdagangan (yang diproksi pada TVA) tidak terbukti. Hasil penelitian justru membuktikan bahwa peristiwa pemecahan saham tidak mengakibatkan perbedaan TVA yang signifikan pada periode sebelum dan sesudah pengumuman pemecahan saham. Adanya reaksi pasar yang signifikan setelah pengumuman pemecahan saham merefleksikan bahwa investor di Indonesia sudah mengantisipasi secara cepat informasi yang diterimanya di pasar modal atau investor menganggap bahwa peristiwa pemecahan saham adalah good news, sehingga tidak terjadi perbedaan volume yang signifikan pada periode sebelum dan sesudah pemecahan saham. Hasil penelitian ini mendukung penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Ciptaningsih (2010) yang menyatakan

bahwa tidak terdapat perbedaan volume perdagangan saham yang signifikan sebelum dan sesudah pemecahan saham.

v. Pengaruh Varian Return Sebelum Stock Split Terhadap Bid-Ask Spread Varian return sebelum stock split berpengaruh positif dan signifikan terhadap

bid-ask spread. Hal ini dapat terlihat dari nilai signifikansi sebelum stock split

0,001 lebih kecil dari 0,05. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Purwanto (2004) yang menyatakan bahwa varian return berpengaruh positif dan signifikan terhadap bid-ask spread pada masa sebelum stock split.

vi. Pengaruh Varian Return Sesudah Stock Split Terhadap Bid-Ask Spread Varian return sesudah stock split berpengaruh positif dan signifikan terhadap

bid-ask spread.hal ini terlihat dari hasil signifikansi sesudah sesudah stock split

0,093 lebih besar dari 0,05. Dari hasil uji statistik t juga diperoleh hasil kesimpulan yang sama dimana nilai ttabel lebih kecil dari thitung dengan arah positif. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Purwanto (2004) yang menyatakan bahwa varian return berpengaruh positif dan signifikan terhadap bid-ask spread pada masa sebelum dan sesudah stock split.

BAB V

Dokumen terkait