B. Hasil Analisis dan Pembahasan
3. Koefisien Determinasi (R 2 )
Koefisien determinasi (R2) pada intinya adalah mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai R2 adalah diantara nol dan satu. Jika nilai R2 berkisar hampir satu, berarti semakin kuat kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen dan sebaliknya jika nilai Adj R2 semakin mendekati angka nol, berarti semakin lemah kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen (Ghozali, 2005).
4. Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah model persamaan regesi berganda. Model ini digunakan untuk menguji pengaruh 2 atau lebih variabel independen terhadap variabel dependen dengan skala pengukuran interval atau rasio dalam suatu persamaan linier (Indriantoro dan Bambang, 2002). variabel independen yaitu Alokasi aset (Saham, Obligasi, danDeposito)terhadap Kinerja Reksadana(Treynor measure)
Dari penjelasan sebelumnya maka persamaan regresi diformulasikan sebagai berikut :
Dimana :
Y = Kinerja Reksadana Campuran
X1 = Saham
X2 = Obligasi
X3 = Deposito
α = konstanta
e = standar eror
Dalam pengujian hipotesis, analisis dilakukan melalui: a. Uji F
Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen untuk mengambil keputusan hipotesis diterima atau ditolak dengan membandingkan tingkat kesalahan 0,05 (Ghozali, 2005)
b. Uji t
Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas/independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Langkah yang
e X X
X
digunakan untuk menguji hipotesisnya adalah dengan menentukan level of significance. Level of significance yang digunakan sebesar
5 % atau (α) = 0,05. Jika sig t > 0,05 maka Haditolak namun jika sig t < 0,05 maka Haditerima dan berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel independen dengan variabel dependen (Ghozali, 2005).
E. Operasional Variabel Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah penelitian, maka akan dirumuskan definisi dari operasional variable :
1. Variabel terikat(dependen)
a. Kinerja reksadana campuran diperoleh dengan mengunakan metode Treynor Index dengan rumus:
Dimana :
RVOL = rata-rata excess return portofolio p
TRp = nilai rata-rata bulanantotal returnportofolio Rf = nilai rata-rata bulananreturndaririsk free
= Nilai beta potofoliop
Penjelasan rincin dari hasil rumusan diatas, didapat dari bebebapa tahapan yang tak dapat dipisahkan, yaitu:
p β p f p R TR RVOL β _ _
a. Mencari return masing-masing reksadana per bulan. Returnreksadana dihitung dengan rumus:
KIRD = NABt–NABt-1 NABt-1 Dimana:
KIRD=ReturnReksadana NABt= NAB per unit akhir bulan
NABt-1= NAB per unit akhir bulan sebelumnya
b. Mencari nilai beta (β) dengan menggunakan rumus seperti dibawah ini :
Dimana :
E(ri) =Returnreksadana campuran rf =Risk freeSBI 1 Bulan
E(rm) = Indek Harga Saham Gabungan
c. Menghitung rata-rata suku bunga bebas risiko (SBI), penelitian ini dibatasi pada rata-rata suku bunga SBI berjangka 1 bulan data yang digunakan adalah data harian.
