• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Hasil Penelitian

4.2.4 Koefisien Determinasi (

Koefisien determinasi ( pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menjelaskan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai yang mendekati satu berarti variabel - variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Koefisien determinasi terletak pada tabel Model Summaryb dan tertulis R Square. Namun untuk regresi linear berganda sebaiknya menggunakan R Square yag disesuaikan atau tertulis Adjusted R Square karena disesuaikan dengan variabel independen yang digunakan dalam penelitian. Nilai R Square dikatakan baik jika di atas 0,5 karena nilai R Square berkisar antara 0 sampai 1. Pada umumnya sampel dengan data Time Series memiliki R Square maupun Adjusted R Square cukup tinggi atau > 0,5. Sedangkan sampel dengan data silang (Crossection) pada umumnya memiliki R Square Square maupun Adjusted R Square agak rendah yaitu < 0,5, namun tidak menutup kemungkinan nilai R Square maupun AdjustedR Square cukup tinggi.

Adapun hasil pengolahan data dengan R square dan AdjustedR Square dapat dilihat pada table 4.7 dibawah ini:

Tabel 4.7

Hasil Uji Koefisien Determinasi

Sumber: Hasil Output SPSS, data diolah oleh peneliti, 2015

Berdasarkan tabel 4.7 diatas memiliki nilai koefisien determinasi yang sudah disesuaikan (Adjusted R Square) sebesar 0,871, artinya 87,1% variabel dependen (Belanja Modal) dapat dijelaskan oleh variabel independen yaitu Pendapatan Asli Daerah, Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, dan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran, dan sisanya sebesar 12,9% (100% - 87,1%) dapat dijelaskan oleh variabel lain diluar variabel yang digunakan.

Berdasarkan hasil model Summary diatas angka R sebesar 0,936 menunjukkan bahwa hubungan antara variabel Y (Belanja Modal) dengan X1 (Pendapatan Asli Daerah), X2 (Dana Bagi Hasil), X3 (Dana Alokasi Umum), X4 (Dana Alokasi Khusus), dan X5 (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) sangat erat yaitu sebesar 0,936 (93,6%). Semakin besar R berarti hubungan semakin erat. Untuk memastikan tipe hubungan antar variabel dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 ,936a ,877 ,871 62380,524 1,603

a. Predictors: (Constant), Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran, Dana Alokasi Khusus, Dana Alokasi Umum, Pendapatan Asli Daerah, Dana Bagi Hasil

Tabel 4.8 Hubungan Antar Variabel

Nilai Interpretasi

0,0 – 0,19 Sangat Tidak Erat

0,2 – 0,39 Tidak Erat

0,4 – 0,59 Cukup Erat

0, 6 – 0,79 Erat

0,8 – 0,99 Sangat Erat

Sumber: Situmorang, et al (2007 : 113)

Angka R Square (Koefisien Determinasi) adalah sebesar 0,877, artinya angka ini mengindikasikan bahwa 87,7% variasi atau perubahan dalam Belanja Modal dapat dijelaskan oleh variasi variabel Pendapatan Asli Daerah, Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, dan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran, sedangkan sisanya dijelaskan oleh sebab – sebab lain yang tidak dimasukkan ke dalam model penelitian.

4.2.5 Pengujian Hipotesis

Pada bagian ini akan membahas mengenai pengujian hipotesis parsial (Uji Signifikan T) dan pengujian hipotesis simultan (Uji Signifikan F).

4.2.5.1 Pengujian Hipotesis Parsial (Uji Signifikan T)

T-test bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh masing –

masing variabel independen secara individual (Parsial) terhadap variabel dependen. Hasil uji ini pada output SPSS dilihat pada tabel Coefficientsa. Nilai dari uji T-test dapat dilihat dari P-Value (pada kolom Sig). Menurut Situmorang dan Lufti (2012 : 157), “ untuk

menguji apakah hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak

digunakan uji T ”. Jika T hitung < T tabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak, sedangkan jika T hitung > T tabel, maka Ho ditolak dan Ha

diterima. Jika tingkat signifikan dibawah 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Setelah uji T dilakukan, maka diperoleh nilai T hitung dan nilai signifikansi seperti dibawah ini.

