Jumlah 49 100 Sumber : Kuesioner penelitian, 2014 (data diolah)
3. Koefisien Determinasi (R 2 )
Ketepatan fungsi regresi dalam menaksir nilai aktual dapat diukur berdasarkan koefisien determinasi yang mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menernagkan variasi variabel independen. Koefisien korelasi dikatakan kuat apabila nilai R berada di atas 0,5 dan mendekati 1. Semakin mendekati 1, berarti variabel-variabel independen memberikan semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel independen.
Tabel 4.17 Hasil Uji Determinasi
Model Variables Entered Variables Removed Method 1 Promosi, Saluran_Distr ibusi, Harga, Produka . Enter
a. All requested variables entered.
b. Dependent Variable: Keputusan_Pembelian Sumber : Hasil Penelitian, 2014 (data diolah)
Pada Tabel 4.17 dinyatakan bahwa variabel Bauran Pemasaran yang mempunyai subvariabel seperti produk (X1), harga (X2), saluran distribusi (X3), promosi (X4) tidak ada yang dikeluarkan dari persamaan yang ditunjukkan oleh kolom Variables Removed yang kosong. Metode yang dipilih adalah metode
Enter.
Setelah mengetahui bahwa seluruh variabel dimasukkan dalam analisis persamaan maka dilakukan pengujian hipotesis koefisien korelasi dan koefisien determinasi. Tipe hubungan antara variabel dapat dilihat berikut ini :
1. 0,0 – 0,19 maka hubungan sangat tidak erat 2. 0,2 – 0,39 maka hubungan tidak erat 3. 0,4 – 0,59 maka hubungan cukup erat 4. 0,6 – 0,79 maka hubungan erat
Tabel 4.18 Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .717a .514 .470 1.06271
a. Predictors: (Constant), Promosi, Saluran_Distribusi, Harga, Produk b. Dependent Variable: Keputusan_Pembelian
Sumber : Hasil Penelitian, 2014 (data diolah)
Berdasarkan Tabel 4.18 dapat dilihat bahwa nilai R adalah 0,717 atau 71,7% yang berarti bahwa hubungan antara keputusan pembelian dengan variabel independennya bauran pemasaran yang mempunyai subvariabel produk (X1), harga (X2), saluran distribusi (X3), promosi (X4) adalah sangat erat.
Nilai Adjusted R Square dari output Tabel 4.18 adalah sebesar 0,470. Hal ini berarti bahwa variasi dari variabel independen Bauran Pemasaran yang memiliki subvariabel produk (X1), harga (X2), saluran distribusi (X3), dan promosi (X4) mampu menjelaskan variasi variabel dependen (Kinerja karyawan) sebesar 47%. Selebihnya 53% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak teliti oleh penelitian ini. Dari Tabel 4.18 dapat dilihat bahwa nilai Standard error of estimate adalah 1.06271, dimana standard error of estimate artinya mengukur variasi dari nilai yang diprediksi. Semakin kecil nilai tersebut berarti model semakin baik.
4.2 Pembahasan
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh bauran pemasaran terhadap krputusan pembelian konsumen pada PT. Es Kristal Iting. Penelitian ini menggunakan berbagai metode penelitian seperti : metode analisis deskriptif, metode analisis regresi linier berganda dan melakukan pengujian
hipotesis dengan uji signifikan simultan (uji-F), uji signifikan parsial (uji-t) dan koefisien determinasi (R2). Pada metode analisis deskriptif diperoleh informasi dari responden, dimana pengambilan informasi penelitian ini menggunakan alat penelitian kuesioner yang berisikan tentang karakteristik responden yaitu usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan terakhir serta jawaban responden atas pernyataan yang dimuat dalam kuesioner. Responden dalam penelitian ini adalah konsumen pengguna es kristal Iting sebanyak 49 orang.
Secara simultan bauran pemasaran berpengaruh positif dan signifikan artinya secara bersamaan variabel-variabel bebas yaitu produk, harga, saluran distribusi, dan promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen di PT. Es Kristal Iting.