Dimana :
Rf = rata-rata suku bunga bebas risiko suatu periode Suku bunga =returnSBI bulanan
30 = 30 Hari 30 sukubunga _ f R
r
ir
f i
E r
Mr
f
E β
2. Variabel Independen a. Kebijakan Alokasi Aset
Kebijakan alokasi aset reksadana campuran disesuaikan dengan proporsi alokasi aset yang tercantum dalam prospectus/fund fucnsheet masing-masing reksadana campuran, kebijakan alokasi aset yang dianalisa dengan menggunakan 3 variabel yaitu X1 alokasi aset untuk saham, X2 alokasi aset untuk obligasi dan X3 aloksi aset untuk deposito. Kinerja reksadana campuran merupakan fungsi dari kebijakan alokasi aset yang dinyatakan :
Dimana :
Rit = Return aset i pada periode t
bi1 = Proporsi reksadana i untuk alokasi aset kelas 1 yaitu saham bi2 = Proporsi reksadana i untuk alokasi aset kelas 2 yaitu obligasi bi3 = Proporsi reksadana i untuk alokasi aset kelas 3 yaitu
deposito
F1t = Return yang diperoleh dari indeks kelas aset 1 yaitu IHSG pada periode t
F2t = Return yang diperoleh dari indeks kelas aset 2 yaitu tingkat bunga deposito 12 bulan pada periode t
F3t = Return yang diperoleh dari indeks kelas aset 3 yaitu tingkat bunga 3 bulan pada periode t
εit = error term (Pemilihan sekuritas) yang meliputi timing dan stock picking
1) Alokasi aset pada saham
Alokasi aset pada saham yang dimaksud dalam penelitian ini merupakan bagian dari diversifikasi yang dilakukan oleh manager
i t i t i t
tit b F b F b F e R 1 1 2 2 3 3 1
investasi terhadap saham yang ada di bursa yang mewakili kepemilikan didalam perusahaan. dengan rumusan sebagai berikut X1 = bi1.F1t
Dimana:
bi1 = proporsi dana reksadana i yang dialokasikan untuk kelas aset 1 yaitu saham
F1t = return yang diperoleh dari indeks kelas aset 1 yaitu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada periode t).
2) Akolasi aset pada obligasi
Alokasi aset pada obligasi yang dimaksud dalam penelitian ini merupakan bagian dari diversifikasi yang dilakukan oleh manager investasi terhadap efek bersifat hutang. dengan rumusan sebagai berikut
X2 = bi2.F2t Dimana:
bi2= proporsi dana reksadana I yang dialokasikan untuk kelas aset 2 yaitu Obligasi
F2t = return yang diperoleh dari indeks kelas aset 2 yaitu tingkat bunga deposito 12 Bulan pada periode t),
3) Alokasi aset pada deposito
Alokasi aset pada deposito yang dimaksud dalam penelitian ini merupakan bagian dari diversifikasi yang dilakukan oleh manager
investasi terhadap efek bersifat fixed income. dengan rumusan sebagai berikut
X3 = bi3.F3t Dimana:
bi3 = proporsi dana reksadana i yang dialokasikan untuk kelas aset 3 yaitu deposito
F3t = return yang diperoleh dari indeks kelas asset 3 yaitu tingkat bunga deposito 3 Bulan pada periode t)
Berikut ini adalah table operasional variable yang berkaitan dengan penelitian ini:
Table 3.2 Operasioanal Variabel
Variabel Jenis Variabel Indikator Skala
Kinerja Reksadana dengan menggunakan metode Trainor index (Y) Dependen Rasio
Alokasi aset pada
saham (X1) Independen X1 = bi1.F1t Rasio
Alokasi aset pada
obligasi (X2) Independen X2 = bi2.F2t Rasio Alokasi aset pada
deposito (X3) Independen X3 = bi3.F3t Rasio p RVOL β _ _ f p R TR
BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A. Sekilas Gambaran Umum Objek Penelitian
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah reksadana campuran berbentuk kontrak investasi kolektif (KIK) yang terdaftar di Bapepam. Sampel diambil dengan menggunakan metode purposive sampling dengan pooling data. Berdasarkan kriteria sampel diperoleh sampel penelitian sebanyak 12 reksadana per tahun periode Januari 2009 hingga Desember 2011 sehingga total keseluruhan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 36 reksadana.