Tabel 4.9 Uji Signifikan T Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 32640,833 15667,244 2,083 ,040

Pendapatan Asli Daerah ,526 ,037 ,712 14,102 ,000

Dana Bagi Hasil -,970 ,225 -,297 -4,319 ,000

Dana Alokasi Umum ,312 ,046 ,436 6,780 ,000

Dana Alokasi Khusus -,044 ,092 -,017 -,481 ,631

Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran

,432 ,132 ,166 3,263 ,001

a. Dependent Variable: Belanja Modal

Sumber: Hasil Output SPSS, data diolah oleh peneliti, 2015

Berdasarkan tabel 4.9 diatas menunjukkan hasil pengujian statistik T sehingga dapat menjelaskan pengaruh variabel independen secara parsial sebagai berikut:

a. Variabel Pendapatan Asli Daerah (X1) memiliki nilai signifikansi 0,000 < 0,05 artinya signifikan. Sedangkan t hitung 14,102 > dari t tabel 1,982 artinya signifikan. Signifikan disini berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa variabel X1 memiliki kontribusi terhadap Y. Nilai t positif menunjukkan bahwa variabel X1 mempunyai hubungan yang searah dengan Y. Jadi dapat

disimpulkan Pendapatan Asli Daerah memiliki pengaruh signifikan positif terhadap Belanja Modal.

b. Variabel Dana Bagi Hasil memiliki nilai signifikansi 0,000 < 0,05 artinya signifikan. Sedangkan t hitung 4,319 > dari t tabel 1,982 artinya signifikan. Signifikan disini berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa variabel X2 memiliki kontribusi terhadap Y. Nilai t negatif menunjukkan bahwa variabel X2 mempunyai hubungan yang berlawanan arah dengan Y. Jadi dapat disimpulkan Dana Bagi Hasil berpengaruh signifikan negatif terhadap Belanja Modal.

c. Variabel Dana Alokasi Umum memiliki nilai signifikansi 0,000 < 0,05 artinya signifikan. Sedangkan t hitung 6,780 > dari t tabel 1,982 berarti signifikan. Signifikan disini berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa variabel X3 memiliki kontribusi terhadap Y. Nilai t positif menunjukkan bahwa variabel X3 mempunyai hubungan yang searah dengan Y. Jadi dapat disimpulkan Dana Alokasi Umum berpengaruh signifikan positif terhadap Belanja Modal.

d. Variabel Dana Alokasi Khusus memiliki nilai signifikansi 0,631 > 0,05 artinya tidak signifikan. Sedangkan t hitung 0,481 < dari t tabel 1,982 berarti tidak signifikan. Tidak

signifikan disini berarti Ho diterima dan Ha ditolak. Dapat disimpulkan bahwa variabel X4 tidak memiliki kontribusi terhadap Y. Nilai t negatif menunjukkan bahwa variabel X4 mempunyai hubungan yang berlawanan arah dengan Belanja Modal. Dapat disimpulkan bahwa Dana Alokasi Khusus tidak berpengaruh signifikan terhadap Belanja Modal.

e. Variabel Sisa lebih Pembiayaan Anggaran memiliki nilai signifikansi 0,001 < 0,05 artinya signifikan. Sedangkan t hitung 3,263 > dari t tabel 1,982 berarti signifikan. Signifikan disini berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa variabel X5 memiliki kontribusi terhadap Y. Nilai t positif menunjukkan bahwa variabel X5 mempunyai hubungan yang searah dengan Belanja Modal. Jadi dapat disimpulkan bahwa Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran berpengaruh signifikan positif terhadap Belanja Modal.

4.2.5.2 Pengujian Hipotesis Simultan (Uji Signifikan F)

Secara simultan, pengujian hipotesis dilakukan dengan uji F (F test). Uji F dilakukan untuk menguji apakah variable - variabel independen berpengaruh secara simultan terhadap variabel dependen. Hasil F test dapat dilihat dari hasil regresi pada tabelANOVA. Menurut

yang diajukan diterima atau ditolak digunakan uji F ”. Jika F hitung < F tabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak, sedangkan jika F hitung > F tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jika tingkat signifikan dibawah 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Setelah uji F dilakukan, maka diperoleh nilai F hitung dan nilai signifikansi seperti dibawah ini:

Tabel 4.10 Uji Signifikan F

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 2,879E12 5 5,758E11 147,966 ,000a

Residual 4,047E11 104 3,891E9

Total 3,284E12 109

a. Predictors: (Constant), Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran, Dana Alokasi Khusus, Dana Alokasi Umum, Pendapatan Asli Daerah, Dana Bagi Hasil

b. Dependent Variable: Belanja Modal

Sumber: Hasil Output SPSS, data diolah oleh peneliti, 2015

Berdasarkan tabel 4.10 diatas menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, artinya signifikan, sedangkan F hitung 147,966 > dari F tabel 2,30 artinya signifikan (df1 = 6-1=5 dan df2 = 110-6=104). Signifikan disini berarti Ha1 diterima dan Ho1 ditolak. Artinya variabel Pendapatan Asli Daerah, Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, dan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran secara bersama - sama (simultan) berpengaruh terhadap Belanja Modal pada Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara.

Dokumen terkait