Berdasarkan hasil pengujian secara parsial (uji-t) maka dapat diperoleh : 1. Variabel produk (X1) yang memiliki indikator merek dan kualitas
berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen pada PT. Es Kristal Iting. Jika dilihat dari pengaruhnya, hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Hendra (2008) yang menyimpulkan bahwa produk yang indikatornya terdiri dari merek, kemasan, warna, aroma, dan rasa memberikan pengaruh yang positif namun tidak signifikan terhadap keputusan pembelian. Hal ini juga dapat dilihat dari tanggapan responden akan pernyataan mengenai kebeningan dan kualitas produk yang dominan memilih sangat setuju dengan pahamnya perusahaan dengan kebutuhan pelanggan akan es kristal yang bening dan
berkualitas. PT. Es Kristal Iting dalam menjaga kualitas produknya selalu mengedepankan kebersihan dan kejernihan air sebagai bahan baku utamanya. Dengan semakin ditingkatkannya produk es kristal Iting dari sisi kualitas dan kemasan serta meningkatkan kinerja mesin dalam memenuhi kuantitas kebutuhan konsumen, akan membuat merek es kristal Iting melekat terhadap konsumen dan mempengaruhi keputusan pembelian terhadap produk es kristal Iting.
2. Variabel Harga (X2) yang memiliki indikator harga dan potongan pembelian berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada PT. Es Kristal Iting. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Sholihah (2010) dimana harga memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Hal tersebut juga dapat dilihat dari pernyataan harga murah dibandingkan produk sejenis dan pernyataan potongan harga yang diberikan menarik dimana mayoritas responden memberikan pernyataan setuju, meskipun masih terdapat responden yang memberikan pernyataan kurang setuju pada 2 butir pernyataan tersebut. PT. Es Kristal Iting berusaha menekan seluruh biaya produksi untuk dapat bersaing dengan pesaing sejenis dalam kriteria harga. Perusahaan dalam melakukan penjualan juga memberikan potongan harga kepada pelanggan yang memenuhi syarat tertentu dalam melakukan keputusan pembelian terhadap produk es kristal Iting. Apabila variabel harga ditingkatkan dengan indikator harga yang
diberikan lebih murah dari pesaing sejenis dan strategi potongan pembelian lebih ditingkatkan, maka keputusan pembelian terhadap produk es kristal Iting akan semakin meningkat.
3. Variabel Saluran Distribusi (X3) yang memiliki jarak lokasi pembelian dan cakupan distribusi berpengaruh negatif tapi tidak signifikan terhadap keputusan pembelian PT. Es Kristal Iting. Hasil ini berbeda dengan penelitian Hendra (2008) dimana disimpulkan dalam penelitian tersebut saluran distribusi memberikan pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap keputusan pembelian. Hal tersebut dapat dilihat dari pernyataan kemudahan memperoleh produk dan pernyataan kemudahan akses tempat penjualan dimana walaupun mayoritas responden menyatakan setuju namun masih terdapat responden yang menyatakan kurang setuju dan tidak setuju. Hal ini disebabkan oleh PT. Es Kristal Iting masih mempunyai 2 titik distribusi penjualan dan 1 unit pengantar barang ketika perusahaan pesaing sejenis sudah memiliki banyak titik penjualan dan beberapa unit mobil pengantar barang. Konsumen yang menjadi pelanggan PT. Es Kristal Iting adalah pelanggan tetap dan telah menggunakan produk es kristal Iting lebih dari 5 kali sehingga walaupun perusahaan meningkatkan saluran distribusi maupun menambah titik distribusi dan unit pengantar barang, tidak mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
4. Variabel Promosi (X4) yang memiliki indikator pemasaran langsung dan jangkauan promosi berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan
terhadap keputusan pembelian pada PT. Es Kristal Iting. Hasil penelitian ini berbeda dengan kesimpulan Hendra (2008) dimana menyatakan promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Hal tersebut dapat dilihat dari pernyataan pemasaran langsung dan kemudahan memperoleh informasi, walaupun mayoritas responden menyatakan setuju namun masih terdapat responden menyatakan kurang setuju dan tidak setuju. Hal ini disebabkan oleh PT. Es Kristal Iting memiliki konsumen yang menjadi pelanggan PT. Es Kristal Iting adalah pelanggan tetap dan telah menggunakan produk es kristal Iting lebih dari 5 kali. PT. Es Kristal Iting tidak melakukan promosi selain melalui radio dan pemasaran ketok tular/mulut ke mulut (Word Of Mouth Marketing). Apabila PT. Es Kristal Iting meningkatkan promosi terhadap produk Es Kristal, maka tidak mempengaruhi keputusan pembelian es kristal Iting.
BAB V