Adapun nama perusahaan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini selengkapnya dapat dilihat pada tabel 4.2 sebagai berikut:
Tabel 4.2
Daftar Nama Perusahaan/Manajer Investasi dan Reksadana Campuran
No Manajer Investasi Reksadana Campuran
1 PT Bahana TCW Investment Management
Bahana dana infrastruktur 2 PT Bahana TCW Investment
Management Bahana dana selaras
3 PT Bahana TCW Investment
Management Dana selaras dinamis
4 PT Intru Nusantara Garuda satu
5 PT GMT Aset Manajemen Gmt dana fleksi 6 PT Mandiri Manajemen Investasi Mandiri investa aktif
No Manajer Investasi Reksadana Campuran 7 PT Optima Kharya Capital
Management Optima fleksi
8 PT Panin Sekuritas Panin dana unggulan 9 PT Indo Premier Securities Premier citra optima 10 PT Equity Development
Securities Reksa dana prima
11 PT Schroder Investment Management Indonesia
Schroder dana terpadu II
12 PT Semesta Indovest Semesta dana maxima Sumber: www.kontan-online.id
B. Hasil Analisis dan Pembahasan 1. Statistik Deskriftif
Statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan dan mendeskripsikan variabel independen dan variabel dependen di dalam penelitian ini. Alat analisis yang digunakan dalam pengujian ini adalah nilai adalah nilai terendah (minimum), nilai tertinggi (maximum), rata-rata (mean)dan standar deviasi. Hasil penelitian statistik deskriptif dapat dilihat pada tabel 4.3 berikut:
Tabel 4.3
Hasil Uji Statistik Deskriptif
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
kinerja 36 -7.10 .86 -.1640 1.32593
saham 36 -3.78 4.11 .4370 2.31626 obligasi 36 .00 .63 .3085 .20007
deposito 36 .00 .31 .1008 .10175 Valid N (listwise) 36
a. Variabel independen 1) Saham
Berdasarkan hasil tabel 4.3 didapat nilai maksimum dari saham sebesar 4,11 yang dimiliki oleh Semesta Dana Maxima dan Bahana Dana Infrastruktur di tahun 2011 dan mempunyai nilai minimum sebesar -3,78 ada pada Semesta Dana Maximal dan Bahana Dana Infrastruktur di tahun 2010. Nilai mean dari saham sebesar 0,4370 dan standar deviasi dari saham sebesar 2,31626.
2) Obligasi
Berdasarkan hasil tabel 4.3 didapat nilai maksimum dari obligasi sebesar 0,63 yang dimiliki oleh Panin Dana Unggulan di tahun 2010 dan mempunyai nilai minimum sebesar 0 ada pada Schroder dana terpadu II di tahun 2009, 2010 dan 2011. Nilai mean dari obligasi sebesar 0,3085 dan standar deviasi dari obligasi sebesar 0,20007.
3) Deposito
Berdasarkan hasil tabel 4.3 didapat nilai maksimum dari deposito sebesar 0,31 yang dimiliki oleh Schroder dana terpadu II dan Gmt dana fleksi di tahun 2010 dan mempunyai nilai minimum sebesar 0 ada pada Bahana dana infrastruktur, Dana selaras dinamis, Optima
fleksi, ditahun 2009, 2010 dan 2011. Nilai mean dari deposito sebesar 0,1008 dan standar deviasi dari obligasi sebesar 0,10175. b. Variabel dependen
1) Kinerja reksadana campuran
Berdasarkan hasil tabel 4.3 didapat nilai maksimum dari kinerja sebesar 0,86 yang dimiliki oleh Optimal Fleksi di tahun 2011 dan mempunyai nilai minimum sebesar -7,10 ada pada Optimal Fleksi di tahun 2010. Nilai mean dari kinerja sebesar -0,1640 dan standar deviasi dari kinerja sebesar 1,32593.
2. Uji Asumsi Klasik
Pengujian asumsi klasik diperlukan agar model regresi menjadi suatu model yang reperesentatif. Analisis data uji asumsi klasik dalam penelitian ini antara lain melalui Uji Normalitas, Multikolonieritas, aoutokorelasi dan heterokedastisitas.
a. Uji Normalitas
Uji Normalitas dilakukan dengan menggunakan metode Probability Plot (P-Plot). Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dalam sebuah model regresi, variabel pengganggu atau residual mempunyai distribusi yang normal, model regresi yang baik adalah model regresi yang memiliki distribusi data normal atau mendekati normal.
Untuk mendapatkan hasil pengujian yang lebih akurat dan valid maka dilakukan Pengujian ulang dengan menggunakan One-Sample Kolmogorov-Smirnov test untuk masing-masing variabel. Untuk uji One-Sampl`e Kolmogorov-Smirnov test, akan dilihat dari nilai probabilitasnya, jika probabilitasnya > 0,05 data terdistribusi normal. Apabila data tidak berdistribusi secara normal maka dilakukan transformasi data. (Ghozali, 2005). Selengkapnya mengenai hasil penelitian dapat dilihat pada tabel 4.4 dibawah ini:
Tabel 4.4 Hasil Uji Normalitas
MenggunakanOne-Sampl`e Kolmogorov-Smirnov test
Dari tabel 4.4 diatas dapat kita lihat bahwa nilai dari tiap variabel lebih besar dari (> 0,05) ini menunjukan data terdistribusi normal.
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
reksadana saham obligasi deposito
N 36 36 36 36
Normal Parametersa,,b Mean .0596 .4370 .3085 .1008
Std. Deviation .06627 2.31626 .20007 .10175 Most Extreme Differences Absolute .151 .136 .191 .210
Positive .098 .101 .191 .210 Negative -.151 -.136 -.117 -.161
Kolmogorov-Smirnov Z .905 .819 1.148 1.260 Asymp. Sig. (2-tailed) .387 .514 .143 .084
a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.
b. Uji Multikolonieritas
Uji Multiklonieritas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen dan model regresi yang baik adalah model regresi yang bebas dari masalah tersebut. Selengkapnya mengenai hasil uji multikolonieritas dapat dilihat pada tabel 4.5 di bawah ini:
Tabel 4.5
Hasil Uji Multikolonieritas coefiicenta
a. Variabel dependen : Kinerja Reksadana Sumber data diolah
Dari tabel 4.5 diatas menunjukan bahwa semua variabel independen dan kontrol memiliki nila itolerance > 0,10 dan VIF < 10. Maka dapat disimpulkan bahwa model regresi dalam penelitian ini telah terbebas dari masalah multikolonieritas.
c. Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi dilakukan dengan menggunakan uji Durbin Watson (D-W). Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antara kesalahan
Model
Collinearity Statistics
Keputusan Tolerance VIF
saham .943 1.061 Tidak ada multikolonieritas obligasi .802 1.246 Tidak ada multikolonieritas deposito .794 1.260 Tidak ada multikolonieritas
penggangu pada periode tertentu dengan periode sebelumnya. Model regresi yang baik adalah model regresi yang bebas dari masalah autokorelasi. Selengkapya mengenai hasil uji aoutokorelasi penelitian dapat dilihat pada tabel 4.6 di halaman berikutnya:
Tabel 4.6
Hasil Uji Autokorelasi
model summaryb
a. Predictor (Constan), deposito, saham, obligasi
b. Dependen vaiabel : Kinerja reksadana Sumber data diolah
Dari tabel diatas terlihat menunjukan bahwa nilai D-W sebesar 2,060 berdasarkan kriteria yang telah ditentukan D-W hitung berada diantara -2 dan +2 dinyatakan tidak terjadi masalah autokorelasi sehingga kesimpulannya adalah uji autokorelasi terpenuhi.
d. Uji Heterokedastisitas
Uji Heterokedastisitas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Model regresi yang baik adalah model regresi yang bebas dari masalah heterokedastisitas. Selengkapnya mengenai hasil uji untuk heterokedastisitas dapat dilihat pada gambar 4.1 di bawah ini: Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .595a .354 .293 1.11470 2.060
Gambar 4.1
Hasil Uji Heterokedastisitas
Dari gambar 4.1 diatas menunjukan tidak ada pola tertentu dan titik-titik menyebar secara acak dan tersebar baik di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y. maka dapat disimpulkan model regresi dalam penelitian ini telah homokedastisitas sehingga layak dipakai untuk kemudian dilanjukan ke pengujian hipotesis.
3. Koefisien Determinasi (R2)
Pada model regresi berganda penggunaan koefisien determinasi (R2) yang telah disesuaikan, lebih baik dalam melihat seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Kelemahan dalam menggunakan nilai R2 adalah karena adanya bias terhadap jumlah variabel independen yang dimasukan kedalam model.
Selengkapnya mengenai hasil uji R2 penelitian dapat dilihat pada tabel 4.7 sebagai berikut:
Tabel 4.7 Hasil Uji R2 Model Summaryb
a. Predictor (Constan), deposito, saham, obligasi
b. Dependen vaiabel : Kinerja reksadana Sumber data diolah
Dari tabel 4.7 diatas menunjukan bahwa nilai R2 sebesar 0,293 dimana berarti hanya sebesar 29,3 % varians variabel dependen (kinerja reksadana) yang dapat dijelaskan oleh varians variabel independen (deposito, saham, obligasi) dalam penelitian. Hal ini menandakan masih rendahnya kemapuan variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen. Adapun angka koefisien korelasi (R) menunjukan nilai sebesar 0,595 yang menandakan hubungan antar variabel independen dengan variabel dependen adalah kuat karena memiliki nilai R > 0,5. Pengaruh pemilihan sekuritas dapat ditentukan berdasarkan komponen
residual (ε) dimana merupakan pemilihan sekuritas (selection) yang meliputi timing dan stock picking (Drobetz, Kohler, 2002). Dengan demikian besarnya pengaruh pemilihan sekuritas terhadap kinerja reksadana campuran sebesar 70,7 % (1-R2).
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .595a.354 .293 1.11470
4. Uji Hipotesis 1) Uji F
Uji F bertujuan untuk mengetahui apakah seluruh variabel independen secara bersama-sama (simultan) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Signifikansi model regresi pada penelitian ini diuji dengan melihat siginifikansi (sig.) yang ada di tabel 4.8 selengkapnya mengenai hasil uji F penelitian dapat dilihat sebagai berikut:
Tabel 4.8 Hasil Uji F
Dari tabel 4.8 menunjukan bahwa nilai F hitung sebesar 5,840 dengan nilai sig. sebesar 0,003 hal ini memberikan hasil yang signifikan, sehingga dapat disimpulkan bahwa kebijakan alokasi aset dan pemilihan sekuritas secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja reksadana campuran. karena nilai sig. 0,003
< alpha (α = 5 %) maka dapat disimpulkan H0 ditolak dan variabel ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 21.771 3 7.257 5.840 .003a
Residual 39.762 32 1.243
Total 61.533 35
a. Predictors: (Constant), deposito, saham, obligasi
independen secara signifikan berpengaruh terhadap variabel dependen pada tingkat kepercayaan 5 % yaitu sebesar 3 %.
2) Uji t
Uji t bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh variabel independen secara individual (parsial), yaitu kebijakan alokasi aset terhadap saham, obligasi dan deposito dalam menerangkan variabel dependen yaitu kinerja reksadana campuran. Hasil persamaan regresi yang diperoleh dari hasil analisis dituliskan sebagai berikut :
Y = -0,598+0,345X1+0,208X2+2,170X3+e
Siginifikasi model regresi pada penelitian ini diuji dengan melihat nilai sig. yang ada di tabel 4.9 selengkapnya mengenai hasil uji t penelitian dapat dilihat dihalaman selanjutnya:
Tabel 4.9 Coefficients
Dari tabel 4.9 di atas menunjukkan tidak semua variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen, hanya variabel saham saja
Model
Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -,598 ,502 -1,191 ,242 saham ,345 ,084 ,603 4,120 ,000 obligasi ,208 1,051 .031 ,197 ,845 deposito 2,170 2,078 ,167 1.044 ,304
yang berpengaruh terhadap kinerja reksadana campuran. Koefisien model regresi memiliki nilai konstanta sebesar -0,598 dengan nilai t hitung sebesar -1,191 dan nilai sig. sebesar 0,242. Koefisien regresi saham adalah sebesar 0,345 dengan nilai t hitung sebesar 4,120 dan nilai sig. sebesar 0,000. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tingkat signifikasi < 0,05 yang berarti bahwa kebijakan alokasi aset terhadap Saham berpengaruh secara parsial dan signifikan terhadap Kinerja Reksadana Campuran Maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yaitu ada pengaruh kebijakan alokasi aset (saham) terhadap kinerja reksadana campuran, sedangkan alokasi aset atas obligasi dan deposito keduanya tidak signifikan karna nilai sig. > 0,05 dan Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian Ibotson dan Kaplan (2000), Mulyana (2005) dan Purnomo (2007)